17 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kekerasan dan Kesehatan Jiwa Masyarakat Bali

dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ by dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ
October 30, 2020
in Esai
Ketidakpastian Pandemi: Dukungan Psikososial Vs Teori Konspirasi

Ilustrasi tatkala.co | Nana Partha

Beberapa hari terakhir di Bali masyarakat ditunjukkan fenomena-fenomena kekerasan dan agresivitas yang terjadi, dengan aksi dan reaksi yang beragam. Dari sejak demonstrasi yang mengarah pada kekerasan beberapa pekan lalu dan belum pernah terjadi di Bali sebelumnya.

Aksi demonstrasi tersebut disertai aksi pelemparan yang dibalas tindakan tegas aparat pengamanan sebagai respon atas apa yang dilakukan pendemo. Hal itu ditunjukkan secara langsung di video-video atau gambar-gambar di media sosial.

Sebelumnya, banyak juga kita baca tentang kriminalitas yang terjadi beberapa bulan terakhir di masa pandemi yang lebih sering terjadi bila dibandingkan masa sebelum pandemi. Keadaan terkini, beberapa hari yang lalu ada tindakan pemukulan terhadap anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Bali yang dipicu oleh kontroversi ujaran-ujaran yang menurut sejumlah masyarakat Bali adalah  penghinaan dan kebencian.

Dan terjadilah respon seperti kita saksikan dalam video yang banyak tersebar di media massa, dengan tanggapan beragam. Ada yang mengecam secara halus, ada juga yang mengecam dengan cara yang cukup keras, dengan kata-kata berupa kebencian. Ada juga yang cukup unik, justru merayakan kekerasan itu sebagai hal yang lucu.

Saya tentu tidak akan mengupas bagaimana latar belakang hal tersebut secara sosial karena tidak mempunyai kompetensi di bidang ilmu sosial. Tetapi, saya ingin mengupasnya dari sudut kesehatan mental karena latar belakang saya adalah profesional di bidang kesehatan mental.

Sebenarnya apa yang terjadi dalam otak kita ketika ada perilaku agresif atau violence (kekerasan)? Sebenarnya ada dua regulasi yang terjadi di dalam otak kita yang mempengaruhi tindakan agresif atau kekerasan. Yang pertama adalah mekanisme top down atau sesuatu yang mengatur otak kita untuk bisa menenteramkan atau mencegah terjadinya kekerasan.

Bagian otak yang bertanggung jawab terhadap top down dan agresivitas adalah bagian frontal, utamanya korteks orbito frontal. Di sini kita menggunakan kemampuan dalam hal merencanakan, mengatur respon kita terhadap suatu emosi primer,misalnya sedih, lelah, capek, frustrasi, kesal dan sebagainya.

Ada juga zat-zat kimia yang berpengaruh pada regulasi ini, misalnya serotonin dan dopamine. Pada serotonin yang rendah pada otak kita, atau peningkatan dopamine pada bagian otak ini akan membuat seseorang mudah marah, melakukan kekerasan, dan tidak ada kendali pada emosinya.

Mekanisme kedua dalam otak kita yang bertangggung jawab terhadap terjadinya agresivitas adalah mekanisme drive up atau sesuatu yang menyebabkan dan menimbulkan terjadinya kekerasan yaitu bagian otak di limbik sistem, utamanya adalah amigdala dan insula.

Bagian otak ini berpengaruh dalam hal ambang frustrasi, kecemasan dan sebagainya. Ketika bagian ini terlalu sensitif, yang berhubungan dengan kadar zat kimia Gamma Amino Butiric  Acid (GABBA) yang rendah maka maka akan terjadi luapan emosi dan rasa frustasi yang tidak tertahankan.

Jadi sebenarnya rasa marah dan kekerasan bukanlah sesuatu yang otomatis terjadi, tetapi ada kaitannya dengan keadaan-keadaaan keseimbangan zat kimia di dalam otak. Lalu apa yang menyebabkan terjadinya perubahan di dalam otak kita? Beberapa hal terkait dengan hal itu misalnya paparan berita kekerasan.

Semakin sering seseorang terpapar; membaca, melihat, atau menonton suatu kekerasan di masyarakat, apalagi dibiarkan, artinya yang melakukan hal tersebut tidak mendapat konsekuensi, misalnya para pejabat yang melakukan kekerasan namun perkaranya tidak dimasukkan dalam proses hukum entah karena berbagai sebab.

Hal lainnya, tayangan-tayangan kekerasan di televisi; perusakan, pemukulan apalagi tayangan itu dilakukan secara berulang tanpa penjelasan yang tepat dari berbagai bidang, itu justru akan memberikan perubahan di dalam otak kita menjadi lebih agresif. Selain paparan informasi dan tayangan, ujaran-ujaran kebencian  terutama di media sosial itu juga akan memberikan learning theory kepada otak kita, bahwa hal-hal itu adalah sah untuk dilakukan.

Kemudian ada juga tipikal-tipikal sesuatu hal yang menciptakan kekerasan dalam masyarakat yaitu ucapan-ucapan yang menyinggung suatu kepercayaan atau sesuatu yang sangat diyakini masyarakat. Menyinggung harga diri adalah hal yang sangat mudah memicu terjadinya kekerasan.

Makin sempitnya ruang-ruang dialog yang matang sebagai orang dewasa dimana dialog bukan hanya menjadi tontonan ataupun menambah pencitraan tetapi memang untuk saling bisa memahami. Ketika ruang-ruang seperti ini makin berkurang, tentu saja akan juga memicu terjadinya kekerasan. Penting sekali bagaimana ruang dialog bukan hanya sebuah action, sebuah pencitraan, sebuah pembenaran, ataupun sebuah klarifikasi dari ucapan-ucapan yang bertentangan satu sama lain.

Ketika ruang dialog hanya menjadi panggung sandiwara, itu juga akan menciptakan suasana psikologi masyarakat makin agresif. Juga, riwayat kekerasan yang terjadi di masa lalu pada seseorang atau sebuah komunitas masyarakat juga sangat berpengaruh.

Dalam konteks Bali, tentu kita masih ingat kekerasan terjadi secara masif di tahun 1965-1966 ketika konflik antar warga, pemberantasan orang-orang yang dituduh berafiliasi dengan Partai Komunitas Indonesia (PKI)  yang berujung pada pembunuhan massal tanpa proses peradilan dan hukum sangat membekas di ingatan masyarakat Bali.

Selain itu, kekerasan juga bisa dipicu oleh kondisi-kondisi gangguan kejiwaan, misalnya pengaruh narkotika dan psikotropika pada otak kita. Penyalahgunaan narkoba juga sangat mempengaruhi ambang frustasi dan kendali terhadap agresivitas kita.

Faktor lain yang mempengaruhi agresivitas adalah stres yang terjadi di masyarakat apakah karena masalah ekonomi, masalah sosial terutama himpitan ekonomi sangat berpengaruh terhadap kerentanan menjadi agresif dan mudah marah.

Termasuk juga gangguan-gangguan kesehatan mental lainnya, misalnya psikotik dan depresi ataupun kekerasan yang terjadi pada masa remaja. Kondisi-kondisi seperti Conduct Disorder, gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktif yang tidak tertangani itu juga bisa memicu terjadinya kecenderungan melakukan kekerasan di usia remaja. Misalnya pada korban bullying dulu pernah mengalami kekerasan maka kemungkinan juga melakukan kekerasan di usia dewasa akan makin meningkat.

Marilah kita mulai dari diri sendiri, di masyarakat kita lebih banyak menguatkan diri kita, bukan dengan mengeluarkan istilah-istilah kebencian bagi sekelompok golongan lain yang kita anggap bertentangan dengan kepentingan kita. Istilah-istilah “dauh tukad”, “dangin tukad” untuk menyitir kelompok masyarakat yang kita tidak sukai itupun perlu dipahami secara bawah sadar juga bisa menanamkan kebencian di dalam pikiran kita.

Marilah kita menjadikan momen ini sebagai suatu kesempatan untuk mawas diri, menilai dan memperbaiki diri kita bahkan sebelum kerusakan itu terjadi. Apabila ada anggota keluarga kita yang secara konstan sering agresif, marah bahkan tanpa pemicu yang jelas ada baiknya segera berkonsultasi ke profesional kesehatan mental seperti psikiater.

Mudah-mudahan tulisan ini bisa menjadi cermin bagi kita untuk memperbaiki diri dan senantiasa menjadi mantap jiwa sampai semua keadaan di masa pandemi ini bisa pulih seperti sediakala. Salam mantap jiwa.

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Solilokui Jengki Dirayakan di JKP, 24 Oktober 2020

Next Post

FSBJ II Tahun 2020 : Seni Virtual, Candika Jiwa, dan Puitika Atma Kerthi

dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ

dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ

Psikiater di Klinik Utama Sudirman Medical Center (SMC) Denpasar, Founder Rumah Berdaya, Pegiat kesehatan jiwa di Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (KPSI) simpul Bali dan Komunitas Teman Baik

Related Posts

Bali Dilucuti Berkali-kali: Dari Krisis Moneter hingga Krisis Bahan Bakar

by Pande Susan
October 17, 2026
0
Bali Dilucuti Berkali-kali: Dari Krisis Moneter hingga Krisis Bahan Bakar

SUASANA di sekitar Lapangan Puputan padat seperti biasa ketika saya dan rekan-rekan tim lainnya mengakhiri tugas di salah satu kawasan...

Read moreDetails

Krisis BBM dan Ujian Transportasi Publik Bali

by Angga Wijaya
October 17, 2026
0
Krisis BBM dan Ujian Transportasi Publik Bali

Ada yang berbeda dari jalanan Denpasar pada pertengahan Oktober ini. Jalan-jalan yang biasanya dipenuhi sepeda motor dan mobil terlihat lebih...

Read moreDetails

Mekemit di SPBU: Parodi Kehidupan Orang Bali dalam Antrean BBM

by I Wayan Artika
October 16, 2026
0
Mekemit di SPBU: Parodi Kehidupan Orang Bali dalam Antrean BBM

LIMA hari sudah antrean kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) memenuhi SPBU di Pulau Bali. Antrean itu tidak hanya...

Read moreDetails

Ketika BBM Mengusik Kebutuhan Dasar: Membaca Bali dari Kaca Mata Maslow

by I Kadek Adhi Dwipayana
October 16, 2026
0
Ketika BBM Mengusik Kebutuhan Dasar: Membaca Bali dari Kaca Mata Maslow

BAYANGKAN seorang tenaga medis yang baru saja menerima panggilan darurat. Seorang pasien membutuhkan pertolongan segera dan sudah terbaring di meja...

Read moreDetails

Mengantre Bensin, Merayakan Kekalahan

by Dede Putra Wiguna
October 16, 2026
0
Mengantre Bensin, Merayakan Kekalahan

ADA kejanggalan ketika mendapatkan bensin harus dirayakan sebagai sebuah kemenangan. Warga rela mengantre berjam-jam, menanti hingga dini hari, bahkan mengorbankan...

Read moreDetails

Selembar Kain di Antara Aku dan Dunia: Ritual Menutup Gorden Ketika Senja

by Tri Nugroho Adi
October 16, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Ada sebuah tindakan kecil yang hampir selalu kita lakukan tanpa pernah bertanya mengapa. Ketika sore mulai turun, cahaya matahari perlahan...

Read moreDetails

Bali Ketergantungan Kendaraan Pribadi

by Angga Wijaya
October 13, 2026
0
Bali Ketergantungan Kendaraan Pribadi

Pagi ini, Selasa, 13 Oktober 2026, saya ikut mengantre bensin. Bukan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), melainkan di...

Read moreDetails

Panggung Megah, Akar Goyah — Ketika Festival Seni Tidak Cukup Hanya Menjadi Tontonan, Tetapi Harus Meninggalkan Ingatan, Identitas, dan Pertanyaan Tentang Masa Depan Kebudayaan

by I Gusti Made Darma Putra
October 12, 2026
0
Arsip Visual Ada, Arsip Pemikiran Tiada

SAYA merindukan sebuah festival seni dan budaya. Bukan semata-mata karena kemeriahannya, kerinduan saya justru tertuju pada sesuatu yang mungkin semakin...

Read moreDetails

Jangan Jadikan Tinggal Kelas sebagai Hukuman —Menguji Keseriusan Negara Memperbaiki Kualitas Pendidikan

by I Ketut Suar Adnyana
October 12, 2026
0
Jangan Jadikan Tinggal Kelas sebagai Hukuman —Menguji Keseriusan Negara Memperbaiki Kualitas Pendidikan

ADA satu pertanyaan mendasar yang seharusnya diajukan sebelum pemerintah memutuskan bahwa mulai 2027 siswa tidak lagi otomatis naik kelas: ketika...

Read moreDetails

Dalang di Antara Dirinya dan Tokohnya: Sebuah Pembacaan Teatrikal Atas Dialog dengan Sanghyang Kala

by I Gusti Made Darma Putra
October 12, 2026
0
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh

ADA sebuah momentum dalam kisah Sapuh Leger yang bagi saya selalu terasa ganjil, menegangkan, sekaligus sangat teatrikal yaitu ketika sang...

Read moreDetails
Next Post
FSBJ II Tahun 2020 : Seni Virtual, Candika Jiwa, dan Puitika Atma Kerthi

FSBJ II Tahun 2020 : Seni Virtual, Candika Jiwa, dan Puitika Atma Kerthi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Bali Dilucuti Berkali-kali: Dari Krisis Moneter hingga Krisis Bahan Bakar
Esai

Bali Dilucuti Berkali-kali: Dari Krisis Moneter hingga Krisis Bahan Bakar

SUASANA di sekitar Lapangan Puputan padat seperti biasa ketika saya dan rekan-rekan tim lainnya mengakhiri tugas di salah satu kawasan...

by Pande Susan
October 17, 2026
Krisis BBM dan Ujian Transportasi Publik Bali
Esai

Krisis BBM dan Ujian Transportasi Publik Bali

Ada yang berbeda dari jalanan Denpasar pada pertengahan Oktober ini. Jalan-jalan yang biasanya dipenuhi sepeda motor dan mobil terlihat lebih...

by Angga Wijaya
October 17, 2026
Panduan Lumut — Untuk Manusia yang Terlalu Banyak Berpikir
Buku Tatkala

Panduan Lumut — Untuk Manusia yang Terlalu Banyak Berpikir

Judul: Panduan Lumut -- Untuk Manusia yang Terlalu Banyak Berpikir Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Putri Wijaya ISBN: Masih...

by Buku Tatkala
October 17, 2026
Mekemit di SPBU: Parodi Kehidupan Orang Bali dalam Antrean BBM
Esai

Mekemit di SPBU: Parodi Kehidupan Orang Bali dalam Antrean BBM

LIMA hari sudah antrean kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) memenuhi SPBU di Pulau Bali. Antrean itu tidak hanya...

by I Wayan Artika
October 16, 2026
Ketika BBM Mengusik Kebutuhan Dasar: Membaca Bali dari Kaca Mata Maslow
Esai

Ketika BBM Mengusik Kebutuhan Dasar: Membaca Bali dari Kaca Mata Maslow

BAYANGKAN seorang tenaga medis yang baru saja menerima panggilan darurat. Seorang pasien membutuhkan pertolongan segera dan sudah terbaring di meja...

by I Kadek Adhi Dwipayana
October 16, 2026
Mengantre Bensin, Merayakan Kekalahan
Esai

Mengantre Bensin, Merayakan Kekalahan

ADA kejanggalan ketika mendapatkan bensin harus dirayakan sebagai sebuah kemenangan. Warga rela mengantre berjam-jam, menanti hingga dini hari, bahkan mengorbankan...

by Dede Putra Wiguna
October 16, 2026
Dari “Panic Buying” hingga “Maborbor”: Cerita Bahasa di Balik Antrean BBM Bali
Bahasa

Dari “Panic Buying” hingga “Maborbor”: Cerita Bahasa di Balik Antrean BBM Bali

SECARA pribadi, saya sebisa mungkin menghindari antrean BBM di Bali saat ini. Saya pernah berada di posisi itu dahulu, dan...

by I Made Sudiana
October 16, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Selembar Kain di Antara Aku dan Dunia: Ritual Menutup Gorden Ketika Senja

Ada sebuah tindakan kecil yang hampir selalu kita lakukan tanpa pernah bertanya mengapa. Ketika sore mulai turun, cahaya matahari perlahan...

by Tri Nugroho Adi
October 16, 2026
Hukum Tanah Air Bali
Buku Tatkala

Hukum Tanah Air Bali

Judul: Hukum Tanah Air Bali Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: I Made Pria Dharsana ISBN: Masih dalam proses Tebal:...

by Buku Tatkala
October 17, 2026
Meninggal Seperti Pepes Ikan
Fiksi

Kemping yang Mencekam

LIBUR semester telah tiba. Mahasiswa dan anak sekolah dapat bersantai. Agung Santoso berencana memanfaatkan libur itu bersama keluarga. Ia ingin...

by Chusmeru
October 15, 2026
𝐌𝐄𝐍𝐓𝐄𝐑𝐈 𝐋𝐔𝐀𝐑 𝐍𝐄𝐆𝐄𝐑𝐈 𝐈𝐍𝐃𝐈𝐀 𝐁𝐔𝐊𝐀 𝐏𝐀𝐌𝐄𝐑𝐀𝐍 𝐋𝐎𝐍𝐓𝐀𝐑 𝐁𝐀𝐋𝐈
Pameran

𝐌𝐄𝐍𝐓𝐄𝐑𝐈 𝐋𝐔𝐀𝐑 𝐍𝐄𝐆𝐄𝐑𝐈 𝐈𝐍𝐃𝐈𝐀 𝐁𝐔𝐊𝐀 𝐏𝐀𝐌𝐄𝐑𝐀𝐍 𝐋𝐎𝐍𝐓𝐀𝐑 𝐁𝐀𝐋𝐈

Menteri Luar Negeri India, 𝐃𝐫. 𝐒. 𝐉𝐚𝐢𝐬𝐡𝐚𝐧𝐤𝐚𝐫, 12 Oktober 2026, membuka pameran 𝑁𝑖𝑟ā𝑚𝑎𝑦ā𝑡𝑎: 𝐻𝑒𝑎𝑙𝑖𝑛𝑔 𝑎𝑛𝑑 𝑊𝑒𝑙𝑙𝑏𝑒𝑖𝑛𝑔 𝑖𝑛 𝑆𝑜𝑢𝑡ℎ 𝐴𝑠𝑖𝑎𝑛 𝑇𝑒𝑥𝑡𝑠...

by tatkala
October 14, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Perjanjian Kawin Campuran dan Hak Mewaris: Ketika Pisah Harta Berhadapan dengan Hak Pasangan yang Ditinggalkan

PERJANJIAN perkawinan dibuat untuk memberikan kepastian hukum atas harta suami dan istri. Namun, bagaimana jika kesepakatan pisah harta yang semula...

by I Made Pria Dharsana
October 14, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co