14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Arunika, Terminal Dua Keberangkatan  Alit S Rini

Nengah Kertalangu by Nengah Kertalangu
February 5, 2024
in Khas
Arunika, Terminal Dua Keberangkatan  Alit S Rini

Alit S Rini dan buku Arunika

CANDI bentar tua menjulang dan di ujungnya bulan bundar sangat menawan. Itu di  sebuah griya, di sebuah desa tempat kelahiran leluhurnya, sebuah keluarga Brahmana. Sebuah  bangunan  piasan di tengah merajan tua.

Tidur bergerombol di bawah kolongnya dengan kawan-kawan kecilnya serta saudara-saudaranya tanpa sekat pembatas. Juga, cerita horor  dari para tetua, adalah masa kanak-kanak yang indah, gembira tanpa sekat.Itu dunia kecilnya yang baur terasa hilang ketika kembali ke kota.    

Menjadi urban berarti mengambil jarak. Itu dipertanyakan oleh Alit S Rini saat  pembatasan mulai dirasakan.

Dunia masa kecilnya lambat-laun adalah romantisme yang hilang. Sesuatu yang asing tiba-tida dan dirindukannya. Terutama pembauran dan bahasa ekspresif yang santun dan akrab.

Urbaninasi tak hanya mengubah seting namun juga perilaku, sistem pola asuh yang  terasa lebih mengintervensi atas dasar kecemasan, bukan karena keselamatan karena kota yang hingar. Kesadaran tentang yang lian dibangun. Ruang ekspresi dan komunikasi dikontrol demikian rupa. Keluar berarti ancaman. Sesuatu tentang kemanusiaan mulai memasuki wilayah pertanyaan dalam hati,tanpa ada jawaban.

Dunia sekolah dengan kawan-kawan di sekolah dasar (SD) 6, di Jalan Melati Denpasar, tak lebih dari 500 meter letaknya dari rumah tinggal di Jalan Anggrek, memberikannya kembali keakraban berteman. Komukasi dengan bahasa Bali yang ekspresif  terasa menyenangkan.

Begitu juga ketika bersekolah di SLUB 1 Saraswati hingga di SMA 1 Denpasar. Duabelas tahun bersekolah dan 4 tahun di Fakultas Sastra Jurusan Sastra Inggris di Universitas Udayana baru menyadari apa sejatinya sebuah identitas.

Santiago, tokoh nelayan tua dalam The Old Man And The Sea, karya Hemingway dan lukisan Dewa Ruci, hadiah dari seorang teman dekat menjadi arah diskusi perjalanan tentang identitas hingga eksistesi. Itu kemudian menjadi materi skripsinya dengan judul “Filsafat Eksistensialisme Dalam Novel The Old Man In The Sea karya Hemingway” di tingkat doktoral.

Seorang dosen, usai ujian skripsi,  bertanya, ”Anda Dayu?”

Ia gelisah dengan pertanyaan itu. Namun ia merasa beruntung ketika Umbu Landu Paranggi memberikan semacam status nyineb wangsa dengan nama pena Alit S Rini dalam puisi yang dimuat di koran Bali Post. Ketika itu ia baru belajar menulis puisi di tahun 1980-an dengan terbata-bata memasuki dunia kepenyairan.

“Ruang ekspresi re-kreatif dan kreatif saya temukan lewat puisi dan esei sastra atas jasa Umbu. Dia guru spiritual lewat jalan puisi,” kata Alit.

Alit S. Rini kemudian menjelahi dunia kerja sebagai jurnalis di koran Bali Post. Itu karena puisi. Semula sebagai penerjemah. Lalu memegang rubrik budaya,agama,adat dan pendidikan, rubrik opini sekaligus. Mulai merekrut teman di luar koran dan melanglang menemukan seniman, orang-orang dan tokoh agama, adat, budayawan serta masyarakat lainnya untuk memantapkan rubrik yang dipegang. Liputan di rubriknya sempat menjadi rujukan orang asing, sebagai informasi, penelitian, hingga disediakan mesin foto copy oleh kantor.

Dunia kepenyairan mulai menyadarkan, dia lalu menerbitkan buku kumpulan puisi pertama “Karena Aku Perempuan Bali” (Arti Fondation, 2003) yang isinya sekitar wilayah rubriknya dan pertanyaan krtitis terkait eksistensi perempuan di tengah budaya, adat dan agama. Itu buku puisi berisi kritik sosial, menurut Dharma Putra yang kini profesor di Universitas Udayana dalam kata pengantar yang ditulisnya.

Buku kumpulan puisi “Karena Aku Perempuan Bali”  boleh disebut “terminal satu” keberangkatan dari menulis puisi di tahun 1980 hingga 2003. Dua puluh tahun kemudian buku kumpulan puisinya “Arunika” (Pustaka Ekspresi, 2023) sebagai terminal kedua. Buku “Arunika” ini mendapat penghargaan sebagai buku puisi terbaik versi Majalah Tempo 2023, yang baru bebarapa hari lalu diumumkan secara luas.

Apakah sejak dulu bercita-cita jadi penyair?

Sebuah pertanyaan yang mengagetkan baginya. Sebab baginya, menulis puisi cara lain untuk mengisi hidup. Memberi cara lain dalam memandang peristiwa dan menyadari kehidupan sosial adalah sebuah teks yang berubah, hidup dan harus terus dibaca ulang dan terus-menerus. Disebut penyair hanya dampak. Hanya penanda.

”Saya keluar dari identitas kelahiran dan identitas kepenyairan, ketika saya harus terlibat kegiatan adat, agama dan dalam pergaulan keluarga besar atau masyarakat umum di bebanjaran. Dengan begitu saya dapat begitu banyak bahan pemikiran untuk jadi puisi,“ ujar Alit.  Selanjutnya, “Dulu di keluarga asal saya amat sinis dengan kata seniman!”

Ketika ditanya balik, tapi, Anda memiliki teman hidup juga penulis puisi?

“Ya itu sebuah pilihan sadar. Puisi mengantarkan saya mendapatkan rasa percaya diri. Bertemu  pendamping hidup sekaligus teman diskusi dan saling menuntun ke arah kesadaran spiritual melalui jalan estetika bersama-sama. Menemukan kehidupan yang hangat dalam keluarga,” kata Alit.

Selanjutnya…

“Saya bisa memiliki sejumlah lukisan yang menjadi mimpi di masa remaja, terasa mewah dan rasanya tak terjangkau di masa lalu. Dulu tembok luas di rumah terasa luas ingin dihiasi satu atau dua lukisan sebaliknya sekarang rumah pun terasa sempit sebab  temboknya dipenuhi dengan koleksi lukisan yang saya kumpulkan sejak 2003 lalu,” ujar Alit.

Dua lukisan sang pendamping hidup menjadi cover  pada dua buku puisinya.

“Lukisan untuk cover buku  pertama, sayangnya hilang. Menjadi seniman atau tidak toh saya sudah berada di dalamnya. Seperti ujar sang guru, Umbu, kepada saya, menjadi penyair atau tidak itu tak masalah namun harus bisa mengapresiasi karya seni. Itu pemikiran yang seharusnya jadi visi ke depan dalam pendidikan kita sebab estetika dasarnya adalah imajinasi,” kata Alit. [T]

“Arunika” Karya Alit S Rini, Buku Puisi Terbaik Pilihan Tempo 2023
Puisi-puisi Alit S Rini | Aku dan Pertiwi, Percakapan di Depan Api
Sastra Indonesia di Bali | Sebelum dan Semasa Umbu Landu Paranggi
Tags: Alit S Rinibuku puisikumpulan puisiPuisisastraSastra Indonesiasastra indonesia di Balisastrawan bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kolektif, Gairah, dan Antuasiasme Bingar Showcase! #Vol2 di Uncle Ben’s 23

Next Post

77 Tahun HMI: Membaca Kembali Pemikiran Lafran Pane

Nengah Kertalangu

Nengah Kertalangu

Penulis tinggal di Denpasar

Related Posts

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

by Emi Suy
May 11, 2026
0
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

Read moreDetails

Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
0
Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

LAMPU-lampu ruangan mendadak padam. Suasana di ballroom yang sedari awal riuh perlahan berubah sunyi. Ratusan pasang mata menoleh ke belakang...

Read moreDetails

Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

by Gading Ganesha
May 2, 2026
0
Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

JUMAT sore, bertepatan dengan Hari Buruh, 1 Mei, saya mampir ke Bichito sebuah kafe baru di Jalan Gajah Mada, Singaraja,...

Read moreDetails

Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

by I Nyoman Darma Putra
May 1, 2026
0
Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

PERINGATAN 100 tahun kelahiran sastrawan Bali modern I Made Sanggra diselenggarakan secara khidmat di kediamannya di Sukawati, bertepatan dengan hari...

Read moreDetails

Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

by Dede Putra Wiguna
April 28, 2026
0
Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

SUASANA di Main Atrium, Living World Denpasar tak seperti biasanya. Kala itu, nuansa nostalgia terasa begitu kuat saat Record Store...

Read moreDetails

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
0
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

Read moreDetails

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails
Next Post
77 Tahun HMI: Membaca Kembali Pemikiran Lafran Pane

77 Tahun HMI: Membaca Kembali Pemikiran Lafran Pane

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co