4 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Barraq Lanang Budiman, Pemanah Cilik dengan Segudang Prestasi

Jaswanto by Jaswanto
February 17, 2024
in Persona
Barraq Lanang Budiman, Pemanah Cilik dengan Segudang Prestasi

Barraq Lanang Budiman | Foto: Dok. Shinta

DI LAPANGAN panahan di Pidada, nyaris setiap hari terlihat tak pernah sepi. Di sana, orang tua, dewasa, sampai anak-anak, berseliweran dengan busur di tangan masing-masing. Tentu saja juga ada anak panah, pelindung jari (thum ring), pelindung lengan (arm guarde), alat peredam getaran, teropong, kantong panah (quiver), sampai target bidikan. Di antara semua orang dan alat-alat panahan itu, ada seorang anak yang ikut serta.

Namanya Barraq Lanang Budiman, atlet panahan yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama di SMPN I Singaraja. Ia mulai latihan memanah sejak masih belum cakap menyeberang jalan. “Kelas dua menjelang naik kelas tiga SD,” katanya singkat saat diwawancarai di rumahnya di Kelurahan Kampung Kajanan—salah satu wilayah di Kabupaten Buleleng yang memiliki banyak penduduk beragama Islam.

Malam itu, bocah itu duduk di kursi putar di ruang tamu. Sebagaimana seorang bocah, ia duduk tak jenak, berputar-putar sambil sesekali meremas jari-jari sendiri. Ia tampak malu-malu saat bercerita tentang perjalanannya menjadi atlet panahan. Kadang ia tertawa, dan tak jarang melihat langit-langit rumahnya—barangkali ia lebih mudah menemukan jawaban dengan bertingkah seperti itu.

Barraq saat memanah | Foto: Dok. Shinta

Barraq berkisah, selain memanah, pada saat masih menjadi siswa di MI Terpadu Mardhatilah, Barraq juga tercatat sebagai perenang yang beberapa kali pernah mewakili sekolahnya dalam berbagai ajang perlombaan. Berenang adalah salah satu hobinya.

Namun, daripada renang, sepertinya memanah adalah jiwanya yang sesungguhnya. Meskipun, katanya, ia sering lupa teknik yang diajarkan pelatihnya. Tapi dasar bakat, meski sering lupa, dalam ajang perlombaan, Barraq termasuk pemanah pilih tanding di usia angkatannya. Bidikannya nyaris tak pernah meleset.

“Dulu sempat ikut latihan renang. Tapi nggak tahu kenapa, setelah ditawarin papa untuk ikut latihan memanah, aku mau—karena di sana juga ada temen. Daripada di rumah aja,” ujar Barraq dengan polos dan lugu.

Sekadar informasi, di Indonesia organisasi panahan resmi terbentuk pada tanggal 12 Juli 1953 di Yogyakarta atas prakarsa Sri Paku Alam VIII dengan nama Perpani (Persatuan Panahan Indonesia). Pada tahun 1959, untuk pertama kalinya, Perpani mengadakan kejuaraan nasional sebagai perlombaan yang terorganisir.

Medali dan penghargaan Barraq sebagai atlet panahan buleleng terbaik putra | Foto: Dok. Shinta

Setelah Perpani terbentuk, pada tahun 1959 Indonesia diterima sebagai anggota FITA (Federation International de Tir A L’arc) dalam konggres di Oslo, Norwegia. Dengan diterimanya Perpani menjadi anggota FITA, maka terbukalah kesempatan untuk mengambil bagian dalam kejuaraan-kejuaraan panahan di kancah internasional.

Di Buleleng sendiri, terlepas sering meraih kejuaraan atau tidak, olahraga panahan cukup diminati. Di Sekolah-sekolah, dari SD sampai SMA, di kampus, cabang ini selalu ada. Banyak atlet yang sudah profesional dan wara-wiri di kejuaraan nasional. Seperti enam tahun yang lalu, misalnya, Buleleng berhasil meraih tiga medali emas di kejuaraan panahan Grand Indonesia Open Archery Championship (GIOAC) 2018.

***

Bagi pemanah pemula, pertama-tama harus mengetahui cara memasang tali yang baik dan benar pada busur. Hal ini bertujuan supaya busur tidak patah dan nocking point berada pada posisi yang benar.

Secara umum, ada dua metode memasang tali pada busur, yaitu dorong tarik (push pull) dan tindak langkah (step-through). Tapi Barraq sudah melewati fase ini. Ia belajar memasang tali sejak kelas dua sekolah dasar.

Meski usianya masih tigabelas tahun, tapi penguasaan teknik-teknik memanah seperti cara berdiri, memasang ekor panah, set up, menarik tali, penjangkaran, holding, membidik, sampai melesatkan anak panah, tak bisa diragukan. Remaja kelahiran Singaraja, 11 Desember 2010, itu melesatkan anak panah sama baiknya dengan memainkan game online di gawainya.

Barraq bersama pelatihnya, Kadek Arry Anderzen | Foto: Dok. Shinta

Selain teknik memanah yang tepat dan benar, peran pelatih juga sangat menunjang pencapaian prestasi seorang atlet memanah. Dengan dikuasainya teknik memanah dan pelatih yang tepat, akan memungkinkan keajegan (consistency) gerakan memanah si atlet, baik dalam latihan maupun kompetisi. Dan itu dibuktikan sendiri oleh Barraq.

Barraq pernah dilatih oleh Kadek Arry Anderzen—atlet panahan yang pernah mewakili Bali di PON XIX 2016 di Jawa Barat. Bersama Arry, Barraq merasa tepat mendapat pelatih. Mereka berdua seperti memiliki chemistry. Banyak prestasi yang ia peroleh.

Tapi Arry tentu bukan satu-satunya pelatih. Setelah Arry dilantik menjadi Ketua Umum Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Buleleng, Barraq berlatih memanah dengan Komang Jenika Puspayoni—peraih medali emas individual divisi FITA Compound Umum Putri IPB Archery Open Online 2021.

Selama debutnya menjadi atlet panahan, Barraq Lanang Budiman sudah banyak menorehkan prestasi. Belum setahun berlatih, ia sudah meraih Juara II pada kejuaraan panahan Buleleng Archery Cup III 2018 se-Kabupaten Buleleng. Setahun kemudian, nama Barraq tercatat sebagai  peraih Juara I Divisi Nasional SD-A Putra pada seleksi olahraga pelajar cabang olahraga panahan tingkat Buleleng.

Barraq bersama pelatihnya, Komang Jenika Puspayoni | Foto: Dok. Shinta

Selain itu, di tahun yang sama, bocah yang kini duduk di bangku kelas VII SMPN I Singaraja itu mendapat Juara 2 beregu SD-A putra di Denpasar dalam kejuaraan panahan terbuka HUT ke-62 Kodam IX/Udayana.

Pada 2020, ia merain Juara I Divisi Standard Bow Tingkat SD-B Putra Total Scorw pada Kejuaraan Panahan Siraja (Singa Ambara Raja Archery) Virtual Cup 2020. Tahun 2021, Barraq menempati peringkat 16 besar Kualifikasi Nasional U-12 Putra pada Sirkuit Nasional; dan Juara I Kualifikasi Divisi Standard Bow SD-B Putra Pada Kejuaraan Panahan Buleleng Arvhery Cup V di tahun yang sama.

“Karena sering ikut kejuaraan dan juga sering menang, aku bisa masuk ke SMPN I Singaraja,” ujarnya malu-malu. Katanya, ini adalah momen yang tidak akan pernah ia lupakan. Bahkan ia tidak menyangka, kalau panahan dapat membawa namanya sampai sejauh ini.

Atlet cilik yang berada di  Divisi Standard Bow dan Divisi BareBow SMP Putra itu, mengaku akan terus melanjutkan kariernya di dunia panahan. Sepertinya itu bukan sebuah angan-angan seorang bocah tiga belas tahun, itu harapan dan cita-cita yang sangat mungkin terwujud. Pasalnya, selain berbakat, keluarganya juga ringan tangan mendukungnya.

Kedua orang tuanya tak pernah menyesal anaknya menjadi seorang atlet panahan. Begitu juga dengan kakaknya, Lovely Shira Aurelia, yang juga seorang atlet menembak Arm Women Youth—salah satu atlet menembak berbakat yang dimiliki Buleleng saat ini.

Dalam waktu dekat ini, kata Barraq, bersama teman-teman dan pelatihnya, ia sedang mempersiapkan untuk kejuaraan panahan di Pekan Olahraga dan Seni Pelajar (Porsenijar) Provinsi Bali 2024. Ia mulai giat berlatih. Mengasah teknik, menjaga fisik, dan memupuk mental. Barraq, pemanah cilik dengan segudang prestasi itu, siap membawa nama Buleleng ke kancah nasional—bahkan internasional.[T]

Baca juga artikel terkait TOKOH atau tulisan menarik lainnya JASWANTO

Reporter: Jaswanto
Penulis: Jaswanto
Editor: Made Adnyana

Lovely Shira Aurelia, Gadis Penembak dari Kampung Kajanan
Kadek Adi Asih, “Kartini Desa” yang Menaklukkan Tebing dengan Bonus 121 Juta
Putu Bagus Sastra, Pelukis Cilik Itu Meraih Medali Emas Porsenijar Bali 2023
Dari Tajun, Komang Lolak Sastrawan yang Anak Buruh itu, Mendunia Lewat Karate
Tags: bulelengKONI BulelengolahragaPorprov BaliPorsenijar BaliSingaraja
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dua Masalah Besar yang Harus Diselesaikan Penggarap pada Lomba Drama Bali Modern di Bulan Bahasa Bali 2024

Next Post

Mendekap dan Menimang Mental Kita

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Rumah Kata di Jalan Nangka

by Angga Wijaya
July 9, 2026
0
Rumah Kata di Jalan Nangka

SIANG itu, rolling door Pustaka Bali Seni di Jalan Nangka No. 103,  Denpasar, Bali, terbuka lebar. Dari luar, tempat itu...

Read moreDetails

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

by Jaswanto
June 24, 2026
0
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

Read moreDetails

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
0
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

Read moreDetails

Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

by Dede Putra Wiguna
May 30, 2026
0
Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

TANGIS itu pecah di tengah tepuk tangan panjang audiens Ubud Food Festival 2026. Di perhelatan yang selama ini menjadi ruang...

Read moreDetails

Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

by I Gede Made Surya Darma
May 22, 2026
0
Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari...

Read moreDetails

Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
0
Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni...

Read moreDetails

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

Read moreDetails

Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
0
Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

DI sela waktu istirahat Lomba Tari Bali di UPMI Bali, Sabtu (25/4), sosok Putu Dian Tristiana Dewi berdiri mendampingi anak...

Read moreDetails

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026
0
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

Read moreDetails

I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

by Made Susanta Dwitanaya
March 26, 2026
0
I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

NYALUK Sandi Kala (memasuki peralihan dari siang ke malam) di hari Pangrupukan di Desa  Tampaksiring, yang semakin tahun  semakin dikenal...

Read moreDetails
Next Post
Mendekap dan Menimang Mental Kita

Mendekap dan Menimang Mental Kita

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd
Ulas Buku

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

by IRZI
August 3, 2026
Presiden di Dalam Kepala Saya
Esai

Presiden di Dalam Kepala Saya

"Man is an animal suspended in webs of significance he himself has spun." Manusia adalah makhluk yang bergantung pada jejaring...

by Angga Wijaya
August 3, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Korupsi di Indonesia: Persekongkolan Antara Kuasa dan Modal

KORUPSI, sebagaimana narkoba dan terorisme bukanlah kejahatan tunggal. Selalu melibatkan orang lain. Korupsi adalah persekongkolan, perselingkuhan, jaringan, dan kongkalikong. Korupsi...

by Chusmeru
August 3, 2026
Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co