3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

PKB, Hujan, dan Kenangan yang Tercecer dari Gong Kebyar Wanita Manik Kencana Putri, Kelaci, Marga, Tabanan

Wayan Junaedy by Wayan Junaedy
July 16, 2023
in Khas
PKB, Hujan, dan Kenangan yang Tercecer dari Gong Kebyar Wanita Manik Kencana Putri, Kelaci, Marga, Tabanan

TABUH PENGIRING tari kreasi itu selesai dengan baik. Tidak ada kesalahan. Antara gerak tari dan tabuh berjalan harmonis. Gemuruh tepuk tangan penonton memenuhi panggung terbuka Ardha Candra.

Tribun barat, utara dan selatan dipenuhi penonton. Perasaan jadi lega. Anak-anak sudah sukses mengiringi  tarian dengan judul Resik Segara itu dengan baik. Tarian yang menggambarkan pencemaran laut, yang membuat ikan-ikan terkapar.

Sekaa Gong Manik Kencana Putri, sebagai Duta Kabupaten Tabanan kategori Gong Kebyar Wanita, yang terdiri dari remaja dan anak-anak putri, dari kelas 3 SD sampai SMA, telah sukses membawakan satu tabuh dengan sangat lancar.

Mental panggung mereka telah teruji. Beberapa kali ujian panggung di depan ratusan pasang mata penonton telah mengasah mental mereka. Mereka bukan lagi anak-anak yang gampang grogi. Perasaan jadi lega.

Cuaca malam itu begitu cerah. Bintang kelihatan di posisi mereka masing-masing. Dari tadi pagi kami semua merasa cemas, karena hujan tak henti-henti mengguyur kota Denpasar. Hujan datang dan pergi. Pukul empat pagi, gladi kami berkali-kali dihentikan hujan deras. Kami pun melakukan gladi seadanya.

Malam itu ternyata alam begitu baik. Tiga sekaa gong kebyar tampil dengan sangat baik tanpa gangguan cuaca.  Di posisi tengah ada Gong Kebyar Dewasa yang diwakilkan oleh Sekaa Gong Giri Kusuma dari Banjar Dinas Senganan Kanginan, Desa Senganan, Penebel.

Sekaa Gong Manik Kencana Putri, Banjar Dinas Kelaci, Desa Marga Dauh Puri, Kecamatan Marga | Foto: Junaedi

Di bagian utara ada Gong Kebyar Anak-anak dari Sanggar Tari dan Tabuh Natya Praja, Banjar Dinas Saraswati, Desa Bajera, Selemadeg. Dan di bagian selatan panggung adalah Gong Kebyar Wanita, dari Sekaa Gong Manik Kencana Putri, Banjar Dinas Kelaci, Desa Marga Dauh Puri, Kecamatan Marga.

Namun, kegembiraan itu tidak berlangsung lama. Menjelang pementasan tabuh pepanggulan yang dibawakan Gong Kebyar Anak-anak (GKA) berakhir, tiba-tiba angin berhembus kencang. Entah dari mana, awan bergulung-gulung datang.

Pada lampu penerangan panggung, kelihatan gerimis turun dengan butiran-butiran tipis. Protokol penyiapkan payung untuk para pejabat. Awalnya hanya gerimis. Kemudian hujan lebat betul-betul menghentikan pertunjukan kami. Raut wajah kecewa. Banyak yang menggerutu.

Bahkan ada yang mengumpat dengan marah: “Seseorang telah mengirim hujan saat Duta Kabupaten Tabanan pentas!” Entahlah, apakah memang betul ada seseorang yang memiliki kuasa terhadap alam.

Anak-anak kembali ke kamar berhias dengan wajah layu. Penata rias memperbaiki wajah mereka. Kami baru menampilkan satu tabuh dan tarian. Masih ada sisa satu penampilan dari Tarian Sandhya Gita yang akan tampil di giliran ke enam. Dan juga anak-anak akan ikut pada kolaborasi, berbaur nada dengan Sekaa Gong Dewasa dan Sekaa Gong Anak-anak dalam satu garapan tabuh sebagai pertunjukan penutup.

Enam bulan sudah kami latihan rutin dan instens, untuk dua buah pertunjukan yang berdurasi 13 menit dan 16 menit. Saat semuanya sudah siap dan matang, semuanya dirusak oleh hujan. Saya ikut ke ruangan berias dengan langkah yang linglung, menemani anak-anak yang kecewa.

Sempat Sedih

Sebagai koordinator Gong Kebyar Wanita (GKW), sungguh malam ini saya sedih, kecewa dan sedikit marah. Tapi siapa yang bisa disalahkan. Ini bukanlah kesalahan teknis dari ulah manusia. Ini kehendak alam. Setiap cuaca merupakan titip alam mencari keseimbangan.

Teringat kembali beberapa tahun yang lalu, saat Sekaa Gong Manik Kencana Putri terbentuk. Awalnya banjar saya mendapat hibah seperangkat gong kebyar dari pemerintah provinsi, akhir tahun 2019.

Sekaa Gong Manik Kencana Putri saat pembinaan | Foto Junaedi

Atas prakarsa Made Suanta, pemilik sebuah sanggar seni di banjar Kuwum Mambal, Marga, yang kebetulan istrinya dari banjar saya, menyarankan membentuk sekaa gong wanita yang terdiri dari remaja putri yang memang kala itu masih sangat langka.

Sekaa gong wanita PKK memang sudah ketinggalan jaman. Kabupaten-kabupaten lain sudah terlebih dulu membentuk sekaa gong wanita dari remaja putri. Kali ini, Tabanan untuk pertama kalinya mengirim duta GKW dari remaja putri. Dan sungguh membanggakan, banjar saya yang pertama.

 Saat itu adalah masa-masa awal saya ngayah sebagai prajuru Desa Adat Kelaci. Setelah berembug dengan Bandesa Adat, kami sepakat. Kami meminta bajang-bajang kumpul. Mereka semangat. Kebetulan juga ada pagu anggaran Sekaa Sebunan di postur Dana Desa Adat yang bisa dipakai untuk membina sekaa gong. Di Baga Pawongan ini merupakan program wajib.

Kami menunjuk Made Suanta sebagai pelatih. Anak-anak remaja putri itu begitu giat berlatih dasar-dasar tabuh: pengenalan nada, cara memegang panggul. Mereka belajar dari titik nol.

Awalnya berlatih tabuh yang paling sederhana. Anak-anak semangat dan utuh. Berlatih 3 kali seminggu. Ada rasa optimis mereka akan menjadi penabuh yang andal di masa depan. Ini bisa menjadi tonggak kebangkitan seni di banjar kami.

Sekaa Gong Manik Kencana Putri saat pentad di Pesta Kesenian Bali 2023 | Foto: Junaedi

Tapi kedatangan Covid 19 telah membunuh harapan itu. Anak-anak berhenti latihan, karena memang saat itu ada pembatasan kegiatan dan larangan berkumpul. Setelah Covid 19 berakhir, kami kembali latihan dengan sekaa yang tidak utuh lagi. Beberapa personil keluar karena sudah punya kegiatan masing-masing.

 Syukur juga saat itu, ada yang keluar tapi ada yang menggantikan. Kami memiliki sekaa yang bervariasi. Ada anak SD, SMP dan SMA. Awalnya berlatih untuk bisa ngayah di pura, bergantian dengan sekaa gong dewasa. Hampir setahun kami berlatih untuk tabuh Tari Nelayan yang begitu rumit.

Akhirnya selesai. Itu merupakan tabuh pertama yang kami miliki. Anak-anak berproses sejak belajar cara pegang panggul, sampai menuntaskan tabuh Tari Nelayan yang sebenarnya lebih cocok untuk para penabuh dewasa.

Berkat kerja keras Made Suanta sebagai pelatih, yang dengan sangat sabar membimbing anak-anak kami. Anak-anak mementaskan tabuh Nelayan itu dari pura ke pura, menyelingi sekaa gong dewasa ngayah dengan tabuh lelambatan. Begitulah perencanaan kami. Anak-anak belajar tabuh tarian, sedangkan sekaa gong dewasa membawakan lelambatan. Saat itu sedikitpun tak pernah terbesit tujuan untuk sampai ke PKB.

Penyakit jenuh itu pun mulai datang. Sekaa kami pasang surut. Penabuh datang dan pergi. Tukang ugal, entah berapa kali sudah berganti. Begitulah anak-anak. Tidak bisa dipaksa. Masih untung Metha dan Dela tetap konsisten.

Dengan setia mereka memeluk kendang lanang dan wadon. Ada Bintang si manis yang masih SMP, dia bertahan di ugal. Ada Atha, si mungil yang mahir di reong, yang saat itu masih kelas 3 SD. Ada Dea yang pintar di kecek, yang juga masih kelas 3 SD. Ada Dinda kecil yang setia menjaga gong di belakang. Panggul gong jauh lebih besar dari lengannya yang mungil.

Menjadi Duta Tabanan

Akhirnya surat itu pun datang. Surat dari pemerintah kecamatan, bahwa kami ditunjuk mewakili kecamatan Marga mengikuti seleksi Gong Kebyar Wanita untuk ajang PKB 2023. Rasa gembira campur haru ketika saya menerima surat itu. Ini sebuah kemajuan. Anak-anak kami dilirik. Sebuah kehormatan menjadi kontestan seleksi gong kebyar.

Tapi saat itu kami krisis personil. Beberapa penabuh sudah berhenti lebih dulu, sebelum surat itu datang. Atas saran Made Suanta, kami meminta tambahan personil ke banjar sebelah, yaitu Banjar Ole.

Sebenarnya dulu di Banjar Ole sempat terbentuk sekaa gong wanita dari remaja putri, tapi entah kenapa bubar. Kami kemudian mendatangkan 7 orang penabuh dari Ole, dua mengisi suling dan 5 orang di gangsa.

Sekaa Gong Manik Kencana Putri saat pentad di Pesta Kesenian Bali 2023 | Foto: Junaedi

Sebuah formasi yang bagus. Yang paling depan ada deretan 8 orang tukang suling, dari SD, SMP dan SMA. Kami berlatih dengan sangat intens, untuk memenangkan seleksi. Memantapkan tabuh Tari Nelayan dan tabuh lelambatan. Dibina oleh 3 orang pelatih: Made Suanta, Wayan Suendra dan Dimas Swadharma. Dan hasilnya memang membanggakan. Kami betul-betul lolos seleksi.

Ini menjadi hari bersejarah. Menjadi Duta Kabupaten Tabanan sungguh membanggakan. Terbayang sudah anak-anak kami tampil di panggung Terbuka Ardha Candra. Pesta Kesenian Bali adalah ajang bergengsi.

Kami menunjuk Wayan Wiryadi sebagai penggarap tabuh tari kreasi. Selanjutnya Sanggar Rare Anggon menggarap tarian kreasi Resik Segara. Pak Yan Muder, seniman dari Angseri, yang sehari-hari sebagai ASN di Pemkab Tabanan, menjadi penggarap Tabuh Sandhya Gita.

Target 15 hari tercapai dengan baik. Di hari ke sebelas, tabuh tari kreasi sudah bisa dimainkan utuh oleh anak-anak Manik Kencana Putri. Tabuh yang berdurasi 13 menit, dengan permainan melodi-melodi indah yang enak didengar. Kemudian tinggal penyempurnaan. Di bulan ke dua Pak Yan Muder hadir dengan konsep tabuh Sandhya Gita. Dadong Rerod menjadi penggarap vocal dan gerak. Sandhya Gita yang begitu indah. Olah vocal dan gerak tari, dimainkan oleh 8 penari pria dan 9 penari wanita.

Dari bulan ke bulan, anak-anak kami berproses. Mewujudkan 3 buah pertunjukan seharga 200 juta rupiah. Ternyata, dana pembinaan 200 juta yang diberikan Pemkab Tabanan tidak ada artinya setelah terserap untuk konsumsi latihan harian, beli kostum, biaya tata rias, bayar honor, biaya pemondokan, sewa bus dan lain-lainnya. Kedas mesapsapan.

Keceriaan Sekaa Gong Manik Kencana Putri saat pentad di Pesta Kesenian Bali 2023 | Foto: Junaedi

Kekurangannya kami harus menggali dana dengan menjual baju kaos dan mengadakan turnamen cekian. Sisanya dibiayai dari kebaikan para donatur di banjar kami. Begitu mahal harga sebuah pertunjukan.

Seni memang butuh biaya. Di samping itu, sebuah proses pertunjukan bisa memutar roda perekonomian selama beberapa bulan. Cobalah dihitung, tiap hari kami belanja snack ratusan ribu yang memberi rejeki UKM. Segala sektor ekonomi menjadi menggeliat.

***

“Perhatian anak-anak. Tiang dapat info dari Disbud, bahwa pertunjukan akan dilanjutkan setelah hujan reda!” ucap Jero Bandesa Adat di ruang rias, membuyarkan lamunan saya.

Sontak, anak-anak pun bersorak gembira. Aura kegembiraan memenuhi ruangan rias itu. Ada sedikit asa yang muncul. Meski rasa pesimis masih menghinggapi perasaan kami.

Apakah hujan betul-betul mau reda? Sampai kapan kami menunggu? Bagaimana kalau nanti di tengah-tengah pertunjukan hujan kembali datang menyela. Kalaupun hujan reda dan pertunjukan dimulai lagi, toh kami sudah kehilangan penonton. Untuk apa juga sebuah pegelaran dengan segelintir penonton?

Pesan lewat Whatsapp dari pegawai Disbud, agar kami bersiap-siap. Saya bersama teman-teman kru, bahu membahu membersihkan gambelan dari air hujan. Menyeka bilah-bilah gambelan dengan lap kanebo.

Sekaa Gong Manik Kencana Putri saat pentad di Pesta Kesenian Bali 2023 | Foto: Junaedi

Entah pukul berapa saat itu, saat semuanya siap, pertunjukan dimulai lagi. Kontingen Gong Kebyar Wanita, Gong Kebyar Anak-anak dan Gong Kebyar Dewasa kembali ke posisi masing-masing. Gong Kebyar Wanita di sisi selatan, Gong Kebyar Anak-anak di utara, dan Gong Kebyar Dewasa di tengah-tengah.

Kru dari panitia PKB membersihkan genangan air di panggung. Kemudian MC keluar. Giliran pementasan tari kreasi dari sekaa gong dewasa.

Kami menonton dengan harap-harap cemas, sambil sesekali menoleh langit. Satu per satu penonton kembali, hingga tribun barat, utara dan selatan kembali penuh.

Ternyata para penonton tidak pulang. Menteri PUPR, Gubernur Bali dan Bupati Tabanan kembali ke tempat duduk mereka yang mungkin sudah diganti karena basah. Yah, pagelaran terasa kembali meriah seperti semula.

Tepuk tangan menggema, ada juga yang mengucapkan yel-yel ketika kontingen mereka memulai pertunjukan. Dolanan yang dibawakan Sekaa Gong Anak-anak selesai dengan baik. Panggung menjadi hangat dengan kelucuan bocah-bocah.

Kemudian giliran pementasan dari anak-anak kami, Gong Kebyar Wanita. Tabuh dan tarian Sandhya Gita. Tabuh pembuka menghentak. Sorak sorai penonton. Saya terharu. Sembilan penari wanita keluar beriringan, dengan kostum yang didominasi warna merah.

Diikuti delapan penari pria sambil bernyayi. Nyanyian yang indah. Perpaduan vokal wanita dan pria. Vokal Sandhya Gita itu diciptakan oleh Wayan Juwana yang lebih dikenal Dadong Rerod. “Segara Kidul Tanah Lot”, begitulah judulnya.

Lengkingan suara Arisanthi, dengan vocal solonya yang indah dan menyentuh hati, seperti mengawali babak Tarian Sandhya Gita itu. Para penonton kembali bersorak.

Para penari menari dan menyanyi dengan senyum mengembang. Mengajak penonton untuk hanyut dalam keindahan vokal dan gerak tari. Para penonton terbius. Senyap. Perhatian terfokus pada tarian Sandhya Gita.

Kemudian suara Nur melengking dengan vokal solonya, diiringi suling yang dimainkan oleh salah satu penari cowok. Kembali penonton bertepuk tangan sebentar.

Tari dan Tabuh Sandhya Gita selesai dengan lancar. Tidak ada kesalahan. Sebagai penutup, ketiga sekaa memainkan kolaborasi. Ketiga sekaa memainkan gambelan secara bersamaan, saling mengisi. Akhirnya pementasan itu pun selesai tanpa gangguan cuaca lagi.

Bupati Tabanan bersalaman dengan penabuh Sekaa Gong Manik Kencana Putri saat pentad di Pesta Kesenian Bali 2023 | Foto: Junaedi

Pada sesi foto bersama dengan Pak Gubernur, Pak Bupati dan Bapak Menteri, semuanya kelihatan ceria. Seluruh penari dan penabuh berbaur di panggung dengan bentangan karpet merah itu. Saling bersalam-salaman, saling berpelukan. Suasana cair. Aura persahabatan memancar.

Sekaa Gong Manik Kencana Putri, anak-anak kami, sudah menuntaskan tugasnya sebagai Duta Kabupaten Tabanan. Ini akan selalu dikenang oleh mereka. Lebih jauh lagi, ini akan menciptakan wawasan berpikir kepada mereka, bahwa dengan latihan disiplin dan kerja keras, tujuan pasti akan tercapai dengan baik. [T]

Tags: Banjar KelaciDesa Marga Dauh Purigong kebyarkesenian baliPesta Kesenian BaliPesta Kesenian Bali 2023
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Antuk Linggih” Gus Lolec | In Memoriam Ida Bagus Sura Kusuma

Next Post

Puisi-puisi Putra Pradnyana | Merangkai Latri

Wayan Junaedy

Wayan Junaedy

Lahir dan tinggal di kawasan Taman Margarana, Marga, Tabanan. Suka gowes, suka menulis, suka berteman

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi Putra Pradnyana | Merangkai Latri

Puisi-puisi Putra Pradnyana | Merangkai Latri

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co