14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Laboratorium Seni yang Organik dan Terbuka | Temu Seni Tari, Indonesia Bertutur – Bali

Jong Santiasa Putra by Jong Santiasa Putra
July 19, 2022
in Khas
Laboratorium Seni yang Organik dan Terbuka | Temu Seni Tari, Indonesia Bertutur – Bali

Para peserta dan pemateri Temu Seni Tari - Indonesia Bertutur, Bali

Mulai dari pukul 13.00 Wita, panitia dari Teater Kalangan sudah menunggu di meja regristrasi, ada Bryan Ferguson,  Rastiti Era, dan Dian Ayu. Satu persatu kawan-kawan peserta Temu Seni Tari, Indonesia Bertutur datang, bertiga mereka bertugas untuk mengabsen, kemudian mengantar ke kamar penginapan. Sesekali kawan peserta melintas di markas panitia – kamar 101, panitia yang sedang bekerja di markas menyapa, melambaikan tangan, atau melempar senyum.

Beberapa kawan peserta nampaknya sudah mengenal satu sama lain, mereka saling bertegur sapa secara organis, bahkan mencari ruang-ruang teduh di area hotel untuk mengobrol. Bahkan sebagian kecil datang ke markas panitia, untuk menyeduh kopi, lalu seperti biasa pembicaraan mengarah ke sana – ke mari, dari rindu, lintas kota, budaya, hingga projek kesenian yang sedang di kerjakan.

Senin, 18 Juli 2022 merupakan jadwal kedatangan peserta sekaligus pembukaan Temu Seni Tari Indonesia Bertutur di Amatara Agung Raka, Pengosekan Ubud. Peserta tampak berbincang santai bersama dua fasilitator Hely Minarti dan Jonet Suryatmoko. Menjelang pukul 20.00 Wita kawan-kawan berdatangan menuju restoran hotel untuk makan malam sekaligus mengikuti acara pembukaan.

Foto: Fasilitator Jonet Suryatmoko dan Helly Minarti

Temu Seni Tari, Indonesia Bertutur ini merupakan acara pertemuan para koreografer muda dari berbagai provinsi di Indonesia yang diselenggarakan oleh Teater Kalangan  bekerja sama dengan Direktorat Perfilman, Musik dan Media, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Kegiatan Temu Seni Tari ini merupakan serangkaian program Indonesia Bertutur di Bali dari 18 – 24 Juli, 2022.

Acara tersebut dilaksanakan dengan berbasis pada metode laboratorium seni yang bersifat organik dan terbuka. Mengangkat satu tema besar, “mengalami masa lampau, menumbuhkan masa depan”. Selain laboratorium seni, terdapat pula program kunjungan situs, kunjungan budaya, sarasehan dan diskusi.

Dalam acara pembukaan malam itu,  disampaikan oleh Perwakilan Kapokja Direktur Jenderal Kemendikbudristek, Direktur Indonesia Bertutur – Melati Suryo Darmo, Perwakilan Teater Kalangan. Serta dilanjutkan dengan bincang santai oleh fasilitator  Helly Minarti dan Joned Suryatmoko.

Foto: Wayan Sumahardika dari Teater Kalangan

Melati Suryo Darmo mengatakan memang sengaja temu seni ini dilakukan dengan mengajak komunitas lokal. Ada sejumlah temu seni yang sudah dan akan dilaksanakan, seperti Temu Seni di Kalimantan yang berfokus pada keaktoran (monolog) bekerja sama dengan kelompok teater. Di Temu Seni di Papua berfokus pada musik bekerja sama dengan kolektif seni di Papua. Di Bali, Temu Seni Tari bekerja sama dengan kelompok teater, dan di Makassar Temu Seni yang berfokus pada seni performance art.

Ia pun memaparkan bahwa kelompok atau kolektif seni yang diajak bekerjasama dalam menyusun program diberikan satu kesempatan untuk menyusun program sesuai dengan kondisi, narasi, wacana daerahnya masing-masing. Agar timbulnya satu jembatan kedekatan antara pusat, lokal dan praktisi.

“Temu Seni sebenarnya pra even, dari acara yang lebih besar Indonesia Bertutur, mencakup tema-tema cagar budaya, sebagai acuan kemudian melihat narasi sejarah masa lampau, lalu memaknainya saat ini. Untuk mencari manfaatnya untuk masa depan, kita hanya bisa mamaknai sejarah dengan imajinasi, karena kita tidak pernah benar-benar mengalami masa lampau,” ujar Melati

Lebih jauh ia menjelaskan adanya artefak-artefak yang tertinggal pada situs-situs cagar budaya, tumbuhlah narasi panjang atas rentang waktu, atas pemaknaan masyarakat, serta konteks-konteks di dalamnya. Untuk itu peserta diajak untuk menarasikan kembali, sesuai dengan pemaknaan individu, apa yang sebenarnya bisa ditarik dari rentang sejarah yang begitu jauh.

Foto: Priscilia R.E Rumbiak-Jayapura dan Ayu Ananta-Bali

Sementara  Joned Suryatmoko sebagai fasilitator menjelaskan bahwa Temu Seni ini menggarisbawahi pada perjumpaan, pertukaran dan jaringan. Tiga hal tersebut yang menggerakkan laboratorium seni tersebut. Adapun satu konsekuensi laboratorium adalah untuk menguji satu gagasan, atau menantang gagasan itu sendiri, minimal mendapat satu provokasi  untuk proses ke depannya.

“….Dalam Indonesia Bertutur, bagaimana kita melihat cagar budaya sebagai sumber inspirasi. Nah itu nanti sebenarnya, yang kita harapkan teman-teman, menjadikan pijakan dalam dinamika yang akan kita bahas, dalam setiap aspeknya, bagaimana tema itu terintegrasi dalam percakapan teman-teman. Baik dalam sharing metode, atau ketika kita berkunjung ke situs,” kata Jonet Suryatmoko dalam sesi berbagi tersebut.

Jonet lebih dalam menjelaskan bagaimana karya-karya besar diciptakan salah satunya karena koreografernya masuk ke dalam situs. Bukan hanya melihat dan mengalami situs tersebut namun juga mengeksplorasi aspek sosial dan aspek -aspek lainnya. Baginya peserta mendapat satu pengalaman kemewahan yang istimewa ketika dapat langsung hadir dalam situs.

“Kemewahan itu yang saya harapkan, teman-teman menganggapnya benar-benar berharga, selama hari-hari ke depan, tanpa harus terintimidasi dengan banyak beban,” katanya.

Foto: Ibnu Sutowo – Kepala Kelompok Kerja Media Direktorat Perfilman, Musik& Media Direktorat Jenderal kebuayaan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset & Teknologi

Sementara itu Helly Minarti menekankan pada praktek artistik peserta menjadi satu hal penting yang nantinya dapat ditautkan dalam laboratorium selama seminggu ke depan. Ia pun menyarankan untuk bercerita tentang karya yang sedang dikerjakan saat ini, atau gagasan lama bisa pula ditengok kembali, kemudian ditimbang ulang dalam pertemuan-pertemuan di Temu Seni Tari ini.

18 koreografer muda tampak bersemangat usai berbincang bersama fasilitator, mereka bertepuk tangan bersama menyambut hari esok dan atas ruang kerja kreatif yang panjang dan kemungkinan-kemungkinan kolaborasi yang berkelanjutan.

Adapun 18 koreografer tersebut Krisna Satya-Bali, Bathara Sawerigadi Dewandoro-Jakarta, I Gede Agus Krisna Dwipayana-Bali, Kurniadi Ilham-Jambi, I Komang Adi Pranata-Bali, Pebri Irawan-Yogjakarta, Gusbang Sada-Bali, Razan Wirjosandjojo-Surakarta, Alisa Soelaeman-Jakarta, Ela Mutiara-Yogjakarta, Mekratingrum Hapsari-Surakarta, Puri Senja-Surabaya, Ayuni Praise-Laboan Bajo, Yezyuruni Forinti-Jailolo, Priscilia R.E Rumbiak-Jayapura, Ayu Anantha-Bali, Ayu Permata Sari-Lampung dan Eka Wahyuni-Yogjakarta [T]

Tags: seni tariTeater KalanganTemu Seni Tari
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Gurat-Gurit 2022: 8 Tahun Gurat Institute | “Ngiring Sarengin, Semeton!”

Next Post

Dari Wayang Ental, I Gusti Made Darma Putra Raih Gelar Doktor

Jong Santiasa Putra

Jong Santiasa Putra

Pedagang yang suka menikmati konser musik, pementasan teater, dan puisi. Tinggal di Denpasar

Related Posts

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

by Emi Suy
May 11, 2026
0
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

Read moreDetails

Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
0
Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

LAMPU-lampu ruangan mendadak padam. Suasana di ballroom yang sedari awal riuh perlahan berubah sunyi. Ratusan pasang mata menoleh ke belakang...

Read moreDetails

Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

by Gading Ganesha
May 2, 2026
0
Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

JUMAT sore, bertepatan dengan Hari Buruh, 1 Mei, saya mampir ke Bichito sebuah kafe baru di Jalan Gajah Mada, Singaraja,...

Read moreDetails

Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

by I Nyoman Darma Putra
May 1, 2026
0
Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

PERINGATAN 100 tahun kelahiran sastrawan Bali modern I Made Sanggra diselenggarakan secara khidmat di kediamannya di Sukawati, bertepatan dengan hari...

Read moreDetails

Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

by Dede Putra Wiguna
April 28, 2026
0
Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

SUASANA di Main Atrium, Living World Denpasar tak seperti biasanya. Kala itu, nuansa nostalgia terasa begitu kuat saat Record Store...

Read moreDetails

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
0
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

Read moreDetails

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails
Next Post
Dari Wayang Ental, I Gusti Made Darma Putra Raih Gelar Doktor

Dari Wayang Ental, I Gusti Made Darma Putra Raih Gelar Doktor

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co