22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ogoh-Ogoh, Arena Kreativitas Kolektif Anak Muda Bali : Inovasi dari Tahun ke Tahun

Seriyoga Parta by Seriyoga Parta
March 12, 2024
in Ulas Rupa
Ogoh-Ogoh, Arena Kreativitas Kolektif Anak Muda Bali : Inovasi dari Tahun ke Tahun

Ogoh-ogoh dari Desa Bengkala, Kubutambahan, Buleleng, Bali | Foto diambil dari akun facebook Juni Farinson

OGOH-OGOH merupakan kreativitas kolektif anak muda Bali dalam membuat karya seni tiga dimensi, entah bagaimana mereka menyerap pembelajaran bentuk menghasilkan patung-patung berongga dari anyaman bambu dengan rangka besi dan dilapisi kertas koran, atau media lainnya.

Kini dari segi bentuk, ogoh-ogoh telah menunjukkan anatomi yang semakin sempurna, serta karakter bentuk-bentuk yang begitu kuat dalam menginterpretasikan bhuta kala (bhuta: ruang dan kala : waktu). Energi alam yang bersifat negatif dan positif dalam momen upacara tawur kesanga disomnya atau diseimbangkan.

Upacara tahunan ini menjadi  unik, karena diiringi dengan momentum kehadiran ogoh-ogoh yang diarak keliling desa dengan sukacita pada suasana pengerupukan.

Sumber foto: Instagram

Ogoh-ogoh dalam kaitannya sebagai bagian dari tradisi upacara Nyepi khususnya acara pengerupukan sebetulnya bukanlah tradisi yang sangat tua, kemungkinan baru mulai marak pada era 1980-an di daerah Denpasar.

Tradisi ini menjadi menarik bukan hanya karena terkait dengan Nyepi, tetapi telah menjadi sebuah ritus kolektif untuk menghadirkan interpretasi masyarakat dalam memaknai bhuta kala. Tahun ke tahun berbagai bentuk ogoh-ogoh hadir secara dinamis, bahkan kerap kali menghadirkan bentuk-bentuk yang terkait dengan kritik sosial dan juga terkait dengan suasana politik.

Sisi menarik lainnya berada pada kreasi bentuk, dari waktu ke waktu terus terjadi inovasi dalam bentuk-bentuk ogoh-ogoh dari yang berdiri dengan satu kaki, atau mengkomposisikan serangkaian figur yang saling terkait dan bernarasi. Telah terjadi terobosan dalam konstruksi rangka, awalnya memakai rangkaian struktur kayu tapi kini persoalan rangka menjadi lebih mudah karena hampir semua ogoh-ogoh telah memakai rangka besi yang dilas permanen.

Sumber foto: Instagram

Berikutnya terjadi inovasi bentuk, terutama pada kemampuan dalam membuat berbagai karakter bentuk anatomi dan karakter mimik muka dan ekspresi dengan berbagai karakter. Karakter bentuk ogoh-ogoh bahkan menyerupai karakter efek visual seperti dilakukan kreator film sekelas Hollywood.

Bahkan belakangan marak pemakaian motor penggerak untuk menjadikan  ogoh-ogoh dapat bergerak sebagaimana robot. Ogoh-ogoh kinetik begitu marak berlakangan ini, menjadikan masyarakat semakin antusias dengan terbosan yang dilakukan setiap tahun.

Serangkaian inovasi yang terjadi dalam dunia perogoh-ogohan di Bali ini digerakkan oleh generasi muda yang super kreatif. Bahkan tidak semua generasi muda ini mengenyam pendidikan seni rupa baik tingkat SMK ataupun Perguruan Tinggi.

Memang beberapa pelaku kreator ogoh-ogoh yang cukup berpengaruh seperti Keduk dan Marmar dari Denpasar, Gusman dari Tampaksiring, mengenyam pendidikan formal seni rupa. Namun serta merta dapat dilihat pendidikan formal tersebut menjadi faktor utama dalam menjadi penyebab kreativitas anak muda dalam mencipta karakter ogoh-ogoh. 

Sumber foto: Instagram

Gelombang kreativitas ini bak air bah yang tak terbentung, bagaimana tidak, dalam setiap banjar minimal ada satu ogoh-ogoh dan biasanya akan ada tiga bahkan lebih. Dalam satu desa adat bisa terdiri dari lima atau belasan banjar, tak pelak setiap desa adat akan dimeriahkan dengan puluhan ogoh-ogoh setiap tahun.

Fenomena lain di daerah urban, bisa jadi setiap gang utama akan membuat ogoh-ogoh dari anak muda, hingga anak-anak kecil membuat puluhan ogoh-ogoh.

Momentum Nyepi telah menjadi festival tahunan yang selalu disambut dengan antusias oleh semua masyarakat, terutama generasi muda yang setiap tahun menyiapkan kreasi-kreasi bentuk-bentuk baru yang berbeda, yang unik dan inovatif.

Entah bagaimana mereka menyerap pembelajaran tentang kreasi bentuk tersebut, pokoknya tiba saat momen beberapa bulan sebelumnya mereka akan mulai menyiapkan diri untuk membuat ogoh-ogoh baru. Karena tiap selesai acara ogoh-ogoh akan dihancurkan dengan dibakar atau belakangan hanya dibongkar untuk dipakai kembali, dan sebelumnya diiringi prosesi upacara penghancurannya.

Walaupun rangka besi masih ada, tentu mereka tidak akan puas membuat gerakan yang sama, rangka besi akan kembali dibongkar dan dikomposisi ulang untuk membuat gerakan yang baru dan bentuk serta karakter baru pula.

Bagi anak muda Bali, momentum Nyepi merupakan arena  ajang untuk menumpahkan energi kreativitas berkreasi melalui media ogoh-ogoh, mereka mempunyai cara tersendiri dalam menyerap berbagai pengetahuan rupa.

Berbagai bentuk ogoh-ogoh yang diarak pada Hari Pengerupakan Nyepi, Minggu 10 Maret 2024 | Foto diambil dari facebook

Berbagai bentuk ogoh-ogoh yang diarak pada Hari Pengerupakan Nyepi, Minggu 10 Maret 2024 | Foto: Yoga

Dalam dunia serba digital kini semakin mudah mengakses berbagai referensi audio visual melalui gawai dengan akses internet yang menyediakan big data. Mulai ada konten-konten di youtube dan IG anak muda membuat pembahasan referensi rupa ogoh-ogoh, misalnya dengan menyandingkan tradisi Giant Puppet di Eropa yang gigantik dan dapat bergerak bahkan mengeluarkan api atau asap.

Semua hal itu dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak muda Bali dalam mengembangkan kreasi ogoh-ogohnya. Mereka menjalankan mekanisme penyerapan pengetahuan taksit melalui praktek langsung, dengan serangkaian percobaan dan penyempurnaan terus setiap tahun. Ritus tradisi ogoh-ogoh Nyepi menjadi ruang transformasi pengetahuan langsung dan sekaligus regenerasi terjadi di dalamnya.

Berbagai bentuk ogoh-ogoh yang diarak pada Hari Pengerupakan Nyepi, Minggu 10 Maret 2024 | Foto: Yoga

Sebagai arena perayaan ogoh-ogoh Nyepi menjadi momentum untuk setiap  kelompok atau banjar bersaing menghadirkan bentuk-bentuk dan karakter yang berbeda-beda. Sebagaimana fenomena banjar Tainsiat Denpasar misalnya dengan sengaja menyelesaikan ogoh-ogohnya dalam waktu yang sangat mepet dan pemasangan bagian kepala yang memakai rangka robotik, dipasang pada saat hari pengerupukan sebelum diarak.

Fenomena ini menunjukkan begitu ketatnya persaingan antar banjar atau kelompok untuk menghadirkan kejutan-kejutan baru yang nantinya tidak disangka oleh kelompok lainnya.

Begitu kuat keinginan mereka untuk menghadirkan sesuatu yang unik dan inovatif setiap tahun dalam momentum hari Nyepi. Persaingan dalam budaya kolektif menjadi spirit untuk mengedepankan kreasi unik dan inovatif, ruang religi dan budaya telah menjadi menjadi arena pertarungan kompetitif. [T]

BACA artikel tentang seni rupa lain dari penulis SERIYOGA PARTA

Teriakan Pengarak Ogoh-Ogoh: Ekspresi Budaya atau Histeria?
Wajah Nyepi, Relasi Agama dan Budaya untuk Harmoni
Di Nusa Penida, Nyepi Tanpa Bantal Bleleng seperti Nggak Nyepi
Wajah Nyepi, Relasi Agama dan Budaya untuk Harmoni
Tags: baliHari Raya Nyepiogoh-ogohSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Teriakan Pengarak Ogoh-Ogoh: Ekspresi Budaya atau Histeria?

Next Post

Semua Telah Dimulai, UKM Teater Kampus Seribu Jendela Bangkitkan Seni Teater di Bali Utara

Seriyoga Parta

Seriyoga Parta

Wayan Seriyoga Parta, M.Sn, lahir di Tabanan 1980, pengelola program Komunitas Klinik Seni Taxu, redaksi Buletin Komunitas Seni Rupa Kitsch (2004-2005), staf pengajar seni rupa di Universitas Negeri Gorontalo, Founder Gurat Institute. Founder & Kurator Arc of Bali Art Award,

Related Posts

Membaca Jejak, Merawat Ingatan: Jelajah Tiga Pulau dalam Foto dan Puisi di Museum Bahari Jakarta

by Emi Suy
October 19, 2026
0
Membaca Jejak, Merawat Ingatan: Jelajah Tiga Pulau dalam Foto dan Puisi di Museum Bahari Jakarta

DI Museum Bahari Jakarta, foto dan puisi mempertemukan kita dengan jejak sejarah Pulau Onrust, Cipir, dan Kelor. Melalui Pameran Foto...

Read moreDetails

Tubuh, Lanskap, dan yang Tak Terucapkan

by Wayan Jengki Sunarta
October 18, 2026
0
Tubuh, Lanskap, dan yang Tak Terucapkan

DALAM karya-karya I Nyoman Darmawan, akrab disapa Kuek, tubuh manusia tidak selalu hadir sebagai sosok utuh dengan batas-batas jelas. Tubuh...

Read moreDetails

Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?

by Made Chandra
October 10, 2026
0
Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?

KITA yang terlampau serius atau memang ongkos sebuah industri adalah kekakuan kreatifitas. Barangkali unek-unek semacam ini yang berputar-putar di kepalaku...

Read moreDetails

Mengurai Gnosis Perupa Payangan

by I Wayan Westa
September 27, 2026
0
Mengurai Gnosis Perupa Payangan

Dr. Jean Couteau, budayawan asal Prancis pernah berseloroh soal kondisi terkini psiko-budaya generasi Bali. Dalam sejumlah pernyataan lisan maupun tertulis,...

Read moreDetails

Menangkap Pesona Kekuatan Cahaya: Titik Balik Spiritual dan Sikap Politik Susilo Bambang Yudhoyono

by Jaswanto
September 26, 2026
0
Menangkap Pesona Kekuatan Cahaya: Titik Balik Spiritual dan Sikap Politik Susilo Bambang Yudhoyono

PADA siang yang membakar, saya berebut jalanan Surabaya menuju Voza Tower di Jalan Mayjen HR. Muhammad, Putat Gede, Sukomanunggal. Di...

Read moreDetails

Sari Pati yang Tinggal di Kanvas, Ketika Perempuan Membawa Semesta di Dalam Dirinya —Membaca Dunia Imajinasi, Alam, Ingatan, dan Spiritualitas dalam Lukisan Surealisme Dekoratif

by Emi Suy
September 23, 2026
0
Sari Pati yang Tinggal di Kanvas, Ketika Perempuan Membawa Semesta di Dalam Dirinya —Membaca Dunia Imajinasi, Alam, Ingatan, dan Spiritualitas dalam Lukisan Surealisme Dekoratif

Datang Setelah Riuh Saya datang ketika riuh telah selesai. Pameran telah usai dibuka, sebagian pengunjung mulai beranjak, percakapan telah menemukan...

Read moreDetails

Guci Nasib di Titik Nol Kota

by I Wayan Westa
September 22, 2026
0
Guci Nasib di Titik Nol Kota

”….dalam labirin, aku mencari guci nasibku, yang tersimpan dalam kabut kebuntuan, membentur dalam setiap sudut dinding, tak tahu jalan pulang,...

Read moreDetails

Ketika Tatahan Menembus Kanvas —Membaca Teknik Tembus Tatahan Wayang Dalam Karya I Gede Susilayasa pada Udhar Banda Karma

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
Ketika Tatahan Menembus Kanvas —Membaca Teknik Tembus Tatahan Wayang Dalam Karya I Gede Susilayasa pada Udhar Banda Karma

Menelisik foto karya yang tampak pada pameran, bidang kanvas dipenuhi figur-figur wayang, makhluk mitologis, ornamen, tetumbuhan, dan jaringan garis yang...

Read moreDetails

Membaca Naga Agus Kama Loedin

by I Wayan Westa
September 16, 2026
0
Membaca Naga Agus Kama Loedin

---Venue Art, Batu & Studio, Batubulan, Gianyar, Bali | 12 September 2026 * Pameran "Jaga Raga Bara Jiwa" dibuka  Rektor...

Read moreDetails

Pohon Hayat dan Enam Puluh Kuda yang Menjaga Ingatan

by Angga Wijaya
September 16, 2026
0
Pohon Hayat dan Enam Puluh Kuda yang Menjaga Ingatan

Di Agung Rai Museum of Art atau ARMA, Ubud, Bali, pada Juli 2026, sebuah pohon penuh kuda hadir di antara...

Read moreDetails
Next Post
Semua Telah Dimulai, UKM Teater Kampus Seribu Jendela Bangkitkan Seni Teater di Bali Utara

Semua Telah Dimulai, UKM Teater Kampus Seribu Jendela Bangkitkan Seni Teater di Bali Utara

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co