2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kolaborasi Internasional di Desa Pedawa: Menanam Pohon Menjaga Air

Jaswanto by Jaswanto
March 27, 2024
in Khas
Kolaborasi Internasional di Desa Pedawa: Menanam Pohon Menjaga Air

Reboisasi di Desa Pedawa | Foto: Dok. Yuli

UNIVERSITAS Pendidikan Ganesha, khususnya Prodi Bahasa Jepang, bersama Universitas Iwate, Asia Inveronmental Alliance, The Greeenery Fund, Pemerintah Desa Pedawa, Desa Adat Pedawa, dan  Kayoman Pedawa, melakukan kolaborasi menanam bibit pohon di Kayuan Sukajati, Dusun Bangkiangsidem, Desa Pedawa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, Rabu (27/3/2024) pagi.

Kerja sama internasional penanaman pohon ini merupakan salah satu implementasi dari visi-misi Undiksha yang berbasis pada Tri Hita Karana, di mana civitas akademik di Undiksha merasa ikut bertangungjawab pada alam sekitar.

Ada 500 bibit pohon yang ditanam di area sekitar sumber mata air Sukajati dan tanah desa adat  di  Paung Batu itu. Bibit itu terdiri dari beringin, ara, gintungan, majagau, bambu bali, bambu tali, dan kayu apuh. Jenis-jenis tanaman tersebut memang sangat bagus untuk menjaga sumber air. Sebab, kegiatan ini orientasi utamanya adalah sumber mata air.

Selain upaya reboisasi, secara rutin kelompok-kelompok ini juga akan melakukan pemeliharaan berkala—untuk memastikan tanaman tumbuh dengan baik. Kayoman Pedawa langsung membuat koordinator lapangan di setiap dusun, yang akan mengkoordinir upaya pemeliharaan tanaman. Saat pemeliharaan, kelompok ini akan memastikan bahwa tanaman tidak diganggun oleh gulma atau hama.

Menurut kordinator pelaksana—yang sekaligus perwakilan Prodi Bahasa Jepang—Wayan Sadyana, kolaborasi ini merupakan lanjutan dari kolaborasi pertama pada tahun 2022 yang diselenggarakan di Kayuan Gelunggang. Tetapi kali ini mengambil tempat di Dusun Bangkiangsidem, tepatnya di sumber air Sukajati.

“Kegiatan ini, selain melibatkan akademisi, juga mengajak komunitas lingkungan, yaitu Kayoman Pedawa sebagai komunitas lokal yang bergerak di konservasi air,” ujar Sadyana.

Selain itu, sambung Sadyana, kegiatan kolaborasi ini juga melibatkan Babinkamtibmas, Babinsa,Tumbuh Mandiri Chanel, masyarakat di sekitar area penanam, seperti warga Kamling Sukajati dan ibu-ibu PKK setempat.

“Masyarakat sangat membantu dan secara aktif mendukung kegiatan Kayoman di sekitaran sumber air Sukajati,” kata Putu Yuli Supriyandana, Ketua Kayoman Pedawa.

Dalam menjalankan pergerakan penyelamatan sumber-sumber mata air, Kayoman Pedawa selalu didukung oleh banyak pihak. Misalnya saat melakukan kajian tentang kualitas air, mereka dibantu oleh beberapa ahli air dari berbagai universitas, baik dalam mupun luar negeri, khususnya Jepang.

“Desa Pedawa pernah mendapat bantuan perbaikan prasarana dan sistem tata kelola air melalui Yes Project. Perbaikan itu digagas oleh para ahli air dari Jepang yang berkolaborasi dengan Pemerintah Desa Pedawa,” ujar Yuli.

Putu Yuli menyampaikan terima kasih kepada pihak kampus Undiksha dan pihak dari Jepang karena sudah menjadi mitra dalam hal penyelamatan lingkungan. Bagaimana pun juga, kolaborasi ini sangat penting untuk pergerakan Kayoman ke depan.

“Saya berharap, ini akan terus berlanjut di tahun-tahun mendatang. Sebagai komunitas penggiat lingkungan, Kayoman menyambut baik kegiatan ini sebagai momentum untuk merealisasikan visi misi kami tentang konservasi air dan lingkungan ke depannya,” kata Yuli.

Dari pihak masyarakat yang diajak dalam penanaman pohon pagi tadi, sangat mendukung dan menyambut baik kegiatan ini. I Wayan Wadra, selaku Ketua Kamling Sukajati, mengatakan bahwa gerakan menanam pohon ini merupakan kegiatan yang sangat mulia.

“Selain menjaga kelangsungan sumber air, juga menyelamatkan lingkungan dari dampak buruk bencana alam, seperti tanah longsor dan kekeringan,” ujar Wandra.

Menurut Wandra, kegiatan yang diprakarsai Undiksha dan Kayoman Pedawa ini, secara tidak langsung, membantu warga sekitar sumber air Sukajati untuk merawat dan menjaga kelestarian air di tempat itu. “Jika debit air di sini bisa bertahan atau bisa dijaga dengan baik, tentu manfaatnya bisa lebih besar mencakup area yang lebih luas,” sambungnya.

Pendekatan Kolaboratif

Pada prinsipnya, berbagai pendekatan untuk pelestarian lingkungan sangat penting dilakukan. Pendekatan lingkungan tersebut sangat holistik dan tidak berdiri secara tunggal. Oleh karena itu, pendekatan kolaboratif dan kerja sama antarlembaga dan lintas negara diyakini dapat meningkatkan kualitas pemelihataan lingkungan.

“Dalam menjalankan pergerakan penyelamatan sumber-sumber mata air, diakui atau tidak, Kayoman Pedawa sangat membutuhkan sumbangan pemikiran dari para ahli lingkungan, botani, dan tentunya ahli air,” tutur Sadyana.

Kegiatan kolaborasi ini diharapkan mampu menjadi sarana edukasi bagi mahasiswa dan masyarakat tentang pentingnya menjaga ketahanan sumber air. Mengingat, kebutuhan air di zaman sekarang sudah meningkat, sedangkan sumber-sumber air di alam semakin menipis.

“Harus selalu diusahakan. Kosa kata tentang lingkungan, etika lingkungan, sudah menjadi satu panduan baru dalam hubungan antarmanusia di dunia, sehingga setiap individu harus turut mengupayakan perbaikan lingkungan,” terang Sadyana memastikan bahwa penanaman pohon ini tidak hanya berdampak positif secara lokal, tetapi juga secara global dalam mengatasi perubahan iklim.

Pendiri Pondok Literasi Sabih itu menambahkan, jika tidak segera bertindak untuk menjaga kelestarian sumber air tersebut, makan akan menjadi masalah besar di kemudian hari. Itulah mengapa kolaborasi ini sangat penting dilakukan sebagai media pengetahuan lingkungan secara masif kepada generasi milenial dan masyarakat yang merupakan konsumen dari sumber mata air itu sendiri.

Sadyana berpendapat, ada banyak langkah konkret yang dapat diambil pemerintah dan lembaga internasional untuk mendukung upaya penanaman pohon di sekitar sumber mata air ini. “Ada banyak hal. Misalnya, pembuatan regulasi, pelaksanaan regulasi, dan penguatan kolaborasi, agar bisa dilakukan secara  bersama-sama,” katanya.

Saat ditanya bagaimana mengukur dan mengevaluasi dampak jangka panjang dari penanaman pohon ini terhadap ekosistem lokal dan global, Sadyana menjawab, “Untuk sementara ini, estimasi ke depan dalam kegiatan ini adalah tanaman bisa tumbuh dengan baik, menyumbang oksigen, dan bisa menjadi tempat yang baik untuk satwa.”[T]

Reporter: Yuli
Penulis: Jaswanto
Editor: Made Adnyana

Asuh Kayuan, Usaha Merawat dan Melestarikan Sumber Mata Air di Pedawa
Reboisasi Desa Pedawa: Usaha Menguatkan Citra Pedawa Sebagai Penghasil Gula Aren  
Pemuda-pemuda yang Mengabarkan Cerita Baik dari Pedawa: Menanam Pohon, Mencintai Tradisi dan Bahasa
Tags: bulelengDesa PedawaKayoman PedawareboisasiUndiksha
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Wajah Desa (Muslim) Pegayaman Saat Bulan Ramadan (1)

Next Post

“Empat Detik Sebelum Tidur”, Band Kreatif Kebanggaan Buleleng yang Diabaikan | Catatan HUT Kota Singaraja

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
“Empat Detik Sebelum Tidur”, Band Kreatif Kebanggaan Buleleng yang Diabaikan | Catatan HUT Kota Singaraja

“Empat Detik Sebelum Tidur”, Band Kreatif Kebanggaan Buleleng yang Diabaikan | Catatan HUT Kota Singaraja

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co