4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Cerpen Baik dan Cerpen Baik-baik | Oleh: Putu Fajar Arcana

Putu Fajar Arcana by Putu Fajar Arcana
February 19, 2023
in Esai, Pilihan Editor
Cerpen Baik dan Cerpen Baik-baik | Oleh: Putu Fajar Arcana

Putu Fajar Arcana

Dalam satu percakapan, mendiang sastrawan Budi Darma pernah mengatakan tentang kritikus baik dan kritikus baik-baik. Menurutnya kritikus baik sudah pasti baik-baik, tetapi sebaliknya kritikus baik-baik belum tentu baik. Saya ingin membuat perbandingan dengan dunia cerpen, setidaknya meneropong dari jendela kuratorial yang saya lakukan selama menjadi Redaktur Cerpen Kompas (2010-2022)

Cerpen baik, menurut logika Budi Darma tadi, adalah cerpen yang memenuhi standar kerja kurasi para kurator, sehingga layak untuk dimuat. Bahkan tak jarang cerpen baik bisa dikategorisasi sebagai cerpen istimewa.

Sedangkan cerpen baik-baik adalah cerpen yang patut dipertimbangkan sebagai cerpen yang layak muat. Cerpen baik-baik punya kelengkapan yang lumayan sehingga layak disebut sebagai sebuah cerpen, tetapi belum tentu dimuat.

Pertanyaannya, seperti apakah cerpen baik dan cerpen baik-baik itu, dalam pandangan kuratorial sebuah media massa, terutama media seperti Kompas?

Cerpen Baik

Cerpen baik sudah pasti memiliki kelengkapan anatomi yang utuh dan sudah pasti pula  layak dimuat sebagai sajian di sebuah media massa. Umumnya, cerpen baik memiliki hal-hal sebagai berikut ini:

  1. Struktur cerita yang kokoh dan utuh
  2. Karakterisasi tokoh yang kuat
  3. Pengelolaan konflik yang tajam
  4. Penyajian suspense yang perlahan, tetapi menggores dalam
  5. Aliran plot yang secara perlahan menjawab seluruh penasaran kurator/pembaca
  6. Menyajikan surprise yang argumentatif
  7. Membungkus pesan dalam narasi yang impresif
  8. Mengolah bahasa secara kreatif, tetapi sederhana dalam tuturan
  9. Bila perlu memberi peluang bagi tafsir pembaca terhadap peristiwa nyata

Cerpen Baik-baik

            Cerpen baik-baik adalah sejenis cerpen yang ditulis dengan kualitas standar. Tidak jelek, tetapi juga tidak bagus. Oleh sebab itu posisinya “dipertimbangkan” sebagai cerpen layak muat, bukan berarti sudah layak dimuat. Umumnya, cerpen baik-baik memiliki hal-hal sebagai berikut:

  1. Anatomi struktur cerita lengkap, tetapi tidak kokoh
  2. Karakterisasi yang longgar
  3. Konflik yang kurang terkelola secara baik
  4. Tidak menyajikan suspense sama sekali
  5. Aliran plot yang tersendat-sendat, terkadang mandeg di sana-sini karena terlalu banyak yang ingin diceritakan
  6. Sering kali tidak memiliki surprise, sehingga kurang mengesankan
  7. Tidak mampu membungkus pesan dalam narasi cerita yang baik
  8. Bahasa yang kurang kreatif, bukan tidak mungkin mudah ditemukan typo
  9. Hanya menyajikan cerita secara telanjang, sehingga tertutup kemungkinan ditafsir secara berbeda.

Hanya saja cerpen baik dan cerpen baik-baik, hampir selalu memiliki pembukaan cerita yang mampu memancing seorang kurator untuk meneruskan membacanya. Kedua cerpen ini sama-sama memiliki kemampuan bercerita (story telling) yang menjanjikan.

Celakanya, dalam tiga atau empat paragraf akan mulai terlihat bahwa cerpen baik-baik seperti ciri-ciri yang telah disebutkan tadi. Sering pula terlalu asyik bercerita tentang diri sendiri, mirip-mirip curhatan, lalu kelupaan memberi perspektif yang lebih membuka kemungkinan lahir sebagai cerpen baik.

Contoh Cerpen Baik:

Gulai Kam-bhing dan Ibu Rapilus

Cerpen: Ahmad Tohari

Orang yang gencar memanggil-manggil saya dari warung tenda seberang jalan ternyata Jubedi. Ah, Jubedi, sudah agak lama saya tidak bertemu. Dia teman lama yang setengah abad lalu duduk bersama di bangku SMP. Saya menyeberang jalan sambil menyipitkan mata karena matahari di timur bikin silau. Jabat tangan Jubedi erat dan hangat. Sama dengan saya ternyata rambut Jubedi sudah memutih. Tetapi tidak seperti saya yang kerempeng, badan Jubedi cukup gemuk, perutnya sedikit maju. Tak ada keriput di wajahnya.

Jubedi kelihatan segar dan bersemangat. Pada jam sepuluh pagi ini kulit wajahnya tampak berkilat oleh keringat yang mengandung lemak. Matanya berair dan bibirnya merah. Agaknya Jubedi sedang menahan rasa pedas. Dia duduk menghadapi sepiring nasi berkuah santan dan semangkuk gulai yang isinya tinggal setengah. Mangkuk yang satu sudah kosong. Katanya, itu mangkuk gulai kedua yang dia makan. tentu pedas karena banyak cabai mengembang di permukaan kuah…. (Kompas Minggu, 4 Desember 2016)

Lelaki Pamanggul Goni

Cerpen: Budi Darma

Setiap kali akan sembahyang, sebelum sempat menggelar sajadah untuk sembahyang, Karmain senantiasa ditarik oleh kekuatan luar biasa besar untuk mendekati jendela, membuka sedikit kordennya, dan mengintip ke bawah, ke jalan besar, dari apartemennya di lantai sembilan, untuk menyaksikan laki-laki pemanggul goni menembakkan matanya ke arah matanya.

Tidak tergantung apakah fajar, tengah hari, sore, senja, malam, ataupun selepas tengah malam, mata laki-laki pemanggul goni senantiasa menyala-nyala bagaikan mata kucing di malam hari, dan selalu memancarkan kehendak besar untuk menghancurkan.

Tubuh pria pemanggul goni tak besar, tak pula kecil, dan tak tinggi namun pula tak pendek, sementara goni yg dipanggulnya selamanya tampak berat, entah apa isinya. Pada waktu sepi, laki-laki pemanggul goni niscaya berdiri di tengah jalan, dan pada waktu jalan ramai, pasti laki-laki pemanggul goni berdiri di trotoir, tak jauh dari semak-semak, yang bila sepi dan angin sedang kencang selalu mengeluarkan bunyi-bunyian yang sangat menyayat hati… (Kompas Minggu, 2011)

Kunci Lain

Kuncul lain yang lebih spesifik untuk cerpen baik terletak pada bagian pembukanya. Ia selalu menawarkan banyak kemungkinan bagi kurator atau pembaca untuk terus mengikutinya. Sering kali bahkan karena membuka cerita dengan cara yang penuh teka-teki, berhasil memancing kurator untuk terus membacanya.

Contoh Pembuka Cerpen:

Jaket Merah Ayah

Setiap kali hendak berangkat ke tempat kerja, Ayah selalu berteriak meminta Ibu untuk mengambil jaket merah. Padahal ada beberapa jaket lain, yang jauh lebih utuh dibanding jaket merah itu. Selain warnanya sudah buram, di sana-sini juga sudah bolong dimakan usia. Jika Ibu mencoba menyodorkan jaket lain, Ayah marah dan berteriak-teriak memaki Ibu.

Sepeda Tua yang Teronggok di Samping Rumah

Setiap mendengar suara kayuhan sepeda dengan derit rantai dan putaran roda yang melindas  jalan tanah becek di depan rumah kami, Kakek selalu bergegas ke luar. Tak jarang dengan tubuhnya yang menyusut dengan tulang-belulang yang menonjol di bagian kaki dan punggungnya, ia tertatih-tatih berlari. Ayah selalu melarangku untuk menghalangi Kakek setiap kali ingin memberinya kabar, bahwa yang lewat hanyalah Mbah Darmo. Itu tetangga kami yang tinggal di ujung kampung. Ia pasti baru saja pulang dari kebun pisangnya di berlokasi di desa tetangga.

  • Catatan: Artikel ini disampaikan pada workshop penulisan cerpen yang diselenggarakan Alinea melalui aplikasi konferensi video zoom dan streaming di YouTube, Minggu,  12 Februari 2023.
Linieritas Peristiwa Teks dan Pengalaman Individu | Membaca Persoalan Klasik dalam Cerpen “Pura Subak” Karya DN Sarjana
Palus Bukit Jambul | Cerpen Gde Aryantha Soethama
Hyang Ibu
Tags: Cerpenkiat menulis cerpenPutu Fajar ArcanasastraSastra Indonesia
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Widi Sedhana Putra, Ikut FTBI di Jakarta, Awalnya Baca Aksara Bali di Tembok Kelas

Next Post

Desa Tajun Buka Destinasi Wisata Buah | Ayo, Berpesta Durian di Bawah Pohonnya…

Putu Fajar Arcana

Putu Fajar Arcana

Wartawan dan Sastrawan

Related Posts

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails
Next Post
Desa Tajun Buka Destinasi Wisata Buah | Ayo, Berpesta Durian di Bawah Pohonnya…

Desa Tajun Buka Destinasi Wisata Buah | Ayo, Berpesta Durian di Bawah Pohonnya…

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co