2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Laboratorium Seni yang Organik dan Terbuka | Temu Seni Tari, Indonesia Bertutur – Bali

Jong Santiasa Putra by Jong Santiasa Putra
July 19, 2022
in Khas
Laboratorium Seni yang Organik dan Terbuka | Temu Seni Tari, Indonesia Bertutur – Bali

Para peserta dan pemateri Temu Seni Tari - Indonesia Bertutur, Bali

Mulai dari pukul 13.00 Wita, panitia dari Teater Kalangan sudah menunggu di meja regristrasi, ada Bryan Ferguson,  Rastiti Era, dan Dian Ayu. Satu persatu kawan-kawan peserta Temu Seni Tari, Indonesia Bertutur datang, bertiga mereka bertugas untuk mengabsen, kemudian mengantar ke kamar penginapan. Sesekali kawan peserta melintas di markas panitia – kamar 101, panitia yang sedang bekerja di markas menyapa, melambaikan tangan, atau melempar senyum.

Beberapa kawan peserta nampaknya sudah mengenal satu sama lain, mereka saling bertegur sapa secara organis, bahkan mencari ruang-ruang teduh di area hotel untuk mengobrol. Bahkan sebagian kecil datang ke markas panitia, untuk menyeduh kopi, lalu seperti biasa pembicaraan mengarah ke sana – ke mari, dari rindu, lintas kota, budaya, hingga projek kesenian yang sedang di kerjakan.

Senin, 18 Juli 2022 merupakan jadwal kedatangan peserta sekaligus pembukaan Temu Seni Tari Indonesia Bertutur di Amatara Agung Raka, Pengosekan Ubud. Peserta tampak berbincang santai bersama dua fasilitator Hely Minarti dan Jonet Suryatmoko. Menjelang pukul 20.00 Wita kawan-kawan berdatangan menuju restoran hotel untuk makan malam sekaligus mengikuti acara pembukaan.

Foto: Fasilitator Jonet Suryatmoko dan Helly Minarti

Temu Seni Tari, Indonesia Bertutur ini merupakan acara pertemuan para koreografer muda dari berbagai provinsi di Indonesia yang diselenggarakan oleh Teater Kalangan  bekerja sama dengan Direktorat Perfilman, Musik dan Media, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Kegiatan Temu Seni Tari ini merupakan serangkaian program Indonesia Bertutur di Bali dari 18 – 24 Juli, 2022.

Acara tersebut dilaksanakan dengan berbasis pada metode laboratorium seni yang bersifat organik dan terbuka. Mengangkat satu tema besar, “mengalami masa lampau, menumbuhkan masa depan”. Selain laboratorium seni, terdapat pula program kunjungan situs, kunjungan budaya, sarasehan dan diskusi.

Dalam acara pembukaan malam itu,  disampaikan oleh Perwakilan Kapokja Direktur Jenderal Kemendikbudristek, Direktur Indonesia Bertutur – Melati Suryo Darmo, Perwakilan Teater Kalangan. Serta dilanjutkan dengan bincang santai oleh fasilitator  Helly Minarti dan Joned Suryatmoko.

Foto: Wayan Sumahardika dari Teater Kalangan

Melati Suryo Darmo mengatakan memang sengaja temu seni ini dilakukan dengan mengajak komunitas lokal. Ada sejumlah temu seni yang sudah dan akan dilaksanakan, seperti Temu Seni di Kalimantan yang berfokus pada keaktoran (monolog) bekerja sama dengan kelompok teater. Di Temu Seni di Papua berfokus pada musik bekerja sama dengan kolektif seni di Papua. Di Bali, Temu Seni Tari bekerja sama dengan kelompok teater, dan di Makassar Temu Seni yang berfokus pada seni performance art.

Ia pun memaparkan bahwa kelompok atau kolektif seni yang diajak bekerjasama dalam menyusun program diberikan satu kesempatan untuk menyusun program sesuai dengan kondisi, narasi, wacana daerahnya masing-masing. Agar timbulnya satu jembatan kedekatan antara pusat, lokal dan praktisi.

“Temu Seni sebenarnya pra even, dari acara yang lebih besar Indonesia Bertutur, mencakup tema-tema cagar budaya, sebagai acuan kemudian melihat narasi sejarah masa lampau, lalu memaknainya saat ini. Untuk mencari manfaatnya untuk masa depan, kita hanya bisa mamaknai sejarah dengan imajinasi, karena kita tidak pernah benar-benar mengalami masa lampau,” ujar Melati

Lebih jauh ia menjelaskan adanya artefak-artefak yang tertinggal pada situs-situs cagar budaya, tumbuhlah narasi panjang atas rentang waktu, atas pemaknaan masyarakat, serta konteks-konteks di dalamnya. Untuk itu peserta diajak untuk menarasikan kembali, sesuai dengan pemaknaan individu, apa yang sebenarnya bisa ditarik dari rentang sejarah yang begitu jauh.

Foto: Priscilia R.E Rumbiak-Jayapura dan Ayu Ananta-Bali

Sementara  Joned Suryatmoko sebagai fasilitator menjelaskan bahwa Temu Seni ini menggarisbawahi pada perjumpaan, pertukaran dan jaringan. Tiga hal tersebut yang menggerakkan laboratorium seni tersebut. Adapun satu konsekuensi laboratorium adalah untuk menguji satu gagasan, atau menantang gagasan itu sendiri, minimal mendapat satu provokasi  untuk proses ke depannya.

“….Dalam Indonesia Bertutur, bagaimana kita melihat cagar budaya sebagai sumber inspirasi. Nah itu nanti sebenarnya, yang kita harapkan teman-teman, menjadikan pijakan dalam dinamika yang akan kita bahas, dalam setiap aspeknya, bagaimana tema itu terintegrasi dalam percakapan teman-teman. Baik dalam sharing metode, atau ketika kita berkunjung ke situs,” kata Jonet Suryatmoko dalam sesi berbagi tersebut.

Jonet lebih dalam menjelaskan bagaimana karya-karya besar diciptakan salah satunya karena koreografernya masuk ke dalam situs. Bukan hanya melihat dan mengalami situs tersebut namun juga mengeksplorasi aspek sosial dan aspek -aspek lainnya. Baginya peserta mendapat satu pengalaman kemewahan yang istimewa ketika dapat langsung hadir dalam situs.

“Kemewahan itu yang saya harapkan, teman-teman menganggapnya benar-benar berharga, selama hari-hari ke depan, tanpa harus terintimidasi dengan banyak beban,” katanya.

Foto: Ibnu Sutowo – Kepala Kelompok Kerja Media Direktorat Perfilman, Musik& Media Direktorat Jenderal kebuayaan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset & Teknologi

Sementara itu Helly Minarti menekankan pada praktek artistik peserta menjadi satu hal penting yang nantinya dapat ditautkan dalam laboratorium selama seminggu ke depan. Ia pun menyarankan untuk bercerita tentang karya yang sedang dikerjakan saat ini, atau gagasan lama bisa pula ditengok kembali, kemudian ditimbang ulang dalam pertemuan-pertemuan di Temu Seni Tari ini.

18 koreografer muda tampak bersemangat usai berbincang bersama fasilitator, mereka bertepuk tangan bersama menyambut hari esok dan atas ruang kerja kreatif yang panjang dan kemungkinan-kemungkinan kolaborasi yang berkelanjutan.

Adapun 18 koreografer tersebut Krisna Satya-Bali, Bathara Sawerigadi Dewandoro-Jakarta, I Gede Agus Krisna Dwipayana-Bali, Kurniadi Ilham-Jambi, I Komang Adi Pranata-Bali, Pebri Irawan-Yogjakarta, Gusbang Sada-Bali, Razan Wirjosandjojo-Surakarta, Alisa Soelaeman-Jakarta, Ela Mutiara-Yogjakarta, Mekratingrum Hapsari-Surakarta, Puri Senja-Surabaya, Ayuni Praise-Laboan Bajo, Yezyuruni Forinti-Jailolo, Priscilia R.E Rumbiak-Jayapura, Ayu Anantha-Bali, Ayu Permata Sari-Lampung dan Eka Wahyuni-Yogjakarta [T]

Tags: seni tariTeater KalanganTemu Seni Tari
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Gurat-Gurit 2022: 8 Tahun Gurat Institute | “Ngiring Sarengin, Semeton!”

Next Post

Dari Wayang Ental, I Gusti Made Darma Putra Raih Gelar Doktor

Jong Santiasa Putra

Jong Santiasa Putra

Pedagang yang suka menikmati konser musik, pementasan teater, dan puisi. Tinggal di Denpasar

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Dari Wayang Ental, I Gusti Made Darma Putra Raih Gelar Doktor

Dari Wayang Ental, I Gusti Made Darma Putra Raih Gelar Doktor

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co