2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kredibilitas Komunikator dalam Interaksi Budaya

Chusmeru by Chusmeru
July 3, 2023
in Esai
Memaknai Perbedaan Komunikasi Antarbudaya:  Bukan Sekadar Wacana

MENGAPA orang gagal berkomunikasi ketika berada di lingkungan budaya yang berbeda?. Dan mengapa ada orang yang begitu disegani dan dihormati dalam lingkungan budayanya? Penyebabnya bukan pada gegar budaya yang dialami seseorang saat berada di tempat yang baru. Namun lebih pada ketidakmampuan orang menjadi komunikator dalam interaksi budaya.

Beberapa kasus menunjukkan kredibilitas yang rendah sebagai komunikator dalam interaksi budaya. Seorang mahasiswa berinisial FS yang berasal dari luar Jawa tersandung kasus di Yogyakarta pada tahun 2014. Hanya lantaran kesal tidak diperbolehkan menyerobot antrean di salah satu SPBU di Yogyakarya, FS mengunggah kekesalannya di media sosial.

Unggahannya berisi cacian dan sumpah-serapah terhadap masyarakat Yogyakarta. Tidak terima terhadap unggahan itu, masyarakat Yogyakarta melaporkan FS ke polisi. Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta pun merasa tersinggung dengan unggahan tersebut. Buntutnya, FS harus duduk sebagai terdakwa di kursi pengadilan.

Kasus berikut menimpa artis dangdut Cita Citata pada tahun 2015. Menggunakan baju adat Papua dalam suatu acara, Cita Citata melontarkan perkataan yang dianggap menghina masayarakat Papua. Cita Citata pun dilaporkan ke Komnas HAM oleh perwakilan masayarakat adat Papua.

Somasi juga dilayangkan oleh Forum Papua Bersatu kepada Cita Citata. Sanksi adat dijatuhkan kepada pedangdut itu, yaitu harus meminta maaf kepada seluruh masyarakat Papua serta menyerahkan 500 ekor babi sebagai bentuk perdamaian.

Artis cantik Syahrini juga tersandung kasus yang berkaitan dengan norma dan etika saat berkunjung ke Holocaust Memorial Berlin, Jerman pada tahun 2018. Syahrini berpose dan berfoto di atas memorial tersebut. Dia pun mengunggah foto dan videonya di fitur Story Instagram.

Tindakan Syahrini dikecam netizen, karena dianggap telah melanggar etika berkunjung ke Holocaust. Norma masyarakat Jerman melarang orang untuk duduk, memanjat, maupun berfoto di Holocaust Memorial sebagai lambang korban pembantaian Nazi pimpinan Adolf Hitler.

Contoh kasus tersebut menggambarkan ketidakpahaman orang terhadap lingkungan budaya orang lain. Dalam contoh kasus itu, semua dipandang tidak kredibel berkomunikasi. Bahwa ada wilayah adat, tradisi, norma, nilai, kepercayaan, dan budaya yang perlu dipahami dan dihormati. Itulah yang seharusnya dimiliki orang agar menjadi komunikator yang kredibel.

Kredibilitas Sumber

Proses komunikasi mengisyaratkan, setiap orang dapat menjadi khalayak sekaligus komunikator. Kajian terhadap komunikator akan diperoleh gambaran tentang kredibilitas sesorang sebagai sumber informasi. Terdapat perbedaan terkait kredibilitas sumber antara masyarakat tradisional dengan masyarakat modern.

Komunikator dalam masyarakat tradisional dapat diperoleh melalui empat cara.

Pertama, orang dianggap kredibel karena informasi yang ia peroleh bersumber dari petunjuk, wangsit, wewarah, atau pawisik. Kemampuannya menjadi komunikator di masyarakatnya diperoleh secara transendental. Oleh sebab itu komunikator pada masyarakat tradisional sangat disegani dan dihormati, karena kerap membawa pesan yang bersifat gaib.

Kedua, kredibilitas diperoleh melalui laku tirakat. Seseorang dianggap sebagai komunikator dan dipercaya oleh masyarakat, karena pengetahuan yang dimiliki diperoleh melalui usaha olah batin. Biasanya komunikator tersebut menjalankan ritual puasa atau semedi untuk mendapatkan petunjuk yang dapat diterapkan dalam kehidupan di masyarakat. Secara moral kredibilitas semacam ini mendapat dukungan dari masyarakat. Artinya, orang yang sudah melakoni berbagai ikhtiar itu tentunya tidak akan berdusta atau mencederai masyarakat.

Ketiga, komunikator yang kredibel di masyarakat tradisional didapat dari proses belajar atau berguru pada orang yang disegani atau kasepuhan (orang yang dituakan) di masyarakat. Pengetahuan dan keterampilan yang dimilikinya merupakan hasil proses panjang dalam menimba ilmu, baik ilmu kanuragan maupun kebatinan.

 Keempat, momentum historis juga dapat menjadikan seseorang memiliki kredibilitas sumber sebagai komunikator yang dihormati. Keberhasilan seseorang di masa lalu dalam mengatasi masalah akan diingat masyarakat sebagai modal sosial. Kampung yang dulu kumuh dan sering terjadi tindak kriminal berhasil diubah oleh seseorang menjadi pemukiman yang asri, aman, dan nyaman.

Interaksi sosial budaya yang dilakukannya semata sebagai upaya untuk memecahkan masalah di masyarakat, tanpa orientasi pada kepentingan ekonomi maupun kekuasaan. Oleh sebab itulah, setiap informasi yang disampaikan orang itu akan dipercaya masyarakat.  

Sedangkan pada masyarakat modern seperti saat ini, kredibilitas sumber sering merujuk pada tingkat pendidikan, jabatan, maupun penguasaan informasi. Semakin tinggi tingkat pendidikan dianggap semakin benar informasi yang disampaikan.

Jabatan yang dimiliki seseorang juga dipandang sebagai modal tingkat kepercayaan sumber sebagai komunikator. Begitu pula dengan akses media yang membuat seseorang dipandang memahami berbagai persoalan.

Kredibilitas dalam masyarakat modern sangat rentan terhadap persoalan moralitas, karena informasi bernilai pragmatis serta sarat dengan kepentingan ekonomi dan politik. Tidak heran jika ada orang yang berpendidikan tinggi, memiliki jabatan keren, serta sangat melek media melakukan manipulasi informasi untuk memperoleh keuntungan ekonomi maupun politik.

Kejujuran

Menjadi komunikator dalam interaksi antarbudaya membutuhkan landasan moralitas, yaitu kejujuran dalam menarasikan budaya sendiri maupun budaya orang lain. Kadangkala orang menambahkan narasi budaya sendiri agar dianggap baik oleh orang lain. Atau juga menutupi narasi budaya agar tidak dinilai buruk pihak lain.

Padahal tidak ada hal yang benar atau salah, baik atau buruk dalam memberikan penilaian budaya. Setiap masyarakat memiliki persepsi sendiri tentang budayanya, dan pihak lain tidak dapat memberikan penilaian baik-buruk dan benar-salah atas budaya orang lain. Justru acapkali orang melakukan tindakan yang keliru atas dasar pemahaman yang kurang terhadap budaya orang lain; seperti contoh kasus FS, Syahrini, dan Cita Citata.

Kejujuran adalah kunci penting dalam interaksi budaya. Masyarakat Indonesia zaman dahulu mengenal istilah opo anane, apa adanya. Katakan apa adanya tentang nilai, norma, tradisi, kepercayaan, budaya kepada orang lain.

Jika orang lain memahami dan sepakat, maka interaksi budaya berlanjut. Namun jika orang lain tidak sepakat dan tidak paham, maka diharapkan ada tenggang rasa, tidak mencela, dan tidak memberi penilaian buruk tentang budaya seseorang.

Sayang sekali, di era yang serba digital ini kredibilitas komunikator dalam interaksi budaya sulit ditemui. Media sosial sering dijadikan sumber informasi budaya dan sarana untuk menarasikan budaya sendiri. Namun media sosial acap tidak lengkap dalam menyuguhkan informasi budaya.

Begitu pula narasi budaya yang dibangun lewat media sosial sering mengalami distorsi. Maka tidak heran, jika muncul kasus wisatawan yang berkunjung ke suatu negara melakukan tindakan tidak etis, seperti pelecehan terhadap simbol-simbol budaya masayarakat setempat.

Komunikasi dan interaksi antarbudaya memang membutuhkan keterbukaan antarpihak. Namun keterbukaan juga acapkali menimbulkan kerentanan dalam memahami budaya pihak lain. Seperti kata Paul Kendall, komunikasi yang baik dan sehat tidak mungkin tanpa keterbukaan, kejujuran, dan kerentanan. [T]

  • BACA opini dan esai lain tentang komunikasi dari penulis CHUSMERU
Mendem: Totalitas Komunikasi Transendental dalam Berkesenian
Ilmu Komunikasi di Perguruan Tinggi Hindu, Untuk Apa?
Ruang Komunikasi dalam Seni Rupa
Komunikasi sebagai Kunci Interaksi Lintas Budaya | Catatan dari Inggris [2]
Strategi Kampanye Pemilu: Antara Komunikasi Persuasif dan Pencitraan
Sentuhan Komunikasi dalam Pariwisata
Tradisi Bayen di Wonosobo: Komunikasi Antarpersona Mewujudkan Women Support Women
Teknologi Komunikasi: Analisis Trade Policy Marketplace di Indonesia
Komunikasi dan Revitalisasi Kesenian Tradisional
Menjaga Reputasi Melalui Interaksi dengan Netizen
Tags: ilmu komunikasikomunikasikomunikasi informasiPendidikan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pulau Merah: Surga di Selatan Banyuwangi

Next Post

Mengajari Pertemanan dan Mengurangi Penggunaan Gadget | Dari Pentas Janger Anak-anak Sanggar Tari Lokananta

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails
Next Post
Mengajari Pertemanan dan Mengurangi Penggunaan Gadget | Dari Pentas Janger Anak-anak Sanggar Tari Lokananta

Mengajari Pertemanan dan Mengurangi Penggunaan Gadget | Dari Pentas Janger Anak-anak Sanggar Tari Lokananta

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co