30 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sepenggal Kisah dari Langgar Jimat Pusaka Amangkurat I di Desa Kalisalak

Prasetiyo by Prasetiyo
September 5, 2024
in Khas
Sepenggal Kisah dari Langgar Jimat Pusaka Amangkurat I di Desa Kalisalak

Prosesi Ritual oleh Juru Kunci Langgar Jimat | Foto: Dok. Tim Blusuker

AROMA kemenyan tercium dari Langgar Jimat di wilayah RT 3/RW 6 Desa Kalisalak, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Siang itu, sang juru kunci, Samilin Agus Setiono (63), tampak tengah memanjatkan doa-doa memohon kepada Sang Maha Kuasa, agar bisa menerima kedatangan kami untuk bersilaturahmi.

Tak berapa lama, semburat api menyembul dari kemenyan yang dibakar, sementara aroma wangi tercium juga dari bunga kanthil, mawar, kenanga, dan minyak wangi yang diletakkan di depan peti berisi pusaka yang tersimpan rapi.

Ada 173 koleksi, di antaranya tombak, keris, cakra, kepingan uang zaman Belanda dan Cina, cemeti, naskah kuno dari daun lontar, cincin, wungkal (pengasah pisau), dan sebagainya. Semua barang-barang itu tersimpan dengan baik di dalam sebuah peti atau kotak kayu. Selama kurang lebih 45 Manit, Samilin pun memimpin ritual itu.

Langgar Jimat Desa Kalisalak | Foto: Dok. Tim Blusuker

“Pengunjung yang ke sini, tidak boleh meminta ini-itu. Tapi kalau memohon berkah, kami pandu untuk kami layani,” ujar Samilin Agus Setiono yang menjadi juru kunci Langgar Jimat saat menerima Tim Blusuker dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) di lokasi langgar Jimat Desa Kalisalak, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu (31/8/2024).

Ikut dalam kunjungan itu, pakar pemberdayaan Unsoed Prof.Dr. Adhi Iman Sulaiman, S.IP, M.Si, dosen Fisip Unsoed dan pengamat pariwisata Drs. Chusmeru, M.Si beserta anggota tim. Keberadaan tim dari Unsoed untuk melakukan penelitian terkait potensi Desa Wisata Cikakak.

Samilin mengatakan, saat proses ritual berlangsung, kemenyan yang dibakar mampu menyala terang. “Itu menandakan, rombongan bapak ibu semua yang ke sini, diterima oleh yang ada di sini.  Sebaliknya, ketika kemenyan itu dibakar tapi tidak mau menyala atau mblebes, berarti yang ada di sini  tidak berkenan didatangai. Intinya, kalau ke sini, harus dilandasi niat baik,” ujarnya.    

Sebelum memasuki Langgar Jimat yang berukuran 3,5 meter x 3,5 meter—yang berbentuk seperti layaknya langgar atau surau mini itu—pengunjung harus membeli seperangkat sesaji di rumah Sonhaji, yang letaknya persis di depan Langgar Jimat. Sesaji itu terdiri bunga kanthil, mawar, kenanga dan minyak wangi, dan kemenyan.

Peninggalan Amangkurat I

Selain ramai dikunjungi ribuan pengunjung saat jamasan atau pencucian jimat, pada hari-hari biasa juga ada pengunjung yang datang ke sini. “Tidak hanya datang dari Banyumas dan sekitarnya, namun juga ada dari Solo, Yogyakarta, dan daerah lainnya,” tutur Samilin. Pada tahun 2024 ini, Jamasan Jimat Kalisalak, akan jatuh pada hari Senin Legi, 16 September mendatang.

Samilin yang berprofesi sebagai pembuat golok, pisau dan kerangka keris ini menuturkan, jimat atau pusaka yang tersimpan di Langgar Jimat ini diyakini sebagai benda-benda peninggalan Sunan Amangkurat I, Raja Mataram yang bertahta pada tahun 1646-1677 M.

Diceritakan, Amangkurat I adalah anak dari Sultan Agung Hanyokrokusumo dan Raden Ayu Wetan (Kanjeng Ratu Kulon), seorang keturunan Ki Juru Martani yang merupakan saudara dari Ki Ageng Pemanahan.

Koleksi Benda Pusaka Langgar Jimat | Foto: Dok. Tim Blusuker

Sosok yang memiliki nama kecil Mas Sayidin, yang ketika menjadi putera mahkota diganti dengan gelar Pangeran Arya Mataram atau Pangeran Ario Prabu Adi Mataram tersebut, berusaha keras  mempertahankan wilayah kekuasaan Kesultanan Mataram. Namun dalam perjalanan waktu, terus-menerus terjadi pemberontakan.

Sampai akhirnya Amangkurat I melakukan perjalanan bersama pasukannya ke arah Barat. Dan raja Mataram ini sempat singgah di Kalisalak saat menuju Batavia (Jakarta) untuk meminta bantuan VOC, lantaran dikejar pasukan Trunojoyo yang memberontak sekitar tahun 1676-1677. Saat hendak melanjutkan perjalanannya menuju Batavia, Amangkurat I meninggalkan sejumlah benda atau barang pusaka untuk meringankan beban, yang kini tersimpan di Langgar Jimat.

Tradisi Jamasan

Tradisi Jamasan Jimat diawali dengan tradisi maleman (malam tanggal 12 Mulud), kegiatan yang dilaksanakan adalah peringatan Maulid Nabi Muhammmad SAW, dan Tradisi Rasulan (Tumpengan), dilanjutkan dengan malam tasyakuran dan atraksi seni Salawatan Jawa.

Kemudian pada pagi harinya, dilaksanakan Kirab Penjamasan Jimat yang dilaksanakan dari lapangan Desa/Rumah adat/Balai Desa menuju Ke Museum Jimat lokasi Penjamasan Jimat. Kirab ini diikuti oleh kerabat jimat, bregodo (pasukan kirab) dan perangkat desa setempat.

Kirab ini membawa pusaka berupa Prapen Jamasan, dan Air Suci yang diambil dari mata air di penjuru Desa Kalisalak. Setelah sampai di Lokasi Penjamasan barulah prosesi penjamasan jimat dilaksanakan. Pusaka Mataram (Jimat) yang disimpan di langgar Jimat, dikeluarkan untuk dijamas.

Setelah jimat-jimat tersebut dikeluarkan, sang juru kunci pun bersama 12 orang kerabat Amangkurat, segera membuka kain putih (mori) kusam yang membungkus pusaka sebelum dicuci menggunakan air jeruk nipis. Mereka tampak menghitung jumlah jimat yang ada dan disesuaikan dengan kondisi saat penjamasan tahun sebelumnya setelah setahun tidak pernah dikeluarkan dan dibuka.

Tim Peneliti Unsoed bersama Juru Kunci Langgar Jimat (kedua dari kiri) | Foto: Dok. Tim Blusuker

Beberapa keanehan pun muncul saat jimat-jimat tersebut dihitung dan diamati lantaran ada beberapa jimat yang berubah bentuk maupun tampilannya serta jumlah bertambah. Contohnya, salah satu benda yang berubah bentuk yakni “pelor” (peluru). Saat penjamasan beberapa tahun lalu berbentuk “bulat”, berubah  menjadi “lonjong”.

Contoh lainnya, “wungkal” (pengasah pisau) yang sebelumnya tampak kusam, berubah menjadi berkilau. Dan masih banyak lagi keunikan dan keanehan yang muncul dari koleksi benda-benda pusaka itu.

Setelah selesai dijamas, benda-benda pusaka tersebut kemudian disimpan kembali untuk dijamas kembali di tahun mendatang. Keunikan dari tradisi ini adalah berdasarkan catatan keadaan benda dapat berubah-ubah,  dimaknai sebagai pertanda akan keadaan di masa depan.  

Sepenggal kisah dari Desa Kalisalak itu kemudian menjadi tradisi yang diwariskan secara turun temurun. Dan masyarakat pun senantiasa menjaga tradisi itu. Sebab di tengah modernitas saat ini, tradisi masih mampu untuk menghasilkan kearifan lokal untuk menjalani kehidupan di masa datang.[T]

Reporter/Penulis: Prasetiyo
Editor: Jaswanto

Ziarah ke Makam R.M. Djojo Poernomo, Guru Spiritual Laskar Diponegoro dan Pendiri Parikunan Purwa Ayu Mardi Utomo
Menengok Wisata Religi Islami di Jembrana, Bali
Wajah Desa (Muslim) Pegayaman Saat Bulan Ramadan (1)
Ziarah ke Makam Gus Dur; Batu Nisan Tertulis Indah, Tempat Berbaring Seorang Pejuang Kemanusiaan
Tags: Amangkurat IDesa KalisalakLanggar JimatMataram
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Beranilah Melawan”, Single Terbaru Dialog Dini Hari yang Menggugah Kesadaran

Next Post

Kalisalak: Desa Wisata dan Desa Adat yang Menyimpan Misteri

Prasetiyo

Prasetiyo

Penulis dan Jurnalis, yang juga Guru SMPN 3 Purbalingga, Jawa Tengah

Related Posts

Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

by Nyoman Budarsana
August 29, 2026
0
Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

“Dug dug, dag, dug dug.., dag dug dag…, jedug kapak, jedug kapak…!” SUARA kendang dan okokan menggema mengiringi pembukaan Tanah...

Read moreDetails

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails
Next Post
Kalisalak: Desa Wisata dan Desa Adat yang Menyimpan Misteri

Kalisalak: Desa Wisata dan Desa Adat yang Menyimpan Misteri

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas
Puisi

Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

Air di Daun Talas seberapa waktu bertahanair di daun talas dapat menerimakenyataan demi kenyataan tarian anginlantai licin dan tetabuhan riuhtanpa...

by Supali Kasim
August 30, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [8]: Ketika AI Ikut Menulis: Kata-kata Tanpa Manusia

SETIAP era memiliki ancamannya masing-masing terhadap proses berpikir yang dalam. Pada masa otoritarianisme, ancamannya adalah sensor. Negara menentukan apa yang...

by Andre Syahreza
August 30, 2026
Apa yang (Sebaiknya) Kita Bicarakan saat Membicarakan Masa Depan Transportasi Publik di Bali?
Esai

Apa yang (Sebaiknya) Kita Bicarakan saat Membicarakan Masa Depan Transportasi Publik di Bali?

KAMI duduk di ruangan auditorium. Di atas panggung, seorang moderator memandu diskusi dengan empat orang narasumber yang secara bergantian memaparkan...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 30, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Demo Kok Cepat Pulang? Jangan-Jangan Kita Gagal Paham Soal Demonstrasi

Ada yang kecewa setelah massa aksi AMPB dari Pati bubar. “Baru juga datang, kok sudah pulang?”  Komentar semacam itu berseliweran...

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 30, 2026
Reka Biambara dan Perjalanan Mengenal Kembali Material Sendiri
Pameran

Reka Biambara dan Perjalanan Mengenal Kembali Material Sendiri

SELAMA hampir tiga bulan, sejak awal Juni 2026, empat perupa muda asal Bali yaitu Made Ari, Made Arsana, Reka Biambara...

by Satria Aditya
August 30, 2026
Siapa Membiayai Pangan Kita? ——Membuka Jalan Investasi Syariah ke Sektor Pangan
Esai

Siapa Membiayai Pangan Kita? ——Membuka Jalan Investasi Syariah ke Sektor Pangan

MAKANAN sehari-hari yang kita konsumsi tentu tidak hadir begitu saja di atas meja makan kita. Sepiring nasi tidak lahir begitu...

by Muhammad Farras Hanif
August 29, 2026
Seni Rupa Anomali Cokot dan Putu Fajar Arcana
Ulas Rupa

Seni Rupa Anomali Cokot dan Putu Fajar Arcana

PADA tulisan kali ini, saya ingin menekuni proses kreatif karya rupa Putu Fajar Arcana yang bagi saya cukup menarik. Pasalnya,...

by Hartanto
August 29, 2026
Telenovela
Esai

Sebelum Bali Dituduh Rasis, Ada Seorang Ibu yang Sedang Makan

SEBELUM Bali dituduh rasis, ada seorang ibu yang sedang makan. Kalimat itu mungkin terdengar terlalu sederhana untuk sebuah perkara yang...

by Angga Wijaya
August 29, 2026
Duta Bahasa Provinsi Bali Serahkan Model Pembelajaran Serasi kepada SLB Negeri 2 Denpasar
Pendidikan

Duta Bahasa Provinsi Bali Serahkan Model Pembelajaran Serasi kepada SLB Negeri 2 Denpasar

DENPASAR | TATKALA.CO -- Duta Bahasa Provinsi Bali menyerahkan Model Pembelajaran Serasi (Strategi Berbasis Multimodal bagi Disabilitas Rungu untuk Menyusun...

by Rusdy Ulu
August 29, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

LEVEL PERDEBATAN DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 29 Agustus 2026 Hindu mengenal struktur epistemologi yang berjenjang. Artinya apa? Hindu tidak memaksakan satu...

by Sugi Lanus
August 29, 2026
Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka
Khas

Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

“Dug dug, dag, dug dug.., dag dug dag…, jedug kapak, jedug kapak…!” SUARA kendang dan okokan menggema mengiringi pembukaan Tanah...

by Nyoman Budarsana
August 29, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Di Bawah Lampu Kerlap-Kerlip: Membaca Fenomena “Coffee Shop” sebagai Teks Budaya

"Segelas kopi tidak pernah hanya berisi kopi. Di dalamnya terseduh sejarah, identitas, percakapan, bahkan cara manusia memahami dirinya sendiri." MENJELANG...

by Tri Nugroho Adi
August 28, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co