2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Arunika” Karya Alit S Rini, Buku Puisi Terbaik Pilihan Tempo 2023

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
February 4, 2024
in Khas
“Arunika” Karya Alit S Rini, Buku Puisi Terbaik Pilihan Tempo 2023

Alit S Rini

KETIKA beberapa hari lalu buku puisi “Arunika” muncul dalam daftar nomine 10 Besar Buku Sastra Pilihan Tempo, lalu masuk daftar nomine 3 Besar, dan akhirnya diputuskan sebagai buku terbaik untuk katagori puisi, barangkali publik sastra Indonesia mengira Alit S Rini, nama penulis buku itu, adalah penyair baru. Tentu saja karena nama perempuan penyair dari Bali itu jarang muncul dan dibicarakan dalam kancah nasional, baik melalui media maupun diskusi-diskusi sastra.

Padahal, dalam pergaulan sastra di Bali, nama Alit S Rini bisa disebut nama besar. Ia menulis puisi sejak tahun 1980-an. Puisi-puisinya, yang sebagian besar dimuat di Bali Post Minggu, selalu jadi pembicaraan sesama penulis puisi, karena ia menawarkan ungkapan-ungkapan yang berbeda, kadang mengejutkan, terutama tentang kegelisahan dirinya sebagai perempuan Bali.

Jadi, ketika muncul nomine 10 Besar Buku Sastra Pilihan Tempo, lalu masuk dalam nomine 3 Besra di IG tempodotco, sejumlah penyair dari Bali, yang bercakap-cakap di grup WA, sudah menduga-duga bahwa buku Arunia akan jadi pilihan. Dugaan itu tentu berdasar berbagai alasan, terutama bahwa puisi-puisi Alit S Rini secara konsisten, dan senantiasa kuat, berbicara tentang gambaran perjuangan dan pemikiran perempuan Bali.

“Membanggakan, membahagiakan sekaligus mengejutkan apresiasi dari Tempo ini bagi saya,” kata Alit S Rini melalui WA kepada tatkala.co., setelah ia tahu bahwa buku Arunika menjadi pilihan Tempo.

Karena berkompetisi dengan pegiat sastra, khususnya penulis puisi setanah air, nama-nama besar termasuk di dalamnya, menurut Alit, bukanlah perkara ringan baginya.

“Tetapi buku Arunika sudah menemukan takdirnya,” kata Alit S Rini.

Alit S Rini mengakui kemenangan ini menjadi penghiburan bagi dirinya yang berusaha terus menerus menyuarakan kesaksian dan reaksi terhadap praktik diskriminasi yang terjadi.

“Saya bereaksi terhadap diskriminasi atas nama apa pun, khususnya yang menimpa perempuan Bali. Tradisi, kasta, warna adalah suatu realitas. Yang tidak boleh ada adalah praktik-praktik diskriminasi. Itu yang saya suarakan dalam puisi-puisi saya,” ujar Alit S Rini.

Buku puisi “Arunika” | Foto tatkala.co

Alit S Rini bernama lengkap Ida Ayu Putu Alit Susrini. Ia tamatan Sastra Inggris, Universitas Udayana, dan menulis puisi sejak remaja.

Puisinya pertama kali masuk dalam rubrik Pos Remaja yang diasuh penyair Umbu Landu Paranggi sekitar tahun 1980-an. Lalu ia terus menulis puisi untuk berjuang masuk dalam rubrik Pos Budaya, peringkat tertinggi dalam proses penulisan puisi di Bali Post Minggu saat itu.  

Karena puisi juga kemudian ia masuk dalam dunia jurnalistik, awalnya menjadi penerjemah di Bali Post, lalu menjadi redaktur empat rubrik, yakni rubrik budaya, agama, pendidikan dan opini. Ia sempat menjadi redaktur pelaksana, dan tetap menggawangi desk opini hingga ia pensiun  akhir tahun 2015.

Buku kumpulan puisi tunggal pertamanya terbit tahun 2003 dengan judul “Karena Aku Perempuan Bali”. Lalu setelah pensiun dari Bali Post, ia secara lebih intens menulis puisi. Terbit di tahun 2017 buku puisi “Pernikahan Puisi” bersama suaminya, Nyoman Wirata, yang juga seorang penyair dan pelukis. Ia meraih penghargaan Bali Jani Nugraha dari Pemerintah Provinsi Bali tahun 2023.

Buku puisi “Arunika” terbit tahun 2023 sebagai lanjutan dari penghargaan Bali Jani Nugraha. Buku yang diterbitkan penerbit Pustaka Ekspresi ini berisi dua bagian, yakni bagian “Cerita dari Bilik Perempuan” yang berisi 20 puisi dan bagian “Arunika” berisi 18 puisi.

Alit S Rini memang bukan orang baru dalam dunia perpuisian di Indonesia. Sebagaimana banyak penyair lain di Bali, ia jarang mempublikasikan puisi-puisinya ke media nasional, dan seakan mendapat kepuasan tersendiri mempublikasikan puisi-puisi di Bali Post Minggu asuhan Umbu Landu Paranggi.

Dikutip dari Tempo, dalam pemilihan buku sastra, Tempo menerima lebih dari 120 judul buku prosa dan puisi, baik yang berbentuk cetak maupun soft file (PDF), dari para penerbit dan penulis.

Untuk buku puisi, pada nomine 3 Besar, “Arunika” karya Alit S Rini bersaing dengan buku puisi “Tiket Masuk Bioskop” karya Afrizal Malna dan “Kopi dan Kepo” karya Hasan Al Banna.

Sebagaimana ditulis Tempo, karya Alit S Rini berkaitan dengan dunia antropologis penulisnya. Buku ini mempertanyakan situasi di Bali, termasuk persoalan “warna” atau sistem hierarki dalam masyarakat Bali. Larik dalam puisi Alit mengalir, menukik, dan tak tersendat sama sekali, menyentuh hal personal, sastrawi, dan indah.

Ada tiga juri yang menilai Buku Sastra Pilihan Tempo 2023 itu. Mereka adalah Oka Rusmini, penulis dan jurnalis; Seno Gumira Ajidarma, penulis dan pengajar di Institut Kesenian Jakarta yang juga Ketua Akademi Jakarta; serta Faruk, pengajar S-3 di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.

Oka Rusmini, salah satu juri, sebagaimana ditulis di Tempo menyebutkan “Arunika” karya Alit S Rini menjawab dengan “tsunami” kesaksian tentang problem perempuan Bali.

Buku puisi ini, tulis Oka Rusmini, memperlihatkan pengalaman kultural penulisnya menyaksikan fakta tentang persoalan perempuan Bali, terutama yang berhubungan dengan tradisi dan sistem kasta.

“Tantangan sebagai perempuan Bali membuat Alit mampu menggambarkan perjuangan dan pemikiran perempuan Bali secara mendalam dalam puisi-puisinya. Itu dia lakukan sambil menggeluti hamparan palung piteket atau aturan main dalam kosmologi adat dan agama di Bali yang sering mengabaikan perempuan dalam pengambilan keputusan penting, bahkan yang menyangkut kehidupan perempuan sendiri,” demikin tulis Ok Rusmini di Tempo.

Nyoman Wirata pada pengantar buku puisi “Arunika” menulis bahwa penulis puisi dalam buku memiliki angka 28, sebagai tahun pengabdiannya di Bali Post.  Pekerjaannya di dunia jurnalis itu memberi banyak kesempatan mengenal, bersaksi dan bereaksi terhadap peristiwa sesuai tugasnya sebagai jurnalis.

“Jika kemudian peristiwa dibalut dengan imajinasi, metafor, serta melakukan kebebasan tafsir serta mengekslorasi, maka pilihan ruang ekspresinya adalah puisi,” demikian tulis Nyoman Wirata.

Seperti pernyataan Alit S Rini pada awal puisi “Labirin Hidup”:“Kepada siapa lagi kusampaikan kesaksian ini / Jika tertutup pintu puisi” [T]

Kumpulan Cerpen “Ngantosang Ulungan Bulan” Karya Carma Mira Raih Hadiah Sastra Rancage 2023: Apa Saja Keunggulannya?
Dari Diskusi Buku “Nawa Sena” : Percumbuan Estetik Sastrawan dan Perupa yang Tak Saling Meniadakan
Menyayangi Diri, Menyayangi Bali | Ulasan Buku Kumpulan Puisi “Ngiring Sayang-Manyayangin” Karya I Made Suarsa
Tags: Alit S Rinibuku puisiBuku Sastra Pilihan Tempokumpulan puisiPuisisastrasastrawan bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menengok Desa Tembok

Next Post

Hoax dalam Momentum Transisi Kekuasaan:  Refleksi Sastra untuk Membaca Realita

Made Adnyana Ole

Made Adnyana Ole

Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
Pawisik Durga, Galungan, dan Cinta Kasih

Hoax dalam Momentum Transisi Kekuasaan:  Refleksi Sastra untuk Membaca Realita

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co