3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Me Drawing” Art Exhibition di Purga Gallery Café Ubud untuk Hari Menggambar Nasional

I Gede Made Surya Darma by I Gede Made Surya Darma
May 20, 2022
in Ulasan
“Me Drawing” Art Exhibition di Purga Gallery Café Ubud untuk Hari Menggambar Nasional

I Made A. Palguna | Miss you Babe, 50 cm x 60 cm, Carcoal on Board 2021

Meski hampir tiga tahun lamanya kita dalam situasi yang kurang mengenakkan lantaran tersebarnya wabah Covid-19, namun semangat berkesenian tidak pernah pudar. Semangat para seniman tetap membara, dibuktikan dengan banyaknya kegiatan kesenian yang tetap dilakukan secara virtual.

Kini, pandemi sudah turun menjadi endemi. Keadaan ini nampaknya dimanfaatkan oleh komunitas seniman seluruh Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, untuk bangkit kembali mengibarkan semangat berkesenian. Sebanyak 250 komunitas seniman dari seluruh wilayah Indionesia mendeklarasikan bulan Mei sebagai Bulan Menggambar Nasional, tepatnya diperingati tanggal 2 Mei.

Dari beberapa sumber yang saya baca, pemilihan tanggal 2 Mei dicanangkan sebagai hari Menggambar Nasional, yang bertepatan juga dengan peringatan hari Pendidikan Nasional, dalam hal ini FDI memahami bahwa menggambar adalah dasar dari Pendidikan, secara insting dan naluriah mengajarkan bagaimana berimajinasi, berekpresi dan berkreasi.

Selama Bulan Menggambar Nasional ini, banyak komunitas terlibat dan menyelenggarakan berbagai kegiatan, diantaranya kegitan pameran seni gambar, happening art meggambar, dan menggambar bersama, diberbagai galeri seni, art space, maupun ruang ruang representative lainnya.

Komunitas yang terlibat barasal dari daerah JABOTABEK, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur,  Kalimantan Utara, Sumatra Selatan,  Sumatra Barat, Riau, Jambi, Bengkulu, Lampung, Aceh, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Bali, Maluku, Kepulauan Riau, dan Papua.  Selain itu, acara ini juga didukung oleh Forum Drawing Indonesia (FDI).

Di Bali sendiri, kegiatan ini disambut oleh 12 seniman Sanggar Dewata Indonesia, yang memamerkan karyanya di Purga Gallery Café jalan Bisma Ubud dengan mengambil tema Me Drawing, yang dilaksanakan dari tanggal 20 Mei sampai 2 Juni 2022. Para seniman yang terlibat dalam acara pameran ini adalah : I Wayan Sudarna Putra (Nano), I Wayan Wirawan (Yancut), I Wayan Gede Budayana, Made A. Palguna, I Made Suarimbawa (Dalbo), I Made Aswino Aji, I Putu Wirantawan, I Ketut Suwidiarta, Wayan Arnata, I Made Mahendra Mangku, I.B.Dharmika Putra, I Gusti Ketut Adi Dewantara. Tentu nama nama seniman diatas sudah tidak asing lagi bagi dunia seni rupa Indonesia. Mereka adalah seniman Bali lintas generasi Alumni Institut Seni Indonesia, pengantar pameran di tulis oleh I Gede Made Surya Darma

Menilik ke dalam perjalanan sejarah seni di dunia, didalam peradaban sejarah manusia, diketahui bahwa manusia telah berusaha membuat gambar sejak masa prasejarah. Hal ini terlihat dari berbagai bukti sejarah, salah satunyaadalah peninggalan lukisan Gua Leang Leang di kabupaten Maros Sulawesi Selatan. Menurut para ahli arkeologi, gua tersebut dihuni manusia purba sekitar tahun 8.000-3.000 sebelum Masehi. Sementara gambar atau lukisan prasejarah tersebut usianya kira-kira 5.000 tahun silam.

Para tim ilmuan dari Norwegia, Afrika Selatan, Swiss, dan Prancis juga menemukan Gambar manusia paling awal, berasal dari Zaman Batu, telah ditemukan di sebuah Gua di Afrika Selatan di gambarkan berbentuk pola silang dan bentuk ekor merah, di gambar di batu silcrete. Diperkirakan gambar tersebut sengaja di gambar  73.000 tahun yang lalu, 30.000 tahun lebih tua dari gambar manusia purba lainya, yang telah di temukan di Afrika, Eropa, dan Asia Tenggara. Membuktikan bahwa manusia Purba Homo Sapiens Awal awal di Afrika Selatan sudah bisa membuat gambar dengan bukti bukti yang detemukan tersebut.

Didalam sejarah seni rupa Barat, beberapa peneliti mengatakan Manusia diketahui telah membuat gambar  sejak masa prasejarah kemudian menyebar di Eropa sejak tahun 1400an seiring berkembangnya kertas.

Pada era 1400an hingga 1500an mulai berkembang karya seni gambar dari seniman- seniman antara lain Leonardo da Vinci, Albrecht Dürer, Michelangelo, dan Raphael. Selama 1600an adalah Claude, Nicolas Poussin, Rembrandt, dan Peter Paul Rubens. Pada 1700an, karya-karya terkenal dibuat oleh Jean-Honoré Fragonard, Francisco Goya, Giovanni Battista Tiepolo, dan Antoine Watteau. Pada era 1800an yaitu Paul Cézanne, Jacques Louis David, Edgar Degas, Theodore Gericault, Jean Ingres, , Odilon Redon, Henri de Toulouse-Lautrec, dan Vincent Van Gogh. Pada era 1900an karya-karya terbaik dibuat oleh Max Beckmann, Willem De Kooning, Jean Dubuffet, Arshile Gorky, Paul Klee, Oscar Kokoschka, Jules Pascin, Pablo Picasso, dan Jackson Polloc.

Di Indonesia perkembanga seni menggambar sudah dilakukan sejak berabad-abad lamanya, ditandai dengan berkembangnya seni pewayangan dan seni rerajahan dan juga seni tato yang banyak berkembang di Kalimantan.

Pionir seni lukis modern Indonesia adalah Raden Saleh Sjarif Boestaman yang lahir tahun 1807 dan meninggal tahun 23 april 1980 pada umur 10 tahun Ketika Raden Saleh belajar di sekolah rakyat (volks-School) kegemaranya mulai menonjol waktu itu, dan  perkenalanya dengan pelukis berkebangsaan Belgia di A.A.J Payen, yang di datangkan dari belanda untuk membuat lukisan pemandangan pulau Jawa. Payen berinisisatif memberikan bimbingan, dan akhirnya dengan arahanya mengusulkan Raden Saleh  melanjutkan studinya di Belanda. Usul ini di dukung oleh Gubernur Jendral G. A.G.Ph. Van Der Capellen yang memerintah waktu itu pada tahun (1819–1826) di pulau Jawa. Dan banyak melahirkan karya karya yang sangat terkenal salah satunya karya penangkapan Panggeran Diponogoro pada tahun 1957  sangat berbanding terbalik dengan karya Nicolas Pieneman mengenai penyerahan Diponogoro, yang menggambarkan Panggeran Diponogoro berwajah lesu yang di buat tahun 1835, perubahan penggambaran ini di buat oleh Raden Saleh sebagai rasa Nasionalismenya di Raden Saleh terhadap tanah kelahiranya di Jawa, dan menggambarkan wajah Panggeran di Ponogoro, yang menggangkat Dagu dan geram.

Foto: Karya I Ketut Gede koleksi Vander Tuuk lukisan ini tentang Sesajen untuk menenangkan setan dilakukan oleh seorang Muslim untuk dua orang Tionghoa. Seorang pangulu Muslim membacakan Alkuran dengan Berbagai jenis tempat pemujaan sementara, untuk bagi orang Bali: sanggah cukcuk

Seorang ahli linguistic dan seorang misionaris berdarah Belanda dan Jerman Herman Neubronner van der Tuuk (Tuan Dertik) yang ahli dalam berbahasa Melayu, Jawa, Sunda, Toba, Lampung, Kawi (Jawa Kuno) dan Bali, yang pada akhir masa kehidupanya menetap di utara pulau Bali yaitu di Singaraja Bali semenjak tahun 1850-an dalam proses penelitianya mengenai lotar dan dan menulis buku, yang mana dalam penulisan bukunya tersebut banyak menggunakan ilustrasi dari seniman dan ahli gambar dari Bali.

Saya sendiri menyimpulkan gambar gambar tersebutlah salah satunya sebagai cikal bakal dari kedatangan pariwisata ke Bali, yang mana ketika buku-buku yang ditulis (Tuan Dertik ) yang menyebar ke Eropa, menyebabkan beberapa seniman lukis, musisi, novelis, film macker, arkiolog,  dan pelancong mengunjungi Bali, Nampak jelas sejak melihat buku tulisan Van Der Tuk, membuat seniman W.O.J. Nieuwenkamp tertarik mengunjungi Bali di tahun 1904, adalah seniman lukis asing yang pertama tinggal di Bali, dan banyak menggambar kehidupan masyarkata bali dan seni arsitektur rumah dan pura di Bali. Dia pula orang yang pertama bersepeda mengelilingi Bali, dan sosok dirinyapun yang sedang mengendarai sepeda diabadikan di sebuah bangunan pura di utara Gedong di Pura Meduwe Karang kubutambahan Buleleng timur.

Pada jaman revolusi fisik, peranan seniman sangat penting di dalam membangkitkan semangat para pejuang, untuk melawan penjajah, salah satunya seniman maestro Afandi, dengan semangat nationalismenya melakukan Gerakan perjuangan dengan karya seni Gambar, salah satu gambar poster yang terkenal dengan tulisan Boeng, Ajoe Boeng dengan gambaran poster sosok manusia yang beteriak dengan tangan terkepal, dan mengibarkan bendera merah putih, suatu ajakan yang penuh semangat dan geram untuk mengusir penjajah dari negeri kita tercinta.

Perkembangan selanjutnya, yaitu dengan adanya acara menggambar di TVRI pada era tahun 1980-an yang di pandu oleh seniman ahli Gamba Tino Sidin. Beliau menyajikan langkah-langkah sederhana dan praktis untuk menggambar, yang digemari banyak pemirsa anak anak waktu itu. Tentu dengan panduan acara Gemar Menggambar yang di pandu beliau, sudah banyak melahirkan seniman lukis di Indonesia.

Pada akhir kata saya mengucapkan selamat atas dicanangkannya bulan Mei sebagai Bulan Menggambar Nasional, selamat buat sahabat seniman dari 250 komunitas seni yang ada di Indonesia dari Sabang sampai Merauke, juga tidak lupa saya ucapkan selamat berpameran kepada para sahabat seniman yang mengikuti pameran Me Drawing di Pugra Gallery Café Ubud. Sukses selalu buat kawan-kawan semuanya, dan para hadirin yang menyaksikan pameran tersebut.

Lovina, 19 Maret 2022

Tags: Hari Menggambar NasionalPameran Seni RupaSanggar Dewata IndonesiaSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

BATAS USIA DIKSA MENURUT PHDI & RSI SASANA CATUR YUGA

Next Post

Bupati Suradnyana: Kembangkan Usadha Bali Sebagai Upaya Penyembuhan yang Diperhitungkan

I Gede Made Surya Darma

I Gede Made Surya Darma

Pelukis. Lulusan ISI Yogyakarta. Founder Lepud Art Management

Related Posts

Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

by Agus Noval Rivaldi
November 12, 2022
0
Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

Sudah lama sekali rasanya saya tidak menulis apa-apa dalam beberapa bulan ini. Semenjak dipindah tugaskan oleh kantor saya ke Singaraja,...

Read moreDetails

Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

by I Putu Ardiyasa
August 19, 2022
0
Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

Gagasan membuat pertunjukan Puputan Jagaraga didenyutkan oleh bapak Perbekel (sebutan kepala desa di Bali) Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Buleleng, yakni...

Read moreDetails

Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

by Imam Muhayat
August 13, 2022
0
Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

Realitas keterbukaan membuat setiap nilai mengejar eksistensi. Akibatnya, nilai mengandung relativitas yang tinggi. Perkembangan sekarang ini juga, kadang membuat kita...

Read moreDetails

Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

by Agus Noval Rivaldi
August 8, 2022
0
Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

CASSADAGA,  sebuah band yang mengusung genre Experimental Rock, berdiri pada tahun 2014 lewat jalur pertemanan SMA. Nama “Cassadaga” mereka ambil...

Read moreDetails

Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

by Teddy Chrisprimanata Putra
August 8, 2022
0
Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

Beruntung sore itu saya melihat poster yang dibagikan oleh akun Marjin Kiri di cerita Whatsapp. Poster itu menginformasikan acara diskusi...

Read moreDetails

“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

by Agus Eka Cahyadi
July 28, 2022
0
“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

Kala itu Pita Maha belum lahir, Walter Spies berjumpa dengan seorang pematung dari Desa Belayu bernama I Tegalan. Dia menyerahkan...

Read moreDetails

Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

by Azman H. Bahbereh
July 8, 2022
0
Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

Rosetta membanting pintu dengan keras dan keluar berjalan terengah-engah, melewati sekian pintu, sekian pintu, dan sekian pintu lagi. Hentakan kaki...

Read moreDetails

Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

by A.A.N. Anggara Surya
June 30, 2022
0
Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

Rabu, 29 Juni 2022, malam. Saya menonton lomba Cipta Lagu Cagar Budaya yang diadakan Dinas Kebudayaan dan Dinas Lingkungan Hidup...

Read moreDetails

Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

by Made Adnyana Ole
June 29, 2022
0
Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

Sungguh aneh, lomba fragmentari dalam rangka Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno, Buleleng, tidak ada satu pun peserta lomba...

Read moreDetails

Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

by I Gusti Made Darma Putra
June 28, 2022
0
Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

Parade Gong Kebyar duta Kabupaten Badung dalam Pesta Kesenian Bali XLIV tahun 2022 kali ini tampil berbeda dari tahun tahun...

Read moreDetails
Next Post
Bupati Suradnyana: Kembangkan Usadha Bali Sebagai Upaya Penyembuhan yang Diperhitungkan

Bupati Suradnyana: Kembangkan Usadha Bali Sebagai Upaya Penyembuhan yang Diperhitungkan

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?
Esai

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

by Rsi Suwardana
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co