2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Seni;  Apresiasi & Kapital – Sambutan untuk Pameran Tunggal I Ketut Jaya di Galeri Maya Sanur

I Made Pria Dharsana by I Made Pria Dharsana
October 18, 2024
in Ulas Rupa
Seni;  Apresiasi & Kapital – Sambutan untuk Pameran Tunggal I Ketut Jaya di Galeri Maya Sanur

I Ketut Jaya dan penulis

  • Artikel ini dibacakan saat memberi sambutan untuk pembukaan pameran tunggal  I Ketut Jaya, dengan tajuk “Mengisi Hari Mengasah Rasa”, di The Gallery Maya, Sanur, Jumat, 18 Oktober 2024

DALAM wacana perkembangan seni rupa dunia, apapun alirannya, dan sekarang kontemporer, semua mendapatkan penghargaan yang setara di mata seni. Tidak seperti sebelumnya, di mana telah terjadi dikotomi seni tinggi dan seni rendah—sebuah kegagalan dari wacana seni yang bergulir di Eropa Barat untuk membaca perkembangan seni diluar kebudayaanya sebagai yang bukan “avant garde”.  Tentu hal itu terjadi akibat dari sistem koloni, di mana kebudayaan di luar negara-negara Eropa dipandang sebagai seni yang berbau antropologis.

Berkembangnya seni di luar mainstream seni rupa yang dikenal selama ini, adalah buah dari perkembangan seni kontemporer. Seni-seni yang berbasis seni daerah atau suku pedalaman, menjadi seksi untuk dikemas ke permukaan sebagai tawaran alternatif baru untuk memperkaya khasanah seni rupa dunia.

Seniman dengan Teknologi

Hari ini, seni yang berbasis dan terinspirasi dari lokalitas menyeruak ke permukaan sebagai kekayaan tersembunyi. Apalagi teman-teman yang berkelindahan dengan adat/tradisi yang begitu kental di Bali. Sebagai insan kreatif, dengan berbagai wahana yang disodorkan hari ini oleh teknologi, seharusnya seniman menggunakannya seefektif mungkin untuk ajang promosi, pengenalan diri, juga bertemunya seniman dan apresiator.

Karya-karya I Ketut Jaya

Bagaimana perkembangan seni di tengah industri atau kapitalis me dewasa ini?

Apakah menjadi tantangan dalam berkesenian atau tergerusnya endapan cerminan atau potret situasi politik, atau apapun namanya, bagi seniman dalam mengangkat bacaannya ke dalam kanvas?

Terakhir ini, euforia terjadi untuk mengangkat seni yang berakar dari seni tradisi yang diolah dan dipersembahkan sebagai  bagian dari perkembangan seni kekinian, menyeruak di tanah air, terutama di Bali

Tapi, kembali kepada tugas seorang seniman sebagai katalis, sebuah bunga bunga kebudayaan, seniman sebagai soft power kebudayaan, kerja seniman tidak semata hasil sebagai tujuan. Tapi proses. berkesenian adalah way of life dan karya seni mempunyai destiny dan pada saatnya akan ketemu dengan apresiatornya.

Seni dan perubahan sebuah keniscayaan. Godaan endonisme apakah dapat dihindari di tengah hiruk pikuk dunia tanpa batas? Namun apresiasi di zaman sekarang apakah mengalami perubahan dengan lahirna gen milineal dan gen Z?

Seniman mempunyai waktu dan perenungan, justru seniman mempunyai jarak untuk jeda, berhenti sejenak untuk merenungi perjalanan dan memulai perjalanan kembali dengan kesadaran.

Karya-karya I Ketut Jaya

Sejauh mana seniman dapat membuat jarak dengan pasar atau membuka diri terhadap apresisi penikmat di tengah ego seniman?

Satu seniman dan seniman lainnya mempunyai pengalaman empiris yang berbeda, dan dari perbedaan kesadaran ini, tercipta karya yang berbeda.

Market mengalami fluktuasi, seperti ombak, ada pasang juga surut seniman, seperti halnya pendeta. Berfikir seimbang menghadapi keduanya.

Karya seni adalah artefak, di mana kesadaran dan catatan perjalanan seseorang tercatat. Sesuatu dari karya itu tercipta, dan nilai kemnusiaanya justru disitu. Tugas seniman adalah berkarya biarlah market bekerja dengan caranya. Suatu ketika modal kebudayaan dan modal ekonomi akan bersatu dan bersinergi.

Makna Sebuah Karya

Sebuah gambar bisa bertutur,
lewat ragam warna yang melebur,
di bentang alam disekitar sang pentadabur,
yang tak takabur dan mau jujur,
tentang laut yang ajarkan syukur.

Laut selalu mampu meredam kalut,
bahkan tentang ekonomi negeri yg carut marut,
deburnya terus mengulang “jangan takut”,
selama iman kita tak tercerabut,
Penciptamu tahu kapan kita patut
memiliki kekayaan berlimpah seperti laut

Laut memancarkan kekuatan
Dan memanjakan dengan keindahan
Laut tak menyebut pengorbanan
Melainkan Kesediaan dan Kemurahan
atas tangkapan kandungannya terutama ikan.

Laut sudah amat tua,
perkasa dan tak pernah lupa
tentang sejarah negeri digjaya
Armada Sriwijaya melewati jalur sutra
dilalui perahu negeri- negeri tetangga
sebagai bentang luas menuju sejahtera.

Laut masih akan selalu menjanjikan sejahtera
bagi sesiapa yang tahu cara meminta
dengan sangat patut dan bijaksana
tanpa mengeruk paksa yang berbuah bencana,
hanya pinta bijak yang bersahaja dan beretika.

Laut itu gemerlap indah dalam harmoni
bagai sebongkah tepi syurga yang jatuh ke bumi
tepat di hamparan elok Ibu Pertiwi.
Untuk menikmatinya siapa saja harus berani
menggunakan fikir, dzikir dan kerendahan hati.

(disadur dari; Bening, Oktober 2024)

***

Ada banyak hal dalam kasat mata tak terbaca, apakah itu politik, arah ekonomi dan ketidak siapan rakyat akan pemerintahan. Alam selelu memberi arti bagi kehidupan kemarin, kini pun esok.

Tak banyak yang mampu membaca tanda alam. Atau mata batin sudah tertutup keduniawian.

Entahlah, mungkin seniman..
Gaung didengungkan dalam janji di atas buku
Agama
Apakah hanya sebatas ucapan
Tanpa makna.

Sumpah tanpa takut akibat nya
Di negara yang mengaku paling beragama
Kala laut dikeruk isinya
Sekarang dikeruk pasirnya untuk meninggikan
Pulau seberang yang semakin meluas
Kita. Semakin tenggelam

***

Bagaimana dengan karya-karya Ketut Jaya alias Kaprus berbicara banyak tentang bagaimana sebuah karya water color disajikan dari sebuah perenungan, kadang  langsung on the spot di lokasi memberi dan mewarnai dalam keindahannya.

Bagaimana dan ke mana arah pencapain Ketut Jaya  dalam berkarya? Kenapa mengambil media kertas dengan water coulor?

Dan Ketut Jaya menjawab:

“Dalam berkarya;  bagi saya karakter media cat air itu unik. Harus .belajar sabar dalam proses berkarya. Penuh pertimbangan (bisa diterapkan dalam hidup), kenapa demikian, karena media  putih kertas sangat membantu karakter karya di media cat air itu. Dalam proses tahapan berkarya ada spontanitas, bentuk-bentuk yang  terjadi. Ada kesan bermain dalam mencampur warna. Betul-betul refresh perasaan dalam proses karya cat air.

Karya I Ketut Jaya

Selain itu mudah di bawa kemana saja karena saya suka jalan-jalan. Bisa gampang untuk mendokumentasi tempat, suasana yang saya kunjungi. Sebagai catatan perjalanan, mengangkat kesan yang dituangkan ke dalam karya.

Sebenarnya, seperti repleksi diri yang agak emosional,  media cat air bagian proses ke diri sendiri. Proses mengendalikan emosi, dimana ada saat menahan diri agar tidak kebablasan, juga karena  ada moment atau obyek yang harus kita pindahkan ke media cat air.”

Apa tantangan cat air?

“Karakter cat air terbentuk dari spontanitas menimbulkan artistik luar biasa bagi saya. Sesuai moment atau obyek yang kita rekam di kertas.

Tantangan melukis di alam. Berpacu dengan waktu.cahaya. Moment. Tapi justru karena itu kadang bisa membuat suatu karya luar biasa artistik. Tanpa sadar juga saat itu mendapatkan sepirit (aura) tempat obyek yang kita lukis, yang juga bisa dibawa suatu saat dlukis abstrak di studio.

Cat air juga melatih kepekaan rasa, insting, kelenturan menggores (artistik) belajar komposisi. Belajar warna. Kenapa suka ke alam, karena alam guru utama berkesenian.”

Penulis (paling kanan) dan I Ketut Jaya (nomor 2 dari kiri) bersama pengunjung pameran | Foto: Dok. Pria Dharsana

Semoga karya Bli Kamprus dapat apresiasi positif bagi perjalanan berkeseniannya.

Bali Sasih Kapat 18 November 2024

Resonansi Keberadaan: Pameran Tunggal Aprililia di Sika Gallery Ubud
Gelar Pameran ke-18, Edi Bonetski Sebut Diri Bukan Pelukis
Upload ke Dunia Nyata, Sebab Dunia Tak Selebar Layar : Catatan Pameran TA Mahasiswa Seni Rupa Undiksha
Hardiman; Sekali Lagi, Jalak Bali
“Weaving The Colours of The Archipelago”, Pertiwi Negeriku Toba Exhibition

Tags: Pameran Seni RupaSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

4 Klub Top di Semifinal Tajun Cup V: Pemenang vs Pemenang, “Apah” vs “Akasa”

Next Post

Semarak Sanur Village Festival 2024, Pesta Rakyat dan Kreativitas yang Gegap Gempita

I Made Pria Dharsana

I Made Pria Dharsana

Praktisi, akademisi dan penggiat Prabu Capung Mas

Related Posts

Mengurai Gnosis Perupa Payangan

by I Wayan Westa
September 27, 2026
0
Mengurai Gnosis Perupa Payangan

Dr. Jean Couteau, budayawan asal Prancis pernah berseloroh soal kondisi terkini psiko-budaya generasi Bali. Dalam sejumlah pernyataan lisan maupun tertulis,...

Read moreDetails

Menangkap Pesona Kekuatan Cahaya: Titik Balik Spiritual dan Sikap Politik Susilo Bambang Yudhoyono

by Jaswanto
September 26, 2026
0
Menangkap Pesona Kekuatan Cahaya: Titik Balik Spiritual dan Sikap Politik Susilo Bambang Yudhoyono

PADA siang yang membakar, saya berebut jalanan Surabaya menuju Voza Tower di Jalan Mayjen HR. Muhammad, Putat Gede, Sukomanunggal. Di...

Read moreDetails

Sari Pati yang Tinggal di Kanvas, Ketika Perempuan Membawa Semesta di Dalam Dirinya —Membaca Dunia Imajinasi, Alam, Ingatan, dan Spiritualitas dalam Lukisan Surealisme Dekoratif

by Emi Suy
September 23, 2026
0
Sari Pati yang Tinggal di Kanvas, Ketika Perempuan Membawa Semesta di Dalam Dirinya —Membaca Dunia Imajinasi, Alam, Ingatan, dan Spiritualitas dalam Lukisan Surealisme Dekoratif

Datang Setelah Riuh Saya datang ketika riuh telah selesai. Pameran telah usai dibuka, sebagian pengunjung mulai beranjak, percakapan telah menemukan...

Read moreDetails

Guci Nasib di Titik Nol Kota

by I Wayan Westa
September 22, 2026
0
Guci Nasib di Titik Nol Kota

”….dalam labirin, aku mencari guci nasibku, yang tersimpan dalam kabut kebuntuan, membentur dalam setiap sudut dinding, tak tahu jalan pulang,...

Read moreDetails

Ketika Tatahan Menembus Kanvas —Membaca Teknik Tembus Tatahan Wayang Dalam Karya I Gede Susilayasa pada Udhar Banda Karma

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
Ketika Tatahan Menembus Kanvas —Membaca Teknik Tembus Tatahan Wayang Dalam Karya I Gede Susilayasa pada Udhar Banda Karma

Menelisik foto karya yang tampak pada pameran, bidang kanvas dipenuhi figur-figur wayang, makhluk mitologis, ornamen, tetumbuhan, dan jaringan garis yang...

Read moreDetails

Membaca Naga Agus Kama Loedin

by I Wayan Westa
September 16, 2026
0
Membaca Naga Agus Kama Loedin

---Venue Art, Batu & Studio, Batubulan, Gianyar, Bali | 12 September 2026 * Pameran "Jaga Raga Bara Jiwa" dibuka  Rektor...

Read moreDetails

Pohon Hayat dan Enam Puluh Kuda yang Menjaga Ingatan

by Angga Wijaya
September 16, 2026
0
Pohon Hayat dan Enam Puluh Kuda yang Menjaga Ingatan

Di Agung Rai Museum of Art atau ARMA, Ubud, Bali, pada Juli 2026, sebuah pohon penuh kuda hadir di antara...

Read moreDetails

Wajah I Made Galung Wiratmaja

by Hartanto
September 10, 2026
0
Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

Read moreDetails

“Nectar Waggle” KABUL : Lebah, Garis, dan Kehidupan Kolektif

by Hartanto
September 3, 2026
0
“Nectar Waggle” KABUL : Lebah, Garis, dan Kehidupan Kolektif

PADA tanggal 29 Agustus hingga 29 September 2026 nanti, digelar pameran lukisan karya I Ketut Suasana ‘Kabul’. Pameran bertajuk  Nectar...

Read moreDetails

Meditasi “Nectar Waggle” Ketut Suasana

by I Wayan Westa
September 3, 2026
0
Meditasi “Nectar Waggle” Ketut Suasana

DI tengah lingkungan yang rusak, belantara  Kalimantan terbakar, ribuan hektar tanah Subak di Bali   menyusut.  Sebab, dari 80.000 hektar di...

Read moreDetails
Next Post
Semarak Sanur Village Festival 2024, Pesta Rakyat dan Kreativitas yang Gegap Gempita

Semarak Sanur Village Festival 2024, Pesta Rakyat dan Kreativitas yang Gegap Gempita

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co