3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Anak-Anak Desa Kedis, Berkesenian Sejak Dalam Kandungan

Yudi Setiawan by Yudi Setiawan
February 1, 2024
in Khas
Anak-Anak Desa Kedis, Berkesenian Sejak Dalam Kandungan

Putu Janesya Graniasih saat latihan bersama teman-temannya | Foto: Dian

SEMBARI menunggu hujan reda, Janesya tampak mondar-mandir di pelataran rumah kakeknya. Sesekali ia terlihat gelisah dan duduk nyempil bersebelahan dengan neneknya. Kadang pula ia turut mendengarkan kakeknya bercerita tentang seni karawitan di desanya kepada tamunya di sore itu.

Gadis belia dengan paras menggemaskan itu, tampak tengah bersiap untuk melakukan suatu kegiatan. Dengan kain kamen yang sudah dikenakan dan rambut yang selesai diikat oleh neneknya, meski hujan belum benar-benar reda, ia melangkah pelan keluar rumah dengan hati gembira.

Di sana, di wantilan Pura Dalem Desa Kedis, teman-temannya sudah menunggunya. Usia mereka tak jauh berbeda, masih sama-sama di usia muda. Namun, semangat seninya, tak bisa dibilang cuma-cuma.  

Sore itu, sekitar dua puluhan anak perempuan, sedang melakukan latihan seni tabuh gong kebyar. Mereka tergabung dalam Sekaa Gong Kebyar Wanita Banda Sawitra, Desa Kedis, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng, Bali

Mereka mamainkan iringan lagu Tari Nelayan dalam proses latihannya. Raut wajah mereka tampak bahagia. Notasi, ritme, dan lagu mereka kuasai semua.

Sesekali, lelaki paruh baya dengan kacamata yang nyantol begitu saja di kepalanya itu, menggoyang-goyangkan jarinya sembari memberi petunjuk kepada anak asuhnya.

“Kami mulai latihan sejak tahun 2022,” ujar Janesya kepada tatkala.co saat ditemui di sela-sela latihannya, Rabu (30/01/24) Sore.

Janesya, bernama lengkap Putu Janesya Graniasih. Ia gadis belia. Masih duduk di bangku kelas 3 di SDN 1 Kedis. Meskipun masih  anak-anak, namun keahliannya dalam seni karawitan boleh dikatakan sangat mumpuni.

Menurut penuturan kakeknya, ketertarikan Janesya kepada musik karawitan sudah terlihat sejak ia masih di bangku taman kanak-kanak. Sehingga, meskipun usianya sekarang masih delapan atau sembilan tahun, kemahiran tangannya dalam memainkan alat musik karawitan sudah tidak bisa dibilang pemula.

Sekadar informasi, Janesya merupakan cucu dari I Gede Artaya, salah satu seniman karawitan di Desa Kedis, yang masih memiliki darah keturunan dari I Ketut Merdana, seorang maestro karawitan dari Desa Kedis.

Anggota Sekaa Gong Kebyar Wanita Banda Sawitra Desa Kedis saat ini, sebagian besar adalah anak-anak. Ada yang masih SD dan ada juga yang masih SMP.

“Saya kelas tiga SD, yang itu kelas dua SD, dan yang di belakang ada yang SMP,” ujar Janesya, sembari menunjuk teman-temannya.

Janesya dan teman-temannya, meskipun baru dua tahun latihan bersama, namun mereka telah menguasai beberapa lagum, seperti tabuh Tari Nelayan, tabuh Tari Rejang Renteng, dan tabuh Tari Baris.

Menurut Janesya, memainkan alat musik karawitan tak begitu sulit. Sebab, mereka mempelajarinya secara bersama-sama. Sehingga, tak ada tekanan atau semacam perasaan tidak nyaman ketika belajar tabuh karawitan.

“Latihannya satu minggu dua kali. Rabu dan Kamis,” katanya. Sesaat setelah memberi jeda, ia menambhakan, “latihannya asik, tidak sulit, dan semua merasa happy.”

Selama proses latihan, guna merangsang kelenturan tangan, mereka pada awalnya kerap berganti-gantian alat musik. Sehingga, hampir dipastikan semua anak itu bisa memainkan alat musik karawitan apa saja.

“Awal latihan, kami sering berganti-gantian main alat musiknya. Tapi, sekarang posisinya sudah di pilih oleh kakek sesuai dengan kemampuan kami,” jelasnya.

Selain Janesya, ada juga Putu Ayu Karina Putri Aulia. Siswi kelas dua SMPN 1 Busungbiu itu mengaku bahwa mempelajari seni tabuh karawitan itu susah-susah gampang. Sebab, selain harus mengingat dengan jelas alunan lagu yang dibawakan, ia juga harus memperhatikan setiap ketukannya, agar tempo yang mereka mainkan tetap beraturan.

“Belajarnya susah-susah gampang, sih. Paling yang susah itu pas kotekan-kotekannya,” jelasnya.

Sebagai sekaa gong anak-anak, mereka memiliki antusias latihan yang cukup besar. Hal itu terbukti dari beberapa lagu yang telah mereka kuasai. Sehingga, dari keseriusan mereka berlatih, mereka dipercaya untuk tampil unjuk kebolehan beberapa waktu yang lalu.

“Kami pernah pentas satu kali, pas Galungan kemarin,” ujar Karina.

Meskipun baru pentas satu kali, namun mereka memiliki tekat yang kuat untuk tetap belajar mamainkan alat musik karawitan. Mereka memiliki cita-cita untuk bisa tampil di panggung yang besar, dan tentu saja, membawa nama baik tempat mereka berlatih.

“Pinginnya, sih, bisa tampil di PKB,” ujarnya malu-malu.

Memang, hal tersebut sangatlah bisa digapai. Mengingat, Sekaa Gong Kebyar Banda Sawitra Desa Kedis telah beberapa kali telah pentas di PKB—Pesta Kesenian Bali—untuk mewakili Kabupaten Buleleng.

Sehingga, apa yang mereka cita-citakan, jika terus berlatih dengan sungguh-sungguh, tidak menutup kemungkinan mereka bisa melakukan pertunjukan di panggung yang lebih besar. Sebab, konon, menurut cerita turun-temurun, sang maestro karawitan dari Desa Kedis, I Ketut Merdana, juga pernah beberapa kali melakukan pertunjukan sampai ke luar negeri.

Di dalam Sekaa Gong Kebyar Banda Sawitra, untuk tetap melanjutkan regenarasi, mereka terbagi menjadi beberapa kelompok. Kelompok pertama disebut sebagai kelompok A, kelompok kedua disebut dengan kelompok B, dan kemudian kelompok ketiga disebut sebagai kelompok C.

Menurut I Gede Artaya, selaku pelatih dan pengampu di Sekaa Gong Kebyar Banda Sawritra, hal itu ia lakukan agar keberadaan seni karawitan di Desa Kedis tetap ada pelaku seninya. Sebab, selain dibedakan berdasarkan usia dan kemampuan, keterputusan antar generasi penabuh di Desa Kedis rawan terjadi—karena banyak anak dari Desa Kedis yang bersekolah keluar daerah. Sehingga, hal itu sangat berguna untuk keberlangsungan seni karawitan di Desa Kedis ke depannya.

“Karena banyak anak-anak di sini yang bersekolah keluar daerah. Jadi, kalaupun mereka yang sudah dewasa dan harus keluar daerah untuk sekolah, di sini masih ada penerusnya,” jelasnya.

Janesya dan Kirana adalah salah dua contoh dari sekian banyak anak-anak Desa Kedis yang memiliki niat untuk melestarikan seni karawitan. Meskipun usia mereka masih sangat muda, namun cita-cita mereka dalam hal berkesenian sangatlah besar.

Gairah berkesenian yang diwariskan dan dijaga oleh maestro-maestro Desa Kedis, telah melahirkan dan membentuk generasi muda yang mencintai seni dan budaya. Janesya dan Kirana, dua gadis belia itu, seperti sudah siap menjaga dan melestarikan warisan leluhurnya. Tampaknya, mereka berdua sudah belajar berkesenian sejak dalam kandungan.[T]

Reporter: Yudi Setiawan
Penulis: Yudi Setiawan
Editor: Jaswanto

Gong Kebyar Desa Kedis, Setelah 32 Tahun Mati Suri
Banda Sawitra, Gong Legendaris dari Desa Kedis: Ngebyar Sejak Tahun 1900
Merayakan Ciptaan Merdana Bersama Gadis-gadis Penabuh Belia Desa Kedis
Tags: bulelengBusungbiuDesa Kedisgong kebyarGong Legendariskesenian baliSingaraja
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

HUT Ke-19 Jegeg Bagus Bali: Rayakan Lewat Baksos Cegah Stunting dan Penyaluran Donasi

Next Post

Made Budayasa, Seniman Ukir Pasir Hitam dari Desa Sudaji

Yudi Setiawan

Yudi Setiawan

Kontributor tatkala.co

Related Posts

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
0
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

Read moreDetails

Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

by Emi Suy
June 1, 2026
0
Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

Catatan tentang AI, media sosial, dan manusia yang semakin sulit mendengar suara hatinya sendiri. KADANG-KADANG saya merasa bahwa perubahan terbesar...

Read moreDetails

Bertumbuh, Berkembang, Meraih Bintang  –Cerita dari Acara Pelepasan di SMAN 2 Kuta Selatan

by I Nyoman Tingkat
May 28, 2026
0
Bertumbuh, Berkembang, Meraih Bintang  –Cerita dari Acara Pelepasan di SMAN 2 Kuta Selatan

SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska)menggelar acara pelepasan Angkatan V pada Selasa Pon Waregadian, 26 Mei 2026, di Aula Jove...

Read moreDetails

Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

by I Wayan Artika
May 27, 2026
0
Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

DESA Pedawa di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, terkenal dengan gula Pedawa. Gula ini sejatinya adalah gula merah atau gula...

Read moreDetails

Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

by Dede Putra Wiguna
May 27, 2026
0
Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

BAGI sebagian siswa SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja, hari itu menjadi pengalaman pertama mengenal Canva. Ada yang masih bingung...

Read moreDetails

Riuh yang Mengikat Kebersamaan – Cerita Jeda Semester Genap di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 26, 2026
0
Riuh yang Mengikat Kebersamaan – Cerita Jeda Semester Genap di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

AULA SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pagi itu tidak seperti biasanya. Tidak ada suasana tegang ujian, tidak pula wajah-wajah...

Read moreDetails

Menjadikan Ujian Lebih Bermakna Lewat Antologi Puisi dan Cerpen

by Dede Putra Wiguna
May 25, 2026
0
Menjadikan Ujian Lebih Bermakna Lewat Antologi Puisi dan Cerpen

BAGI sebagian siswa, menulis puisi dan cerpen mungkin bukan perkara sulit. Namun membuatnya dalam bentuk kolektif dan memiliki benang merah...

Read moreDetails

Cekrek Sunyi Mata Kamera Widnyana Sudibya

by Kardanis Mudawi Jaya
May 24, 2026
0
Cekrek Sunyi Mata Kamera Widnyana Sudibya

SEJAK tahun 2018, saya tidak pernah lagi bertemu dan mengobrol lama sambil menikmati kopi dan kacang dalam satu lingkup kerja...

Read moreDetails

In Memoriam — Widnyana Sudibya, Fotografer yang Punya Jasa Besar Pada Arsip-arsip Kesenian Bali

by Made Adnyana Ole
May 21, 2026
0
In Memoriam — Widnyana Sudibya, Fotografer yang Punya Jasa Besar Pada Arsip-arsip Kesenian Bali

IA fotografer, ia mencintai kesenian Bali. Maka hidupnya diabdikan untuk mengabadikan segala bentuk kesenian Bali melalu foto-foto yang eksotik sekaligus...

Read moreDetails

Pantai Kedonganan Ramai Lagi, Tapi Sudahkah Siap Go Digital?

by Ni Luh Gde Sari Dewi Astuti
May 20, 2026
0
Pantai Kedonganan Ramai Lagi, Tapi Sudahkah Siap Go Digital?

PANTAI Kedonganan di kawasan Kuta, Badung, Bali, perlahan hidup kembali. Menjelang sore, deretan meja di tepi pantai mulai terisi. Aroma...

Read moreDetails
Next Post
Made Budayasa, Seniman Ukir Pasir Hitam dari Desa Sudaji

Made Budayasa, Seniman Ukir Pasir Hitam dari Desa Sudaji

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?
Esai

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

by Rsi Suwardana
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co