22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sepiantari & Sepiantini Nandurin Gumi: Riang Jalan Mencari Pohon Langka dalam Hutan

tatkala by tatkala
February 12, 2023
in Khas
Sepiantari & Sepiantini Nandurin Gumi: Riang Jalan Mencari Pohon Langka dalam Hutan

Sepiantari dan Sepiantini, dengan langkah pasti, dan dengan wajah yang riang, masuk hutan, Minggu siang, 12 Februari 2023.

SEPIANTARI DAN SEPIANTINI, dengan langkah pasti, dan dengan wajah yang riang, masuk hutan, Minggu siang, 12 Februari 2023. Apa yang mereka cari?

Jangan ditanya dulu. Sepiantari dan Sepiantini adalah sepasang perempuan kembar. Sejak pagi menjelang siang, mereka sudah memulai perjalanan dari wilayah datar di Desa Panji Anom, Kecamatan Sukasada, Buleleng.

Mereka berjalan menyusuri tepi parit, kadang agak terengah saat menyusuri jalan mendaki, kadang terseok di atas jalan setapak yang tak rata. Tapi wajah mereka tetaplah riang.

Langkah mereka diarahkan menuju hutan desa di wilayah ketinggian Puncak Landep, sebuah kawasan hutan yang lokasinya lumayan tinggi. Mereka berdua berjalan mulai dari ketinggian 1.500 mdpl, untuk sampai pada ketinggian 1.700 mdpl.

Jalan yang dilalui memang cukup terjal. Itu tentu saja menjadi tantangan. Tapi mereka tetap riang. Mereka bersenang-senang. Apa yang mereka cari?

Jangan ditanya dulu. Sepiantari dan Sepiantini adalah perempuan muda dari Desa Kayuputih Melaka, masih di wilayah Kecamatan Sukasada. Mereka melakukan perjalanan suci dengan konsep bersenang-senang untuk mencari sesuatu. Dua perempuan muda itu hendak ikut dalam sebuah misi yang tak biasa.

Sepiantari dan Sepiantini mengambil bibit pohon untuk dirawat dan akan ditanam kembali di dalam hutan | Foto: Panitia Nandurin Gumi

Sepiantari dan Sepiantini tentu saja tidak berdua saja. Mereka berada dalam satu rombongan pemuda lainnya, sekitar 25 pemuda, yang berasal dari  gabungan komunitas anak muda di Buleleng dan Denpasar. Mereka sedang melaksanakan sebuah program. Namanya, “Nandurin Gumi”.

Program itu merupakan kegiatan kolektif lintas komunitas yang berfokus pada upaya-upaya konservasi. Dengan cara-cara yang menyenangkan, para anak muda itu tidak menjadikan konservasi sebagai ruang yang penuh kegawatan.

Konservasi menjadi ruang untuk bersenang-senang. Mereka berjalan bersama, saling ngobrol, saling tertawa, kadang saling ejek dengan gembira sembari menikmati alam di sekitar mereka. Mereka bersenang-senang untuk merawat alam.

Upaya mereka bisa disebut sebagai upaya pembacaan ulang konservasi tanah, air dan pohon. Bersama Sepiantari dan Sepiantini, pada pemuda dari sekitar 22 komunitas menghadapi jalan terjal secara menyenangkan dan puncak ketinggian dengan wajah yang berseri-seri. Mereka berjalan selama sekitar dua jam.

Program “Nandurin Gumi” memang benar-benar berbeda.  Sepanjang perjalanan dari wilayah datar di Desa Panji hingga tiba di Puncak Landep itu para pejalan dari komunitas yang berbeda-beda itu  mencari bibit tanaman langka. Jika bertemu bibit langka, bibit itu diambil dan di bawa pulang.

Selanjutnya bibit-bibit itu akan dirawat di tempat penitipan maupun di rumah masing-masing. Setiap anggota yang mengambil bibit wajib merawat bibit itu hingga tumbuh subur. Setelah satu tahun, bibit itu akan dikembalikan lagi ke dalam hutan.

Bibit-bit itu rencananya akan ditanam kembali pada bulan Desember saat tiba musim penghujan.”Ini konsepnya bersenang-senang,” kata inisiator Program Nandurin Gumi, Ida Bagus Mahadi.

Bersenang-senang masksudnya, kata Mahadi,  semua masuk hutan tanpa beban. Mereka berkenalan dengan tumbuhan, mencium bau hutan dan bersentuhan dengan batang besar pohon hutan.

Selama ini yang banyak dilakukan orang atau lembaga-lembaga pecinta lingkungan adalah menanam pohon, setelah itu tak jarang pohon yang ditanam itu dibiarkan begitu saja, tanpa dirawat, dan mati sendiri. Setelah mati, program penanaman pohon kembali dilaksanakan. Begitu seterusnya.

Nah, dalam program ini, prosesnya dibalik.  Bibit pohon itu diambil, dirawat di rumah layaknya anak. Setelah cukup umur baru ditanam lagi. “Bibit yang kami ambil adalah bibit yang kondisi tumbuhnya tidak memungkinkan. Misalnya tumbuh di pinggir jurang, padahal mereka harusnya tumbuh di tempat yang aman agar bisa tumbuh subur dan jadi resapan air,” ujar Mahadi.

Bersenang-senang mencari bibit pohon dalam Program Nandurin Gumi | Foto: Dok panitia

Dari upaya pencarian bibit itu ditemukan 22 bibit pohon langka yang diselamatkan. Bibit itu didominasi oleh bibit pohon angeh. Pohon angeh di tengah hutan Puncak Landep memang langka. Banyak pula yang tidak mengenal bentuk pohon ini. Bibit pohon ini banyak tumbuh di sekitar jalan menuju hutan. Sayangnya banyak terlindas kaki di jalur tracking karena ketidaktahuan pada pejalan. Bibit ini wajib diselamatkan agar tidak punah.

“Dulu di puncak banyak pohon angeh. Sekarang sedikit. Bibit yang tumbuh pun kebanyakan di pinggir jalan. Jadi karena tidak sengaja dan tidak tahu, ya terlindas atau terinjak. Dan akhirnya tidak jadi tumbuh,” kata Ketua Lembaga Pengelola Hutan Desa  (LPHD) Panji Anom, Ketut Marma.

Ketut Marma memang ikut dalam perjalanan anak-anak muda itu. Dia-lah yang senantiasi memberikan petunjuk dan penjelasan-penjelasan tentang pohon langka di wilayah hutan itu.

Minimnya keberadaan pohon angeh ini, kata Ketut Marma, dikarenakan penebangan liar. Banyak orang menebang pohon ini untuk digunakan sebagai arang. Oknum-oknum itu masuk ke dalam hutan dan menebang pohon angeh tanpa memilih. Sehingga populasi pohon ini semakin hari semakin berkurang.

Bagimana dengan kegiatan Nandurin Gumi ini? Ketut marma tentu saja menyambutnya dengan gembira juga. Karena ia memang ingin mengenalkan kepada generasi muda fungsi hutan, wajah hutan yang disebut-sebut sebagai area resapan air.

“Setelah mereka mengenal pohon itu, mereka tergugah untuk menjaga,” kata Ketut Marma. [T][Ole/DS]

Sumpah Pemuda, Sumpah Pelestari Lingkungan di Pedawa
“World Clean-up Day” di Desa Tembok, 800 Warga Bersih-bersih Lingkungan Desa
Memaknai Sumpah Pemuda: Sudahkan Pemuda Berjuang Untuk Permasalahan Lingkungan di Indonesia?
Tags: bulelengDesa PanjiDesa Panji AnomHutan Desakomunitaslingkungan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Michelle Yeoh, Menghadapi Ageism dengan Prestasi Aktris Terbaik Golden Globe Awards

Next Post

“Perarem Desa Adat”, Peran Strategis Adat Cegah Rabies

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
“Perarem Desa Adat”, Peran Strategis Adat Cegah Rabies

“Perarem Desa Adat”, Peran Strategis Adat Cegah Rabies

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co