2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tradisi Bukakak: Simbol Rasa Syukur Petani Desa Sudaji

Kadek Sri Widiastuti by Kadek Sri Widiastuti
July 6, 2023
in Khas
Tradisi Bukakak: Simbol Rasa Syukur Petani Desa Sudaji

Suasana Tradisi Bukakak di Desa Sudaji | Foto: Dok. Buleleng

SESAK penonton memenuhi perempatan Desa Sudaji pada Rabu, (5/72023) malam. Mereka mulai berdatangan dari jam setengah tujuh untuk menyaksikan Tradisi Bukakak yang akan berlangsung pada malam itu.

Ratusan penonton tersebut bukan hanya berasal dari Desa Sudaji saja, banyak wajah asing yang mungkin datang dari berbagai daerah sekitar, bahkan kala itu, terlihat beberapa turis asing atau bule yang ikut nimbrung di tengah keramaian untuk menyaksikan keseruan dari Tradisi Bukakak.

Tradisi Bukakak merupakan simbol wujud rasa syukur masyarakat Desa Sudaji akan hasil panen yang melimpah setiap tahunnya, khususnya untuk krama Subak di Desa Sudaji, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Bali. Tradisi ini termasuk ke dalam serangkaian Pujawali—sebagai penutup acara—yang sedang berlangsung di Desa Sudaji, tepatnya dua hari setelah Purnama Kasa.

“Sudah turun temurun Tradisi Bukakak dilakukan di Desa Sudaji. Tradisi ini sebenarnya adalah simbol yang digunakan sebagai bentuk rasa syukur kami atas hasil panen petani yang melimpah. Sehingga setiap tahunnya kami selalu melakukan tradisi ini. Terdapat dua Bukakak di desa kami, yang pertama Bukakak Alit dan yang kedua Bukakak Ageng,” ujar Gede Suarsana, Ketua Pokdarwis Sudaji.

Menurut Suarsana, Bukakak Alit akan disiapkan dan diarak dari Pura Taman yang berada di Banjar Dukuh, Desa Sudaji menuju ke perempatan. Sedangkan untuk Bukakak Ageng dipersiapkan di Pura Desa Sudaji yang kemudian menyusul ke perempatan desa.

Bukakak Ageng / Foto: Dok. Sri

Bukakak sendiri merupakan babi guling yang dibakar setengah matang, kemudian diikat pada sanan bambu, yang selanjutnya diarak ke perempatan desa. Babi yang digunakan tersebut juga tidak boleh sembarangan.

Babi yang dapat digunakan untuk Bukakak harus memenuhi beberapa persyaratan, seperti memiliki bulu yang hitam legam dan tidak boleh ada cacat di bagian tubuhnya.

Keseruan Bukakak

Mulai dari anak-anak, remaja dan orang tua, tidak sabar menunggu Tradisi Bukakak dimulai. Samar-samar terdengar ketidaksabaran penonton yang mungkin sudah lumayan lama berdiri di tempat ternyamannya untuk menyaksikan Bukakak.

Tak luput dari keramaian itu, beberapa pedagang yang berada di pinggir jalan, juga sibuk dengan dagangan dan pelanggannya. Anak-anak kecil yang merengek meminta berbelanja kepada orang tuanya, turut andil dalam mengisi hiruk pikuknya suasana malam itu.

Sampai pada akhirnya, dari arah barat perempatan, suara gong sayup-sayup terdengar mendekat. Dan diikuti oleh Bukakak Alit dengan penyongsongnya—orang-orang yang bertugas mengarak Bukakak—yang memakai ciri khas slayer segitiga berwarna merah di belakang pundaknya. Hal tersebut menarik perhatian seluruh penonton, seolah-olah semua mata tertuju ke arah barat saat itu.

Bukakak Alit sedang diarak / Foto: Dok. Sri

Para penyongsong Bukakak Alit mulai berlari ke arah perempatan, kemudian ke arah selatan untuk menjemput Bukakak Ageng. Mengetahui Bukakak Alit sudah tiba, dari arah selatan, Bukakak Ageng dengan penyongsongnya yang berciri khas menggunakan slayer segitiga berwarna hijau mulai berjalan menyusul Bukakak Alit untuk kembali ke perempatan desa.

Gemuruh tepuk tangan dan sorak penonton terdengar, ketika salah satu pembawa sundih (obor dari daun kelapa tua) mulai menderakan benda berisikan api tersebut ke badan Bukakak. Segera percikan api tercipta dari gesekan yang terjadi antara dua benda tersebut, kemudian kedua Bukakak dengan cepat berlarian ke arah utara perempatan, yang di iringi suara gamelan gong.

Beberapa menit kemudian, mereka kembali ke barat lalu selatan, secara berulang, berlarian, seakan-akan penyongsong tidak merasa lelah dengan kondisi tersebut—bahkan terlihat sangat bersemangat dengan riangnya. Tak kalah dengan penyongsong, penonton juga bersemangat dan bersorak kegirangan melihat tradisi yang ditunggu-tunggu selama kurang lebih setahun terakhir itu.

Percikan api dari sundih daun kelapa beberapa kali terlihat, dan setelahnya penonton akan berteriak senang sambil bertepuk tangan melihat hal itu. Hingga pada pukulan dari sundih yang terakhir, menandakan bahwa tradisi Bukakak sudah berakhir dan kembali dibawa ke pura. Begitu juga para penonton, sedikit demi sedikit meninggalkan perempatan desa untuk segera kembali kerumah masing-masing.

Di jaba pura, ketika Bukakak sudah diletakkan ke jeroan pura, para penyongsong beristirahat dan meminum air sembari menikmati hidangan jajanan khas Bali seperti sumping, laklak dan yang lainnya sebelum kembali ke rumah mereka.

“Ini merupakan pengalaman pertama saya ikut nyongsong Bukakak, dan rasanya sangat bersemangat karena memang dari diri sendiri sudah ada niat untuk ngayah,” ujar Gede Adi, salah satu penyongsong Bukakak yang ditemui setelah acara selesai.

Adi mengaku, tiga hari yang lalu sebelum nyongsong, dia sudah menyiapkan diri agar memiliki stamina yang kuat untuk malam puncak Pujawali itu. “Supaya tidak sakit saya menghindari mengkonsumsi rokok dan minuman yang berbau alkohol, selain itu saya juga rutin olahraga seperti lari atau sekadar jalan santai,” katanya masih terengah-engah.

Bukakak harus tetap ada

Dahulu, karena beberapa hal, Tradisi Bukakak pernah tidak dilaksanakan, sehingga hal ini dipercaya mengakibatkan gagal panen yang berdampak ke semua hasil petani di Desa Sudaji. Hasil panen yang biasanya melimpah dan selalu bisa digunakan untuk keperluan Pujawali, saat itu mendadak menurun dan bisa dibilang sangat buruk. Mulai dari bulir-bulir padi banyak yang puyung atau kosong dan lahan petani yang sering terserang hama.

Guru Jro Darsana, Kelian Adat Subak Dukuh, menuturkan, semenjak kejadian gagal panen yang terjadi akibat tidak dilaksanakannya Tradisi Bukakak, masyarakat Desa Sudaji sudah tidak berani lagi untuk meniadakan tradisi ini. Bagaimanapun kondisi dan situasinya, tradisi ini harus tetap diselenggarakan.

Seperti misalnya pada saat Covid-19 lalu, Tradisi Bukakak memang tidak dilaksanakan secara terang-terangan di depan umum, dan tidak ada arak-arakan di perempatan desa. Akan tetapi, tradisi ini tetap dilakukan dengan cara hanya mengambil beberapa runtutan kegiatan yang sebisa mungkin tidak menimbulkan keramaian (kerumunan) banyak orang—Bukakak hanya dilakukan oleh krama subak saja.

Benar, rasa syukur kita terhadap apapun yang diperoleh dari Tuhan Yang Maha Esa melalui alam semesta memang patut untuk dipertahankan. Selain memiliki tujuan untuk membina keharmonisan antara Tuhan, manusia dan alam, Tradisi Bukakak yang dilakukan pada serangkaian Pujawali di Desa Sudaji ini juga menjadi salah satu daya tarik wisata yang dapat dijadikan sebagai tradisi ikonik Desa Sudaji.[T]

Anugerah Desa Wisata Indonesia | Kegembiraan Warga Desa Sudaji Sambut Sandiaga Uno
Perempuan-perempuan “Pencipta” Bibit Tanaman Buah dari Desa Sudaji
ADWI 2022 | Desa Sudaji Juara 2 Kategori Desa Wisata Maju
Tradisi Ngangkid: Upacara Penyucian Roh di Pedawa
Tags: baliBudayaBudaya BalibulelengDesa Sudajiseni tradisionalTradisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ketika Siswa SMKN 4 Bangli Memainkan Wayang Wong Kumbakarna Lina

Next Post

Survei LKPI : Mayoritas Masyarakat Ingin Presiden Paham Ekonomi

Kadek Sri Widiastuti

Kadek Sri Widiastuti

Lahir di Singaraja, tahun 2002. Saat ini sedang menempuh pendidikan di STAH N Mpu Kuturan Singaraja, Program Studi Ilmu Komunikasi

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Survei LKPI : Mayoritas Masyarakat Ingin Presiden Paham Ekonomi

Survei LKPI : Mayoritas Masyarakat Ingin Presiden Paham Ekonomi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co