23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Tutur Aji Mancongol”: Penciptaan Semesta dan Menjaga Keharmonisan

Ferdy Herawan by Ferdy Herawan
November 21, 2023
in Esai
“Tutur Aji Mancongol”: Penciptaan Semesta dan Menjaga Keharmonisan

Foto ilustrasi: Ferdy Herawan

ALAM semesta berawal dari asal titik tunggal yang tidak mempunyai eksistensi waktu, ruang, materi maupun energi. Kondisi itu disebut pula sebagai ketiadaan. Awalnya alam semesta lahir dalam ketiadaan, kemudian terjadi ledakan dahsyat untuk menciptakan bentuknya. Kemudian siapakah yang mampu menciptakan, mengatur, dan mengendalikan ledakan titik tunggal itu hingga muncul dimensi ruang, waktu, materi, dan energi pada alam semesta ini? Bila kita berpikir secara jernih tanpa prasangka, maka pasti ada kekuatan Mahaagung yang mengurus semua proses menakjubkan itu. Dialah Tuhan Maha Pencipta alam semesta. Tuhan adalah pemilik ilmu, kekuasaan, dan hikmah yang tiada terbatas.

Sudah banyak ilmuwan yang memperdebatkan kehadiran alam semesta. Kehadiran alam semesta yang dimaksud seperti dari mana alam semesta itu ada, kapan alam semesta ada, atau bagaimana alam semesta tercipta? Para ilmuwan berdebat dengan membawa gagasannya masing-masing. Umumnya mereka yang berdebat dan mendapat atensi adalah yang mengungkapkan penciptaan semesta dalam kacamata ilmu sains. Namun, saya berpikir apakah hanya ilmuwan dari bidang sains saja yang bisa dalam menyampaikan gagasan terkait keterdugaannya dalam kemunculan alam semesta? Apakah bisa seorang sastrawan yang ahli dalam meramu kata berteori tentang kelahiran alam semesta?

Mungkin sangat aneh jika mendengar seorang penyair dapat mengemukakan bagaimana alam semesta ini lahir? Namun, jangan lupa bahwa karya sastra adalah tiruan dunia. Karya sastra memberi kesadaran kepada pembaca tentang kebenaran-kebenaran hidup, walaupun dilukiskan dalam bentuk fiksi. Hal ini menunjukan bahwa sastra mampu pemberi ilmu pengetahuan baru sebagai pengembangan ilmu baru melalui unsur ekstrinsiknya.

Aji Mancongol: Awal Mula Proses Penciptaan Dunia

Manusia terus berupaya untuk menggali pengetahuan yang dapat merepresentasikan alam semesta. Keinginan itulah yang melahirkan sebuah disiplin ilmu yang disebut kosmologi. Kosmologi merupakan disiplin ilmu yang secara spesifik membahas tentang alam semesta. Jika ditelusuri secara seksama dan menyeluruh terdapat banyak ajaran kosmologi salah satunya ksosmologi Hindu yang tertuang ke dalam teks-teks suci baik sruti maupun smrti.

Masyarakat Hindu di Indonesia, khususnya Bali, mempercayai kitab-kitab agama (nibandha) sebagai rujukan kehidupan beragama sehari-hari. Selain itu, pengetahuan tentang penciptaan alam semesta atau kosmologi banyak terdapat dalam karya sastra Jawa Kuna. Teks-teks ini sangat penting dikaji agar masyarakat mengetahui secara mendalam kosmologi dalam karya sastra Jawa Kuna. Salah satu karya sastra Jawa Kuna yang mengandung pengetahuan kosmologi ialah Tutur Aji Mancongol.

Lontar Tutur Aji Mancongol adalah salah satu lontar yang tersimpan di Unit Lontar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana. Sekilas dari aspek isi, Tutur Aji Mancongol menceritakan tentang asal mula proses penciptaan dunia beserta dewa dan bhatara; tempat berstana para bhatara atau dewa dalam tubuh manusia; tingkah laku manusia selama di dunia; serta akhir dari kehidupan yang berpatok pada ilmu Aji Mancongol atau ajaran yang diberikan oleh Sang Hyang Mancongol. 

Munculnya semesta digambarkan mulai dari ketiadaan. Pada saat itu terjadi kilauan emas yang muncul tiba-tiba. Kemudian terciptalah paru-paru yang kemudian mengeluarkan berbagai organ lain seperti hati, batu ginjal, bola mata, jantung, serta Sang Hyang Taya (air). Sang Hyang Taya kemudian mengeluarkan Dewa Nawa Sangha. Setelah itu bumi dan langit terbentuk. Semua unsur di dunia seperti pengetahuan, agama, serta mahluk hidup juga terbentuk.

 Hubungan Harmoni Tuhan, Manusia, dan Alam

Tutur Aji Mancongol para prinsipnya berpesan bagaimana manusia hidup dalam harmoni, baik dengan Tuhan, sesama manusia, maupun dengan alam. Manusia merupakan bagian dari alam semesta (kosmos) yang telah diciptakan oleh Tuhna Yang Esa dan sebagai abdi-Nya. Manusia diberikan kuasa oleh Tuhan untuk memanfaatkan, mengolah, dan menjaga potensi alam semesta yang telah diciptakan-Nya.

Manusia sebagai mahluk sosial tidak dapat hidup menyendiri. Mereka memerlukan bantuan dan kerja sama dengan orang lain. Karena itu hubungan antarasesama manusia harus selalu baik dan harmoni. Hubungan antar manusia harus diatur dengan dasar saling asah, saling asih dan saling asuh, yang artinya saling menghargai, saling mengasihi, dan saling membimbing.

Hubungan yang harmonis antara manusia dan alam juga perlu dijaga. Manusia adalah unsur yang paling menentukan upaya pengharmonisan itu. Secara kodrati, alam hanya akan memberikan reaksi terhadap segala perlakuan manusia kepada alam itu sendiri.

Agar terwujud keharmonisan antara manusia dengan manusia, manusia dengan Tuhan, dan manusia dengan alam maka manusia harus memahami dan mengikuti aturan/susila dalam menjaga hubungan itu. Manusia dengan kecerdasan yang dimilikinya dapat menciptakan aturan atau etika untuk menjaga keharmonisan. Manusia di dunia dilarang membuat dosa, sebab kebenaran itu yang utama. Apabila melakukan keburukan, maka akan mendapatkan neraka dalam masa yang akan datang.

Oleh karena itu, manuai perlu melakukan hal-hal baik di dunia ini dengan mengimplementasikan ajaran “Tri Hita Karana”. Tri Hita Karana adalah ajaran untuk membina kerukunan, tidak hanya terhadap sesama manusia, melainkan juga terahadap Tuhan bahkan seluruh ciptaan Tuhan.

Tri Hita Karana berasal dari bahasa Sanskerta yang terdiri dari tiga kata, yaitu: tri, hita, dan karana. Tri artinya tiga, hita artinya bahagia, dan karana artinya penyebab. Maka, Tri Hita Karana memiliki arti tiga penyebab kebahagiaan. Ketiga hubungan yang harmonis itulah yang diyakini akan membawa kebahagiaan, kerukunan, dan keharmonisan dalam kehidupan ini. Esensi ini yang ditekankan dalam Tutur Aji Mancongol. [T]

Upaya “Healing” dengan Membaca “Kakawin Sangutangis”
Uma Tattwa: Harmonisasi Manusia dengan Lingkungan Agraris Melalui Yadnya
Tags: jawa kunolontarsastra
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menjalin Pertautan dalam Ekosistem Musik Jazz Tanah Air

Next Post

Yudhistira ANM Massardi: Menanti Safari Puisi ke Bali

Ferdy Herawan

Ferdy Herawan

Mahasiswa Program Studi Sastra Jawa Kuna Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Yudhistira ANM Massardi: Menanti Safari Puisi ke Bali

Yudhistira ANM Massardi: Menanti Safari Puisi ke Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co