6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menanti Kamu di Kartika Masa | Prosa Meisa Wulandari

Ni Luh Meisa Wulandari by Ni Luh Meisa Wulandari
May 12, 2024
in Cerpen
Menanti Kamu di Kartika Masa | Prosa Meisa Wulandari

Ilustrasi tatkala.co

MATAKU masih terantuk pada beberapa judul lagu yang ringan, pada malam yang ranum berpendar cahaya bulan sekaligus sebal. Menghela kantuk yang tak berkesudahan juga hati yang penuh dengan kesepian. Sungguh ini coretan yang begitu absurd, seberapa dewasa manusia tidak akan terlepas juga dari sifat kanaknya.

Tiga tahun bukan waktu yang sebentar tuk menyusuri lengkung jalan dan bertualang sendirian, sembari berbenah diri dan menunggu waktu berpihak padamu. Seringkali langkahku terhenti di persimpangan melewati kerikil tajam penuh keraguan. Namun aku selalu percaya dan selalu kutanamkan pada benakku, jalan hanya ditemukan oleh mereka yang mau berjalan.

Tiba di satu malam yang dinantikan, nampaknya semesta juga sedang bermurah hati. Ponsel itu tetiba menampakkan namamu, lalu aku terburu-buru membuka pesan singkatmu, isinya soal pelangi. Ya aku teringat cuaca tadi sore yang mengantarkan bulir lembut juga rasa manis seusai hujan. Ada dua lengkung pelangi di kaki gunung, yang kami tertawakan juga guyonan kami soal apa yang ada pada ujung pelangi. Entah itu bidadari atau harta karun, dua hal yang membuat kami penuh tanya.

Bertanya membuat kami saling mencari dan saling menemukan. Yang tampak dekat tak juga tampak, pertemuan itu seperti membuka sekotak harta karun, betapa manisnya racikan sebuah perjalanan.  Kau takkan pernah menduga siapa yang akan kau temui dan siapa yang akan berdampak pada hidupmu. Isi sebagian kepala tak pernah beranjak dari memori itu-itu saja. Bagaimana tidak? Lelaki itu menarik rasa penasaranku.

Pertemuan pertama dengan penuh tatap juga senyum malu yang membuncah, juga irama jantung yang mulai tak beraturan dan agak berdebar, menjerat kami pada semacam siklus yang melengkapi, selalu saja ada pengait yang membawa kami pada perkenalan dalam lingkaran ini. Begitu tidak tahu kalau kami ternyata sedang jatuh cinta, maka sungguh kitalah teka-teki itu.

Ada cemas yang reda, ini tentang hidup dari sebuah pertemuan ke pertemuan lain. Mencari, menemukan lalu berbagi senyuman. Seperti menemukan rumah yang tepat, berteduh dan bernaung di sana dari gerak-gerik cuaca yang takkan pernah habis dibaca.

Seperti lelaki yang menawarkan keteduhan dan kehangatan, lelaki melankolis yang kegemarannya memburu mentari pagi, lelaki yang teramat sungguh bagi yang begitu kukuh. Meski seringkali nyaman menjadi skeptis. Jejalin pikirannya sederas ombak, seringkali kami habiskan waktu dengan obrolan bergizi soal isu kemanusiaan, mengamati manusia lain bereaksi termasuk mempelajari masing-masing dari kami.

Lelaki yang selalu bergegas dan tak pernah main-main untuk hidup yang terlewat serius ini. Lebih daripada itu, ada sisi lain yang sering kau tunjukkan berupa beberapa ketakutan ketika kau merasa disayang, kadang juga ada rasa ketidakpercayaan, juga gambaran-gambaran masa depan yang mempertanyakan perihal tujuan hidup.

Aku tahu kamu sudah melalui banyak hal, dan lucunya lagi semua kerumitan perasaan menjadi bagian utama dari keseluruhan cinta. Semakin kubaca semakin kutemukan. Mengenalmu semakin membuatku ingin menemanimu. Aku harap hebatmu selalu membuat dirimu tetap rendah hati. Sungguh hanya orang-orang yang mengerti, paham betapa terjal dan kerasnya jalan yang sudah kau tempuh. Tumbuh dan merdekalah sepenuhnya menjadi diri sendiri. Sebab, kamu tak perlu mengikuti kebanyakan.

Hidup harus tetap dirayakan, meski terbatas tapi masih bisa dirayakan dengan kebersamaan. Kita memang sedang berjarak, tapi karena jarak juga yang membuat kita saling merindu. Kalau boleh aku diagnosis rasa-rasanya rindu ini sedang akut. Seperti pelukan yang tak berjangkau. Ada setangkup haru dalam rindu yang tak berkesudahan. Letupan-letupan perasaan yang bergiliran mencuat, dan kamu membuatku berpikir lebih sering.

Perkara-perkara rindu, kaulah yang paling paham sebenarnya rindu itu kau tujukan pada siapa. Rindu memang selalu menyihir, tak mampu dilumat oleh kata-kata. Sulit rasanya menahan rindu, tapi sekali lagi ada kamu yang menguatkan. Ternyata kita diam-diam saling mengagumi lalu sama-sama berjalan.

Mari bersama-sama belajar soal mencintai dan dicintai, bukan sesuatu yang sembunyi-sembunyi juga rahasia, karena itu memuakkan. Sepasang untuk saling menyembuhkan segala luka dan larut dalam romansa.  Tentang September dan hari-hari yang akan datang, aku masih menunggumu menyelesaikan misi perjalananmu berkeliling dunia. Lalu siap membagi cerita di kartika masa. Salam hangat selalu dari perempuan yang menyimpan rindu. [T]

BACA tulisan lain dari penulis MEISA WULANDARI

Rindu Kemesraan Kata-Kata | Cerpen Meisa Wulandari
Seorang Dokter yang Tak Pernah Pulang | Cerpen Putu Arya Nugraha
Mors Vincit Omnia | Cerpen Kiki Sulistyo
Tags: Cerpencerpen tentang cinta
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Buku “Ki Pasek Badeg”, Alih Aksara dan Alih Bahasa dari Lontar Kandan Pasek

Next Post

Bulan Merdeka Belajar di Tengah Tragedi  Pendidikan 

Ni Luh Meisa Wulandari

Ni Luh Meisa Wulandari

Lahir di Batur Tengah, 9 Mei 1998. Kini mahasiswa Jurusaan Kesehatan Gigi Poltekkes Denpasar

Related Posts

Kakek yang Inkompeten |  Cerpen Muhammad Khairu Rahman

by Muhammad Khairu Rahman
March 1, 2026
0
Kakek yang Inkompeten |  Cerpen Muhammad Khairu Rahman

DI sebuah kota yang tumbuh setengah hati—antara ambisi menjadi metropolitan dan kebiasaan menjadi desa besar—tinggallah seorang pejabat tua bernama samaran...

Read moreDetails

Rumah Wartawan | Cerpen Angga Wijaya

by Angga Wijaya
February 28, 2026
0
Rumah Wartawan | Cerpen Angga Wijaya

WARTAWAN itu menghela napas dalam-dalam. Ia merasa gundah. Rumah yang ia tempati belasan tahun terakhir hanyalah kamar sempit. Bersama istri...

Read moreDetails

Berisik Seharian | Cerpen Kadek Windari

by Kadek Windari
February 27, 2026
0
Berisik Seharian | Cerpen Kadek Windari

“Sudah matang, Bu?”  teriaknya. Itu pertanyaan pukul 05.30 pagi. Aku tahu persis jamnya karena sejak pindah ke kompleks perumahan ini,...

Read moreDetails

Idup, Idup! | Cerpen Putri Harya

by Putri Harya
February 22, 2026
0
Idup, Idup! | Cerpen Putri Harya

SESEORANG sedang menyalakan dupa ketika lantainya terasa bergerak sedikit ke kiri lalu ke kanan. Kayu-kayu usuk rumah ikut berderit. Mata...

Read moreDetails

Pejabat Kampus yang Sok Ilmiah | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
February 21, 2026
0
Pejabat Kampus yang Sok Ilmiah | Cerpen Ahmad Sihabudin

Di Universitas Bumi Langit, tempat matahari sering kalah terang dari ego para dosennya, terletak sebuah fakultas yang namanya saja sudah...

Read moreDetails

Penghapus di Kepala Ayah | Cerpen Aksara Caramellia

by Aksara Caramellia
February 20, 2026
0
Penghapus di Kepala Ayah | Cerpen Aksara Caramellia

SETIAP pagi, sebelum matahari benar-benar mengusir sisa gelap dari halaman rumah, Ayah sudah duduk di meja makan dengan buku catatan...

Read moreDetails

Menggali Kubur yang Telah Subur | Cerpen Safir Ahyanuddin

by Safir Ahyanuddin
February 15, 2026
0
Menggali Kubur yang Telah Subur | Cerpen Safir Ahyanuddin

AKU pertama kali menggali kubur itu ketika usiaku sembilan tahun. Pagi itu tanah masih menyimpan dingin dari hujan semalam. Kakiku...

Read moreDetails

Wartawan Gagal | Cerpen Angga Wijaya

by Angga Wijaya
February 14, 2026
0
Wartawan Gagal | Cerpen Angga Wijaya

DUL percaya satu hal, bahwa seks adalah tanda kehidupan. Selama masih bisa, berarti ia belum selesai. Itulah sebabnya, pukul 04.10...

Read moreDetails

Made Jadi Hakim | Cerpen I Made Sugianto

by Made Sugianto
February 13, 2026
0
Made Jadi Hakim | Cerpen I Made Sugianto

Kakek tua itu duduk melamun seusai menyabit rumput. Menyandarkan tubuh ringkihnya di batang pohon asem nan rimbun. Keranjangnya sudah penuh...

Read moreDetails

Melankolia di Akhir Kanda | Cerpen Galuh F Putra

by Galuh F Putra
February 8, 2026
0
Melankolia di Akhir Kanda | Cerpen Galuh F Putra

SITA menyandarkan pipinya pada telapak tangan, membiarkan jari-jarinya bergerak lembut menyentuh kulit wajahnya yang masih hangat dari sentuhan sore hari....

Read moreDetails
Next Post
Bulan Merdeka Belajar di Tengah Tragedi  Pendidikan 

Bulan Merdeka Belajar di Tengah Tragedi  Pendidikan 

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co