13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

BPK Bali-Nusra Putar Film di STAHN Mpu Kuturan: Ikhtiar Membentuk Pemikir Kebudayaan

Pande Putu Jana Wijnyana by Pande Putu Jana Wijnyana
May 1, 2024
in Khas
BPK Bali-Nusra Putar Film di STAHN Mpu Kuturan: Ikhtiar Membentuk Pemikir Kebudayaan

Suasana acara pemutaran dan diskusi budaya BPK XV | Foto: Pande

TEPAT di sudut gedung belajar Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) Mpu Kuturan Singaraja, kini telah menjadi kantin utama. Kantin itu setiap hari biasanya hanya dikunjungi lima sampai tujuh mahasiswa saja. Tetapi Sabtu, (25/04/2024) sore itu, tiba-tiba kantin ramai oleh puluhan mahasiswa.

Matahari sudah menunjukkan warna jingganya, antusias mahasiswa begitu menggelora. Tak dapat dimungkiri, bangku-bangku kantin telah terisi penuh sejak pukul 16.30 WITA. Padahal, acara akan dimulai pukul 17.30 WITA.

Canda gurau mereka tak dapat tertahankan, lega dan leluasa dapat berjumpa dengan kawan-kawannya. Jejeran es teh di meja, menjadi teman yang manis bagi setiap mahasiswa yang hadir dalam acara tersebut.

Riuh suasana semakin pecah ketika Putu Ardiyasa, salah satu dosen STAHN Mpu Kuturan sekaligus moderator acara, membagikan 3 bungkus plastik putih yang berisikan berbagai macam gorengan.

Ardi sedang memandu acara | Foto: Pande

“Silakan bisa diambil, tapi ambil secukupnya, jangan lupa berbagi dengan yang lain,” ujar Ardi dengan tawa yang khas.

Tanpa pikir panjang, dengan sigap mahasiswa mengambil gorengan itu hingga habis terbagi, menyisakan plastik bungkusannya saja. “Ternyata kalian semua lapar. Dan yang bisa jawab pertanyaan di pemutaran film nanti, ambil nasi gorengnya di sana ya,” ujar Ardi dengan tertawa heran, sembari menunjuk warung nasi goreng di sebelah kirinya.

Ya benar, sore itu sedang berlangsung kegiatan pemutaran film yang digagas oleh Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XV Bali-Nusra menggandeng dosen dan mahasiswa STAHN Mpu Kuturan Singaraja sebagai kolaborator.

“Kami berpikir pengetahuan dan pendidikan, salah satunya dimulai dari kampus. Kolaborasi dengan STAHN sebagai pintu pertama atau pembuka, membentuk mahasiswa untuk menjadi pemikir kebudayaan muda,” ujar I Gusti Agung Gede Artanegara, selaku Ketua Tim Kerja Publikasi BPK Wilayah XV dengan serius.

Event ini sudah menjadi agenda setiap tahun bagi BPK. Selain menyasar kampus, pemutaran film juga dilaksanakan di setiap sekolah bahkan pemutaran di balai banjar yang menyasar masyarakat desa.

“Di Bali, kegiatan ini sudah merata, bahkan di luar daerah seperti di Bima. Saat ini kami fokuskan di wilayah Buleleng. Dulu kami sasar satu wilayah satu kegiatan, jadinya kurang efektif, namun sekarang kita rubah, agar masif di satu tempat dulu,” ujar Arta dengan santai namun serius.

Acara tersebut diawali dengan diskusi mengenai dunia perfilman. I Putu Kusuma Wijaya, seorang sutradara film Jayaprana Layonsari itu menceritakan tentang kesadaran seseorang mengenai makna dari sebuah film, masih begitu rendah. “Tidak usah ada yang banyak bertanya, film di Singaraja saja contohnya, sudah sangat asing,” ucapnya dengan tegas.  

Pria lulusan Amsterdam Hogeschool voor de Kunsten itu menyebutkan, kecintaannya tentang film dimulai ketika ia berpikir tentang kurangnya minat seseorang belajar tentang film. “Dulu, film itu tidak ada yang tahu, sampai kembali ke Indonesia pun, masih sedikit orang yang belajar dan tahu tentang film, padahal banyak pesan yang bisa kita diskusikan disana,” ujarnya dengan tegas.

Pria kelahiran Singaraja itu melontarkan pertanyaan kepada mahasiswa tentang pengetahuan mereka mengenai film, namun tidak ada satu pun mahasiswa yang bisa menjawab pertanyaan tersebut.

Suasana acara pemutaran dan diskusi budaya BPK XV | Foto: Pande

“Ini karena di lingkungan kalian tidak ada yang namanya film, bahkan bioskop terakhir di Singaraja itu sekitar tahun 1983 atau 1984, kalian bahkan belum lahir waktu itu,” ujarnya dengan lantang.

Diskusi kemudian dilanjutkan dengan acara pemutaran 3 film. Lampu perlahan mulai dimatikan, menyisakan cahaya temaram layar proyektor yang masih menyala, sontak saja mendadak suasana menjadi sunyi, fokus mata penonton hanya tertuju pada layar putih di depan mereka.

Tiga Film Kebudayaan

“Sutri: Kembali ke Timur” menjadi film pertama yang ditayangkan. Raut wajah penonton nampak serius ketika menyaksikan film ini. Film yang disutradarai oleh I Wayan Sumahardika itu bercerita tentang kisah seorang gadis di Desa Tenganan bernama Sutri yang tidak paham dengan aturan adat di desanya sendiri.

Sutri selalu dihantui oleh rasa malu, mengetahui keluarganya harus menanggung untuk membayar hukuman adat, lantaran karena ayah dan ibu Sutri kawin hamil tanpa rencana. Sutri bertemu dengan seorang laki-laki Tenganan, bernama Timur, yang selalu mengajarkannya tentang pentingnya tradisi di desa, namun di sisi lain ia bertemu dengan laki-laki asing dari luar desa. Sutri pun dihadapkan pada dua orang berbeda yang bertolak belakang yang membuatnya semakin keluh.

“Ibu, aku akan tetap di sini (di desa).” Seketika haru mahasiswa pecah mendengar sepenggal dialog terakhir dari film Sutri. Film ini mengajarkan bagaimana arti menghargai serta memegang teguh budaya dan adat istiadat yang telah dijaga oleh para leluhur. Sutri: Kembali ke Timur ditutup dengan gemuruh tepuk tangan dari penonton.

Pemutaran dilanjutkan dengan film Soma (Muasal) yang bercerita tentang menjaga aktivitas subak di Desa Jatiluwih dan film Genderang Wayang Wong yang bercerita tentang sebuah tugas yang harus dilaksanakan demi menjaga tanah kelahiran dari kehancuran.

Ketiga film tersebut memiliki keterkaitan pesan yang sama, meskipun dengan gaya penyampaian yang berbeda. “Ada pesan sama yang ingin disampaikan dari masing-masing karya. Pesannya itu tentang cara kita masing-masing menjaga dan melestarikan apa pun yang ada di tanah kelahiran kita sendiri,” komentar Candra, salah satu mahasiswa semester II, Prodi Pendidikan Seni dan Budaya Keagamaan Hindu, ketika ditanya pendapatnya tentang ketiga film tersebut.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Kurnia, salah satu mahasiswi yang hadir pada acara tersebut. “Ketiga film memiliki makna yang mendalam. Sama-sama mengajarkan kita untuk selalu ingat tanah kelahiran, baik budaya, tradisi ataupun segala aktivitas secara turun temurun yang sudah dilaksanakan,” terangnya sembari meminum es teh yang masih ia pegang.

Ardi juga begitu senang dengan diadakannya pemutaran film ini, karena bisa digunakan untuk ruang kreasi para mahasiswa. “Mahasiswa harus dipertemukan di ruang ketiga, seperti di luar kampus, maupun komunitas, tujuannya untuk menumbuhkan banyak jejaring sosial dan pengetahuan baru,” ujar pria yang sekaligus Kaprodi PSBKH itu.[T]

Penulis adalah mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja yang sedang menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) di tatkala.co.

Reporter: Pande Putu Jana Wijnyana
Penulis: Pande Putu Jana Wijnyana
Editor: Jaswanto

Film Soma (Muasal): Sebuah Usaha Mengenalkan dan Melestarikan Subak
Di Bali, Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XV Menjadikan Subak Sebagai Game Inovatif
Gerakan Nasional Budaya Sensor Mandiri: Yang Muda yang Cerdas Memilih Tontonan
Tags: Balai Pelestarian KebudayaanBPK XV Bali-Nusrafilmkebudayaan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Nikmatnya Kuliner Bandut dari Desa Pedawa

Next Post

Ziarah ke “Marya dan Kebyar” di Pameran Arsip 1928

Pande Putu Jana Wijnyana

Pande Putu Jana Wijnyana

Mahasiswa STAH Mpu Kuturan Singaraja

Related Posts

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
0
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

Read moreDetails

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
0
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

Read moreDetails

Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

FESTIVAL Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 dipastikan hadir lebih semarak. Festival yang menjadi ruang apresiasi seni modern, kontemporer,...

Read moreDetails

Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

PAGI itu, suasana Pantai Cemara, Sanur, mulai dipenuhi antusiasme. Meski sinar matahari sudah terasa menyengat, puluhan orang tetap bersemangat mengikuti...

Read moreDetails

Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

by Rohmah Nia Chandra Sari
July 9, 2026
0
Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

RANGKAIAN ajang bergengsi Pekan Seni Mahasiswa FISIP (PEKSIMASIF) 2026 yang berlangsung selama tiga hari, sejak 28 hingga 30 April 2026,...

Read moreDetails

Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

by Chandra Manikan
July 9, 2026
0
Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

SAMPAI HARI INI, pupuh itu mengendap lebih lama di pikiranku. Buku “Bali, Pandemi, Refleksi: Dinamika Politik Kebijakan dan Kritisme Komunitas”,...

Read moreDetails

Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 8, 2026
0
Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

“SETIAP penyair kalau ia menyuarakan lukanya, ia sebenarnya menyuarakan luka manusia.” Kalimat itu meluncur dari Yahya Umar, Sabtu, 4 Juli...

Read moreDetails

Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

by Nyoman Budarsana
July 7, 2026
0
Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

AROMA kopi yang baru diseduh bercampur dengan wangi siobak dan tipat santok menyambut setiap langkah pengunjung di belakang panggung utama...

Read moreDetails

Belajar Mendengarkan Bumi: Refleksi dari Workshop Biodinamik di Griya Yangloni, Gianyar

by Agung Sudarsa
July 7, 2026
0
Belajar Mendengarkan Bumi: Refleksi dari Workshop Biodinamik di Griya Yangloni, Gianyar

MINGGU, 21 Juni 2026, di Griya Yangloni milik Dokter Ida Bagus Kesnawa, MM, di Banjar Buruan, Gianyar, sebuah pengalaman sederhana...

Read moreDetails

Bagai Pasukan Perang, Tim Volunteer AVIRAMA “Kejar Sampah” di Singaraja Literary Festival 2026

by Nyoman Budarsana
July 6, 2026
0
Bagai Pasukan Perang, Tim Volunteer AVIRAMA “Kejar Sampah” di Singaraja Literary Festival 2026

BAGAI pasukan di medan perang, petugas kebersihan dalam ajang Singaraja Literary Festival (SLF) 2026 tak membiarkan sepotong sampah pun tertinggal....

Read moreDetails
Next Post
Ziarah ke “Marya dan Kebyar” di Pameran Arsip 1928

Ziarah ke “Marya dan Kebyar” di Pameran Arsip 1928

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co