23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Drama Bali Modern di Bulan Bahasa Bali: Ada yang Total, Ada yang “Belum Drama”

tatkala by tatkala
February 20, 2023
in Panggung
Drama Bali Modern di Bulan Bahasa Bali: Ada yang Total, Ada yang “Belum Drama”

Penampilan salah satu peserta dalam Lomba Drama Bali Modern pada Bulan Bahasa Bali 2023

PEMENTASAN DRAMA BALI MODERN dalam Lomba Drama Bali Modern serangkaian Bulan Bahasa Bali di Taman Budaya Provinsi Bali, Sabtu-Minggu, 18-19 Februari 2023, sungguh-sungguh sangat menyenangkan.

Pasalnya, ada banyak peserta yang bermain secara total. Ada pula yang bermain drama, tapi belum muncul dramanya. Itu mungkin disebabkan karena belum memiliki pemahaman baru dalam Drama Bali Modern.

Begitu kata Dr. A.A. Mas Ruscitadewi,M.Phil.H., salah satu juri dalam lomba itu ketika menanggapi penampilan para peserta lomba drama bali modern itu.

Lomba itu diikuti sebanyak 13 peserta setingkat SMA/SMK yang masing-masing tampil  satu jam dimulai dari persiapan.

Selain Mas Ruscitadewi, ada dua juri lain dalam lomba itu, yakni Wayan Sumahardika dari Institut Mula Wali dan I Made Sidia, S.Sp. M.Sn., dosen seni pedalangan ISI Denpasar.

Menurut Mas Ruscitadewi, Bali sesungguhnya mempunyai arja, gambauh juga drama gonng. “Dalam drama itu ada dua dimensi, yaitu sastra dan pertunjukan. Nah, itu mungkin yang belum dipahami,” kata Mas Ruscitadewi.

Untuk dimensi sastra, kata Mas Ruscitadewi, ini yang semestinya tampak secara lebih dominan. Di sini sastra yang mestinya menjadi godokan pertama. Membawakan karya sastra, harus menentukan tema yang menarik dan unik untuk dibawakan. Disitu, ada tetuek atau pesan-pesan yang menarik.

“Ini kan tema tentang laut. Nah, banyak naskah yang bisa diangkat. Namun, kali ini peserta yang tampil bagus itu justru membawakan sastra yang sudah jadi. Maklum saja, mungkin jarang ada yang bisa menulis,” kata Mas Ruscitadewi.

Mas Ruscitadewi menambahkan, kelebihan dan kelemahan kita di Bali, sesungguhnya kita terlalu akrab dengan Ramayana dan Mahaberata, dan Panji untuk cerita Arja itu. Kita sudah disediakan, mata air yang sangat besar dan bagus di sastra itu.

Dalam drama tradisi, tema-tema itu sudah mendarah daging, hanya saja temanya yang mesti ditentukan. “Karena sudah diasah dan disediakan mata air yang besar itu, dan begitu masuk drama Bali modern gagap jadinya. Karena dalam drama Bali modern harus menciptakan atau bisa menyiasati dan bisa meminjam karya sastra yang sudah ada,” kata Mas Ruscitadewi.

Namun, peserta harus ingat, drama itu sebuah tema atau cerita yang digambarkan dengan akting. Drama itu rangkaian cerita melalui akting, bukan dengan narasi. Dalam akting itu, bisa digambarkan tema dan cerita melalui tubuh, mimik, suara, dan kostum.

Di sini, para peserta bisa saling belajar, dari penampilan yang lain. “Mungkin kedepan tak hanya mencari juara 1, 2, dan 3, tetapi ada yang terbaik dari segi bahasa, laku, kostum, tari, dan musik,” usul Mas Ruscitadewi.

Menjadi siutradara drama itu memang perlu kemampuan, karena drama itu multi. Sutradara harus mengerti sastra, juga karakter. Karena dalam sajian ini ada pemaian yang bermain sungguh-sungguh, ada yang berpura-pura, dan ada yang total bermain.

“Sayangnya, ada pemain yang melupakan teks sastra, sehingga banyak yang menggangap bermain drama itu mengangkat keseharian. Padahal hidup sehari-hari itu beda dengan dunia panggung. Bermain drama itu harus belajar,” katanya.

Mas Ruscitadewi mengumpamakan drama itu sebuah metanding karang (menu makanan) dalam upacara  dan tradisi Bali. Di situ ada lawar putih, merah, sambel, serapah, jejerukan dan lainnya. Nah bagaimana menampilkan tetandingan itu dengan benar. Bukan tiba-tiba masuk  ayam goreng ala Kentucky.

 “Secara umum saya sangat kagum dengan pertunjukan drama Bali Modern di ajang Bulan Bahasa Bali ini. Lumayan sangat bagus secara artitisk, lalu digarap secara modern,” kata Mas Ruscitadewi.

Sementara itu, Wayan Sumahardika mengatakan, pementasan drama kali ini sangat bagus. Lomba-lomba seperti ini memang jarang dilakukan. Apalagi melalui lomba ini sebagai satu strategi dalam pengembangan Bahasa Bali, maka lomba ini memiliki potensi yang besar.

“Dalam kerja drama itu ada kerja pengkarakteran, kerja penulisan dan kerja pemanggungan. Semua itu bisa disisipi dengan penggunaan Bahasa Bali di kalangan anak didik dan siswa,” ucapnya.

Artinya lomda Drama Bali Modern ini cukup penting, sehingga perlu ditingkatkan. Kalau bisa, juaranya bukan 1, 2, dan 3, tetapi juga ada juara untuk naskah drama, jika itu wajib dituliskan, ada kategori artisitik terbaik, dan pemain terbaik.

“Namun, terpeting juga di dalam lomba ini kita bisa memilih kasus-kasus dimana peserta belum paham. Mana yang namanya drama, sendratari, dan pertunjukan untuk pembuka acara. Itu menjadi hal yang penting juga, karena dalam konteknya banyak yang melihat lomba ini,” kata lelaki yang bisa dipanggil dengan nama Suma ini.

Kata Suma, peserta masih belum punya kesadaran berbahasa Bali yang lugas. Kesadaran berbahasa yang memang tumbuh dari kontek keseharian mereka. Siswa-siswa yang biasanya berbahasa Indonesia akan kelihatan di panggung. Lalu, ketika memakai bahasa Bali, kesannya sangat baku.

 “Padahal dalam kesehariannya ada logat Gianyar, Tabanan, tetapi ketika dipanggung tak kelihatan logatnya itu. Padahal logat itu menjadi penting untuk diperlihatkan di panggung,”kata Suma.

Suma lalu mekankan, justru yang menarik peserta dari desa. Kesadaran bahasa Bali yang lahir dari lingkungan dalam kenyataannya. Ketika penggunaan naskah, lebih banyak dibuat sendiri dengan tergesa-gesa, sehingga kelihatan tidak matang. Maka banyak peserta secara alur penokohan itu banyak kedodoran.

 “Akan lebih bagus dalam lomba diadaptasi dicarikan naskah bahasa Bali, atau naskah sudagh ada. Dan yang terpenting proses ini menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya guru teater saja, tetapi bisa berkolaborasi dengan guru bahasa Bali,” ungkapnya.  

I Made Sidia mengatakan, lomba ini sagat luar biasa untuk generasi muda di Bali. Selama ini, Bali terkenal dengan drama tradisi seperti drama gong, arja dan lainnya. Maka itu, drama modern ini harus dibangkitkan untuk mengalihkan perhatian anak-anak ke hal modern yang lebih positif. Drama Bali modern ini bisa menyampailan pesan-pesan, tentang kritik sosial, kesehatan lingkungan dan lainnya. Itu karena drama modern ini multi, sehingga bisa memasukan hal-hal propaganda yang positif,” ujarnya.

Melalui drama ini anak-anak muda bisa memasukan unek-unek dalam garapan seni. Apalagi, didukung dengan property, tari, rias, musik dan busana. Maka ini sangat tepat ada dalam ajang Bulan Bahasa Bali, untuk terus dilanjutkan.

“Bila, perlu ada pula dijenjang SD dan SMP. Karena anak-anak tak hanya bisa menari, bermusik dan sambil berdialog, tetapi ada pesan yang penting bisa disampaikan. Dengan begitu, tak hanya menjadi tontonan, tetapi juga tuntunan bagi mereka. Kalau mereka sudah bergaul, paling tidak 70 persen sudah masuk hal-hal penting dalam dirinya,” kata Sidia.

Kalau mereka terlibat sudah otomatis ada catatat dalam memorinya, seperti membuat sampah sembarangan, mengotori air, buang sampah ke laut, menjaga laut dan peduli terhadap pada pertiwi dan sebagainya.

“Ini sangat bagus sekali, bahkan di ISI Denpasar lebih cepat bisa dibuka jurusan teater modern, karena teater modern ini sangat banyak sangat masuk hal-hal universial pesan-pesan berguna bagi pemerintah, masyarakat dan lingkungan,” ujar Sidia. [T][Pan]

Cerpen Baik dan Cerpen Baik-baik | Oleh: Putu Fajar Arcana
Teater-Dongeng Komunitas Mahima: Mengalirlah Bahasa Bali-Kawi-Indonesia-Inggris di Atas Panggung
Kisah “Telaga Naga” Berseri-seri dalam Garapan Teater Kini Berseri
Tags: Bulan Bahasa BaliDramaDrama Bali Modernkesenian baliTeater
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mengenal Politisi Berbaju Relawan di Indonesia

Next Post

Pawodakan Tapakan Ida Ratu Lingsir Desa Adat Padangtegal: Seniman pun Jadi “Pengayah”

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
0
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

Read moreDetails

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
0
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

Read moreDetails

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
0
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

Read moreDetails

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
0
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

Read moreDetails

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

by tatkala
October 4, 2026
0
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails
Next Post
Pawodakan Tapakan Ida Ratu Lingsir Desa Adat Padangtegal: Seniman pun Jadi “Pengayah”

Pawodakan Tapakan Ida Ratu Lingsir Desa Adat Padangtegal: Seniman pun Jadi “Pengayah”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co