22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menyayangi Diri, Menyayangi Bali | Ulasan Buku Kumpulan Puisi “Ngiring Sayang-Manyayangin” Karya I Made Suarsa

Komang Sujana by Komang Sujana
January 30, 2023
in Ulas Buku
Menyayangi Diri, Menyayangi Bali | Ulasan Buku Kumpulan Puisi “Ngiring Sayang-Manyayangin” Karya I Made Suarsa

Buku Kumpulan Puisi “Ngiring Sayang-Manyayangin” Karya I Made Suarsa

PUISI MERUPAKAN karya sastra yang dibangun dari diksi atau kata-kata pilihan. Pemilihan diksi yang tepat akan menjadikan puisi memiliki kekuatan secara struktur dan isi. Seperti puisi-puisi karya I Made Suarsa. Rima akhir puisinya selalu terjaga. Pun tentu dengan isinya yang mengandung nilai-nilai kehidupan yang mendalam sedalam kekuatan diksi-diksinya.

I Made Suarsa adalah sastrawan Bali yang lahir tanggal 15 Mei 1954 di Banjar Gelulung, Sukawati Gianyar. Ia adalah putra kedua dari tujuh bersaudara dari sastrawan Bali anyar Made Sanggra.

I Made Suarsa adalah sastrawan yang sangat produktif di bidang sastra Bali purwa dan sastra Bali anyar (modern). Karyanya di bidang sastra Bali purwa, seperti geguritan, kidung, dan kekawin. Karya satua Bali yang berjudul Pan Demi lan Pak Sin, geguritan Korona, Karana, lan Kirana, dan kidung Pamarisudha Gering Agung berhasil meraih juara pada ajang Sastra Saraswati Sewana yang diselenggarakan Yayasan Puri Kauhan Ubud tahun 2021

Di bidang sastra Bali anyar, I Made Suarsa telah banyak menulis puisi dan cerpen berbahasa Bali. Karya-karyanya telah dimuat di berbagai media cetak di Bali, seperti Bali Post, Nusa Bali, dan majalah Suara Saking Bali.

Karya sastra Bali anyar yang sudah dibukukan adalah antologi puisi Bali Ang Ah lan Ah Ang yang mengantarkannya meraih Rancage tahun 2005. Cerpen-cerpennya yang terangkum dalam buku Gede Ombak Gede Angin mendapatkan hadiah Rancage tahun 2007.

Antologi puisi “Ngiring Sayang-Manyayangin” adalah antologi puisi Bali anyar terbarunya. Kumpulan puisi ini meraih juara tiga pada lomba menulis naskah cerpen ‘Gerip Maurip’ yang diselenggarakan oleh Pustaka Ekspresi tahun 2022.

Bulan Februari identik dengan bulan kasih sayang yang diperingati setiap tanggal 14 Februari. Coklat dan bunga biasanya menjadi bagian perayaannya. Namun, di bulan yang juga diperingati sebagai bulan bahasa Bali di Bali ini, buku antologi puisi “Ngiring Sayang-Manyayangin” sangat cocok untuk alternatif hadiah bagi orang-orang yang kita sayangi

Puisi-puisi dalam buku ini dibangun dari diksi-diksi pilihan yang menjadikan setiap bait puisinya memiliki rima akhir yang kuat, sangat indah layaknya buket bunga valentine. Juga seperti coklat, puisi-puisinya sangat enak dibaca. Manis isi puisinya terasa sampai ke lubuk hati.

Menurut Arif Bagus Prasetyo, sastra dapat dapat memulihkan kesadaran. Begitu juga dalam 51 puisi yang terangkum dalam buku puisi “Ngiring Sayang-Manyayangin”. Puisi-puisi I Made Suarsa memulihkan kesadaran akan pentingnya kasih sayang, rasa saling menyayangi dengan sesama dan alam sesuai dengan judul antologinya Ngiring Sayang-Manyayangin (Mari Sayang Menyayangi).

Bali adalah pulau yang menjadi destinasi pariwisata dunia karena budayanya yang kuat serta masyarakatnya yang dikenal sangat ramah. Tidak salah kemudian Bali disebut sebagai pulau seribu pura (pulau dewata) dan pulau yang aman dan damai. Namun, fenomena belakangan tidak jarang tersiar kabar di media massa dan digital tentang kasus-kasus kekerasan, pembunuhan, pemerkosaan, dan kriminal di Bali. Ini menandakan filsafat Hindu Tat Twam Asi (Saya adalah Anda, Anda adalah Saya) mulai tidak ajek dipraktikkan oleh masyarakat Bali.

I Made Suarsa merespons fenomena ini dengan mengingatkan kembali pentingnya rasa saling asah (saling mendidik), asih (mengasihi), dan asuh (bujuk/peduli) sehingga terciptanya kehidupan yang harmonis, rukun, dan damai di dalam keluarga dan antarkrama Bali. Pesan ini tersirat dalam puisi yang berjudul Ngiring Sayang Manyayangin. Berikut petikan empat baris pada bait ketiga.

Ngiring saling sayang manyayangin
suka duka sareng garangin
….
Maurip wantah saling dagingin
tan jua saling nglintangin

[Mari saling sayang menyayangi
Suka dan duka dihadapi bersama
Hidup adalah saling mengisi
Bukan saling menghalangi]

Pentingnya kasih sayang dalam kehidupan juga disampaikan pada puisi yang berjudul Salinggah Pasih Sategeh Kahyang. Dalam puisi ini kasih dan sayang akan menyebabkan hidup menjadi damai dan terhindar dari kegelapan. Juga dalam puisi yang berjudul milenial, sayang sakayang-kayang, dan sepi.

wusan amunika gaal-gaal
ring margi-marginé masual
magenepan bakat galgal
ngranayang anak tios sial
Angkihan timpal dados tumbal

[Cukup sudah bersuara lantang tidak karuan
Ugal-ugalan di jalan
Merusak segalanya
Penyebab orang terkena bencana
Nyawa teman menjadi korban]

Baris puisi di atas merupakan bait ketiga puisi yang berjudul Milenial memiliki amanat khususnya kepada generasi muda agar tidak melakukan hal-hal yang dapat merugikan orang lain, seperti melakukan tindakan kriminal atau ugal-ugalan di jalan. Itu adalah cara menyayangi diri untuk keselamatan diri sendiri dan orang lain.

Komodifikasi kebudayaan Bali juga tidak luput dari perhatian I Made Suarsa. Joged bumbung yang dulu adalah salah satu seni pertunjukan yang bermartabat belakangan ini justru dijuluki “joged ngebor” atau “joged jaruh”. Hal ini dikarenakan penarinya lebih menonjolkan “goyang maut”, gerakan-gerakan yang tidak senonoh. Jauh dari kesan tari Bali yang etis dan estetis.

wenten joged melahluung
wenten joged malalung

(ada joged baik dan indah
ada joged yang telanjang)

wentem pragina taksu
wenten pragina tampu

(ada penari bertaksu
ada penari yang kehilangan taksu)

Empat baris puisi di atas merupakan kutipan dari puisi yang berjudul joged dan pragina. Melalui puisi-puisi itu, I Made Suarsa berusaha menyadarkan masyarakat Bali untuk untuk mencintai kebudayaan Bali yang adi luhung dengan tidak merubah pakem seni demi kepentingan ekonomi. Komodifikasi itu akan menyebabkan budaya Bali menjadi kehilangan taksu atau daya magisnya.

I Made Suarsa juga menyadarkan masyarakat Bali untuk mencintai budaya Bali dengan berbusana adat ke pura sesuai dengan pakemnya. Dalam puisi Kidung Kebaya diungkapkan bahwa dulu ciri busana adat ke pura menggunakan kain kebaya yang tebal dengan model lengan panjang, serta kamben yang sampai menutupi mata kaki. Belakangan wanita Bali banyak yang menggunakan kain kebaya yang tipis atau transparan, serta kamben yang gantut (pendek). Gaya berbusana seperti ini dapat memperlihatkan lekuk tubuh bagian depan dan paha. Jelas ini tidak sejalan dengan ciri budaya Bali yang etis dan estetis.

Selain itu, I Made Suarsa juga menyadarkan perlunya rasa mencintai Bali yang sungguh-sungguh sehingga budaya Bali ajek dan lestari. Dalam puisi yang berjudul Perda 4/2019, I Made Suarsa menyadarkan krama Bali agar tidak terlibat konflik dengan sesama krama Bali. I Made Suarsa mengingatkan masyarakat Bali untuk mencintai bahasa, aksara, dan sastra Bali melalui puisi yang berjudul Pergub 80/2018.

Dalam puisi canang Sarinem diungkapkan banyak krama Bali yang membeli canang dari pedagang yang kadang bukan orang Hindu Bali. I Made Suarsa menyadarkan krama Bali khususnya generasi muda agar mampu membuat canang sebagai wujud cinta akan budaya Bali. Apalagi canang adalah sarana upakara yang tidak bida dilepaskan dalam kegiatan ritual di Bali.

Begitulah puisi-puisi I Made Suarsa. Diksi-diksinya indah dan penuh isi. Isinya dapat memulihkan kesadaran. Kesadaran tentang perlunya kita menyayangi diri dan menyayangi Bali. Dalam konsep agama Hindu diri manusia disebut bhuana alit, sedangkan alam semesta disebut bhuana agung. Jadi, dengan mencintai dan menyayangi bhuana alit dan bhuana agung dalam hal ini Bali dengan segala isinya akan dapat menciptakan kehidupan yang santi (damai)dan jagadhita (sejahtera). [T]

Novel “PLITIK”: Ketika Orang Bali Bicara Politik
Romantisme Puisi-puisi Wayan Jengki Sunarta dalam Buku Jumantara
Galungan dan Representasi Budaya Bali Dalam Kumpulan Puisi “Menanam Puisi di Emperan Matamu” Karya Wayan Esa Bhaskara
Tags: Bahasa Balibuku kumpulan cerpenbuku puisisastra bali modern
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

5 Fakta Campak dan Dampaknya

Next Post

Satu Abad NU: Kurangi Seremoni, Perbanyak Aksi

Komang Sujana

Komang Sujana

Guru SMP Negeri 2 Sawan. Suka menulis puisi Bali. Biasa jadi komentar dalam turnamen bola voli

Related Posts

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

by Hartanto
October 21, 2026
0
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

Read moreDetails

Merayakan 10 Tahun Cak Dlahom, Sosok Sufi yang Aneh dalam Buku Rusdi Mathari

by Ahmad Hirzan Anwari
October 13, 2026
0
Merayakan 10 Tahun Cak Dlahom, Sosok Sufi yang Aneh dalam Buku Rusdi Mathari

BUKU Rusdi Mathari berjudul Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya, genap berusia 10 tahuan. Buku Mojok, sebagai penerbit, merayakan ulang...

Read moreDetails

Jalan yang Mengubah Momen Menjadi Monumen: Menyusuri Perjalanan Batin dalam “Traveling With Soul” karya Meilani Dhamayanti

by Emi Suy
October 8, 2026
0
Jalan yang Mengubah Momen Menjadi Monumen: Menyusuri Perjalanan Batin dalam “Traveling With Soul” karya Meilani Dhamayanti

KITA sering berangkat dengan tujuan yang telah ditentukan, seolah jalan hanya perlu mengantar tubuh sampai ke sebuah tempat. Padahal, perjalanan...

Read moreDetails

Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

by Abdul Karim Abraham
September 29, 2026
0
Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

LASMI, perempuan muda yang cukup populer di kampungnya. Penampilannya sederhana, ia tidak mengenakan aksesoris apapun, kecuali jam tangan dengan tali...

Read moreDetails

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

by Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
0
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

Read moreDetails

Makna Komunikasi di Balik Lagu: Ulas Buku Hermeneusical Karya Ahmad Sihabudin

by Chusmeru
September 3, 2026
0
Makna Komunikasi di Balik Lagu: Ulas Buku Hermeneusical Karya Ahmad Sihabudin

Judul Buku: HERMENEUSICAL Menafsir Musik dalam Komunikasi Manusia Penulis      : Prof.Dr. Ahmad Sihabudin, M.Si Penerbit    : Indigo Media, Kota Tangerang...

Read moreDetails

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

by IRZI
August 3, 2026
0
SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

Read moreDetails

Tuhan Yang Maha Puisi

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
0
Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

Read moreDetails

SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi

by I Wayan Sujana Suklu
July 26, 2026
0
SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi

SEBUAH buku yang selesai dibaca ketika halaman terakhir ditutup. Ada pula buku yang baru mulai dibaca justru setelah kita menutupnya....

Read moreDetails

Kehilangan, Bahasa, dan Memori Kolektif dalam Karya Sastra —Membaca “Singkarak, Riang dan Sendunya” Karya Ragdi F Daye

by Azwar
July 17, 2026
0
Kehilangan, Bahasa, dan Memori Kolektif dalam Karya Sastra —Membaca “Singkarak, Riang dan Sendunya” Karya Ragdi F Daye

Singkarak, Riang dan Sendunya merupakan kumpulan cerpen karya Ragdi F Daye yang diterbitkan Rumahkayu Pustaka pada Mei 2026. Buku ini...

Read moreDetails
Next Post
Satu Abad NU: Kurangi Seremoni, Perbanyak Aksi

Satu Abad NU: Kurangi Seremoni, Perbanyak Aksi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co