23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Desa Tajun Buka Destinasi Wisata Buah | Ayo, Berpesta Durian di Bawah Pohonnya…

Komang Sujana by Komang Sujana
February 19, 2023
in Khas
Desa Tajun Buka Destinasi Wisata Buah | Ayo, Berpesta Durian di Bawah Pohonnya…

Sabda Alam Agro di Desa Tajjun, Kubutambahan, Buleleng, Bali | Foto: Komang Sujana

UNTUK MENDAPATKAN aneka buah seperti durian, buah naga, alpukat di Buleleng sebagai daerah agraris tentu tidaklah sulit. Anda bisa membelinya di warung-warung di sepanjang jalan Singaraja menuju Kintamani lewat Desa Tajun,

Atau jika ingin lebih praktis, Anda tinggal membelinya di pasar atau swalayan. Lezatnya durian montong atau lokal, juga buah naga dan alpukat, bisa dinikmati langsung di warung setempat atau di rumah bersama keluarga.

Namun, pernahkah Anda makan durian di bawah pohon durian sembari melihat kebun buah yang luas dengan suasana alam pedesaan yang sejuk dan indah?

Pernahkah Anda  memetik langsung buah durian, alpukat, dan buah naga untuk hadiah sahabat dan keluarga di rumah? Apalagi sambil menikmati aneka minuman dan makanan khas desa. Sensasinya tentu berbeda. Lantas di mana Anda bisa menikmati semua itu?

Di Desa Tajun, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng Bali,ada areal perkebunan dengan tanaman buah-buahan yang selalu mengundang selera. Namanya, Sabda Alam Agro.  

Menikmati durian di Sabda Alam Agro, Desa Tajun, Kubutambahan, Buleleng, Bali | Foto: Komang Sujana

Di Sabda Alam Agro, Anda bisa mendapatkan pengalaman langsung: makan buah di bawah pohonnya, atau memetik sendiri buah yang sedan granum-ranumnua.

Sabda Alam Agro adalah kebun buah seluas kurang lebih dua hektar ini miliki I Made Arnaja. Di sini Anda bisa menikmati berbagai jenis buah premium, seperti durian montong, bawor, musang king. Juga buah naga kuning dan berbagai varian buah alpukat, seperti alpukat markus dan lilin.

Wisata di Sabda Alam Agro resmi di-launching Minggu (19/02/2023). Ratusan penikmat buah dari berbagai daerah datang bersama kerabat dan keluarga untuk menikmati sensasi makan durian langsung di hamparan kebun buah yang luas, sejuk, indah khas suasana pedesaan.

Tidak hanya penikmat buah, masyarakat sekitar juga banyak yang datang untuk sekadar bisa melihat kebun buah dengan lebih dekat, kemudian berswafoto dengan latar pohon durian dan alpukat.

Pengunjung juga tidak ketinggalan untuk menikmati aneka makanan dan minuman khas Desa Tajun, seperti, blayag dan urutan. Juga mereguk arak dan kopi produk asli masyarakat desa Tajun.

I Made Arnaja mengatakan bahwa Sabda Alam Agro dibuka untuk umum bertujuan untuk mengangkat potensi Desa Tajun, seperti potensi pertanian, perkebunan, potensi kuliner. Menurutnya segala yang ada di Desa Tajun perlu dikenalkan ke luar, dikembangkan sehingga lebih mudah memasarkan hasil produk desa.

 “Intinya kita agar bisa mengangkat petani-petani, pedagang-pedagang kecil, dengan kekhasan desa seperti blayag, supaya kenal bahwa Tajun punya blayag, kedua urutan,” kata Made Arnaja, petani Desa Tajun yang sangat getol bergerak untuk menjadikan desa Tajun sebagai desa wisata.

Menikmati hidangan di Sabda Alam Agro, Desa Tajun | Foto: Komang Sujana

Menurutnya, Tajun dengan potensi alam, pertanian, spiritual, dan kuliner sangat-sangat memungkinkan menjadi desa wisata asalkan semua pihak memiliki komitmen, semangat membangun desa. Selain itu, diperlukan dukungan pemerintah untuk para petani. Seperti, edukasi tentang pembibitan, perawatan, kemudian difasilitasi untuk pemasarannya. Ia mengatakan petani sudah dengan semangat memproduksi berbagai hasil pertanian tetapi kemudian terkendala dalam pemasaran. Hal ini perlu mendapat atensi lebih dari pemerintah terkait.

“Jangan sampai namanya saja kita negara agraris ternyata masalah pertanian tidak mendapat dukungan. Ini kita sayangkan,” katanya.

Ya, Desa Tajun memang desa yang memiliki potensi alam yang indah. Di sepanjang jalan, di kiri-kanan jalan akan tampak hamparan pohon cengkeh yang hijau, indah, dan menyejukkan mata. Selain cengkeh sebagai komoditi, potensi pertaniannya lainnya seperti buah durian, alpukat, buah naga, manggis dengan cita rasa khas Tajun.

Berbicara tentang potensi spiritual di Buleleng tentu tidak bisa lepas dari Pura Bukit Pucak Sinunggal di Desa Tajun. Pura yang memiliki nilai historis yang tinggi. Pura yang dulu dipuja oleh raja-raja di Bali Utara. Pura ini dikelilingi oleh berbagai pepohonan membuat suasana sejuk dan khusuk saat bersembahyang.

Berwisata ke Tajun menjadi semakin lengkap karena Tajun juga memiliki kuliner yang khas. Ada blayag khas Desa Tajun. Juga urutan asap Tajun yang sudah beredar luas di Bali. Jangan lupa Tajun juga punya tuak, arak, dan sekarang sudah ada kopi khas Tajun. Rasanya yang nikmat tidak akan pernah Anda dapatkan di tempat lain.

Kata salah satu pengunjung di Sabda Alam Agro, Blayag Tajun berbeda dengan blayag di daerah lain terutama pada ketupatnya. “Blayag Tajun ketupatnya lembut. Tidak perlu lama-lama mengunyah. Cocok untuk semua kalangan,” kata Agus Putra pengunjung dari Denpasar.

Memetik durian sendiri di Sabda Alam Agro, Desa Tajun | Foto: Komang Sujana

Asyiknya melumat durian di Sabda Alam Agro, Desa Tajun | Foto: Komang Sujana

Sabda Alam Agro rencananya akan dibuka setiap akhir pekan, Sabtu dan Minggu. Selain menyediakan buah premium, ke depannya akan diperkenalkan buah-buah lokal Tajun yang menurutnya memiliki kualitas yang tidak jauh berbeda dengan buah premium. Hanya saja belum dikenal.

“Untuk memulai ini kita perkenalkan buah premium saja dulu. Buah lokal belum kita perkenalkan. Sebenarnya di Tajun ini banyak buah-buah lokal bagus. Dengan ajang ini kita berharap mereka mulai memperkenalkan hasil-hasil produk kita di sini. Buah-buah lokal sebenarnya kita punya. Kualitasnya hampir sama dengan musang king. Cuma belum dikenal,” katanya.

I Made Arnaja (baju kuning) Perbekel Tajun (baju biru langit topi merah) | Foto: Komang Sujana

Bersama Camat Kubutambahan Made Suyasa (nomor dua dari kanan) | Foto: Komang Sujana

Kegiatan Bazar Buah di Sabda Alam Agro ini bekerjasama dengan BUMDesa Mandala Giri Amerta Desa Tajun. Perbekel Tajun I Gede Agustawan, S.H., mengatakan kegiatan yang digagas oleh I Made Arnaja ini dapat meningkatkan semangat para petani untuk meningkatkan kualitas hasil pertanian sehingga bisa bersaing dengan buah di daerah lain.

Selain itu, kegiatan Sabda Alam Agro dapat dijadikan sebagai awal pengembangan desa wisata. Ia pun berharap sinergi pemerintah desa, desa adat, dan masyarakat untuk terus dipererat sehingga desa wisata Tajun bisa terwujud. [T]

Tags: buah durianbuah lokalbulelengDesa Tajundurian
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Cerpen Baik dan Cerpen Baik-baik | Oleh: Putu Fajar Arcana

Next Post

Alami Krisis Penari, Baris Dapdap dari Desa Batur Akan Direkonstruksi ISI Denpasar

Komang Sujana

Komang Sujana

Guru SMP Negeri 2 Sawan. Suka menulis puisi Bali. Biasa jadi komentar dalam turnamen bola voli

Related Posts

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails
Next Post
Alami Krisis Penari, Baris Dapdap dari Desa Batur Akan Direkonstruksi ISI Denpasar

Alami Krisis Penari, Baris Dapdap dari Desa Batur Akan Direkonstruksi ISI Denpasar

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co