23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Puisi-puisi Manik Sukadana | 5 Puisi Pertama dalam Project Ning Ai

Manik Sukadana by Manik Sukadana
January 7, 2023
in Puisi
Puisi-puisi Manik Sukadana | 5 Puisi Pertama dalam Project Ning Ai

Manik Sukadana

:// CATATAN KOMPUTER NING AI

Ai. Jemari kurus. Ruang lenggang.
Tombol komputer berdebu seperti ingatan tentang jemari Ibu.
Kasar, selalu pudar. Pintu diputar.
Seorang perempuan masuk membawa bahan makanan ala kadar.

//
Apakah CINTA dapat dikirim lewat email, Kak?
/
Bisa, tapi kau sekarang tidak bisa mengirimkannya.
Sinyal berpihak kepada buih.
Laut menyamar waktu, kita di ujungnya.
Sangat susah untuk mengendalikan arah.
Tapi ADIK bisa simpan apa yang ingin disampaikan.
/
Oh ya, tombol A dan I di komputer hilang,
dapatkah aku menuliskan CINTA lagi?
/
Bisa. Ambil saja huruf A dari LAKU
dan huruf I dari SEPI.
/
Tapi tombol U ketika di akhir kata tidak bisa terketik,
kadang mau, kadang tidak.
Jadi LAKU tidak bisa muncul,
terlebih lagi dari sosok SEMU yang lama hilang.
/
Kalau begitu ditukar saja, LUKA,
Segala akibat dari LAKU yang kau cari.
/
Tidak bisa juga, Kak.
Ketika L menjadi awal kata, K tidak bisa diikuti oleh A.
Otomatis, kata yang muncul pada layar adalah LUPA.
Seketika LUKA yang ada pada diri hilang.
Juga seluruh kata pada layar komputer tiba-tiba hitam. Sirna!
Ini tidak bisa dialihkan.
/
Oh itu biasa, hanya masalah pengaturan program,
ketik TAYANG pada pengaturan pengguna.
Isi tanda centangnya.
/
Tapi ada suku kata YA di tengah. Aku tidak suka.
Seperti tebaran SAYATAN pada tubuh kakak, juga tubuhku.
Aku tidak mau mengulanginya.
Seperti juga kata SAYANG.
/
Kenapa kau tidak mau mengulangnya?
/
Kata SAYANG sudah tidak ada artinya.

Kakak tertawa.

Juga kata AYAH. Tidak ingin aku eja kata itu.
/
Ya sudah cukup. Ambil saja huruf A dari KAKAK.
/
Tidak apa-apa aku ambil satu huruf itu?
/
Tidak. Kau masih bisa memanggilku dengan KAK.
Oh ya, apakah memarmu masih sakit ketika disentuh, DIK?
/
Masih. Tapi yang aku alami lebih sedikit
dari yang kakak dapatkan.
Aneh, kenapa KAKAK selalu menikmatinya?

Kakak tertawa lagi.

/
Ingat DIK, menarik I dari SEPI tidak semudah LUKA.
Akan ada irisan SEDIH tiap kehadirannya.
Tapi KAKAK percaya kau pasti bisa.
/
Seperti juga kata IBU dengan PILU?
/
Ya.
/
Kapan Ibu pulang Kak?
/
Tidak tahu. Mungkin tidak akan pernah.

Jeda berisi kunyah kacang, teguk air KAKAK.

Bagaimana, sudah bisa?
/
Belum.
/
Jangan kau paksakan diri kalau belum mampu.
Tidak tepat mengeja CINTA sama artinya dengan MATI sia-sia.
Itu yang terjadi pada IBU, kepada KAKAK juga AYAH.
Ingat tulis CINTA. Jangan tulis yang lain.
//

KAKAK beranjak ke dapur.
Ning Ai hanya mengangguk tanda seolah mengerti.
Karena sendiri, pikirannya tidak terkendali.
Ada suara benda jatuh.
Jemarinya menekan tombol-tombol tanpa jeda:
MATI?

:// NING AI INGIN MEMBALAS EMAIL UNTUK DIRINYA

Sebuah email sampai di layar komputer.
Dari IBU, balasan email untuk NING AI.
Ia senang. CINTA yang dikirimnya dibaca.

Untuk seseorang yang terkasih.
Aku akan ulangi lagi,
IBU tidak pulang untuk waktu yang lama.
Berhentilah mengirimkan email dua kali sehari
karena IBU hanya membuka email sebulan sekali.

Kudengar KAKAK-mu sakit, benarkah?
Mengapa KAKAK bisa jatuh di dapur?
Kapan KAKAK-mu akan menikah?
Mengapa KAKAK-mu menjadi kurus seperti itu?
KAKAK pindah bekerja?
Rajinkah KAKAK?
Luka-luka SAYATAN tubuh KAKAK sudah sembuh?

Masihkah ada KUCING-KUCING
yang biasa ke rumah?
KUCING-KUCING malang itu harus hidup, ingat itu!
Jika KAKAK-mu masih saja suka membuang uang receh,
pungut saja lalu belikan ikan kering
untuk KUCING-KUCING,
jangan kau belikan yang tidak-tidak.
Terakhir,
tidak ada kebenaran dalam kata-kata AYAH-mu.
Oh ya, katakan juga kepada KAKAK-mu
agar tidak LUPA membaca pesan ibu kirimkan
karena jawaban atas tanya yang tidak diungkapkan
adalah DOA; SENJATA; juga LUKA.
Semoga dia baik-baik saja.
/
Ning Ai ingin membalas:
IBU, AKU baik-baik saja.

:// FOLDER RAHASIA KAKAK

NING AI bertanya.
//
KAKAK, kenapa folder “asdfasd” di direktori
D:\Keluarga\KAKAK\KERJA\Sakit Hati
\2018-2021\Tangis Berhari-hari (Bagian III)
\2. Rekap Sayat\asdfasd

tidak bisa dibuka?
/
Kenapa kau suka menelusuri folder orang lain?
/
Aku mencari CINTA.
Barangkali dulu tanpa sengaja
aku memindahkannya ke sana.
/
Tidak ada.
Kau jangan mengarang alasan.
Foto-foto IBU sudah terhapus semua.
/
Tapi hanya folder ini saja
yang tidak mau menampakkan dirinya.
Padahal dalam rinciannya berisi 7456 file, 89 folder
dengan total ukuran 12,3 GB.
Aneh, ia seperti manusia,
suka tidak mau berterus terang.
/
Kau membicarakan dirimu sendiri?
/
Tidak Kak.
Aku membicarakan tiap orang.
/
Sudah aku katakan, tidak ada.
Biar mudah, buka saja direktori
C:\Users\Guest\Love
Cari di sana.
Ada banyak bentuk CINTA bawaan dari sistem.
Pasti ada yang kau suka.
/
Semua CINTA itu begitu kaku,
kering, dan tidak berguna,
seperti milik AYAH.
Bahkan cintanya kadang menyakitkan.
Aneh, kenapa KAKAK masih betah?
Maka dari itu,
semuanya sudah aku buang ke tong sampah.
/
Kau masih belum bisa membedakan cinta
yang berharga atau sia-sia secara nyata.
/
Mungkin belum, tapi sistem komputer selalu berkata jujur.
CINTA dalam folder itu terjangkit virus.
3 dari 8 CINTA hanya bisa ditampilkan,
tidak bisa diekspor.
Sedangkan 5 CINTA format filenya sudah usang.
Hanya memenuhi hardisk saja.
/
Kembalikan lagi semua CINTA ke tempat semula,
mereka tidak sejahat yang kau kira.
C:\Users\Guest\Love,
Mereka adalah program CINTA bawaan sistem komputer;
keluarga kita.
Kau masih kecil untuk tidak percaya
bahwa dengan install ulang,
virus dalam komputer akan hilang.
/
Lagi pula direktori itu khusus untuk tamu, “Guest”.
Untuk apa saya memiliki CINTA yang asing?
/
Asing atau tidak itu sebatas penegasian.
Jangan jadi pemilih.
Pakai CINTA yang ada saja.
Kau pasti masih sembunyikan satu atau dua.
/
Semua CINTA telah aku kirimkan kepada IBU.
/
Jangan menuduh diri tidak punya:
Itu dosa.
/
Berarti KAKAK masih memiliki CINTA?
/
Jangan menuduh orang lain punya:
Itu juga dosa.
/
Apa isi folder “asdfasd” itu KAK?
// 

:// NING AI INGIN MEMBELI FLASHDISK

//
Sepertinya menyenangkan dapat menampung CINTA
dalam flashdisk, menentengnya ke mana-mana.
Dapat dikirim, diduplikasi,
dan dialihmediakan sesuai kebutuhan tiap orang,
waktu, dan situasi.
CINTA yang praktis.

Sering kuintip KAKAK membawa benda mungil itu
pada saku kecil celana jeans-nya
atau pada sela-sela uang pecahan Rp 50.000
yang biasa AYAH curi kalau kami tidur
hingga akhirnya aku yang selalu dituduh oleh KAKAK
lantas menyuruhku jongkok di WC
dan mengguyurku sampai bak diisi tiga kali.
Kehati-hatian dan perhatiannya membuatku curiga.
Aku yakin KAKAK menyimpan CINTA di sana.
Atau paling tidak, ada beberapa megabytes saja, pasti ada.
CINTA yang rahasia.

Maka dari itu, aku juga ingin memiliki flashdisk.
Tentu, harus ada fitur input ganda:
Minimal USB 3.0 Tipe A dan Tipe C
Agar dapat bertukar data
pada dua perangkat yang berbeda generasi:
masa lalu dan kini; hatiku dan hati orang lain.
CINTA yang terkoneksi.

Tapi aku harus membeli dua flashdisk 64 GB,
Satu dibawa ke mana-mana,
satu lagi untuk disembunyikan,
jaga-jaga nanti dihapus oleh KAKAK.
Aku khawatir karena fitur recovery data
tidak cukup mampu
mengembalikan semua CINTA secara utuh.
CINTA yang rapuh.

Kubayangkan diri sedang menyaksikan
jejeran CINTA dari IBU dalam berbagai format,
terkompress atau mentahan.
Pasti perasaanku menjadi tenang
ke mana pun aku pergi.
Aku yakin.
Teman-temanku di sekolah pasti akan iri.
CINTA gemuk, warna-warni,
serta beraneka ragam itu
akan menjadi topik utama perbincangan
teman-teman.
CINTA yang menggembirakan.

Sudah terkumpul tiga ratus ribu rupiah,
tinggal setengah lagi.
Sisa receh setelah membeli ikan kering
untuk KUCING-KUCING
menjadi milikku.
Itu adalah pemasukan utama
untuk memenuhi keinginan membeli flasdisk
selain membeli headset, keyboard kelap-kelip,
dan masih banyak lagi.
Receh KAKAK yang dibiarkan menggelinding
di lantai ternyata lumayan banyak.
Tidak hanya di rumah, jalan, pasar,
atau di sekolah. Orang-orang tak hirau.
Receh-receh seolah mendapatkan kemerdekaan:
Berdenting, memantul, menggelinding,
menabrak, lalu dibiarkan berhenti, sendiri;
sepertiku, seperti orang-orang
yang kutemui setiap hari.
CINTA yang hakiki.
//

:// MENGGANTI WALLPAPER DEKSTOP

//
Jendela rumah dihalangi bangunan tinggi TETANGGAKU
sehingga cahaya matahari hanya pantulan kaca:
Sinar WALLPAPER DEKSTOP.

Kata Bu Guru, tiap anak baik
harus memiliki sesuatu yang ditatap.
Maka menentukan pemandangan virtual
yang akan kupajang ini seperti memilih musim;
menyangkut KENANGAN;
kaca mata masa depan.

Seperti keputusan untuk mencari tempat duduk
atau menu lauk, pemilihan ini selalu kuputuskan sendiri.
Aku rasa, tinggal raut IBU yang belum.
Tak dapat kutemukan satu pun wajahnya.
Foto profil email hanya tulisan aneh:
“Error 404 Not Found”

Cantikkah Ia? Aku tidak tahu.
Tidak ada deskripsi untuknya.
Dari KAKAK hanya umpatan,
Dari AYAH, tatapan tajam.

Gumam sekaligus tanya:
KUCING-KUCING sudah.
BUNGA-BUNGA atau SENJA semakin pudar.
Pemandangan yang bisa diubah secara instan ini
membuatku haus memajang segala hal menyenangkan.
Tapi benarkah semua itu yang kuinginkan?
/
Jawaban KAKAK:
Tidak ada yang perlu dijadikan tujuan.
Cukup hidup, berlimpah, senang.
Jangan berpikir yang tidak-tidak.
/
Jadi WALLPAPER DEKSTOP apa yang cocok untukku, Kak?
/
Apa pun. Coba saja apa yang kau suka dulu.
Asal jangan wajah diri sendiri.
Kau nanti akan bosan pada dirimu;
dengan hidupmu.
/
Tapi aneh, kata Bu Guru,
satu kali lihat artinya suka,
semakin sering dipandang artinya mesra.
/
Jika benar hal itu,
untuk apa kau selalu menggantinya setiap hari?
/
Itu juga yang menjadi masalah Kak,
kenapa perasaan itu tidak tumbuh dalam diriku?
Banyak hal malah jadi mengesalkan.

KAKAK memandangku sebentar, lalu pergi.
//
 

[][][]

BACA puisi-puisi lain

Tags: Puisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Ngejot Jerimpen”, Aplikasi Pawongan yang Humanis, Toleran, dan Pluralis di Desa Adat Kelampuak, Tamblang

Next Post

Novel “PLITIK”: Ketika Orang Bali Bicara Politik

Manik Sukadana

Manik Sukadana

Bergaul di Komunitas Mahima dan Teater Kalangan. Menulis puisi, cerpen dan esai. Kini menjadi desainer di Mahima Institute Indonesia

Related Posts

Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

by Chusmeru
September 27, 2026
0
Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

Pagi September 1965 di Suatu Desa Suara derit terdengar dari pintu rumah kakek di suatu desa yang sejukAnak-anak mengajak bermain...

Read moreDetails

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
0
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

Read moreDetails

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
0
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

by Salman Alade
September 6, 2026
0
Puisi-puisi Salman Alade | Memelihara Kesepian

Memelihara Kesepian 1.letakkan kesepiandi tempat yang teduh. jauhkan dari suaraorang-orang yang terlalu bahagia. 2.beri makansetiap malam. sedikit kenangan.sedikit musik. jangan...

Read moreDetails

Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

by Ni Putu Puspa Trisnawati
September 5, 2026
0
Puisi-puisi Ni Putu Puspa Trisnawati | Mother’s Bakery

Mother's Bakery Hari-hari terasa menghisap paracetamolPahitnya mengendap hingga ke ujung hatiBumi menyediakan sirup, namun maple pun sulit menyatukan yang retakIbu...

Read moreDetails

Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

by Supali Kasim
August 30, 2026
0
Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

Air di Daun Talas seberapa waktu bertahanair di daun talas dapat menerimakenyataan demi kenyataan tarian anginlantai licin dan tetabuhan riuhtanpa...

Read moreDetails

Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

by Sholihul Mubarok
June 28, 2026
0
Puisi-puisi Sholihul Mubarok | Menjelma Kata di Kurusetra Beranda

MENJELMA KATA DI KURUSETRA BERANDA mata-mata telingasulih gaduh suaralahir ribuan kekata jemari adalah ujung belatirobek halus di layar tanduskebajikan serta...

Read moreDetails

Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

by Andi Wirambara
June 27, 2026
0
Puisi-puisi Andi Wirambara | Kucing, Mungil Senyummu

KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk,...

Read moreDetails

Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

by IBW Widiasa Keniten
June 26, 2026
0
Puisi-puisi IBW Widiasa Keniten | Tuhan Beri Aku Waktu

Tuhan Beri Aku Waktu Tuhan, di sisa napas ini beri aku mengadudalam gelombang hidup yang tak pernah pastiTuhan, beri aku...

Read moreDetails

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

by Mahesa Putra
June 21, 2026
0
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

Read moreDetails
Next Post
Novel “PLITIK”: Ketika Orang Bali Bicara Politik

Novel “PLITIK”: Ketika Orang Bali Bicara Politik

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co