12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bertemu Kawan Lama: Menemukan Orang Baru

Kim Al Ghozali AM by Kim Al Ghozali AM
October 25, 2024
in Esai
Bertemu Kawan Lama: Menemukan Orang Baru

Ilustrasi diolah tatkala.co dari Canva

BERTEMU dengan kawan lama yang sudah bertahun-tahun tak berjumpa, tanpa komunikasi atau mengikuti perkembangan hidupnya, terutama melalui media sosial, pada dasarnya serupa dengan bertemu orang baru. Meskipun pernah berbagi momen bersama di masa lalu, kenyataan bahwa kehidupan mengubah seseorang tidak dapat dihindari.

Setiap orang dipengaruhi oleh pengalaman hidup, interaksi sosial, dan berbagai dinamika yang membentuk karakter baru mereka. Ketika kita bertemu kembali setelah sekian lama berpisah, kita tidak lagi berhadapan dengan orang yang sama, melainkan versi baru dari mereka—dan mungkin mereka pun melihat kita dengan cara yang sama.

Waktu yang berlalu, apakah itu sepuluh, lima belas, atau dua puluh tahun, membawa seseorang pada rangkaian pengalaman hidup yang memungkinkan perubahan besar. Tidak hanya pada aspek fisik, tetapi juga pada prinsip, cara pandang, dan kepribadian seseorang. Proses ini wajar dan tidak terhindarkan.

Oleh karena itu, wajar juga jika seorang teman lama yang kita anggap sama, nyatanya telah berkembang menjadi seseorang yang berbeda. Kita mungkin masih mengingat memori masa lalu bersamanya, namun ia bukan lagi sosok yang dulu kita kenal.

Sebagaimana dikatakan oleh filsuf Yunani kuno, Herakleitos, “Panta rhei kai uden menei”—semuanya mengalir, tidak ada sesuatu pun yang tetap. Manusia adalah makhluk yang selalu berada dalam proses perubahan. Cara kita berpikir, bertindak, dan menjalani hidup selalu bergerak dalam pusaran perubahan. Ini adalah bagian dari kodrat manusia yang terus berkembang seiring waktu.

Perubahan ini tidak terbatas pada hal-hal yang tampak di permukaan, melainkan juga mencakup hal-hal yang lebih mendasar seperti pandangan terhadap hidup. Setiap pengalaman yang dialami—apakah itu sukses atau gagal, menyenangkan maupun menyakitkan—semuanya memberi dampak pada siapa seseorang saat ini. Oleh karena itu, sangat mungkin bahwa pertemuan dengan teman lama setelah bertahun-tahun akan terasa seperti berkenalan dengan orang baru, bukan lagi dengan sosok yang kita kenal dulu.

Satu contoh, aku pernah mengalami hal ini. Bertahun-tahun tidak bertemu dengan seorang teman dari kampung, yang dulunya kuingat sebagai sosok polos dan tidak banyak tahu soal dunia luar. Ketika kami bertemu lagi, dia berubah drastis.

Dia kini seorang lelaki muda yang tampak keras, disegani di lingkungannya, dan menjalani ‘bisnis gelap’ yang sukses. Lingkungannya yang dikenal penuh tantangan, namun ia berhasil bertahan dan bahkan menjadi figur yang dihormati.

Perubahannya sangat signifikan. Namun, tentu aku tak terlalu terkejut dengan transformasinya. Mungkin karena aku sudah mempersiapkan diri bahwa setiap kali bertemu dengan teman lama, sesungguhnya aku akan berhadapan dengan versi baru dari dia.

Apa yang aku lihat adalah hasil dari perjalanan panjang yang telah ia lalui, satu puncak yang kuketahui tanpa melihat proses dan lika-likunya mendaki.

Ketika kami berbicara sedikit tentang masa lalu, tentu hanya sebatas pembuka percakapan. Kenangan masa kecil yang kami miliki tidak lagi relevan untuk dijadikan pusat diskusi. Kami tidak mencoba meromantisasi masa lalu, melainkan membiarkannya menjadi bagian dari sejarah pribadi masing-masing. Satu-satunya yang mengikat adalah bahwa saling kenal di masa lalu.

Namun, meskipun masa lalu bisa menjadi benang merah yang menghubungkan, ia bukanlah sesuatu yang bisa dihidupkan kembali. Apa yang kita ingat tentang masa lalu mungkin sudah terdistorsi oleh waktu, dan cara kita mengenangnya tidak lagi sama.

Memori sering kali dibentuk oleh pengalaman baru, sehingga meskipun kita pernah berbagi pengalaman yang sama, cara kita mengingatnya bisa sangat berbeda.

Tentu hal ini juga berlaku pada diri kita. Jika aku bisa melihat teman lamaku sebagai orang baru, mereka pun mungkin melihatku dengan cara yang sama. Kita semua berubah, baik disadari atau tidak.

Setiap pengalaman yang kita lalui mengubah kita menjadi versi baru dari diri kita sendiri. “Tak ada yang kekal kecuali perubahan itu sendiri,” kata filsuf yang lain, Democritus. 

Bagi seseorang yang sudah lama tidak bertemu dengan kita, perubahan kecil dalam sikap atau pandangan hidup bisa terlihat sangat mencolok. Mereka mungkin terkejut dengan bagaimana kita menjalani hidup sekarang atau bagaimana kita merespons situasi tertentu.

Maka setiap pertemuan dengan teman lama membawa kesadaran bahwa perubahan adalah sesuatu yang wajar. Kita tidak bisa mengharapkan seseorang tetap sama seperti yang kita ingat. Perjalanan hidup yang panjang penuh dengan pengalaman baru akan mengubah seseorang.

Itulah yang menjadikan pertemuan kembali dengan teman lama sebagai momen yang menarik—kita tidak hanya menghidupkan kembali kenangan, tetapi juga berkenalan dengan siapa mereka sekarang, dan siapa diri kita sekarang.[T]

Oase di Tengah Hiruk Pikuk Kota Surabaya
Para Pemburu Kembali ke Rumah
Kepala Dingin dalam Komunitas
Tags: filosofiPsikologi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Debat Pertama Calon Bupati dan Wakil Bupati Buleleng: Menyoal SDM, Perempuan, Anak, dan Kaum Marjinal

Next Post

Bertemu Dee Lestari di UWRF 2024, Bertemu “Tanpa Rencana”, Sebuah Karya yang Jujur

Kim Al Ghozali AM

Kim Al Ghozali AM

Penulis puisi, prosa, dan esai. Ia memulai proses kreatifnya di Denpasar, dan kini mukim di Surabaya.

Related Posts

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails

Topi Para Penyintas Kanker

by Angga Wijaya
September 5, 2026
0
Topi Para Penyintas Kanker

Di Poliklinik Onkologi sebuah rumah sakit besar di Denpasar, Bali, saya kerap melihat para perempuan memakai tutup kepala atau topi....

Read moreDetails
Next Post
Bertemu Dee Lestari di UWRF 2024, Bertemu “Tanpa Rencana”, Sebuah Karya yang Jujur

Bertemu Dee Lestari di UWRF 2024, Bertemu "Tanpa Rencana", Sebuah Karya yang Jujur

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co