1 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Teater “Otonan”, Perjalanan Menuju Hari Lahir

Kadek Sonia Piscayanti by Kadek Sonia Piscayanti
February 17, 2023
in Ulas Pentas
Teater “Otonan”, Perjalanan Menuju Hari Lahir

Pentas/Dramatic Reading naskah Otonan di Komunitas Mahima | Foto: Jason Aditya

When I was younger, I thought life is simpler. Can I have more time. To realize how far I am from understanding.

Itu adalah salah satu kalimat yang akan menutup pentas Otonan yang saya tulis. Mengapa saya menuliskan kalimat ini, karena pada akhirnya, kita semua sedang mencari makna, mencari cara, mencari sudut pandang atas apa yang terjadi pada kita. Untuk menyadari betapa jauh kita dari kata ‘paham’.

Kesadaran saat masa menjadi ibu, di awal kelahiran anak saya, telah mengubah saya menjadi manusia yang berbeda. Proses kelahiran telah mengubah sudut pandang saya sebagai perempuan menjadi lebih kaya, lebih beragam.

Pemahaman saya soal diri berkembang, karena saya tahu ketika proses melahirkan itu tiba, dalam konteks senyata-nyatanya, saya merasa bahwa kehidupan saya telah bukan lagi tentang saya semata, tapi tentang anak yang akan saya lahirkan. Tentang dia, dan tentang semua itu, saya rela untuk mengorbankan nyawa.

Saya ingat betul ketika proses kelahiran terjadi, di atas rasa sakit yang tidak tertanggungkan itu, saya sempat berpikir mati, dan jika Tuhan harus menentukan, saya memilih sayalah yang mati daripada anak saya. Totalitas penyerahan diri semacam itu ketika proses kelahiran terjadi telah mengubah semua sudut pandang saya tentang makna diri dan seterusnya.

Kelahiran telah membuat kehidupan yang terlihat fana ini menjadi sedetik yang abadi, yang menciptakan dunia baru yang tak terbayangkan sebelumnya. Rasa sakit yang tiada dapat dilukiskan itu telah menjadikan seorang ibu menjadi manusia yang kuat, daripada yang dia pernah bayangkan.

Anak-anak yang memainkan naskah Otonan sedang latihan di Komunitas Mahima | Foto: Jason Aditya

Naskah Otonan ini saya tulis ketika ada sebuah penawaran program dari Penastri (Perkumpulan Nasional Teater Indonesia) yaitu KalamPuan dengan tema Menafsir Ritual yang mensyaratkan peserta mengikuti workshop perempuan menulis naskah dan diakhiri dengan penulisan naskah.

Ketika saya melamar program ini saya telah menyiapkan konsep pementasan. Dan ketika dinyatakan sebagai salah satu yang lolos, saya telah merancang naskah ini sebagai naskah yang akan saya kembangkan hingga akhir workshop.

Program ini berlangsung sejak Agustus 2022 hingga kini memasuki tahap akhir yaitu dramatic reading. Para pengisi workshop di antaranya para budayawan, penulis dan akademisi, seperti Naomi Srikandi, Prof. Melani Budianta, dan Brigitta Isabella.

Naskah kami digodok dan mendapat masukan untuk perbaikan di sepanjang proses penulisan. Naskah Otonan juga mengalami perbaikan dan penguatan di sana-sini sehingga menjadi bentuknya saat ini meskipun juga masih terdapat ruang perbaikan setelah proses dramatic reading.

Otonan adalah ritual hari lahir di Bali, dan saya menulis naskah ini karena saya percaya bahwa ritual memiliki tujuan yang mulia, memberi pemaknaan kembali pada diri, kepada semesta, kepada kekuatan di luar diri yang senantiasa menjaga dan melindungi.

Konsep pementasan ini menggunakan pendekatan realistic sekaligus non realistic karena sesuai dengan esensinya, ritual selalu berhubungan dengan dua hal ini. Dan kedua kekuatan ini menyeimbangkan narasi yang ingin dicapai dalam naskah.

Salah satunya adalah elemen kidung yang memperkuat naskah. Kidung yang sarat filosofi ini menjadi sebuah penanda bahwa kita tak boleh berhenti belajar dan menjadi bermakna bagi semesta.

Maka sayapun mencantumkan beberapa kidung di sini sebagai pengingat betapa ikhlasnya semesta menjaga kita, mulai dari matahari dan bulan yang silih berganti menerangi bumi.

sang hyang candra tarāngganā pinaka dīpa mamaḍangi ri kālaning wĕngi
sang hyang surya sĕḍĕng prabhāsa maka dīpa mamaḍangi ri bhūmi maṇḍala

Maknanya kurang lebih begini,

Hyang bulan bersinar amat terang, bagai cahaya menerangi malam
Hyang matahari terang benderang bagai lampu menerangi bumi

Lalu manusia yang rapuh namun sombong ini nyaris selalu lupa pada semesta dan berkali kali harus diingatkan untuk menjadi penjaga semesta yang baik.

Anak-anak yang memainkan naskah Otonan sedang latihan di Komunitas Mahima | Foto: Jason Aditya

Dan dalam naskah inipun saya  mencantumkan tembang Bibi Anu. Tembang ini sangat baik digunakan sebagai wejangan kepada diri sendiri, untuk berjaga pada kemungkinan apapun, menggunakan kecerdasan dan kemawasan sebagai landasan dan kekuatan hidup.

Bibi Anu
Lamun payu luas manjus
Antenge tekekang
Yatnain ngabe masui
Tiuk puntul
Bawang anggo pasikepan

Dalam konteks ritual seorang ibu yang mengupacarai anaknya dengan otonan, pesannya sudah jelas, bahwa di luar kekuatan ibu, ada kekuatan lain yang menjaga sang anak selain Tuhan dan leluhur, yaitu empat saudara yang dibawanya sejak lahir; air ketuban, darah, lemak, dan ari-ari.

Keempat saudara inilah yang membersamai janin dari dalam rahim hingga keluar dari rahim. Mereka juga terus menjaga sang anak hingga dewasa dan hingga tutup usia.

Ritual otonan digunakan untuk memberi penghormatan kepada keempat saudara ini sekaligus juga untuk memberi perlindungan menyeluruh kepada sang anak.

Proses latihan teater/dramatic reading naskah Otonan

Ada semacam harapan kepada anak agar senantiasa kuat dalam menjalani hidup seperti dalam sesontengan atau sejenis mantra seperti ini,

Ne cening magelang benang, apang mauwat kawat mabalung besi

Artinya, ini nak, kamu memakai gelang dari benang, supaya ototmu seperti kawat, dan tulangmu seperti besi.

Ritual ini tak hanya kaya dengan makna dan filosofi namun kaya dengan perspektif. Semakin dalam kita mempelajari unsur-unsurnya, semakin dalam ketidakpahaman kita.

Naskah ini adalah cara saya berdialog dengan diri dan pertanyaan-pertanyaan yang tak pernah usai. Keindahan ritual dalam naskah ini menjadi sederet perspektif yang perlu dimaknai kembali. Dan perjalanan masih panjang kepada pemahaman seperti yang saya gunakan sebagai penutup.

….. To realize how far I am from understanding.

Dan ya meskipun semua ini masih pemahaman yang sementara sifatnya, namun sebagai proses belajar, maka saya meyakini catatan ini penting dibagikan. Sebagai pembuka bagi yang ingin memaknai ritual sebagai teks yang terbuka, teks yang rendah hati dibuka.

Dramatic reading Otonan ini dipentaskan oleh Komunitas Mahima dan UKM Teater Kampus Seribu Jendela dan dapat disaksikan di kanal youtube Komunitas Mahima secara live pada 20 Februari 2023. [T]

Teater Sebagai Produksi Memori | Dari Pertunjukan “Semalam Masa Silam Mengunjungiku” Teater Satu Lampung
Teater-Dongeng Komunitas Mahima: Mengalirlah Bahasa Bali-Kawi-Indonesia-Inggris di Atas Panggung
Yang Terhubung: Ancaman dan Harapan | Catatan Pentas Kala Teater
Tags: Hindu BaliKomunitas MahimaRitual OtonanTeater
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Girang Kaajakin”: Paradoks Identitas Diri, Kelatahan, dan Masyarakat (Seni) Bali dalam Gejala Post-tradisi

Next Post

Peran Software Distribusi dalam Menuntaskan Tantangan Distribusi Global di Masa Depan

Kadek Sonia Piscayanti

Kadek Sonia Piscayanti

Penulis adalah dosen di Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja

Related Posts

Durhaka Sebagai Bahasa Kuasa: Narasi Tubuh Perempuan Melalui Pertunjukan Malin Kundang Lirih

by Helvi Carnelis
April 14, 2026
0
Durhaka Sebagai Bahasa Kuasa: Narasi Tubuh Perempuan Melalui Pertunjukan Malin Kundang Lirih

SAYA merasakan dengan kuat budaya rantau hari ini, sebuah beban tanggung jawab yang tidak ringan dalam kebudayaan Minangkabau. Pengalaman itu...

Read moreDetails

Bertolak dari Ruang, Proses dan Improvisasi —Catatan Pementasan ‘Aduh” Teater Mahima

by Radha Dwi Pradnyani
March 30, 2026
0
Bertolak dari Ruang, Proses dan Improvisasi —Catatan Pementasan ‘Aduh” Teater Mahima

PEMAIN masuk arena secara bergiliran. Dengan gerakan berbeda-beda mereka berjalan tergesa, dinamis, kadang saling silang, kadang sejajar. Mereka bersuara meniru...

Read moreDetails

Seni sebagai Metode Rekonsiliasi Warga Desa Tembok

by I Putu Ardiyasa
March 22, 2026
0
Seni sebagai Metode Rekonsiliasi Warga Desa Tembok

MENYAKSIKAN perjalanan kultural di Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Buleleng, selama empat tahun terakhir adalah pelajaran berharga tentang bagaimana estetika mampu...

Read moreDetails

Menembus Batas Fisik: Dialektika Atma Kertih dalam Estetika Ruang dan Cahaya dalam Lakon ‘I Sigir Jlema Tuah Asibak’

by I Gede Tilem Pastika
March 1, 2026
0
Menembus Batas Fisik: Dialektika Atma Kertih dalam Estetika Ruang dan Cahaya dalam Lakon ‘I Sigir Jlema Tuah Asibak’

MALAM itu, 28 Februari 2026, udara di Gedung Ksirarnawa Art Centre Denpasar terasa bergetar oleh ekspektasi yang tinggi. Sebagai sutradara...

Read moreDetails

Pertunjukan Mini Esai Performatif ‘Desa Kami’: Sebuah Gugatan dan Refleksi dari Desa

by Wahyu Mahaputra
February 28, 2026
0
Pertunjukan Mini Esai Performatif ‘Desa Kami’: Sebuah Gugatan dan Refleksi dari Desa

DERING telepon membangunkan saya dari tidur siang hari itu. Di seberang sambungan, suara Ariel Valeryan: sahabat dari Kuningan, Jawa Barat...

Read moreDetails

Pesan, Refleksi, dan Kritik Sosial dalam Drama Bali Modern di Bulan Bahasa Bali 2026

by Made Adnyana Ole
February 27, 2026
0
Teater Bali Modern ‘Jaratkaru’ dari Kawiya: Sekilas Tentang ‘Urban Stress’ dan Kehilangan Waktu Memikirkan Pernikahan

DRAMA Bali modern atau teater berbahasa Bali yang dipentaskan oleh sejumlah kelompok teater dalam ajang Bulan Bahasa Bali 2026 menunjukkan...

Read moreDetails

Teater Bali Modern ‘Jaratkaru’ dari Kawiya: Sekilas Tentang ‘Urban Stress’ dan Kehilangan Waktu Memikirkan Pernikahan

by Rusdy Ulu
February 25, 2026
0
Teater Bali Modern ‘Jaratkaru’ dari Kawiya: Sekilas Tentang ‘Urban Stress’ dan Kehilangan Waktu Memikirkan Pernikahan

EMPAT orang masing-masing membawa ember dan lap pel, lalu mengepel lantai panggung secara bersamaan. Mereka menarik lap pel dengan gerakan...

Read moreDetails

Musikal ‘Perahu Kertas’ Dee Lestari: Pertunjukan Bagi Mereka yang Rindu Pada Diri Sendiri

by Kadek Sonia Piscayanti
February 16, 2026
0
Musikal ‘Perahu Kertas’ Dee Lestari: Pertunjukan Bagi Mereka yang Rindu Pada Diri Sendiri

MUSIKAL Perahu Kertas di Ciputra Artpeneur Theater, Jakarta, hadir pada saat yang tepat, ketika banyak manusia bingung menemukan diri mereka,...

Read moreDetails

‘Sanghyang Dedari Tunjung Biru Prabawan Dewi Saraswati’ di SMAN 1 Kuta Selatan —Dari Ide Tengah Malam hingga Panggung Bulan Bahasa Bali

by Angga Wijaya
February 16, 2026
0
‘Sanghyang Dedari Tunjung Biru Prabawan Dewi Saraswati’ di SMAN 1 Kuta Selatan —Dari Ide Tengah Malam hingga Panggung Bulan Bahasa Bali

SAYA tidak duduk di kursi penonton ketika Sanghyang Dedari Tunjung Biru Prabawan Dewi Saraswati dipentaskan dalam rangkaian Bulan Bahasa Bali...

Read moreDetails

Siapa Kita dalam Lakon “Aduh” karya Putu Wijaya? —Catatan Pentas Teater Komunitas Mahima di Undiksha Singaraja

by Son Lomri
February 6, 2026
0
Siapa Kita dalam Lakon “Aduh” karya Putu Wijaya? —Catatan Pentas Teater Komunitas Mahima di Undiksha Singaraja

ORANG-orang di Auditorium Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja itu diteror suara sirine yang keluar dari mulut tujuh aktor Teater Komunitas...

Read moreDetails
Next Post
Peran Software Distribusi dalam Menuntaskan Tantangan Distribusi Global di Masa Depan

Peran Software Distribusi dalam Menuntaskan Tantangan Distribusi Global di Masa Depan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Vision for All’ Hadirkan Penglihatan Lebih Jelas, 1000 Kacamata Resep bagi Warga Jimbaran
Kesehatan

‘Vision for All’ Hadirkan Penglihatan Lebih Jelas, 1000 Kacamata Resep bagi Warga Jimbaran

SUASANA pagi pada Kamis, 30 April 2026, di Wantilan Kuari, Jimbaran, terasa berbeda. Bukan sekadar hiruk-pikuk aktivitas yang terdengar sejak...

by Nyoman Budarsana
April 30, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Problem Keadilan dalam Pembagian Harta Bersama: Dari Norma ke Uji Konstitusi

Dia luka yang tidak pernah benar-benar terlihat dalam putusan pengadilan berkaitan dengan pembagian harta gono gini dalam perpisah/pecahnya perkawinan  karena...

by I Made Pria Dharsana
April 30, 2026
Oppenheimer: Sains, Sastra, dan Filsafat
Esai

Oppenheimer: Sains, Sastra, dan Filsafat

Ilmuwan di Persimpangan Zaman Nama J. Robert Oppenheimer selalu menghadirkan paradoks: seorang ilmuwan jenius yang sekaligus menjadi simbol kegelisahan moral...

by Agung Sudarsa
April 30, 2026
Dialog Dini Hari Rilis ‘Di Jumah’: Lagu Tentang Rumah yang Tak Sederhana  
Panggung

Dialog Dini Hari Rilis ‘Di Jumah’: Lagu Tentang Rumah yang Tak Sederhana  

SEJAK dibentuk pada 2008 di Bali, Dialog Dini Hari konsisten mempertahankan pendekatan musik yang tenang dan reflektif. Kini, band indie...

by Dede Putra Wiguna
April 30, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

BALI SEDANG KRISIS KEBERANIAN? —‘Cari Aman’, ‘Koh Ngomong’ dan ‘Sing Nyak Uyut’ yang Menghancurkan Bali

— Catatan Harian Sugi Lanus, 29 April 2026 Di permukaan dan kasat mata: Bali sedang menghadapi darurat sampah. Pengerusakan hutan...

by Sugi Lanus
April 30, 2026
Mengenal Banyumas, Wisata Alam dan Kuliner yang Autentik
Tualang

Mengenal Banyumas, Wisata Alam dan Kuliner yang Autentik

NAMA Kabupaten Banyumas selalu identik dengan bahasa “Ngapak” yang sering dijadikan lelucon dalam film dan komedi. Banyumas lantas seolah mendapat...

by Chusmeru
April 30, 2026
Resistensi Penutur: antara “Mempunyai” dan “Memunyai” dalam Bahasa Indonesia
Bahasa

Resistensi Penutur: antara “Mempunyai” dan “Memunyai” dalam Bahasa Indonesia

BARU-BARU ini, dalam perhelatan Seminar Nasional Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Sandibasa) IV, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia, saya mempresentasikan sebuah makalah...

by I Made Sudiana
April 29, 2026
Sambeng Agung, Perang Hama dari Canggu di Pesta Kesenian Bali 2025
Budaya

Pesta Kesenian Bali 2026 Angkat Isu-isu Sosial Aktual Lewat Panggung dan Seminar Seni

Pesona Pesta Kesenian Bali (PKB) masih memukau, dinamis dan relevan. Buktinya, pesta seni milik masyarakat Bali ini berhasil mempertahankan tradisi,...

by Nyoman Budarsana
April 29, 2026
Rahasia Daya Tarik yang Tidak Bisa Dibeli atau Dipoles
Esai

Rahasia Daya Tarik yang Tidak Bisa Dibeli atau Dipoles

DI tengah dunia yang begitu bising oleh standar dan penilaian, banyak orang tumbuh dengan keyakinan bahwa daya tarik ditentukan oleh...

by T.H. Hari Sucahyo
April 29, 2026
“Sing Nyidang Ngomong”, Saat Mr. Rayen Bicara tentang Luka Rumah Tangga dari Sudut Pandang Anak
Pop

“Sing Nyidang Ngomong”, Saat Mr. Rayen Bicara tentang Luka Rumah Tangga dari Sudut Pandang Anak

PADA banyak lagu tentang perselingkuhan, yang kita dengar biasanya hanya dua suara, mereka yang terlibat, mereka yang saling menyakiti. Jarang...

by Angga Wijaya
April 29, 2026
Diseminasi dan Penayangan Perdana Film Dokumenter “Dibia – Hanuman Hitam”: Menelusuri Laku Kesenian Bali melalui Sosok Maestro
Panggung

Diseminasi dan Penayangan Perdana Film Dokumenter “Dibia – Hanuman Hitam”: Menelusuri Laku Kesenian Bali melalui Sosok Maestro

CINEPOLIS Plaza Renon menjadi titik temu antara ingatan, penghormatan, dan refleksi. Di sanalah BALIDOC menggelar diseminasi sekaligus penayangan perdana film...

by Dede Putra Wiguna
April 29, 2026
Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026
Khas

Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

SUASANA di Main Atrium, Living World Denpasar tak seperti biasanya. Kala itu, nuansa nostalgia terasa begitu kuat saat Record Store...

by Dede Putra Wiguna
April 28, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co