9 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Ngejot Jerimpen”, Aplikasi Pawongan yang Humanis, Toleran, dan Pluralis di Desa Adat Kelampuak, Tamblang

dr. Putu Sukedana, S.Ked. by dr. Putu Sukedana, S.Ked.
January 7, 2023
in Khas
“Ngejot Jerimpen”, Aplikasi Pawongan yang Humanis, Toleran, dan Pluralis di Desa Adat Kelampuak, Tamblang

Jerimpen | Foto Sukedana

DALAM PERAYAAN GALUNGAN yang jatuh pada hari Rabu tanggal 2 Januari 2023 ini ada yang menarik karena warga berbondong-bondong membawa jot-an jerimpen.

Ngejot jerimpen merupakan salah satu tradisi di Desa Adat Kelampuak, Desa Tamblang, Buleleng, Bali, dengan memberikan buah, jajan, sate atau bentuk lain seikhlasnya yang disusun dalam tamas (alas berbentuk bulat yang terbuat dari daun kelapa) disertai canang kepada keluarga yang memiliki anak pertama dan melewati rahina Galungan pertama kali.

Mungkin di desa lain sangat banyak hal serupa sesuai dengan desa kala patranya. Hal ini bertujuan mendoakan si kecil agar selalu sehat dan kelak berguna untuk sesama.

Menurut Sudarsana (2001), jerimpen berasal dari kata “jeri” dan “mpen”. Jeri berasal dari suku kata “jari” yang menjadi Asta (Asta Aiswarya) berarti  delapan penjuru dunia. Sedangkan kata kedua, mpen, yaitu “empu” yaitu Sang Putus (Maha Suci).

Dengan demikian jerimpen merupakan simbol permohonan kepada Sang Hyang Widhi di kedelapan penjuru untuk anugrah baik secara lahiriah dan batin. Terlebih dari itu, memberikan seikhlasnya kepada orang lain salah satunya melalui ngejot jerimpen ini sangat membantu meningkatkan kekerabatan, saling mengenal, dan melatih melakukan sesuatu dengan ikhlas terhadap sesama.

Dalam konteks ajaran Tri Hita Karana yaitu pawongan merupakan jalan yang ditujukan untuk mencapai keselarasan serta hubungan yang baik dengan sesama. Pawongan berasal dari Bahasa Jawi Kuna yaitu wong yang berarti orang. Diharapkan dengan mengamalkan ajaran Tri Hita Karana terjalin suatu keselarasan dan kesejahteraan dengan lingkungan, manusia, dan Tuhan. Luar biasa peninggalan ajaran dari leluhur ini kepada anak-anak dan keturunan saat ini bahkan di masa depan di masa kali yuga.

Masa kali yuga digambarkan menurut kitab Nitisastra IV.7 bahwa watak manusia lebih mementingkan material di jaman kali yuga. Pengalaman penulis sendiri ada bapak-bapak berpakaian lusuh membawa jerimpen, ada yang pakaian mewah dan wajah klimis juga membawa jerimpen, bahkan sesepuh desa dan juga pemuka agama seperti sulinggih dengan tulus dan ikhlas membawakan jerimpen.  Dengan adanya tradisi ngejot jerimpen tidak hanya menyamarkan keegoisan, namun juga ketulusan dari semua kalangan.

Hal ini sesuai dengan yang disampaikan oleh Kelian Suka Duka Desa Adat Kelampuak, Nengah Sukradana. “Ngejot jerimpen yang merupakan warisan orang tua diharapkan menjadi jalinan persaudaraan antara warga dan saling menyayangi”. “Terhadap generasi muda untuk bisa melanjutkan bahkan meningkatkan persaudaraan yang ada,”  katanya.

Kelian Suka Duka Desa Adat Kelampuak, Nengah Sukradana

Melalui tradisi ngejot jerimpen karakter yang bisa dibangun begitu banyak mulai dari religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, mandiri, demokratis, bersahabat/komunikatif, dan cinta damai.

Menurut Kelian Desa Adat Kelampuak,  Made Sukeastawa mengatakan “Dengan tradisi ngejot jerimpen otomatis akan saling mengenal antara karma lama dan baru”.

Berbeda dengan di Desa Adat Kelampuak-Tamblang, hal ini juga terjadi di desa-desa lain seperti di Nyitdah untuk pasangan yang baru menikah pada Hari Raya Galungan akan mendapatkan jerimpen dari masyarakat yang bertujuan mendoakan pengantin baru agar kehidupan baru tidak mengalami rintangan.

Namun apapun itu perbedaanya, tradisi ini dapat menjadi wahana pendidikan yang baik untuk anak-anak karena sesungguhnya pendidikan sendiri tidak hanya di bangku sekolah, namun di lingkungan keluarga serta masyarakat.

Kelian Desa Adat Kelampuak,  Made Sukeastawa

Kedepan saya berharap, ngejot jerimpen tidak hanya dibawakan oleh kaum orang tua, namun anak-anak yang sangat haus akan pedidikan karakter. Ketimbang bermain di dunia maya, maka melatih karakter sosial dengan kehidupan nyata akan menjadi pengalaman indah yang terpatri dalam benak anak-anak.

 “Belajar tanpa berpikir tidak ada gunanya, tapi berpikir tanpa belajat sangat berbahaya” -Ir Soekarno-

Galungan di Nusa Penida, Ceritamu Dulu: Tren TKW dan Dagelan “Nyen Kal Ganti”
“Ngerebeg”, Tradisi Desa Adat Tegal, Abiansemal : Berkah dan Meriah
Galungan-Kuningan di Desa Adat Tegal, Abiansemal: Ngelawang Sakral, 8 Barong, 6 Hari, 8 Banjar
Tags: Desa Tamblanghari raya galunganTradisiTradisi Galungan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Cerita Bagus Ibu Muda: Pandemi, Inspirasi ARMY dan BTS

Next Post

Puisi-puisi Manik Sukadana | 5 Puisi Pertama dalam Project Ning Ai

dr. Putu Sukedana, S.Ked.

dr. Putu Sukedana, S.Ked.

Founder Budiarsana Foundation, Manager BMMC, Staff Managemen Pasien RSU Kertha Usada, Mahasiswa S2 Ilmu Managemen Pasca Sarjana Undiksha

Related Posts

Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

by Gading Ganesha
May 2, 2026
0
Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

JUMAT sore, bertepatan dengan Hari Buruh, 1 Mei, saya mampir ke Bichito sebuah kafe baru di Jalan Gajah Mada, Singaraja,...

Read moreDetails

Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

by I Nyoman Darma Putra
May 1, 2026
0
Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

PERINGATAN 100 tahun kelahiran sastrawan Bali modern I Made Sanggra diselenggarakan secara khidmat di kediamannya di Sukawati, bertepatan dengan hari...

Read moreDetails

Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

by Dede Putra Wiguna
April 28, 2026
0
Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

SUASANA di Main Atrium, Living World Denpasar tak seperti biasanya. Kala itu, nuansa nostalgia terasa begitu kuat saat Record Store...

Read moreDetails

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
0
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

Read moreDetails

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails

Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
April 8, 2026
0
Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

HARI itu, Jumat, 3 April 2026, menjadi hari yang tak biasa bagi siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam). Sehari...

Read moreDetails

Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

by Putu Gangga Pradipta
April 5, 2026
0
Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

MATAHARI baru saja beranjak dari peraduannya pada Kamis (2/4/2026), namun aspal di sepanjang jalan menuju Pura Segara, Buleleng, sudah mulai...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi Manik Sukadana | 5 Puisi Pertama dalam Project Ning Ai

Puisi-puisi Manik Sukadana | 5 Puisi Pertama dalam Project Ning Ai

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

BAKAR SAMPAH BERTENTANGAN DENGAN PRINSIP HINDU BALI

— Catatan Harian Sugi Lanus, 8 Mei 2026 Pemimpin umat atau pemimpin masyarakat yang membiarkan masyarakat membakar sampah secara terbuka...

by Sugi Lanus
May 9, 2026
Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot
Esai

Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

Tanggapan terhadap esai "Sekolah Kejuruan: Penyumbang Tertinggi Pengangguran? —Sebuah Tamparan ke Muka Kita Bersama", tatkala.co, 8 Mei 2026 --- PENDIDIKAN...

by Jro Gde Sudibya
May 8, 2026
Terbang di Atas Sepi
Esai

Terbang di Atas Sepi

“Kalau gak sabar, silakan terbang di atas sepi.” Tulisan di bak truk itu mungkin lahir dari kemacetan. Dari jalan yang...

by Angga Wijaya
May 8, 2026
Filla, Unit Rock Tunanetra asal Bali Resmi Bertransformasi Jadi Solo Project Setelah Merilis Tiga Single
Pop

Filla, Unit Rock Tunanetra asal Bali Resmi Bertransformasi Jadi Solo Project Setelah Merilis Tiga Single

SETELAH mencuri perhatian sebagai unit rock tunanetra asal Bali lewat single “Keidela”, “I’m a Fire”, dan “3”, kini Filla memasuki...

by Dede Putra Wiguna
May 8, 2026
Sekolah Kejuruan: Penyumbang Tertinggi Pengangguran? —Sebuah Tamparan ke Muka Kita Bersama
Esai

Sekolah Kejuruan: Penyumbang Tertinggi Pengangguran? —Sebuah Tamparan ke Muka Kita Bersama

DATA BPS Februari 2026 membuat kita harus berhenti pura-pura tidak hirau: tingkat pengangguran terbuka lulusan SMK  8.62%..! Tertinggi dari semua...

by I Gede Joni Suhartawan
May 8, 2026
Trio Brunkow, Ramsdell, dan Sakaguchi: Ketika Kolaborasi Ilmiah Mengubah Masa Depan Kemanusiaan
Esai

Trio Brunkow, Ramsdell, dan Sakaguchi: Ketika Kolaborasi Ilmiah Mengubah Masa Depan Kemanusiaan

Jejak Kehidupan Tiga Ilmuwan Penjaga Sistem Imun Dunia ilmu pengetahuan sering melahirkan tokoh-tokoh besar yang bekerja dalam kesunyian laboratorium, jauh...

by Agung Sudarsa
May 8, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Deforestasi Sangat Ditabukan Suku Baduy

DUNIA saat ini sedang dilanda berbagai bencana alam yang mengerikan dan akan menghadapi suatu bencana yang amat sangat mengerikan bila...

by Asep Kurnia
May 7, 2026
Tengah Malam Rokok Habis                           
Esai

Tengah Malam Rokok Habis                           

HAL yang paling menyiksa bagi para perokok adalah ketika bangun tengah malam dan mendapati bungkus rokok kosong di atas meja....

by Angga Wijaya
May 7, 2026
Wujudkan Tri Hita Karana, KKN Tematik UPMI 2026 Sukses Bawa Perubahan Positif di Banjar Negari, Singapadu Tengah, Gianyar
Pendidikan

Wujudkan Tri Hita Karana, KKN Tematik UPMI 2026 Sukses Bawa Perubahan Positif di Banjar Negari, Singapadu Tengah, Gianyar

MAHASISWA Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI Bali) Kelompok VI Tahun 2026 sukses menyelenggarakan serangkaian program...

by Dede Putra Wiguna
May 7, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KENAPA MASYARAKAT BALI MENSAKRALKAN MANGROVE (Prapat/Pedada/Pidada)?

— Mengenang Kembali Pohon Pesisir yang Dimuliakan Danghyang Nirartha Oleh: Sugi Lanus Di sepanjang garis pantai pulau Serangan dan pantai-pantai...

by Sugi Lanus
May 7, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Menguji Batas Tanggung Jawab Terbatas:  ‘Piercing the Corporate Veil’ dalam Sengketa Kepemilikan dan Pengalihan Saham

DALAM rezim hukum Perseroan Terbatas sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, prinsip tanggung jawab terbatas...

by I Made Pria Dharsana
May 7, 2026
Meninggal Seperti Pepes Ikan
Fiksi

Bermain dengan Jin Tengah Malam

MEMILIKI seorang anak yang sehat, cerdas, dan saleh tentu membahagiakan bagi Krisna Malika dan Riana Dewanti. Anak pertama mereka, Arkanda...

by Chusmeru
May 7, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co