2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Yudhistira ANM Massardi: Menanti Safari Puisi ke Bali

Made Suarjana Sanggra by Made Suarjana Sanggra
November 22, 2023
in Khas
Yudhistira ANM Massardi: Menanti Safari Puisi ke Bali

Yudhistira ANM Massardi | Foto-foto Dokumentasi Yudhistira ANM Massardi di FB

Yudhistira ANM Massardi, Penyair dan Novelis yang juga Jurnalis, tetap aktif dan produktif. Tak lelah keliling ke kampus-kampus bersafari sastra. Punya beban berat dalam mengelola sekolah gratis.

BULAN November 2023, tiga kali saya berkumpul dengan teman-teman alias reuni, dari tiga kelompok berbeda, tapi ada pertalian yang sama dan malah menyita lebih dari separuh hidup saya. Ketiga kelompok kawan itu berasal dari himpunan sejenis, yaitu pekerja media, atau setidaknya berhubungan dengan media.

Reuni pertama berlangsung 4 November, di Bekasi, Jawa Barat. Lokasinya lebih dekat dari Jakarta dibanding dari Bandung selaku Ibukota Provinsi Jawa Barat. Kami berkumpul di rumah Mas Yudhistira Adi Noegraha Moelyana (ANM) Massardi, pengarang novel keren “Arjuna Mencari Cinta” (terbit pertama pada 1977).

Saya “kenal” nama Mas Yudhis, begitu saya memanggil namanya,  saat di bangku SMAN Gianyar (1975-1978/1999). Soal tahun sekolah ini perlu dijelaskan sedikit. Saat lulus SMP Desember 1974, saya melanjutkan ke SMAN Gianyar Januari 1975. Kala itu, awal tahun ajaran baru sekolah pada Januari.

Reuni bersama Mas Yudhis

Ketika duduk di kelas tiga pada 1978, dan sudah selesai ujian akhir, pemerintah mengubah awal tahun ajaran sekolah dari bulan Januari tiap tahunnya menjadi Juni. Sehingga saya seangkatan di SMA, dipaksa memperpanjang masa SMA selama 6 bulan. Jadi, saya sekolah tingkat SMA selama 3 tahun 6 bulan.

Nama Yudhistira ANM Massardi, saat itu saya kenal lewat karya sastra, yang dibahas pada mata pelajaran Bahasa Indonesia yang diampu Bapak Nyoman Manda. Soal Pak Manda ini pun perlu diceritakan seringkasnya. Pak Manda guru Bahasa Indonesia SMAN Gianyar. Beliau juga seorang penulis sastra berbahasa Bahasa Bali modern.

Pak Manda, teman baik ayah saya,  Made Sanggra,  sama-sama berkecimpung di areal sastra Bahasa Bali modern. Saat di SMA, saya tinggal di rumah Pak Manda bersama beberapa teman dari sejumlah desa sekitar Gianyar. Selain mengajar di kelas, Pak Manda juga melatih teater. Kebetulan saya tertarik dan ikut berteater. Kami mempunyai kelompok teater di SMA dengan nama Teater Malini.

Main drama bukan sesuatu yang asing bagi saya. Sebab, ketika duduk di kelas 3 dan 4 SD (1966-1970), saya salah seorang pemain drama gong anak-anak Dharma Kumara, Banjar Bedil, Desa/Kecamatan  Sukawati, Gianyar. Kebetulan salah seorang pendiri dan pembina “sekeha drama gong alit-alit” ini adalah ayah saya. Dengan lakon “I Buda lan I Budi”, karya almarhum ayah saya, kami pentas hampir setiap pekan. Paling jauh, kala itu, kami ditanggap manggung di salah satu desa di Kabupaten Klungkung.

Mas Yudhis membaca karya sastra

Kegemaran main teater kemudian terbawa ketika tamat SMA dan saya merantau ke Yogyakarta (1979). Di kota inilah saya banyak bergaul dengan seniman dan menonton banyak pementasan teater. Tapi, sayang Mas Yudhis sudah pindah ke Jakarta, sehingga saya masih mengenalnya sebatas lewat karya-karyanya.

Pada perjalanan saya berikut, akhirnya saya pindah ke Jakarta. Di kota inilah saya bertemu langsung untuk pertama kalinya dengan Mas Yudhis. Kami sama-sama berada di Majalah Gatra. Di majalah ini Mas Yudhis yang mulanya bekerja di Majalah Editor pindah ke Gatra dan saya pindahan dari Sindo RCTI.

Tak berapa lama saya minta pulang ke Bali dan dikabulkan menjadi Kepala Biro Gatra di Bali. Selama di Bali, saya banyak menulis soal seni dan Rubrik Seni dan Budaya, menjadi salah satu bagian dari Kompartemen yang dipimpin Mas Yudhis. Hal ini, membuat saya sering berhubungan jarak jauh dengan Mas Yudhis.

Kami baru betul-betul satu kantor di Gatra Jakarta, saat gonjang ganjing 1998. Paska 1998, sejumlah kawan, keluar dari Gatra untuk menerbitkan Majalah Gamma. Saya terpaksa, tepatnya dipaksa menetap di Jakarta. Nah, sejak saat itulah saya sangat dekat dengan Mas Yudhis. Apalagi, setiap Selasa, Mas Yudhis mengevaluasi isi majalah yang terbitnya setiap Senin.

Dari evaluasi inilah muncul kritik dan pujian setiap tulisan di Gatra. Jadi semacam sekolah rutin awak Gatra setiap pekan. Pada kesempatan seperti ini, tak jarang kami berdisksui cukup intensif, apalagi menyangkut tulisan Rubrik Nasional, dimana saya menjadi Jabrik (Penangungjawab Rubrik).

Hal ini berjalan sampai akhirnya kami bersama-sama ikut dalam program amputasi alias pensiun dini atawa Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)  dari Gatra pada  April 2006. Kemudian, dalam kurun 2006 sampai 2023, kami bertemu tidak lebih dari empat kali dan yang kelima kali inilah terjadi pada  Sabtu, 4 November lalu.

Dalam status pensiunan Gatra, Mas Yudhis tetap produktif menulis puisi yang diposting di laman Facebook. Pusi-puisi tersebut kemudian dibukukan dan ada yang mendapat anugrah sebagai buku kumpulan puisi terbaik. Buku kumpulan puisi Mas Yudhis berjudul, “Cerita Cinta dalam 99 Sajak (2015), “Jangan Lupa Bercointa (2017-2020), dan “Luka Cinta Jakarta” (2018). Selain puisi, Mas Yudhis tetap menulis novel. Novel terakhirnya “Penari Dari Serdang” (2019).

Mas Yudhis membaca karya sastra

Yang hebat dari Mas Yudhis adalah energinya melakukan keliling ke kampus-kampus untuk membacakan puisi-puisinya, dalam acara bertajuk  “Safari Sastra Yudhistira”. Teman seperjalanannya, selain sang istri, Siska, adalah Reny Jayusman. Reny, pemain teater dan film ini, membacakan puisi karya Mas Yudhis dalam acara tersebut.

Pada setiap daerah atau kampus yang menggelar safari sastra ini, penyair lokal dan mahasiswa dilibatlkan, entah sebagai panitia atau ikut membaca puisi. Biasanya juga dimeriahkan dengan musikalisasi puisi oleh grup musik setempat. Kemudian, setelah acara selesai, dilanjutkan dengan diskusi, atau bincang-bincang santai. “Aku berharap tahun depan bisa bersafari ke Bali,” kata Mas Yudhis.

Sebagai sastrawan, berkarya sastra, novel atau puisi, mungkin sudah seharusnya atau kewajiban karena predikat yang disandangnya. Tapi, di masa “pensiun” sebagai pekerja media, Mas Yudhis ternyata mengelola sebuah sekolah (awalnya) Taman Kanak-Kanak yang diberi nama Al-Ilmi.

TK ini lebih dikenal sebagai TK Batutis (Baca, Hitung, Tulis) gratis, dengan menerapkan metode Sentra. Tujuannya, membangun generasi baru yang berakhlak mulia, cerdas, bahagia, dan cinta belajar sepanjang hayat.

Awalnya, TK ini diperuntukkan bagi anak-anak tidak mampu. Peserta didik kebanyakan anak-anak pemulung, buruh atau pekerja lepas lainnya, alias anak pinggiran. Mereka selain tidak dikenakan biaya, juga mendapat makan sebagai asupan gizi. “Dalam perkembangannya, aku sudah tidak bisa menggratiskan mereka lagi,” kata Mas Yudhis.

“Apalagi peserta didik sekarang sudah bermacan ragam latar belakang,” kata Mas Yudhis lagi.

Di sekolah Batutis

Selain itu, ada perubahan sosial dan “gengsi” dari orang tua murid. “Mereka sudah tidak nyaman lagi ke sekolah berlabel “gratis”. Akibatnya, Mas Yudhis harus berbasah-basah, bahkan “berdarah-darah” mengelola sekolah yang sekarang sudah ada tingkat Sekolah Dasar ini.

“Aku betul-betul membutuhkan uluran tangan donatur untuk merlanjutkan sekolah ini,” kata Yudhistira ANM Massardi.

Bagi yang tertarik mengetahui apa dan bagaimana metode SENTRA itu, bisa berkunjung ke wibsitenya https://metodesentra.com/. [T]

Tags: jurnalisMajalah GatrasastraYudhistira ANM Massardi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Tutur Aji Mancongol”: Penciptaan Semesta dan Menjaga Keharmonisan

Next Post

Tahap-tahap Alih Wahana Karya Sastra ke Musikalisasi Puisi | Dari Pekan Raya Cipta Karya Mahima

Made Suarjana Sanggra

Made Suarjana Sanggra

Jurnalis, tinggal di Jakarta

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
Tahap-tahap Alih Wahana Karya Sastra ke Musikalisasi Puisi | Dari Pekan Raya Cipta Karya Mahima

Tahap-tahap Alih Wahana Karya Sastra ke Musikalisasi Puisi | Dari Pekan Raya Cipta Karya Mahima

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co