14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Putu Dian Ujiana, Kapal Pesiar, dan Komik Beluluk yang Ikonik

Son Lomri by Son Lomri
June 27, 2024
in Khas
Putu Dian Ujiana, Kapal Pesiar, dan Komik Beluluk yang Ikonik

Animasi karya Putu Dian Ujiana | Foto: SIngaraja Menonton

SEBELUM dikenal banyak orang, sebelum menjadi seorang komikus, Putu Dian Ujiana pernah bekerja di kapal pesiar tanpa orang-orang mengetahuinya. Di sana, laut yang luas adalah wahana pertemuannya dengan sistem kerja yang sibuk. Birokrat benar-benar telah memenjarakannya sejak pelayaran pertama tahun 2009 silam.

Namun, sejak kecil, jiwa seninya, jiwa bebas itu, menggedor-gedor tubuhnya di kemudian hari tak henti-henti. Hingga di tahun ke dua, 2010, seperti dendam, laman Fesbuk miliknya benar-benar dipenuhi dengan karikatur komik karyanya yang ciamik.

Sekembalinya menggambar “komik” setelah sekian tahun dalam kungkungan tuntutan pekerjaan, Tahun 2011, lelaki yang biasa disapa Bli Dian itu akhirnya memilih hengkang dari perusahaan tempatnya bekerja dan memilih hidup menjadi seorang komikus sampai sekarang.

“Saya senang menggambar komik, bahkan sejak SD. Astungkara, akitivitas saya ini ternyata membawa perolehan yang sangat baik kepada diri sendiri. Dan ternyata, menggambar komik inilah yang justru menyelamatkan hidup saya setelah nggak lagi bekerja di kapal pesiar,” ucap Putu Dian Ujiana, komikus komik Beluluk.

Putu Dian Ujiana dalam acara “Pemutaran Film dan Diskusi Budaya”

Terhitung tiga tahun komikus asal Buleleng itu melalap peruntungan hidup di kapal pesiar. Tapi seni, telah ada di dalam dirinya sejak kecil. Dan barangkali, komik Beluluk telah membuktikan, membebaskan jiwa penciptanya dari penindasan yang tak kasat—“sistem kerja”. Menggambar komik, katanya, “berarti mentertawakan hidup! Membebaskan diri!”

Terlepas dari semua itu, menjadi seorang animator di film animasi (kartun) adalah pengalaman terbaru baginya. Film kartun pertamanya berjudul “Yap Leng”  itu, telah diputar dan didiskusikan di Kedai DeKakiang dalam acara “Pemutaran Film dan Diskusi Budaya” yang diselenggarakan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XV dan Singaraja Menonton, Jumat (21/6/2024) malam.

Film kartun pendek tersebut mendapat respon baik, mendapat perhatian lebih—melalui saran dan kritik dari penonton setelah pemuteran selesai.

“Bagi saya, ini adalah pengalaman baru. Karena saya sendiri kan, aktifitasnya lebih banyak membuat komik daripada membuat animasi (film). Jadi, bisa dikatakan, dari komik ke film animasi cukup susah. Dan masukan saran dan kritik saat diskusi tadi sangat membantu saya pada proses saya ke depannya,” kata Dian menanggapi.

Tokoh Beluluk dan beberapa karkter lain seperti Yap dan Leng dalam Komik Beluluk yang kemudian dialihwahakan ke film animasi, memang memiliki karakter kuat. Memiliki peran penting satu sama lain dalam membangun cerita.

Sehingga mudah terpacak diingatan para pembacanya karena pembawaan karakternya yang kocak dan gokil, serta sederhana. Sejak diciptakan pada tahun 2017, Komik Beluluk telah berhasil menemui pembacanya yang setia di Bali maupun di luar Bali.

Dian dan Komik Beluluk Ciptaannya

Satire “kritik sosial” dibawakan oleh karakter Beluluk dengan sangat humor itu, diterima semua kalangan; anak-anak hingga dewasa. Tanpa harus memprovokasi untuk disukai, kehadiran Beluluk benar-benar membawa perspektif lain kepada pembacanya agar—terutama menanggapi sebuah persoalan penting dan genting yang ada di masayarakat—untuk tetap menjadi sesosok yang cermat dan kalem sebagai bagian dari masyarakat. Bukan pemarah atau mudah terbawa arus wacana, yang mudah diadu domba. Terutama dalam isu politik.

“Jadi dengan adanya komik semacam ini (humor), masyarakat itu tidak terlalu tegang. Mencairkan suasana dan tentunya, ada hal yang menjadi pertimbangan bahwa menanggapi sesuatu itu tidak mesti gawat, tetapi mesti cermat. Dan terlebih, komik ini sebagai bahan hiburan aja dan tentunya mengedukasi melalui kritik sosial,” jelas Dian.

Beluluk adalah plesetan dari Celuluk. Jika Celuluk dengan karakter seramnya yang menakutkan, Beluluk kebalikan dari Celuluk, yaitu lucu dan menggemaskan.

“Beluluk itu sebenaranya terinspirasi dari Celuluk. Namun saya plesetkan, dan mengganti karakternya yang seram itu menjadi karakter atau sesosok yang humor, jadilah Beluluk ini. Biasanya saya muat di laman Instagram, Fesbuk, dan beberapa sudah saya bukukan, kemudian dimuat di koran, dan terakhir ini dibuatkan film animasinya,” ujar Dian.

Dian benar-benar telah memperkirakan sangat matang tentang tokoh Beluluk seperti apa. Bagaimana Beluluk menjadi karakter yang berbeda dari Celuluk aslinya itu—tentu tidak mudah dibuatnya.

Tetapi justru Komik Beluluk yang ia ciptakan seperti sebuah cerita yang hidup. Artinya ia berhasil sebagai komikus lokal, yang membawa isu lokal dengan bahasa lokal Bali. Nyaris setiap hari atau beberapa hari sekali Komik Beluluk hadir dengan isi (konten) berbeda tetapi dengan tokoh dan karakter yang sama di laman Instagram @Beluluk.

Kardian Narayana dan Putu Dian Ujiana dalam acara “Pemutaran Film dan Diskusi Budaya”

Sebagai seorang komikus yang mencoret sejak 2010, ia memiliki reputasi sangat baik hingga sekarang. Dan sikapnya yang rendah hati, orang-orang merasakan kehadirannya sebagai sesosok yang bijaksana dan sangat ditunggu setiap karyanya di media sosial.

“Saya suka Komik Bli Dian itu sudah sejak 2015 (sebelum adanya Beluluk). Dan suka secara lebih dekat itu ketika karakter Beluluk yang sekarang ini. Karena kritik sosialnya itu dibawakan secara humor dan konsisten, dan itu memang dibawakan oleh Bli Dian sudah sedari dulu. Konsistensi beliau menggambar komik satir dan humor itu sudah sedari duluK” ucap Diana Putra, penikmat Komik Beluluk asal Buleleng.

Tak hanya orang dewasa yang mengidolakan Komik Beluluk, tetapi juga anak-anak. Ia dikenal cukup luas pula oleh sebagian besar anak-anak di setiap sekolah, dan nyaris semua tahu tentang Beluluk. Tokoh Beluluk yang ia ciptakan itu pun akhirnya mengantarkan dirinya ke meja pembahasan dan obrolan terkait kerja-kerja kreatif sebagai seniman.

Pada tahun 2022 lalu, tepatnya di bulan September, lelaki berumur 36 tahun ini berhasil menggelar pameran tunggal selama dua minggu. Sebanyak 20 karya komik, patung (ikonik), dan karya instalasi topeng ia pamerkan ke publik di Jl. Imam Bonjol Gang Rahayu nomor 16A, Denpasar, Bali.

Di acara itu, Dian berkolaborasi dengan The Ambengan Tenten (TAT) dengan menggagas tema “Pakedek, Pakenyem, Pawisik”.

Hal itu dilakukan Dian karena merasa bahwa sangat perlu sebuah hiburan dan rasa optimis dalam menjalankan hidup setelah babak belur oleh covid-19. Sebagaimana yang kita tahu, bahwa di tahun itu juga, cukup renggang orang-orang beraktifitas setelah sebelumnya seperti dipenjara di dalam rumah.

“Pawisik ini memiliki makna, seperti bisikan atau ajakan dari teman-teman, support dari keluarga, bahwa ada vibrasi positif untuk kembali membangun gairah baru lagi setelah masa-masa pandemi,” ucap optimis Dian, seperti dinukil dari Baliprawara.com pada (25/06).

Di tahun ini, di bulan Desember, katanya, Beluluk akan hadir dalam bentuk permainan atau game. Bisa diakses oleh semua kalangan melalui ponsel. Game yang memuat permainan tradisional itu sedang diproses untuk selesai di akhir tahun ini.[T]

Reporter: Sonhaji Abdullah
Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Jaswanto

Berkah Hari Raya Idul Adha, Gede Sedia, Lelaki 70 Tahun Itu Jajakan Koran Bekas dengan Suka Cita
Nenek Kaiyah, Kini 73 Tahun, Kerja Naik Pohon Sejak Usia 15 Tahun
Puji Hartono, Menggantung Hidup kepada Sadel Motor
Tags: animasikartunKomik Beluluk
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Hadiah Kematian dalam Perayaan Hidup

Next Post

“Alia Tahu Semua Dosa Laki-Laki” Karya Yuni Lestari akan Dibedah di Jatijagat Kehidupan Puisi

Son Lomri

Son Lomri

Kontributor tatkala.co

Related Posts

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

by Emi Suy
May 11, 2026
0
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

Read moreDetails

Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
0
Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

LAMPU-lampu ruangan mendadak padam. Suasana di ballroom yang sedari awal riuh perlahan berubah sunyi. Ratusan pasang mata menoleh ke belakang...

Read moreDetails

Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

by Gading Ganesha
May 2, 2026
0
Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

JUMAT sore, bertepatan dengan Hari Buruh, 1 Mei, saya mampir ke Bichito sebuah kafe baru di Jalan Gajah Mada, Singaraja,...

Read moreDetails

Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

by I Nyoman Darma Putra
May 1, 2026
0
Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

PERINGATAN 100 tahun kelahiran sastrawan Bali modern I Made Sanggra diselenggarakan secara khidmat di kediamannya di Sukawati, bertepatan dengan hari...

Read moreDetails

Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

by Dede Putra Wiguna
April 28, 2026
0
Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

SUASANA di Main Atrium, Living World Denpasar tak seperti biasanya. Kala itu, nuansa nostalgia terasa begitu kuat saat Record Store...

Read moreDetails

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
0
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

Read moreDetails

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails
Next Post
“Alia Tahu Semua Dosa Laki-Laki” Karya Yuni Lestari akan Dibedah di Jatijagat Kehidupan Puisi

“Alia Tahu Semua Dosa Laki-Laki” Karya Yuni Lestari akan Dibedah di Jatijagat Kehidupan Puisi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co