2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Arunika” Karya Alit S Rini, Buku Puisi Terbaik Pilihan Tempo 2023

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
February 4, 2024
in Khas
“Arunika” Karya Alit S Rini, Buku Puisi Terbaik Pilihan Tempo 2023

Alit S Rini

KETIKA beberapa hari lalu buku puisi “Arunika” muncul dalam daftar nomine 10 Besar Buku Sastra Pilihan Tempo, lalu masuk daftar nomine 3 Besar, dan akhirnya diputuskan sebagai buku terbaik untuk katagori puisi, barangkali publik sastra Indonesia mengira Alit S Rini, nama penulis buku itu, adalah penyair baru. Tentu saja karena nama perempuan penyair dari Bali itu jarang muncul dan dibicarakan dalam kancah nasional, baik melalui media maupun diskusi-diskusi sastra.

Padahal, dalam pergaulan sastra di Bali, nama Alit S Rini bisa disebut nama besar. Ia menulis puisi sejak tahun 1980-an. Puisi-puisinya, yang sebagian besar dimuat di Bali Post Minggu, selalu jadi pembicaraan sesama penulis puisi, karena ia menawarkan ungkapan-ungkapan yang berbeda, kadang mengejutkan, terutama tentang kegelisahan dirinya sebagai perempuan Bali.

Jadi, ketika muncul nomine 10 Besar Buku Sastra Pilihan Tempo, lalu masuk dalam nomine 3 Besra di IG tempodotco, sejumlah penyair dari Bali, yang bercakap-cakap di grup WA, sudah menduga-duga bahwa buku Arunia akan jadi pilihan. Dugaan itu tentu berdasar berbagai alasan, terutama bahwa puisi-puisi Alit S Rini secara konsisten, dan senantiasa kuat, berbicara tentang gambaran perjuangan dan pemikiran perempuan Bali.

“Membanggakan, membahagiakan sekaligus mengejutkan apresiasi dari Tempo ini bagi saya,” kata Alit S Rini melalui WA kepada tatkala.co., setelah ia tahu bahwa buku Arunika menjadi pilihan Tempo.

Karena berkompetisi dengan pegiat sastra, khususnya penulis puisi setanah air, nama-nama besar termasuk di dalamnya, menurut Alit, bukanlah perkara ringan baginya.

“Tetapi buku Arunika sudah menemukan takdirnya,” kata Alit S Rini.

Alit S Rini mengakui kemenangan ini menjadi penghiburan bagi dirinya yang berusaha terus menerus menyuarakan kesaksian dan reaksi terhadap praktik diskriminasi yang terjadi.

“Saya bereaksi terhadap diskriminasi atas nama apa pun, khususnya yang menimpa perempuan Bali. Tradisi, kasta, warna adalah suatu realitas. Yang tidak boleh ada adalah praktik-praktik diskriminasi. Itu yang saya suarakan dalam puisi-puisi saya,” ujar Alit S Rini.

Buku puisi “Arunika” | Foto tatkala.co

Alit S Rini bernama lengkap Ida Ayu Putu Alit Susrini. Ia tamatan Sastra Inggris, Universitas Udayana, dan menulis puisi sejak remaja.

Puisinya pertama kali masuk dalam rubrik Pos Remaja yang diasuh penyair Umbu Landu Paranggi sekitar tahun 1980-an. Lalu ia terus menulis puisi untuk berjuang masuk dalam rubrik Pos Budaya, peringkat tertinggi dalam proses penulisan puisi di Bali Post Minggu saat itu.  

Karena puisi juga kemudian ia masuk dalam dunia jurnalistik, awalnya menjadi penerjemah di Bali Post, lalu menjadi redaktur empat rubrik, yakni rubrik budaya, agama, pendidikan dan opini. Ia sempat menjadi redaktur pelaksana, dan tetap menggawangi desk opini hingga ia pensiun  akhir tahun 2015.

Buku kumpulan puisi tunggal pertamanya terbit tahun 2003 dengan judul “Karena Aku Perempuan Bali”. Lalu setelah pensiun dari Bali Post, ia secara lebih intens menulis puisi. Terbit di tahun 2017 buku puisi “Pernikahan Puisi” bersama suaminya, Nyoman Wirata, yang juga seorang penyair dan pelukis. Ia meraih penghargaan Bali Jani Nugraha dari Pemerintah Provinsi Bali tahun 2023.

Buku puisi “Arunika” terbit tahun 2023 sebagai lanjutan dari penghargaan Bali Jani Nugraha. Buku yang diterbitkan penerbit Pustaka Ekspresi ini berisi dua bagian, yakni bagian “Cerita dari Bilik Perempuan” yang berisi 20 puisi dan bagian “Arunika” berisi 18 puisi.

Alit S Rini memang bukan orang baru dalam dunia perpuisian di Indonesia. Sebagaimana banyak penyair lain di Bali, ia jarang mempublikasikan puisi-puisinya ke media nasional, dan seakan mendapat kepuasan tersendiri mempublikasikan puisi-puisi di Bali Post Minggu asuhan Umbu Landu Paranggi.

Dikutip dari Tempo, dalam pemilihan buku sastra, Tempo menerima lebih dari 120 judul buku prosa dan puisi, baik yang berbentuk cetak maupun soft file (PDF), dari para penerbit dan penulis.

Untuk buku puisi, pada nomine 3 Besar, “Arunika” karya Alit S Rini bersaing dengan buku puisi “Tiket Masuk Bioskop” karya Afrizal Malna dan “Kopi dan Kepo” karya Hasan Al Banna.

Sebagaimana ditulis Tempo, karya Alit S Rini berkaitan dengan dunia antropologis penulisnya. Buku ini mempertanyakan situasi di Bali, termasuk persoalan “warna” atau sistem hierarki dalam masyarakat Bali. Larik dalam puisi Alit mengalir, menukik, dan tak tersendat sama sekali, menyentuh hal personal, sastrawi, dan indah.

Ada tiga juri yang menilai Buku Sastra Pilihan Tempo 2023 itu. Mereka adalah Oka Rusmini, penulis dan jurnalis; Seno Gumira Ajidarma, penulis dan pengajar di Institut Kesenian Jakarta yang juga Ketua Akademi Jakarta; serta Faruk, pengajar S-3 di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.

Oka Rusmini, salah satu juri, sebagaimana ditulis di Tempo menyebutkan “Arunika” karya Alit S Rini menjawab dengan “tsunami” kesaksian tentang problem perempuan Bali.

Buku puisi ini, tulis Oka Rusmini, memperlihatkan pengalaman kultural penulisnya menyaksikan fakta tentang persoalan perempuan Bali, terutama yang berhubungan dengan tradisi dan sistem kasta.

“Tantangan sebagai perempuan Bali membuat Alit mampu menggambarkan perjuangan dan pemikiran perempuan Bali secara mendalam dalam puisi-puisinya. Itu dia lakukan sambil menggeluti hamparan palung piteket atau aturan main dalam kosmologi adat dan agama di Bali yang sering mengabaikan perempuan dalam pengambilan keputusan penting, bahkan yang menyangkut kehidupan perempuan sendiri,” demikin tulis Ok Rusmini di Tempo.

Nyoman Wirata pada pengantar buku puisi “Arunika” menulis bahwa penulis puisi dalam buku memiliki angka 28, sebagai tahun pengabdiannya di Bali Post.  Pekerjaannya di dunia jurnalis itu memberi banyak kesempatan mengenal, bersaksi dan bereaksi terhadap peristiwa sesuai tugasnya sebagai jurnalis.

“Jika kemudian peristiwa dibalut dengan imajinasi, metafor, serta melakukan kebebasan tafsir serta mengekslorasi, maka pilihan ruang ekspresinya adalah puisi,” demikian tulis Nyoman Wirata.

Seperti pernyataan Alit S Rini pada awal puisi “Labirin Hidup”:“Kepada siapa lagi kusampaikan kesaksian ini / Jika tertutup pintu puisi” [T]

Kumpulan Cerpen “Ngantosang Ulungan Bulan” Karya Carma Mira Raih Hadiah Sastra Rancage 2023: Apa Saja Keunggulannya?
Dari Diskusi Buku “Nawa Sena” : Percumbuan Estetik Sastrawan dan Perupa yang Tak Saling Meniadakan
Menyayangi Diri, Menyayangi Bali | Ulasan Buku Kumpulan Puisi “Ngiring Sayang-Manyayangin” Karya I Made Suarsa
Tags: Alit S Rinibuku puisiBuku Sastra Pilihan Tempokumpulan puisiPuisisastrasastrawan bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menengok Desa Tembok

Next Post

Hoax dalam Momentum Transisi Kekuasaan:  Refleksi Sastra untuk Membaca Realita

Made Adnyana Ole

Made Adnyana Ole

Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Pawisik Durga, Galungan, dan Cinta Kasih

Hoax dalam Momentum Transisi Kekuasaan:  Refleksi Sastra untuk Membaca Realita

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co