2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Anak-Anak Desa Kedis, Berkesenian Sejak Dalam Kandungan

Yudi Setiawan by Yudi Setiawan
February 1, 2024
in Khas
Anak-Anak Desa Kedis, Berkesenian Sejak Dalam Kandungan

Putu Janesya Graniasih saat latihan bersama teman-temannya | Foto: Dian

SEMBARI menunggu hujan reda, Janesya tampak mondar-mandir di pelataran rumah kakeknya. Sesekali ia terlihat gelisah dan duduk nyempil bersebelahan dengan neneknya. Kadang pula ia turut mendengarkan kakeknya bercerita tentang seni karawitan di desanya kepada tamunya di sore itu.

Gadis belia dengan paras menggemaskan itu, tampak tengah bersiap untuk melakukan suatu kegiatan. Dengan kain kamen yang sudah dikenakan dan rambut yang selesai diikat oleh neneknya, meski hujan belum benar-benar reda, ia melangkah pelan keluar rumah dengan hati gembira.

Di sana, di wantilan Pura Dalem Desa Kedis, teman-temannya sudah menunggunya. Usia mereka tak jauh berbeda, masih sama-sama di usia muda. Namun, semangat seninya, tak bisa dibilang cuma-cuma.  

Sore itu, sekitar dua puluhan anak perempuan, sedang melakukan latihan seni tabuh gong kebyar. Mereka tergabung dalam Sekaa Gong Kebyar Wanita Banda Sawitra, Desa Kedis, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng, Bali

Mereka mamainkan iringan lagu Tari Nelayan dalam proses latihannya. Raut wajah mereka tampak bahagia. Notasi, ritme, dan lagu mereka kuasai semua.

Sesekali, lelaki paruh baya dengan kacamata yang nyantol begitu saja di kepalanya itu, menggoyang-goyangkan jarinya sembari memberi petunjuk kepada anak asuhnya.

“Kami mulai latihan sejak tahun 2022,” ujar Janesya kepada tatkala.co saat ditemui di sela-sela latihannya, Rabu (30/01/24) Sore.

Janesya, bernama lengkap Putu Janesya Graniasih. Ia gadis belia. Masih duduk di bangku kelas 3 di SDN 1 Kedis. Meskipun masih  anak-anak, namun keahliannya dalam seni karawitan boleh dikatakan sangat mumpuni.

Menurut penuturan kakeknya, ketertarikan Janesya kepada musik karawitan sudah terlihat sejak ia masih di bangku taman kanak-kanak. Sehingga, meskipun usianya sekarang masih delapan atau sembilan tahun, kemahiran tangannya dalam memainkan alat musik karawitan sudah tidak bisa dibilang pemula.

Sekadar informasi, Janesya merupakan cucu dari I Gede Artaya, salah satu seniman karawitan di Desa Kedis, yang masih memiliki darah keturunan dari I Ketut Merdana, seorang maestro karawitan dari Desa Kedis.

Anggota Sekaa Gong Kebyar Wanita Banda Sawitra Desa Kedis saat ini, sebagian besar adalah anak-anak. Ada yang masih SD dan ada juga yang masih SMP.

“Saya kelas tiga SD, yang itu kelas dua SD, dan yang di belakang ada yang SMP,” ujar Janesya, sembari menunjuk teman-temannya.

Janesya dan teman-temannya, meskipun baru dua tahun latihan bersama, namun mereka telah menguasai beberapa lagum, seperti tabuh Tari Nelayan, tabuh Tari Rejang Renteng, dan tabuh Tari Baris.

Menurut Janesya, memainkan alat musik karawitan tak begitu sulit. Sebab, mereka mempelajarinya secara bersama-sama. Sehingga, tak ada tekanan atau semacam perasaan tidak nyaman ketika belajar tabuh karawitan.

“Latihannya satu minggu dua kali. Rabu dan Kamis,” katanya. Sesaat setelah memberi jeda, ia menambhakan, “latihannya asik, tidak sulit, dan semua merasa happy.”

Selama proses latihan, guna merangsang kelenturan tangan, mereka pada awalnya kerap berganti-gantian alat musik. Sehingga, hampir dipastikan semua anak itu bisa memainkan alat musik karawitan apa saja.

“Awal latihan, kami sering berganti-gantian main alat musiknya. Tapi, sekarang posisinya sudah di pilih oleh kakek sesuai dengan kemampuan kami,” jelasnya.

Selain Janesya, ada juga Putu Ayu Karina Putri Aulia. Siswi kelas dua SMPN 1 Busungbiu itu mengaku bahwa mempelajari seni tabuh karawitan itu susah-susah gampang. Sebab, selain harus mengingat dengan jelas alunan lagu yang dibawakan, ia juga harus memperhatikan setiap ketukannya, agar tempo yang mereka mainkan tetap beraturan.

“Belajarnya susah-susah gampang, sih. Paling yang susah itu pas kotekan-kotekannya,” jelasnya.

Sebagai sekaa gong anak-anak, mereka memiliki antusias latihan yang cukup besar. Hal itu terbukti dari beberapa lagu yang telah mereka kuasai. Sehingga, dari keseriusan mereka berlatih, mereka dipercaya untuk tampil unjuk kebolehan beberapa waktu yang lalu.

“Kami pernah pentas satu kali, pas Galungan kemarin,” ujar Karina.

Meskipun baru pentas satu kali, namun mereka memiliki tekat yang kuat untuk tetap belajar mamainkan alat musik karawitan. Mereka memiliki cita-cita untuk bisa tampil di panggung yang besar, dan tentu saja, membawa nama baik tempat mereka berlatih.

“Pinginnya, sih, bisa tampil di PKB,” ujarnya malu-malu.

Memang, hal tersebut sangatlah bisa digapai. Mengingat, Sekaa Gong Kebyar Banda Sawitra Desa Kedis telah beberapa kali telah pentas di PKB—Pesta Kesenian Bali—untuk mewakili Kabupaten Buleleng.

Sehingga, apa yang mereka cita-citakan, jika terus berlatih dengan sungguh-sungguh, tidak menutup kemungkinan mereka bisa melakukan pertunjukan di panggung yang lebih besar. Sebab, konon, menurut cerita turun-temurun, sang maestro karawitan dari Desa Kedis, I Ketut Merdana, juga pernah beberapa kali melakukan pertunjukan sampai ke luar negeri.

Di dalam Sekaa Gong Kebyar Banda Sawitra, untuk tetap melanjutkan regenarasi, mereka terbagi menjadi beberapa kelompok. Kelompok pertama disebut sebagai kelompok A, kelompok kedua disebut dengan kelompok B, dan kemudian kelompok ketiga disebut sebagai kelompok C.

Menurut I Gede Artaya, selaku pelatih dan pengampu di Sekaa Gong Kebyar Banda Sawritra, hal itu ia lakukan agar keberadaan seni karawitan di Desa Kedis tetap ada pelaku seninya. Sebab, selain dibedakan berdasarkan usia dan kemampuan, keterputusan antar generasi penabuh di Desa Kedis rawan terjadi—karena banyak anak dari Desa Kedis yang bersekolah keluar daerah. Sehingga, hal itu sangat berguna untuk keberlangsungan seni karawitan di Desa Kedis ke depannya.

“Karena banyak anak-anak di sini yang bersekolah keluar daerah. Jadi, kalaupun mereka yang sudah dewasa dan harus keluar daerah untuk sekolah, di sini masih ada penerusnya,” jelasnya.

Janesya dan Kirana adalah salah dua contoh dari sekian banyak anak-anak Desa Kedis yang memiliki niat untuk melestarikan seni karawitan. Meskipun usia mereka masih sangat muda, namun cita-cita mereka dalam hal berkesenian sangatlah besar.

Gairah berkesenian yang diwariskan dan dijaga oleh maestro-maestro Desa Kedis, telah melahirkan dan membentuk generasi muda yang mencintai seni dan budaya. Janesya dan Kirana, dua gadis belia itu, seperti sudah siap menjaga dan melestarikan warisan leluhurnya. Tampaknya, mereka berdua sudah belajar berkesenian sejak dalam kandungan.[T]

Reporter: Yudi Setiawan
Penulis: Yudi Setiawan
Editor: Jaswanto

Gong Kebyar Desa Kedis, Setelah 32 Tahun Mati Suri
Banda Sawitra, Gong Legendaris dari Desa Kedis: Ngebyar Sejak Tahun 1900
Merayakan Ciptaan Merdana Bersama Gadis-gadis Penabuh Belia Desa Kedis
Tags: bulelengBusungbiuDesa Kedisgong kebyarGong Legendariskesenian baliSingaraja
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

HUT Ke-19 Jegeg Bagus Bali: Rayakan Lewat Baksos Cegah Stunting dan Penyaluran Donasi

Next Post

Made Budayasa, Seniman Ukir Pasir Hitam dari Desa Sudaji

Yudi Setiawan

Yudi Setiawan

Penulis tinggal di Singaraja

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Made Budayasa, Seniman Ukir Pasir Hitam dari Desa Sudaji

Made Budayasa, Seniman Ukir Pasir Hitam dari Desa Sudaji

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co