2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Nyanyian Pelangi Arahmaiani: Lukisan, Agama, Huruf, Lingkungan…

Wayan Jengki Sunarta by Wayan Jengki Sunarta
December 25, 2022
in Pilihan Editor, Ulas Rupa
Nyanyian Pelangi Arahmaiani: Lukisan, Agama, Huruf, Lingkungan…

Arahmaiani | Foto: Jengki Sunarta

Selama ini Arahmaiani dikenal sebagai perupa yang banyak menggelar performance art berbasis komunitas. Sebagian besar karyanya berbicara tentang krisis lingkungan, kemanusiaan, kesetaraan gender, kebhinekaan, dan berbagai isu penting lainnnya. Yani—panggilan akrab Arahmaiani—menggunakan seni sebagai gerakan penyadaran masyarakat.

Di luar kegiatan performance art, Yani masih tekun melukis. Baginya, seni lukis juga menjadi salah satu medium gerakan penyadaran. Seri lukisan terbaru Yani yang dikerjakannya sejak tahun 2020 dipamerkan di Tonyraka Art Gallery, Mas, Ubud, Bali. Pameran bertajuk “Song of The Rainbow” itu digelar sejak tanggal 26 Nopember 2022 hingga 26 Januari 2023.

Pameran ini menampilkan sejumlah seri lukisan ukuran besar. Bentuk-bentuk yang tertera pada lukisan diolah dari huruf Arab Pegon. Huruf-huruf pegon itu dilukis dan disusun sedemikian rupa dengan komposisi dan perwarnaan tertentu. Visual dari huruf-huruf yang telah distilisasi itu tampak melengkung, melingkar, vertikal, horizontal, atau saling tumpang tindih. Warna-warna dominan yang muncul dalam lukisan adalah merah, hijau, kuning, biru dengan berbagai gradasinya.

Namun, tentu saja Yani tidak sekadar melukiskan huruf Pegon. Dia sedang menyuguhkan seni kaligrafi kontemprer dengan dasar huruf Pegon. Susunan huruf-huruf dalam lukisannya membentuk kata dan mengandung makna-makna tertentu yang mengacu kepada perdamaian, cinta kasih, keharmonisan, kebhinekaan.

Song of the Rainbow karya Arahmaiani | Foto Wayan Jengki Sunarta

Huruf Arab Pegon berkembang di Jawa pada era penyebaran Agama Islam. Huruf ini termasuk nyleneh karena susunan dan tatanannya berbeda dengan aslinya. Arab bukan, Jawa juga bukan. Kata “pegon” sendiri berasal dari bahasa Jawa yang artinya menyimpang. Huruf ini menyimpang dari literatur Arab, sekaligus menyimpang dari literatur Jawa. Huruf ini dipakai untuk menuliskan bahasa Jawa, Madura, Sunda, Melayu.

Kecuali di pondok-pondok pesantren, tradisi menggunakan huruf Arab Pegon mulai hilang. Huruf Pegon merupakan warisan budaya Nusantara yang perlu dilestarikan. Pustaka-pustaka dan karya sastra yang ditulis oleh ulama dan kiai di masa lalu yang menyimpan banyak ajaran leluhur ditulis menggunakan huruf Arab Pegon.

Kenapa Yani mengangkat huruf Arab Pegon dalam lukisannya? Yani ingin menyampaikan pesan bahwa Islam di Nusantara berbeda dengan Islam di Arab. Islam di Nusantara adalah Islam yang aneka warna karena berbaur dengan tradisi dan budaya masing-masing daerah. Yani menekankan pentingnya menggali budaya sendiri, baik dalam menjalani kehidupan beragama maupun kehidupan sosial. Seperti pelangi, budaya Nusantara menyuguhkan aneka warna keindahan dan keharmonisan.

Pemajangan lukisan-lukisan Yani di ruang pameran pun tampak berbeda. Lukisan-lukisan dipajang di dinding kayu di antara patung dan benda-benda etnik dari berbagai daerah di Nusantara koleksi Tonyraka Gallery. Hal ini untuk mempertegas bahwa lukisan-lukisan Yani bagian dari representasi keanekaragaman budaya Nusantara.

Arahmaiani dengan latar lukisan Song of the Rainbow | Foto: Wayan Jengki Sunarta

Arahmaiani adalah perupa kontemporer kelahiran Bandung, 21 Mei 1961. Dia telah tertarik dengan seni rupa sejak remaja. Dia kuliah seni rupa di Institute Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1983. Ia juga menempuh pendidikan seni di Paddington Art School, Sydney, Australia (1985 – 1986) dan Academie voor Beeldende Kunst, Enschede, The Netherlands (1991 – 1992).

Ketika mahasiswa Yani pernah ditahan rezim Soeharto karena menggelar performance art di jalanan pada acara 17 Agustusan. Lewat seni pertunjukan itu, dia mempertanyakan kemerdekaan Indonesia terkait dengan kebebasan berpendapat dan berorganisasi. Gara-gara peristiwa itu dia dikeluarkan dari kampus.

Pada beberapa karyanya, Yani juga menampilkan isu-isu sensitif dan berbau agama. Lukisan Yani yang berjudul “Lingga Yoni” (1993) dan seni instalasi berjudul “Etalase” (1994) pernah mendapat protes dan kecaman dari kelompok Islam garis keras. Karya tersebut terpaksa disensor dan dikeluarkan dari ruang pameran.

Secara umum, karya-karya Yani banyak memaparkan gagasan yang berkaitan dengan tantangan kehidupan. Bagi Yani, penyadaran masyarakat sangat efektif dilakukan lewat seni. Sebab seni merupakan ekspresi batin yang mampu membangkitkan semangat dan perjuangan untuk kehidupan yang lebih baik.

Yani sering bekerjasama dengan komunitas lokal untuk membuat gerakan-gerakan seni penyadaran yang bertujuan untuk kemanusiaan dan kehidupan di muka bumi. Pada tahun 2006 Yani bekerja dengan komunitas untuk gerakan penyadaran tentang pentingnya lingkungan hidup dan mewaspadai bencana. Gerakan itu dimulai dari Yogya ketika terjadi bencana gempa Yogya.

Arahmaiani bersama pengunjung pameran di Tonyraka Art Gallery, Mas, Ubud, Bali | Foto: Wayan Jengki Sunarta

Yani juga melakukan gerakan penyadaran lewat “Flag Project” di Jerman, Kanada, Amerika, Australia, China, Tibet, Thailand bekerjasama dengan komunitas setempat. Di Tibet dia berkerja sama dengan komunitas biksu sekte “Topi Kuning” dari 2010 hingga sekarang.

Baru-baru ini, Yani juga terlibat dalam pameran kelompok “G20 of Arts” yang mengangkat isu lingkungan bersama sejumlah perupa internasional. Pameran tersebut berkaitan dengan G20 yang digelar di kawasan Nusa Dua, Bali, Nopember 2022. Dia bersama AD Piorus mewakili Indonesia. Saat itu, Yani menampilkan karya instalasi berjudul “Burned Trees” yang berbicara tentang kebakaran (pembakaran) hutan di Indonesia.

Hingga sekarang, isu lingkungan masih menjadi fokus perhatian Yani. Persoalan kemandirian pangan dan krisis sumber air menjadi hal yang sangat penting untuk diatasi bersama. Yani merasa terpanggil untuk ikut bergerak menyelamatkan kehidupan di muka bumi demi masa depan anak cucu. Sebab krisis lingkungan merupakan tanggung jawab kita bersama. [T]

“Furious Mother Earth” karya Arahmaiani: Warna Lain Ibu Pertiwi pada Dinding Putih
”Ngerupa Guet Toya”, Menggambar Garis Air | Dari Pameran Seni Rupa Dosen ISI Denpasar
Pameran TRIP – Jejak Perupa Muda di Medan Seni Rupa
Catatan Hitam Putih Boping Suryadi dalam Bali Megarupa: Gejolak Batin, Sosial Politik dan Republik
Tags: ArahmaianiPameran Seni RupaSeni RupaTonyraka Art GalleryUbud
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kulit Kopi Bisa Diolah Jadi Pupuk Hayati | Fakultas Pertanian Unwar Sosialisasi di Wanagiri

Next Post

Hakikat Pengendalian Diri dalam Kumpulan Cerpen “Petarung Jambul” Karya Gde Artawan

Wayan Jengki Sunarta

Wayan Jengki Sunarta

Penulis puisi, cerpen, novel, esai/artikel/ulasan seni. Penyuka seni, batu akik & barang antik.

Related Posts

Mantra Visual Made Wiradana

by Hartanto
August 2, 2026
0
Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

Read moreDetails

SAMATRA: Membaca Isyarat-Isyarat Kecil dari Buki Gallery di Bumi Kinar Ubud

by Gustra Adnyana
July 31, 2026
0
SAMATRA: Membaca Isyarat-Isyarat Kecil dari Buki Gallery di Bumi Kinar Ubud

Di tepian aliran sungai Petanu, sebuah ruang seni baru tumbuh di tengah lanskap hijau Ubud. Buki Gallery di Bumi Kinar...

Read moreDetails

Ketika Semut Membangun Seorang Ratu—Membaca “Memayu Hayuning Bawana: Build the Queen” karya Dyan Brew

by Angga Wijaya
July 30, 2026
0
Ketika Semut Membangun Seorang Ratu—Membaca “Memayu Hayuning Bawana: Build the Queen” karya Dyan Brew

ADA perubahan yang menarik dalam lanskap seni kriya Indonesia dalam dua dekade terakhir. Jika dahulu kriya lebih sering dipahami sebagai...

Read moreDetails

Empat Jejak Abstraksi dan Figurasi Bali Kontemporer

by Hartanto
July 30, 2026
0
Empat Jejak Abstraksi dan Figurasi Bali Kontemporer

EMPAT karya dari empat pelukis Bali kontemporer yang turut berpartisipasi dalam Jogja Annual Art ke-11, yakni I Made Ruta, Ida...

Read moreDetails

Tanah yang Mengingat ——Membaca “Pataka Majapahit III” Karya Dr. Noor Sudiyati

by Angga Wijaya
July 28, 2026
0
Tanah yang Mengingat ——Membaca “Pataka Majapahit III” Karya Dr. Noor Sudiyati

TIDAK semua peninggalan masa lalu hadir sebagai bangunan megah atau artefak yang tersimpan di museum. Ada warisan yang jauh lebih...

Read moreDetails

Orkestra Warna Kun Adnyana

by Hartanto
July 25, 2026
0
Orkestra Warna Kun Adnyana

YOGYA Annual Art ke-11 tahun 2026 dengan tema Direction (Arah) ini, menurut saya, dibuka dengan sebuah kesadaran yang tajam: bahwa...

Read moreDetails

Semesta di Dalam Tanah Liat: Membaca Karya-Karya Keramik Dr. Dra. Ni Made Rai Sunarini, M.Si.

by Angga Wijaya
July 24, 2026
0
Semesta di Dalam Tanah Liat: Membaca Karya-Karya Keramik Dr. Dra. Ni Made Rai Sunarini, M.Si.

BARANGKALI kita terlalu sering memandang alam sebagai sesuatu yang berada di luar diri. Gunung adalah bentang yang dikunjungi ketika musim...

Read moreDetails

Musikal Visual Karya Wayan Sujana Suklu

by Hartanto
July 24, 2026
0
Musikal Visual Karya Wayan Sujana Suklu

Pameran Yogya Annual Art ke-11 yang mengambil tema Direction (Arah) digelar di Bale Banjar Sangkring, Nitiprayan No. 88, Ngestiharjo, Kasihan,...

Read moreDetails

Kosmologi Sulur Wayan Setem

by Hartanto
July 23, 2026
0
Kosmologi Sulur Wayan Setem

PAMERAN Yogya Annual Art #11 dengan tema Direction (Arah) sangatlah menarik. Sebab, pameran ini menghadirkan medan ‘refleksi’ yang unik, terutama...

Read moreDetails

Ketika Kebaya Menjadi Cara Membaca Bali —[Membaca “Sundari Rajata” Karya Ida Ayu Kade Sri Sukmadewi]

by Angga Wijaya
July 23, 2026
0
Ketika Kebaya Menjadi Cara Membaca Bali —[Membaca “Sundari Rajata” Karya Ida Ayu Kade Sri Sukmadewi]

JIKA seni memiliki kemampuan mengembalikan sesuatu yang biasa menjadi luar biasa, maka Sundari Rajata melakukannya melalui sebuah kebaya. Busana yang...

Read moreDetails
Next Post
Hakikat Pengendalian Diri dalam Kumpulan Cerpen “Petarung Jambul” Karya Gde Artawan

Hakikat Pengendalian Diri dalam Kumpulan Cerpen “Petarung Jambul” Karya Gde Artawan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co