2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Teater “Otonan”, Perjalanan Menuju Hari Lahir

Kadek Sonia Piscayanti by Kadek Sonia Piscayanti
February 17, 2023
in Ulas Pentas
Teater “Otonan”, Perjalanan Menuju Hari Lahir

Pentas/Dramatic Reading naskah Otonan di Komunitas Mahima | Foto: Jason Aditya

When I was younger, I thought life is simpler. Can I have more time. To realize how far I am from understanding.

Itu adalah salah satu kalimat yang akan menutup pentas Otonan yang saya tulis. Mengapa saya menuliskan kalimat ini, karena pada akhirnya, kita semua sedang mencari makna, mencari cara, mencari sudut pandang atas apa yang terjadi pada kita. Untuk menyadari betapa jauh kita dari kata ‘paham’.

Kesadaran saat masa menjadi ibu, di awal kelahiran anak saya, telah mengubah saya menjadi manusia yang berbeda. Proses kelahiran telah mengubah sudut pandang saya sebagai perempuan menjadi lebih kaya, lebih beragam.

Pemahaman saya soal diri berkembang, karena saya tahu ketika proses melahirkan itu tiba, dalam konteks senyata-nyatanya, saya merasa bahwa kehidupan saya telah bukan lagi tentang saya semata, tapi tentang anak yang akan saya lahirkan. Tentang dia, dan tentang semua itu, saya rela untuk mengorbankan nyawa.

Saya ingat betul ketika proses kelahiran terjadi, di atas rasa sakit yang tidak tertanggungkan itu, saya sempat berpikir mati, dan jika Tuhan harus menentukan, saya memilih sayalah yang mati daripada anak saya. Totalitas penyerahan diri semacam itu ketika proses kelahiran terjadi telah mengubah semua sudut pandang saya tentang makna diri dan seterusnya.

Kelahiran telah membuat kehidupan yang terlihat fana ini menjadi sedetik yang abadi, yang menciptakan dunia baru yang tak terbayangkan sebelumnya. Rasa sakit yang tiada dapat dilukiskan itu telah menjadikan seorang ibu menjadi manusia yang kuat, daripada yang dia pernah bayangkan.

Anak-anak yang memainkan naskah Otonan sedang latihan di Komunitas Mahima | Foto: Jason Aditya

Naskah Otonan ini saya tulis ketika ada sebuah penawaran program dari Penastri (Perkumpulan Nasional Teater Indonesia) yaitu KalamPuan dengan tema Menafsir Ritual yang mensyaratkan peserta mengikuti workshop perempuan menulis naskah dan diakhiri dengan penulisan naskah.

Ketika saya melamar program ini saya telah menyiapkan konsep pementasan. Dan ketika dinyatakan sebagai salah satu yang lolos, saya telah merancang naskah ini sebagai naskah yang akan saya kembangkan hingga akhir workshop.

Program ini berlangsung sejak Agustus 2022 hingga kini memasuki tahap akhir yaitu dramatic reading. Para pengisi workshop di antaranya para budayawan, penulis dan akademisi, seperti Naomi Srikandi, Prof. Melani Budianta, dan Brigitta Isabella.

Naskah kami digodok dan mendapat masukan untuk perbaikan di sepanjang proses penulisan. Naskah Otonan juga mengalami perbaikan dan penguatan di sana-sini sehingga menjadi bentuknya saat ini meskipun juga masih terdapat ruang perbaikan setelah proses dramatic reading.

Otonan adalah ritual hari lahir di Bali, dan saya menulis naskah ini karena saya percaya bahwa ritual memiliki tujuan yang mulia, memberi pemaknaan kembali pada diri, kepada semesta, kepada kekuatan di luar diri yang senantiasa menjaga dan melindungi.

Konsep pementasan ini menggunakan pendekatan realistic sekaligus non realistic karena sesuai dengan esensinya, ritual selalu berhubungan dengan dua hal ini. Dan kedua kekuatan ini menyeimbangkan narasi yang ingin dicapai dalam naskah.

Salah satunya adalah elemen kidung yang memperkuat naskah. Kidung yang sarat filosofi ini menjadi sebuah penanda bahwa kita tak boleh berhenti belajar dan menjadi bermakna bagi semesta.

Maka sayapun mencantumkan beberapa kidung di sini sebagai pengingat betapa ikhlasnya semesta menjaga kita, mulai dari matahari dan bulan yang silih berganti menerangi bumi.

sang hyang candra tarāngganā pinaka dīpa mamaḍangi ri kālaning wĕngi
sang hyang surya sĕḍĕng prabhāsa maka dīpa mamaḍangi ri bhūmi maṇḍala

Maknanya kurang lebih begini,

Hyang bulan bersinar amat terang, bagai cahaya menerangi malam
Hyang matahari terang benderang bagai lampu menerangi bumi

Lalu manusia yang rapuh namun sombong ini nyaris selalu lupa pada semesta dan berkali kali harus diingatkan untuk menjadi penjaga semesta yang baik.

Anak-anak yang memainkan naskah Otonan sedang latihan di Komunitas Mahima | Foto: Jason Aditya

Dan dalam naskah inipun saya  mencantumkan tembang Bibi Anu. Tembang ini sangat baik digunakan sebagai wejangan kepada diri sendiri, untuk berjaga pada kemungkinan apapun, menggunakan kecerdasan dan kemawasan sebagai landasan dan kekuatan hidup.

Bibi Anu
Lamun payu luas manjus
Antenge tekekang
Yatnain ngabe masui
Tiuk puntul
Bawang anggo pasikepan

Dalam konteks ritual seorang ibu yang mengupacarai anaknya dengan otonan, pesannya sudah jelas, bahwa di luar kekuatan ibu, ada kekuatan lain yang menjaga sang anak selain Tuhan dan leluhur, yaitu empat saudara yang dibawanya sejak lahir; air ketuban, darah, lemak, dan ari-ari.

Keempat saudara inilah yang membersamai janin dari dalam rahim hingga keluar dari rahim. Mereka juga terus menjaga sang anak hingga dewasa dan hingga tutup usia.

Ritual otonan digunakan untuk memberi penghormatan kepada keempat saudara ini sekaligus juga untuk memberi perlindungan menyeluruh kepada sang anak.

Proses latihan teater/dramatic reading naskah Otonan

Ada semacam harapan kepada anak agar senantiasa kuat dalam menjalani hidup seperti dalam sesontengan atau sejenis mantra seperti ini,

Ne cening magelang benang, apang mauwat kawat mabalung besi

Artinya, ini nak, kamu memakai gelang dari benang, supaya ototmu seperti kawat, dan tulangmu seperti besi.

Ritual ini tak hanya kaya dengan makna dan filosofi namun kaya dengan perspektif. Semakin dalam kita mempelajari unsur-unsurnya, semakin dalam ketidakpahaman kita.

Naskah ini adalah cara saya berdialog dengan diri dan pertanyaan-pertanyaan yang tak pernah usai. Keindahan ritual dalam naskah ini menjadi sederet perspektif yang perlu dimaknai kembali. Dan perjalanan masih panjang kepada pemahaman seperti yang saya gunakan sebagai penutup.

….. To realize how far I am from understanding.

Dan ya meskipun semua ini masih pemahaman yang sementara sifatnya, namun sebagai proses belajar, maka saya meyakini catatan ini penting dibagikan. Sebagai pembuka bagi yang ingin memaknai ritual sebagai teks yang terbuka, teks yang rendah hati dibuka.

Dramatic reading Otonan ini dipentaskan oleh Komunitas Mahima dan UKM Teater Kampus Seribu Jendela dan dapat disaksikan di kanal youtube Komunitas Mahima secara live pada 20 Februari 2023. [T]

Teater Sebagai Produksi Memori | Dari Pertunjukan “Semalam Masa Silam Mengunjungiku” Teater Satu Lampung
Teater-Dongeng Komunitas Mahima: Mengalirlah Bahasa Bali-Kawi-Indonesia-Inggris di Atas Panggung
Yang Terhubung: Ancaman dan Harapan | Catatan Pentas Kala Teater
Tags: Hindu BaliKomunitas MahimaRitual OtonanTeater
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Girang Kaajakin”: Paradoks Identitas Diri, Kelatahan, dan Masyarakat (Seni) Bali dalam Gejala Post-tradisi

Next Post

Peran Software Distribusi dalam Menuntaskan Tantangan Distribusi Global di Masa Depan

Kadek Sonia Piscayanti

Kadek Sonia Piscayanti

Penulis adalah dosen di Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja

Related Posts

Sinaps Ingatan dari Pertunjukan Rawa Gambut Teater Potlot

by Asmaran Dani
September 4, 2026
0
Sinaps Ingatan dari Pertunjukan Rawa Gambut Teater Potlot

Catatan pendek, sebagai pengantar diskusi menonton ulang dokumentasi pertunjukan Rawa Gambut Teater Potlot melalui Youtube, Sabtu 05 Septemper 2026 di...

Read moreDetails

Sakrum: Sebuah Proses Meretas Jarak Duduk Ayah

by Yanik Parta
August 24, 2026
0
Sakrum: Sebuah Proses Meretas Jarak Duduk Ayah

SEBAGAI penari, aku bergerak dari kode satu ke kode gerak lainnya, sementara ayahku yang merupakan seorang pematung, bergerak dalam duduknya....

Read moreDetails

Dwi Dvara: Antara Keagungan Ciptaan dan Hasrat Merusak dalam Diri Kita

by Dewa Made Ari Kurniawan
August 4, 2026
0
Dwi Dvara: Antara Keagungan Ciptaan dan Hasrat Merusak dalam Diri Kita

Di Ambang Dualitas Eksistensial Dalam ruang pertunjukan yang temaram, pendar cahaya proyektor perlahan menghidupkan bidang panggung. Karya pertunjukan bertajuk DWI...

Read moreDetails

Pada Akhirnya Eksperimentasi Napas, Tubuh, dan Gerak Itu Berjudul Igel Prana ——Catatan Pasca Pertunjukan dan Sidang Tertutup Gus Sena

by Dewa Purwita Sukahet
July 31, 2026
0
Pada Akhirnya Eksperimentasi Napas, Tubuh, dan Gerak Itu Berjudul Igel Prana ——Catatan Pasca Pertunjukan dan Sidang Tertutup Gus Sena

MALAM itu, 20 Juli 2026, jam di ponsel menunjukan pukul 18:52 Wita, di depan gedung Ni Ketut Reneng, kampus Institut...

Read moreDetails

Paradoks Pengkhianatan dan Teologi Tubuh dalam ‘The Last Poison’

by Anselmus Dore Woho Atasoge
July 31, 2026
0
Paradoks Pengkhianatan dan Teologi Tubuh dalam ‘The Last Poison’

MALAM pembukaan Festival Bale Nagi 2026 di Taman Kota Felix Fernandez, Larantuka, Flores Timur, NTT, menyuguhkan sebuah pertunjukan yang memicu...

Read moreDetails

Fragmentari “Jro Luh” dan Sinkronisitas: Sebuah Pembacaan Estetika atas Pertemuan Dramaturgi dan Fenomena Alam

by I Gusti Made Darma Putra
July 28, 2026
0
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh

PANGGUNG seni pertunjukan pada dasarnya merupakan ruang rekayasa artistik. Di dalamnya, setiap unsur dirancang dengan cermat, struktur dramatik disusun melalui...

Read moreDetails

Melarut di Bali Utara: No-Audience Performance, Tubuh, dan Lanskap Menjadi Saksi

by I Wayan Sujana Suklu
July 25, 2026
0
Melarut di Bali Utara: No-Audience Performance, Tubuh, dan Lanskap Menjadi Saksi

  Tubuh berjalan pelandi antara bukit, rumah, dan laut yang tidak selesai. Angin membawa nama-namayang pernah singgah di pelabuhan,lalu hilang...

Read moreDetails

Murka Durpadi Mengutuk Dunia Lelaki, Tetapi Dengan Bahasa Siapa?  —Catatan dari Monolog Durpadi di Singaraja Literary Festival 2026

by Chandra Manikan
July 22, 2026
0
Murka Durpadi Mengutuk Dunia Lelaki, Tetapi Dengan Bahasa Siapa?  —Catatan dari Monolog Durpadi di Singaraja Literary Festival 2026

Asap mengepul perlahan hingga menutupi sebagian panggung, sementara cahaya merah merambat dan menerangi Ocha Diartini yang saat itu berperan sebagai...

Read moreDetails

Tubuh yang Dilukiskan, Tak Pernah Dimiliki —Membaca “Agem Ni Pollok” dalam Parade Monolog Festival Seni Bali Jani 2026

by Satria Aditya
July 20, 2026
0
Tubuh yang Dilukiskan, Tak Pernah Dimiliki —Membaca “Agem Ni Pollok” dalam Parade Monolog Festival Seni Bali Jani 2026

PARADE Monolog dalam Festival Seni Bali Jani 2016 yang digelar pada 14 Juli  di Gedung Ksirarnawa, dibuka pukul 17.00 Wita,...

Read moreDetails

Setiap Gerakan Punya Cerita  —Ulas Pentas Tari di Undiksha dan Terima Kasih Dua Hari Pengalamannya

by Putu Intan Juliantika
July 19, 2026
0
Setiap Gerakan Punya Cerita  —Ulas Pentas Tari di Undiksha dan Terima Kasih Dua Hari Pengalamannya

 “Teng! Tong! Teng! Tong! Teng! Tung! Pagi tiba alarm berbunyi...” Itu adalah suara dering alarm saya pukul tiga pagi yang...

Read moreDetails
Next Post
Peran Software Distribusi dalam Menuntaskan Tantangan Distribusi Global di Masa Depan

Peran Software Distribusi dalam Menuntaskan Tantangan Distribusi Global di Masa Depan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co