2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menyayangi Diri, Menyayangi Bali | Ulasan Buku Kumpulan Puisi “Ngiring Sayang-Manyayangin” Karya I Made Suarsa

Komang Sujana by Komang Sujana
January 30, 2023
in Ulas Buku
Menyayangi Diri, Menyayangi Bali | Ulasan Buku Kumpulan Puisi “Ngiring Sayang-Manyayangin” Karya I Made Suarsa

Buku Kumpulan Puisi “Ngiring Sayang-Manyayangin” Karya I Made Suarsa

PUISI MERUPAKAN karya sastra yang dibangun dari diksi atau kata-kata pilihan. Pemilihan diksi yang tepat akan menjadikan puisi memiliki kekuatan secara struktur dan isi. Seperti puisi-puisi karya I Made Suarsa. Rima akhir puisinya selalu terjaga. Pun tentu dengan isinya yang mengandung nilai-nilai kehidupan yang mendalam sedalam kekuatan diksi-diksinya.

I Made Suarsa adalah sastrawan Bali yang lahir tanggal 15 Mei 1954 di Banjar Gelulung, Sukawati Gianyar. Ia adalah putra kedua dari tujuh bersaudara dari sastrawan Bali anyar Made Sanggra.

I Made Suarsa adalah sastrawan yang sangat produktif di bidang sastra Bali purwa dan sastra Bali anyar (modern). Karyanya di bidang sastra Bali purwa, seperti geguritan, kidung, dan kekawin. Karya satua Bali yang berjudul Pan Demi lan Pak Sin, geguritan Korona, Karana, lan Kirana, dan kidung Pamarisudha Gering Agung berhasil meraih juara pada ajang Sastra Saraswati Sewana yang diselenggarakan Yayasan Puri Kauhan Ubud tahun 2021

Di bidang sastra Bali anyar, I Made Suarsa telah banyak menulis puisi dan cerpen berbahasa Bali. Karya-karyanya telah dimuat di berbagai media cetak di Bali, seperti Bali Post, Nusa Bali, dan majalah Suara Saking Bali.

Karya sastra Bali anyar yang sudah dibukukan adalah antologi puisi Bali Ang Ah lan Ah Ang yang mengantarkannya meraih Rancage tahun 2005. Cerpen-cerpennya yang terangkum dalam buku Gede Ombak Gede Angin mendapatkan hadiah Rancage tahun 2007.

Antologi puisi “Ngiring Sayang-Manyayangin” adalah antologi puisi Bali anyar terbarunya. Kumpulan puisi ini meraih juara tiga pada lomba menulis naskah cerpen ‘Gerip Maurip’ yang diselenggarakan oleh Pustaka Ekspresi tahun 2022.

Bulan Februari identik dengan bulan kasih sayang yang diperingati setiap tanggal 14 Februari. Coklat dan bunga biasanya menjadi bagian perayaannya. Namun, di bulan yang juga diperingati sebagai bulan bahasa Bali di Bali ini, buku antologi puisi “Ngiring Sayang-Manyayangin” sangat cocok untuk alternatif hadiah bagi orang-orang yang kita sayangi

Puisi-puisi dalam buku ini dibangun dari diksi-diksi pilihan yang menjadikan setiap bait puisinya memiliki rima akhir yang kuat, sangat indah layaknya buket bunga valentine. Juga seperti coklat, puisi-puisinya sangat enak dibaca. Manis isi puisinya terasa sampai ke lubuk hati.

Menurut Arif Bagus Prasetyo, sastra dapat dapat memulihkan kesadaran. Begitu juga dalam 51 puisi yang terangkum dalam buku puisi “Ngiring Sayang-Manyayangin”. Puisi-puisi I Made Suarsa memulihkan kesadaran akan pentingnya kasih sayang, rasa saling menyayangi dengan sesama dan alam sesuai dengan judul antologinya Ngiring Sayang-Manyayangin (Mari Sayang Menyayangi).

Bali adalah pulau yang menjadi destinasi pariwisata dunia karena budayanya yang kuat serta masyarakatnya yang dikenal sangat ramah. Tidak salah kemudian Bali disebut sebagai pulau seribu pura (pulau dewata) dan pulau yang aman dan damai. Namun, fenomena belakangan tidak jarang tersiar kabar di media massa dan digital tentang kasus-kasus kekerasan, pembunuhan, pemerkosaan, dan kriminal di Bali. Ini menandakan filsafat Hindu Tat Twam Asi (Saya adalah Anda, Anda adalah Saya) mulai tidak ajek dipraktikkan oleh masyarakat Bali.

I Made Suarsa merespons fenomena ini dengan mengingatkan kembali pentingnya rasa saling asah (saling mendidik), asih (mengasihi), dan asuh (bujuk/peduli) sehingga terciptanya kehidupan yang harmonis, rukun, dan damai di dalam keluarga dan antarkrama Bali. Pesan ini tersirat dalam puisi yang berjudul Ngiring Sayang Manyayangin. Berikut petikan empat baris pada bait ketiga.

Ngiring saling sayang manyayangin
suka duka sareng garangin
….
Maurip wantah saling dagingin
tan jua saling nglintangin

[Mari saling sayang menyayangi
Suka dan duka dihadapi bersama
Hidup adalah saling mengisi
Bukan saling menghalangi]

Pentingnya kasih sayang dalam kehidupan juga disampaikan pada puisi yang berjudul Salinggah Pasih Sategeh Kahyang. Dalam puisi ini kasih dan sayang akan menyebabkan hidup menjadi damai dan terhindar dari kegelapan. Juga dalam puisi yang berjudul milenial, sayang sakayang-kayang, dan sepi.

wusan amunika gaal-gaal
ring margi-marginé masual
magenepan bakat galgal
ngranayang anak tios sial
Angkihan timpal dados tumbal

[Cukup sudah bersuara lantang tidak karuan
Ugal-ugalan di jalan
Merusak segalanya
Penyebab orang terkena bencana
Nyawa teman menjadi korban]

Baris puisi di atas merupakan bait ketiga puisi yang berjudul Milenial memiliki amanat khususnya kepada generasi muda agar tidak melakukan hal-hal yang dapat merugikan orang lain, seperti melakukan tindakan kriminal atau ugal-ugalan di jalan. Itu adalah cara menyayangi diri untuk keselamatan diri sendiri dan orang lain.

Komodifikasi kebudayaan Bali juga tidak luput dari perhatian I Made Suarsa. Joged bumbung yang dulu adalah salah satu seni pertunjukan yang bermartabat belakangan ini justru dijuluki “joged ngebor” atau “joged jaruh”. Hal ini dikarenakan penarinya lebih menonjolkan “goyang maut”, gerakan-gerakan yang tidak senonoh. Jauh dari kesan tari Bali yang etis dan estetis.

wenten joged melahluung
wenten joged malalung

(ada joged baik dan indah
ada joged yang telanjang)

wentem pragina taksu
wenten pragina tampu

(ada penari bertaksu
ada penari yang kehilangan taksu)

Empat baris puisi di atas merupakan kutipan dari puisi yang berjudul joged dan pragina. Melalui puisi-puisi itu, I Made Suarsa berusaha menyadarkan masyarakat Bali untuk untuk mencintai kebudayaan Bali yang adi luhung dengan tidak merubah pakem seni demi kepentingan ekonomi. Komodifikasi itu akan menyebabkan budaya Bali menjadi kehilangan taksu atau daya magisnya.

I Made Suarsa juga menyadarkan masyarakat Bali untuk mencintai budaya Bali dengan berbusana adat ke pura sesuai dengan pakemnya. Dalam puisi Kidung Kebaya diungkapkan bahwa dulu ciri busana adat ke pura menggunakan kain kebaya yang tebal dengan model lengan panjang, serta kamben yang sampai menutupi mata kaki. Belakangan wanita Bali banyak yang menggunakan kain kebaya yang tipis atau transparan, serta kamben yang gantut (pendek). Gaya berbusana seperti ini dapat memperlihatkan lekuk tubuh bagian depan dan paha. Jelas ini tidak sejalan dengan ciri budaya Bali yang etis dan estetis.

Selain itu, I Made Suarsa juga menyadarkan perlunya rasa mencintai Bali yang sungguh-sungguh sehingga budaya Bali ajek dan lestari. Dalam puisi yang berjudul Perda 4/2019, I Made Suarsa menyadarkan krama Bali agar tidak terlibat konflik dengan sesama krama Bali. I Made Suarsa mengingatkan masyarakat Bali untuk mencintai bahasa, aksara, dan sastra Bali melalui puisi yang berjudul Pergub 80/2018.

Dalam puisi canang Sarinem diungkapkan banyak krama Bali yang membeli canang dari pedagang yang kadang bukan orang Hindu Bali. I Made Suarsa menyadarkan krama Bali khususnya generasi muda agar mampu membuat canang sebagai wujud cinta akan budaya Bali. Apalagi canang adalah sarana upakara yang tidak bida dilepaskan dalam kegiatan ritual di Bali.

Begitulah puisi-puisi I Made Suarsa. Diksi-diksinya indah dan penuh isi. Isinya dapat memulihkan kesadaran. Kesadaran tentang perlunya kita menyayangi diri dan menyayangi Bali. Dalam konsep agama Hindu diri manusia disebut bhuana alit, sedangkan alam semesta disebut bhuana agung. Jadi, dengan mencintai dan menyayangi bhuana alit dan bhuana agung dalam hal ini Bali dengan segala isinya akan dapat menciptakan kehidupan yang santi (damai)dan jagadhita (sejahtera). [T]

Novel “PLITIK”: Ketika Orang Bali Bicara Politik
Romantisme Puisi-puisi Wayan Jengki Sunarta dalam Buku Jumantara
Galungan dan Representasi Budaya Bali Dalam Kumpulan Puisi “Menanam Puisi di Emperan Matamu” Karya Wayan Esa Bhaskara
Tags: Bahasa Balibuku kumpulan cerpenbuku puisisastra bali modern
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

5 Fakta Campak dan Dampaknya

Next Post

Satu Abad NU: Kurangi Seremoni, Perbanyak Aksi

Komang Sujana

Komang Sujana

Guru SMP Negeri 2 Sawan. Suka menulis puisi Bali. Biasa jadi komentar dalam turnamen bola voli

Related Posts

Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

by Abdul Karim Abraham
September 29, 2026
0
Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

LASMI, perempuan muda yang cukup populer di kampungnya. Penampilannya sederhana, ia tidak mengenakan aksesoris apapun, kecuali jam tangan dengan tali...

Read moreDetails

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
0
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

Read moreDetails

Makna Komunikasi di Balik Lagu: Ulas Buku Hermeneusical Karya Ahmad Sihabudin

by Chusmeru
September 3, 2026
0
Makna Komunikasi di Balik Lagu: Ulas Buku Hermeneusical Karya Ahmad Sihabudin

Judul Buku: HERMENEUSICAL Menafsir Musik dalam Komunikasi Manusia Penulis      : Prof.Dr. Ahmad Sihabudin, M.Si Penerbit    : Indigo Media, Kota Tangerang...

Read moreDetails

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

by IRZI
August 3, 2026
0
SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

Read moreDetails

Tuhan Yang Maha Puisi

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
0
Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

Read moreDetails

SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi

by I Wayan Sujana Suklu
July 26, 2026
0
SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi

SEBUAH buku yang selesai dibaca ketika halaman terakhir ditutup. Ada pula buku yang baru mulai dibaca justru setelah kita menutupnya....

Read moreDetails

Kehilangan, Bahasa, dan Memori Kolektif dalam Karya Sastra —Membaca “Singkarak, Riang dan Sendunya” Karya Ragdi F Daye

by Azwar
July 17, 2026
0
Kehilangan, Bahasa, dan Memori Kolektif dalam Karya Sastra —Membaca “Singkarak, Riang dan Sendunya” Karya Ragdi F Daye

Singkarak, Riang dan Sendunya merupakan kumpulan cerpen karya Ragdi F Daye yang diterbitkan Rumahkayu Pustaka pada Mei 2026. Buku ini...

Read moreDetails

“Koloni”: Semut, Semesta, dan Seni Merawat Kehidupan

by I Made Sujaya
July 16, 2026
0
“Koloni”: Semut, Semesta, dan Seni Merawat Kehidupan

Novel Koloni pertama kali diluncurkan oleh Gramedia pada 22 Agustus 2025. Sejak diluncurkan hingga kini, novel ini terus mendapat perhatian...

Read moreDetails

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

by IRZI
July 12, 2026
0
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

Read moreDetails

Mahindu, Si Perempuan Tembikar

by Mas Ruscitadewi
July 10, 2026
0
Mahindu, Si Perempuan Tembikar

Risalah Perempuan-Perempuan Tembikar yang dipakai sebagai judul kumpulan puisi ini mengisyaratkan pilihan, penilaian dan sudut pandang penyair dalam membahas masalah...

Read moreDetails
Next Post
Satu Abad NU: Kurangi Seremoni, Perbanyak Aksi

Satu Abad NU: Kurangi Seremoni, Perbanyak Aksi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co