2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

BPK Bali-Nusra Putar Film di STAHN Mpu Kuturan: Ikhtiar Membentuk Pemikir Kebudayaan

Pande Putu Jana Wijnyana by Pande Putu Jana Wijnyana
May 1, 2024
in Khas
BPK Bali-Nusra Putar Film di STAHN Mpu Kuturan: Ikhtiar Membentuk Pemikir Kebudayaan

Suasana acara pemutaran dan diskusi budaya BPK XV | Foto: Pande

TEPAT di sudut gedung belajar Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) Mpu Kuturan Singaraja, kini telah menjadi kantin utama. Kantin itu setiap hari biasanya hanya dikunjungi lima sampai tujuh mahasiswa saja. Tetapi Sabtu, (25/04/2024) sore itu, tiba-tiba kantin ramai oleh puluhan mahasiswa.

Matahari sudah menunjukkan warna jingganya, antusias mahasiswa begitu menggelora. Tak dapat dimungkiri, bangku-bangku kantin telah terisi penuh sejak pukul 16.30 WITA. Padahal, acara akan dimulai pukul 17.30 WITA.

Canda gurau mereka tak dapat tertahankan, lega dan leluasa dapat berjumpa dengan kawan-kawannya. Jejeran es teh di meja, menjadi teman yang manis bagi setiap mahasiswa yang hadir dalam acara tersebut.

Riuh suasana semakin pecah ketika Putu Ardiyasa, salah satu dosen STAHN Mpu Kuturan sekaligus moderator acara, membagikan 3 bungkus plastik putih yang berisikan berbagai macam gorengan.

Ardi sedang memandu acara | Foto: Pande

“Silakan bisa diambil, tapi ambil secukupnya, jangan lupa berbagi dengan yang lain,” ujar Ardi dengan tawa yang khas.

Tanpa pikir panjang, dengan sigap mahasiswa mengambil gorengan itu hingga habis terbagi, menyisakan plastik bungkusannya saja. “Ternyata kalian semua lapar. Dan yang bisa jawab pertanyaan di pemutaran film nanti, ambil nasi gorengnya di sana ya,” ujar Ardi dengan tertawa heran, sembari menunjuk warung nasi goreng di sebelah kirinya.

Ya benar, sore itu sedang berlangsung kegiatan pemutaran film yang digagas oleh Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XV Bali-Nusra menggandeng dosen dan mahasiswa STAHN Mpu Kuturan Singaraja sebagai kolaborator.

“Kami berpikir pengetahuan dan pendidikan, salah satunya dimulai dari kampus. Kolaborasi dengan STAHN sebagai pintu pertama atau pembuka, membentuk mahasiswa untuk menjadi pemikir kebudayaan muda,” ujar I Gusti Agung Gede Artanegara, selaku Ketua Tim Kerja Publikasi BPK Wilayah XV dengan serius.

Event ini sudah menjadi agenda setiap tahun bagi BPK. Selain menyasar kampus, pemutaran film juga dilaksanakan di setiap sekolah bahkan pemutaran di balai banjar yang menyasar masyarakat desa.

“Di Bali, kegiatan ini sudah merata, bahkan di luar daerah seperti di Bima. Saat ini kami fokuskan di wilayah Buleleng. Dulu kami sasar satu wilayah satu kegiatan, jadinya kurang efektif, namun sekarang kita rubah, agar masif di satu tempat dulu,” ujar Arta dengan santai namun serius.

Acara tersebut diawali dengan diskusi mengenai dunia perfilman. I Putu Kusuma Wijaya, seorang sutradara film Jayaprana Layonsari itu menceritakan tentang kesadaran seseorang mengenai makna dari sebuah film, masih begitu rendah. “Tidak usah ada yang banyak bertanya, film di Singaraja saja contohnya, sudah sangat asing,” ucapnya dengan tegas.  

Pria lulusan Amsterdam Hogeschool voor de Kunsten itu menyebutkan, kecintaannya tentang film dimulai ketika ia berpikir tentang kurangnya minat seseorang belajar tentang film. “Dulu, film itu tidak ada yang tahu, sampai kembali ke Indonesia pun, masih sedikit orang yang belajar dan tahu tentang film, padahal banyak pesan yang bisa kita diskusikan disana,” ujarnya dengan tegas.

Pria kelahiran Singaraja itu melontarkan pertanyaan kepada mahasiswa tentang pengetahuan mereka mengenai film, namun tidak ada satu pun mahasiswa yang bisa menjawab pertanyaan tersebut.

Suasana acara pemutaran dan diskusi budaya BPK XV | Foto: Pande

“Ini karena di lingkungan kalian tidak ada yang namanya film, bahkan bioskop terakhir di Singaraja itu sekitar tahun 1983 atau 1984, kalian bahkan belum lahir waktu itu,” ujarnya dengan lantang.

Diskusi kemudian dilanjutkan dengan acara pemutaran 3 film. Lampu perlahan mulai dimatikan, menyisakan cahaya temaram layar proyektor yang masih menyala, sontak saja mendadak suasana menjadi sunyi, fokus mata penonton hanya tertuju pada layar putih di depan mereka.

Tiga Film Kebudayaan

“Sutri: Kembali ke Timur” menjadi film pertama yang ditayangkan. Raut wajah penonton nampak serius ketika menyaksikan film ini. Film yang disutradarai oleh I Wayan Sumahardika itu bercerita tentang kisah seorang gadis di Desa Tenganan bernama Sutri yang tidak paham dengan aturan adat di desanya sendiri.

Sutri selalu dihantui oleh rasa malu, mengetahui keluarganya harus menanggung untuk membayar hukuman adat, lantaran karena ayah dan ibu Sutri kawin hamil tanpa rencana. Sutri bertemu dengan seorang laki-laki Tenganan, bernama Timur, yang selalu mengajarkannya tentang pentingnya tradisi di desa, namun di sisi lain ia bertemu dengan laki-laki asing dari luar desa. Sutri pun dihadapkan pada dua orang berbeda yang bertolak belakang yang membuatnya semakin keluh.

“Ibu, aku akan tetap di sini (di desa).” Seketika haru mahasiswa pecah mendengar sepenggal dialog terakhir dari film Sutri. Film ini mengajarkan bagaimana arti menghargai serta memegang teguh budaya dan adat istiadat yang telah dijaga oleh para leluhur. Sutri: Kembali ke Timur ditutup dengan gemuruh tepuk tangan dari penonton.

Pemutaran dilanjutkan dengan film Soma (Muasal) yang bercerita tentang menjaga aktivitas subak di Desa Jatiluwih dan film Genderang Wayang Wong yang bercerita tentang sebuah tugas yang harus dilaksanakan demi menjaga tanah kelahiran dari kehancuran.

Ketiga film tersebut memiliki keterkaitan pesan yang sama, meskipun dengan gaya penyampaian yang berbeda. “Ada pesan sama yang ingin disampaikan dari masing-masing karya. Pesannya itu tentang cara kita masing-masing menjaga dan melestarikan apa pun yang ada di tanah kelahiran kita sendiri,” komentar Candra, salah satu mahasiswa semester II, Prodi Pendidikan Seni dan Budaya Keagamaan Hindu, ketika ditanya pendapatnya tentang ketiga film tersebut.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Kurnia, salah satu mahasiswi yang hadir pada acara tersebut. “Ketiga film memiliki makna yang mendalam. Sama-sama mengajarkan kita untuk selalu ingat tanah kelahiran, baik budaya, tradisi ataupun segala aktivitas secara turun temurun yang sudah dilaksanakan,” terangnya sembari meminum es teh yang masih ia pegang.

Ardi juga begitu senang dengan diadakannya pemutaran film ini, karena bisa digunakan untuk ruang kreasi para mahasiswa. “Mahasiswa harus dipertemukan di ruang ketiga, seperti di luar kampus, maupun komunitas, tujuannya untuk menumbuhkan banyak jejaring sosial dan pengetahuan baru,” ujar pria yang sekaligus Kaprodi PSBKH itu.[T]

Penulis adalah mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja yang sedang menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) di tatkala.co.

Reporter: Pande Putu Jana Wijnyana
Penulis: Pande Putu Jana Wijnyana
Editor: Jaswanto

Film Soma (Muasal): Sebuah Usaha Mengenalkan dan Melestarikan Subak
Di Bali, Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XV Menjadikan Subak Sebagai Game Inovatif
Gerakan Nasional Budaya Sensor Mandiri: Yang Muda yang Cerdas Memilih Tontonan
Tags: Balai Pelestarian KebudayaanBPK XV Bali-Nusrafilmkebudayaan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Nikmatnya Kuliner Bandut dari Desa Pedawa

Next Post

Ziarah ke “Marya dan Kebyar” di Pameran Arsip 1928

Pande Putu Jana Wijnyana

Pande Putu Jana Wijnyana

Mahasiswa STAH Mpu Kuturan Singaraja

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Ziarah ke “Marya dan Kebyar” di Pameran Arsip 1928

Ziarah ke “Marya dan Kebyar” di Pameran Arsip 1928

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co