22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Arunika, Terminal Dua Keberangkatan  Alit S Rini

Nengah Kertalangu by Nengah Kertalangu
February 5, 2024
in Khas
Arunika, Terminal Dua Keberangkatan  Alit S Rini

Alit S Rini dan buku Arunika

CANDI bentar tua menjulang dan di ujungnya bulan bundar sangat menawan. Itu di  sebuah griya, di sebuah desa tempat kelahiran leluhurnya, sebuah keluarga Brahmana. Sebuah  bangunan  piasan di tengah merajan tua.

Tidur bergerombol di bawah kolongnya dengan kawan-kawan kecilnya serta saudara-saudaranya tanpa sekat pembatas. Juga, cerita horor  dari para tetua, adalah masa kanak-kanak yang indah, gembira tanpa sekat.Itu dunia kecilnya yang baur terasa hilang ketika kembali ke kota.    

Menjadi urban berarti mengambil jarak. Itu dipertanyakan oleh Alit S Rini saat  pembatasan mulai dirasakan.

Dunia masa kecilnya lambat-laun adalah romantisme yang hilang. Sesuatu yang asing tiba-tida dan dirindukannya. Terutama pembauran dan bahasa ekspresif yang santun dan akrab.

Urbaninasi tak hanya mengubah seting namun juga perilaku, sistem pola asuh yang  terasa lebih mengintervensi atas dasar kecemasan, bukan karena keselamatan karena kota yang hingar. Kesadaran tentang yang lian dibangun. Ruang ekspresi dan komunikasi dikontrol demikian rupa. Keluar berarti ancaman. Sesuatu tentang kemanusiaan mulai memasuki wilayah pertanyaan dalam hati,tanpa ada jawaban.

Dunia sekolah dengan kawan-kawan di sekolah dasar (SD) 6, di Jalan Melati Denpasar, tak lebih dari 500 meter letaknya dari rumah tinggal di Jalan Anggrek, memberikannya kembali keakraban berteman. Komukasi dengan bahasa Bali yang ekspresif  terasa menyenangkan.

Begitu juga ketika bersekolah di SLUB 1 Saraswati hingga di SMA 1 Denpasar. Duabelas tahun bersekolah dan 4 tahun di Fakultas Sastra Jurusan Sastra Inggris di Universitas Udayana baru menyadari apa sejatinya sebuah identitas.

Santiago, tokoh nelayan tua dalam The Old Man And The Sea, karya Hemingway dan lukisan Dewa Ruci, hadiah dari seorang teman dekat menjadi arah diskusi perjalanan tentang identitas hingga eksistesi. Itu kemudian menjadi materi skripsinya dengan judul “Filsafat Eksistensialisme Dalam Novel The Old Man In The Sea karya Hemingway” di tingkat doktoral.

Seorang dosen, usai ujian skripsi,  bertanya, ”Anda Dayu?”

Ia gelisah dengan pertanyaan itu. Namun ia merasa beruntung ketika Umbu Landu Paranggi memberikan semacam status nyineb wangsa dengan nama pena Alit S Rini dalam puisi yang dimuat di koran Bali Post. Ketika itu ia baru belajar menulis puisi di tahun 1980-an dengan terbata-bata memasuki dunia kepenyairan.

“Ruang ekspresi re-kreatif dan kreatif saya temukan lewat puisi dan esei sastra atas jasa Umbu. Dia guru spiritual lewat jalan puisi,” kata Alit.

Alit S. Rini kemudian menjelahi dunia kerja sebagai jurnalis di koran Bali Post. Itu karena puisi. Semula sebagai penerjemah. Lalu memegang rubrik budaya,agama,adat dan pendidikan, rubrik opini sekaligus. Mulai merekrut teman di luar koran dan melanglang menemukan seniman, orang-orang dan tokoh agama, adat, budayawan serta masyarakat lainnya untuk memantapkan rubrik yang dipegang. Liputan di rubriknya sempat menjadi rujukan orang asing, sebagai informasi, penelitian, hingga disediakan mesin foto copy oleh kantor.

Dunia kepenyairan mulai menyadarkan, dia lalu menerbitkan buku kumpulan puisi pertama “Karena Aku Perempuan Bali” (Arti Fondation, 2003) yang isinya sekitar wilayah rubriknya dan pertanyaan krtitis terkait eksistensi perempuan di tengah budaya, adat dan agama. Itu buku puisi berisi kritik sosial, menurut Dharma Putra yang kini profesor di Universitas Udayana dalam kata pengantar yang ditulisnya.

Buku kumpulan puisi “Karena Aku Perempuan Bali”  boleh disebut “terminal satu” keberangkatan dari menulis puisi di tahun 1980 hingga 2003. Dua puluh tahun kemudian buku kumpulan puisinya “Arunika” (Pustaka Ekspresi, 2023) sebagai terminal kedua. Buku “Arunika” ini mendapat penghargaan sebagai buku puisi terbaik versi Majalah Tempo 2023, yang baru bebarapa hari lalu diumumkan secara luas.

Apakah sejak dulu bercita-cita jadi penyair?

Sebuah pertanyaan yang mengagetkan baginya. Sebab baginya, menulis puisi cara lain untuk mengisi hidup. Memberi cara lain dalam memandang peristiwa dan menyadari kehidupan sosial adalah sebuah teks yang berubah, hidup dan harus terus dibaca ulang dan terus-menerus. Disebut penyair hanya dampak. Hanya penanda.

”Saya keluar dari identitas kelahiran dan identitas kepenyairan, ketika saya harus terlibat kegiatan adat, agama dan dalam pergaulan keluarga besar atau masyarakat umum di bebanjaran. Dengan begitu saya dapat begitu banyak bahan pemikiran untuk jadi puisi,“ ujar Alit.  Selanjutnya, “Dulu di keluarga asal saya amat sinis dengan kata seniman!”

Ketika ditanya balik, tapi, Anda memiliki teman hidup juga penulis puisi?

“Ya itu sebuah pilihan sadar. Puisi mengantarkan saya mendapatkan rasa percaya diri. Bertemu  pendamping hidup sekaligus teman diskusi dan saling menuntun ke arah kesadaran spiritual melalui jalan estetika bersama-sama. Menemukan kehidupan yang hangat dalam keluarga,” kata Alit.

Selanjutnya…

“Saya bisa memiliki sejumlah lukisan yang menjadi mimpi di masa remaja, terasa mewah dan rasanya tak terjangkau di masa lalu. Dulu tembok luas di rumah terasa luas ingin dihiasi satu atau dua lukisan sebaliknya sekarang rumah pun terasa sempit sebab  temboknya dipenuhi dengan koleksi lukisan yang saya kumpulkan sejak 2003 lalu,” ujar Alit.

Dua lukisan sang pendamping hidup menjadi cover  pada dua buku puisinya.

“Lukisan untuk cover buku  pertama, sayangnya hilang. Menjadi seniman atau tidak toh saya sudah berada di dalamnya. Seperti ujar sang guru, Umbu, kepada saya, menjadi penyair atau tidak itu tak masalah namun harus bisa mengapresiasi karya seni. Itu pemikiran yang seharusnya jadi visi ke depan dalam pendidikan kita sebab estetika dasarnya adalah imajinasi,” kata Alit. [T]

“Arunika” Karya Alit S Rini, Buku Puisi Terbaik Pilihan Tempo 2023
Puisi-puisi Alit S Rini | Aku dan Pertiwi, Percakapan di Depan Api
Sastra Indonesia di Bali | Sebelum dan Semasa Umbu Landu Paranggi
Tags: Alit S Rinibuku puisikumpulan puisiPuisisastraSastra Indonesiasastra indonesia di Balisastrawan bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kolektif, Gairah, dan Antuasiasme Bingar Showcase! #Vol2 di Uncle Ben’s 23

Next Post

77 Tahun HMI: Membaca Kembali Pemikiran Lafran Pane

Nengah Kertalangu

Nengah Kertalangu

Penulis tinggal di Denpasar

Related Posts

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
77 Tahun HMI: Membaca Kembali Pemikiran Lafran Pane

77 Tahun HMI: Membaca Kembali Pemikiran Lafran Pane

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
“Semua Babi” atau “Serba Babi”, Diksi dalam Perkulineran
Bahasa

“Semua Babi” atau “Serba Babi”, Diksi dalam Perkulineran

DUNIA kuliner di Bali saat ini sedang ramai-ramainya dengan berbagai pilihan olahan. Dari tradisi babi guling yang legendaris hingga tren...

by I Made Sudiana
October 19, 2026
Siswa Timedoor Academy Singaraja Raih Juara 2 Local Exhibition Bali Young Coder World Cup, Lolos ke Tingkat Nasional
Pendidikan

Siswa Timedoor Academy Singaraja Raih Juara 2 Local Exhibition Bali Young Coder World Cup, Lolos ke Tingkat Nasional

SINGARAJA | TATKALA.CO -- Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan teknologi di Kabupaten Buleleng. Langit Biru, siswa Timedoor Academy Singaraja,...

by Rusdy Ulu
October 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co