13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kotor atau Bersih Bukan Tentang Sampah Plastik, Tapi Tentang Manusianya | Cerita dari Singapura

Nyoman Nadiana by Nyoman Nadiana
February 9, 2024
in Tualang
Kotor atau Bersih Bukan Tentang Sampah Plastik, Tapi Tentang Manusianya | Cerita dari Singapura

Singapura | Foto-foto Nyoman Nadiana

SEORANG teman pernah berujar kepada saya. Kotor atau kebersihan bukan tentang plastik atau sampah plastik, tapi tentang manusianya.

Korelasi ujaran teman itu kembali saya renungkan ketika sedang jalan-jalan di Singapura. Di negera itu, orang-orang tetap menggunakan plastik dengan enjoi, tapi bagaimana kemudian mereka mengelolanya agar tempat mereka tetap bersih dari sampah plastik.

Saya menemukan kebiasaan masyarakat yang seperti cinta mati pada kebersihan. Mereka akan mengembalikan tempat makan saat selesai makan di stall house atau di hawker, mereka berjalan seberapa jauh pun tempat sampah. Memang, mereka tak perlu berjalan terlalu jauh, karena pada setiap beberapa meter memang ada tempat sampah.

Jadi, sesungguhnya bukan jauh atau dekat tempat sampahnya. Banyak atau sedikit tempat sampahnya. Namun bagaimana masyarakat bisa dengan tulus iklas menemui tempat sampah itu untuk mengumpulkan sampah.

Itulah yang membuat setiap tempat di Singapura kelihatan bersih, langka akan plastik yang berserakan.

Plastik di negara ini tetap digunakan. Setiap orang yang akan membeli teh tarik misalnya pasti akan menenteng plastik untuk take away. Jadi, benar kata seorang teman, kebersihan bukan karena sampah atau plastiknya tapi karena manusianya.

Saya tiba di Singapura, Rabu, 7 Februari 2024. Dari desa pesisir Desa Les, di Tejakula, Buleleng, Bali, saya bersama keluarga  melakukan perjalanan ke Singapura.

Penerbangan Bandara Ngurah Rai-Changi Singapura ditempuh kurang lebih 2 jam 40 menit. Ini kelima kalinya saya ke negara yang sarat dengan cerita tentang Stamford Raffles itu.

Tahun 2012 pertamakali saya training di salah satu hotel di negara yang juga dikenal sebagai “Fine City” ini.

Penulis bersama Joy, sang anak

Singapura adalah negara yang sangat ketat menerapkan aturan dan denda bagi siapa saja, termasuk pendatang dan warga negaranya, yang melakukan pelanggaran, terutama soal kebersihan.

Saya jadi ingat kenangan buruk. Kala itu salah seorang teman training saya merokok sembarangan, dan mengakibatkan uang sebesar 250 Dolar Singapura harus di setor lewat mesin ATM untuk membayar dendanya. Wah, jadi ingat masa-masa di mana  jalan kaki adalah kemewahan yang hakiki, entah beberapa kilometer setiap hari.

Kali ini perjalanan ke Singapura saya juga akan kembali melihat dan merasakan serta mengenal beberapa tempat yang barangkali belum pernah saya kunjungi. Tapi jauh dari itu kemanapun saya pergi, sesungguhnya untuk mencari referensi pribadi tentang bagaimana dan seperti apa hal-hal baik untuk dikembangkan dan sekaligus sebagai pemacu semangatagar  bisa melakukan hal yang sama.

Terlebih bagi saya, sebagai orang yang suka jalan dan bekerja sebagai pemandu lepas pariwisata di desa, perjalanan adalah berkah tiada tara. Syukur-syukur cari relasi sambil cari inspirasi.

Setiap kembali ke Singapura saya selalu menemukan hal yang berbeda meski sudah berkali-kali berkunjung ke sini. Saya mencoba memberikan gambaran bagaimana Singapura selalu menjadi primadona bagi pengunjung, khususnya warga negara Indonesia.

Selain jarak yang dekat , Singapura menawarkan setiap sudut kotanya sebagai tempat berwisata dan berolahraga. Semua tempat di sudut-sudut kota dan luar kota di negara ini menawarkan tata kota dan tempat yang membuat pengunjung harus mengambil foto benerapa kali.

Bagi yang suka jalan kaki atau menikmati kota dengan naik bus atau kereta, Singapura adalah juaranya. Tinggal isi kartu SMRT dan bisa digunakan untuk bus dan kereta. Terlebih jika malam hari suasana seluruh kota akan bertambah warna-warni seperti negeri di cerita dongeng cahaya.

Saya tidak akan terlalu banyak bercerita tentang keindahan, karena keindahan itu ada di mana-mana. Selain tentang kebersihan, saya akan cerita tentang pepohonan.

Satu hal yang paling menarik dari Singapura adalah setiap lahan dan jalan serta pusat perbelanjaan akan selalu ditemukan sebuah taman dengan pohon perindang yang seakan membawa imajinasi kita bahwa Singapura memiliki banyak hutan.

Padahal itu hanya kebun -kebun kecil dan mampu memberi manfaat yang luar biasa bagi warganya dan wisatawan. Bagi yang berkunjung membawa anak -anak, Singapura adalah pilihan yang paling ideal.

Transportasi sangat mudah, semua rata-rata memiliki tempat untuk tempat bermain anak dan ruang untuk bermain dan berjalan-jalan. Saya berkunjung ke beberapa tempat salah satunya adalah Port Canning Park.  Itu sebuah taman yang dulu adalah rumah Stamford Raffles, yang pada akhirnya menjadi Ikon bagi wisatawan yang akan berkunjung ke Singapura. Beberapa pohon dan taman tampak menghiasi sudut-sudut bangunan bersejarah di dekat sungai ini.

Mungkin di Indonesia ada ribuan tempat yang menawarkan variant tumbuhan yang lebih bervariasi. Tetapi kenapa harus ke Singapura?  Itu celoteh saya pada diri sendiri.

Saya pun menjawab sendiri, dulu di era kejayaan Majapahit kekuasaannya sampai di Singapura, berarti Singapura belajar banyak dari cara-cara leluhur kita di masa lalu. Mungkin saja kita sudah melupakan itu dan sekarang mereka menjadi tempat bagi kita untuk belajar. [T]

  • BACA artikel tentang TUALANG lainnya
Siasat Singapura Membangun Gedung Megah Tanpa Boros Energi
Negeri “Kedas Silapin Meong” Sampai Bangsa Yang Tak Pernah Cebokan | Catatan Liburan Akhir Tahun
Invisible City, Penghuni Kota yang Tidak Terlihat
Tags: daur ulang sampah plastikKotaperjalanansampah plastikSingapura
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Jurnal Kajian Bali (Journal Of Bali Studies) Universitas Udayana Masuk Index Scopus

Next Post

Konservasi Lontar di Desa Panji Buleleng, Awalnya “Sambrag”, Akhirnya Teridentifikasi

Nyoman Nadiana

Nyoman Nadiana

Anak dari pelosok utara Bali. Suka ke semua penjuru arah mata angin menemukenali semua hal tentang hidup dan kehidupan lewat cerita-cerita

Related Posts

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

by Made Wirya
June 21, 2026
0
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

Read moreDetails

Dua Malam di Banyuwangi dan Ingatan Sepintas Lalu —Catatan Perjalanan Studi Komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng

by Wahyu Mahaputra
June 11, 2026
0
Dua Malam di Banyuwangi dan Ingatan Sepintas Lalu —Catatan Perjalanan Studi Komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng

DARI balik kaca bus berkapasitas empat puluh lima kursi saya melihat malam hari di Banyuwangi, Jawa Timur, cukup gemerlap. Lampu-lampu...

Read moreDetails

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
0
Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

Read moreDetails

Ke Pacet Mereka Kembali

by Jaswanto
June 2, 2026
0
Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

Read moreDetails

Mereka Menunggu di Setia Darma 

by Dede Putra Wiguna
May 29, 2026
0
Mereka Menunggu di Setia Darma 

LANGIT mendung siang itu terasa menenangkan. Sepasang turis asing berjalan pelan menyusuri jalan kecil yang dikelilingi semak dan rimbun pohon....

Read moreDetails

Refleksi Study Tiru ke Baduy Luar 

by I Nyoman Tingkat
May 27, 2026
0
Refleksi Study Tiru ke Baduy Luar 

PROGRAM Study Tiru selama tiga hari bersama Panglingsir/Bandesa Adat se-Badung dengan tujuan utama ke Baduy Luar pada Kamis Umanis Gumbreg,...

Read moreDetails

Menilik Petilasan Gajah Mada di Kebumen: Upaya Literasi Sejarah

by Chusmeru
May 25, 2026
0
Menilik Petilasan Gajah Mada di Kebumen: Upaya Literasi Sejarah

MENYIMPAN jejak sejarah panjang, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah mungkin tak setenar kota-kota besar di Indonesia. Namun keberadaan Kebumen tak bisa...

Read moreDetails

Kota Tua Tak Pernah Mati

by I Nyoman Tingkat
May 24, 2026
0
Kota Tua Tak Pernah Mati

PROGRAM Study Tiru selama tiga hari bersama Panglingsir/Bandesa Adat se- Badung dengan tujuan utama ke Baduy Luar pada Jumat Paing...

Read moreDetails

Oleh-Oleh dari Baduy Luar

by I Nyoman Tingkat
May 23, 2026
0
Oleh-Oleh dari Baduy Luar

MENGIKUTI rombongan Desa Adat se-Kabupaten Badung melakukan Study Tiru ke Baduy Luar, Provinsi Banten, Jumat Paing Gumbreg 15 Mei 2026,...

Read moreDetails

Berguru ke Baduy Luar

by I Nyoman Tingkat
May 21, 2026
0
Berguru ke Baduy Luar

SETELAH rombongan Desa Adat se-Kabupaten Badung melakukan persembahyangan di Pura Aditya Jaya Rawangun Jakarta Timur pada Kamis Umanis Gumbreg, 14...

Read moreDetails
Next Post
Konservasi Lontar di Desa Panji Buleleng, Awalnya “Sambrag”,  Akhirnya Teridentifikasi

Konservasi Lontar di Desa Panji Buleleng, Awalnya “Sambrag”, Akhirnya Teridentifikasi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual
Pameran

Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual

PERUPA Bali Made Wiradana kembali menegaskan perjalanan artistiknya melalui pameran tunggal bertajuk Kacatri yang digelar di Santrian Art Gallery, Sanur....

by I Gede Made Surya Darma
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co