14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tradisi Bukakak: Simbol Rasa Syukur Petani Desa Sudaji

Kadek Sri Widiastuti by Kadek Sri Widiastuti
July 6, 2023
in Khas
Tradisi Bukakak: Simbol Rasa Syukur Petani Desa Sudaji

Suasana Tradisi Bukakak di Desa Sudaji | Foto: Dok. Buleleng

SESAK penonton memenuhi perempatan Desa Sudaji pada Rabu, (5/72023) malam. Mereka mulai berdatangan dari jam setengah tujuh untuk menyaksikan Tradisi Bukakak yang akan berlangsung pada malam itu.

Ratusan penonton tersebut bukan hanya berasal dari Desa Sudaji saja, banyak wajah asing yang mungkin datang dari berbagai daerah sekitar, bahkan kala itu, terlihat beberapa turis asing atau bule yang ikut nimbrung di tengah keramaian untuk menyaksikan keseruan dari Tradisi Bukakak.

Tradisi Bukakak merupakan simbol wujud rasa syukur masyarakat Desa Sudaji akan hasil panen yang melimpah setiap tahunnya, khususnya untuk krama Subak di Desa Sudaji, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Bali. Tradisi ini termasuk ke dalam serangkaian Pujawali—sebagai penutup acara—yang sedang berlangsung di Desa Sudaji, tepatnya dua hari setelah Purnama Kasa.

“Sudah turun temurun Tradisi Bukakak dilakukan di Desa Sudaji. Tradisi ini sebenarnya adalah simbol yang digunakan sebagai bentuk rasa syukur kami atas hasil panen petani yang melimpah. Sehingga setiap tahunnya kami selalu melakukan tradisi ini. Terdapat dua Bukakak di desa kami, yang pertama Bukakak Alit dan yang kedua Bukakak Ageng,” ujar Gede Suarsana, Ketua Pokdarwis Sudaji.

Menurut Suarsana, Bukakak Alit akan disiapkan dan diarak dari Pura Taman yang berada di Banjar Dukuh, Desa Sudaji menuju ke perempatan. Sedangkan untuk Bukakak Ageng dipersiapkan di Pura Desa Sudaji yang kemudian menyusul ke perempatan desa.

Bukakak Ageng / Foto: Dok. Sri

Bukakak sendiri merupakan babi guling yang dibakar setengah matang, kemudian diikat pada sanan bambu, yang selanjutnya diarak ke perempatan desa. Babi yang digunakan tersebut juga tidak boleh sembarangan.

Babi yang dapat digunakan untuk Bukakak harus memenuhi beberapa persyaratan, seperti memiliki bulu yang hitam legam dan tidak boleh ada cacat di bagian tubuhnya.

Keseruan Bukakak

Mulai dari anak-anak, remaja dan orang tua, tidak sabar menunggu Tradisi Bukakak dimulai. Samar-samar terdengar ketidaksabaran penonton yang mungkin sudah lumayan lama berdiri di tempat ternyamannya untuk menyaksikan Bukakak.

Tak luput dari keramaian itu, beberapa pedagang yang berada di pinggir jalan, juga sibuk dengan dagangan dan pelanggannya. Anak-anak kecil yang merengek meminta berbelanja kepada orang tuanya, turut andil dalam mengisi hiruk pikuknya suasana malam itu.

Sampai pada akhirnya, dari arah barat perempatan, suara gong sayup-sayup terdengar mendekat. Dan diikuti oleh Bukakak Alit dengan penyongsongnya—orang-orang yang bertugas mengarak Bukakak—yang memakai ciri khas slayer segitiga berwarna merah di belakang pundaknya. Hal tersebut menarik perhatian seluruh penonton, seolah-olah semua mata tertuju ke arah barat saat itu.

Bukakak Alit sedang diarak / Foto: Dok. Sri

Para penyongsong Bukakak Alit mulai berlari ke arah perempatan, kemudian ke arah selatan untuk menjemput Bukakak Ageng. Mengetahui Bukakak Alit sudah tiba, dari arah selatan, Bukakak Ageng dengan penyongsongnya yang berciri khas menggunakan slayer segitiga berwarna hijau mulai berjalan menyusul Bukakak Alit untuk kembali ke perempatan desa.

Gemuruh tepuk tangan dan sorak penonton terdengar, ketika salah satu pembawa sundih (obor dari daun kelapa tua) mulai menderakan benda berisikan api tersebut ke badan Bukakak. Segera percikan api tercipta dari gesekan yang terjadi antara dua benda tersebut, kemudian kedua Bukakak dengan cepat berlarian ke arah utara perempatan, yang di iringi suara gamelan gong.

Beberapa menit kemudian, mereka kembali ke barat lalu selatan, secara berulang, berlarian, seakan-akan penyongsong tidak merasa lelah dengan kondisi tersebut—bahkan terlihat sangat bersemangat dengan riangnya. Tak kalah dengan penyongsong, penonton juga bersemangat dan bersorak kegirangan melihat tradisi yang ditunggu-tunggu selama kurang lebih setahun terakhir itu.

Percikan api dari sundih daun kelapa beberapa kali terlihat, dan setelahnya penonton akan berteriak senang sambil bertepuk tangan melihat hal itu. Hingga pada pukulan dari sundih yang terakhir, menandakan bahwa tradisi Bukakak sudah berakhir dan kembali dibawa ke pura. Begitu juga para penonton, sedikit demi sedikit meninggalkan perempatan desa untuk segera kembali kerumah masing-masing.

Di jaba pura, ketika Bukakak sudah diletakkan ke jeroan pura, para penyongsong beristirahat dan meminum air sembari menikmati hidangan jajanan khas Bali seperti sumping, laklak dan yang lainnya sebelum kembali ke rumah mereka.

“Ini merupakan pengalaman pertama saya ikut nyongsong Bukakak, dan rasanya sangat bersemangat karena memang dari diri sendiri sudah ada niat untuk ngayah,” ujar Gede Adi, salah satu penyongsong Bukakak yang ditemui setelah acara selesai.

Adi mengaku, tiga hari yang lalu sebelum nyongsong, dia sudah menyiapkan diri agar memiliki stamina yang kuat untuk malam puncak Pujawali itu. “Supaya tidak sakit saya menghindari mengkonsumsi rokok dan minuman yang berbau alkohol, selain itu saya juga rutin olahraga seperti lari atau sekadar jalan santai,” katanya masih terengah-engah.

Bukakak harus tetap ada

Dahulu, karena beberapa hal, Tradisi Bukakak pernah tidak dilaksanakan, sehingga hal ini dipercaya mengakibatkan gagal panen yang berdampak ke semua hasil petani di Desa Sudaji. Hasil panen yang biasanya melimpah dan selalu bisa digunakan untuk keperluan Pujawali, saat itu mendadak menurun dan bisa dibilang sangat buruk. Mulai dari bulir-bulir padi banyak yang puyung atau kosong dan lahan petani yang sering terserang hama.

Guru Jro Darsana, Kelian Adat Subak Dukuh, menuturkan, semenjak kejadian gagal panen yang terjadi akibat tidak dilaksanakannya Tradisi Bukakak, masyarakat Desa Sudaji sudah tidak berani lagi untuk meniadakan tradisi ini. Bagaimanapun kondisi dan situasinya, tradisi ini harus tetap diselenggarakan.

Seperti misalnya pada saat Covid-19 lalu, Tradisi Bukakak memang tidak dilaksanakan secara terang-terangan di depan umum, dan tidak ada arak-arakan di perempatan desa. Akan tetapi, tradisi ini tetap dilakukan dengan cara hanya mengambil beberapa runtutan kegiatan yang sebisa mungkin tidak menimbulkan keramaian (kerumunan) banyak orang—Bukakak hanya dilakukan oleh krama subak saja.

Benar, rasa syukur kita terhadap apapun yang diperoleh dari Tuhan Yang Maha Esa melalui alam semesta memang patut untuk dipertahankan. Selain memiliki tujuan untuk membina keharmonisan antara Tuhan, manusia dan alam, Tradisi Bukakak yang dilakukan pada serangkaian Pujawali di Desa Sudaji ini juga menjadi salah satu daya tarik wisata yang dapat dijadikan sebagai tradisi ikonik Desa Sudaji.[T]

Anugerah Desa Wisata Indonesia | Kegembiraan Warga Desa Sudaji Sambut Sandiaga Uno
Perempuan-perempuan “Pencipta” Bibit Tanaman Buah dari Desa Sudaji
ADWI 2022 | Desa Sudaji Juara 2 Kategori Desa Wisata Maju
Tradisi Ngangkid: Upacara Penyucian Roh di Pedawa
Tags: baliBudayaBudaya BalibulelengDesa Sudajiseni tradisionalTradisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ketika Siswa SMKN 4 Bangli Memainkan Wayang Wong Kumbakarna Lina

Next Post

Survei LKPI : Mayoritas Masyarakat Ingin Presiden Paham Ekonomi

Kadek Sri Widiastuti

Kadek Sri Widiastuti

Lahir di Singaraja, tahun 2002. Saat ini sedang menempuh pendidikan di STAH N Mpu Kuturan Singaraja, Program Studi Ilmu Komunikasi

Related Posts

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

by Emi Suy
May 11, 2026
0
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

Read moreDetails

Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
0
Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

LAMPU-lampu ruangan mendadak padam. Suasana di ballroom yang sedari awal riuh perlahan berubah sunyi. Ratusan pasang mata menoleh ke belakang...

Read moreDetails

Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

by Gading Ganesha
May 2, 2026
0
Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

JUMAT sore, bertepatan dengan Hari Buruh, 1 Mei, saya mampir ke Bichito sebuah kafe baru di Jalan Gajah Mada, Singaraja,...

Read moreDetails

Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

by I Nyoman Darma Putra
May 1, 2026
0
Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

PERINGATAN 100 tahun kelahiran sastrawan Bali modern I Made Sanggra diselenggarakan secara khidmat di kediamannya di Sukawati, bertepatan dengan hari...

Read moreDetails

Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

by Dede Putra Wiguna
April 28, 2026
0
Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

SUASANA di Main Atrium, Living World Denpasar tak seperti biasanya. Kala itu, nuansa nostalgia terasa begitu kuat saat Record Store...

Read moreDetails

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
0
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

Read moreDetails

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails
Next Post
Survei LKPI : Mayoritas Masyarakat Ingin Presiden Paham Ekonomi

Survei LKPI : Mayoritas Masyarakat Ingin Presiden Paham Ekonomi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co