2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Me Drawing” Art Exhibition di Purga Gallery Café Ubud untuk Hari Menggambar Nasional

I Gede Made Surya Darma by I Gede Made Surya Darma
May 20, 2022
in Ulasan
“Me Drawing” Art Exhibition di Purga Gallery Café Ubud untuk Hari Menggambar Nasional

I Made A. Palguna | Miss you Babe, 50 cm x 60 cm, Carcoal on Board 2021

Meski hampir tiga tahun lamanya kita dalam situasi yang kurang mengenakkan lantaran tersebarnya wabah Covid-19, namun semangat berkesenian tidak pernah pudar. Semangat para seniman tetap membara, dibuktikan dengan banyaknya kegiatan kesenian yang tetap dilakukan secara virtual.

Kini, pandemi sudah turun menjadi endemi. Keadaan ini nampaknya dimanfaatkan oleh komunitas seniman seluruh Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, untuk bangkit kembali mengibarkan semangat berkesenian. Sebanyak 250 komunitas seniman dari seluruh wilayah Indionesia mendeklarasikan bulan Mei sebagai Bulan Menggambar Nasional, tepatnya diperingati tanggal 2 Mei.

Dari beberapa sumber yang saya baca, pemilihan tanggal 2 Mei dicanangkan sebagai hari Menggambar Nasional, yang bertepatan juga dengan peringatan hari Pendidikan Nasional, dalam hal ini FDI memahami bahwa menggambar adalah dasar dari Pendidikan, secara insting dan naluriah mengajarkan bagaimana berimajinasi, berekpresi dan berkreasi.

Selama Bulan Menggambar Nasional ini, banyak komunitas terlibat dan menyelenggarakan berbagai kegiatan, diantaranya kegitan pameran seni gambar, happening art meggambar, dan menggambar bersama, diberbagai galeri seni, art space, maupun ruang ruang representative lainnya.

Komunitas yang terlibat barasal dari daerah JABOTABEK, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur,  Kalimantan Utara, Sumatra Selatan,  Sumatra Barat, Riau, Jambi, Bengkulu, Lampung, Aceh, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Bali, Maluku, Kepulauan Riau, dan Papua.  Selain itu, acara ini juga didukung oleh Forum Drawing Indonesia (FDI).

Di Bali sendiri, kegiatan ini disambut oleh 12 seniman Sanggar Dewata Indonesia, yang memamerkan karyanya di Purga Gallery Café jalan Bisma Ubud dengan mengambil tema Me Drawing, yang dilaksanakan dari tanggal 20 Mei sampai 2 Juni 2022. Para seniman yang terlibat dalam acara pameran ini adalah : I Wayan Sudarna Putra (Nano), I Wayan Wirawan (Yancut), I Wayan Gede Budayana, Made A. Palguna, I Made Suarimbawa (Dalbo), I Made Aswino Aji, I Putu Wirantawan, I Ketut Suwidiarta, Wayan Arnata, I Made Mahendra Mangku, I.B.Dharmika Putra, I Gusti Ketut Adi Dewantara. Tentu nama nama seniman diatas sudah tidak asing lagi bagi dunia seni rupa Indonesia. Mereka adalah seniman Bali lintas generasi Alumni Institut Seni Indonesia, pengantar pameran di tulis oleh I Gede Made Surya Darma

Menilik ke dalam perjalanan sejarah seni di dunia, didalam peradaban sejarah manusia, diketahui bahwa manusia telah berusaha membuat gambar sejak masa prasejarah. Hal ini terlihat dari berbagai bukti sejarah, salah satunyaadalah peninggalan lukisan Gua Leang Leang di kabupaten Maros Sulawesi Selatan. Menurut para ahli arkeologi, gua tersebut dihuni manusia purba sekitar tahun 8.000-3.000 sebelum Masehi. Sementara gambar atau lukisan prasejarah tersebut usianya kira-kira 5.000 tahun silam.

Para tim ilmuan dari Norwegia, Afrika Selatan, Swiss, dan Prancis juga menemukan Gambar manusia paling awal, berasal dari Zaman Batu, telah ditemukan di sebuah Gua di Afrika Selatan di gambarkan berbentuk pola silang dan bentuk ekor merah, di gambar di batu silcrete. Diperkirakan gambar tersebut sengaja di gambar  73.000 tahun yang lalu, 30.000 tahun lebih tua dari gambar manusia purba lainya, yang telah di temukan di Afrika, Eropa, dan Asia Tenggara. Membuktikan bahwa manusia Purba Homo Sapiens Awal awal di Afrika Selatan sudah bisa membuat gambar dengan bukti bukti yang detemukan tersebut.

Didalam sejarah seni rupa Barat, beberapa peneliti mengatakan Manusia diketahui telah membuat gambar  sejak masa prasejarah kemudian menyebar di Eropa sejak tahun 1400an seiring berkembangnya kertas.

Pada era 1400an hingga 1500an mulai berkembang karya seni gambar dari seniman- seniman antara lain Leonardo da Vinci, Albrecht Dürer, Michelangelo, dan Raphael. Selama 1600an adalah Claude, Nicolas Poussin, Rembrandt, dan Peter Paul Rubens. Pada 1700an, karya-karya terkenal dibuat oleh Jean-Honoré Fragonard, Francisco Goya, Giovanni Battista Tiepolo, dan Antoine Watteau. Pada era 1800an yaitu Paul Cézanne, Jacques Louis David, Edgar Degas, Theodore Gericault, Jean Ingres, , Odilon Redon, Henri de Toulouse-Lautrec, dan Vincent Van Gogh. Pada era 1900an karya-karya terbaik dibuat oleh Max Beckmann, Willem De Kooning, Jean Dubuffet, Arshile Gorky, Paul Klee, Oscar Kokoschka, Jules Pascin, Pablo Picasso, dan Jackson Polloc.

Di Indonesia perkembanga seni menggambar sudah dilakukan sejak berabad-abad lamanya, ditandai dengan berkembangnya seni pewayangan dan seni rerajahan dan juga seni tato yang banyak berkembang di Kalimantan.

Pionir seni lukis modern Indonesia adalah Raden Saleh Sjarif Boestaman yang lahir tahun 1807 dan meninggal tahun 23 april 1980 pada umur 10 tahun Ketika Raden Saleh belajar di sekolah rakyat (volks-School) kegemaranya mulai menonjol waktu itu, dan  perkenalanya dengan pelukis berkebangsaan Belgia di A.A.J Payen, yang di datangkan dari belanda untuk membuat lukisan pemandangan pulau Jawa. Payen berinisisatif memberikan bimbingan, dan akhirnya dengan arahanya mengusulkan Raden Saleh  melanjutkan studinya di Belanda. Usul ini di dukung oleh Gubernur Jendral G. A.G.Ph. Van Der Capellen yang memerintah waktu itu pada tahun (1819–1826) di pulau Jawa. Dan banyak melahirkan karya karya yang sangat terkenal salah satunya karya penangkapan Panggeran Diponogoro pada tahun 1957  sangat berbanding terbalik dengan karya Nicolas Pieneman mengenai penyerahan Diponogoro, yang menggambarkan Panggeran Diponogoro berwajah lesu yang di buat tahun 1835, perubahan penggambaran ini di buat oleh Raden Saleh sebagai rasa Nasionalismenya di Raden Saleh terhadap tanah kelahiranya di Jawa, dan menggambarkan wajah Panggeran di Ponogoro, yang menggangkat Dagu dan geram.

Foto: Karya I Ketut Gede koleksi Vander Tuuk lukisan ini tentang Sesajen untuk menenangkan setan dilakukan oleh seorang Muslim untuk dua orang Tionghoa. Seorang pangulu Muslim membacakan Alkuran dengan Berbagai jenis tempat pemujaan sementara, untuk bagi orang Bali: sanggah cukcuk

Seorang ahli linguistic dan seorang misionaris berdarah Belanda dan Jerman Herman Neubronner van der Tuuk (Tuan Dertik) yang ahli dalam berbahasa Melayu, Jawa, Sunda, Toba, Lampung, Kawi (Jawa Kuno) dan Bali, yang pada akhir masa kehidupanya menetap di utara pulau Bali yaitu di Singaraja Bali semenjak tahun 1850-an dalam proses penelitianya mengenai lotar dan dan menulis buku, yang mana dalam penulisan bukunya tersebut banyak menggunakan ilustrasi dari seniman dan ahli gambar dari Bali.

Saya sendiri menyimpulkan gambar gambar tersebutlah salah satunya sebagai cikal bakal dari kedatangan pariwisata ke Bali, yang mana ketika buku-buku yang ditulis (Tuan Dertik ) yang menyebar ke Eropa, menyebabkan beberapa seniman lukis, musisi, novelis, film macker, arkiolog,  dan pelancong mengunjungi Bali, Nampak jelas sejak melihat buku tulisan Van Der Tuk, membuat seniman W.O.J. Nieuwenkamp tertarik mengunjungi Bali di tahun 1904, adalah seniman lukis asing yang pertama tinggal di Bali, dan banyak menggambar kehidupan masyarkata bali dan seni arsitektur rumah dan pura di Bali. Dia pula orang yang pertama bersepeda mengelilingi Bali, dan sosok dirinyapun yang sedang mengendarai sepeda diabadikan di sebuah bangunan pura di utara Gedong di Pura Meduwe Karang kubutambahan Buleleng timur.

Pada jaman revolusi fisik, peranan seniman sangat penting di dalam membangkitkan semangat para pejuang, untuk melawan penjajah, salah satunya seniman maestro Afandi, dengan semangat nationalismenya melakukan Gerakan perjuangan dengan karya seni Gambar, salah satu gambar poster yang terkenal dengan tulisan Boeng, Ajoe Boeng dengan gambaran poster sosok manusia yang beteriak dengan tangan terkepal, dan mengibarkan bendera merah putih, suatu ajakan yang penuh semangat dan geram untuk mengusir penjajah dari negeri kita tercinta.

Perkembangan selanjutnya, yaitu dengan adanya acara menggambar di TVRI pada era tahun 1980-an yang di pandu oleh seniman ahli Gamba Tino Sidin. Beliau menyajikan langkah-langkah sederhana dan praktis untuk menggambar, yang digemari banyak pemirsa anak anak waktu itu. Tentu dengan panduan acara Gemar Menggambar yang di pandu beliau, sudah banyak melahirkan seniman lukis di Indonesia.

Pada akhir kata saya mengucapkan selamat atas dicanangkannya bulan Mei sebagai Bulan Menggambar Nasional, selamat buat sahabat seniman dari 250 komunitas seni yang ada di Indonesia dari Sabang sampai Merauke, juga tidak lupa saya ucapkan selamat berpameran kepada para sahabat seniman yang mengikuti pameran Me Drawing di Pugra Gallery Café Ubud. Sukses selalu buat kawan-kawan semuanya, dan para hadirin yang menyaksikan pameran tersebut.

Lovina, 19 Maret 2022

Tags: Hari Menggambar NasionalPameran Seni RupaSanggar Dewata IndonesiaSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

BATAS USIA DIKSA MENURUT PHDI & RSI SASANA CATUR YUGA

Next Post

Bupati Suradnyana: Kembangkan Usadha Bali Sebagai Upaya Penyembuhan yang Diperhitungkan

I Gede Made Surya Darma

I Gede Made Surya Darma

Pelukis. Lulusan ISI Yogyakarta. Founder Lepud Art Management

Related Posts

Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

by Agus Noval Rivaldi
November 12, 2022
0
Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

Sudah lama sekali rasanya saya tidak menulis apa-apa dalam beberapa bulan ini. Semenjak dipindah tugaskan oleh kantor saya ke Singaraja,...

Read moreDetails

Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

by I Putu Ardiyasa
August 19, 2022
0
Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

Gagasan membuat pertunjukan Puputan Jagaraga didenyutkan oleh bapak Perbekel (sebutan kepala desa di Bali) Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Buleleng, yakni...

Read moreDetails

Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

by Imam Muhayat
August 13, 2022
0
Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

Realitas keterbukaan membuat setiap nilai mengejar eksistensi. Akibatnya, nilai mengandung relativitas yang tinggi. Perkembangan sekarang ini juga, kadang membuat kita...

Read moreDetails

Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

by Agus Noval Rivaldi
August 8, 2022
0
Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

CASSADAGA,  sebuah band yang mengusung genre Experimental Rock, berdiri pada tahun 2014 lewat jalur pertemanan SMA. Nama “Cassadaga” mereka ambil...

Read moreDetails

Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

by Teddy Chrisprimanata Putra
August 8, 2022
0
Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

Beruntung sore itu saya melihat poster yang dibagikan oleh akun Marjin Kiri di cerita Whatsapp. Poster itu menginformasikan acara diskusi...

Read moreDetails

“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

by Agus Eka Cahyadi
July 28, 2022
0
“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

Kala itu Pita Maha belum lahir, Walter Spies berjumpa dengan seorang pematung dari Desa Belayu bernama I Tegalan. Dia menyerahkan...

Read moreDetails

Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

by Azman H. Bahbereh
July 8, 2022
0
Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

Rosetta membanting pintu dengan keras dan keluar berjalan terengah-engah, melewati sekian pintu, sekian pintu, dan sekian pintu lagi. Hentakan kaki...

Read moreDetails

Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

by A.A.N. Anggara Surya
June 30, 2022
0
Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

Rabu, 29 Juni 2022, malam. Saya menonton lomba Cipta Lagu Cagar Budaya yang diadakan Dinas Kebudayaan dan Dinas Lingkungan Hidup...

Read moreDetails

Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

by Made Adnyana Ole
June 29, 2022
0
Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

Sungguh aneh, lomba fragmentari dalam rangka Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno, Buleleng, tidak ada satu pun peserta lomba...

Read moreDetails

Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

by I Gusti Made Darma Putra
June 28, 2022
0
Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

Parade Gong Kebyar duta Kabupaten Badung dalam Pesta Kesenian Bali XLIV tahun 2022 kali ini tampil berbeda dari tahun tahun...

Read moreDetails
Next Post
Bupati Suradnyana: Kembangkan Usadha Bali Sebagai Upaya Penyembuhan yang Diperhitungkan

Bupati Suradnyana: Kembangkan Usadha Bali Sebagai Upaya Penyembuhan yang Diperhitungkan

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co