2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Drama Bali Modern di Bulan Bahasa Bali: Ada yang Total, Ada yang “Belum Drama”

tatkala by tatkala
February 20, 2023
in Panggung
Drama Bali Modern di Bulan Bahasa Bali: Ada yang Total, Ada yang “Belum Drama”

Penampilan salah satu peserta dalam Lomba Drama Bali Modern pada Bulan Bahasa Bali 2023

PEMENTASAN DRAMA BALI MODERN dalam Lomba Drama Bali Modern serangkaian Bulan Bahasa Bali di Taman Budaya Provinsi Bali, Sabtu-Minggu, 18-19 Februari 2023, sungguh-sungguh sangat menyenangkan.

Pasalnya, ada banyak peserta yang bermain secara total. Ada pula yang bermain drama, tapi belum muncul dramanya. Itu mungkin disebabkan karena belum memiliki pemahaman baru dalam Drama Bali Modern.

Begitu kata Dr. A.A. Mas Ruscitadewi,M.Phil.H., salah satu juri dalam lomba itu ketika menanggapi penampilan para peserta lomba drama bali modern itu.

Lomba itu diikuti sebanyak 13 peserta setingkat SMA/SMK yang masing-masing tampil  satu jam dimulai dari persiapan.

Selain Mas Ruscitadewi, ada dua juri lain dalam lomba itu, yakni Wayan Sumahardika dari Institut Mula Wali dan I Made Sidia, S.Sp. M.Sn., dosen seni pedalangan ISI Denpasar.

Menurut Mas Ruscitadewi, Bali sesungguhnya mempunyai arja, gambauh juga drama gonng. “Dalam drama itu ada dua dimensi, yaitu sastra dan pertunjukan. Nah, itu mungkin yang belum dipahami,” kata Mas Ruscitadewi.

Untuk dimensi sastra, kata Mas Ruscitadewi, ini yang semestinya tampak secara lebih dominan. Di sini sastra yang mestinya menjadi godokan pertama. Membawakan karya sastra, harus menentukan tema yang menarik dan unik untuk dibawakan. Disitu, ada tetuek atau pesan-pesan yang menarik.

“Ini kan tema tentang laut. Nah, banyak naskah yang bisa diangkat. Namun, kali ini peserta yang tampil bagus itu justru membawakan sastra yang sudah jadi. Maklum saja, mungkin jarang ada yang bisa menulis,” kata Mas Ruscitadewi.

Mas Ruscitadewi menambahkan, kelebihan dan kelemahan kita di Bali, sesungguhnya kita terlalu akrab dengan Ramayana dan Mahaberata, dan Panji untuk cerita Arja itu. Kita sudah disediakan, mata air yang sangat besar dan bagus di sastra itu.

Dalam drama tradisi, tema-tema itu sudah mendarah daging, hanya saja temanya yang mesti ditentukan. “Karena sudah diasah dan disediakan mata air yang besar itu, dan begitu masuk drama Bali modern gagap jadinya. Karena dalam drama Bali modern harus menciptakan atau bisa menyiasati dan bisa meminjam karya sastra yang sudah ada,” kata Mas Ruscitadewi.

Namun, peserta harus ingat, drama itu sebuah tema atau cerita yang digambarkan dengan akting. Drama itu rangkaian cerita melalui akting, bukan dengan narasi. Dalam akting itu, bisa digambarkan tema dan cerita melalui tubuh, mimik, suara, dan kostum.

Di sini, para peserta bisa saling belajar, dari penampilan yang lain. “Mungkin kedepan tak hanya mencari juara 1, 2, dan 3, tetapi ada yang terbaik dari segi bahasa, laku, kostum, tari, dan musik,” usul Mas Ruscitadewi.

Menjadi siutradara drama itu memang perlu kemampuan, karena drama itu multi. Sutradara harus mengerti sastra, juga karakter. Karena dalam sajian ini ada pemaian yang bermain sungguh-sungguh, ada yang berpura-pura, dan ada yang total bermain.

“Sayangnya, ada pemain yang melupakan teks sastra, sehingga banyak yang menggangap bermain drama itu mengangkat keseharian. Padahal hidup sehari-hari itu beda dengan dunia panggung. Bermain drama itu harus belajar,” katanya.

Mas Ruscitadewi mengumpamakan drama itu sebuah metanding karang (menu makanan) dalam upacara  dan tradisi Bali. Di situ ada lawar putih, merah, sambel, serapah, jejerukan dan lainnya. Nah bagaimana menampilkan tetandingan itu dengan benar. Bukan tiba-tiba masuk  ayam goreng ala Kentucky.

 “Secara umum saya sangat kagum dengan pertunjukan drama Bali Modern di ajang Bulan Bahasa Bali ini. Lumayan sangat bagus secara artitisk, lalu digarap secara modern,” kata Mas Ruscitadewi.

Sementara itu, Wayan Sumahardika mengatakan, pementasan drama kali ini sangat bagus. Lomba-lomba seperti ini memang jarang dilakukan. Apalagi melalui lomba ini sebagai satu strategi dalam pengembangan Bahasa Bali, maka lomba ini memiliki potensi yang besar.

“Dalam kerja drama itu ada kerja pengkarakteran, kerja penulisan dan kerja pemanggungan. Semua itu bisa disisipi dengan penggunaan Bahasa Bali di kalangan anak didik dan siswa,” ucapnya.

Artinya lomda Drama Bali Modern ini cukup penting, sehingga perlu ditingkatkan. Kalau bisa, juaranya bukan 1, 2, dan 3, tetapi juga ada juara untuk naskah drama, jika itu wajib dituliskan, ada kategori artisitik terbaik, dan pemain terbaik.

“Namun, terpeting juga di dalam lomba ini kita bisa memilih kasus-kasus dimana peserta belum paham. Mana yang namanya drama, sendratari, dan pertunjukan untuk pembuka acara. Itu menjadi hal yang penting juga, karena dalam konteknya banyak yang melihat lomba ini,” kata lelaki yang bisa dipanggil dengan nama Suma ini.

Kata Suma, peserta masih belum punya kesadaran berbahasa Bali yang lugas. Kesadaran berbahasa yang memang tumbuh dari kontek keseharian mereka. Siswa-siswa yang biasanya berbahasa Indonesia akan kelihatan di panggung. Lalu, ketika memakai bahasa Bali, kesannya sangat baku.

 “Padahal dalam kesehariannya ada logat Gianyar, Tabanan, tetapi ketika dipanggung tak kelihatan logatnya itu. Padahal logat itu menjadi penting untuk diperlihatkan di panggung,”kata Suma.

Suma lalu mekankan, justru yang menarik peserta dari desa. Kesadaran bahasa Bali yang lahir dari lingkungan dalam kenyataannya. Ketika penggunaan naskah, lebih banyak dibuat sendiri dengan tergesa-gesa, sehingga kelihatan tidak matang. Maka banyak peserta secara alur penokohan itu banyak kedodoran.

 “Akan lebih bagus dalam lomba diadaptasi dicarikan naskah bahasa Bali, atau naskah sudagh ada. Dan yang terpenting proses ini menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya guru teater saja, tetapi bisa berkolaborasi dengan guru bahasa Bali,” ungkapnya.  

I Made Sidia mengatakan, lomba ini sagat luar biasa untuk generasi muda di Bali. Selama ini, Bali terkenal dengan drama tradisi seperti drama gong, arja dan lainnya. Maka itu, drama modern ini harus dibangkitkan untuk mengalihkan perhatian anak-anak ke hal modern yang lebih positif. Drama Bali modern ini bisa menyampailan pesan-pesan, tentang kritik sosial, kesehatan lingkungan dan lainnya. Itu karena drama modern ini multi, sehingga bisa memasukan hal-hal propaganda yang positif,” ujarnya.

Melalui drama ini anak-anak muda bisa memasukan unek-unek dalam garapan seni. Apalagi, didukung dengan property, tari, rias, musik dan busana. Maka ini sangat tepat ada dalam ajang Bulan Bahasa Bali, untuk terus dilanjutkan.

“Bila, perlu ada pula dijenjang SD dan SMP. Karena anak-anak tak hanya bisa menari, bermusik dan sambil berdialog, tetapi ada pesan yang penting bisa disampaikan. Dengan begitu, tak hanya menjadi tontonan, tetapi juga tuntunan bagi mereka. Kalau mereka sudah bergaul, paling tidak 70 persen sudah masuk hal-hal penting dalam dirinya,” kata Sidia.

Kalau mereka terlibat sudah otomatis ada catatat dalam memorinya, seperti membuat sampah sembarangan, mengotori air, buang sampah ke laut, menjaga laut dan peduli terhadap pada pertiwi dan sebagainya.

“Ini sangat bagus sekali, bahkan di ISI Denpasar lebih cepat bisa dibuka jurusan teater modern, karena teater modern ini sangat banyak sangat masuk hal-hal universial pesan-pesan berguna bagi pemerintah, masyarakat dan lingkungan,” ujar Sidia. [T][Pan]

Cerpen Baik dan Cerpen Baik-baik | Oleh: Putu Fajar Arcana
Teater-Dongeng Komunitas Mahima: Mengalirlah Bahasa Bali-Kawi-Indonesia-Inggris di Atas Panggung
Kisah “Telaga Naga” Berseri-seri dalam Garapan Teater Kini Berseri
Tags: Bulan Bahasa BaliDramaDrama Bali Modernkesenian baliTeater
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mengenal Politisi Berbaju Relawan di Indonesia

Next Post

Pawodakan Tapakan Ida Ratu Lingsir Desa Adat Padangtegal: Seniman pun Jadi “Pengayah”

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
0
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

Read moreDetails

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

by Ingga Adelia
September 11, 2026
0
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

Read moreDetails

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
0
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

Read moreDetails
Next Post
Pawodakan Tapakan Ida Ratu Lingsir Desa Adat Padangtegal: Seniman pun Jadi “Pengayah”

Pawodakan Tapakan Ida Ratu Lingsir Desa Adat Padangtegal: Seniman pun Jadi “Pengayah”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co