14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pameran TRIP – Jejak Perupa Muda di Medan Seni Rupa

Eka Prasetya by Eka Prasetya
February 2, 2018
in Ulasan

Foto: Eka

PINTU besi itu terlihat mencolok. Pintu besi berkarat itu benar-benar menonjol. Saat memasuki galeri pameran Bentara Budaya Bali, pintu besi itu langsung menarik perhatian.

Sepintas, jika dilihat dari kejauhan, tak ada yang istimewa dengan pintu itu. Hanya tiga buah pintu besi karatan setinggi 2,5 meter, yang dihadirkan sebagai sebuah seni instalasi. Namun saat dilihat dari dekat, terlihat ada ukiran aksara Bali.

pameran trip2“Om bhur bhuwah swah, tat sawitur warenam. Bargo dewasya dimahi, diyo yo nah pracodayat”. Demikian tulisan pada salah satu pintu besi itu. Dari tiga pintu besi itu, masing-masing pintu diukir dua bait mantram puja tri sandhya.

Pintu besi dengan ukiran puja tri sandhya itu merupakan salah satu seni buah karya Nyoman Suyadnya, yang dipamerkan di Bentara Budaya Bali, dalam pameran bertajuk “Trip” yang akan berlangsung hingga Rabu, 3 Agustus.

Karya milik Nyoman Suyadnya itu berjudul Ruang Dalam (tiga panel plat besi 100×250 cm. 2010). Suyadnya seolah ingin berdialog dengan Sang Pencipta lewat karyanya. Ia ingin menyampaikan kisah perjalanannya sebagai seorang perupa, yang tak lepas dari iringan doa kepada Tuhan. Pintu besi berkarat sekaligus menjadi perlambang bahwa Tuhan telah menyediakan jalan bagi seseorang untuk maju, meski wujudnya tak terlalu menarik.

Karya Ruang Dalam itu adalah satu dari lebih dari 30 karya yang dipamerkan dalam pameran tersebut. Total ada 18 orang perupa muda Bali yang tergabung dalam Bali Emerging Artist yang ikut ambil bagian dalam pameran tersebut.

Mereka yang ikut ambil bagian dalam pameran adalah I Gede Jaya Putra alias Dekde, I Gede Sugiada alias Anduk, I Komang Trisno Adi Wirawan, I Made Agus Darmika, I Made Putra Indrawan alias D’Awan, I Made Suartama alias Bijal, I Nyoman Suarnata alias Rako, I Putu Aan Juniartha, I Putu Adi Suanjaya “Kencut”, I Wayan Sudarsana, IB Komang Sindu Putra, Kadek Jefri Wibowo, Made Pande Giri Ananda, Ngakan Putu Agus Arta Wijaya, Nyoman Suyadnya, Putu Sastra Wibawa, Rio Saren, dan Widhi Kertiya Semadi.

Bukan hanya karya Suyadnya yang menarik. Karya instalasi milik Rio Saren juga menarik. Rio menghadirkan lebih dari seratus buah artefak karyanya ke dalam ruang pameran. Artefak karya itu ditata dalam ruangan khusus berukuran 2×3 meter. “Seni instalasi itu diberi judul Bring to the World. Strategi Wanen Rio Saren”.

Dalam karya instalasi itu, secara harfiah Rio menghadirkan studionya ke ruang pameran. Tape kompo mengalun memutar lagu-lagu dari radio Bali FM ia letakkan di sudut barat laut. Televisi yang memutar siaran Kompas TV namun bisu tak bersuara, ia letakkan di sudut timur laut.

Artefak seni ia letakkan sedemikian rupa di atas meja. Belasan artefak lainnya digantung di tembok. Diantara deretan artefak yang diletakkan di atas meja, terselip sebuah botol kaca dengan gelas sloki pada bagian tutup. Botol itu berisi minuman Arak Bali.

Dua karya yang sempat dipamerkan dalam pameran tunggal “Waiting the Light” yang dilangsungkan pada Mei lalu, digantung di sisi timur ruang galeri. Sebuah koper penuh lukisan juga ia letakkan di sisi barat tembok galeri.

Rio menyatakan dirinya memang membawa studionya ke ruang pameran secara harfiah. Sebagian besar isi studionya ia boyong ke ruang pameran. Isi studio itu merupakan bagian proses perjalanan Rio sebagai seorang perupa. Artefak seni itu juga menjadi bagian dirinya untuk terus mendapat inspirasi-inspirasi karya.

Namun dari sekian banyak artefak, sebuah koper yang kemudian ia beri nama “Bring Me to the World” (cat akrilik pada koper. 65x45x21 cm. 2013), dianggap paling penting oleh Rio Saren. Koper itu menjadi wadah membawa karya-karyanya ke Bali, semasa ia sempat tinggal di Jepang beberapa tahun silam.

“Studio saya memang bagian dari perjalanan dan inspirasi saya dalam berkarya, termasuk koper itu yang jadi titik pemicu saya sebagai perupa. Saya ingin menghadirkan studio saya dalam pameran ini. Radio yang bersuara, televisi yang bisu, memang harus begitu saat saya berkarya. Termasuk arak itu juga untuk memicu saya dalam berkarya,” jelasnya seraya menyodorkan satu sloki arak Bali.

Karya-karya perupa muda Bali yang tergabung dalam Bali Emerging Artist itu memang menarik untuk dicermati. Para perupa memaknai kisah perjalanan kehidupannya sebagai perupa, dengan cara yang berbeda-beda. Ada yang membuat karya baru, ada yang memamerkan karya lama, ada pula yang memboyong artefak karya mereka ke dalam ruang pameran, dan membentuk sebuah seni instalasi.

Kurator pameran I Made Susanta Dwitanaya dalam catatan kuratorialnya menyatakan, para perupa muda yang ikut ambil bagian dalam pameran, berusaha menampilkan kisah perjalanan mereka saat berjuang pada medan seni rupa. Kisah perjalanan mereka terekam pada catatan, artefak, sketsa, serta catatan harian.

“Pameran ini sangat penting bagi kita dan mereka. Bisa saja dari pameran ini kita bisa membaca kemungkinan estetik apa lagi yang akan mereka tawarkan di dunia kesenian. Karena sebagai perupa muda, jalan mereka di jalur kesenian masih sangat panjang,” kata Susanta. (T)

Tags: PameranSeniSeni Rupa
Share67TweetSendShareSend
Previous Post

Balawan Konser di Kupang, Hasil Tiket untuk “Ngenteg Linggih”

Next Post

Siapakah “I Anu” di Diri Kita, Pahlawan atau Penjahat?

Eka Prasetya

Eka Prasetya

Menjadi wartawan sejak SMA. Suka menulis berita kisah di dunia olahraga dan kebudayaan. Tinggal di Singaraja, indekost di Denpasar

Related Posts

Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

by Agus Noval Rivaldi
November 12, 2022
0
Hulutara: Kerja Arsip dalam Membaca Kota | Ulasan Acara Senandung Padu Irama Vol. 1

Sudah lama sekali rasanya saya tidak menulis apa-apa dalam beberapa bulan ini. Semenjak dipindah tugaskan oleh kantor saya ke Singaraja,...

Read moreDetails

Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

by I Putu Ardiyasa
August 19, 2022
0
Pertunjukan Drama “Puputan Jagaraga” di Desa Tembok: Merawat Denyut Kehidupan dan Pergerakan Bermakna

Gagasan membuat pertunjukan Puputan Jagaraga didenyutkan oleh bapak Perbekel (sebutan kepala desa di Bali) Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Buleleng, yakni...

Read moreDetails

Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

by Imam Muhayat
August 13, 2022
0
Subjektivitas Kambali Zutas dalam Kumpulan Puisi Anak-anak Pandemi

Realitas keterbukaan membuat setiap nilai mengejar eksistensi. Akibatnya, nilai mengandung relativitas yang tinggi. Perkembangan sekarang ini juga, kadang membuat kita...

Read moreDetails

Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

by Agus Noval Rivaldi
August 8, 2022
0
Album R.E.D, Ulang-Alik Tafsir oleh Cassadaga

CASSADAGA,  sebuah band yang mengusung genre Experimental Rock, berdiri pada tahun 2014 lewat jalur pertemanan SMA. Nama “Cassadaga” mereka ambil...

Read moreDetails

Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

by Teddy Chrisprimanata Putra
August 8, 2022
0
Kwitangologi Vol. 9: Ruang Diskusi Pertama Saya di Jakarta

Beruntung sore itu saya melihat poster yang dibagikan oleh akun Marjin Kiri di cerita Whatsapp. Poster itu menginformasikan acara diskusi...

Read moreDetails

“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

by Agus Eka Cahyadi
July 28, 2022
0
“Sekala-Skala”: Menakar Geliat Seni Patung SDI

Kala itu Pita Maha belum lahir, Walter Spies berjumpa dengan seorang pematung dari Desa Belayu bernama I Tegalan. Dia menyerahkan...

Read moreDetails

Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

by Azman H. Bahbereh
July 8, 2022
0
Jauh dari “Kebahagiaan” | Catatan Selepas Menonton Film Rosetta (1999)

Rosetta membanting pintu dengan keras dan keluar berjalan terengah-engah, melewati sekian pintu, sekian pintu, dan sekian pintu lagi. Hentakan kaki...

Read moreDetails

Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

by A.A.N. Anggara Surya
June 30, 2022
0
Lirik, Vokal, Musikalitas dan Keberagaman | Dari Lomba Cipta Lagu Cagar Budaya Buleleng

Rabu, 29 Juni 2022, malam. Saya menonton lomba Cipta Lagu Cagar Budaya yang diadakan Dinas Kebudayaan dan Dinas Lingkungan Hidup...

Read moreDetails

Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

by Made Adnyana Ole
June 29, 2022
0
Tak Ada Ibunda Bung Karno Pada Fragmentari Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno

Sungguh aneh, lomba fragmentari dalam rangka Bulan Bung Karno di Taman Bung Karno, Buleleng, tidak ada satu pun peserta lomba...

Read moreDetails

Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

by I Gusti Made Darma Putra
June 28, 2022
0
Pasir Ukir, Estetika Air dalam Laut dan Gunung | Ulasan Karya Gong Kebyar Kabupaten Badung

Parade Gong Kebyar duta Kabupaten Badung dalam Pesta Kesenian Bali XLIV tahun 2022 kali ini tampil berbeda dari tahun tahun...

Read moreDetails
Next Post

Siapakah “I Anu” di Diri Kita, Pahlawan atau Penjahat?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co