12 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dimas, Calon Jemaah Haji Termuda dari Bali:  Ia Gantikan Ayahnya yang Meninggal Sebelum Jadwal Keberangkatan

Yudi Setiawan by Yudi Setiawan
May 25, 2024
in Khas
Dimas, Calon Jemaah Haji Termuda dari Bali:  Ia Gantikan Ayahnya yang Meninggal Sebelum Jadwal Keberangkatan

Dimas (kanan) dan ibunya. Foto : Yudi Setiawan

DI sebelah Utara Masjid At-Taqwa, Kelurahan Kampung Bugis, Buleleng, Bali, angin laut berembus dengan pelan. Di dalam gang kecil itu, tiga orang anak kecil sedang asik bermain engklek dengan riang gembira. Sedang, di dua rumah terakhir sebelum bibir pantai, tampak penghuni rumah sedang merapikan karpet-karpet yang baru saja ditinggalkan tamu-tamunya.

Rumah tersebut milik Zaenab Zainudin. Perempuan pensiunan guru sekolah dasar itu mengaku rumahnya akhir-akhir ini memang sering kedatangan tamu.

“Akhir-akhir ini banyak yang silaturahmi ke rumah, kadang saudara, kadang juga tetangga di kampung sini,” ujarnya memulai pembicaraan. Jum’at, 24 Mei, 2024.

Benar, kedatangan orang-orang itu lantaran Zaenab bersama anaknya akan menunaikan ibadah haji tahun ini. Yang menarik perhatian, anaknya itu menjadi calon jamaah haji termuda dari Bali. Anaknya itu bernama Dimas Adi Sudarmono, biasa disapa dengan nama Dimas.

Zaenab menjelaskan, keberangkatan Dimas, putranya itu, menjadi calon jemaah haji termuda dari Bali karena menggantikan mendiang suaminya yang telah meninggal dunia dua tahun lalu.

“Saya dan ayahnya Dimas sudah mendaftar haji sejak April tahun 2013, dan rencananya kuota keberangkatan kami itu di tahun 2025,” ujar perempuan berusia 61 tahun itu. “Karena ada penambahan jumlah kuota calon jamaah haji untuk tahun 2024, akhirnya jadwal keberangkatan haji dimajukan di tahun 2024 ini,” tambahnya

Ya, di Indonesia, untuk calon jemaah haji memang harus menunggu hingga bertahun-tahun untuk mendapatkan kuota keberangkatan ke tanah suci tersebut. Seperti Zaenab misalnya, harus menunggu sebelas tahun

Namun sayang, dengan rasa sesak yang tertahan, ia menceritakan bahwa suaminya meninggal dunia dua tahun lalu sebelum mendapatkan jadwal keberangkatan hajinya. “Karena ayahnya Dimas meninggal, jadinya Dimas yang menggantikan ayahnya untuk berangkat haji.

Dimas, pemuda kelahiran 26 Desember 2005 itu, ternyata tidak mengetahui jika kedua orang tuanya telah mendaftar haji sejak tahun 2013. Ia mengaku baru mengetahui kedua orang tuanya mendaftar haji pada Februari awal tahun 2024.

“Ya kaget awalnya, sama sekali tidak pernah diceritakan kalau orang tua sudah mendaftar haji,” ujarnya dengan malu-malu.

Dimas pada awalnya menolak ketika diminta untuk menggantikan ayahnya berangkat haji bersama ibunya. Alasannya, ia merasa malu untuk menyandang gelar haji pada  umurnya yang masih 18 tahun.

“Awalnya nolak. Karena malu. Masak masih muda sudah dipanggil haji,” ujar pemuda berbaju koko itu.

Namun, karena tidak ada pilihan lain, akhirnya ia mengiyakan tawaran tersebut. Meski pada awalnya ia menolak karena rasa malu, kini, ia merasa yakin dan bertekad untuk menjadi calon Jemaah haji termuda dari Bali.

“Setelah dipikir-pikir, akhirnya saya mengiyakan ajakan itu. Kasian Ibu sudah tua kalau tidak ada pendamping, toh ke tanah suci juga keinginan semua umat muslim, kan?” jelasnya.

Dimas tahu bahwa di Makkah, jamaah haji tidak hanya datang dari Indonesia saja. Dan sebagai anak laki-laki dengan fisik yang masih bugar, ketika nanti sudah berada di Makkah, Arab Saudi, ia akan sepenuh hati untuk mendampingi ibunya. “Takut Ibu nyasar sebenarnya, jadinya saya di sana selain beribadah, juga fokus mendampingi ibu,” terangnya.

Ketika ditanya mengenai persiapannya sebelum berangkat menunaikan ibadah haji, Dimas, sekali lagi, mengaku bahwa sebenarnya rasa malu tersebut belum benar-benar hilang. Ia masih memiliki rasa ketakutan jika harus menyandang gelar haji di usia muda.

“Saya kan suka pelihara ayam, takutnya nanti kalau sudah menjadi haji dan masih suka bermain ayam, orang-orang ngiranya saya mau adu ayam,” ujarnya sembari tertawa.

Ditambah lagi, ia mengaku banyak teman-temannya yang sudah memanggilnya haji. “Pak Haji, Pak Haji,” begitu katanya mengutip teman-temannya yang membercandainya.

Benar. Di Indonesia, gelar haji bukan semata-mata sebagai penanda bahwa orang tersebut sudah pernah menunaikan ibadah haji di Makkah saja. Melainkan, ada sebuah anggapan bahwa orang yang telah berhaji haruslah memiliki perilaku yang baik, dan dapat menjadi contoh yang baik pula di tengah-tengah masyarakat.

Sehingga, hal itulah yang membuat Dimas merasa memiliki beban jika harus menyandang gelar haji di usia muda. Tetapi, ia mengaku, ketika sepulang dari tanah suci Makkah, akan berupaya menjadi pribadi yang lebih baik agar menjadi haji yang mabrur.

Meski ke tanah suci Makkah untuk menunaikan ibadah haji adalah cita-cita seluruh umat muslim, Dimas merasa bingung antara harus merasa senang atau merasa sedih. Mengingat bahwa yang seharusnya berangkat menunaikan ibadah haji adalah kedua orang tuanya.

Dari sorot matanya Dimas seperti menyimpan rasa sedih yang mendalam. Terlebih ketika dia berkata, “Seharusnya ayah yang berangkat, tapi ayah sekarang sudah tidak ada.”.

Kalimat itu terucap dengan suara yang bergetar barangkali karena perasaan yang begitu hebat dari dalam hatinya.

Sehingga, ia mengaku telah menyimpan doa dan harapan yang akan ia panjatkan ketika sedang berada di hadapan Ka’bah nantinya. Benar, umat muslim meyakini bahwa berdoa di hadapan kiblat dari seluruh umat muslim di penjuru dunia tersebut sangatlah mustajab. Atau dengan kata lain cepat terkabul.

“Saya nanti di sana mau berdoa memohon kesembuhan Ibu supaya bisa berjalan normal lagi,” katanya. Sesaat setelah memberi jeda, ia menambahkan “Karena orang tua tinggal ibu saja, saya berharap ibu supaya cepat pulih agar bisa bareng Dimas terus sampai Dimas sukses nanti,” tambahnya sembari megusap pelan kedua bola matanya.

Dimas sedang merapikan perlengkapan hajinya. Foto : Bayu

Selain mendoakan kesembuhan ibunya, Dimas mengaku juga mendapatkan banyak titipan doa dari teman-temannya. Ia mengaku, titipan doa teman-temannya itu bermacam-macam. Dari yang serius sampai yang tidak serius pula.

“Teman-teman saya juga titip doa. Ada yang minta didoakan supaya sukses, supaya sehat terus, ada juga sampai yang meminta didoakan agar cepat mendapatkan jodoh,” jelasnya.

Padahal, ia mengaku, untuk mendoakan teman agar cepat mendapatkan jodoh sangatlah berat baginya. “Sebelum mendoakan teman saya supaya cepat mendapat jodoh, tentu saja saya duluan yang berdoa supaya dipertemukan dengan jodoh saya, kan saya juga belum ada jodoh,” tambahnya sembari tertawa.

Selain mendoakan kesembuhan ibunya dan teman-temannya, Dimas juga berdoa agar keberangkatanya menunaikan ibadah haji berjalan lancar. Sebab, ia memiliki rasa kekhawatiran ketika nanti sedang berada di atas pesawat.

“Sebenarnya takut naik pesawat, apalagi ini pertama kalinya saya naik pesawat,” jelasnya.

Meski begitu, Dimas mencoba menguatkan rasa ketakutannya itu dengan keyakinan jika kelak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, hal itu sudah menjadi takdirnya.

“Ya kalau terjadi gimana-gimana, matinya kan syahid,” terangnya.

Nemun, dengan cepat ibunya menambahkan,” Ya semoga tidaklah. Berangkat selamat, pulangpun selamat,” tambahnya.

Dimas dan Ibunya akan berangkat ke Makkah bersama 727 calon Jemaah haji lainnya dari Provinsi Bali. Dengan jumlah tersebut, Dimas tercatat sebagai calon jamaah haji termuda dari Bali dengan usia 18 tahun 4 bulan. [T]

Wajah Desa (Muslim) Pegayaman Saat Bulan Ramadan (1)
Wajah Desa (Muslim) Pegayaman Saat Bulan Ramadan (2)
Obituari Ustadz Mar’i Aly Baslom | Ustadz yang Ramah dan Dicintai Warga Muslim Singaraja
Keindahan Lain di Nusa Penida: Toya Pakeh, Satu Desa Penduduknya Muslim
Menikmati Kehangatan Akulturasi Budaya di Desa Pegayaman Bersama Mahasiswa Norwegia
Tags: hajiibadah hajiMuslimmuslim balimuslim buleleng
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

SEBARIS DOA | Catatan Harian Sugi Lanus

Next Post

Puisi-puisi Angga Wijaya | Di Canggu, Sajak-Sajak ini Untukmu

Yudi Setiawan

Yudi Setiawan

Penulis tinggal di Singaraja

Related Posts

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
0
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi Angga Wijaya | Di Canggu, Sajak-Sajak ini Untukmu

Puisi-puisi Angga Wijaya | Di Canggu, Sajak-Sajak ini Untukmu

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin
Esai

Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin

KEPEMIMPINAN sejati bukan sekadar kemampuan memerintah, melainkan kesanggupan mengendalikan diri. Sebab, tantangan terbesar seorang pemimpin sering kali bukan datang dari...

by Raka Prama Putra
October 10, 2026
Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?
Ulas Rupa

Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?

KITA yang terlampau serius atau memang ongkos sebuah industri adalah kekakuan kreatifitas. Barangkali unek-unek semacam ini yang berputar-putar di kepalaku...

by Made Chandra
October 10, 2026
“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara
Esai

“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara

"De Liunan Lala-Lele!" Kalimat itu sering saya dengar sebagai orang Bali, terutama ketika maksud lawan bicara dianggap kurang jelas, berputar-putar,...

by Angga Wijaya
October 10, 2026
China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga
Esai

China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga

China yang Membuat Dunia Terpesona China hari ini sulit untuk tidak dikagumi. Dalam beberapa dekade, negeri itu berubah menjadi salah...

by Agung Sudarsa
October 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

“In Money We Trust”, Kembalikan Baliku Padaku

SIDANG pembaca yang budiman, akhir-akhir ini ramai dibicarakan orang, menyoal lontaran Arya Wedakarna (AWK). Di tengah polemik tentang pengalaman sejumlah...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 9, 2026
Sandyakalaning Demokrasi — Sekumpulan Esai Sosial dan Politik
Buku Tatkala

Sandyakalaning Demokrasi — Sekumpulan Esai Sosial dan Politik

Judul: Sandyakalaning Demokrasi - Sekumpulan Esai Sosial dan Politik Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Teddy Chrisprimanata Putra ISBN: Masih...

by Buku Tatkala
October 9, 2026
 “Kembalikan Kedua Orang Tuaku!” Begitu Seorang Anak Memohon Pada Film “Spirited Away” Karya Hayao Miyazaki
Ulas Film

 “Kembalikan Kedua Orang Tuaku!” Begitu Seorang Anak Memohon Pada Film “Spirited Away” Karya Hayao Miyazaki

SUDAH bertahun-tahun semenjak film ini lahir, saya tak pernah sekalipun menonton film-film Ghibli. Karena terhalang kendala biaya, juga karena saya...

by Wisnu Oktaditya
October 9, 2026
Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University
Persona

Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

APA yang terjadi ketika tradisi dipakai sebagai ruang dialog dan ruang untuk bertanya secara kritis? Pertanyaan semacam itu terasa penting...

by Wayan Jengki Sunarta
October 9, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Transformasi Kontrak Digital dan Masa Depan Notaris Indonesia…

SEMUA orang bicara kontrak/perjanjian digital. Apakah ini hanya tren teknologi, atau sudah menjadi realitas hukum? Perkembangan teknologi digitalisasi begitu pesatnya,...

by I Made Pria Dharsana
October 8, 2026
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya
Panggung

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Kita Semua Sehat, Sampai Tubuh Menuntut Tagihannya

KAPAN terakhir kali kita bertanya, "Gimana kabar mental gue hari ini?" Kita hafal jadwal servis motor. Kita ingat tanggal bayar...

by Tri Nugroho Adi
October 8, 2026
Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca
Esai

Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca

MEMBACA selama ini kerap diposisikan sebagai keterampilan reseptif dalam pembelajaran bahasa. Bersama menyimak, membaca dipahami sebagai keterampilan untuk menerima bahasa,...

by I Kadek Adhi Dwipayana
October 8, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co