3 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Alit S.Rini | Mantra Disko dari Pub Dekat Kuburan

Alit S Rini by Alit S Rini
May 18, 2024
in Puisi
Puisi-puisi Alit S.Rini | Mantra Disko dari Pub Dekat Kuburan

Alit S Rini

MANTRA DISKO DARI PUB DEKAT KUBURAN

Apa ada yang peduli
pada kesepian kuburan
Mimpi bangkit dari tubuh terbakar
dan debu hanyut di gelombang

Angin, gamelan hati menjelajah
Ruang samar di ombak yang ringkih
Berlidah tipis melipat sunyi

Kuburan dekat laut
Hanya berjarak beberapa langkah
Sisa api meledakkan ruang kosong
pada bambu pengusung lembu
Lembu kayu hitam tunggangan identitas

Hati yang gosong
Menganga rongga rindu
Ke manakah kini mencari naungan
Ketika bara hati panas tak terperi

Senja nuju malam
Sandya kala
Lampu pub menyala
Musik instrumental
Lagu-lagu blues, jazz bergantian
Menggelitik empati pada irama

Beringin rambu-rambu pejalan
Bisa sewaktu-waktu lenyap di tikungan
menjadi cahaya bulan
Digelayuti kelebatan lalu-lalang
yang sulit diamati wujudnya

Di pagar pandan berduri
terantuk langkah jika memasuki
wilayah samar yang dijaga
seribu aksara hidup

Kepala-kepala perempuan
berbunga emas
Berhias gantungan mitos calonarang
di ruang berserak sesaji
Bangkit dari tempat ritual
Ngeloyor ke deretan warung-warung

Para pemancing angin khusuk
mendayung angan
Menelentangkan tubuh
Bergelut tak berjarak
dengan gamelan gemuruh dari ombak

Hutan lamunan tersengat
cahaya lampu neon
Angin malam yang merobohkan keramaian
sejak menjelang malam
Tanpa bintang
Tanpa bulan
Lamat-lamat dari pub
tom jones mengalun
jack daniels mengkudeta kesadaran

Di mana horornya kuburan?
Beringin dan kawanan kegelapan
Bersisian dengan kerlip lampu disko
Dan lantai dansa bergetar
oleh hentak kaki pelarian sepi

Senantiasa ada sepi
Sepi tak mati-mati

6mei2024

UPACARA ABSURD

Ini putaran ke berapa
dalam gerakan memutar
Menyadari energi langit dan bumi
didalam diri
Minta dibukakan pintu
Pintu pengantar perjalanan
Pintu tuntas keberangkatan

Payung-payung terikat pada tiang
penyangga langit- langit
Semua putih, semua sama
Putih
Tak ada warna
Warna-warna telah jadi jalinan temali
Belenggu identitas

Yang telah mengabu
Terkubur meski tak tuntas
Jangan kembalikan menabur kelam
Disucikan dalam permandian api
Api pembakar

Identitas tak penting lagi
Hanya debu energi
Mengawang, mengembara di udara lepas
Sampai saat tiba
Melayani gravitasi, atau
Tak kembali sama sekali

Ke hulu
Sesudah ke muara
Meninggalkan turunan
Meniti pendakian
Lebih ringan dari saat kelahiran
memanggul identitas

Kita hanya kisah-kisah dalam peristiwa
Dalam balutan kemeriahan upacara
Sekaligus sunyi hati
Yang serba majemuk untuk dipahami
Mendengar percakapan absurd
Cenayang pemanggil arwah
Sebagian saja bisa dipercaya
Selebihnya manipulasi romantisme
Kecengengan
dan gelisah jiwa yang parah

Dan sunyi memetakan semua
Hitam karma
Dibakar api upacara
Mengabu
Menuju putih
Meski tak paham
Sepanjang apa perjalanan selanjutnya
Keyakinan hanya ada di ruang imaji
para pengharap

Upacara-upacara
Tulus makin tulus
Kisah tak berhenti di peristiwa bumi

9aprl2024

PEREMPUAN HALIMUN

Perempuan bertubuh wangi
Bertaut serapat batas tipis
alam nyata alam maya

Cantiknya dalam halusinasi
Semerbak tubuhnya menguasai
alam sadar yang luluh
Merayu
Mendayu

Di kesepian pekat
Angin meraung-raung
Kelam bersarang
Kelebatan makhluk berloncatan
Menghindari terang
Pancaran cahaya sukma
membuatnya lumpuh

Melumpuhkan hasrat untuk terjaga
Terbebas dari halimun
Merasa terjebak
Mendobrak penghalang

Tersesat
Percakapan-percakapan
Dalam kuasa sepi
Lawan bicara tak kasat mata
Di bilik berlentera
Semua halimun

Terang
Teranglah sukma
Selalu
Dihidupkan sujud

Menyalalah jiwa
Mengawal pelarian
Nuju kesadaran

Di jalur tak terbaca
Penguasa kegelapan menghadang
sekelam pikiran
Muncul dari selangkangan pohon
dengan borok sekujur tubuh
Angin dan seluruh penghuni rimba
kena sirep
Anyir menguar, hening membekap

Berlari
Tersungkur di batas gelap terang
Terjaga di rimba mahapekat

Ini belum ujung yang dituju
Belum puncak pendakian
Di jalur berkabut tipis
embun memberi dingin
Menyusul matahari terang
Terang di hati

17april2024

KERAJAAN MALAM

Dan tikungan demi tikungan
Lintasan demi lintasan
Melingkar, selalu kembali ke asal
Tanpa penanda cahaya
Mengintai serpihan kesadaran
dalam kontaminasi pikiran
Kabut semakin bersiasat
dengan rasa kalut

Saat pekat menyungkup
Siapa menyapa dari hamparan kabut?
Saat kabut terbuka
Ia menyusup ke dalam rasa ragu

Memanggul beban
Kerangka dari belulang mengering
Terseok di angin dan tanah basah
Di manakah perhentiannya
Menyelinap di pintu kabut
yang terbuka menutu sekedipan mata

Mencari puncak menyusuri jalur
Berputar-putar
Disekap mendung
Malam mengelam
menyembunyikan bulan bintang
Penerang dalam sukma pun
padam oleh rasa gentar

Punggungan jalur menganga
Sesayup angin seperti panggilan lirih
merayu seperti cinta mengalun
lewat elusan tanpa wujud
Tawa melengking meramaikan malam
mengejutkan kesadaran yang goyah

Di suatu persinggahan
Obrolan riuh tak jelas makna
Rayuan-rayuan
Juga penampakan jelita
Bermunculan dari kerajaan malam

2maret2024

MEDITASI LAUT

Lupakan warna
air, juga aneka ikan. Lupakan
karang-karang. Lupakan kanal- kanal,
palung palung

Di permukaan
Gelombang menghambur
setinggi keangkuhan
dengan debur garang
Memuja diri, riaknya, soraknya
mengganggu pemuja keheningan
Makin di luar makin liar, makin ke dalam makin tenang
Tak mengganggu konvoi perahu
Menunggu berlabuh dari rantau jauh

Kita ikan, atau
tak menjadi apa-apa
juga tak penting
Sebuah perahu hanya berputar-putar
seolah- olah berangkat
Perahu masa lalu tanpa muatan kosong.
Hanya pelampung
Mesin mati. Angin mati.
Riak- riak nyinyir.
Karang di dasar
menghujat ombak yang
selalu birahi

Debu kiriman pembakaran
upacara kematian
Bunga warna-warni, harumnya tak menghapus aroma hangus
Jiwa menggelandang memasuki gapura gaib yang terbuka di pesisir riuh
Mencari. Tak bertemu
Bertemu yang tak dicari
Muncul dari dasar samudera hati

Di wajah murung peradaban
biduk cinta pecah
Di wajah murung perasaan
cinta menyimpan jangkar
masa lalu untuk berangkat
Dan tiba tak jelas
Pulang atau pergi
Tak tercatat waktu
Sesat pun
adalah peta kedatangan
Merasa sampai
Mudah menggiurkan

Laut menjadi luka
Airnya air mata
Menerima segala muara pikiran
yang menganak sungai
dengan kekeruhan tak terukur

Kini
aku laut
Yang nampak geloranya
Kesunyian di dalam
Kuceritakan kepada siapa saja
Kecuali kesendirian puisi
yang sejak awal memahami

Mengeja keluasan dan kedalaman
Garis demarkasi lenyap
Aku larut
dalam gairah yang jauh
dari cahaya mata cemerlang
Mata yang mengilhami waktu
Yang kelak memelukku
Kini memelukmu

Aku laut
Gelora dan ketenangannya
Begitu sulit menutup ingatan
Tanpa gejolak gelombang

4aprl2024

  • BACA PUISI-PUISI tatkala.co YANG LAIN
Puisi Raudal Tanjung Banua | Nyanyian Panjang Talang Sungai Parit
Puisi-puisi GM Sukawidana | Di Atas Meja Pelukis Made Budhiana
Puisi-puisi Winar Ramelan | Nyepi Untuk Pulang ke Diri
Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Makna Komunikasi dalam Makanan Tradisional

Next Post

Isaac Mengerti, Mereka Perempuan Tanpa Rahim dan Air Susu | Cerpen Krisnaldo Triguswinri

Alit S Rini

Alit S Rini

Penyair, tinggal di Denpasar

Related Posts

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

by Chusmeru
June 20, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Sajak Purnatugas

Yang Tua yang Tak Mau Purna Segara punya pantai sebagai batas gelombangSungai punya sempadan untuk batas aliranTetapi tidak bagi yang...

Read moreDetails

Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

by Putu Intan Juliantika
June 14, 2026
0
Puisi-puisi Putu Intan Juliantika | Lintang Perahu Pegat

LINTANG PERAHU PEGAT Dari perut bundaPertama kalinya aku hidupDari perut bundaPertama kali aku dipeluknya Tak ingat apa yang terjadi sebelumnyaTak...

Read moreDetails

Puisi-puisi IRZI | Jazz Buat Para Puan

by IRZI
June 13, 2026
0
Puisi-puisi IRZI | Jazz Buat Para Puan

JESS BUAT PRANITA DEWI Meong-meong alih je bikule—suara itu melintas dari pelataran purake satelit, kabel bawah laut, ruang transit;atma mengikutinya...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | sore di gerbang tim.

by Selendang Sulaiman
June 7, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | sore di gerbang tim.

sore di gerbang tim. jam tiga sore, matahari pucat di belakang mendung,angin kencang menyapu sisa pohonan di cikini.aku duduk di...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Angga Wijaya | Doa untuk Tetangga

by Angga Wijaya
June 6, 2026
0
Puisi-Puisi Angga Wijaya | Doa untuk Tetangga

DOA UNTUK TETANGGA Di beranda kos, aku kerap duduk sendiri. Dalam hatimengucap doa. Aku berdoa, semoga semua tetanggadiberi rezeki yang...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ama Gaspar

by Ama Gaspar
June 5, 2026
0
Puisi-puisi Ama Gaspar

Sajak Tentang Air IDari perut bumi, riwayat meambat di selasar masa;menjelma buih, pecik, riak, arus, dan air. Dari kulit tanah,...

Read moreDetails
Next Post
Isaac Mengerti, Mereka Perempuan Tanpa Rahim dan Air Susu | Cerpen Krisnaldo Triguswinri

Isaac Mengerti, Mereka Perempuan Tanpa Rahim dan Air Susu | Cerpen Krisnaldo Triguswinri

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co