2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pameran Seni Rupa di Tengah Sawah: “Creating New Climate Resilent and Inclusive Cities”

I Gede Made Surya Darma by I Gede Made Surya Darma
November 1, 2024
in Pameran
Pameran Seni Rupa di Tengah Sawah: “Creating New Climate Resilent and Inclusive Cities”

Pameran seni rupa di Subak Pedahan, Desa Angantaka, Abiansemal, Badung

DI Subak Pedahanan, Desa Angantaka, Abiansemal, Badung, tiba-tiba berubah jadi ruang pameran seni rupa. Ini barangkali bukan sesuatu yang baru, namun seni rupa di tengah sawah tetap memiliki sisi-sisi keunikan, karena alam raya senantiasa ikut memberi warna.

Pameran seni rupa itu tepatnya dilakukan di Balai Subak Pedahanan.  Pameran menghadirkan karya seniman patung, yakni Nyoman Bagiana, dan seniman lukis I Wayan Santrayana serta seniman lukis I Gede Made Surya Darma.

Bagiana adalah seniman patung yang juga anggota Subak Pedahanan yang terkenal dengan pembuatan patung kayu kurungan ayam. I Gede Made Surya Darma (penulis) adalah seniman muda dari Tabanan.

Kenapa ada pameran seni rupa di tengah sawah di Subak Pedahanan? Ceritanya begini:

Pada tanggal 30 Oktober 2024, Ecolise yang diwakili oleh Sarah Queblati, yang juga Co-founder and Executive Director Green Releaf Initiative, Inc., berkerja sama dengan Subak Pedahan melakukan kegiatan representasi mengenai lokakarya tentang Bioregional Mapping.

Pameran seni rupa di Balai Subak Pedahan | Foto-foto oleh Benindra Sanjaya

Sebelumnya, 27 Oktober2024, telah dilakukan lokakarya pemetaan Bioregional dari Ecolise yang diwakili oleh Sarah Queblatin. Acara itu dihadiri 22 LKK Subak Pedahan, Pekaseh Pedahan I Wayan Sarimerta, Pekaseh Uma Bun Ketut Nada, Pekaseh Padedekan Bapak Sardiana, Majelis Alit Abiansemal Bapak Sugiarta dan Forum Pasedehan Yeh Lauh.

Hadir juga unsur Majelis Madia Kabupaten Badung Agus Gede Widita, PPL, Windu Putra, Kepala BPP Abiansemal Dewa Ari Parwata, Pasar Rakyat Bali Benindra  Sanjaya, dan dari unsur petani muda.

Saat itu hadir juga seniman I Wayan Santrayana dan I Gede Made Surya Darma, penerjemah Rahajeng Fitria Melati HICC, dan kordinator lapangan I Ketut Punia.

Acara itu diawali dengan literasi singkat di Museum Subak Masceti, dipandu oleh Ketut Sugata. Kegiatan tersebut dikordinir oleh Bapak I Ketut Punia dari Kembali Organik.

Kegiatan ini adalah rangakaian dari kegiatan peserta pelatihan United Cities and Local Gaverments Asia-Pasific (UCLG-ASPAC) yang dilakukan di Courtyard Bali Nusa Dua Resort, dari tanggal 30 sampai 31 oktober 2024 yang bertemakan “Creating New Climate Resilent and Inclusive Cities”. Salah satu kegiatan tersebut adalah kunjungan ke museum subak di Masceti, juga kunjungan ke Subak Pedahanan.

Para peserta kegiatan menyusuri sawah di Subak Pedahanan | Foto-foto oleh Gusti Astawa

Nah, di tengah rangkaian acara itulah, pada 30 Oktober 2024 diadakan pameran Seni Rupa di Balai Subak Desa Pedahanan. Selain menampilkan karya rupa Nyoman Bagiana, Wayan Santrayana dan I Gede Made Surya Darma, juga ditampilkan video dokumentasi Subak Pedahanan oleh Pasar Rakyat Bali Benindra  Sanjaya, dari unsur petani muda.

Penampilan karya patung dan lukisan dari seniman itu merupakan pameran amal yang mana 50 % dari hasil penjualan lukisan disumbangkan ke Subak Pedahanan. Dan saat itu terjual dua lukisan yang dibeli oleh peserta UCLG-ASPAC yang berkebangsaan Spanyol, dan founder Hijauku.com, juga satu karya seni patung dari karya seniman Nyoman Bagiana yang dikoleksi oleh pengunjung berkebangsaan Spanyol. Hasil dari penjualan karya tersebut langsung diserahkan kepada Ketua Pekaseh Desa Pedahanan I Wayan Sarimerta.

Ada sesuatu yang istimewa dalam rangkaian acara itu. Dalam acara kunjungan UCLG-ASPAC ke Subak Pedahanan, anggota subak melakukan upacara masegeh, yaitu tradisi budaya agama Hindu, yaitu sebuah upacara sederhana, untuk keharmonian alam dan manusia. Apalagi saat itu adalah hari baik yang bertepatan dengan hari pegat tuakan, yaitu hari terakhir dari rangakain upacara Galungan, dengan di tandainya pencabutan penjor. Acara itu dipimpin oleh pemangku setempat.

Selanjutnya perkenalan anggota UCLG-ASPAC yang berjumlah kurang lebih enam puluh orang peserta. diwakili oleh Cokorda Istri Dewi yang merupakan Senior Advisor at United in Diversity Indonesia, dilanjutkan oleh Eric Hizbullah, founder hijauku.com, juga laporan kegiatan workshop Bioregional Mapping oleh Sarah Queblati, dan penjelasan secara detail mengenai subak. Penjelasan itu dilakukan sambil melakukan perjalanan menyusuri lahan pertanian Subak Pedahanan yang dipandu I Ketut Punia.

Di situ juga dijelaskan salah satu sesaji upacara biyu kukung, yang merupakan simbol dari alam semesta, dengan meperlihatkan simbol bulan, matahari, bumi, lengkap dengan simbol air, dan makhluk hidup di dalamnya dan galaksi di alam semesta ini. Sarana upacara itu digarap sederhana dengan janur yang menggambarkan perubahan iklim dengan anggota subak setempat.

Setelah mengunjungi lahan pertanian, peserta juga menyaksikan langsung sistem irigasi dalam manajemen air. Peserta pelatihan United Cities and Local Gaverments Asia-Pasific  (UCLG-ASPAC ) sempat mengunjungi ruang pameran yang dilakukan di Balai Subak Pedahanan, yang memajang karya Lukisan I Wayan Santrayana. Lukisan itu mengkritisi kehidupan manusia Bali yang diikat oleh adat budaya dan agama melalui karya seni lukis.

Penjelasan-penjelasan tentang subak, pertanian dan lingkungan sambil jalan-jalan di sawah | Foto-foto oleh Gusti Astawa

Salah satu karya lukisanya berjudul Merawat Ritus. Dalam lukisan itu tampak ia menampilkan kehidupan masyarakat subak yang sudah terhimpit oleh pembangunan villa dan hotel, yang sangat terjepit dari perkembangan pariwisata yang masif di Bali, dan banyak lahan pertanian yang sudah beralih fungsi menjadi Villa dan hotel.

Begitu juga lukisan I Gede Made Surya Darma, yang menampilkan lukisan mengenai Bio Regional di Subak Pedahanan, juga lukisan suasana pertanian di Bali, dengan manajeman air subak dan satu lukisan dengan menampilkan bualatan bulatan hijau, dengan judul Photosynthesis.

Para seniman anggota Subak Pedahanan dari Desa Angantaka menampilkan patung kayu dengan objek ayam kurungan, yang sangat terkenal dengan teknik rumitnya dalam pemahatan patung. Yang mana patung tersebut memperlihatkan di dalam kurungan ayam ada objek ayam dan objek orang tua. Itu menjadi ciri khas patung dari Desa Angantaka.

Pameran dan patung-patung kurungan aam khas Desa Angantaka | Foto: Made Raras Puspita Dewi

Seiring berjalannya waktu, para seniman patung ini sudah langka digerus jaman  dan perkembangan pariwisata. Banyak seniman beralih kerjaan menjadi petani, dan buruh bangunan, atau menjadi sopir pariwisata, karena generasi penerus sudah jarang mau melanjukan tradisi pembuatan patung tersebut. Apalagi harga jual patung itu sudah tidak sebanding dari rumitnya pembuatan patung tersebut.

Para peserta UCLG-ASPAC sangat terkesan dalam kunjungan tersebut, karena bisa belajar langsung dari petani, dari anggota subak, mengenai langkah dan tata cara manajemen pertanian di Bali. Peserta melihat para petani selalu menghormati alam di dalam mereka mengolah lahan pertaniannya, dengan pendekatan spiritual dengan menjaga rangtai makanan di lahan pertanian, ke dalam simbul keagamaan. [T]

Jimbaran 31 Oktober 2024

  • BACA artikel lain dari penulis GEDE SURYA DARMA
Rajah Rasa di Teba Kangin Pemanis | Bertemunya Seni, Alam Pedesaan, dan Gairah Berbagi
“Me Drawing” Art Exhibition di Purga Gallery Café Ubud untuk Hari Menggambar Nasional
17 Tahun Perjalanan “10 Fine Art” | Pamerkan Lukisan dan Patung di Gedung DNA Denpasar
Tags: AbiansemalBadungDesa AngantakaPameranPameran Seni RupaSubak Pedahan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Gaga Rizky, The Puppeteer Wayang Suket Indonesia

Next Post

Saya Emerging Writer UWRF 2024, Namun Hidup Harus Tetap Berjalan: Sebuah Refleksi

I Gede Made Surya Darma

I Gede Made Surya Darma

Pelukis. Lulusan ISI Yogyakarta. Founder Lepud Art Management

Related Posts

27 Pelukis Indonesia Pameran di Jerman ——Niluh Swati Buka Jalan “Go Internasional”

by Nyoman Budarsana
July 29, 2026
0
27 Pelukis Indonesia Pameran di Jerman ——Niluh Swati Buka Jalan “Go Internasional”

JAKARTA | TATKALA.CO -- Niluh Swati Indonesian Art Program (NSIAP) akan memamerkan karya 27 pelukis Indonesia dalam ajang ARTe Kunstmesse...

Read moreDetails

Kesetiaan Itu Mahal ——Ketika Gotawa Menafsirkan “Satya” Lewat Pameran Tunggal di Toke, Toko Kopi & Seni

by Dede Putra Wiguna
July 24, 2026
0
Kesetiaan Itu Mahal ——Ketika Gotawa Menafsirkan “Satya” Lewat Pameran Tunggal di Toke, Toko Kopi & Seni

DI tengah denting musik elektronik yang berpadu dengan aroma dupa dan canang, Gotawa berdiri di depan kanvas. Tangannya bergerak, menumpahkan...

Read moreDetails

Agung Pramana Hadirkan “After Exotic 1931” di ARTJOG 2026 —Menelisik Jejak Kolonial di Balik Eksotisme Bali

by Dede Putra Wiguna
July 19, 2026
0
Agung Pramana Hadirkan “After Exotic 1931” di ARTJOG 2026 —Menelisik Jejak Kolonial di Balik Eksotisme Bali

BALI selama bertahun-tahun dikenal dunia sebagai pulau yang eksotis. Namun, di balik citra itu, tersimpan sejarah panjang tentang bagaimana representasi...

Read moreDetails

Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
0
Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang

MEMASUKI Gedung Kriya, Taman Budaya Provinsi Bali, pengunjung seolah diajak melintasi beragam dunia. Di satu sudut, akar kayu menjelma simbol...

Read moreDetails

Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual

by I Gede Made Surya Darma
July 11, 2026
0
Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual

PERUPA Bali Made Wiradana kembali menegaskan perjalanan artistiknya melalui pameran tunggal bertajuk Kacatri yang digelar di Santrian Art Gallery, Sanur....

Read moreDetails

Prakriti–Pustaka–Padma 2026: Meneguhkan Seni Kriya sebagai Ruang Dialog Lintas Budaya

by Nyoman Budarsana
July 7, 2026
0
Prakriti–Pustaka–Padma 2026: Meneguhkan Seni Kriya sebagai Ruang Dialog Lintas Budaya

PAMERAN seni rupa bertajuk Prakriti–Pustaka–Padma 2026 di Museum ARMA, Ubud, menghadirkan ruang apresiasi yang kaya akan keberagaman medium, gagasan, dan...

Read moreDetails

Perhelatan Perupa dan Penyair: Pekan Kedua Pameran “Dialog Ferdi dan Opus Sastra”

by Adwan SA
July 6, 2026
0
Perhelatan Perupa dan Penyair: Pekan Kedua Pameran “Dialog Ferdi dan Opus Sastra”

PALEMBANG pada 21 Juni 2026 memang sedang garang-garangnya, seolah tidak menyisakan kulit untuk bersantai dan dibelai lembut oleh kehadirannya. Asmaran...

Read moreDetails

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
0
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

Read moreDetails

Karya Seniman Bali I Ketut Putrayasa Jadi Ikon Kampus di Turki, Bawa Tradisi Anyaman Logam yang Unik dan Mendunia

by Nyoman Budarsana
June 9, 2026
0
Karya Seniman Bali I Ketut Putrayasa Jadi Ikon Kampus di Turki, Bawa Tradisi Anyaman Logam yang Unik dan Mendunia

JANGAN sepelekan tradisi menganyam. Seniman Bali, I Ketut Putrayasa membawa tradisi anyaman itu mendunia. Ia dipercaya membuat empat patung yang...

Read moreDetails

Pameran Tabula Rasa Vol 3, Ruang Tumbuh yang Menjaga Nyala Kreativitas Mahasiswa Pendidikan Seni Rupa UPMI Bali

by Dede Putra Wiguna
June 6, 2026
0
Pameran Tabula Rasa Vol 3, Ruang Tumbuh yang Menjaga Nyala Kreativitas Mahasiswa Pendidikan Seni Rupa UPMI Bali

DI salah satu sudut ruang pamer lantai dasar gedung Fakultas Bahasa dan Seni UPMI Bali, sebuah lukisan terpajang dalam bingkai...

Read moreDetails
Next Post
Saya Emerging Writer UWRF 2024, Namun Hidup Harus Tetap Berjalan: Sebuah Refleksi

Saya Emerging Writer UWRF 2024, Namun Hidup Harus Tetap Berjalan: Sebuah Refleksi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co