23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Performance Art Pengider Bhuana di Intur 2024: 4 Arah, 4 Karakter, 4 Energi Melahirkan Harmoni

Rusdy Ulu by Rusdy Ulu
August 12, 2024
in Khas
Performance Art Pengider Bhuana di Intur 2024: 4 Arah, 4 Karakter, 4 Energi Melahirkan Harmoni

Performance Art Pengider Bhuana di Intur 2024: 4 Arah, 4 Karakter, 4 Energi Melahirkan Harmoni

EMPAT seniman Indonesia; Arahmaiani, Made Sidia, I Gede Made Surya Darma, dan Jero Penyarikan Duuran Batur (I.K. Eriadi Ariana), melakukan kolaborasi dalam performance art di Panggung Terbuka Arma Museum-Ubud, Minggu, 11 Agustus 2024.

Empat seniman itu mempertunjukkan konsep artistik Pengider Bhuana dengan mempertemukan sekaligus memadupadankan empat karakter, untuk mencapai empat arah mata angin. Empat energi dari empat seniman itu berkutat, saling belit, sehingga melahirkan harmoni.  

Arahmaiani dikenal sebagai perupa, juga aktivis lingkungan, sementara Surya Darma adalah pelukis, Made Sidi dikenal sebagai dalang, dan Eriadi adalah sastrawan yang mengetahui dengan betul-betul ulang-alik antara sastra, lingkungan dan alam semesta.

“Pertunjukan yang kami tampilkan adalah tentang kontemplasi, bagaimana kita harus sadar tentang situasi nyata yang kita hadapi sekarang,” kata Arahmaiani tentang performance art itu.

Ada banyak masalah yang harus kita hadapi, kata Arahmaiani. Jika tidak direnungkan dan diambil tindakan-tindakan serius, kehidupan dan alam akan berada dalam kehancuran.

“Dengan ide ini, saya ingin mengekspresikannya melalui seni saya, untuk membuat orang sadar tentang masalah ini. Berbagi pengalaman dan rasa bagaimana membangun masa depan,” ujar Arahmaiani.

Performance Art Pengider Bhuana | Foto: Dok. Surya

Made Sidia menyebutkan bahwa empat penjuru mata angin ini juga berkaitan dengan Catur Sanak (Anggapati, Mrajapati Banaspati, Banaspati Raja) yang mewakili alam mikrokosmos.

Keseimbangan makrokosmos dan mikrokosmos ini memunculkan percikan berwarna warni, corak, karakter. Kita dapat menyaksikan semua ini dalam pertunjukan yang dipenuhi dengan teriakan, melantunkan tembang. Tembang dan teriakan ini menggambarkan bagaimana semesta menciptakan manusia lewat semesta dan lingkungan. 

Di pertunjukannya, Made Sidia menggunakan Kayonan (wayang), yang merupakan simbol bumi. Di tengah kayonan terdapat adalah Siwa. Siwa adalah Mahadewa dan Maha guru.

“Siwa adalah kekuatan yang maha dahsyat yang menyelamatkan dunia. Disebut Sang Hyang Nilakanta karena beliau meminum racun. Yang akhirnya melambangkan kondisi Rwa Binedha, hitam putih, positif negatif. Racun dan Berkah.

Beraneka ragam, bercampur menjadi satu persatuan. Dalam performance art itu, Sidia melantunkan tembang asal mula dunia tercipta. “Intinya tutur itu adalah keseimbangan,” katanya.

Jika Made Sidia menggunakan Kayonan, I Gede Made Surya Darma menggunakan sirih dan kapur, serta memercikkan air sebagai media pertunjukannya.

“Saya menggunakan benda-benda ini untuk merepresentasikan budaya nginang, yaitu mengunyah daun sirih, lengkap dengan pamor, gambir, dan daun tembakau,” kata Surya Darma.

Biasanya para tetua jaman dulu melakukan kegiatan nginang sebagai pembuka rapat, tujuannya adalah untuk membersihkan mulut sehingga ucapan yang keluar adalah ucapan yang bersih dan baik. Dalam bahasa Bali, daun sirih disebut base, atau basuh yang artinya membersihkan.

“Memang daun sirih digunakan untuk membersihkan, tidak hanya membersihkan perkataan, tetapi juga membersihkan tubuh dari berbagai penyakit,” ujar Surya Darma.

Eriadi menggunakan lontar sebagai media pertunjukkan. Lontar adalah media sumber pengetahuan tertulis yang keberadaannya dapat mengantarkan pengetahuan dari jaman-ke jaman.

Empat seniman: Surya Darma, Eriadi, Sidia dan Arahmaiani | Foto: Dok. Surya

Arahmaiani dan Sidia

Sidia dan Surya Darma

Mega Festival Indonesia Bertutur 2024 diadakan pada 7-18 Agustus 2024 di Bali. Ini merupakan penyelenggaraan kedua, dimana pada tahun 2022 Indonesia Bertutur diadakan di Candi Borobudur.

Di Bali, Mega Festival Indonesia Bertutur dilaksanakan selama 12 hari di tiga lokasi, antara lain Batubulan, Ubud dan Nusa Dua. Tema yang diangkat adalah “Subak: Harmoni dengan Pencipta, Alam, dan Sesama.”

Melati Suryodarmo, Direktur Artistik Indonesia Bertutur 2024 menyebutkan, “Kami mengadaptasi filosofi hidup orang bali, Tri Hita Karana.”

Menurut Melati, budaya bukan hanya sekedar seni, budaya adalah tentang daya hidup masyarakat, tentang kehidupan bersama, untuk mengembangkan masyarakat yang lebih baik. Budaya bertahan dari waktu ke waktu, dan perlu dipelihara dan lebih banyak perhatian.

Melati juga menerangkan bahwa salah satu tujuan penyelenggaraan Indonesia Bertutur adalah untuk membawa generasi muda lebih dekat dengan dengan sejarah, budaya, dan culture heritage menjadi kreasi baru.

Indonesia Bertutur 2024 menghadirkan sembilan program utama, dimana pada 7 Agustus 2024 diselenggarakan Maha Wasundari, Seremoni & Pertunjukan Pembukaan yang digelar di Lapangan Chandra Muka Batubulan, pada 8-18 Agustus diselenggarakan berbagai acara di 5 tempat di ubud (Neka Art Museum, Museum Puri Lukisan, ARMA Museum & Resort, Setia Darma House ofMask and Puppets, serta Tonyraka Art Loungge). Pada 14-18 Agustus 2024, Indonesia Bertutur diadakan di Pulau Peninsula, Nusa Dua.

“Di Ubud kami menampilkan seni dalam bentuk objek instalasi, performance art, experimental potography,” kata Melati. [T]

Reporter: Rusdy Ulu
Penulis: Rusdy Ulu
Editor: Adnyana Ole

Catatan Pentas “Maha Wasundari” Intur 2024: Perayaan dan Refleksi Keagungan Bumi
Di Balik Pura Samuan Tiga, Yang Tampak dan Tak Tampak | Dari Temu Seni Tari – Indonesia Bertutur
Malam Panjang Hidangan “Be Cundang” | Dari Temu Seni Tari – Indonesia Bertutur
Laboratorium Seni yang Organik dan Terbuka | Temu Seni Tari, Indonesia Bertutur – Bali
Tags: ArahmaianiIndonesia BertuturMade Sidiaseni pertunjukanUbud
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Gusti Ayu Ryana: Quarter Life Crisis Menjadi Penyakit Generasi Muda di Era Modern

Next Post

Pondok Baca Sebagai Pondok Sastra

Rusdy Ulu

Rusdy Ulu

Kontributor tatkala.co

Related Posts

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
0
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

Read moreDetails

Mengagumi Mobil Mini

by Jaswanto
June 22, 2026
0
Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

Read moreDetails

Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

by Dede Putra Wiguna
June 21, 2026
0
Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

 “Kalau mau menjadi penulis hebat, tulis yang unik dan autentik.” Kalimat itu meluncur dari mulut sastrawan Bali, Gde Aryantha Soethama,...

Read moreDetails

Ketika Toko Kopi TUKU Belajar Menjadi ‘Tetangga Baik’ di Bali

by Dede Putra Wiguna
June 20, 2026
0
Ketika Toko Kopi TUKU Belajar Menjadi ‘Tetangga Baik’ di Bali

SORE itu, Senin, 15 Juni 2026, suasana di Toko Kopi TUKU Renon tampak lebih ramai dari biasanya. Di antara antrean...

Read moreDetails

Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 6, 2026
0
Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

KABUPATEN Tabanan saat ini tengah memasuki fase penting dalam pembangunan daerah. Di bawah kepemimpinan Bupati Dr. I Komang Gede Sanjaya,...

Read moreDetails

Cerita Rakyat Sebagai Identitas

by I Wayan Artika
June 6, 2026
0
Cerita Rakyat Sebagai Identitas

Setelah direvitalisasi, kini sejumlah cerita rakyat Bali aga Desa Pedawa hidup kembali. I Jaum misalnya telah dijadikan cerita pertunjukan. Kini...

Read moreDetails

Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

by I Wayan Yudana
June 5, 2026
0
Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

ADA sebuah ungkapan lama yang mengatakan bahwa sekolah adalah jendela masa depan. Masalahnya, kalau jendelanya sudah kusam, atapnya bocor, laboratoriumnya...

Read moreDetails

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
0
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

Read moreDetails

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
0
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

Read moreDetails

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
0
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

Read moreDetails
Next Post
Pondok Baca Sebagai Pondok Sastra

Pondok Baca Sebagai Pondok Sastra

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co