23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

PENTIMENTO : Cerita dari Rekam Jejak Lukisan karya Noella Roos

Dewa Purwita Sukahet by Dewa Purwita Sukahet
November 18, 2022
in Pilihan Editor, Ulas Rupa
PENTIMENTO :  Cerita dari Rekam Jejak Lukisan karya Noella Roos

Noella Ross dalam proses berkarya | Foto-foto: Purwita Sukahet

Pertama kali saya mengenal Noella Roos pada sebuah proses perhelatan pameran dia bersama Ida Bagus Putu Purwa, April 2015 di Danes Art Veranda.

 Saat itu, Wayan Seriyoga Parta (Yoga Parta), memberikan tugas kepada saya untuk menulis ulasan pameran mereka berdua lalu tulisannya dikirim ke salah satu majalah seni yang masih eksis dalam produksi cetak, majalah Sarasvati. Sejak itulah saya aktif menjadi kontributor ulasan pameran di Bali dan dimuat di majalah Sarasvati.

Perjumpaan saya sekaligus perkenalan saya dengan Noella Roos, termasuk perjumpaan dengan karya-karyanya memberi kesan tersendiri. Saya ingat sekali karya-karyanya, misalnya bagaimana tipikal garis yang menyihir melalui charcoal di atas media kertas.

Figur-figur model yang digambar oleh Noella memperlihatkan kekuatan gesture dan ekspresi wajah yang kuat. Melalui goresan-goresannya juga saya memahami kekuatan Noella terletak dari bagaimana ia menguasai medium seni, menguasai model sehingga karya yang ia hasilkan memiliki karakteristik tegas nan lentur.

Ia tidak melewatkan bayangan dan pencahayaan yang menimpa tubuh model, figur yang ia gambar berasal dari modelnya secara live. Napas dan hasrat berkesenian Noella ada di sana sekaligus hadir didepannya.

Noella 2015 | Foto: Purwita Sukahet

Melalui pertemuan tersebut Noella mengungkapkan bahwa ia sangat menyukai gerak, penari, tubuh manusia yang bergerak, otot yang menegang serta melentur akibat perubahan posisi tubuh, hal tersebut menjadi hasrat kuat yang harus ia tangkap melalui charcoal, di atas kertas juga di atas kanvas.

Akibat dari menangkap model secara langsung maka tidak jarang figur-figur yang ia gambar tidak tergambar secara utuh dari sisi anatomis, tentu hal ini merupakan suatu hal biasa bahwasanya ada bagian tubuh yang menarik untuk diekspose menjadi point of view sekaligus menjadi hal yang dipandang dapat menjadi bagian utama dapat mengakomodir konsep berkarya seniman.

Singkat kata, Noella menunjukkan kecakapan impresinistik melalui karya drawingnya atas pengamatan sekaligus pengalaman langsung terhadap model yang ia gambarkan melalui gestur.

Seniman Bali yang mengenal Noella selalu merujuk kepada karya gambarnya dengan medium kertas besar, energi kuat goresan charcoal, sensasi emosional dalam garis-garis pendek atas cahaya dan bayangan.

TARI (20 by 20 cm, Intaglio) Noella Roos

SOFT DREAM ( 30.5 by 40 cm, Oil on canvas 2022) Noella Roos

Namun, kini melalui Pentimento ia seolah mengalihkan perhatian publik daripada semua itu. Dengan demikian, ada perubahan mendasar dari proses berkaryanya tanpa harus menghilangkan jejak kekuatan hitam putihnya, meski permainan warna dan jejak kuas di atas permukaan lebih dominan.

Pentimento adalah istilah seni lukis yang populer di Eropa, menunjukkan terjadinya perubahan dalam proses melukis dari rancangan sebelumnya, misalkan sebuah potret wajah yang telah selesai dilukis setengah kemudian di pertengahan jalan proses penyelesaian terjadi perubahan bentuk juga merubah komposisi awal sehingga diperlukan upaya untuk menumpuk goresan sebelumnya.

Akibat dari tumpukan-tumpakan warna dan jejak kuas tersebut pada hasil akhirnya akan berdampak pada tekstur karya, ada jejak yang ditinggalkan dalam proses melalui lapisan-lapisan warna. Dalam kasus lukisan-lukisan oldmaster, kehadiran pentimento juga dilihat sebagai wujud tanda keaslian sebuah karya seni.

PRIMA DONNA ( 40.5 by 51 cm, Oil on Canvas 2021) Noella Roos

Noella Roos melalui pernyataannya mengungkapkan konteks pentimento dalam proses berkaryanya sebagai berikut: “For me this means that I am sketching with paint, only to change it again and again… This exhibition shows the finished products, painting, but underneath this surface layer are other layers. I usually make studies of a live model or dancer figuratively in “realistic” manner, but then I change it as in my view, a painting not only has figurative and narrative elements, but also abstract values. My work is based on the Golden Mean and circles. When changing the painting from strict figurative representation to abstraction, I base my work more on the classics like the Greeks, but also on the great painters like Rembrandt and many others. They also use the golden mean. Thus, I hope to impart a sense of timelessness into my work.”

Ia mengungkapkan terjadinya perubahan sudut pandang ketika ia menggambar dan melukis. Melalui menggambar ia dapat merasakan kecepatan bersamaan dengan gerak penari, seturut dengan itu kekuatan goresan hadir melalui jejak ekspresif garis. Berbeda dengan melukis yang ia telah tuntaskan, ia mengolah warna, menentukan intensitas warna pada light and shade, serta mengolah lapisan-lapisan warna, singkat kata ada banyak perubahan yang ia lakukan dalam proses melukis.

Melalui Pentimento, Noella Roos sejatinya ingin bercerita mengenai proses bekerja di dalam laboratorium seninya, bercerita apa yang ia rasakan melalui perjalanan yang terus berubah hingga mencapai titik akhir sebuah karya, istilahnya perjalanan estetik seniman.

Selain lukisan, ia juga memajang karya grafis dengan metode etsa, sejalan dengan pameran ini, baginya etsa adalah jalan tengah antara menggambar dengan melukis. Pameran ini berlangsung dari 29 Oktober sampai dengan 30 November 2022, berlokasi di bekas Amaly Gallery, Jalan Raya Mas, Ubud, Gianyar. [T]

Pohmanis, 15 Nopember 2022

Seni Rupa Bali dan Persoalan Arsip
Problematika Material #Pengantar Pameran Studi Khusus Mahasiswa Pendidikan Seni Rupa, FBS, Undiksha
Wayan Dasta dan “Unknown Artist From North Bali” # Melacak Jejak Sejarah Seni Rupa dari Museum Buleleng [2]
Tags: Pameran Seni RupaSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kisah Ki Raja & Mantun, Durian Lokal dari Madenan dan Keluarga yang Merawatnya

Next Post

Van Jelbo, Alpukat dari Madenan, Jadi Pelengkap Sushi di Restoran Jepang

Dewa Purwita Sukahet

Dewa Purwita Sukahet

Perupa, suka ngukur jalan, dan CaLis tanpa Tung

Related Posts

Fragmen Peristiwa pada Pameran ‘Dialog Ferdi dan Opus Sastra’ Minggu Pertama di Palembang

by Mahesa Putra
June 18, 2026
0
Fragmen Peristiwa pada Pameran ‘Dialog Ferdi dan Opus Sastra’ Minggu Pertama di Palembang

SEJAK pagi langit mendung, angin membuat barisan pohon kelapa di halaman Roemah Tumbuh Kembang menari. Padahal sudah satu minggu ini...

Read moreDetails

Menakar Isi Piring, Meruntuhkan Dinding Sakral  —Narasi Domestik Sebagai Episentrum Perlawanan Politis Perupa Perempuan Bali

by Oka Rusmini
June 15, 2026
0
Menakar Isi Piring, Meruntuhkan Dinding Sakral  —Narasi Domestik Sebagai Episentrum Perlawanan Politis Perupa Perempuan Bali

SEBUAH pertanyaan tidak pernah lahir dari ruang hampa. Di balik kalimat pendek, “What’s for Dinner?” atau “Mau makan malam apa?”,...

Read moreDetails

Karya Rupa Saka Rosanta, Dari Reinkarnasi, Pohon Kasih sampai Avatar Word

by Mas Ruscitadewi
June 13, 2026
0
Karya Rupa Saka Rosanta, Dari Reinkarnasi, Pohon Kasih sampai Avatar Word

Ida Kade Saka Rosanta, yang kerap dipanggil Gus Moyo memamerkan karya rupanya di Rumah Berdaya, jalan Raya Sesetan 280 Denpasar....

Read moreDetails

Stasiun Buraq : Arsitektur Mimpi Seorang Ilham Gusti Syahadat

by Made Chandra
June 8, 2026
0
Stasiun Buraq : Arsitektur Mimpi Seorang Ilham Gusti Syahadat

DERAP langkah beranjak naik, kain tirai perlahan mulai disingkapkan, lalu dengan segera bunyi-bunyian kendang, tembang dan segala perangkat kesenian jaranan,...

Read moreDetails

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

by Made Chandra
June 2, 2026
0
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

Read moreDetails

Pameran ‘Roots & Routes’: Refleksi Tentang Identitas, Ingatan dan Perjalanan Hidup

by I Gede Made Surya Darma
May 7, 2026
0
Pameran ‘Roots & Routes’: Refleksi Tentang Identitas, Ingatan dan Perjalanan Hidup

DI tengah geliat seni rupa kontemporer yang semakin cair dan lintas disiplin, pameran “Roots & Routes” yang berlangsung di Biji...

Read moreDetails

Refracted — Perspektif yang Menolak Keutuhan

by Made Chandra
May 4, 2026
0
Refracted — Perspektif yang Menolak Keutuhan

Artikel ini adalah catatan kuratorial pameran seni rupa “Refracted” pada 2 Mei 2026 di Ruang Arta Derau, Tegallalang. Tak pernah...

Read moreDetails

Kenapa sih Harus Solo Exhibition?

by Made Chandra
April 14, 2026
0
Kenapa sih Harus Solo Exhibition?

HARI itu rasanya begitu spesial, hari dimana buku-buku tersusun bertumpuk untuk dirayakan kehadirannya. Semerebak wangi dupa menyeruak sampai menyentil dalam-dalam...

Read moreDetails

Apa yang ‘Ada’ dalam Sebuah Lukisan? —Membaca ‘Aurora Blue’ dan ‘Red Blossom’ Karya Wayan Kun Adnyana

by I Wayan Sujana Suklu
March 27, 2026
0
Apa yang ‘Ada’ dalam Sebuah Lukisan?  —Membaca ‘Aurora Blue’ dan ‘Red Blossom’ Karya Wayan Kun Adnyana

Membaca Aurora Blue dan Red Blossom karya Wayan Kun Adnyana, pameran Parama Paraga Retrospective of Biographical Metaphoric Figure to New...

Read moreDetails

SAPA WARANG: Tubuh yang Terbakar di Batas Liminal

by I Wayan Sujana Suklu
March 24, 2026
0
SAPA WARANG: Tubuh yang Terbakar di Batas Liminal

Liminalitas sebagai Ambang Kosmologis LIMINALITAS, dalam pengertian paling mendasar, bukan sekadar fase peralihan, melainkan kondisi ontologis di mana batas-batas eksistensi...

Read moreDetails
Next Post
Van Jelbo, Alpukat dari Madenan, Jadi Pelengkap Sushi di Restoran Jepang

Van Jelbo, Alpukat dari Madenan, Jadi Pelengkap Sushi di Restoran Jepang

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar
Tualang

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

by Made Wirya
June 21, 2026
Lubang | Cerpen Asmaran Dani
Cerpen

Lubang | Cerpen Asmaran Dani

LUBANG menjadi neraka jahanam yang membakar kehidupanku. Di mana saja, lubang selalu ada. Lubang pipet, lubang kloset, lubang tutup odol,...

by Asmaran Dani
June 21, 2026
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi
Puisi

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

by Mahesa Putra
June 21, 2026
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045
Esai

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

by Dewa Rhadea
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co