24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kolaborasi Internasional di Desa Pedawa: Menanam Pohon Menjaga Air

Jaswanto by Jaswanto
March 27, 2024
in Khas
Kolaborasi Internasional di Desa Pedawa: Menanam Pohon Menjaga Air

Reboisasi di Desa Pedawa | Foto: Dok. Yuli

UNIVERSITAS Pendidikan Ganesha, khususnya Prodi Bahasa Jepang, bersama Universitas Iwate, Asia Inveronmental Alliance, The Greeenery Fund, Pemerintah Desa Pedawa, Desa Adat Pedawa, dan  Kayoman Pedawa, melakukan kolaborasi menanam bibit pohon di Kayuan Sukajati, Dusun Bangkiangsidem, Desa Pedawa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, Rabu (27/3/2024) pagi.

Kerja sama internasional penanaman pohon ini merupakan salah satu implementasi dari visi-misi Undiksha yang berbasis pada Tri Hita Karana, di mana civitas akademik di Undiksha merasa ikut bertangungjawab pada alam sekitar.

Ada 500 bibit pohon yang ditanam di area sekitar sumber mata air Sukajati dan tanah desa adat  di  Paung Batu itu. Bibit itu terdiri dari beringin, ara, gintungan, majagau, bambu bali, bambu tali, dan kayu apuh. Jenis-jenis tanaman tersebut memang sangat bagus untuk menjaga sumber air. Sebab, kegiatan ini orientasi utamanya adalah sumber mata air.

Selain upaya reboisasi, secara rutin kelompok-kelompok ini juga akan melakukan pemeliharaan berkala—untuk memastikan tanaman tumbuh dengan baik. Kayoman Pedawa langsung membuat koordinator lapangan di setiap dusun, yang akan mengkoordinir upaya pemeliharaan tanaman. Saat pemeliharaan, kelompok ini akan memastikan bahwa tanaman tidak diganggun oleh gulma atau hama.

Menurut kordinator pelaksana—yang sekaligus perwakilan Prodi Bahasa Jepang—Wayan Sadyana, kolaborasi ini merupakan lanjutan dari kolaborasi pertama pada tahun 2022 yang diselenggarakan di Kayuan Gelunggang. Tetapi kali ini mengambil tempat di Dusun Bangkiangsidem, tepatnya di sumber air Sukajati.

“Kegiatan ini, selain melibatkan akademisi, juga mengajak komunitas lingkungan, yaitu Kayoman Pedawa sebagai komunitas lokal yang bergerak di konservasi air,” ujar Sadyana.

Selain itu, sambung Sadyana, kegiatan kolaborasi ini juga melibatkan Babinkamtibmas, Babinsa,Tumbuh Mandiri Chanel, masyarakat di sekitar area penanam, seperti warga Kamling Sukajati dan ibu-ibu PKK setempat.

“Masyarakat sangat membantu dan secara aktif mendukung kegiatan Kayoman di sekitaran sumber air Sukajati,” kata Putu Yuli Supriyandana, Ketua Kayoman Pedawa.

Dalam menjalankan pergerakan penyelamatan sumber-sumber mata air, Kayoman Pedawa selalu didukung oleh banyak pihak. Misalnya saat melakukan kajian tentang kualitas air, mereka dibantu oleh beberapa ahli air dari berbagai universitas, baik dalam mupun luar negeri, khususnya Jepang.

“Desa Pedawa pernah mendapat bantuan perbaikan prasarana dan sistem tata kelola air melalui Yes Project. Perbaikan itu digagas oleh para ahli air dari Jepang yang berkolaborasi dengan Pemerintah Desa Pedawa,” ujar Yuli.

Putu Yuli menyampaikan terima kasih kepada pihak kampus Undiksha dan pihak dari Jepang karena sudah menjadi mitra dalam hal penyelamatan lingkungan. Bagaimana pun juga, kolaborasi ini sangat penting untuk pergerakan Kayoman ke depan.

“Saya berharap, ini akan terus berlanjut di tahun-tahun mendatang. Sebagai komunitas penggiat lingkungan, Kayoman menyambut baik kegiatan ini sebagai momentum untuk merealisasikan visi misi kami tentang konservasi air dan lingkungan ke depannya,” kata Yuli.

Dari pihak masyarakat yang diajak dalam penanaman pohon pagi tadi, sangat mendukung dan menyambut baik kegiatan ini. I Wayan Wadra, selaku Ketua Kamling Sukajati, mengatakan bahwa gerakan menanam pohon ini merupakan kegiatan yang sangat mulia.

“Selain menjaga kelangsungan sumber air, juga menyelamatkan lingkungan dari dampak buruk bencana alam, seperti tanah longsor dan kekeringan,” ujar Wandra.

Menurut Wandra, kegiatan yang diprakarsai Undiksha dan Kayoman Pedawa ini, secara tidak langsung, membantu warga sekitar sumber air Sukajati untuk merawat dan menjaga kelestarian air di tempat itu. “Jika debit air di sini bisa bertahan atau bisa dijaga dengan baik, tentu manfaatnya bisa lebih besar mencakup area yang lebih luas,” sambungnya.

Pendekatan Kolaboratif

Pada prinsipnya, berbagai pendekatan untuk pelestarian lingkungan sangat penting dilakukan. Pendekatan lingkungan tersebut sangat holistik dan tidak berdiri secara tunggal. Oleh karena itu, pendekatan kolaboratif dan kerja sama antarlembaga dan lintas negara diyakini dapat meningkatkan kualitas pemelihataan lingkungan.

“Dalam menjalankan pergerakan penyelamatan sumber-sumber mata air, diakui atau tidak, Kayoman Pedawa sangat membutuhkan sumbangan pemikiran dari para ahli lingkungan, botani, dan tentunya ahli air,” tutur Sadyana.

Kegiatan kolaborasi ini diharapkan mampu menjadi sarana edukasi bagi mahasiswa dan masyarakat tentang pentingnya menjaga ketahanan sumber air. Mengingat, kebutuhan air di zaman sekarang sudah meningkat, sedangkan sumber-sumber air di alam semakin menipis.

“Harus selalu diusahakan. Kosa kata tentang lingkungan, etika lingkungan, sudah menjadi satu panduan baru dalam hubungan antarmanusia di dunia, sehingga setiap individu harus turut mengupayakan perbaikan lingkungan,” terang Sadyana memastikan bahwa penanaman pohon ini tidak hanya berdampak positif secara lokal, tetapi juga secara global dalam mengatasi perubahan iklim.

Pendiri Pondok Literasi Sabih itu menambahkan, jika tidak segera bertindak untuk menjaga kelestarian sumber air tersebut, makan akan menjadi masalah besar di kemudian hari. Itulah mengapa kolaborasi ini sangat penting dilakukan sebagai media pengetahuan lingkungan secara masif kepada generasi milenial dan masyarakat yang merupakan konsumen dari sumber mata air itu sendiri.

Sadyana berpendapat, ada banyak langkah konkret yang dapat diambil pemerintah dan lembaga internasional untuk mendukung upaya penanaman pohon di sekitar sumber mata air ini. “Ada banyak hal. Misalnya, pembuatan regulasi, pelaksanaan regulasi, dan penguatan kolaborasi, agar bisa dilakukan secara  bersama-sama,” katanya.

Saat ditanya bagaimana mengukur dan mengevaluasi dampak jangka panjang dari penanaman pohon ini terhadap ekosistem lokal dan global, Sadyana menjawab, “Untuk sementara ini, estimasi ke depan dalam kegiatan ini adalah tanaman bisa tumbuh dengan baik, menyumbang oksigen, dan bisa menjadi tempat yang baik untuk satwa.”[T]

Reporter: Yuli
Penulis: Jaswanto
Editor: Made Adnyana

Asuh Kayuan, Usaha Merawat dan Melestarikan Sumber Mata Air di Pedawa
Reboisasi Desa Pedawa: Usaha Menguatkan Citra Pedawa Sebagai Penghasil Gula Aren  
Pemuda-pemuda yang Mengabarkan Cerita Baik dari Pedawa: Menanam Pohon, Mencintai Tradisi dan Bahasa
Tags: bulelengDesa PedawaKayoman PedawareboisasiUndiksha
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Wajah Desa (Muslim) Pegayaman Saat Bulan Ramadan (1)

Next Post

“Empat Detik Sebelum Tidur”, Band Kreatif Kebanggaan Buleleng yang Diabaikan | Catatan HUT Kota Singaraja

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails

Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
April 8, 2026
0
Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

HARI itu, Jumat, 3 April 2026, menjadi hari yang tak biasa bagi siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam). Sehari...

Read moreDetails

Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

by Putu Gangga Pradipta
April 5, 2026
0
Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

MATAHARI baru saja beranjak dari peraduannya pada Kamis (2/4/2026), namun aspal di sepanjang jalan menuju Pura Segara, Buleleng, sudah mulai...

Read moreDetails

Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

by Helmi Y Haska
March 31, 2026
0
Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

TIGA buku terbaru menjadi pokok soal diskusi malam itu diselenggarakan Toko Buku Partikular di Pasar Suci, Denpasar, Sabtu, 28 Maret...

Read moreDetails

Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

by Dian Suryantini
March 24, 2026
0
Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

Minggu pagi, 8 Maret 2026, Pasar Intaran terasa agak beda. Biasanya, pasar ini nongkrong manis di pinggir pantai, tepat di...

Read moreDetails

Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

by Gading Ganesha
March 24, 2026
0
Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

Sabtu 21 Maret. Tepat pukul lima sore, saya tiba di SMA Negeri 1 Singaraja—dua belas jam sebelum Alumni Smansa Charity...

Read moreDetails

Kisah Perjalanan Mendebarkan Menjemput Kekasih dari Sukawati ke Kota Gianyar untuk Menonton Ogoh-ogoh pada Malam Pengrupukan di Taman Kota Gianyar

by Agus Suardiana Putra
March 20, 2026
0
Kisah Perjalanan Mendebarkan Menjemput Kekasih dari Sukawati ke Kota Gianyar untuk Menonton Ogoh-ogoh pada Malam Pengrupukan di Taman Kota Gianyar

SANG surya mulai turun mengistirahatkan diri setelah seharian bersinar, dan kegelapan perlahan menyelimuti bumi. Tibalah kita pada sandikala, waktu yang...

Read moreDetails
Next Post
“Empat Detik Sebelum Tidur”, Band Kreatif Kebanggaan Buleleng yang Diabaikan | Catatan HUT Kota Singaraja

“Empat Detik Sebelum Tidur”, Band Kreatif Kebanggaan Buleleng yang Diabaikan | Catatan HUT Kota Singaraja

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co