23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Komunitas Govinda’s Kitchen, Kampanye Plant Based Food, dan Bagi-Bagi Makanan Gratis: Merayakan Hari Buruh dengan Cara Berbeda

Yudi Setiawan by Yudi Setiawan
May 1, 2024
in Khas
Komunitas Govinda’s Kitchen, Kampanye Plant Based Food, dan Bagi-Bagi Makanan Gratis: Merayakan Hari Buruh dengan Cara Berbeda

Suasana di depan Tenda Makan Gratis | Foto: Yudi Setiawan

JIKA di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan kota-kota lainnya—yang tingkat polusi udaranya lebih tinggi daripada kebutuhan oksigennya—sedang menyambut hajatan internasional dengan cara aksi demo; maka, di Singaraja, Buleleng, Bali, meski tidak demo, para buruh tetap merayakan Hari Buruh, meski dengan cara yang berbeda.

Benar. Setiap tanggal 1 Mei dalam setahun, seluruh buruh dari penjuru dunia sedang memperjuangkan hak-haknya untuk mencapai upah kerja yang adil dan kerja yang manusiawi. Dan, biasanya, dalam merayakan Hari Buruh, para buruh akan menyuarakan aspirasinya dengan cara demonstrasi guna menuntut hak-haknya dalam bekerja.

Sejak pukul 8 pagi, Rabu, 1 Mei 2024, ratusan orang sudah berkumpul di depan Rumah Cantik Kanaya di Jl. Udayana Timur No.2, Singaraja. Mereka berkumpul setelah mendapat kabar akan diadakan “Tenda Makan Gratis” dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional 2024.

“Wah, ramai sekali,” ujar salah satu pengunjung Tenda Makan Gratis, pagi itu. “Iya, padahal belum dibuka,” sahut yang lainnya.

Terhitung hanya sehari penyebaran poster tenda makan gratis tersebut, tapi antusiasme masyarakat dalam menyambut kegiatan pagi itu benar-benar meriah. Antrean terlihat mengular dari halaman depan Rumah Cantik Kanaya sampai di depan lapangan Singaraja Futsal.

Meski harus berdesak-desakan, di bawah terik matahari yang mulai menghangat, para pengunjung yang terdiri dari Ibu-ibu, anak-anak, mahasiswa, hingga tukang ojek itu, bertumpah-ruah dalam harmonisnya Hari Buruh di Singaraja.

Panitia sedang menyiapkan bahan-bahan makanan | Foto: Yudi Setiawan

Seperti Bima, misalnya. Mahasiswa Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja, Bali, itu mengaku bahwa kegiatan tersebut adalah kegiatan yang sangat membantu masyarakat di Singaraja.

“Ini beda, tak seperti peringatan hari buruh di kota-kota lainnya. Kalau di sana demo, di sini malah bagi-bagi makanan,” jelasnya.

Ia mengaku sudah berada di tempat antrean sejak pukul 8 pagi. “Saya di sini sudah sekitar satu jam, rame sekali, jadi antrenya lumayan lama,” katanya.

Namun nahas. Ia bercerita, di sela-sela antrean, karena berdesak-desakan, tangan kanan mahasiswa asal Nusa Tenggara Barat itu terluka akibat tersenyuh alat penggorengan yang masih panah. “Karena asyik berdesak-desakan, sampai tangan saya melepuh terkena penggorengan,” jelasnya.

Sesaat setelah memberi jeda, ia menambahkan, “Tapi tak apa, lumayan, dapat sarapan gratis,” ujarnya sembari menunjukan dua bungkus nasi goreng dengan senyum sumringah dari wajahnya.

Jika para pengunjung disibukan dengan antrean yang semakin memadat, di sisi lain, para panitia yang berpakaian ala chef restoran berbintang itu—tentu dengan pakaian serba putih lengkap dengan hat cook-nya— tampak kewalahan menyiapkan kudapan untuk disiapkan diatas meja.

Meski begitu, tak ada satu pun raut wajah muram yang terpancar dari mereka. Pagi itu, mereka terlihat sangat bahagia—meski, sekali lagi, napas dan degup  jantungnya tak bisa menutupi rasa lelahnya.

Menurut Made Surya Regita, selaku Koordinator Oprasional Govinda’s Kitchen, kegiatan tersebut merupakan sebuah bentuk partisipasi dalam merayakan Hari Buruh Internasional. Dan, sebuah upaya kepeduliannya terhadap kebutuhan makanan sehat bagi masyarakat.

Pantia sedang menyiapkan makanan | Foto: Yudi Setiawan

“Kami dari Komunitas Govinda’s Kitchen, merasa prihatin dengan maraknya makanan fast food yang dikonsumsi masyarakat. Maka, bentuk kepedulian kami adalah dengan cara berbagi karunia Tuhan dalam bentuk makanan sehat yang berbahan sayur-sayuran dan rempah-rempah,” jelasnya, saat ditemui di sela-sela kesibukannya.

Dalam perayaan Hari Buruh Internasional tahun 2024, Komunitas Govinda’s Kitchen mengajak anak-anak muda yang tergabung di dalam komunitas tersebut untuk turut berpartisipasi dalam keegiatan pagi itu.

“Panitianya dari kami sendiri, dan kebanyakan para anak-anak di usia muda. Tentu ini sebuah upaya untuk membuat para generasi muda agar memiliki jiwa kepedulian sosial,” kata Regita.

Total sebanyak 2000 porsi makanan yang dibagikan pada kegiatan tersebut. Seperti penuturan Made Surya, 2000 porsi makanan tersebut terbagi dalam berbagai macam menu. Antara lain, nasi goreng rempah Bali, geprek tahu tempe terong, dan berbagai minuman berbahan rempah-rempah lainnya.

“Karena ada keterbatasan waktu, jadinya kami hanya membagikan sebanyak dua ribu porsi makanan saja. Kalau ada waktu lebih, pasti porsinya akan kami tambah,” jelasnya.

Mengenai komunitas ini, menurut penjelasan Ratna Kanaya, selaku sponsor dari kegiatan tersebut, Komunitas Govinda’s Kitchen merupakan sebuah wadah pecinta makanan yang berbasis tumbuh-tumbuhan dan sayur-sayuran.

“Prinsipnya adalah, kami memiliki konsen terhadap bagaimana menjaga lingkungan dari pemanasan global. Meski yang kami lakukan ini diibaratkan hanya setetes air dari apa yang sudah orang lain lakukan, tapi melalui cara kami dalam memopulerkan gaya hidup plant based food, saya yakin, suatu saat, kesehatan masyarakat akan menjadi lebih baik,” jelas perempuan yang sekilas mirip artis nasional,  Ayu Laksmi itu.

Usaha memopulerkan gaya hidup sehat tersebut mereka lakukan dengan beragam cara. Salah satunya dengan cara meramu berbagai macam rempah-rempah ke berbagai makanan yang mereka konsumsi.

Olahan yang sangat mencerminkan nuansa tradisional—yang Ratna sebut sebagai bumbu kampung—adalah sebuah upaya, selain mengenalkan kekayaan olahan tradisional Indonesia, juga merupakan upaya memopulerkan makanan sehat yang berbasis olahan tradisional.

Made Surya Regita, Ratna Kanaya, dan panitia | Foto : Yudi Setiawan

Menurut Ratna, Komunitas Govinda’s Kitchen sering mengadakan kegiatan berbagi makanan setiap satu minggu sekali. “Setiap minggu kami selalu berbagi makanan. Tentunya makanan sehat,” jelasnya dengan bangga.

Masih dengan semangat rasa bangganya, Ratna menambahkan, “Untuk live cooking, kami sering berkeliling. Pernah di Kintamani, di Ubud beberapa kali, dan kami sering bekerja sama dengan komunitas-komunitas yang bergerak di bidang sosial, dengan cara suport konsumsinya.”

Seperti tagline yang sering mereka gaungkan, “Makan Vegetariant itu enak, loh”, Komunitas Govinda’s Kitchen berharap masyarakat lebih mencintai makanan yang berbasis sayur-sayuran dan kacang-kacangan di masa yang akan datang.

“Harapan kami, agar nantinya masyarakat lebih suka mengonsumsi makanan sehat. Tentunya itu baik dilakukan untuk memutus budaya memakan makanan instan,” ujar Ratna.

Ia merasa prihatin dengan hal tersebut. Menurutnya, industri yang mengomersialkan makanan-makanan instan di Indonesia pertumbuhannya sangat masif. Padahal, menurutnya, di saat yang sama, jumlah anak-anak muda yang menderita penyakit degeneratif juga semakin meningkat.

Atas dasar rasa kepedulian dan rasa cintanya terhadap makanan sehat, yang mereka populerkan, membuat Komunitas Govinda’s Kitchen akan terus mengampanyekan makanan vegetarian supaya di masa mendatang banyak generasi yang mencintai makanan berbasis sayur-sayuran—yang menurut mereka lebih sehat daripada daging.[T]

Reporter: Yudi Setiawan
Penulis: Yudi Setiawan
Editor: Jaswanto

Hari Buruh Sedunia: Kerja Keras Seorang Juru Parkir
Nasib Buruh Kita: Menelan Syukur, Menelan Pil Pahit
Tags: Hari Buruh InternasionalKomunitas Govinda’s Kitchen
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Hari Buruh Sedunia: Kerja Keras Seorang Juru Parkir

Next Post

Catatan Kecil Perayaan Hari Puisi dari Kampus Undiksha ke Desa Les-Tejakula

Yudi Setiawan

Yudi Setiawan

Penulis tinggal di Singaraja

Related Posts

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails
Next Post
Catatan Kecil Perayaan Hari Puisi dari Kampus Undiksha ke Desa Les-Tejakula

Catatan Kecil Perayaan Hari Puisi dari Kampus Undiksha ke Desa Les-Tejakula

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co