25 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Remaja, Mental Illness, dan Cara Menghindarinya

Kadek Sri Widiastuti by Kadek Sri Widiastuti
June 25, 2023
in Esai
Remaja, Mental Illness, dan Cara Menghindarinya

Ilustrasi tatkala.co

SAAT INI KESEHATAN MENTAL seseorang memang sangat penting untuk diberi perhatian khusus. Sebab, sudah banyak kasus percobaan bunuh diri yang terjadi akibat beban pikiran yang dirasakan oleh seseorang, khususnya remaja.

Kita ketahui bahwa kekuatan mental masing-masing individu tidak semuanya sama. Sehingga, kemungkinannya, mereka yang memutuskan untuk mengakhiri atau melukai diri sendiri, merupakan orang-orang yang membutuhkan perhatian lebih.

Orang-orang tersebut beberapa di antaranya bisa jadi terjebak dalam permasalahan hidup yang seolah tidak bisa ditemukan jalan keluarnya. Atau mungkin saja, mereka tidak memiliki seseorang untuk sekadar berbagi cerita, kemudian memendam semua masalah sendirian, lalu berakhir dengan mengakhiri hidupnya.

Gangguan kesehatan mental atau dalam bahasa kerennya kerap disebut mental illness ini, sudah mendapatkan perhatian dari lembaga kesehatan dunia, World Federation of Mental Health (WFMH), dan diperingati setiap tanggal 10 Oktober sejak tahun 1992.

Mental illness (mental disorder), dikutip dari laman Kementerian Kesehatan, disebut juga dengan gangguan mental atau jiwa, adalah kondisi kesehatan yang memengaruhi pemikiran, perasaan, perilaku, suasana hati, atau kombinasi diantaranya. Kondisi ini dapat terjadi sesekali atau berlangsung dalam waktu yang lama (kronis).

Meski rumit, gangguan kesehatan mental termasuk penyakit yang dapat diobati. Bahkan, sebagian besar penderita mental disorder masih dapat menjalani kehidupan sehari-hari selayaknya orang normal.

Namun, pada kondisi yang lebih buruk, seseorang mungkin perlu mendapat perawatan intensif di rumah sakit untuk menangani kondisinya. Tak jarang, kondisi ini pun dapat memicu hasrat untuk menyakiti diri sendiri atau mengakhiri kehidupannya.

Walaupun kesadaran tentang kesehatan mental sudah ada sejak lama, tidak menutup kemungkinan, banyak orang yang masih terperangkap dalam mental illness. Sebenarnya sangat disayangkan, jika para remaja saat ini banyak yang mengalami mental illness, karena secara tidak langsung, hal ini akan mempengaruhi aktifitas—bahkan masa depannya.

Pemicu mental illnesss pada remaja

Kondisi masa kecil bisa menjadi pemicu mental illness. Masa kecil memang hal paling mengesankan bagi kebanyakan orang. Sebab, pada masa ini, seseorang mendapatkan perhatian dan kasih sayang oleh orang-orang di sekitarnya, terutama keluarga dan kerabat terdekat.

Akan tetapi, tidak semua orang bisa merasakan hal tersebut, beberapa orang justru mendapat suatu kenyataan pahit, broken home, misalnya. Anak yang mengalaminya akan merasakan kepedihan dan beban tekanan mental yang sangat besar dalam dirinya.

Apalagi, jika rumah yang mereka jadikan sebagai tempat pulang sudah tidak tertata dengan lengkap. Dan ketika beranjak remaja, mereka melihat teman-teman seusianya yang masih dapat merasakan kehangatan bersama keluarga, tentu perasaan sedih akan semakin berkecamuk dalam dirinya.

Hal di atas termasuk menjadi salah satu faktor seseorang mengalami mental illness saat remaja—karena trauma masa lalu yang dihadapi.

Saat anak mulai beranjak ke masa remaja, yang merupakan peralihan dari masa anak-anak menuju masa dewasa, berbagai macam permasalahan baru mulai berdatangan. Berbeda halnya ketika masih kecil yang mungkin hanya memikirkan besok sekolah dan bermain, pada masa remaj, orang-orang cenderung sudah mulai memikirkan hal yang lebih dari itu.

Banyak remaja saat ini mengalami mental illness, karena mereka tidak mampu untuk mengatasi permasalahannya sendiri, baik itu dalam lingkungan perkuliahan, keluarga, hubungan pertemanan, maupun hubungan asmara.

Bagaimana hal-hal tersebut dapat memicu terjadinya mental illness pada remaja?

Kita mulai dari dunia perkuliahan. Tekanan yang terjadi pada masa perkuliahan tidak bisa dianggap remeh. Beban tugas yang didapatkan di kampus, kegiatan-kegiatan yang mewajibkan mahasiswa untuk selalu ikut berpartisipasi, deadline skripsi, salah jurusan, dosen killer, circle pertemanan yang buruk, rencana karir setelah lulus, ekspektasi dan realita yang tidak konkret, mungkin, hal ini menjadi momok yang menakutkan bagi sebagian orang pada masa transisi anak-anak menuju dewasa ini.

Kemudian, dalam hubungan keluarga, dukungan dan motivasi sangat diperlukan ketika para remaja sedang menghadapi masa-masa yang sulit. Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, keluarga seharusnya adalah tempat pulang yang nyaman untuk bercerita, berkeluh kesah dan sandaran yang dapat dipercaya.

Lalu, bagaimana jika keluarga sendiri tidak bisa memberikan tempat pulang yang nyaman tersebut? Orang tua yang tidak memiliki waktu untuk anak-anaknya, saudara yang tidak peduli satu sama lain, kemudian, ke mana tempat pulang untuk remaja-remaja tersebut? Alhasil, mereka akan mencari tempat pulangnya sendiri pada orang lain yang menurut mereka dapat mengerti dan mampu memahami kondisinya.

Hubungan asmara, tak jarang digunakan sebagai peralihan terakhir oleh orang-orang yang mengalami mental illness untuk tempat pulang dan mendapatkan motivasinya kembali. Mungkin saja, mereka merasa jauh lebih baik ketika menemukan seseorang yang tepat untuk berbagi, di tengah semrawutnya permasalahan yang sedang dihadapi.

Memiliki seseorang untuk berbagi cerita atau someone to talk merupakan hal yang dapat memberikan pengaruh baik terhadap suasana hati seseorang. Akan tetapi, tidak sedikit remaja juga mendapatkan permasalaahan dalam hubungan asmaranya.

Ketika mereka mempercayai seseorang sebagai tempat pulang, ternyata, pada akhirnya dipatahkan kembali oleh keadaan. Tidak bisa dimungkiri lagi, hal ini dapat menambah rasa putus asa bagi para remaja—karena tempat pulang terakhir yang mereka anggap paling nyaman tidak sesuai dengan harapannya.

Cara menghindari mental illness

Berdasarkan keterangan dari Indonesia-National Adolescent Mental Health Survey 2022, sebanyak 2,45 juta remaja mengalami gangguan mental dan 15,5 juta remaja Indonesia lainnya mengalami masalah mental.

Sementara itu, dalam data yang dihimpun oleh World Bank, kasus bunuh diri mencapai 2,4 per 100 ribu penduduk di Indonesia. Ini tentu bukan angka yang sedikit. Siapapun perlu menanggapinya secara serius, mengingat, para remaja inilah yang akan menjadi tonggak terdepan dalam memajukan Indonesia di masa depan.

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Begitu kiranya pepatah yang sering digunakan oleh orang-orang. Artinya, ada baiknya jika kita dapat menghindari mental illness tersebut sebelum keadaan semakin sulit untuk dikendalikan dan angka penderitanya bertambah banyak.

Lalu, bagaimana caranya?

Aktifitas sederhana seperti olahraga ketika memiliki waktu luang atau memberikan waktu istirahat untuk diri sendiri bersama musik favorit, misalnya, merupakan aktifitas yang mampu memperbaiki suasana hati seseorang. Sehingga, masalah-masalah yang dihadapi sejenak dapat dilupakan, atau setidaknya aktifitas seperti itu dapat memulihkan energi yang telah terkuras sebelumnya. Begitu seterusnya.

Kita tidak perlu merasa selalu kuat dalam menghadapi masalah, ketika dirasa tubuh dan pikiran mulai kembali lelah, cara ini dapat dilakukan secara berulang. Dengan memberi me time atau waktu untuk diri sendiri, secara tidak langsung, seseorang akan lebih memahami jati dirinya, dan bagaimana pentingnya kehidupan yang sedang dijalani saat ini.

Selanjutnya, seseorang kadang terlalu memikirkan hal yang tidak penting atau hal yang bukan menjadi tugasnya. Sehingga overthinking tidak dapat dihindari lagi dan alhasil masalah akan semakin bertambah rumit.

Hal-hal yang tidak penting—dan bukan menjadi tugas kita—seperti memikirkan bagaimana orang lain menilai diri kita, apakah orang lain dapat bertindak koperatif terhadap apa yang akan kita lakukan, atau berpikir apakah orang lain akan menyukai kita, memang layak dibuang  di keranjang sampah.

Hal-hal seperti ini terkadang membuat seseorang mengalami overthinking dan tentu jika terus menerus dibiarkan, akan berakibat buruk pada kondisi kesehatan. Oleh karena itu, cobalah berhenti membuang waktu dengan memberikan perhatian lebih terhadap pendapat atau hasil dari apa yang sedang kita lakukan saat ini.

Terkadang, kita perlu berani untuk tidak disukai. Sehingga, pikiran akan terhindar dari bagaimana ekspektasi orang lain terhadap diri sendiri, yang mungkin saja timbul dari overthinking tersebut.

Dan, saya rasa, kita tidak perlu memenuhi segala ekspektasi kehidupan yang ada—karena itu bukan tugas yang harus dilakukan. Berjalanlah sesuai dengan apa yang diinginkan dan lakukan dengan baik, tanpa bertumpu pada hasil yang akan didapatkan.[T]

Penulis adalah mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja. Sedang menjalani Praktek Kerja Lapangan (PKL) di tatkala.co.

Gangguan Jiwa, “Bebainan”, dan Hal-hal Lain yang Tak Usah Disembunyikan
“Schizophrenia”, Jiwa yang Entah, Proses yang Betah – Sejumlah Catatan Sebelum Pentas
Kekerasan dan Kesehatan Jiwa Masyarakat Bali

“The Marginalist”: Pameran Foto dan Diskusi ODGJ, Mental Health, dan Advokasi Kaum Marginal
Tags: kejiwaankesehatan jiwakesehatan mentaltips
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tabuh Rekonstruksi Karya I Wayan Lotring dalam Parade Palegongan Klasik Duta Badung dan Gianyar

Next Post

Ada Permainan Tajog, Deduplak, dan Terompah dalam Jantra Tradisi Bali

Kadek Sri Widiastuti

Kadek Sri Widiastuti

Lahir di Singaraja, tahun 2002. Saat ini sedang menempuh pendidikan di STAH N Mpu Kuturan Singaraja, Program Studi Ilmu Komunikasi

Related Posts

Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan

by Doni Sugiarto Wijaya
September 24, 2026
0
Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan

SERINGKALI orang orang memulai suatu kebijakan berdasarkan aspirasi normative dan ideologi. Dimana yang menjadi fokus utama adalah bagaimana penerapan ini...

Read moreDetails

Takut Korupsi? Kayak Anak Kecil Aja

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BELAKANGAN ini banyak berita soal korupsi yang membuat khawatir. Kalau KPK sukses menangkapi oknum yang melanggar hukum maka korupsi sudah...

Read moreDetails

Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik

by Gema Pertiwi
September 22, 2026
0
Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik

KONTEN mindfulness dari Maudy Ayunda yang mengajak masyarakat menata respons emosional di tengah maraknya berita buruk memicu gelombang kritik netizen....

Read moreDetails

Membaca Tanda: Kijang Berkelana di Tengah Kebun Kopi Warga

by I Ketut Suar Adnyana
September 22, 2026
0
Membaca Tanda: Kijang Berkelana di Tengah Kebun Kopi Warga

SUASANA pagi hari di kebun di Desa Pucaksari, Kecamatan Busungbiu, Buleleng diwarnai oleh suara burung, embun yang masih menggantung di...

Read moreDetails

Merenungkan Kembali Suka-Duka-Lara-Pati

by Angga Wijaya
September 22, 2026
0
Merenungkan Kembali Suka-Duka-Lara-Pati

SEJAK menjalani pengobatan kanker kelenjar getah bening, rumah sakit menjadi tempat yang lebih sering saya datangi. Saya duduk di ruang...

Read moreDetails

Bahasa Penjilat: Komunikasi dan Relasi Kuasa dalam Politik

by Chusmeru
September 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

KOMUNIKASI semestinya mampu menjadi jembatan untuk menyampaikan kebenaran. Namun dalam politik, komunikasi kerap berubah fungsi. Ia bukan lagi sarana untuk...

Read moreDetails

Sepeda Motor Bekas Sudah Cukup

by Angga Wijaya
September 21, 2026
0
Telenovela

ADA masa ketika sepeda motor bukan sekadar kendaraan. Ia bisa menjadi tanda keberhasilan, simbol kemampuan ekonomi, bahkan pengumuman diam-diam tentang...

Read moreDetails

Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire

by I Kadek Adhi Dwipayana
September 21, 2026
0
Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire

PENDIDIKAN terlalu sering kita pahami sebatas kegiatan mengajar. Guru menjelaskan, siswa mendengarkan, mengerjakan tugas, dan mengikuti ujian. Keberhasilan belajar pun...

Read moreDetails

Kolaborasi Tari Sanghyang Jaran dengan Genjek

by I Nyoman Tingkat
September 20, 2026
0
Kolaborasi Tari Sanghyang Jaran dengan Genjek

WALAUPUN Desa Adat Kutuh di wilayah Kuta Selatan termasuk desa kecil, desa ini memiliki pagar spiritual di setiap tapal batasnya...

Read moreDetails

PEMIMPIN SAKIT JIWA MENURUT HINDU DHARMA

by Sugi Lanus
September 20, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian, 20 September 2026 * Vāk-Pāruṣya (Sanskerta: वाक्पारुष्य) secara harfiah diterjemahkan sebagai "kekerasan verbal", "kata-kata kasar",...

Read moreDetails
Next Post
Ada Permainan Tajog, Deduplak, dan Terompah dalam Jantra Tradisi Bali

Ada Permainan Tajog, Deduplak, dan Terompah dalam Jantra Tradisi Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan
Esai

Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan

SERINGKALI orang orang memulai suatu kebijakan berdasarkan aspirasi normative dan ideologi. Dimana yang menjadi fokus utama adalah bagaimana penerapan ini...

by Doni Sugiarto Wijaya
September 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Takut Korupsi? Kayak Anak Kecil Aja

BELAKANGAN ini banyak berita soal korupsi yang membuat khawatir. Kalau KPK sukses menangkapi oknum yang melanggar hukum maka korupsi sudah...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 24, 2026
Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12
Ulas Film

Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12

SAYA saya masih duduk di bangku SMP, saya pernah bertanya pada diri sendiri, “Apa yang akan terjadi jika saya bisa...

by Yoga Wismantara
September 24, 2026
Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998
Ulas Film

Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998

PERKEMBANGAN ekonomi dalam masyarakat biasanya memicu berbagai perubahan pada pasar yang kemudian berdampak pada kehidupan masyarakat dan lingkungan di sekitarnya....

by Arya Dhamma Nanda
September 24, 2026
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar
Khas

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

by Jaswanto
September 24, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia
Budaya

Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

DENPASAR | TATKALA.CO -- Gastronomi Prancis dan Indonesia akan bertemu di Bali melalui rangkaian kegiatan Rendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week...

by tatkala
September 23, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
Tut Karben Raih Suara Terbanyak di Pilkel Guwang, Gagasan Kini Menanti Pembuktian
Politik

Tut Karben Raih Suara Terbanyak di Pilkel Guwang, Gagasan Kini Menanti Pembuktian

PEMILIHAN Perbekel Desa Guwang 2026 telah usai. I Ketut Karben Wardana meraih suara terbanyak dalam pemungutan suara yang berlangsung pada...

by Dede Putra Wiguna
September 23, 2026
Sari Pati yang Tinggal di Kanvas, Ketika Perempuan Membawa Semesta di Dalam Dirinya —Membaca Dunia Imajinasi, Alam, Ingatan, dan Spiritualitas dalam Lukisan Surealisme Dekoratif
Ulas Rupa

Sari Pati yang Tinggal di Kanvas, Ketika Perempuan Membawa Semesta di Dalam Dirinya —Membaca Dunia Imajinasi, Alam, Ingatan, dan Spiritualitas dalam Lukisan Surealisme Dekoratif

Datang Setelah Riuh Saya datang ketika riuh telah selesai. Pameran telah usai dibuka, sebagian pengunjung mulai beranjak, percakapan telah menemukan...

by Emi Suy
September 23, 2026
Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik
Esai

Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik

KONTEN mindfulness dari Maudy Ayunda yang mengajak masyarakat menata respons emosional di tengah maraknya berita buruk memicu gelombang kritik netizen....

by Gema Pertiwi
September 22, 2026
Jelang Album “Raja Pasir”, Jangar Lepas “K3” dan “Waktu”
Pop

Jelang Album “Raja Pasir”, Jangar Lepas “K3” dan “Waktu”

SETELAH merilis single “Air Keras”, Jangar melanjutkan perjalanan menuju album penuh kedua mereka, Raja Pasir, dengan melepas dua lagu sekaligus,...

by Dede Putra Wiguna
September 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co