23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ogoh-Ogoh, Arena Kreativitas Kolektif Anak Muda Bali : Inovasi dari Tahun ke Tahun

Seriyoga Parta by Seriyoga Parta
March 12, 2024
in Ulas Rupa
Ogoh-Ogoh, Arena Kreativitas Kolektif Anak Muda Bali : Inovasi dari Tahun ke Tahun

Ogoh-ogoh dari Desa Bengkala, Kubutambahan, Buleleng, Bali | Foto diambil dari akun facebook Juni Farinson

OGOH-OGOH merupakan kreativitas kolektif anak muda Bali dalam membuat karya seni tiga dimensi, entah bagaimana mereka menyerap pembelajaran bentuk menghasilkan patung-patung berongga dari anyaman bambu dengan rangka besi dan dilapisi kertas koran, atau media lainnya.

Kini dari segi bentuk, ogoh-ogoh telah menunjukkan anatomi yang semakin sempurna, serta karakter bentuk-bentuk yang begitu kuat dalam menginterpretasikan bhuta kala (bhuta: ruang dan kala : waktu). Energi alam yang bersifat negatif dan positif dalam momen upacara tawur kesanga disomnya atau diseimbangkan.

Upacara tahunan ini menjadi  unik, karena diiringi dengan momentum kehadiran ogoh-ogoh yang diarak keliling desa dengan sukacita pada suasana pengerupukan.

Sumber foto: Instagram

Ogoh-ogoh dalam kaitannya sebagai bagian dari tradisi upacara Nyepi khususnya acara pengerupukan sebetulnya bukanlah tradisi yang sangat tua, kemungkinan baru mulai marak pada era 1980-an di daerah Denpasar.

Tradisi ini menjadi menarik bukan hanya karena terkait dengan Nyepi, tetapi telah menjadi sebuah ritus kolektif untuk menghadirkan interpretasi masyarakat dalam memaknai bhuta kala. Tahun ke tahun berbagai bentuk ogoh-ogoh hadir secara dinamis, bahkan kerap kali menghadirkan bentuk-bentuk yang terkait dengan kritik sosial dan juga terkait dengan suasana politik.

Sisi menarik lainnya berada pada kreasi bentuk, dari waktu ke waktu terus terjadi inovasi dalam bentuk-bentuk ogoh-ogoh dari yang berdiri dengan satu kaki, atau mengkomposisikan serangkaian figur yang saling terkait dan bernarasi. Telah terjadi terobosan dalam konstruksi rangka, awalnya memakai rangkaian struktur kayu tapi kini persoalan rangka menjadi lebih mudah karena hampir semua ogoh-ogoh telah memakai rangka besi yang dilas permanen.

Sumber foto: Instagram

Berikutnya terjadi inovasi bentuk, terutama pada kemampuan dalam membuat berbagai karakter bentuk anatomi dan karakter mimik muka dan ekspresi dengan berbagai karakter. Karakter bentuk ogoh-ogoh bahkan menyerupai karakter efek visual seperti dilakukan kreator film sekelas Hollywood.

Bahkan belakangan marak pemakaian motor penggerak untuk menjadikan  ogoh-ogoh dapat bergerak sebagaimana robot. Ogoh-ogoh kinetik begitu marak berlakangan ini, menjadikan masyarakat semakin antusias dengan terbosan yang dilakukan setiap tahun.

Serangkaian inovasi yang terjadi dalam dunia perogoh-ogohan di Bali ini digerakkan oleh generasi muda yang super kreatif. Bahkan tidak semua generasi muda ini mengenyam pendidikan seni rupa baik tingkat SMK ataupun Perguruan Tinggi.

Memang beberapa pelaku kreator ogoh-ogoh yang cukup berpengaruh seperti Keduk dan Marmar dari Denpasar, Gusman dari Tampaksiring, mengenyam pendidikan formal seni rupa. Namun serta merta dapat dilihat pendidikan formal tersebut menjadi faktor utama dalam menjadi penyebab kreativitas anak muda dalam mencipta karakter ogoh-ogoh. 

Sumber foto: Instagram

Gelombang kreativitas ini bak air bah yang tak terbentung, bagaimana tidak, dalam setiap banjar minimal ada satu ogoh-ogoh dan biasanya akan ada tiga bahkan lebih. Dalam satu desa adat bisa terdiri dari lima atau belasan banjar, tak pelak setiap desa adat akan dimeriahkan dengan puluhan ogoh-ogoh setiap tahun.

Fenomena lain di daerah urban, bisa jadi setiap gang utama akan membuat ogoh-ogoh dari anak muda, hingga anak-anak kecil membuat puluhan ogoh-ogoh.

Momentum Nyepi telah menjadi festival tahunan yang selalu disambut dengan antusias oleh semua masyarakat, terutama generasi muda yang setiap tahun menyiapkan kreasi-kreasi bentuk-bentuk baru yang berbeda, yang unik dan inovatif.

Entah bagaimana mereka menyerap pembelajaran tentang kreasi bentuk tersebut, pokoknya tiba saat momen beberapa bulan sebelumnya mereka akan mulai menyiapkan diri untuk membuat ogoh-ogoh baru. Karena tiap selesai acara ogoh-ogoh akan dihancurkan dengan dibakar atau belakangan hanya dibongkar untuk dipakai kembali, dan sebelumnya diiringi prosesi upacara penghancurannya.

Walaupun rangka besi masih ada, tentu mereka tidak akan puas membuat gerakan yang sama, rangka besi akan kembali dibongkar dan dikomposisi ulang untuk membuat gerakan yang baru dan bentuk serta karakter baru pula.

Bagi anak muda Bali, momentum Nyepi merupakan arena  ajang untuk menumpahkan energi kreativitas berkreasi melalui media ogoh-ogoh, mereka mempunyai cara tersendiri dalam menyerap berbagai pengetahuan rupa.

Berbagai bentuk ogoh-ogoh yang diarak pada Hari Pengerupakan Nyepi, Minggu 10 Maret 2024 | Foto diambil dari facebook

Berbagai bentuk ogoh-ogoh yang diarak pada Hari Pengerupakan Nyepi, Minggu 10 Maret 2024 | Foto: Yoga

Dalam dunia serba digital kini semakin mudah mengakses berbagai referensi audio visual melalui gawai dengan akses internet yang menyediakan big data. Mulai ada konten-konten di youtube dan IG anak muda membuat pembahasan referensi rupa ogoh-ogoh, misalnya dengan menyandingkan tradisi Giant Puppet di Eropa yang gigantik dan dapat bergerak bahkan mengeluarkan api atau asap.

Semua hal itu dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak muda Bali dalam mengembangkan kreasi ogoh-ogohnya. Mereka menjalankan mekanisme penyerapan pengetahuan taksit melalui praktek langsung, dengan serangkaian percobaan dan penyempurnaan terus setiap tahun. Ritus tradisi ogoh-ogoh Nyepi menjadi ruang transformasi pengetahuan langsung dan sekaligus regenerasi terjadi di dalamnya.

Berbagai bentuk ogoh-ogoh yang diarak pada Hari Pengerupakan Nyepi, Minggu 10 Maret 2024 | Foto: Yoga

Sebagai arena perayaan ogoh-ogoh Nyepi menjadi momentum untuk setiap  kelompok atau banjar bersaing menghadirkan bentuk-bentuk dan karakter yang berbeda-beda. Sebagaimana fenomena banjar Tainsiat Denpasar misalnya dengan sengaja menyelesaikan ogoh-ogohnya dalam waktu yang sangat mepet dan pemasangan bagian kepala yang memakai rangka robotik, dipasang pada saat hari pengerupukan sebelum diarak.

Fenomena ini menunjukkan begitu ketatnya persaingan antar banjar atau kelompok untuk menghadirkan kejutan-kejutan baru yang nantinya tidak disangka oleh kelompok lainnya.

Begitu kuat keinginan mereka untuk menghadirkan sesuatu yang unik dan inovatif setiap tahun dalam momentum hari Nyepi. Persaingan dalam budaya kolektif menjadi spirit untuk mengedepankan kreasi unik dan inovatif, ruang religi dan budaya telah menjadi menjadi arena pertarungan kompetitif. [T]

BACA artikel tentang seni rupa lain dari penulis SERIYOGA PARTA

Teriakan Pengarak Ogoh-Ogoh: Ekspresi Budaya atau Histeria?
Wajah Nyepi, Relasi Agama dan Budaya untuk Harmoni
Di Nusa Penida, Nyepi Tanpa Bantal Bleleng seperti Nggak Nyepi
Wajah Nyepi, Relasi Agama dan Budaya untuk Harmoni
Tags: baliHari Raya Nyepiogoh-ogohSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Teriakan Pengarak Ogoh-Ogoh: Ekspresi Budaya atau Histeria?

Next Post

Semua Telah Dimulai, UKM Teater Kampus Seribu Jendela Bangkitkan Seni Teater di Bali Utara

Seriyoga Parta

Seriyoga Parta

Wayan Seriyoga Parta, M.Sn, lahir di Tabanan 1980, pengelola program Komunitas Klinik Seni Taxu, redaksi Buletin Komunitas Seni Rupa Kitsch (2004-2005), staf pengajar seni rupa di Universitas Negeri Gorontalo, Founder Gurat Institute. Founder & Kurator Arc of Bali Art Award,

Related Posts

Fragmen Peristiwa pada Pameran ‘Dialog Ferdi dan Opus Sastra’ Minggu Pertama di Palembang

by Mahesa Putra
June 18, 2026
0
Fragmen Peristiwa pada Pameran ‘Dialog Ferdi dan Opus Sastra’ Minggu Pertama di Palembang

SEJAK pagi langit mendung, angin membuat barisan pohon kelapa di halaman Roemah Tumbuh Kembang menari. Padahal sudah satu minggu ini...

Read moreDetails

Menakar Isi Piring, Meruntuhkan Dinding Sakral  —Narasi Domestik Sebagai Episentrum Perlawanan Politis Perupa Perempuan Bali

by Oka Rusmini
June 15, 2026
0
Menakar Isi Piring, Meruntuhkan Dinding Sakral  —Narasi Domestik Sebagai Episentrum Perlawanan Politis Perupa Perempuan Bali

SEBUAH pertanyaan tidak pernah lahir dari ruang hampa. Di balik kalimat pendek, “What’s for Dinner?” atau “Mau makan malam apa?”,...

Read moreDetails

Karya Rupa Saka Rosanta, Dari Reinkarnasi, Pohon Kasih sampai Avatar Word

by Mas Ruscitadewi
June 13, 2026
0
Karya Rupa Saka Rosanta, Dari Reinkarnasi, Pohon Kasih sampai Avatar Word

Ida Kade Saka Rosanta, yang kerap dipanggil Gus Moyo memamerkan karya rupanya di Rumah Berdaya, jalan Raya Sesetan 280 Denpasar....

Read moreDetails

Stasiun Buraq : Arsitektur Mimpi Seorang Ilham Gusti Syahadat

by Made Chandra
June 8, 2026
0
Stasiun Buraq : Arsitektur Mimpi Seorang Ilham Gusti Syahadat

DERAP langkah beranjak naik, kain tirai perlahan mulai disingkapkan, lalu dengan segera bunyi-bunyian kendang, tembang dan segala perangkat kesenian jaranan,...

Read moreDetails

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

by Made Chandra
June 2, 2026
0
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

Read moreDetails

Pameran ‘Roots & Routes’: Refleksi Tentang Identitas, Ingatan dan Perjalanan Hidup

by I Gede Made Surya Darma
May 7, 2026
0
Pameran ‘Roots & Routes’: Refleksi Tentang Identitas, Ingatan dan Perjalanan Hidup

DI tengah geliat seni rupa kontemporer yang semakin cair dan lintas disiplin, pameran “Roots & Routes” yang berlangsung di Biji...

Read moreDetails

Refracted — Perspektif yang Menolak Keutuhan

by Made Chandra
May 4, 2026
0
Refracted — Perspektif yang Menolak Keutuhan

Artikel ini adalah catatan kuratorial pameran seni rupa “Refracted” pada 2 Mei 2026 di Ruang Arta Derau, Tegallalang. Tak pernah...

Read moreDetails

Kenapa sih Harus Solo Exhibition?

by Made Chandra
April 14, 2026
0
Kenapa sih Harus Solo Exhibition?

HARI itu rasanya begitu spesial, hari dimana buku-buku tersusun bertumpuk untuk dirayakan kehadirannya. Semerebak wangi dupa menyeruak sampai menyentil dalam-dalam...

Read moreDetails

Apa yang ‘Ada’ dalam Sebuah Lukisan? —Membaca ‘Aurora Blue’ dan ‘Red Blossom’ Karya Wayan Kun Adnyana

by I Wayan Sujana Suklu
March 27, 2026
0
Apa yang ‘Ada’ dalam Sebuah Lukisan?  —Membaca ‘Aurora Blue’ dan ‘Red Blossom’ Karya Wayan Kun Adnyana

Membaca Aurora Blue dan Red Blossom karya Wayan Kun Adnyana, pameran Parama Paraga Retrospective of Biographical Metaphoric Figure to New...

Read moreDetails

SAPA WARANG: Tubuh yang Terbakar di Batas Liminal

by I Wayan Sujana Suklu
March 24, 2026
0
SAPA WARANG: Tubuh yang Terbakar di Batas Liminal

Liminalitas sebagai Ambang Kosmologis LIMINALITAS, dalam pengertian paling mendasar, bukan sekadar fase peralihan, melainkan kondisi ontologis di mana batas-batas eksistensi...

Read moreDetails
Next Post
Semua Telah Dimulai, UKM Teater Kampus Seribu Jendela Bangkitkan Seni Teater di Bali Utara

Semua Telah Dimulai, UKM Teater Kampus Seribu Jendela Bangkitkan Seni Teater di Bali Utara

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar
Tualang

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

by Made Wirya
June 21, 2026
Lubang | Cerpen Asmaran Dani
Cerpen

Lubang | Cerpen Asmaran Dani

LUBANG menjadi neraka jahanam yang membakar kehidupanku. Di mana saja, lubang selalu ada. Lubang pipet, lubang kloset, lubang tutup odol,...

by Asmaran Dani
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co