23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kotor atau Bersih Bukan Tentang Sampah Plastik, Tapi Tentang Manusianya | Cerita dari Singapura

Nyoman Nadiana by Nyoman Nadiana
February 9, 2024
in Tualang
Kotor atau Bersih Bukan Tentang Sampah Plastik, Tapi Tentang Manusianya | Cerita dari Singapura

Singapura | Foto-foto Nyoman Nadiana

SEORANG teman pernah berujar kepada saya. Kotor atau kebersihan bukan tentang plastik atau sampah plastik, tapi tentang manusianya.

Korelasi ujaran teman itu kembali saya renungkan ketika sedang jalan-jalan di Singapura. Di negera itu, orang-orang tetap menggunakan plastik dengan enjoi, tapi bagaimana kemudian mereka mengelolanya agar tempat mereka tetap bersih dari sampah plastik.

Saya menemukan kebiasaan masyarakat yang seperti cinta mati pada kebersihan. Mereka akan mengembalikan tempat makan saat selesai makan di stall house atau di hawker, mereka berjalan seberapa jauh pun tempat sampah. Memang, mereka tak perlu berjalan terlalu jauh, karena pada setiap beberapa meter memang ada tempat sampah.

Jadi, sesungguhnya bukan jauh atau dekat tempat sampahnya. Banyak atau sedikit tempat sampahnya. Namun bagaimana masyarakat bisa dengan tulus iklas menemui tempat sampah itu untuk mengumpulkan sampah.

Itulah yang membuat setiap tempat di Singapura kelihatan bersih, langka akan plastik yang berserakan.

Plastik di negara ini tetap digunakan. Setiap orang yang akan membeli teh tarik misalnya pasti akan menenteng plastik untuk take away. Jadi, benar kata seorang teman, kebersihan bukan karena sampah atau plastiknya tapi karena manusianya.

Saya tiba di Singapura, Rabu, 7 Februari 2024. Dari desa pesisir Desa Les, di Tejakula, Buleleng, Bali, saya bersama keluarga  melakukan perjalanan ke Singapura.

Penerbangan Bandara Ngurah Rai-Changi Singapura ditempuh kurang lebih 2 jam 40 menit. Ini kelima kalinya saya ke negara yang sarat dengan cerita tentang Stamford Raffles itu.

Tahun 2012 pertamakali saya training di salah satu hotel di negara yang juga dikenal sebagai “Fine City” ini.

Penulis bersama Joy, sang anak

Singapura adalah negara yang sangat ketat menerapkan aturan dan denda bagi siapa saja, termasuk pendatang dan warga negaranya, yang melakukan pelanggaran, terutama soal kebersihan.

Saya jadi ingat kenangan buruk. Kala itu salah seorang teman training saya merokok sembarangan, dan mengakibatkan uang sebesar 250 Dolar Singapura harus di setor lewat mesin ATM untuk membayar dendanya. Wah, jadi ingat masa-masa di mana  jalan kaki adalah kemewahan yang hakiki, entah beberapa kilometer setiap hari.

Kali ini perjalanan ke Singapura saya juga akan kembali melihat dan merasakan serta mengenal beberapa tempat yang barangkali belum pernah saya kunjungi. Tapi jauh dari itu kemanapun saya pergi, sesungguhnya untuk mencari referensi pribadi tentang bagaimana dan seperti apa hal-hal baik untuk dikembangkan dan sekaligus sebagai pemacu semangatagar  bisa melakukan hal yang sama.

Terlebih bagi saya, sebagai orang yang suka jalan dan bekerja sebagai pemandu lepas pariwisata di desa, perjalanan adalah berkah tiada tara. Syukur-syukur cari relasi sambil cari inspirasi.

Setiap kembali ke Singapura saya selalu menemukan hal yang berbeda meski sudah berkali-kali berkunjung ke sini. Saya mencoba memberikan gambaran bagaimana Singapura selalu menjadi primadona bagi pengunjung, khususnya warga negara Indonesia.

Selain jarak yang dekat , Singapura menawarkan setiap sudut kotanya sebagai tempat berwisata dan berolahraga. Semua tempat di sudut-sudut kota dan luar kota di negara ini menawarkan tata kota dan tempat yang membuat pengunjung harus mengambil foto benerapa kali.

Bagi yang suka jalan kaki atau menikmati kota dengan naik bus atau kereta, Singapura adalah juaranya. Tinggal isi kartu SMRT dan bisa digunakan untuk bus dan kereta. Terlebih jika malam hari suasana seluruh kota akan bertambah warna-warni seperti negeri di cerita dongeng cahaya.

Saya tidak akan terlalu banyak bercerita tentang keindahan, karena keindahan itu ada di mana-mana. Selain tentang kebersihan, saya akan cerita tentang pepohonan.

Satu hal yang paling menarik dari Singapura adalah setiap lahan dan jalan serta pusat perbelanjaan akan selalu ditemukan sebuah taman dengan pohon perindang yang seakan membawa imajinasi kita bahwa Singapura memiliki banyak hutan.

Padahal itu hanya kebun -kebun kecil dan mampu memberi manfaat yang luar biasa bagi warganya dan wisatawan. Bagi yang berkunjung membawa anak -anak, Singapura adalah pilihan yang paling ideal.

Transportasi sangat mudah, semua rata-rata memiliki tempat untuk tempat bermain anak dan ruang untuk bermain dan berjalan-jalan. Saya berkunjung ke beberapa tempat salah satunya adalah Port Canning Park.  Itu sebuah taman yang dulu adalah rumah Stamford Raffles, yang pada akhirnya menjadi Ikon bagi wisatawan yang akan berkunjung ke Singapura. Beberapa pohon dan taman tampak menghiasi sudut-sudut bangunan bersejarah di dekat sungai ini.

Mungkin di Indonesia ada ribuan tempat yang menawarkan variant tumbuhan yang lebih bervariasi. Tetapi kenapa harus ke Singapura?  Itu celoteh saya pada diri sendiri.

Saya pun menjawab sendiri, dulu di era kejayaan Majapahit kekuasaannya sampai di Singapura, berarti Singapura belajar banyak dari cara-cara leluhur kita di masa lalu. Mungkin saja kita sudah melupakan itu dan sekarang mereka menjadi tempat bagi kita untuk belajar. [T]

  • BACA artikel tentang TUALANG lainnya
Siasat Singapura Membangun Gedung Megah Tanpa Boros Energi
Negeri “Kedas Silapin Meong” Sampai Bangsa Yang Tak Pernah Cebokan | Catatan Liburan Akhir Tahun
Invisible City, Penghuni Kota yang Tidak Terlihat
Tags: daur ulang sampah plastikKotaperjalanansampah plastikSingapura
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Jurnal Kajian Bali (Journal Of Bali Studies) Universitas Udayana Masuk Index Scopus

Next Post

Konservasi Lontar di Desa Panji Buleleng, Awalnya “Sambrag”, Akhirnya Teridentifikasi

Nyoman Nadiana

Nyoman Nadiana

Anak dari pelosok utara Bali. Suka ke semua penjuru arah mata angin menemukenali semua hal tentang hidup dan kehidupan lewat cerita-cerita

Related Posts

Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia

by Ahmad Sihabudin
October 12, 2026
0
Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia

SUDAH cukup lama saya ingin menuliskan kembali tiga kali perjalanan saya ke Ambon, Maluku. Setiap perjalanan memiliki tujuan yang berbeda....

Read moreDetails

Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

by I Putu Ardiyasa
September 30, 2026
0
Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

SAYA datang ke Toyooka dengan niat yang sederhana: mengikuti Intersecting Peripheries dan melihat bagaimana sebuah festival teater bekerja di sebuah...

Read moreDetails

Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

by Ahmad Sihabudin
September 28, 2026
0
Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

SUDAH cukup lama sebenarnya kami ingin berjalan-jalan di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Provinsi Banten. Bukan untuk mencari sesuatu yang...

Read moreDetails

Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

by Ahmad Sihabudin
September 7, 2026
0
Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

ADA tempat yang awalnya kita kenal hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi ternyata memiliki wajah lain yang lebih dekat dengan kehidupan...

Read moreDetails

Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

by Dewa Ayu Windu
August 31, 2026
0
Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

GEMERICIK air Sungai Pakerisan terdengar bak nada alam yang konstan, membelah kesunyian lembah di Desa Adat Penaka, Tampaksiring, Gianyar, Bali....

Read moreDetails

Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

by Ahmad Sihabudin
August 25, 2026
0
Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

ADA kalanya kita tidak membutuhkan perjalanan yang jauh untuk menemukan kebahagiaan. Kita hanya membutuhkan kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas,...

Read moreDetails

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
0
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

Read moreDetails

“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

by Luh Putu Sendratari
August 18, 2026
0
“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

SABTU, 15 Agustus 2026 tanpa direncanakan sebelumnya saya ada di Desa Bengkala. Bersama teman2 dari Universitas Pancasila (Dr Kunthi Tridewiyanti,...

Read moreDetails

Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

by I Nyoman Tingkat
August 16, 2026
0
Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

PEMILIHAN Duta SMA Tingkat Nasional Tahun 2026 dipusatkan di Kota Yogyakarta tepatnya di Indoluxe Hotel sebagai tempat belajar di kelas....

Read moreDetails

Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

by Laurensia Junita Della
August 15, 2026
0
Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

Ada kalanya rutinitas yang padat membuat kita ingin sejenak menjauh dari hiruk-pikuk kehidupan. Di tengah kesibukan yang seolah tidak ada...

Read moreDetails
Next Post
Konservasi Lontar di Desa Panji Buleleng, Awalnya “Sambrag”,  Akhirnya Teridentifikasi

Konservasi Lontar di Desa Panji Buleleng, Awalnya “Sambrag”, Akhirnya Teridentifikasi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co