2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Perarem Desa Adat”, Peran Strategis Adat Cegah Rabies

dr. Putu Sukedana, S.Ked. by dr. Putu Sukedana, S.Ked.
February 13, 2023
in Esai
“Perarem Desa Adat”, Peran Strategis Adat Cegah Rabies

Ilustrasi tatkala.co

LAMA SAYA merenung untuk membuat tulisan dan judul yang sekiranya dekat dengan masyarakat serta efektif membantu permasalahan kesehatan yang ada saat ini.

Sebagai seorang dokter, agak begitu keliru jika posisi kami hanya mengobati ketika sakit. Karena niscaya ketika itu terjadi, pilihan selanjutnya adalah sembuh seutuhnya (biopsikososiospiritual), membaik, atau tidak membaik bahkan meninggal.

Jika kita bisa berpikir ke hulu lagi, ada yang masih perlu kita gaungkan dan lakukan yaitu pencegahan. Salah satu isu itu adalah rabies. Mari berhitung bersama.

Kita akan bahas seremnya dahulu tentang rabies. Rabies adalah penyakit yang penularannya dari hewan ke manusia dengan menyerang sistem saraf akibat infeksi virus RNA dari keluarga Rhabdoviridae. Hingga 98% penularannya dari anjing sedangkan sisanya oleh kucing dan kera.

Celakanya pada kasus rabies yang pasiennya tidak mendapatkan vaksinasi, tingkat kematiannya mencapai 100%. Dengan ukuran yang sangat kecil yaitu 180 x 75 m agaknya susah dilihat dengan mata telanjang. Dengan melalui gigitan atau jilatan virus masuk ke tubuh melalui kulit yang terluka atau mukosa yang utuh seperti konjungtiva mata, anus, mulut, alat kelamin bagian luar, maupun transplantasi kornea.

Selama 2 minggu virus diam di tempat awal lalu merangsek ujung-ujung saraf bagian posterior atau belakang. Masa terinfeksi hingga menunjukkan gejala bervariasi mulai dari 7 hari-1 tahun, dengan rata-rata 1-2 bulan. Di sinilah titik permasalahan kedua, yaitu bervariasinya masa inkubasi itu sehingga kadang kita merasa tidak terlalu khawatir maupun menganggap remeh atau ampah.

Setelah menuju saraf tepi akan terus menuju saraf pusat hingga pada akhirnya dari saraf di otak kembali menyebar ke kelenjar di kornea, kulit, dan kelenjar ludah.

Lamanya mencapai saraf pusat tergantung dari 3 hal, yaitu dari segi virus, seberapa banyak virus yang masuk; dari segi lingkungan yaitu bagaimana pencegahan virus itu dicegah masuk seperti dengan desinfektan dan lain-lain; serta dari segi inangnya yaitu posisi virus masuk ke dalam tubuh, daya tahan tubuh dari korban.

Contoh area gigitan di daerah kepala, muka dan leher rata-rata 30 hari. Gigitan di lengan, tangan, dan jari tangan 40 hari. Gigitan di tungkai bawah, kaki, jari kaki 60 hari dan di badan 45 hari. Tingkat kematian paling tinggi pada infeksi di daerah wajah, menengah di area lengan dan tangan serta paling rendah di daerah di kaki.

Terlepas dari fatalitas virus ini, syukurnya ada kelemahan dari virus ini yang sangat gampang mati jika di luar tubuh inangnya. Virus akan mati dalam sinar matahari, sinar ultraviolet, pemanasan dalam 1 jam 50 menit. Virus ini juga sangat peka dengan pelarut basa/alkalis seperti sabun, desinfektan, serta alkohol 70%.

Sehingga saran pencegahan setelah digigit atau terkena cairan berpotensi terkena virus ini, adalah dengan cara mencuci di air mengalir dengan sabun selama 15 menit dan menggunakan antiseptik.

Sekarang kita mulai kupas kenapa di masyarakat menjadi sesuatu yang perlu kita perhatikan bersama bahkan peran desa adat. Desa adat menjadi tameng dan terbukti efektif saat terjadi COVID 19. Dengan arahan pemimpin di desa adat, awig-awig/aturan sangat ditaati masyarakat. Tentunya ini memiliki peran strategis guna mencegah nyawa melayang.

Di Bali terdapat 1.488 desa adat dan 716 desa. Peran strategis desa adat terhadap kehidupan sosial dan budaya Bali amatlah penting. Sekarang kita kupas kasus rabies.

Per 10 Januari 2023 di Buleleng anjing yang divaksin baru 75% dari sasaran yang ada. Sedangkan korban jiwa yang tercatat akibat rabies di tahun 2022 cukup tinggi yaitu 13 orang yang sebelumnya hanya sebanyak 1 orang di tahun 2021. Sehingga Buleleng menjadi daerah rawan.

Aturan desa adat/social capital diharapkan kembali menjadi kebijakan yang efektif di lini depan. Misalnya saja adanya perarem dengan mewajibkan masyarakat yang memiliki anjing wajib memvaksin dan memberikan tanda kalung di leher sebagai penanda khas.

Jika terjadi kasus gigitan, pemilik anjing membiayai penanganan kesehatan korban atau bahkan menyebabkan kematian membantu biaya ngaben korban. Yang unik lainnya misalnya dikenakan denda beras beberapa kg jika tidak melakukan perarem. Hal ini sangat tergantung dari kesepakatan di masyarakat adat itu.

Saya yakin jika ini dilakukan akan menjadi percontohan nasional yang menjadi local genius Bali dan menjadi banyak minat peneliti-peneliti luar datang. Kalau sudah demikian, tidak hanya masalah pencegahan rabies saja yang terdampak, namun menjaga perasaan aman wisatawan dan bahkan menarik minat wisatawan baik untuk berekreasi atau meneliti. Terima kasih pemimpin desa adat dan semeton/masyarakat adat Bali.

“Desa yang maju adalah desa yang memungkinkan semua warganya menikmati kehidupan yang bebas dan sehat di lingkungan yang aman” -Kofi Annan- [T]

BACA artikel lain dari penulis DOKTER SUKEDANA

5 Fakta Campak dan Dampaknya
Kanker Serviks, Mimpi Buruk yang Dapat Dicegah
Rahasia Madu untuk Kesehatan
Tags: desa adatkesehatanrabies
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sepiantari & Sepiantini Nandurin Gumi: Riang Jalan Mencari Pohon Langka dalam Hutan

Next Post

Pilihan Buku yang Sulit dan Rumit

dr. Putu Sukedana, S.Ked.

dr. Putu Sukedana, S.Ked.

Founder Budiarsana Foundation, Manager BMMC, Staff Managemen Pasien RSU Kertha Usada, Mahasiswa S2 Ilmu Managemen Pasca Sarjana Undiksha

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Pilihan Buku yang Sulit dan Rumit

Pilihan Buku yang Sulit dan Rumit

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co