2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Tutur Aji Mancongol”: Penciptaan Semesta dan Menjaga Keharmonisan

Ferdy Herawan by Ferdy Herawan
November 21, 2023
in Esai
“Tutur Aji Mancongol”: Penciptaan Semesta dan Menjaga Keharmonisan

Foto ilustrasi: Ferdy Herawan

ALAM semesta berawal dari asal titik tunggal yang tidak mempunyai eksistensi waktu, ruang, materi maupun energi. Kondisi itu disebut pula sebagai ketiadaan. Awalnya alam semesta lahir dalam ketiadaan, kemudian terjadi ledakan dahsyat untuk menciptakan bentuknya. Kemudian siapakah yang mampu menciptakan, mengatur, dan mengendalikan ledakan titik tunggal itu hingga muncul dimensi ruang, waktu, materi, dan energi pada alam semesta ini? Bila kita berpikir secara jernih tanpa prasangka, maka pasti ada kekuatan Mahaagung yang mengurus semua proses menakjubkan itu. Dialah Tuhan Maha Pencipta alam semesta. Tuhan adalah pemilik ilmu, kekuasaan, dan hikmah yang tiada terbatas.

Sudah banyak ilmuwan yang memperdebatkan kehadiran alam semesta. Kehadiran alam semesta yang dimaksud seperti dari mana alam semesta itu ada, kapan alam semesta ada, atau bagaimana alam semesta tercipta? Para ilmuwan berdebat dengan membawa gagasannya masing-masing. Umumnya mereka yang berdebat dan mendapat atensi adalah yang mengungkapkan penciptaan semesta dalam kacamata ilmu sains. Namun, saya berpikir apakah hanya ilmuwan dari bidang sains saja yang bisa dalam menyampaikan gagasan terkait keterdugaannya dalam kemunculan alam semesta? Apakah bisa seorang sastrawan yang ahli dalam meramu kata berteori tentang kelahiran alam semesta?

Mungkin sangat aneh jika mendengar seorang penyair dapat mengemukakan bagaimana alam semesta ini lahir? Namun, jangan lupa bahwa karya sastra adalah tiruan dunia. Karya sastra memberi kesadaran kepada pembaca tentang kebenaran-kebenaran hidup, walaupun dilukiskan dalam bentuk fiksi. Hal ini menunjukan bahwa sastra mampu pemberi ilmu pengetahuan baru sebagai pengembangan ilmu baru melalui unsur ekstrinsiknya.

Aji Mancongol: Awal Mula Proses Penciptaan Dunia

Manusia terus berupaya untuk menggali pengetahuan yang dapat merepresentasikan alam semesta. Keinginan itulah yang melahirkan sebuah disiplin ilmu yang disebut kosmologi. Kosmologi merupakan disiplin ilmu yang secara spesifik membahas tentang alam semesta. Jika ditelusuri secara seksama dan menyeluruh terdapat banyak ajaran kosmologi salah satunya ksosmologi Hindu yang tertuang ke dalam teks-teks suci baik sruti maupun smrti.

Masyarakat Hindu di Indonesia, khususnya Bali, mempercayai kitab-kitab agama (nibandha) sebagai rujukan kehidupan beragama sehari-hari. Selain itu, pengetahuan tentang penciptaan alam semesta atau kosmologi banyak terdapat dalam karya sastra Jawa Kuna. Teks-teks ini sangat penting dikaji agar masyarakat mengetahui secara mendalam kosmologi dalam karya sastra Jawa Kuna. Salah satu karya sastra Jawa Kuna yang mengandung pengetahuan kosmologi ialah Tutur Aji Mancongol.

Lontar Tutur Aji Mancongol adalah salah satu lontar yang tersimpan di Unit Lontar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana. Sekilas dari aspek isi, Tutur Aji Mancongol menceritakan tentang asal mula proses penciptaan dunia beserta dewa dan bhatara; tempat berstana para bhatara atau dewa dalam tubuh manusia; tingkah laku manusia selama di dunia; serta akhir dari kehidupan yang berpatok pada ilmu Aji Mancongol atau ajaran yang diberikan oleh Sang Hyang Mancongol. 

Munculnya semesta digambarkan mulai dari ketiadaan. Pada saat itu terjadi kilauan emas yang muncul tiba-tiba. Kemudian terciptalah paru-paru yang kemudian mengeluarkan berbagai organ lain seperti hati, batu ginjal, bola mata, jantung, serta Sang Hyang Taya (air). Sang Hyang Taya kemudian mengeluarkan Dewa Nawa Sangha. Setelah itu bumi dan langit terbentuk. Semua unsur di dunia seperti pengetahuan, agama, serta mahluk hidup juga terbentuk.

 Hubungan Harmoni Tuhan, Manusia, dan Alam

Tutur Aji Mancongol para prinsipnya berpesan bagaimana manusia hidup dalam harmoni, baik dengan Tuhan, sesama manusia, maupun dengan alam. Manusia merupakan bagian dari alam semesta (kosmos) yang telah diciptakan oleh Tuhna Yang Esa dan sebagai abdi-Nya. Manusia diberikan kuasa oleh Tuhan untuk memanfaatkan, mengolah, dan menjaga potensi alam semesta yang telah diciptakan-Nya.

Manusia sebagai mahluk sosial tidak dapat hidup menyendiri. Mereka memerlukan bantuan dan kerja sama dengan orang lain. Karena itu hubungan antarasesama manusia harus selalu baik dan harmoni. Hubungan antar manusia harus diatur dengan dasar saling asah, saling asih dan saling asuh, yang artinya saling menghargai, saling mengasihi, dan saling membimbing.

Hubungan yang harmonis antara manusia dan alam juga perlu dijaga. Manusia adalah unsur yang paling menentukan upaya pengharmonisan itu. Secara kodrati, alam hanya akan memberikan reaksi terhadap segala perlakuan manusia kepada alam itu sendiri.

Agar terwujud keharmonisan antara manusia dengan manusia, manusia dengan Tuhan, dan manusia dengan alam maka manusia harus memahami dan mengikuti aturan/susila dalam menjaga hubungan itu. Manusia dengan kecerdasan yang dimilikinya dapat menciptakan aturan atau etika untuk menjaga keharmonisan. Manusia di dunia dilarang membuat dosa, sebab kebenaran itu yang utama. Apabila melakukan keburukan, maka akan mendapatkan neraka dalam masa yang akan datang.

Oleh karena itu, manuai perlu melakukan hal-hal baik di dunia ini dengan mengimplementasikan ajaran “Tri Hita Karana”. Tri Hita Karana adalah ajaran untuk membina kerukunan, tidak hanya terhadap sesama manusia, melainkan juga terahadap Tuhan bahkan seluruh ciptaan Tuhan.

Tri Hita Karana berasal dari bahasa Sanskerta yang terdiri dari tiga kata, yaitu: tri, hita, dan karana. Tri artinya tiga, hita artinya bahagia, dan karana artinya penyebab. Maka, Tri Hita Karana memiliki arti tiga penyebab kebahagiaan. Ketiga hubungan yang harmonis itulah yang diyakini akan membawa kebahagiaan, kerukunan, dan keharmonisan dalam kehidupan ini. Esensi ini yang ditekankan dalam Tutur Aji Mancongol. [T]

Upaya “Healing” dengan Membaca “Kakawin Sangutangis”
Uma Tattwa: Harmonisasi Manusia dengan Lingkungan Agraris Melalui Yadnya
Tags: jawa kunolontarsastra
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menjalin Pertautan dalam Ekosistem Musik Jazz Tanah Air

Next Post

Yudhistira ANM Massardi: Menanti Safari Puisi ke Bali

Ferdy Herawan

Ferdy Herawan

Mahasiswa Program Studi Sastra Jawa Kuna Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Yudhistira ANM Massardi: Menanti Safari Puisi ke Bali

Yudhistira ANM Massardi: Menanti Safari Puisi ke Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co