25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Cerpen Baik dan Cerpen Baik-baik | Oleh: Putu Fajar Arcana

Putu Fajar Arcana by Putu Fajar Arcana
February 19, 2023
in Esai, Pilihan Editor
Cerpen Baik dan Cerpen Baik-baik | Oleh: Putu Fajar Arcana

Putu Fajar Arcana

Dalam satu percakapan, mendiang sastrawan Budi Darma pernah mengatakan tentang kritikus baik dan kritikus baik-baik. Menurutnya kritikus baik sudah pasti baik-baik, tetapi sebaliknya kritikus baik-baik belum tentu baik. Saya ingin membuat perbandingan dengan dunia cerpen, setidaknya meneropong dari jendela kuratorial yang saya lakukan selama menjadi Redaktur Cerpen Kompas (2010-2022)

Cerpen baik, menurut logika Budi Darma tadi, adalah cerpen yang memenuhi standar kerja kurasi para kurator, sehingga layak untuk dimuat. Bahkan tak jarang cerpen baik bisa dikategorisasi sebagai cerpen istimewa.

Sedangkan cerpen baik-baik adalah cerpen yang patut dipertimbangkan sebagai cerpen yang layak muat. Cerpen baik-baik punya kelengkapan yang lumayan sehingga layak disebut sebagai sebuah cerpen, tetapi belum tentu dimuat.

Pertanyaannya, seperti apakah cerpen baik dan cerpen baik-baik itu, dalam pandangan kuratorial sebuah media massa, terutama media seperti Kompas?

Cerpen Baik

Cerpen baik sudah pasti memiliki kelengkapan anatomi yang utuh dan sudah pasti pula  layak dimuat sebagai sajian di sebuah media massa. Umumnya, cerpen baik memiliki hal-hal sebagai berikut ini:

  1. Struktur cerita yang kokoh dan utuh
  2. Karakterisasi tokoh yang kuat
  3. Pengelolaan konflik yang tajam
  4. Penyajian suspense yang perlahan, tetapi menggores dalam
  5. Aliran plot yang secara perlahan menjawab seluruh penasaran kurator/pembaca
  6. Menyajikan surprise yang argumentatif
  7. Membungkus pesan dalam narasi yang impresif
  8. Mengolah bahasa secara kreatif, tetapi sederhana dalam tuturan
  9. Bila perlu memberi peluang bagi tafsir pembaca terhadap peristiwa nyata

Cerpen Baik-baik

            Cerpen baik-baik adalah sejenis cerpen yang ditulis dengan kualitas standar. Tidak jelek, tetapi juga tidak bagus. Oleh sebab itu posisinya “dipertimbangkan” sebagai cerpen layak muat, bukan berarti sudah layak dimuat. Umumnya, cerpen baik-baik memiliki hal-hal sebagai berikut:

  1. Anatomi struktur cerita lengkap, tetapi tidak kokoh
  2. Karakterisasi yang longgar
  3. Konflik yang kurang terkelola secara baik
  4. Tidak menyajikan suspense sama sekali
  5. Aliran plot yang tersendat-sendat, terkadang mandeg di sana-sini karena terlalu banyak yang ingin diceritakan
  6. Sering kali tidak memiliki surprise, sehingga kurang mengesankan
  7. Tidak mampu membungkus pesan dalam narasi cerita yang baik
  8. Bahasa yang kurang kreatif, bukan tidak mungkin mudah ditemukan typo
  9. Hanya menyajikan cerita secara telanjang, sehingga tertutup kemungkinan ditafsir secara berbeda.

Hanya saja cerpen baik dan cerpen baik-baik, hampir selalu memiliki pembukaan cerita yang mampu memancing seorang kurator untuk meneruskan membacanya. Kedua cerpen ini sama-sama memiliki kemampuan bercerita (story telling) yang menjanjikan.

Celakanya, dalam tiga atau empat paragraf akan mulai terlihat bahwa cerpen baik-baik seperti ciri-ciri yang telah disebutkan tadi. Sering pula terlalu asyik bercerita tentang diri sendiri, mirip-mirip curhatan, lalu kelupaan memberi perspektif yang lebih membuka kemungkinan lahir sebagai cerpen baik.

Contoh Cerpen Baik:

Gulai Kam-bhing dan Ibu Rapilus

Cerpen: Ahmad Tohari

Orang yang gencar memanggil-manggil saya dari warung tenda seberang jalan ternyata Jubedi. Ah, Jubedi, sudah agak lama saya tidak bertemu. Dia teman lama yang setengah abad lalu duduk bersama di bangku SMP. Saya menyeberang jalan sambil menyipitkan mata karena matahari di timur bikin silau. Jabat tangan Jubedi erat dan hangat. Sama dengan saya ternyata rambut Jubedi sudah memutih. Tetapi tidak seperti saya yang kerempeng, badan Jubedi cukup gemuk, perutnya sedikit maju. Tak ada keriput di wajahnya.

Jubedi kelihatan segar dan bersemangat. Pada jam sepuluh pagi ini kulit wajahnya tampak berkilat oleh keringat yang mengandung lemak. Matanya berair dan bibirnya merah. Agaknya Jubedi sedang menahan rasa pedas. Dia duduk menghadapi sepiring nasi berkuah santan dan semangkuk gulai yang isinya tinggal setengah. Mangkuk yang satu sudah kosong. Katanya, itu mangkuk gulai kedua yang dia makan. tentu pedas karena banyak cabai mengembang di permukaan kuah…. (Kompas Minggu, 4 Desember 2016)

Lelaki Pamanggul Goni

Cerpen: Budi Darma

Setiap kali akan sembahyang, sebelum sempat menggelar sajadah untuk sembahyang, Karmain senantiasa ditarik oleh kekuatan luar biasa besar untuk mendekati jendela, membuka sedikit kordennya, dan mengintip ke bawah, ke jalan besar, dari apartemennya di lantai sembilan, untuk menyaksikan laki-laki pemanggul goni menembakkan matanya ke arah matanya.

Tidak tergantung apakah fajar, tengah hari, sore, senja, malam, ataupun selepas tengah malam, mata laki-laki pemanggul goni senantiasa menyala-nyala bagaikan mata kucing di malam hari, dan selalu memancarkan kehendak besar untuk menghancurkan.

Tubuh pria pemanggul goni tak besar, tak pula kecil, dan tak tinggi namun pula tak pendek, sementara goni yg dipanggulnya selamanya tampak berat, entah apa isinya. Pada waktu sepi, laki-laki pemanggul goni niscaya berdiri di tengah jalan, dan pada waktu jalan ramai, pasti laki-laki pemanggul goni berdiri di trotoir, tak jauh dari semak-semak, yang bila sepi dan angin sedang kencang selalu mengeluarkan bunyi-bunyian yang sangat menyayat hati… (Kompas Minggu, 2011)

Kunci Lain

Kuncul lain yang lebih spesifik untuk cerpen baik terletak pada bagian pembukanya. Ia selalu menawarkan banyak kemungkinan bagi kurator atau pembaca untuk terus mengikutinya. Sering kali bahkan karena membuka cerita dengan cara yang penuh teka-teki, berhasil memancing kurator untuk terus membacanya.

Contoh Pembuka Cerpen:

Jaket Merah Ayah

Setiap kali hendak berangkat ke tempat kerja, Ayah selalu berteriak meminta Ibu untuk mengambil jaket merah. Padahal ada beberapa jaket lain, yang jauh lebih utuh dibanding jaket merah itu. Selain warnanya sudah buram, di sana-sini juga sudah bolong dimakan usia. Jika Ibu mencoba menyodorkan jaket lain, Ayah marah dan berteriak-teriak memaki Ibu.

Sepeda Tua yang Teronggok di Samping Rumah

Setiap mendengar suara kayuhan sepeda dengan derit rantai dan putaran roda yang melindas  jalan tanah becek di depan rumah kami, Kakek selalu bergegas ke luar. Tak jarang dengan tubuhnya yang menyusut dengan tulang-belulang yang menonjol di bagian kaki dan punggungnya, ia tertatih-tatih berlari. Ayah selalu melarangku untuk menghalangi Kakek setiap kali ingin memberinya kabar, bahwa yang lewat hanyalah Mbah Darmo. Itu tetangga kami yang tinggal di ujung kampung. Ia pasti baru saja pulang dari kebun pisangnya di berlokasi di desa tetangga.

  • Catatan: Artikel ini disampaikan pada workshop penulisan cerpen yang diselenggarakan Alinea melalui aplikasi konferensi video zoom dan streaming di YouTube, Minggu,  12 Februari 2023.
Linieritas Peristiwa Teks dan Pengalaman Individu | Membaca Persoalan Klasik dalam Cerpen “Pura Subak” Karya DN Sarjana
Palus Bukit Jambul | Cerpen Gde Aryantha Soethama
Hyang Ibu
Tags: Cerpenkiat menulis cerpenPutu Fajar ArcanasastraSastra Indonesia
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Widi Sedhana Putra, Ikut FTBI di Jakarta, Awalnya Baca Aksara Bali di Tembok Kelas

Next Post

Desa Tajun Buka Destinasi Wisata Buah | Ayo, Berpesta Durian di Bawah Pohonnya…

Putu Fajar Arcana

Putu Fajar Arcana

Wartawan dan Sastrawan

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Desa Tajun Buka Destinasi Wisata Buah | Ayo, Berpesta Durian di Bawah Pohonnya…

Desa Tajun Buka Destinasi Wisata Buah | Ayo, Berpesta Durian di Bawah Pohonnya…

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co