24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Angga Wijaya | Di Canggu, Sajak-Sajak ini Untukmu

Angga Wijaya by Angga Wijaya
May 25, 2024
in Puisi
Puisi-puisi Angga Wijaya | Di Canggu, Sajak-Sajak ini Untukmu

Pengantar penyair: tahun-tahun belakangan, setiap hari saya melewati rute Denpasar-Badung untuk mengantar kekasih saya yang bekerja di Canggu, “kota” baru yang ramai dan semarak. Puisi-puisi berikut memotret apa yang saya lihat dan rasakan dalam perjalanan di atas sepeda motor; lalu lintas padat, langit senja, iklan anjing hilang, peluk erat kekasih dan cinta yang menyala di antara kami. Selamat menikmati dan mengapresiasi puisi-puisi ini. Terima Kasih.

Senja di Canggu

Langit yang memerah
Atau matahari pasrah

Ditelan malam kelam
Sisakan warna kelana

Berapa lama lagi sampai
Jalanan penuh kendaraan

Sehabis hujan semua cemas
Memaki hari yang kian keras

Senyummu menyambut aku
Bersama lidah menjulur lucu

Begitu cantik kau senja ini
Di Canggu menunggu gagu

Hari kasih sayang akan tiba
Hadiah apa yang akan kuberi

Selain cinta membara lama
Di api asmara tak padam jua

Cintakah ini jalan tak bernama
Bersama waktu merajut hasrat

O, tubuh yang terbakar cinta!
Merah bibirmu pagut bibirku

2019

Tibubeneng

Awan tenggara pergi berarak
Tutupi matahari tenggelam

Kita menunggu entah apa
Dua manusia dikutuk sepi

Kau lihat perempuan di jok
Memeluk erat kekasihnya

Seperti tak hendak berpisah
Walau kematian makin dekat

Tak tahu maut bisa datang
Pelukan keabadian hakiki

Jangan bicara kematian
Begitu kau menasihatiku

Aku hanya tersenyum pilu
Kupeluk kau di sudut rindu

2019

Instrumentalia

Di hotel ini, siapa yang pergi lebih dulu
Meninggalkan kenangan juga bayangan

Ketiadaan yang abadi. “Siapa kamu?”,
Seseorang bertanya padaku tiba-tiba

“Aku musafir di gersang padang kota ini
Pejalan sunyi yang terjebak kesunyian”

Dia hanya tersenyum seolah mengerti
Mungkin ia malaikat yang menyamar

Kulihat rambutnya panjang menjuntai
Menyentuh lantai berkilau matahari

Kami terdiam tak banyak bicara
Hanya suara hati tak henti terasa

“Di hotel ini angin lembut terasa.
Hujan sebentar lagi basahi bumi”

Malaikat itu pergi dalam sepi
Kini hanya aku duduk sendiri

2019

Biarkan Puisi Menggenang, Terngiang
Saat Kau Melihatku di Remang Petang

Tak ada di peta mana pun, datanglah ke diriku: di situ
kau temukan palung dalam masa lalu, duka air mata
kering oleh derita hidup penuh misteri di mata sendu

Hidupku adalah puisi. Kau beli di toko online dengan
harga diskon, ilusi besar penyair kerap lapar dan haus,
di kamar penuh coretan kertas dan buku kusam:
waktu seperti mati di sini.

Kopi mengering di gelas, rokok tergeletak di lantai
putih, sesekali batuk terdengar: beban di dada dan
mata menyala oleh imaji, delusi membuat aku terjaga
hingga dini hari menjelang.

Kekasih belum pulang, kukenang suara merdu telepon
siang hari, kabarkan rindu dan semangat bersama
cinta bebal yang kekal, pelabuhan akhir bagi setiap
pecinta sejati.

Petang segera tiba, kita akan berjumpa di tepi jalan
padat oleh kendaraan melaju lambat, kerinduan pada
wajah bocah menyambut mesra di beranda kenangan
belum datang.

Kenang ini, saat kau melihatku di layar ponsel pintar,
bersama kucing kesayangan kau pungut di jalan tiap
hari kita lalui: kenangan petang terngiang di batin
puisi, remang bahagia hati!

2019

Lampu Merah Terlama di Kota

Menuju entah, aku pergi kemana motorku
melaju. Tak ada kompas, hanya intuisi
sebagai penunjuk jalan di kota yang ramai

Berhenti di persimpangan saat lampu
menyala merah, begitu lama bagai waktu
tunggu saat berobat di rumah sakit jiwa

Mataku tertuju pada pemulung sedang
makan di depan toko yang belum buka.
Ia begitu menikmati nasi di bising jalanan

Jendela kaca toko sepatu sisakan mimpi
bagi pemulung itu. Terbayang betapa
senang anaknya jika punya sepatu baru

Di depanku perempuan memeluk lelaki
yang memboncengnya, seakan berkata
mereka pasangan bahagia tanpa air mata

Lampu masih saja berwarna merah,
seperti mataku yang memerah sebab
kurang tidur di malam penuh halusinasi

Perjalanan ini seperti mengajariku kesabaran
Meditasi di tengah hiruk-pikuk kendaraan,
tak sabar tiba di tujuan entah untuk apa.

2020

Anjing Kami Belum Pulang

Dia sudah jadi bagian keluarga kami
Anjing jenis mini pom warna cokelat

Hilang sejak seminggu lalu di rumah
Sudah sepuluh tahun kami pelihara

Dia sudah tua, ada tato di telinga
kanannya. Bulu sangat pendek dan

tumbuh tidak rata. Ada bekas luka
di bagian pantat. Dulu kami rescue.

Banyak kenangan tentangnya di hati
Kami benar-benar sedih dia hilang

Bagi yang menemukan anjing kami
Harap menghubungi nomor di iklan

Hadiah akan kami siapkan untuk itu
Anakku menangis merindukan Kuki

Imbalan sebesar satu juta kami beri
Akan diberikan tanpa ada pertanyaan

2020

Di Canggu, Sajak ini Untukmu

Senja tampak berbeda, langit berwarna jingga,
seperti cinta kita, merekah di hati.

Aku menjemputmu. Kita pulang, bersama mimpi
terwujud. Derai daun bergoyang dicium angin,
bunyi-sunyi wujud misteri semesta.

Suara malam hening. Di beranda aku pandangi
langit. Bulan tertutup awan, kucing tertidur lelap.

Hati kita dipenuhi kasih. Memberi semangat,
jalani hidup dengan riang. Adakah kau rasakan itu,
kekasih? Kita pecinta sejati, di jalan penuh bahagia

Harapan datang, bersyukur atas waktu yang
tuhan selalu berikan pada kita yang pasrah,
berserah pada kehendak-Nya.

2020

  • BACA puisi-puisi lain di tatkala.co
Puisi-puisi Rusdy Ulu | Sihir Pagi
Puisi Raudal Tanjung Banua | Nyanyian Panjang Talang Sungai Parit
Puisi-puisi Sonhaji Abdullah | Ingatanku Kepada Kematian
Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dimas, Calon Jemaah Haji Termuda dari Bali:  Ia Gantikan Ayahnya yang Meninggal Sebelum Jadwal Keberangkatan

Next Post

Juni Widiantari, Gadis Pengawas Pemilu di Tigawasa: Kadang Susuri Jalan Rusak di Tengah Gelap Malam

Angga Wijaya

Angga Wijaya

Penulis dan jurnalis asal Jembrana, Bali. Aktif menulis esai kebudayaan dan kehidupan urban Bali di berbagai media. Ia juga dikenal sebagai penyair dan telah menulis belasan buku puisi serta buku kumpulan esai.

Related Posts

Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

by Chusmeru
September 27, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

Pagi September 1965 di Suatu Desa Suara derit terdengar dari pintu rumah kakek di suatu desa yang sejukAnak-anak mengajak bermain...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

Read moreDetails

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
0
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

by Salman Alade
September 6, 2026
0
Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

Memelihara Kesepian 1.letakkan kesepiandi tempat yang teduh. jauhkan dari suaraorang-orang yang terlalu bahagia. 2.beri makansetiap malam. sedikit kenangan.sedikit musik. jangan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

by Ni Putu Puspa Trisnawati
September 5, 2026
0
Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

Mother's Bakery Hari-hari terasa menghisap paracetamolPahitnya mengendap hingga ke ujung hatiBumi menyediakan sirup, namun maple pun sulit menyatukan yang retakIbu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

by Supali Kasim
August 30, 2026
0
Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

Air di Daun Talas seberapa waktu bertahanair di daun talas dapat menerimakenyataan demi kenyataan tarian anginlantai licin dan tetabuhan riuhtanpa...

Read moreDetails

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails
Next Post
Juni Widiantari, Gadis Pengawas Pemilu di Tigawasa: Kadang Susuri Jalan Rusak di Tengah Gelap Malam

Juni Widiantari, Gadis Pengawas Pemilu di Tigawasa: Kadang Susuri Jalan Rusak di Tengah Gelap Malam

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co