23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Screening Foto Cerita dari Selatan: Usaha untuk Menziarahi Kenangan | Catatan Tatkala May May May 2023

Kadek Sri Widiastuti by Kadek Sri Widiastuti
May 23, 2023
in Khas
Screening Foto Cerita dari Selatan: Usaha untuk Menziarahi Kenangan | Catatan Tatkala May May May 2023

Screening Foto Cerita dari Selatan | Foto: Dok, Tatkala.co

DOKUMENTASI memang hal penting untuk dilakukan. Melalui dokumentasi, entah video maupun gambar, akan dapat memberikan kenangan tersendiri kepada seseorang, jika suatu saat deretan gambar tersebut dilihat kembali. Maka, seseorang akan merasakan flashback ke situasi yang ada di gambar tersebut.

Hal demikian dituturkan oleh Bayu Wira Handyan, seorang Jurnalis Foto, dalam screening foto yang bertajuk Cerita dari Selatan, serangkaian acara Tatkala May May May 2023, Sabtu (20/05/2023) malam di Rumah Komunitas Mahima Jl. Pantai Indah III No.46 Singaraja.

Malam itu, Bayu, yang juga seorang jurnalis di RRI Singaraja, menyajikan empat fragmen foto dokumenter dengan judul: pertama, Three Weeks, Melancholia; kedua, Balap Jaran; ketiga, Bukan Pasar Malam; dan keempat, Cerita dari Selatan.

Bayu Wira Handyan (kanan) dan Jaswanto (kiri), saat sesi diskusi screening foto / Foto: Dok. Tatkala.co

Masing-masing fragmen memiliki makna masing-masing. Seperti foto-foto dalam Cerita dari Selatan, misalnya, yang menampilkan perubahan, perkembangan, dan pertumbuhan Kota Purworejo—kota kelahiran Bayu—yang berbeda. Atau foto-foto dalam Bukan Pasar Malam, yang kuat dengan nostalgia masa silam.

Dalam sesi diskusi, Bayu mengungkapkan, bahwa tujuan mendokumentasikan setiap momen bukan hanya sekadar iseng-iseng saja. Akan tetapi, ada niat yang tersirat di baliknya. “Suatu hari nanti, mungkin, kenangan-kenangan dari setiap foto tersebut dapat dinikmati kembali,” ujarnya.

Ya, ketika kita mendokumendasikan sesuatu hari ini dalam sebuah foto, misalnya, lima atau sepuluh tahun dari sekarang, hal itu sudah pasti akan berubah. “Maka dari itu, saya sangat senang membuat dokumentasi dari sesuatu yang saya kira ke depannya tidak dapat saya temui lagi. Dalam arti lain, sesuatu yang telah berubah dan tidak lagi sama,” ungkap Bayu.

Dengan melihat foto-foto yang  didokumentasikan dari masa lalu, tentu akan membuat seseorang merindukan masa-masa itu. Terlebih lagi jika momen tersebut mempunyai makna yang khusus dan menyangkut hal yang disukai. Pastinya, akan menimbulkan kesan tersendiri ketika melihatnya beberapa tahun, setelah foto tersebut diambil.

Mengabadikan sebuah momen dapat memberikan pembelajaran untuk menghargai setiap momen yang sudah berlalu. Sehingga, hal yang dirasa penting tidak dengan mudah terlupakan, karena sudah ada kenangan yang berupa gambar nyata.

Bagi sebagian orang, mungkin akan merasa lebih tenang ketika menghadapi suatu masalah dengan cara melihat kembali foto-foto dari masa lalunya. Euforia yang didapat dari gambar-gambar tersebut akan membangkitkan semangat dan motivasi yang ada di dalam dirinya.

Misalnya saja, foto masa kecil saat bermain bersama teman-teman, keluarga dan orang tersayang lainnya. Atau barangkali dengan melihat foto ketika sedang berlibur di beberapa tempat wisata dan taman bermain.

Nah, berbicara tentang mengabadikan momen, tentu, yang membedakan hasil jepretan foto adalah siapa orang yang berada di belakang layar.

Seorang fotografer memiliki ciri khasnya masing-masing jika dilihat dari hasil fotonya. Begitu juga dengan Bayu Wira Handyan, yang memiliki hal unik dalam setiap jepretan gambarnya, sehingga hal ini memberikan ciri khas tersendiri yang membedakan hasil karyanya dengan orang lain.

Hitam putih

Selama acara screening foto yang berlangsung malam itu, Bayu Wira menampilkan deretan foto yang semuanya berwarna hitam putih.

Hal ini menjadi sesuatu yang unik. Sehingga muncul beberapa pertanyaan di benak ketika melihat foto-foto tersebut. Apa sih alasan yang mendasari Bayu Wira untuk mengambil foto dengan warna hitam dan putih tersebut?

Yang pada dasarnya, kebanyakan orang, mungkin, akan lebih tertarik dengan gambar yang memiliki banyak warna di dalamnya. Selain itu mereka juga mungkin akan lebih cepat paham dengan gambar yang diambil tersebut.

“Tujuan dalam mengambil foto berwarna hitam putih ini adalah untuk mengajak orang lain meningkatkan kreatifitasnya sendiri dalam mengartikan setiap gambar yang ada, sehingga imajinasi orang yang melihat gambar tersebut dapat terpacu sendiri sesuai dengan warna-warna yang ada di pikirannya,” terang Bayu.

Foto hitam putih berbeda dengan foto yang memiliki banyak warna. Foto hitam putih lebih mampu menyampaikan kesan murni dan juga emosi yang sangat kuat, dari gambar yang ada di dalamnya.

Ketika melihat foto hitam putih, seseorang tidak akan terpaku pada warna asli dari gambar tersebut. Mereka bisa lebih leluasa dalam mengimajinasikan warna dari setiap komponen yang ada.

Selain itu, konsep foto hitam putih ini juga menyampaikan pesan terkait bagaimana seseorang mengalami buta warna (monokromatik dan achromotopsia) dalam melihat dunia. Di mana mereka hanya dapat melihat dunia dalam warna hitam, putih, dan abu-abu.

Dalam pengambilan foto hitam putih, ada beberapa hal yang menjadi perhatian lebih. Seperti misalnya, dengan menyeimbangkan elemen yang ada di dalam gambar, di antaranya: kontras, pencahayaan dan teksturnya.

Kontras yang tinggi akan menjadi hal yang sangat penting dalam foto hitam putih. Karena kontras yang tinggi akan lebih mempertajam hasil dari foto yang tidak berwarna.

Foto hitam putih juga bisa disebut sebagai foto monokrom, yang komposisi warnanya mengandung nuansa hitam, putih, dan abu-abu.

Mengabadikan momen dengan cara yang berbeda

Selain hasil fotonya yang memiliki nuansa hitam dan putih, hal unik lainnya dari deretan foto yang ditampilkan oleh Bayu Wira Handyan adalah tentang bagaimana setiap momen dalam foto disajikan dengan cara berbeda.

Ia menyampaikan momen-momen dalam sebuah gambar seperti layaknya paradoks. Di mana gambar yang diambil jauh dari foto-foto pada umumnya, yang biasanya ditemui ketika melihat tema fotografi tentang sebuah kota.

Dalam salah satu tema fotografinya tentang Kota Purworejo, misalnya. Alih-alih menampilkan keindahan atau hingar bingar kota tersebut, Bayu lebih memilih untuk menyajikan gambar-gambar yang memperlihatkan bagaimana sunyinya kota tersebut. Tembok-tembok dengan catnya yang sudah mulai mengelupas, jalanan kota yang sepi, dan beberapa warung yang jauh dari kata ramai.

Tentu saja, gambar-gambar tersebut tidak sembarang diambil. Gambar-gambar tersebut memiliki maknanya mendalam. Dari foto-foto Bayu, Kota Purworejo sama halnya seperti kehidupan manusia di dunia ini. Yang memiliki siklus lahir, tumbuh dewasa, kemudian pergi dan kembali pulang.

Tidak sedikit orang yang lahir di Kota Purworejo, yang pada akhirnya akan meninggalkan kota kelahirannya setelah dewasa untuk merantau. Dokumentasi tersebut diambil untuk menceritakan bagaimana sunyinya kota, yang mungkin, jarang diperhatikan oleh fotografer lainnya.

Ada juga beberapa foto yang ditampilkan dengan tema pasar malam. Dalam foto-foto tersebut menampilkan bagaimana momen keceriaan pengunjung yang datang, dan menghabiskan waktunya untuk bersenang-senang di sana.

Bukan Pasar Malam, karya Bayu Wira Handyan

Akan tetapi, mungkin, seiring dengan berjalannya waktu dan perkembangan zaman, pasar malam sudah jarang ada di kota-kota. Dan tentu, keceriaan yang ada di pasar malam tersebut tidak akan lagi sama dan sudah pasti berbeda.

Hal inilah yang menjadi ciri khas dari hasil jepretan yang diambil Bayu Wira Handyan—ia lebih mengutamakan bagaimana gambar tersebut mengungkapkan makna yang tersirat dari setiap momen yang ada.[T]

*Penulis adalah mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja. Sedang menjalani Praktek Kerja Lapangan (PKL) di tatkala.co.

Menjadikan Program Informasi Desa Sepopulis Bedah Rumah, Infrastruktur Desa, atau Bansos Sembako | Catatan Tatkala May May May 2023
Pers Kampus Hari Ini: Wadah Berpikir Kritis, tapi Darurat Perlindungan! | Catatan Tatkala May May May 2023
Seni Foto Jurnalistik Olahraga ala Dicky Bisinglasi | Catatan Tatkala May May May 2023
Tags: fotofotografipameran foto
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Religiusitas Pertemuan

Next Post

Teknologi Komunikasi: Analisis Trade Policy Marketplace di Indonesia

Kadek Sri Widiastuti

Kadek Sri Widiastuti

Lahir di Singaraja, tahun 2002. Saat ini sedang menempuh pendidikan di STAH N Mpu Kuturan Singaraja, Program Studi Ilmu Komunikasi

Related Posts

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails
Next Post
Teknologi Komunikasi: Analisis Trade Policy Marketplace di Indonesia

Teknologi Komunikasi: Analisis Trade Policy Marketplace di Indonesia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co