14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kotor atau Bersih Bukan Tentang Sampah Plastik, Tapi Tentang Manusianya | Cerita dari Singapura

Nyoman Nadiana by Nyoman Nadiana
February 9, 2024
in Tualang
Kotor atau Bersih Bukan Tentang Sampah Plastik, Tapi Tentang Manusianya | Cerita dari Singapura

Singapura | Foto-foto Nyoman Nadiana

SEORANG teman pernah berujar kepada saya. Kotor atau kebersihan bukan tentang plastik atau sampah plastik, tapi tentang manusianya.

Korelasi ujaran teman itu kembali saya renungkan ketika sedang jalan-jalan di Singapura. Di negera itu, orang-orang tetap menggunakan plastik dengan enjoi, tapi bagaimana kemudian mereka mengelolanya agar tempat mereka tetap bersih dari sampah plastik.

Saya menemukan kebiasaan masyarakat yang seperti cinta mati pada kebersihan. Mereka akan mengembalikan tempat makan saat selesai makan di stall house atau di hawker, mereka berjalan seberapa jauh pun tempat sampah. Memang, mereka tak perlu berjalan terlalu jauh, karena pada setiap beberapa meter memang ada tempat sampah.

Jadi, sesungguhnya bukan jauh atau dekat tempat sampahnya. Banyak atau sedikit tempat sampahnya. Namun bagaimana masyarakat bisa dengan tulus iklas menemui tempat sampah itu untuk mengumpulkan sampah.

Itulah yang membuat setiap tempat di Singapura kelihatan bersih, langka akan plastik yang berserakan.

Plastik di negara ini tetap digunakan. Setiap orang yang akan membeli teh tarik misalnya pasti akan menenteng plastik untuk take away. Jadi, benar kata seorang teman, kebersihan bukan karena sampah atau plastiknya tapi karena manusianya.

Saya tiba di Singapura, Rabu, 7 Februari 2024. Dari desa pesisir Desa Les, di Tejakula, Buleleng, Bali, saya bersama keluarga  melakukan perjalanan ke Singapura.

Penerbangan Bandara Ngurah Rai-Changi Singapura ditempuh kurang lebih 2 jam 40 menit. Ini kelima kalinya saya ke negara yang sarat dengan cerita tentang Stamford Raffles itu.

Tahun 2012 pertamakali saya training di salah satu hotel di negara yang juga dikenal sebagai “Fine City” ini.

Penulis bersama Joy, sang anak

Singapura adalah negara yang sangat ketat menerapkan aturan dan denda bagi siapa saja, termasuk pendatang dan warga negaranya, yang melakukan pelanggaran, terutama soal kebersihan.

Saya jadi ingat kenangan buruk. Kala itu salah seorang teman training saya merokok sembarangan, dan mengakibatkan uang sebesar 250 Dolar Singapura harus di setor lewat mesin ATM untuk membayar dendanya. Wah, jadi ingat masa-masa di mana  jalan kaki adalah kemewahan yang hakiki, entah beberapa kilometer setiap hari.

Kali ini perjalanan ke Singapura saya juga akan kembali melihat dan merasakan serta mengenal beberapa tempat yang barangkali belum pernah saya kunjungi. Tapi jauh dari itu kemanapun saya pergi, sesungguhnya untuk mencari referensi pribadi tentang bagaimana dan seperti apa hal-hal baik untuk dikembangkan dan sekaligus sebagai pemacu semangatagar  bisa melakukan hal yang sama.

Terlebih bagi saya, sebagai orang yang suka jalan dan bekerja sebagai pemandu lepas pariwisata di desa, perjalanan adalah berkah tiada tara. Syukur-syukur cari relasi sambil cari inspirasi.

Setiap kembali ke Singapura saya selalu menemukan hal yang berbeda meski sudah berkali-kali berkunjung ke sini. Saya mencoba memberikan gambaran bagaimana Singapura selalu menjadi primadona bagi pengunjung, khususnya warga negara Indonesia.

Selain jarak yang dekat , Singapura menawarkan setiap sudut kotanya sebagai tempat berwisata dan berolahraga. Semua tempat di sudut-sudut kota dan luar kota di negara ini menawarkan tata kota dan tempat yang membuat pengunjung harus mengambil foto benerapa kali.

Bagi yang suka jalan kaki atau menikmati kota dengan naik bus atau kereta, Singapura adalah juaranya. Tinggal isi kartu SMRT dan bisa digunakan untuk bus dan kereta. Terlebih jika malam hari suasana seluruh kota akan bertambah warna-warni seperti negeri di cerita dongeng cahaya.

Saya tidak akan terlalu banyak bercerita tentang keindahan, karena keindahan itu ada di mana-mana. Selain tentang kebersihan, saya akan cerita tentang pepohonan.

Satu hal yang paling menarik dari Singapura adalah setiap lahan dan jalan serta pusat perbelanjaan akan selalu ditemukan sebuah taman dengan pohon perindang yang seakan membawa imajinasi kita bahwa Singapura memiliki banyak hutan.

Padahal itu hanya kebun -kebun kecil dan mampu memberi manfaat yang luar biasa bagi warganya dan wisatawan. Bagi yang berkunjung membawa anak -anak, Singapura adalah pilihan yang paling ideal.

Transportasi sangat mudah, semua rata-rata memiliki tempat untuk tempat bermain anak dan ruang untuk bermain dan berjalan-jalan. Saya berkunjung ke beberapa tempat salah satunya adalah Port Canning Park.  Itu sebuah taman yang dulu adalah rumah Stamford Raffles, yang pada akhirnya menjadi Ikon bagi wisatawan yang akan berkunjung ke Singapura. Beberapa pohon dan taman tampak menghiasi sudut-sudut bangunan bersejarah di dekat sungai ini.

Mungkin di Indonesia ada ribuan tempat yang menawarkan variant tumbuhan yang lebih bervariasi. Tetapi kenapa harus ke Singapura?  Itu celoteh saya pada diri sendiri.

Saya pun menjawab sendiri, dulu di era kejayaan Majapahit kekuasaannya sampai di Singapura, berarti Singapura belajar banyak dari cara-cara leluhur kita di masa lalu. Mungkin saja kita sudah melupakan itu dan sekarang mereka menjadi tempat bagi kita untuk belajar. [T]

  • BACA artikel tentang TUALANG lainnya
Siasat Singapura Membangun Gedung Megah Tanpa Boros Energi
Negeri “Kedas Silapin Meong” Sampai Bangsa Yang Tak Pernah Cebokan | Catatan Liburan Akhir Tahun
Invisible City, Penghuni Kota yang Tidak Terlihat
Tags: daur ulang sampah plastikKotaperjalanansampah plastikSingapura
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Jurnal Kajian Bali (Journal Of Bali Studies) Universitas Udayana Masuk Index Scopus

Next Post

Konservasi Lontar di Desa Panji Buleleng, Awalnya “Sambrag”, Akhirnya Teridentifikasi

Nyoman Nadiana

Nyoman Nadiana

Anak dari pelosok utara Bali. Suka ke semua penjuru arah mata angin menemukenali semua hal tentang hidup dan kehidupan lewat cerita-cerita

Related Posts

Mengenal Banyumas, Wisata Alam dan Kuliner yang Autentik

by Chusmeru
April 30, 2026
0
Mengenal Banyumas, Wisata Alam dan Kuliner yang Autentik

NAMA Kabupaten Banyumas selalu identik dengan bahasa “Ngapak” yang sering dijadikan lelucon dalam film dan komedi. Banyumas lantas seolah mendapat...

Read moreDetails

Pantai Mertasari Sanur, Ruang Kelas Bagi Toska   

by I Nyoman Tingkat
April 19, 2026
0
Pantai Mertasari Sanur, Ruang Kelas Bagi Toska   

JUMAT, 17 April 2026, sebanyak 67 siswa,  guru, dan tenaga kependidikan SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska) melaksanakan pembelajaran di...

Read moreDetails

Ketika Nembang Macapat menjadi Bagian Hidup Warga Dusun Tengger di Gunung Kidul

by Laurensia Junita Della
April 19, 2026
0
Ketika Nembang Macapat menjadi Bagian Hidup Warga Dusun Tengger di Gunung Kidul

“Tanpa seni, dunia jadi hambar.” Saya tidak yakin dari mana saya mendapatkan kata-kata ini, tapi saya setuju. Sebagai orang yang...

Read moreDetails

Di Atas Awan, di Puncak Merbabu, Kami Menemukan Diri

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
April 14, 2026
0
Di Atas Awan, di Puncak Merbabu, Kami Menemukan Diri

HARI itu adalah hari yang telah lama saya nantikan. Hari ketika akhirnya saya bisa menyaksikan dunia dari ketinggian 3.145 mdpl,...

Read moreDetails

Berwisata ke Park Shanghai Surabaya

by Jaswanto
March 29, 2026
0
Berwisata ke Park Shanghai Surabaya

APA ada Surabaya di Shanghai? Saya kira tidak. Tapi ada Shanghai di Surabaya—meski hanya Shanghai-Shanghaian. Maksudnya, bukan Shanghai betulan. Hanya...

Read moreDetails

Menelusuri Jejak Gunung Api di Museum Geopark Batur, Kintamani

by Dede Putra Wiguna
March 24, 2026
0
Menelusuri Jejak Gunung Api di Museum Geopark Batur, Kintamani

KABUT tipis masih menggantung saat saya tiba di dataran tinggi Kintamani, Bangli, Bali. Udara dingin menempel di kulit, sementara di...

Read moreDetails

Desember yang Tak Pernah Usai —Catatan Harian 1982

by Ahmad Sihabudin
March 8, 2026
0
Desember yang Tak Pernah Usai —Catatan Harian 1982

DESEMBER 1982, kami baru naik kelas dua SMA. Umur masih belasan, dada penuh angin, kepala penuh peta yang belum tentu...

Read moreDetails

Menyusuri Heritage Kota, Memeluk Kaum Terpinggir —Kado Kecil Keluarga Sejarah Universitas Udayana untuk HUT ke-238 Kota Denpasar

by Kadek Surya Jayadi
February 28, 2026
0
Menyusuri Heritage Kota, Memeluk Kaum Terpinggir —Kado Kecil Keluarga Sejarah Universitas Udayana untuk HUT ke-238 Kota Denpasar

ADA banyak cara merayakan hari jadi suatu kota. Tak selamanya meski meriah, sebab yang sederhana pun kadang terasa semarak. Sebagaimana...

Read moreDetails

Berkunjung dan Belajar ke Desa Wisata Krebet, Bantul, Yogyakarta

by Nyoman Nadiana
February 26, 2026
0
Berkunjung dan Belajar ke Desa Wisata Krebet, Bantul, Yogyakarta

TANGGAL 4-8 Februari 2026 lalu, saya kembali menapaki Jakarta. Saya berkesempatan terlibat di pameran INACRAFT 2026, pameran craft dan textile...

Read moreDetails

Hujan Februari di Istana Maskerdam: Ziarah Romantis KEMAS UNUD di Situs Puri Agung Karangasem

by Kadek Surya Jayadi
February 21, 2026
0
Hujan Februari di Istana Maskerdam: Ziarah Romantis KEMAS UNUD di Situs Puri Agung Karangasem

RINTIK hujan mengiringi perjalanan kami Keluarga Mahasiswa Sejarah (KEMAS) Universitas Udayana, menuju Puri Agung Karangasem, Jumat 20 Februari 2026. Percuma...

Read moreDetails
Next Post
Konservasi Lontar di Desa Panji Buleleng, Awalnya “Sambrag”,  Akhirnya Teridentifikasi

Konservasi Lontar di Desa Panji Buleleng, Awalnya “Sambrag”, Akhirnya Teridentifikasi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co