22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Michelle Yeoh, Menghadapi Ageism dengan Prestasi Aktris Terbaik Golden Globe Awards

Kadek Sonia Piscayanti by Kadek Sonia Piscayanti
February 12, 2023
in Esai
Michelle Yeoh, Menghadapi Ageism dengan Prestasi Aktris Terbaik Golden Globe Awards

Michelle Yeoh | Foto: Google

JIKA SAAT INI Anda tidak membicarakan Michelle Yeoh mungkin Anda ketinggalan. Dunia sedang membicarakan dia.

Dia adalah peraih Golden Globe Awards untuk kategori aktris terbaik dalam perannya di Everything Everywhere All at Once. Dalam konteks ini saya tak akan membahas filmnya, namun membahas Michelle Yeoh sebagai perempuan yang mampu melawan stereotype ageism dengan cemerlang.

Michelle Yeoh telah membuktikan bahwa di usianya yang ke-60 dia masih bisa menorehkan sejarah penting dalam dunia seni, yaitu menjadi aktris yang memiliki kemampuan akting luar biasa khususnya dalam film Everything Everywhere All at Once.

Sesaat sebelum pidato kemenangan di Golden Globe Awards, Yeoh mengawalinya dengan napas panjang, dia seolah ingin menghirup atmosfir kemenangan dengan elegan, dengan tenang.

Dalam pidatonya, narasi Yeoh adalah narasi perjuangan dari nol ketika memulai karir di Hollywood. Ia juga berjuang melawan isu minoritas, bahwa ia orang Asia dan perempuan, dengan kemampuan bahasa yang diragukan.

Mengharukan ketika dia mulai menceritakan kisah awalnya di Hollywood, dengan menyadari diri sebagai minoritas, semuanya terasa tak mungkin. Juga diragukan dengan kemampuan Bahasa Inggris-nya, dia menyadari bahwa dunianya baru dimulai. Lalu waktu berjalan, hingga dia tiba di usia 60 tahun. Ia menyinggung soal bagaimana perempuan kadang dengan pertambahan usia, mulai mempersempit peluang dirinya, mulai meragukan dirinya, dan itu adalah ageism.

Ageism adalah sebuah diskriminasi kepada orang tua dengan meragukan kemampuan mereka dalam memberikan partisipasi, sumbangsih atau kontribusi karya kepada dunia. Diskriminasi ini berkembang di dunia yang memandang hanya yang muda yang bisa merayakan hidup dengan cemerlang.

Namun Michelle Yeoh mampu menepis stereotype itu. Justru di usia ke-60 ini Yeoh makin matang dalam berkarya. Dia tak mau dibatasi oleh usia. Dia bahkan merasakan film Everything Everywhere All at Once adalah sebuah hadiah, anugrah yang diberikan kepadanya yang mendambakan peran menantang.

Sebagaimana diketahui bahwa Yeoh adalah seniman akting yang hampir lengkap, dia memiliki perangkat keaktoran yang luar biasa; kecerdasan intelektual, fisik, emosional, dan keseimbangan atau kedisiplinan pada diri.

Hampir di semua filmnya yang melibatkan adegan bela diri, Yeoh melakukannya sendiri. Sesulit dan serumit apapun, dia melakukannya sendiri. Bahkan ketika usianya tak muda lagi, dia tetap melakukan semua adegan berbahaya sendiri. Tentu kerumitan koreografi tak hanya menuntut kekuatan fisik, namun kecerdasan intelektual untuk mengingat semua ketukan langkah dan nafas dan keseimbangan luar biasa. Untuk seseorang berusia 60 tahun, fisiknya luar biasa. Bahkan tak terbayangkan.

Ketika diwawancarai oleh Jimmy Kimmel, dia mengatakan bahwa karir filmnya dimulai di Hongkong, bersama Jackie Chan di film Supercop, dimana dia mulai tertarik belajar bela diri dari Jackie. Dia memiliki bekal sebagai penari, yang akrab dengan koreografi dan itu membuatnya cepat belajar bela diri.

Salah satu film besar yang melambungkan namanya adalah Crouching Tiger, Hidden Dragon, yang dibuat 23 tahun lalu, film laga yang membuat siapapun terkesima. Ada juga film laga lain yang ia bintangi seperti Tai Chi Master, tentang seni bela diri klasik.

Lalu film Memoirs of A Geisha, dimana Yeoh berperan sebagai seorang mentor bagi geisha, mengajari berbagai keterampilan yang harus dimiliki seorang geisha. Aktingnya memukau dan membuat kita terkesan pada kecerdasannya.

Dia juga terlibat dalam film James Bond Tomorrow Never Dies, dengan Pierce Bosnan, dimana dia berperan sebagai agen rahasia China. Aktingnya juga sangat meyakinkan.

Dia juga berperan dalam film Crazy Rich Asian, sebagai Eleanor, ibu dari tokoh utama Nick Young, seorang crazy rich dari Singapura. Filmnya ini kembali mengukuhkan eksistensinya sebagai aktor yang mapan kualitas aktingnya. Bahkan meski tanpa kata, hanya dengan melirik, menghela nafas, menoleh, Yeoh memukau.

Sementara perannya di Everything Everywhere All at Once, Yeoh mengeluarkan semua potensi terbaiknya. Peran Yeoh ini sesungguhnya ditulis untuk laki-laki, dan direncanakan diberikan kepada Jackie Chan, namun Jackie merekomendasikan Yeoh dan akhirnya dua sutradara film ini yang dijuluki The Daniels (Daniel Scheinert dan Daniel Kwan) mengganti peran Jackie untuk peran perempuan.

Film tentang multiverses parallel ini kemudian menjadi film ter-tidakbiasa- atau extraordinary dan unik.  Namun pesan menyentuh film ini adalah bahwa di semesta manapun kamu berada, berjuanglah untuk cinta dan keluarga. Yeoh telah membuktikan kualitas dirinya bahwa cintanya pada seni tak terbatas waktu, usia, dan semesta. Dia telah menunjukkan bahwa perempuan mampu melampaui batas-batas apapun, jika dia mau dan setuju untuk melakukan itu.

Selamat Yeoh, sebagai manusia, sebagai perempuan, sebagai seniman serba bisa. [T]

BACA artikel lain dari penulis KADEK SONIA PISCAYANTI

“Poetry, Sound and Sense”, Ketika Miley Cyrus Membius Dunia dengan Flowers
Perempuan Peraih Nobel Sastra itu adalah Annie Ernaux
Ketika Kota Menjelma Kata | Catatan Film “Walking Through Words” dalam Minikino Film Week 8

Tags: filmfilm asiaGolden Globe AwardsHollywoodMichelle Yeoh
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Colors Is In The Atmosphere” — 3 Perupa Bali Dalam Pameran “Love Is In The Air ” di Teh Villa Gallery Surabaya

Next Post

Sepiantari & Sepiantini Nandurin Gumi: Riang Jalan Mencari Pohon Langka dalam Hutan

Kadek Sonia Piscayanti

Kadek Sonia Piscayanti

Penulis adalah dosen di Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja

Related Posts

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails

Dialog di Atas Naskah dan Tradisi — Menjawab Catatan Kritis dari IGA Darma Putra

by I Made Sudiana
October 19, 2026
0
Dialog di Atas Naskah dan Tradisi — Menjawab Catatan Kritis dari IGA Darma Putra

SEBUAH tulisan di ruang publik pada hakikatnya adalah undangan terbuka untuk berdiskusi. Melalui tanggapan kritis yang disampaikan oleh IGA Darma...

Read moreDetails

Idealisme Pers dan Perjuangan Menghidupi Media

by Angga Wijaya
October 18, 2026
0
Idealisme Pers dan Perjuangan Menghidupi Media

MALAM  itu saya menghubungi Aryantha Soethama melalui WhatsApp. Ia adalah penulis senior asal Bali yang mengawali kegiatan menulis sejak remaja,...

Read moreDetails
Next Post
Sepiantari & Sepiantini Nandurin Gumi: Riang Jalan Mencari Pohon Langka dalam Hutan

Sepiantari & Sepiantini Nandurin Gumi: Riang Jalan Mencari Pohon Langka dalam Hutan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
“Semua Babi” atau “Serba Babi”, Diksi dalam Perkulineran
Bahasa

“Semua Babi” atau “Serba Babi”, Diksi dalam Perkulineran

DUNIA kuliner di Bali saat ini sedang ramai-ramainya dengan berbagai pilihan olahan. Dari tradisi babi guling yang legendaris hingga tren...

by I Made Sudiana
October 19, 2026
Siswa Timedoor Academy Singaraja Raih Juara 2 Local Exhibition Bali Young Coder World Cup, Lolos ke Tingkat Nasional
Pendidikan

Siswa Timedoor Academy Singaraja Raih Juara 2 Local Exhibition Bali Young Coder World Cup, Lolos ke Tingkat Nasional

SINGARAJA | TATKALA.CO -- Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan teknologi di Kabupaten Buleleng. Langit Biru, siswa Timedoor Academy Singaraja,...

by Rusdy Ulu
October 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co