24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tradisi Bukakak: Simbol Rasa Syukur Petani Desa Sudaji

Kadek Sri Widiastuti by Kadek Sri Widiastuti
July 6, 2023
in Khas
Tradisi Bukakak: Simbol Rasa Syukur Petani Desa Sudaji

Suasana Tradisi Bukakak di Desa Sudaji | Foto: Dok. Buleleng

SESAK penonton memenuhi perempatan Desa Sudaji pada Rabu, (5/72023) malam. Mereka mulai berdatangan dari jam setengah tujuh untuk menyaksikan Tradisi Bukakak yang akan berlangsung pada malam itu.

Ratusan penonton tersebut bukan hanya berasal dari Desa Sudaji saja, banyak wajah asing yang mungkin datang dari berbagai daerah sekitar, bahkan kala itu, terlihat beberapa turis asing atau bule yang ikut nimbrung di tengah keramaian untuk menyaksikan keseruan dari Tradisi Bukakak.

Tradisi Bukakak merupakan simbol wujud rasa syukur masyarakat Desa Sudaji akan hasil panen yang melimpah setiap tahunnya, khususnya untuk krama Subak di Desa Sudaji, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Bali. Tradisi ini termasuk ke dalam serangkaian Pujawali—sebagai penutup acara—yang sedang berlangsung di Desa Sudaji, tepatnya dua hari setelah Purnama Kasa.

“Sudah turun temurun Tradisi Bukakak dilakukan di Desa Sudaji. Tradisi ini sebenarnya adalah simbol yang digunakan sebagai bentuk rasa syukur kami atas hasil panen petani yang melimpah. Sehingga setiap tahunnya kami selalu melakukan tradisi ini. Terdapat dua Bukakak di desa kami, yang pertama Bukakak Alit dan yang kedua Bukakak Ageng,” ujar Gede Suarsana, Ketua Pokdarwis Sudaji.

Menurut Suarsana, Bukakak Alit akan disiapkan dan diarak dari Pura Taman yang berada di Banjar Dukuh, Desa Sudaji menuju ke perempatan. Sedangkan untuk Bukakak Ageng dipersiapkan di Pura Desa Sudaji yang kemudian menyusul ke perempatan desa.

Bukakak Ageng / Foto: Dok. Sri

Bukakak sendiri merupakan babi guling yang dibakar setengah matang, kemudian diikat pada sanan bambu, yang selanjutnya diarak ke perempatan desa. Babi yang digunakan tersebut juga tidak boleh sembarangan.

Babi yang dapat digunakan untuk Bukakak harus memenuhi beberapa persyaratan, seperti memiliki bulu yang hitam legam dan tidak boleh ada cacat di bagian tubuhnya.

Keseruan Bukakak

Mulai dari anak-anak, remaja dan orang tua, tidak sabar menunggu Tradisi Bukakak dimulai. Samar-samar terdengar ketidaksabaran penonton yang mungkin sudah lumayan lama berdiri di tempat ternyamannya untuk menyaksikan Bukakak.

Tak luput dari keramaian itu, beberapa pedagang yang berada di pinggir jalan, juga sibuk dengan dagangan dan pelanggannya. Anak-anak kecil yang merengek meminta berbelanja kepada orang tuanya, turut andil dalam mengisi hiruk pikuknya suasana malam itu.

Sampai pada akhirnya, dari arah barat perempatan, suara gong sayup-sayup terdengar mendekat. Dan diikuti oleh Bukakak Alit dengan penyongsongnya—orang-orang yang bertugas mengarak Bukakak—yang memakai ciri khas slayer segitiga berwarna merah di belakang pundaknya. Hal tersebut menarik perhatian seluruh penonton, seolah-olah semua mata tertuju ke arah barat saat itu.

Bukakak Alit sedang diarak / Foto: Dok. Sri

Para penyongsong Bukakak Alit mulai berlari ke arah perempatan, kemudian ke arah selatan untuk menjemput Bukakak Ageng. Mengetahui Bukakak Alit sudah tiba, dari arah selatan, Bukakak Ageng dengan penyongsongnya yang berciri khas menggunakan slayer segitiga berwarna hijau mulai berjalan menyusul Bukakak Alit untuk kembali ke perempatan desa.

Gemuruh tepuk tangan dan sorak penonton terdengar, ketika salah satu pembawa sundih (obor dari daun kelapa tua) mulai menderakan benda berisikan api tersebut ke badan Bukakak. Segera percikan api tercipta dari gesekan yang terjadi antara dua benda tersebut, kemudian kedua Bukakak dengan cepat berlarian ke arah utara perempatan, yang di iringi suara gamelan gong.

Beberapa menit kemudian, mereka kembali ke barat lalu selatan, secara berulang, berlarian, seakan-akan penyongsong tidak merasa lelah dengan kondisi tersebut—bahkan terlihat sangat bersemangat dengan riangnya. Tak kalah dengan penyongsong, penonton juga bersemangat dan bersorak kegirangan melihat tradisi yang ditunggu-tunggu selama kurang lebih setahun terakhir itu.

Percikan api dari sundih daun kelapa beberapa kali terlihat, dan setelahnya penonton akan berteriak senang sambil bertepuk tangan melihat hal itu. Hingga pada pukulan dari sundih yang terakhir, menandakan bahwa tradisi Bukakak sudah berakhir dan kembali dibawa ke pura. Begitu juga para penonton, sedikit demi sedikit meninggalkan perempatan desa untuk segera kembali kerumah masing-masing.

Di jaba pura, ketika Bukakak sudah diletakkan ke jeroan pura, para penyongsong beristirahat dan meminum air sembari menikmati hidangan jajanan khas Bali seperti sumping, laklak dan yang lainnya sebelum kembali ke rumah mereka.

“Ini merupakan pengalaman pertama saya ikut nyongsong Bukakak, dan rasanya sangat bersemangat karena memang dari diri sendiri sudah ada niat untuk ngayah,” ujar Gede Adi, salah satu penyongsong Bukakak yang ditemui setelah acara selesai.

Adi mengaku, tiga hari yang lalu sebelum nyongsong, dia sudah menyiapkan diri agar memiliki stamina yang kuat untuk malam puncak Pujawali itu. “Supaya tidak sakit saya menghindari mengkonsumsi rokok dan minuman yang berbau alkohol, selain itu saya juga rutin olahraga seperti lari atau sekadar jalan santai,” katanya masih terengah-engah.

Bukakak harus tetap ada

Dahulu, karena beberapa hal, Tradisi Bukakak pernah tidak dilaksanakan, sehingga hal ini dipercaya mengakibatkan gagal panen yang berdampak ke semua hasil petani di Desa Sudaji. Hasil panen yang biasanya melimpah dan selalu bisa digunakan untuk keperluan Pujawali, saat itu mendadak menurun dan bisa dibilang sangat buruk. Mulai dari bulir-bulir padi banyak yang puyung atau kosong dan lahan petani yang sering terserang hama.

Guru Jro Darsana, Kelian Adat Subak Dukuh, menuturkan, semenjak kejadian gagal panen yang terjadi akibat tidak dilaksanakannya Tradisi Bukakak, masyarakat Desa Sudaji sudah tidak berani lagi untuk meniadakan tradisi ini. Bagaimanapun kondisi dan situasinya, tradisi ini harus tetap diselenggarakan.

Seperti misalnya pada saat Covid-19 lalu, Tradisi Bukakak memang tidak dilaksanakan secara terang-terangan di depan umum, dan tidak ada arak-arakan di perempatan desa. Akan tetapi, tradisi ini tetap dilakukan dengan cara hanya mengambil beberapa runtutan kegiatan yang sebisa mungkin tidak menimbulkan keramaian (kerumunan) banyak orang—Bukakak hanya dilakukan oleh krama subak saja.

Benar, rasa syukur kita terhadap apapun yang diperoleh dari Tuhan Yang Maha Esa melalui alam semesta memang patut untuk dipertahankan. Selain memiliki tujuan untuk membina keharmonisan antara Tuhan, manusia dan alam, Tradisi Bukakak yang dilakukan pada serangkaian Pujawali di Desa Sudaji ini juga menjadi salah satu daya tarik wisata yang dapat dijadikan sebagai tradisi ikonik Desa Sudaji.[T]

Anugerah Desa Wisata Indonesia | Kegembiraan Warga Desa Sudaji Sambut Sandiaga Uno
Perempuan-perempuan “Pencipta” Bibit Tanaman Buah dari Desa Sudaji
ADWI 2022 | Desa Sudaji Juara 2 Kategori Desa Wisata Maju
Tradisi Ngangkid: Upacara Penyucian Roh di Pedawa
Tags: baliBudayaBudaya BalibulelengDesa Sudajiseni tradisionalTradisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ketika Siswa SMKN 4 Bangli Memainkan Wayang Wong Kumbakarna Lina

Next Post

Survei LKPI : Mayoritas Masyarakat Ingin Presiden Paham Ekonomi

Kadek Sri Widiastuti

Kadek Sri Widiastuti

Lahir di Singaraja, tahun 2002. Saat ini sedang menempuh pendidikan di STAH N Mpu Kuturan Singaraja, Program Studi Ilmu Komunikasi

Related Posts

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails
Next Post
Survei LKPI : Mayoritas Masyarakat Ingin Presiden Paham Ekonomi

Survei LKPI : Mayoritas Masyarakat Ingin Presiden Paham Ekonomi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co