24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Staycation Sepasang Puisi (dan Penyairnya)

Sunaryo Broto by Sunaryo Broto
September 23, 2024
in Ulas Buku
Staycation Sepasang Puisi (dan Penyairnya)

Staycation Sepasang Puisi

BUKU Staycation Sepasang Puisi. Penulisnya, Chris Triwarseno. Cetakan: I, 2024. Ada 98 halaman terdiri dari dan 12 sketsa dan 60 puisi. Penerbit: Surya Pustaka Ilmu Grup dari Karanganyar, Solo, asal penulis. Buku ini lolos kurasi Festival Sastra Internasional Gunung Bintan 2024, seperti juga bukunya yang ke dua. Ini buku ke 3 yang semuanya sudah saya baca. Buku pertama : Bait-bait Pujangga Sepi. Buku kedua, Sebilah Lidah. Saya sudah membaca semuanya. Sekali baca hanya jeda 1-2 saat. Menarik untuk cepat menyelesaikan. 

Memang judulnya agak gimana untuk buku puisi. Covernya juga terkesan kekinian dengan gambar model AI (Artificial Intelligence) terkesan surealis. Sepasang kekasih berkepala buku, berpegangan tangan, di suatu kamar di atas kasur, memandang jendela besar pada sebuah kota dengan banyak gedung tinggi. Sedang banyak buku beterbangan di sekitarnya. Biasanya yang model begini penulisnya pun generasi milenial atau ke sini lagi. Beda dengan penulis generasi sebelumnya yang senang dengan gambar coretan tangan. Lihat cover buku sastra penerbit Balai Pustaka jadul, hampir semua gambar goresan tangan. Mungkin karena belum model menggambar dengan komputer.

Lihat judul-judul puisinya yang ada kata asing. Misal, Party Bendera Partai, Kopi Robusta dan Beaver Tail Pastry, Genosida dan Kuota Surga, Tuhan dan Google Map,Tahun Baru di Southway Inn Lama, Sepiring Kerinduan dalam Chicken Teriyaki, Notre-Dame Cathedral Basilica Berdiam. Kelihatan, latar penulisnya berpendidikan, berwawasan luas, mengikuti berita terkini dan sering bepergian.

Jangan kawatir, isi puisinya terkini. Tentang keseharian. Tentang anak, istri, seseorang, suatu kota dan kebanyakan tentang makanan. Kata-katanya banyak singkat, bergegas dan mengalir lancar. Kadang melompat. Saling kontrakdiksi. Tak apa. Profil puisinya sudah berkarakter.  

Prolognya menarik, Sajak-Sajak Gastronomi Molekuler oleh Royyan Julian. Royyan Julian adalah pengajar sastra, menulis prosa dan puisi. Salah satu penggalan alineanya, … koki dan penyair kreatif mampu mengombinasikan ragam molekul untuk melahirkan senyawa ‘baru’. Seniman profesional sanggup mengukur hasil dengan memprediksi transformasi macam apa yang bakal terjadi atas fusi dua atau lebih unsur yang telah disiapkan dengan saksama. Gaya pikir gastronomi molekuler inilah yang diterapkan Chris Triwarseno pada puisi-puisi kulinernya dalam Staycation Sepasang Puisi. Pada antologi tersebut, elemen-elemen boga tampil menjadi isu utama, sampingan, dan alat puitik. Sebagai konten isu, kuliner dalam buku ini beririsan dengan perkara cinta, politik, hingga spiritual.

Ya memang seperti itu yang saya rasakan. Lihat beberapa judulnya. Sepiring Kerinduan dalam Chicken Teriyaki, Seduh Sulang Secangkir Puisi, Khong guan dan Kepura-puraan, Kawan-Lawan Bersulang, Serapan Anggaran dan Sarapan Milyaran, Gudeg Itu Candu, Yogya Itu Rindu

Ada puisi dengan frase Jokpin, Selamat beribadah puisi, pada judul puisi, Puasa yang Berpuisi, Puisi yang Berpuasa. Meminjam istilah pada pengantar Royyan Julian, Puisi intertekstual dari sajak-sajak Joko Pinurbo. Masih ada yang lain. Intertekstual lagu dengan judul mirip. Pada Hari Minggu Kuturut Kau ke Kota. Intertekstual film Gadis Kretek pada puisi, Jeng Yah, Desahmu Abadi. Mirip frase Sapardi, Dukamu Abadi. Intertekstual Sapardi, Petisi Desember, … Sapardi mengkultus juni tak ada yang lebih tabah/ dirahasiakannya titik rindunya/ bagaimana denganku yang tak kausajakkan?

Juga pada Surat Kahlil untuk Tuan : Sayap-Sayap Patah. Melihat isinya sepertinya ingin menyentil Gibran yang calon wakil presiden terpilih. Tapi tak ada hubungannya antara Gibran dengan Kahlil Gibran, hanya sebatas nama. Mungkin bapaknya dulu waktu memberi nama anaknya ngefans pada penyair Lebanon itu. Juga tentang puisi Sayap-sayap Patah. Intertekstual kalau terlalu banyak kok rasanya mengganggu. Terlebih ini sudah buku ke tiga. Mestinya sudah “mandiri” dalam berpuisi. Tak banyak pakai frase media atau puisi lain.

Sebenarnya buku ini sudah diwakili isi puisinya dalam satu puisi ini. Baik sudut pandang maupun gaya bahasanya. Juga model puisinya. Kebetulan judul buku juga memakai judul puisi ini. Klop lah. Coba perhatikan. Staycation Sepasang Puisi /1/ sepasang puisi check in/ menuju kamar intuisi-imajinasi/ menyeret koper penuh ingatan/ setumpuk duka manis-tawa luka/ tersusun padat-ringkas di dalamnya /2/ sepasang puisi rebah setubuh/ memainkan bait-bait desah/ pada malam gemuruh gairah/ membisikkan banyak kisah/ yang kerap tak tersentuh /3/ aroma english breakfast tea/ menuntun mata sepasang puisi/ pada jendela-jendela kebebasan/ dengan sepasang sayapnya/ puisi bebas dari basa-basi /4/ sepasang puisi check out/ meninggalkan kunci pemaknaan/ pada resepsionis perempuan/ yang (tak) pernah staycation/ tersenyum palsu, tertawa luka.

Ada puisi deskriptif hanya dengan narasi. Sepertinya belum ada isinya, masih sampiran. Masih “buih-buih puisi.” Contohnya puisi ini. Sanur-Banjar Nyuh Melipat Jarak. pagi berlayar-sampan ombak riak-riak/ berpayung awan berarak/ Sanur-Banjar Nyuh melipat/ jarak pasir putih menghampar jejak/ malam berlabuh sajak-sajak/ pada dermaga batin yang sunyi/ tempat karma-karma lesap/ bersama desir dan sepi

Tentunya ada puisi yang menarik. Saya suka meski saya tahu, kami berbeda gaya berpuisi. Setelah Gerimis. lorong waktu adalah duka manis/ yang kutulis setelah gerimis/ serupa tatap matamu menangis/ /perjalanan ini adalah pemanis/ yang kukenang setelah gerimis/ serupa rayu cintamu romantis/ /pintu hatimu adalah magis/ yang kupuja setelah gerimis/ serupa lirik mantra ritmis// aku dan kamu adalah rumah estetis/ yang kita singgahi setelah gerimis/ serupa roman-roman dramatis

Senang ada puisi yang bisa dikenang. Meski lagi-lagi ujungnya meja makan, Ibu Menjahit Doa-Doa. /di malam tak berucap/ ibu menjahit doa-doa/ dari perca-perca takdir/ yang diyakini batinnya/ sedang menuju Tuhan/ / di terik-cekik/ ibu menuang peluh/ dalam secangkir senyum/ yang diyakini hatinya/ adalah anugerah Tuhan// segenggam beras,/ seikat bayam,/ dan sejumput garam/ dua piring sarapan/ ibu berbisik padaku,/ “Lihatlah senyum Tuhan di meja makan!”

Ada lagi yang enak dan menggambarkan penyairnya. Sajak Sajak Tak Beranjak. /kaulepas sajak/ sejak pagi pekak/ seiring kautanak/ nasib (yang) tak beranjak/ rapuh kakimu menjejak/ getir takdir menyesak/ doa tak henti kaulesak/ kemana perginya sajak?

Sebagai penutup buku ini, ada kata kunci : Staycation dari Kiki Sulistyo, seorang penyair. Saya kutip saja karena bisa mewakili gambaran puisinya. Dalam puisi-puisinya Chris gemar memasangkan kata-kata konkrit dengan kata-kata abstrak; dan kelihatannya ia agak terobsesi dengan itu. Misal: kamar intuisi-imajinasi, bait-bait desah, lorong takdir, kaki pertobatan, pembasuh keikhlasan, handuk pengakuan, jubah mandi keyakinan, dan seterusnya. Obsesi itu membuat gambar dan pikiran berselang seling; barang sehari-hari dan gagasan berimpitan, serupa pasangan-pasangan selingkuh.

Tanpa sadar apa yang tersaji dalam buku ini, penyair memang ingin menikmati staycation setelah capai bekerja pada jam dan hari kerja. Bukan hanya puisinya saja yang ingin relaks, penyairnya juga. Khas puisi dari seorang karyawan sebuah perusahaan produksi yang sibuk bekerja. Seperti juga saya lakoni dulu dan sekarang sudah punya kalender yang warna angkanya merah semua. Sudah leluasa untuk staycation sepanjang waktu. Bacalah! Sesekali staycation dengan puisi. [T]

(Bontang, 6 September 2024)

Tur Buku Puisi “Amerikano”, Memopulerkan Sastra ke 10 Titik Pulau Lombok
Buku Puisi “Blengbong” | Jejak Penting Kompetisi Puisi ala Umbu Landu Paranggi di Bali
Tumbuh Bersama Puisi – Ulasan (Lagi) Buku Puisi Andy Sri Wahyudi
Tags: buku puisikumpulan puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mengenang 13 Tahun “Tragedi Sebelas” [2]: Seniman I Nyoman Pindah, Asa yang Tersisa dari Sebunibus

Next Post

Klaim Nomor Kemenangan dan Yel-yel Penuh Gairah – Cerita Pengundian Nomor Urut Paslon Pilkada Buleleng

Sunaryo Broto

Sunaryo Broto

Menulis cerpen, puisi, esai dimuat di berbagai media masa. Tinggal di Bontang. Lebih dari 20 bukunya telah terbit. Mendapat penghargaan nomine Tokoh Kebahasaan 2019 kategori Penggiat Literasi Kaltim-Kaltara. Mendapat penghargaan nomine sastrawan berdedikasi 2020 dan 2021 dari Kantor Bahasa Kalimantan Timur. Menjadi peserta Munsi (Musyawarah Nasional Sastrawan Indonesia) III 2020 mewakili Kaltim. Buku Cerpen Perjumpaan di Candi Prambanan mendapat award prosa unggulan dari Kantor Bahasa Kaltim 2021. Tahun 2024 menerima penghargaan bidang kebahasaan dan kesastraan 40 tahun berkarya dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Pusat Pengembangan dan Perlindungan Bahasa dan Sastra dari Kementrian Dikbudristek.

Related Posts

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

by Hartanto
October 21, 2026
0
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

Read moreDetails

Merayakan 10 Tahun Cak Dlahom, Sosok Sufi yang Aneh dalam Buku Rusdi Mathari

by Ahmad Hirzan Anwari
October 13, 2026
0
Merayakan 10 Tahun Cak Dlahom, Sosok Sufi yang Aneh dalam Buku Rusdi Mathari

BUKU Rusdi Mathari berjudul Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya, genap berusia 10 tahuan. Buku Mojok, sebagai penerbit, merayakan ulang...

Read moreDetails

Jalan yang Mengubah Momen Menjadi Monumen: Menyusuri Perjalanan Batin dalam “Traveling With Soul” karya Meilani Dhamayanti

by Emi Suy
October 8, 2026
0
Jalan yang Mengubah Momen Menjadi Monumen: Menyusuri Perjalanan Batin dalam “Traveling With Soul” karya Meilani Dhamayanti

KITA sering berangkat dengan tujuan yang telah ditentukan, seolah jalan hanya perlu mengantar tubuh sampai ke sebuah tempat. Padahal, perjalanan...

Read moreDetails

Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

by Abdul Karim Abraham
September 29, 2026
0
Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

LASMI, perempuan muda yang cukup populer di kampungnya. Penampilannya sederhana, ia tidak mengenakan aksesoris apapun, kecuali jam tangan dengan tali...

Read moreDetails

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

by Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
0
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

Read moreDetails

Makna Komunikasi di Balik Lagu: Ulas Buku Hermeneusical Karya Ahmad Sihabudin

by Chusmeru
September 3, 2026
0
Makna Komunikasi di Balik Lagu: Ulas Buku Hermeneusical Karya Ahmad Sihabudin

Judul Buku: HERMENEUSICAL Menafsir Musik dalam Komunikasi Manusia Penulis      : Prof.Dr. Ahmad Sihabudin, M.Si Penerbit    : Indigo Media, Kota Tangerang...

Read moreDetails

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

by IRZI
August 3, 2026
0
SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

Read moreDetails

Tuhan Yang Maha Puisi

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
0
Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

Read moreDetails

SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi

by I Wayan Sujana Suklu
July 26, 2026
0
SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi

SEBUAH buku yang selesai dibaca ketika halaman terakhir ditutup. Ada pula buku yang baru mulai dibaca justru setelah kita menutupnya....

Read moreDetails

Kehilangan, Bahasa, dan Memori Kolektif dalam Karya Sastra —Membaca “Singkarak, Riang dan Sendunya” Karya Ragdi F Daye

by Azwar
July 17, 2026
0
Kehilangan, Bahasa, dan Memori Kolektif dalam Karya Sastra —Membaca “Singkarak, Riang dan Sendunya” Karya Ragdi F Daye

Singkarak, Riang dan Sendunya merupakan kumpulan cerpen karya Ragdi F Daye yang diterbitkan Rumahkayu Pustaka pada Mei 2026. Buku ini...

Read moreDetails
Next Post
Klaim Nomor Kemenangan dan Yel-yel Penuh Gairah – Cerita Pengundian Nomor Urut Paslon Pilkada Buleleng

Klaim Nomor Kemenangan dan Yel-yel Penuh Gairah – Cerita Pengundian Nomor Urut Paslon Pilkada Buleleng

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co