24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Antuk Linggih” Gus Lolec | In Memoriam Ida Bagus Sura Kusuma

Gde Aryantha Soethama by Gde Aryantha Soethama
July 16, 2023
in Esai
“Antuk Linggih” Gus Lolec | In Memoriam Ida Bagus Sura Kusuma

Foto Ida bagus Lolec pada bade saat upacara di Setra Badung | Foto: Made Arta {crop)

DIA LEBIH senang dipanggil Lolec, padahal namanya keren: Ida Bagus Sura Kusuma, punya makna hebat: “kembang dewa pemberani”. Dia tulis Lolec, bukan semestinya Lolek. Ini gaya penulisan dan pengucapan gaul, seperti ‘geng’ ditulis ‘genk’, atau ‘sayank’ dieja ‘sayang’. Sebuah pertanda pasti, si empunya nama orang egaliter, selalu mengutamakan kesetaraan dalam pergaulan dan kekerabatan.

Di Bali, entahlah di Indonesia atau dunia, Lolec satu-satunya guide yang kartunis. Dia tahu betul manfaat media. Dulu, pewarta itu disegani, koran dihormati, tempat orang-orang cerdas bertemu mengadu gagasan, membela kebenaran dan rakyat.

Lolec paham, jurnalisme kala itu, ketika ia menumpukan masa depan hidup pada pariwisata yang mulai menggeliat di tahun 80an, adalah profesi yang sangat disegani. Media pekabaran selalu ditunggu-tunggu dan dipercaya. Lolec memanfaatkan media itu dengan talentanya menggambar sebagai kartunis.

Karyanya muncul saban hari di harian paling terkemuka di Bali kala itu. Lolec jadi penuh percaya diri, bahwa ia bukan sembarang guide, dia pemandu wisata berkelas, tanggap pada persoalan sosial sehari-hari yang ia tuangkan dalam kartun. Hanya orang cerdas yang sanggup melakukan itu, memperkaya sketsa sosial menjadi kartun yang menyindir dan menghibur.

Lolec memang dikenal dalam dua hal penting: pemandu wisata dan kartunis. Hanya dia guide yang kartunis. Cuma satu. Jika orang menyebut Lolec, orang segera berkomentar, “Oooo guide itu?” Atau “Oooo kartunis itu?”

Dia guide yang sangat beruntung karena dia suka ngartun. Ia sukses meniti karir di dunia industri pariwisata berkat kesenangannya dan kelebihannya ngartun.

Tamu-tamu yang diantar tiba-tiba bisa muncul sosoknya dalam kartun, dan itu hadir di sebuah harian. Turis yang diantar tentu suka dan tidak menduga. Mereka menghormatinya, jadi makin akrab bercanda. Kartun membuat Lolec tampil beda, penuh percaya diri.

Perilakunya yang egaliter, karena ia punya ciri watak seniman, membuat ia gampang akrab dengan banyak orang. Dengan para wartawan ia dikenal suka mentraktir makan, dan berbagi berita pariwisata, karena dianggap guide yang polos, royal, suka bergurau, dan berdompet tebal.

Wartawan macam apa pun, dengan kesukaan berbagai jenis kuliner apa pun, ia traktir. Ia hafal siapa suka makan apa. Seorang sahabatnya selalu terkenang kebiasaan Lolec doyan masakan Sunda karedok. “Biasanya kami makan di pertigaan di Semawang,” ujar si teman.

Kawan-kawannya mengenang Lolec sebagai sosok yang meriah, agresif, penuh percaya diri, seakan tidak ada persoalan yang tak mungkin terselesaikan. Lukisan-lukisannya mengesankan pribadinya yang agresif itu, gambar yang kaya garis, meriah.

Kemeriahan itu juga tampak dalam kartun-kartunnya yang selalu kaya garis. Lolec tidak suka hemat garis. Itu mungkin sebabnya, kartun-kartunnya cenderung agresif, selalu berniat bergerak.

Agresivitas ini, jika ia dan temannya berkunjung ke desa atau kota seputar Bali, sering menarik perhatian orang. Beberapa kali terjadi, petani, orang lewat atau pedagang di warung, bertanya pada mereka, “Antuk linggih?” Ini pertanyaan biasa diajukan orang Bali yang ingin mengetahui kasta orang yang baru dikenal.

Ditanya antuk linggih, Lolec akan terbahak-bahak, tidak berkata-kata. Sang teman yang berbisik kepada si penanya, “Dia Ida  Bagus dari Geriya Telabah.” Orang itu akan menghampiri Lolec, mencakupkan tangan di depan dada, seakan mohon dimaafkan kalau ia lancang. Dan Lolec kembali tertawa.

Banyak orang Bali berkasta tak peduli pada kastanya, tidak suka kalau ditanya antuk linggih. Tapi, tentu lebih banyak yang bangga berkasta tinggi, menganggapnya sebagai kelebihan. Tapi, bagi Lolec tidak. Banyak yang bahkan memanggil Lec saja. Mungkin karena dia bergaul dengan orang berbagai bangsa, suku, ras dan agama, sehingga keyakinan, kepercayaan, apalagi kasta, itu urusan pribadi masing-masing.

Lolec hampir tak pernah bicara spiritualitas, sehingga banyak teman menganggapnya ia sosok sekuler. Sesungguhnya, ia seorang brahmana calon sulinggih sejati. Baginya kasta, kebangsawanan, tak perlu ditonjolkan. Seorang dari Jawa yang baru mengenalnya sempat menduga ia putra seorang kiai, karena panggilan Gus di depan Lolec itu.

Laki-laki egaliter kelahiran tahun 1949 yang agresif dan energik itu, kini tak lagi ada di Bumi. Senin, 10/7/2023 selepas siang, jenazahnya diperabukan di Setra Badung. Banyak kawan yang mengenangnya sebagai laki-laki yang hangat, penuh tawa canda, senang mentraktir, bersahaja, dan salah seorang pelopor pergerakan dan perkembangan kartun di Bali.

Saya termangu di Setra Badung ketika menyaksikan api menjilat jazad Lolec. Pandang saya mengikuti gerak asap yang membubung menuju awan gemawan di angkasa raya. Mungkin sukmanya turut terbang mengikuti liukan asap itu.

Selamat jalan Lec, kalau kita ketemu di sana, bolehlah kita menyantap karedok lagi, sekali-sekali lawar, jangan kebanyakan, pergelangan kaki bisa nyut-nyut-nyut karena asam urat, jalan jadi terseok-seok. Sekarang biarkan saya di sini mengenang Lolec dengan doa. [T]

  • BACA artikel lain dari penulis GDE ARYANTHA SOETHAMA
Konflik Kasta dan Adat Dalam Kesusastraan Bali Modern
Palus Bukit Jambul | Cerpen Gde Aryantha Soethama
Ida Waluh di Lereng Gunung Agung
Tags: Gde Aryantha SoethamaIda Bagus Lolecin memoriamkartunPariwisatapariwisata bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sagara Kreti dan Geliat Cipta Seni Hari Ini

Next Post

PKB, Hujan, dan Kenangan yang Tercecer dari Gong Kebyar Wanita Manik Kencana Putri, Kelaci, Marga, Tabanan

Gde Aryantha Soethama

Gde Aryantha Soethama

Dikenal sebagai wartawan kawakan, penulis esai dan cerpen. Bukunya Bolak Balik Bali ditetapkan sebagai buku nonfiksi terbaik oleh Pusat Bahasa (2006). Kumpulan cerpennya Mandi Api meraih penghargaan Khatulistiwa Literary Award (2006). Tahun 2016 diberi penghargaan Kesetiaan Berkarya oleh Kompas.

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
PKB, Hujan, dan Kenangan yang Tercecer dari Gong Kebyar Wanita Manik Kencana Putri, Kelaci, Marga, Tabanan

PKB, Hujan, dan Kenangan yang Tercecer dari Gong Kebyar Wanita Manik Kencana Putri, Kelaci, Marga, Tabanan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co