25 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kekerasan dan Kesehatan Jiwa Masyarakat Bali

dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ by dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ
October 30, 2020
in Esai
Ketidakpastian Pandemi: Dukungan Psikososial Vs Teori Konspirasi

Ilustrasi tatkala.co | Nana Partha

Beberapa hari terakhir di Bali masyarakat ditunjukkan fenomena-fenomena kekerasan dan agresivitas yang terjadi, dengan aksi dan reaksi yang beragam. Dari sejak demonstrasi yang mengarah pada kekerasan beberapa pekan lalu dan belum pernah terjadi di Bali sebelumnya.

Aksi demonstrasi tersebut disertai aksi pelemparan yang dibalas tindakan tegas aparat pengamanan sebagai respon atas apa yang dilakukan pendemo. Hal itu ditunjukkan secara langsung di video-video atau gambar-gambar di media sosial.

Sebelumnya, banyak juga kita baca tentang kriminalitas yang terjadi beberapa bulan terakhir di masa pandemi yang lebih sering terjadi bila dibandingkan masa sebelum pandemi. Keadaan terkini, beberapa hari yang lalu ada tindakan pemukulan terhadap anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Bali yang dipicu oleh kontroversi ujaran-ujaran yang menurut sejumlah masyarakat Bali adalah  penghinaan dan kebencian.

Dan terjadilah respon seperti kita saksikan dalam video yang banyak tersebar di media massa, dengan tanggapan beragam. Ada yang mengecam secara halus, ada juga yang mengecam dengan cara yang cukup keras, dengan kata-kata berupa kebencian. Ada juga yang cukup unik, justru merayakan kekerasan itu sebagai hal yang lucu.

Saya tentu tidak akan mengupas bagaimana latar belakang hal tersebut secara sosial karena tidak mempunyai kompetensi di bidang ilmu sosial. Tetapi, saya ingin mengupasnya dari sudut kesehatan mental karena latar belakang saya adalah profesional di bidang kesehatan mental.

Sebenarnya apa yang terjadi dalam otak kita ketika ada perilaku agresif atau violence (kekerasan)? Sebenarnya ada dua regulasi yang terjadi di dalam otak kita yang mempengaruhi tindakan agresif atau kekerasan. Yang pertama adalah mekanisme top down atau sesuatu yang mengatur otak kita untuk bisa menenteramkan atau mencegah terjadinya kekerasan.

Bagian otak yang bertanggung jawab terhadap top down dan agresivitas adalah bagian frontal, utamanya korteks orbito frontal. Di sini kita menggunakan kemampuan dalam hal merencanakan, mengatur respon kita terhadap suatu emosi primer,misalnya sedih, lelah, capek, frustrasi, kesal dan sebagainya.

Ada juga zat-zat kimia yang berpengaruh pada regulasi ini, misalnya serotonin dan dopamine. Pada serotonin yang rendah pada otak kita, atau peningkatan dopamine pada bagian otak ini akan membuat seseorang mudah marah, melakukan kekerasan, dan tidak ada kendali pada emosinya.

Mekanisme kedua dalam otak kita yang bertangggung jawab terhadap terjadinya agresivitas adalah mekanisme drive up atau sesuatu yang menyebabkan dan menimbulkan terjadinya kekerasan yaitu bagian otak di limbik sistem, utamanya adalah amigdala dan insula.

Bagian otak ini berpengaruh dalam hal ambang frustrasi, kecemasan dan sebagainya. Ketika bagian ini terlalu sensitif, yang berhubungan dengan kadar zat kimia Gamma Amino Butiric  Acid (GABBA) yang rendah maka maka akan terjadi luapan emosi dan rasa frustasi yang tidak tertahankan.

Jadi sebenarnya rasa marah dan kekerasan bukanlah sesuatu yang otomatis terjadi, tetapi ada kaitannya dengan keadaan-keadaaan keseimbangan zat kimia di dalam otak. Lalu apa yang menyebabkan terjadinya perubahan di dalam otak kita? Beberapa hal terkait dengan hal itu misalnya paparan berita kekerasan.

Semakin sering seseorang terpapar; membaca, melihat, atau menonton suatu kekerasan di masyarakat, apalagi dibiarkan, artinya yang melakukan hal tersebut tidak mendapat konsekuensi, misalnya para pejabat yang melakukan kekerasan namun perkaranya tidak dimasukkan dalam proses hukum entah karena berbagai sebab.

Hal lainnya, tayangan-tayangan kekerasan di televisi; perusakan, pemukulan apalagi tayangan itu dilakukan secara berulang tanpa penjelasan yang tepat dari berbagai bidang, itu justru akan memberikan perubahan di dalam otak kita menjadi lebih agresif. Selain paparan informasi dan tayangan, ujaran-ujaran kebencian  terutama di media sosial itu juga akan memberikan learning theory kepada otak kita, bahwa hal-hal itu adalah sah untuk dilakukan.

Kemudian ada juga tipikal-tipikal sesuatu hal yang menciptakan kekerasan dalam masyarakat yaitu ucapan-ucapan yang menyinggung suatu kepercayaan atau sesuatu yang sangat diyakini masyarakat. Menyinggung harga diri adalah hal yang sangat mudah memicu terjadinya kekerasan.

Makin sempitnya ruang-ruang dialog yang matang sebagai orang dewasa dimana dialog bukan hanya menjadi tontonan ataupun menambah pencitraan tetapi memang untuk saling bisa memahami. Ketika ruang-ruang seperti ini makin berkurang, tentu saja akan juga memicu terjadinya kekerasan. Penting sekali bagaimana ruang dialog bukan hanya sebuah action, sebuah pencitraan, sebuah pembenaran, ataupun sebuah klarifikasi dari ucapan-ucapan yang bertentangan satu sama lain.

Ketika ruang dialog hanya menjadi panggung sandiwara, itu juga akan menciptakan suasana psikologi masyarakat makin agresif. Juga, riwayat kekerasan yang terjadi di masa lalu pada seseorang atau sebuah komunitas masyarakat juga sangat berpengaruh.

Dalam konteks Bali, tentu kita masih ingat kekerasan terjadi secara masif di tahun 1965-1966 ketika konflik antar warga, pemberantasan orang-orang yang dituduh berafiliasi dengan Partai Komunitas Indonesia (PKI)  yang berujung pada pembunuhan massal tanpa proses peradilan dan hukum sangat membekas di ingatan masyarakat Bali.

Selain itu, kekerasan juga bisa dipicu oleh kondisi-kondisi gangguan kejiwaan, misalnya pengaruh narkotika dan psikotropika pada otak kita. Penyalahgunaan narkoba juga sangat mempengaruhi ambang frustasi dan kendali terhadap agresivitas kita.

Faktor lain yang mempengaruhi agresivitas adalah stres yang terjadi di masyarakat apakah karena masalah ekonomi, masalah sosial terutama himpitan ekonomi sangat berpengaruh terhadap kerentanan menjadi agresif dan mudah marah.

Termasuk juga gangguan-gangguan kesehatan mental lainnya, misalnya psikotik dan depresi ataupun kekerasan yang terjadi pada masa remaja. Kondisi-kondisi seperti Conduct Disorder, gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktif yang tidak tertangani itu juga bisa memicu terjadinya kecenderungan melakukan kekerasan di usia remaja. Misalnya pada korban bullying dulu pernah mengalami kekerasan maka kemungkinan juga melakukan kekerasan di usia dewasa akan makin meningkat.

Marilah kita mulai dari diri sendiri, di masyarakat kita lebih banyak menguatkan diri kita, bukan dengan mengeluarkan istilah-istilah kebencian bagi sekelompok golongan lain yang kita anggap bertentangan dengan kepentingan kita. Istilah-istilah “dauh tukad”, “dangin tukad” untuk menyitir kelompok masyarakat yang kita tidak sukai itupun perlu dipahami secara bawah sadar juga bisa menanamkan kebencian di dalam pikiran kita.

Marilah kita menjadikan momen ini sebagai suatu kesempatan untuk mawas diri, menilai dan memperbaiki diri kita bahkan sebelum kerusakan itu terjadi. Apabila ada anggota keluarga kita yang secara konstan sering agresif, marah bahkan tanpa pemicu yang jelas ada baiknya segera berkonsultasi ke profesional kesehatan mental seperti psikiater.

Mudah-mudahan tulisan ini bisa menjadi cermin bagi kita untuk memperbaiki diri dan senantiasa menjadi mantap jiwa sampai semua keadaan di masa pandemi ini bisa pulih seperti sediakala. Salam mantap jiwa.

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Solilokui Jengki Dirayakan di JKP, 24 Oktober 2020

Next Post

FSBJ II Tahun 2020 : Seni Virtual, Candika Jiwa, dan Puitika Atma Kerthi

dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ

dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ

Psikiater di Klinik Utama Sudirman Medical Center (SMC) Denpasar, Founder Rumah Berdaya, Pegiat kesehatan jiwa di Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (KPSI) simpul Bali dan Komunitas Teman Baik

Related Posts

Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan

by Doni Sugiarto Wijaya
September 24, 2026
0
Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan

SERINGKALI orang orang memulai suatu kebijakan berdasarkan aspirasi normative dan ideologi. Dimana yang menjadi fokus utama adalah bagaimana penerapan ini...

Read moreDetails

Takut Korupsi? Kayak Anak Kecil Aja

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BELAKANGAN ini banyak berita soal korupsi yang membuat khawatir. Kalau KPK sukses menangkapi oknum yang melanggar hukum maka korupsi sudah...

Read moreDetails

Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik

by Gema Pertiwi
September 22, 2026
0
Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik

KONTEN mindfulness dari Maudy Ayunda yang mengajak masyarakat menata respons emosional di tengah maraknya berita buruk memicu gelombang kritik netizen....

Read moreDetails

Membaca Tanda: Kijang Berkelana di Tengah Kebun Kopi Warga

by I Ketut Suar Adnyana
September 22, 2026
0
Membaca Tanda: Kijang Berkelana di Tengah Kebun Kopi Warga

SUASANA pagi hari di kebun di Desa Pucaksari, Kecamatan Busungbiu, Buleleng diwarnai oleh suara burung, embun yang masih menggantung di...

Read moreDetails

Merenungkan Kembali Suka-Duka-Lara-Pati

by Angga Wijaya
September 22, 2026
0
Merenungkan Kembali Suka-Duka-Lara-Pati

SEJAK menjalani pengobatan kanker kelenjar getah bening, rumah sakit menjadi tempat yang lebih sering saya datangi. Saya duduk di ruang...

Read moreDetails

Bahasa Penjilat: Komunikasi dan Relasi Kuasa dalam Politik

by Chusmeru
September 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

KOMUNIKASI semestinya mampu menjadi jembatan untuk menyampaikan kebenaran. Namun dalam politik, komunikasi kerap berubah fungsi. Ia bukan lagi sarana untuk...

Read moreDetails

Sepeda Motor Bekas Sudah Cukup

by Angga Wijaya
September 21, 2026
0
Telenovela

ADA masa ketika sepeda motor bukan sekadar kendaraan. Ia bisa menjadi tanda keberhasilan, simbol kemampuan ekonomi, bahkan pengumuman diam-diam tentang...

Read moreDetails

Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire

by I Kadek Adhi Dwipayana
September 21, 2026
0
Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire

PENDIDIKAN terlalu sering kita pahami sebatas kegiatan mengajar. Guru menjelaskan, siswa mendengarkan, mengerjakan tugas, dan mengikuti ujian. Keberhasilan belajar pun...

Read moreDetails

Kolaborasi Tari Sanghyang Jaran dengan Genjek

by I Nyoman Tingkat
September 20, 2026
0
Kolaborasi Tari Sanghyang Jaran dengan Genjek

WALAUPUN Desa Adat Kutuh di wilayah Kuta Selatan termasuk desa kecil, desa ini memiliki pagar spiritual di setiap tapal batasnya...

Read moreDetails

PEMIMPIN SAKIT JIWA MENURUT HINDU DHARMA

by Sugi Lanus
September 20, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian, 20 September 2026 * Vāk-Pāruṣya (Sanskerta: वाक्पारुष्य) secara harfiah diterjemahkan sebagai "kekerasan verbal", "kata-kata kasar",...

Read moreDetails
Next Post
FSBJ II Tahun 2020 : Seni Virtual, Candika Jiwa, dan Puitika Atma Kerthi

FSBJ II Tahun 2020 : Seni Virtual, Candika Jiwa, dan Puitika Atma Kerthi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan
Esai

Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan

SERINGKALI orang orang memulai suatu kebijakan berdasarkan aspirasi normative dan ideologi. Dimana yang menjadi fokus utama adalah bagaimana penerapan ini...

by Doni Sugiarto Wijaya
September 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Takut Korupsi? Kayak Anak Kecil Aja

BELAKANGAN ini banyak berita soal korupsi yang membuat khawatir. Kalau KPK sukses menangkapi oknum yang melanggar hukum maka korupsi sudah...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 24, 2026
Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12
Ulas Film

Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12

SAYA saya masih duduk di bangku SMP, saya pernah bertanya pada diri sendiri, “Apa yang akan terjadi jika saya bisa...

by Yoga Wismantara
September 24, 2026
Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998
Ulas Film

Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998

PERKEMBANGAN ekonomi dalam masyarakat biasanya memicu berbagai perubahan pada pasar yang kemudian berdampak pada kehidupan masyarakat dan lingkungan di sekitarnya....

by Arya Dhamma Nanda
September 24, 2026
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar
Khas

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

by Jaswanto
September 24, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia
Budaya

Rendez-vous Rasa 2026 Hadir di Bali, Perkuat Pertukaran Pengetahuan Gastronomi Prancis–Indonesia

DENPASAR | TATKALA.CO -- Gastronomi Prancis dan Indonesia akan bertemu di Bali melalui rangkaian kegiatan Rendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week...

by tatkala
September 23, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
Tut Karben Raih Suara Terbanyak di Pilkel Guwang, Gagasan Kini Menanti Pembuktian
Politik

Tut Karben Raih Suara Terbanyak di Pilkel Guwang, Gagasan Kini Menanti Pembuktian

PEMILIHAN Perbekel Desa Guwang 2026 telah usai. I Ketut Karben Wardana meraih suara terbanyak dalam pemungutan suara yang berlangsung pada...

by Dede Putra Wiguna
September 23, 2026
Sari Pati yang Tinggal di Kanvas, Ketika Perempuan Membawa Semesta di Dalam Dirinya —Membaca Dunia Imajinasi, Alam, Ingatan, dan Spiritualitas dalam Lukisan Surealisme Dekoratif
Ulas Rupa

Sari Pati yang Tinggal di Kanvas, Ketika Perempuan Membawa Semesta di Dalam Dirinya —Membaca Dunia Imajinasi, Alam, Ingatan, dan Spiritualitas dalam Lukisan Surealisme Dekoratif

Datang Setelah Riuh Saya datang ketika riuh telah selesai. Pameran telah usai dibuka, sebagian pengunjung mulai beranjak, percakapan telah menemukan...

by Emi Suy
September 23, 2026
Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik
Esai

Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik

KONTEN mindfulness dari Maudy Ayunda yang mengajak masyarakat menata respons emosional di tengah maraknya berita buruk memicu gelombang kritik netizen....

by Gema Pertiwi
September 22, 2026
Jelang Album “Raja Pasir”, Jangar Lepas “K3” dan “Waktu”
Pop

Jelang Album “Raja Pasir”, Jangar Lepas “K3” dan “Waktu”

SETELAH merilis single “Air Keras”, Jangar melanjutkan perjalanan menuju album penuh kedua mereka, Raja Pasir, dengan melepas dua lagu sekaligus,...

by Dede Putra Wiguna
September 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co