23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Performance Art Pengider Bhuana di Intur 2024: 4 Arah, 4 Karakter, 4 Energi Melahirkan Harmoni

Rusdy Ulu by Rusdy Ulu
August 12, 2024
in Khas
Performance Art Pengider Bhuana di Intur 2024: 4 Arah, 4 Karakter, 4 Energi Melahirkan Harmoni

Performance Art Pengider Bhuana di Intur 2024: 4 Arah, 4 Karakter, 4 Energi Melahirkan Harmoni

EMPAT seniman Indonesia; Arahmaiani, Made Sidia, I Gede Made Surya Darma, dan Jero Penyarikan Duuran Batur (I.K. Eriadi Ariana), melakukan kolaborasi dalam performance art di Panggung Terbuka Arma Museum-Ubud, Minggu, 11 Agustus 2024.

Empat seniman itu mempertunjukkan konsep artistik Pengider Bhuana dengan mempertemukan sekaligus memadupadankan empat karakter, untuk mencapai empat arah mata angin. Empat energi dari empat seniman itu berkutat, saling belit, sehingga melahirkan harmoni.  

Arahmaiani dikenal sebagai perupa, juga aktivis lingkungan, sementara Surya Darma adalah pelukis, Made Sidi dikenal sebagai dalang, dan Eriadi adalah sastrawan yang mengetahui dengan betul-betul ulang-alik antara sastra, lingkungan dan alam semesta.

“Pertunjukan yang kami tampilkan adalah tentang kontemplasi, bagaimana kita harus sadar tentang situasi nyata yang kita hadapi sekarang,” kata Arahmaiani tentang performance art itu.

Ada banyak masalah yang harus kita hadapi, kata Arahmaiani. Jika tidak direnungkan dan diambil tindakan-tindakan serius, kehidupan dan alam akan berada dalam kehancuran.

“Dengan ide ini, saya ingin mengekspresikannya melalui seni saya, untuk membuat orang sadar tentang masalah ini. Berbagi pengalaman dan rasa bagaimana membangun masa depan,” ujar Arahmaiani.

Performance Art Pengider Bhuana | Foto: Dok. Surya

Made Sidia menyebutkan bahwa empat penjuru mata angin ini juga berkaitan dengan Catur Sanak (Anggapati, Mrajapati Banaspati, Banaspati Raja) yang mewakili alam mikrokosmos.

Keseimbangan makrokosmos dan mikrokosmos ini memunculkan percikan berwarna warni, corak, karakter. Kita dapat menyaksikan semua ini dalam pertunjukan yang dipenuhi dengan teriakan, melantunkan tembang. Tembang dan teriakan ini menggambarkan bagaimana semesta menciptakan manusia lewat semesta dan lingkungan. 

Di pertunjukannya, Made Sidia menggunakan Kayonan (wayang), yang merupakan simbol bumi. Di tengah kayonan terdapat adalah Siwa. Siwa adalah Mahadewa dan Maha guru.

“Siwa adalah kekuatan yang maha dahsyat yang menyelamatkan dunia. Disebut Sang Hyang Nilakanta karena beliau meminum racun. Yang akhirnya melambangkan kondisi Rwa Binedha, hitam putih, positif negatif. Racun dan Berkah.

Beraneka ragam, bercampur menjadi satu persatuan. Dalam performance art itu, Sidia melantunkan tembang asal mula dunia tercipta. “Intinya tutur itu adalah keseimbangan,” katanya.

Jika Made Sidia menggunakan Kayonan, I Gede Made Surya Darma menggunakan sirih dan kapur, serta memercikkan air sebagai media pertunjukannya.

“Saya menggunakan benda-benda ini untuk merepresentasikan budaya nginang, yaitu mengunyah daun sirih, lengkap dengan pamor, gambir, dan daun tembakau,” kata Surya Darma.

Biasanya para tetua jaman dulu melakukan kegiatan nginang sebagai pembuka rapat, tujuannya adalah untuk membersihkan mulut sehingga ucapan yang keluar adalah ucapan yang bersih dan baik. Dalam bahasa Bali, daun sirih disebut base, atau basuh yang artinya membersihkan.

“Memang daun sirih digunakan untuk membersihkan, tidak hanya membersihkan perkataan, tetapi juga membersihkan tubuh dari berbagai penyakit,” ujar Surya Darma.

Eriadi menggunakan lontar sebagai media pertunjukkan. Lontar adalah media sumber pengetahuan tertulis yang keberadaannya dapat mengantarkan pengetahuan dari jaman-ke jaman.

Empat seniman: Surya Darma, Eriadi, Sidia dan Arahmaiani | Foto: Dok. Surya

Arahmaiani dan Sidia

Sidia dan Surya Darma

Mega Festival Indonesia Bertutur 2024 diadakan pada 7-18 Agustus 2024 di Bali. Ini merupakan penyelenggaraan kedua, dimana pada tahun 2022 Indonesia Bertutur diadakan di Candi Borobudur.

Di Bali, Mega Festival Indonesia Bertutur dilaksanakan selama 12 hari di tiga lokasi, antara lain Batubulan, Ubud dan Nusa Dua. Tema yang diangkat adalah “Subak: Harmoni dengan Pencipta, Alam, dan Sesama.”

Melati Suryodarmo, Direktur Artistik Indonesia Bertutur 2024 menyebutkan, “Kami mengadaptasi filosofi hidup orang bali, Tri Hita Karana.”

Menurut Melati, budaya bukan hanya sekedar seni, budaya adalah tentang daya hidup masyarakat, tentang kehidupan bersama, untuk mengembangkan masyarakat yang lebih baik. Budaya bertahan dari waktu ke waktu, dan perlu dipelihara dan lebih banyak perhatian.

Melati juga menerangkan bahwa salah satu tujuan penyelenggaraan Indonesia Bertutur adalah untuk membawa generasi muda lebih dekat dengan dengan sejarah, budaya, dan culture heritage menjadi kreasi baru.

Indonesia Bertutur 2024 menghadirkan sembilan program utama, dimana pada 7 Agustus 2024 diselenggarakan Maha Wasundari, Seremoni & Pertunjukan Pembukaan yang digelar di Lapangan Chandra Muka Batubulan, pada 8-18 Agustus diselenggarakan berbagai acara di 5 tempat di ubud (Neka Art Museum, Museum Puri Lukisan, ARMA Museum & Resort, Setia Darma House ofMask and Puppets, serta Tonyraka Art Loungge). Pada 14-18 Agustus 2024, Indonesia Bertutur diadakan di Pulau Peninsula, Nusa Dua.

“Di Ubud kami menampilkan seni dalam bentuk objek instalasi, performance art, experimental potography,” kata Melati. [T]

Reporter: Rusdy Ulu
Penulis: Rusdy Ulu
Editor: Adnyana Ole

Catatan Pentas “Maha Wasundari” Intur 2024: Perayaan dan Refleksi Keagungan Bumi
Di Balik Pura Samuan Tiga, Yang Tampak dan Tak Tampak | Dari Temu Seni Tari – Indonesia Bertutur
Malam Panjang Hidangan “Be Cundang” | Dari Temu Seni Tari – Indonesia Bertutur
Laboratorium Seni yang Organik dan Terbuka | Temu Seni Tari, Indonesia Bertutur – Bali
Tags: ArahmaianiIndonesia BertuturMade Sidiaseni pertunjukanUbud
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Gusti Ayu Ryana: Quarter Life Crisis Menjadi Penyakit Generasi Muda di Era Modern

Next Post

Pondok Baca Sebagai Pondok Sastra

Rusdy Ulu

Rusdy Ulu

Kontributor tatkala.co

Related Posts

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Pondok Baca Sebagai Pondok Sastra

Pondok Baca Sebagai Pondok Sastra

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co