2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Manik Sukadana | 5 Puisi Pertama dalam Project Ning Ai

Manik Sukadana by Manik Sukadana
January 7, 2023
in Puisi
Puisi-puisi Manik Sukadana | 5 Puisi Pertama dalam Project Ning Ai

Manik Sukadana

:// CATATAN KOMPUTER NING AI

Ai. Jemari kurus. Ruang lenggang.
Tombol komputer berdebu seperti ingatan tentang jemari Ibu.
Kasar, selalu pudar. Pintu diputar.
Seorang perempuan masuk membawa bahan makanan ala kadar.

//
Apakah CINTA dapat dikirim lewat email, Kak?
/
Bisa, tapi kau sekarang tidak bisa mengirimkannya.
Sinyal berpihak kepada buih.
Laut menyamar waktu, kita di ujungnya.
Sangat susah untuk mengendalikan arah.
Tapi ADIK bisa simpan apa yang ingin disampaikan.
/
Oh ya, tombol A dan I di komputer hilang,
dapatkah aku menuliskan CINTA lagi?
/
Bisa. Ambil saja huruf A dari LAKU
dan huruf I dari SEPI.
/
Tapi tombol U ketika di akhir kata tidak bisa terketik,
kadang mau, kadang tidak.
Jadi LAKU tidak bisa muncul,
terlebih lagi dari sosok SEMU yang lama hilang.
/
Kalau begitu ditukar saja, LUKA,
Segala akibat dari LAKU yang kau cari.
/
Tidak bisa juga, Kak.
Ketika L menjadi awal kata, K tidak bisa diikuti oleh A.
Otomatis, kata yang muncul pada layar adalah LUPA.
Seketika LUKA yang ada pada diri hilang.
Juga seluruh kata pada layar komputer tiba-tiba hitam. Sirna!
Ini tidak bisa dialihkan.
/
Oh itu biasa, hanya masalah pengaturan program,
ketik TAYANG pada pengaturan pengguna.
Isi tanda centangnya.
/
Tapi ada suku kata YA di tengah. Aku tidak suka.
Seperti tebaran SAYATAN pada tubuh kakak, juga tubuhku.
Aku tidak mau mengulanginya.
Seperti juga kata SAYANG.
/
Kenapa kau tidak mau mengulangnya?
/
Kata SAYANG sudah tidak ada artinya.

Kakak tertawa.

Juga kata AYAH. Tidak ingin aku eja kata itu.
/
Ya sudah cukup. Ambil saja huruf A dari KAKAK.
/
Tidak apa-apa aku ambil satu huruf itu?
/
Tidak. Kau masih bisa memanggilku dengan KAK.
Oh ya, apakah memarmu masih sakit ketika disentuh, DIK?
/
Masih. Tapi yang aku alami lebih sedikit
dari yang kakak dapatkan.
Aneh, kenapa KAKAK selalu menikmatinya?

Kakak tertawa lagi.

/
Ingat DIK, menarik I dari SEPI tidak semudah LUKA.
Akan ada irisan SEDIH tiap kehadirannya.
Tapi KAKAK percaya kau pasti bisa.
/
Seperti juga kata IBU dengan PILU?
/
Ya.
/
Kapan Ibu pulang Kak?
/
Tidak tahu. Mungkin tidak akan pernah.

Jeda berisi kunyah kacang, teguk air KAKAK.

Bagaimana, sudah bisa?
/
Belum.
/
Jangan kau paksakan diri kalau belum mampu.
Tidak tepat mengeja CINTA sama artinya dengan MATI sia-sia.
Itu yang terjadi pada IBU, kepada KAKAK juga AYAH.
Ingat tulis CINTA. Jangan tulis yang lain.
//

KAKAK beranjak ke dapur.
Ning Ai hanya mengangguk tanda seolah mengerti.
Karena sendiri, pikirannya tidak terkendali.
Ada suara benda jatuh.
Jemarinya menekan tombol-tombol tanpa jeda:
MATI?

:// NING AI INGIN MEMBALAS EMAIL UNTUK DIRINYA

Sebuah email sampai di layar komputer.
Dari IBU, balasan email untuk NING AI.
Ia senang. CINTA yang dikirimnya dibaca.

Untuk seseorang yang terkasih.
Aku akan ulangi lagi,
IBU tidak pulang untuk waktu yang lama.
Berhentilah mengirimkan email dua kali sehari
karena IBU hanya membuka email sebulan sekali.

Kudengar KAKAK-mu sakit, benarkah?
Mengapa KAKAK bisa jatuh di dapur?
Kapan KAKAK-mu akan menikah?
Mengapa KAKAK-mu menjadi kurus seperti itu?
KAKAK pindah bekerja?
Rajinkah KAKAK?
Luka-luka SAYATAN tubuh KAKAK sudah sembuh?

Masihkah ada KUCING-KUCING
yang biasa ke rumah?
KUCING-KUCING malang itu harus hidup, ingat itu!
Jika KAKAK-mu masih saja suka membuang uang receh,
pungut saja lalu belikan ikan kering
untuk KUCING-KUCING,
jangan kau belikan yang tidak-tidak.
Terakhir,
tidak ada kebenaran dalam kata-kata AYAH-mu.
Oh ya, katakan juga kepada KAKAK-mu
agar tidak LUPA membaca pesan ibu kirimkan
karena jawaban atas tanya yang tidak diungkapkan
adalah DOA; SENJATA; juga LUKA.
Semoga dia baik-baik saja.
/
Ning Ai ingin membalas:
IBU, AKU baik-baik saja.

:// FOLDER RAHASIA KAKAK

NING AI bertanya.
//
KAKAK, kenapa folder “asdfasd” di direktori
D:\Keluarga\KAKAK\KERJA\Sakit Hati
\2018-2021\Tangis Berhari-hari (Bagian III)
\2. Rekap Sayat\asdfasd

tidak bisa dibuka?
/
Kenapa kau suka menelusuri folder orang lain?
/
Aku mencari CINTA.
Barangkali dulu tanpa sengaja
aku memindahkannya ke sana.
/
Tidak ada.
Kau jangan mengarang alasan.
Foto-foto IBU sudah terhapus semua.
/
Tapi hanya folder ini saja
yang tidak mau menampakkan dirinya.
Padahal dalam rinciannya berisi 7456 file, 89 folder
dengan total ukuran 12,3 GB.
Aneh, ia seperti manusia,
suka tidak mau berterus terang.
/
Kau membicarakan dirimu sendiri?
/
Tidak Kak.
Aku membicarakan tiap orang.
/
Sudah aku katakan, tidak ada.
Biar mudah, buka saja direktori
C:\Users\Guest\Love
Cari di sana.
Ada banyak bentuk CINTA bawaan dari sistem.
Pasti ada yang kau suka.
/
Semua CINTA itu begitu kaku,
kering, dan tidak berguna,
seperti milik AYAH.
Bahkan cintanya kadang menyakitkan.
Aneh, kenapa KAKAK masih betah?
Maka dari itu,
semuanya sudah aku buang ke tong sampah.
/
Kau masih belum bisa membedakan cinta
yang berharga atau sia-sia secara nyata.
/
Mungkin belum, tapi sistem komputer selalu berkata jujur.
CINTA dalam folder itu terjangkit virus.
3 dari 8 CINTA hanya bisa ditampilkan,
tidak bisa diekspor.
Sedangkan 5 CINTA format filenya sudah usang.
Hanya memenuhi hardisk saja.
/
Kembalikan lagi semua CINTA ke tempat semula,
mereka tidak sejahat yang kau kira.
C:\Users\Guest\Love,
Mereka adalah program CINTA bawaan sistem komputer;
keluarga kita.
Kau masih kecil untuk tidak percaya
bahwa dengan install ulang,
virus dalam komputer akan hilang.
/
Lagi pula direktori itu khusus untuk tamu, “Guest”.
Untuk apa saya memiliki CINTA yang asing?
/
Asing atau tidak itu sebatas penegasian.
Jangan jadi pemilih.
Pakai CINTA yang ada saja.
Kau pasti masih sembunyikan satu atau dua.
/
Semua CINTA telah aku kirimkan kepada IBU.
/
Jangan menuduh diri tidak punya:
Itu dosa.
/
Berarti KAKAK masih memiliki CINTA?
/
Jangan menuduh orang lain punya:
Itu juga dosa.
/
Apa isi folder “asdfasd” itu KAK?
// 

:// NING AI INGIN MEMBELI FLASHDISK

//
Sepertinya menyenangkan dapat menampung CINTA
dalam flashdisk, menentengnya ke mana-mana.
Dapat dikirim, diduplikasi,
dan dialihmediakan sesuai kebutuhan tiap orang,
waktu, dan situasi.
CINTA yang praktis.

Sering kuintip KAKAK membawa benda mungil itu
pada saku kecil celana jeans-nya
atau pada sela-sela uang pecahan Rp 50.000
yang biasa AYAH curi kalau kami tidur
hingga akhirnya aku yang selalu dituduh oleh KAKAK
lantas menyuruhku jongkok di WC
dan mengguyurku sampai bak diisi tiga kali.
Kehati-hatian dan perhatiannya membuatku curiga.
Aku yakin KAKAK menyimpan CINTA di sana.
Atau paling tidak, ada beberapa megabytes saja, pasti ada.
CINTA yang rahasia.

Maka dari itu, aku juga ingin memiliki flashdisk.
Tentu, harus ada fitur input ganda:
Minimal USB 3.0 Tipe A dan Tipe C
Agar dapat bertukar data
pada dua perangkat yang berbeda generasi:
masa lalu dan kini; hatiku dan hati orang lain.
CINTA yang terkoneksi.

Tapi aku harus membeli dua flashdisk 64 GB,
Satu dibawa ke mana-mana,
satu lagi untuk disembunyikan,
jaga-jaga nanti dihapus oleh KAKAK.
Aku khawatir karena fitur recovery data
tidak cukup mampu
mengembalikan semua CINTA secara utuh.
CINTA yang rapuh.

Kubayangkan diri sedang menyaksikan
jejeran CINTA dari IBU dalam berbagai format,
terkompress atau mentahan.
Pasti perasaanku menjadi tenang
ke mana pun aku pergi.
Aku yakin.
Teman-temanku di sekolah pasti akan iri.
CINTA gemuk, warna-warni,
serta beraneka ragam itu
akan menjadi topik utama perbincangan
teman-teman.
CINTA yang menggembirakan.

Sudah terkumpul tiga ratus ribu rupiah,
tinggal setengah lagi.
Sisa receh setelah membeli ikan kering
untuk KUCING-KUCING
menjadi milikku.
Itu adalah pemasukan utama
untuk memenuhi keinginan membeli flasdisk
selain membeli headset, keyboard kelap-kelip,
dan masih banyak lagi.
Receh KAKAK yang dibiarkan menggelinding
di lantai ternyata lumayan banyak.
Tidak hanya di rumah, jalan, pasar,
atau di sekolah. Orang-orang tak hirau.
Receh-receh seolah mendapatkan kemerdekaan:
Berdenting, memantul, menggelinding,
menabrak, lalu dibiarkan berhenti, sendiri;
sepertiku, seperti orang-orang
yang kutemui setiap hari.
CINTA yang hakiki.
//

:// MENGGANTI WALLPAPER DEKSTOP

//
Jendela rumah dihalangi bangunan tinggi TETANGGAKU
sehingga cahaya matahari hanya pantulan kaca:
Sinar WALLPAPER DEKSTOP.

Kata Bu Guru, tiap anak baik
harus memiliki sesuatu yang ditatap.
Maka menentukan pemandangan virtual
yang akan kupajang ini seperti memilih musim;
menyangkut KENANGAN;
kaca mata masa depan.

Seperti keputusan untuk mencari tempat duduk
atau menu lauk, pemilihan ini selalu kuputuskan sendiri.
Aku rasa, tinggal raut IBU yang belum.
Tak dapat kutemukan satu pun wajahnya.
Foto profil email hanya tulisan aneh:
“Error 404 Not Found”

Cantikkah Ia? Aku tidak tahu.
Tidak ada deskripsi untuknya.
Dari KAKAK hanya umpatan,
Dari AYAH, tatapan tajam.

Gumam sekaligus tanya:
KUCING-KUCING sudah.
BUNGA-BUNGA atau SENJA semakin pudar.
Pemandangan yang bisa diubah secara instan ini
membuatku haus memajang segala hal menyenangkan.
Tapi benarkah semua itu yang kuinginkan?
/
Jawaban KAKAK:
Tidak ada yang perlu dijadikan tujuan.
Cukup hidup, berlimpah, senang.
Jangan berpikir yang tidak-tidak.
/
Jadi WALLPAPER DEKSTOP apa yang cocok untukku, Kak?
/
Apa pun. Coba saja apa yang kau suka dulu.
Asal jangan wajah diri sendiri.
Kau nanti akan bosan pada dirimu;
dengan hidupmu.
/
Tapi aneh, kata Bu Guru,
satu kali lihat artinya suka,
semakin sering dipandang artinya mesra.
/
Jika benar hal itu,
untuk apa kau selalu menggantinya setiap hari?
/
Itu juga yang menjadi masalah Kak,
kenapa perasaan itu tidak tumbuh dalam diriku?
Banyak hal malah jadi mengesalkan.

KAKAK memandangku sebentar, lalu pergi.
//
 

[][][]

BACA puisi-puisi lain

Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Ngejot Jerimpen”, Aplikasi Pawongan yang Humanis, Toleran, dan Pluralis di Desa Adat Kelampuak, Tamblang

Next Post

Novel “PLITIK”: Ketika Orang Bali Bicara Politik

Manik Sukadana

Manik Sukadana

Bergaul di Komunitas Mahima dan Teater Kalangan. Menulis puisi, cerpen dan esai. Kini menjadi desainer di Mahima Institute Indonesia

Related Posts

Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

by Chusmeru
September 27, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

Pagi September 1965 di Suatu Desa Suara derit terdengar dari pintu rumah kakek di suatu desa yang sejukAnak-anak mengajak bermain...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

Read moreDetails

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
0
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

by Salman Alade
September 6, 2026
0
Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

Memelihara Kesepian 1.letakkan kesepiandi tempat yang teduh. jauhkan dari suaraorang-orang yang terlalu bahagia. 2.beri makansetiap malam. sedikit kenangan.sedikit musik. jangan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

by Ni Putu Puspa Trisnawati
September 5, 2026
0
Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

Mother's Bakery Hari-hari terasa menghisap paracetamolPahitnya mengendap hingga ke ujung hatiBumi menyediakan sirup, namun maple pun sulit menyatukan yang retakIbu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

by Supali Kasim
August 30, 2026
0
Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

Air di Daun Talas seberapa waktu bertahanair di daun talas dapat menerimakenyataan demi kenyataan tarian anginlantai licin dan tetabuhan riuhtanpa...

Read moreDetails

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails
Next Post
Novel “PLITIK”: Ketika Orang Bali Bicara Politik

Novel “PLITIK”: Ketika Orang Bali Bicara Politik

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co