23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Alit S.Rini | Mantra Disko dari Pub Dekat Kuburan

Alit S Rini by Alit S Rini
May 18, 2024
in Puisi
Puisi-puisi Alit S.Rini | Mantra Disko dari Pub Dekat Kuburan

Alit S Rini

MANTRA DISKO DARI PUB DEKAT KUBURAN

Apa ada yang peduli
pada kesepian kuburan
Mimpi bangkit dari tubuh terbakar
dan debu hanyut di gelombang

Angin, gamelan hati menjelajah
Ruang samar di ombak yang ringkih
Berlidah tipis melipat sunyi

Kuburan dekat laut
Hanya berjarak beberapa langkah
Sisa api meledakkan ruang kosong
pada bambu pengusung lembu
Lembu kayu hitam tunggangan identitas

Hati yang gosong
Menganga rongga rindu
Ke manakah kini mencari naungan
Ketika bara hati panas tak terperi

Senja nuju malam
Sandya kala
Lampu pub menyala
Musik instrumental
Lagu-lagu blues, jazz bergantian
Menggelitik empati pada irama

Beringin rambu-rambu pejalan
Bisa sewaktu-waktu lenyap di tikungan
menjadi cahaya bulan
Digelayuti kelebatan lalu-lalang
yang sulit diamati wujudnya

Di pagar pandan berduri
terantuk langkah jika memasuki
wilayah samar yang dijaga
seribu aksara hidup

Kepala-kepala perempuan
berbunga emas
Berhias gantungan mitos calonarang
di ruang berserak sesaji
Bangkit dari tempat ritual
Ngeloyor ke deretan warung-warung

Para pemancing angin khusuk
mendayung angan
Menelentangkan tubuh
Bergelut tak berjarak
dengan gamelan gemuruh dari ombak

Hutan lamunan tersengat
cahaya lampu neon
Angin malam yang merobohkan keramaian
sejak menjelang malam
Tanpa bintang
Tanpa bulan
Lamat-lamat dari pub
tom jones mengalun
jack daniels mengkudeta kesadaran

Di mana horornya kuburan?
Beringin dan kawanan kegelapan
Bersisian dengan kerlip lampu disko
Dan lantai dansa bergetar
oleh hentak kaki pelarian sepi

Senantiasa ada sepi
Sepi tak mati-mati

6mei2024

UPACARA ABSURD

Ini putaran ke berapa
dalam gerakan memutar
Menyadari energi langit dan bumi
didalam diri
Minta dibukakan pintu
Pintu pengantar perjalanan
Pintu tuntas keberangkatan

Payung-payung terikat pada tiang
penyangga langit- langit
Semua putih, semua sama
Putih
Tak ada warna
Warna-warna telah jadi jalinan temali
Belenggu identitas

Yang telah mengabu
Terkubur meski tak tuntas
Jangan kembalikan menabur kelam
Disucikan dalam permandian api
Api pembakar

Identitas tak penting lagi
Hanya debu energi
Mengawang, mengembara di udara lepas
Sampai saat tiba
Melayani gravitasi, atau
Tak kembali sama sekali

Ke hulu
Sesudah ke muara
Meninggalkan turunan
Meniti pendakian
Lebih ringan dari saat kelahiran
memanggul identitas

Kita hanya kisah-kisah dalam peristiwa
Dalam balutan kemeriahan upacara
Sekaligus sunyi hati
Yang serba majemuk untuk dipahami
Mendengar percakapan absurd
Cenayang pemanggil arwah
Sebagian saja bisa dipercaya
Selebihnya manipulasi romantisme
Kecengengan
dan gelisah jiwa yang parah

Dan sunyi memetakan semua
Hitam karma
Dibakar api upacara
Mengabu
Menuju putih
Meski tak paham
Sepanjang apa perjalanan selanjutnya
Keyakinan hanya ada di ruang imaji
para pengharap

Upacara-upacara
Tulus makin tulus
Kisah tak berhenti di peristiwa bumi

9aprl2024

PEREMPUAN HALIMUN

Perempuan bertubuh wangi
Bertaut serapat batas tipis
alam nyata alam maya

Cantiknya dalam halusinasi
Semerbak tubuhnya menguasai
alam sadar yang luluh
Merayu
Mendayu

Di kesepian pekat
Angin meraung-raung
Kelam bersarang
Kelebatan makhluk berloncatan
Menghindari terang
Pancaran cahaya sukma
membuatnya lumpuh

Melumpuhkan hasrat untuk terjaga
Terbebas dari halimun
Merasa terjebak
Mendobrak penghalang

Tersesat
Percakapan-percakapan
Dalam kuasa sepi
Lawan bicara tak kasat mata
Di bilik berlentera
Semua halimun

Terang
Teranglah sukma
Selalu
Dihidupkan sujud

Menyalalah jiwa
Mengawal pelarian
Nuju kesadaran

Di jalur tak terbaca
Penguasa kegelapan menghadang
sekelam pikiran
Muncul dari selangkangan pohon
dengan borok sekujur tubuh
Angin dan seluruh penghuni rimba
kena sirep
Anyir menguar, hening membekap

Berlari
Tersungkur di batas gelap terang
Terjaga di rimba mahapekat

Ini belum ujung yang dituju
Belum puncak pendakian
Di jalur berkabut tipis
embun memberi dingin
Menyusul matahari terang
Terang di hati

17april2024

KERAJAAN MALAM

Dan tikungan demi tikungan
Lintasan demi lintasan
Melingkar, selalu kembali ke asal
Tanpa penanda cahaya
Mengintai serpihan kesadaran
dalam kontaminasi pikiran
Kabut semakin bersiasat
dengan rasa kalut

Saat pekat menyungkup
Siapa menyapa dari hamparan kabut?
Saat kabut terbuka
Ia menyusup ke dalam rasa ragu

Memanggul beban
Kerangka dari belulang mengering
Terseok di angin dan tanah basah
Di manakah perhentiannya
Menyelinap di pintu kabut
yang terbuka menutu sekedipan mata

Mencari puncak menyusuri jalur
Berputar-putar
Disekap mendung
Malam mengelam
menyembunyikan bulan bintang
Penerang dalam sukma pun
padam oleh rasa gentar

Punggungan jalur menganga
Sesayup angin seperti panggilan lirih
merayu seperti cinta mengalun
lewat elusan tanpa wujud
Tawa melengking meramaikan malam
mengejutkan kesadaran yang goyah

Di suatu persinggahan
Obrolan riuh tak jelas makna
Rayuan-rayuan
Juga penampakan jelita
Bermunculan dari kerajaan malam

2maret2024

MEDITASI LAUT

Lupakan warna
air, juga aneka ikan. Lupakan
karang-karang. Lupakan kanal- kanal,
palung palung

Di permukaan
Gelombang menghambur
setinggi keangkuhan
dengan debur garang
Memuja diri, riaknya, soraknya
mengganggu pemuja keheningan
Makin di luar makin liar, makin ke dalam makin tenang
Tak mengganggu konvoi perahu
Menunggu berlabuh dari rantau jauh

Kita ikan, atau
tak menjadi apa-apa
juga tak penting
Sebuah perahu hanya berputar-putar
seolah- olah berangkat
Perahu masa lalu tanpa muatan kosong.
Hanya pelampung
Mesin mati. Angin mati.
Riak- riak nyinyir.
Karang di dasar
menghujat ombak yang
selalu birahi

Debu kiriman pembakaran
upacara kematian
Bunga warna-warni, harumnya tak menghapus aroma hangus
Jiwa menggelandang memasuki gapura gaib yang terbuka di pesisir riuh
Mencari. Tak bertemu
Bertemu yang tak dicari
Muncul dari dasar samudera hati

Di wajah murung peradaban
biduk cinta pecah
Di wajah murung perasaan
cinta menyimpan jangkar
masa lalu untuk berangkat
Dan tiba tak jelas
Pulang atau pergi
Tak tercatat waktu
Sesat pun
adalah peta kedatangan
Merasa sampai
Mudah menggiurkan

Laut menjadi luka
Airnya air mata
Menerima segala muara pikiran
yang menganak sungai
dengan kekeruhan tak terukur

Kini
aku laut
Yang nampak geloranya
Kesunyian di dalam
Kuceritakan kepada siapa saja
Kecuali kesendirian puisi
yang sejak awal memahami

Mengeja keluasan dan kedalaman
Garis demarkasi lenyap
Aku larut
dalam gairah yang jauh
dari cahaya mata cemerlang
Mata yang mengilhami waktu
Yang kelak memelukku
Kini memelukmu

Aku laut
Gelora dan ketenangannya
Begitu sulit menutup ingatan
Tanpa gejolak gelombang

4aprl2024

  • BACA PUISI-PUISI tatkala.co YANG LAIN
Puisi Raudal Tanjung Banua | Nyanyian Panjang Talang Sungai Parit
Puisi-puisi GM Sukawidana | Di Atas Meja Pelukis Made Budhiana
Puisi-puisi Winar Ramelan | Nyepi Untuk Pulang ke Diri
Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Makna Komunikasi dalam Makanan Tradisional

Next Post

Isaac Mengerti, Mereka Perempuan Tanpa Rahim dan Air Susu | Cerpen Krisnaldo Triguswinri

Alit S Rini

Alit S Rini

Penyair, tinggal di Denpasar

Related Posts

Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

by Chusmeru
September 27, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

Pagi September 1965 di Suatu Desa Suara derit terdengar dari pintu rumah kakek di suatu desa yang sejukAnak-anak mengajak bermain...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

Read moreDetails

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
0
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

by Salman Alade
September 6, 2026
0
Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

Memelihara Kesepian 1.letakkan kesepiandi tempat yang teduh. jauhkan dari suaraorang-orang yang terlalu bahagia. 2.beri makansetiap malam. sedikit kenangan.sedikit musik. jangan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

by Ni Putu Puspa Trisnawati
September 5, 2026
0
Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

Mother's Bakery Hari-hari terasa menghisap paracetamolPahitnya mengendap hingga ke ujung hatiBumi menyediakan sirup, namun maple pun sulit menyatukan yang retakIbu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

by Supali Kasim
August 30, 2026
0
Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

Air di Daun Talas seberapa waktu bertahanair di daun talas dapat menerimakenyataan demi kenyataan tarian anginlantai licin dan tetabuhan riuhtanpa...

Read moreDetails

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails
Next Post
Isaac Mengerti, Mereka Perempuan Tanpa Rahim dan Air Susu | Cerpen Krisnaldo Triguswinri

Isaac Mengerti, Mereka Perempuan Tanpa Rahim dan Air Susu | Cerpen Krisnaldo Triguswinri

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co