14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menyayangi Diri, Menyayangi Bali | Ulasan Buku Kumpulan Puisi “Ngiring Sayang-Manyayangin” Karya I Made Suarsa

Komang Sujana by Komang Sujana
January 30, 2023
in Ulas Buku
Menyayangi Diri, Menyayangi Bali | Ulasan Buku Kumpulan Puisi “Ngiring Sayang-Manyayangin” Karya I Made Suarsa

Buku Kumpulan Puisi “Ngiring Sayang-Manyayangin” Karya I Made Suarsa

PUISI MERUPAKAN karya sastra yang dibangun dari diksi atau kata-kata pilihan. Pemilihan diksi yang tepat akan menjadikan puisi memiliki kekuatan secara struktur dan isi. Seperti puisi-puisi karya I Made Suarsa. Rima akhir puisinya selalu terjaga. Pun tentu dengan isinya yang mengandung nilai-nilai kehidupan yang mendalam sedalam kekuatan diksi-diksinya.

I Made Suarsa adalah sastrawan Bali yang lahir tanggal 15 Mei 1954 di Banjar Gelulung, Sukawati Gianyar. Ia adalah putra kedua dari tujuh bersaudara dari sastrawan Bali anyar Made Sanggra.

I Made Suarsa adalah sastrawan yang sangat produktif di bidang sastra Bali purwa dan sastra Bali anyar (modern). Karyanya di bidang sastra Bali purwa, seperti geguritan, kidung, dan kekawin. Karya satua Bali yang berjudul Pan Demi lan Pak Sin, geguritan Korona, Karana, lan Kirana, dan kidung Pamarisudha Gering Agung berhasil meraih juara pada ajang Sastra Saraswati Sewana yang diselenggarakan Yayasan Puri Kauhan Ubud tahun 2021

Di bidang sastra Bali anyar, I Made Suarsa telah banyak menulis puisi dan cerpen berbahasa Bali. Karya-karyanya telah dimuat di berbagai media cetak di Bali, seperti Bali Post, Nusa Bali, dan majalah Suara Saking Bali.

Karya sastra Bali anyar yang sudah dibukukan adalah antologi puisi Bali Ang Ah lan Ah Ang yang mengantarkannya meraih Rancage tahun 2005. Cerpen-cerpennya yang terangkum dalam buku Gede Ombak Gede Angin mendapatkan hadiah Rancage tahun 2007.

Antologi puisi “Ngiring Sayang-Manyayangin” adalah antologi puisi Bali anyar terbarunya. Kumpulan puisi ini meraih juara tiga pada lomba menulis naskah cerpen ‘Gerip Maurip’ yang diselenggarakan oleh Pustaka Ekspresi tahun 2022.

Bulan Februari identik dengan bulan kasih sayang yang diperingati setiap tanggal 14 Februari. Coklat dan bunga biasanya menjadi bagian perayaannya. Namun, di bulan yang juga diperingati sebagai bulan bahasa Bali di Bali ini, buku antologi puisi “Ngiring Sayang-Manyayangin” sangat cocok untuk alternatif hadiah bagi orang-orang yang kita sayangi

Puisi-puisi dalam buku ini dibangun dari diksi-diksi pilihan yang menjadikan setiap bait puisinya memiliki rima akhir yang kuat, sangat indah layaknya buket bunga valentine. Juga seperti coklat, puisi-puisinya sangat enak dibaca. Manis isi puisinya terasa sampai ke lubuk hati.

Menurut Arif Bagus Prasetyo, sastra dapat dapat memulihkan kesadaran. Begitu juga dalam 51 puisi yang terangkum dalam buku puisi “Ngiring Sayang-Manyayangin”. Puisi-puisi I Made Suarsa memulihkan kesadaran akan pentingnya kasih sayang, rasa saling menyayangi dengan sesama dan alam sesuai dengan judul antologinya Ngiring Sayang-Manyayangin (Mari Sayang Menyayangi).

Bali adalah pulau yang menjadi destinasi pariwisata dunia karena budayanya yang kuat serta masyarakatnya yang dikenal sangat ramah. Tidak salah kemudian Bali disebut sebagai pulau seribu pura (pulau dewata) dan pulau yang aman dan damai. Namun, fenomena belakangan tidak jarang tersiar kabar di media massa dan digital tentang kasus-kasus kekerasan, pembunuhan, pemerkosaan, dan kriminal di Bali. Ini menandakan filsafat Hindu Tat Twam Asi (Saya adalah Anda, Anda adalah Saya) mulai tidak ajek dipraktikkan oleh masyarakat Bali.

I Made Suarsa merespons fenomena ini dengan mengingatkan kembali pentingnya rasa saling asah (saling mendidik), asih (mengasihi), dan asuh (bujuk/peduli) sehingga terciptanya kehidupan yang harmonis, rukun, dan damai di dalam keluarga dan antarkrama Bali. Pesan ini tersirat dalam puisi yang berjudul Ngiring Sayang Manyayangin. Berikut petikan empat baris pada bait ketiga.

Ngiring saling sayang manyayangin
suka duka sareng garangin
….
Maurip wantah saling dagingin
tan jua saling nglintangin

[Mari saling sayang menyayangi
Suka dan duka dihadapi bersama
Hidup adalah saling mengisi
Bukan saling menghalangi]

Pentingnya kasih sayang dalam kehidupan juga disampaikan pada puisi yang berjudul Salinggah Pasih Sategeh Kahyang. Dalam puisi ini kasih dan sayang akan menyebabkan hidup menjadi damai dan terhindar dari kegelapan. Juga dalam puisi yang berjudul milenial, sayang sakayang-kayang, dan sepi.

wusan amunika gaal-gaal
ring margi-marginé masual
magenepan bakat galgal
ngranayang anak tios sial
Angkihan timpal dados tumbal

[Cukup sudah bersuara lantang tidak karuan
Ugal-ugalan di jalan
Merusak segalanya
Penyebab orang terkena bencana
Nyawa teman menjadi korban]

Baris puisi di atas merupakan bait ketiga puisi yang berjudul Milenial memiliki amanat khususnya kepada generasi muda agar tidak melakukan hal-hal yang dapat merugikan orang lain, seperti melakukan tindakan kriminal atau ugal-ugalan di jalan. Itu adalah cara menyayangi diri untuk keselamatan diri sendiri dan orang lain.

Komodifikasi kebudayaan Bali juga tidak luput dari perhatian I Made Suarsa. Joged bumbung yang dulu adalah salah satu seni pertunjukan yang bermartabat belakangan ini justru dijuluki “joged ngebor” atau “joged jaruh”. Hal ini dikarenakan penarinya lebih menonjolkan “goyang maut”, gerakan-gerakan yang tidak senonoh. Jauh dari kesan tari Bali yang etis dan estetis.

wenten joged melahluung
wenten joged malalung

(ada joged baik dan indah
ada joged yang telanjang)

wentem pragina taksu
wenten pragina tampu

(ada penari bertaksu
ada penari yang kehilangan taksu)

Empat baris puisi di atas merupakan kutipan dari puisi yang berjudul joged dan pragina. Melalui puisi-puisi itu, I Made Suarsa berusaha menyadarkan masyarakat Bali untuk untuk mencintai kebudayaan Bali yang adi luhung dengan tidak merubah pakem seni demi kepentingan ekonomi. Komodifikasi itu akan menyebabkan budaya Bali menjadi kehilangan taksu atau daya magisnya.

I Made Suarsa juga menyadarkan masyarakat Bali untuk mencintai budaya Bali dengan berbusana adat ke pura sesuai dengan pakemnya. Dalam puisi Kidung Kebaya diungkapkan bahwa dulu ciri busana adat ke pura menggunakan kain kebaya yang tebal dengan model lengan panjang, serta kamben yang sampai menutupi mata kaki. Belakangan wanita Bali banyak yang menggunakan kain kebaya yang tipis atau transparan, serta kamben yang gantut (pendek). Gaya berbusana seperti ini dapat memperlihatkan lekuk tubuh bagian depan dan paha. Jelas ini tidak sejalan dengan ciri budaya Bali yang etis dan estetis.

Selain itu, I Made Suarsa juga menyadarkan perlunya rasa mencintai Bali yang sungguh-sungguh sehingga budaya Bali ajek dan lestari. Dalam puisi yang berjudul Perda 4/2019, I Made Suarsa menyadarkan krama Bali agar tidak terlibat konflik dengan sesama krama Bali. I Made Suarsa mengingatkan masyarakat Bali untuk mencintai bahasa, aksara, dan sastra Bali melalui puisi yang berjudul Pergub 80/2018.

Dalam puisi canang Sarinem diungkapkan banyak krama Bali yang membeli canang dari pedagang yang kadang bukan orang Hindu Bali. I Made Suarsa menyadarkan krama Bali khususnya generasi muda agar mampu membuat canang sebagai wujud cinta akan budaya Bali. Apalagi canang adalah sarana upakara yang tidak bida dilepaskan dalam kegiatan ritual di Bali.

Begitulah puisi-puisi I Made Suarsa. Diksi-diksinya indah dan penuh isi. Isinya dapat memulihkan kesadaran. Kesadaran tentang perlunya kita menyayangi diri dan menyayangi Bali. Dalam konsep agama Hindu diri manusia disebut bhuana alit, sedangkan alam semesta disebut bhuana agung. Jadi, dengan mencintai dan menyayangi bhuana alit dan bhuana agung dalam hal ini Bali dengan segala isinya akan dapat menciptakan kehidupan yang santi (damai)dan jagadhita (sejahtera). [T]

Novel “PLITIK”: Ketika Orang Bali Bicara Politik
Romantisme Puisi-puisi Wayan Jengki Sunarta dalam Buku Jumantara
Galungan dan Representasi Budaya Bali Dalam Kumpulan Puisi “Menanam Puisi di Emperan Matamu” Karya Wayan Esa Bhaskara
Tags: Bahasa Balibuku kumpulan cerpenbuku puisisastra bali modern
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

5 Fakta Campak dan Dampaknya

Next Post

Satu Abad NU: Kurangi Seremoni, Perbanyak Aksi

Komang Sujana

Komang Sujana

Guru SMP Negeri 2 Sawan. Suka menulis puisi Bali. Biasa jadi komentar dalam turnamen bola voli

Related Posts

Makassar yang Sempat Terabaikan

by Moch. Ferdi Al Qadri
April 16, 2026
0
Makassar yang Sempat Terabaikan

Judul: Makasssar Nol Kilometer Penulis: Anwar J. Rahman, dkk. Penerbit: Tanahindie Press Tahun: 2014 Halaman: xviii + 255 MAKASSAR-NYA satu,...

Read moreDetails

Menggugat Kanon, Mengarsip yang Obskur

by Farhan M. Adyatma
March 27, 2026
0
Menggugat Kanon, Mengarsip yang Obskur

Judul: Terdepan, Terluar, Tertinggal: Antologi Puisi Obskur Indonesia 1945-2045 Penulis: Martin Suryajaya Penerbit: Anagram Tahun terbit: Agustus 2020 Jumlah halaman:...

Read moreDetails

‘Coming Up For Air’, Menghirup Udara yang Tak Lagi Sama

by Radha Dwi Pradnyani
March 25, 2026
0
‘Coming Up For Air’, Menghirup Udara yang Tak Lagi Sama

Judul: Menghirup Udara Segar Judul Asli: Coming Up For Air Penulis: George Orwell Penerjemah: Berliani M. Nugraha Tahun Terbit: 2021...

Read moreDetails

Tubuh, Ingatan, dan Sebuah Paradoks —Membaca Kembali ‘Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer’

by Inno Koten
March 22, 2026
0
Tubuh, Ingatan, dan Sebuah Paradoks —Membaca Kembali ‘Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer’

YANG orang ingat dari Pramoedya Ananta Toer (Pram) adalah ikhtiarnya untuk menyelamatkan martabat manusia. Ia menulis tentang mereka yang kalah,...

Read moreDetails

Di Hati Kami Orang Indonesia —Perempuan Swiss di Sumatra dan Jawa Selama 25 tahun: 1920-1945

by Sigit Susanto
March 17, 2026
0
Di Hati Kami Orang Indonesia —Perempuan Swiss di Sumatra dan Jawa Selama 25 tahun: 1920-1945

Judul: Im Herzen waren wir Indonesier Penulis: Gret Surbeck Penerbit: Limmat Verag, 2007 Tebal: 508 Bahasa : Jerman Christa Miranda, menemukan...

Read moreDetails

Membaca Luka Digital dan Kegelisahan Zaman  —Ulasan Buku Puisi ‘Anak-anak Luka di Dunia Maya’ Karya Yahya Umar

by Dian Suryantini
March 13, 2026
0
Membaca Luka Digital dan Kegelisahan Zaman  —Ulasan Buku Puisi ‘Anak-anak Luka di Dunia Maya’ Karya Yahya Umar

SASTRA sering kali menjadi cermin paling jujur bagi kehidupan sosial. Sastra tidak selalu menyampaikan fakta dalam bentuk angka, statistik, atau...

Read moreDetails

Ingatan, Kehilangan, dan Perlawanan dalam ‘Laut Bercerita’

by Muhammad Khairu Rahman
March 8, 2026
0
Ingatan, Kehilangan, dan Perlawanan dalam ‘Laut Bercerita’

NOVEL Laut Bercerita karya Leila S. Chudori merupakan salah satu karya sastra Indonesia kontemporer yang menghadirkan luka sejarah sebagai ruang...

Read moreDetails

Sugianto Membongkar Bali

by Wayan Esa Bhaskara
March 8, 2026
0
Sugianto Membongkar Bali

Judul Buku    : Aib Penulis          : I Made Sugianto Penerbit        : Pustaka Ekspresi Cetakan         : Pertama, Januari 2026 Tebal              :...

Read moreDetails

Catatan Kecil Tentang ‘Dokter Gila’ Karya Putu Arya Nugraha

by Putu Lina Kamelia
February 28, 2026
0
Catatan Kecil Tentang ‘Dokter Gila’ Karya Putu Arya Nugraha

Judul Buku : Dokter Gila Penulis : dr. Putu Arya Nugraha Penerbit : Tatkala Tahun : 2025 RUMAH itu mungil...

Read moreDetails

Membaca ‘Lampah Sang Pragina’, Membicarakan Kasta yang Itu-itu Saja  

by Wayan Esa Bhaskara
February 20, 2026
0
Membaca ‘Lampah Sang Pragina’, Membicarakan Kasta yang Itu-itu Saja  

Judul Buku: Lampah Sang Pragina Penulis: Ketut Sugiartha Penerbit: Pustaka Ekspresi Cetakan: Pertama, November 2025 Tebal: 116 halaman ISBN: 978-634-7225-31-3...

Read moreDetails
Next Post
Satu Abad NU: Kurangi Seremoni, Perbanyak Aksi

Satu Abad NU: Kurangi Seremoni, Perbanyak Aksi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co