14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

PENTIMENTO : Cerita dari Rekam Jejak Lukisan karya Noella Roos

Dewa Purwita Sukahet by Dewa Purwita Sukahet
November 18, 2022
in Pilihan Editor, Ulas Rupa
PENTIMENTO :  Cerita dari Rekam Jejak Lukisan karya Noella Roos

Noella Ross dalam proses berkarya | Foto-foto: Purwita Sukahet

Pertama kali saya mengenal Noella Roos pada sebuah proses perhelatan pameran dia bersama Ida Bagus Putu Purwa, April 2015 di Danes Art Veranda.

 Saat itu, Wayan Seriyoga Parta (Yoga Parta), memberikan tugas kepada saya untuk menulis ulasan pameran mereka berdua lalu tulisannya dikirim ke salah satu majalah seni yang masih eksis dalam produksi cetak, majalah Sarasvati. Sejak itulah saya aktif menjadi kontributor ulasan pameran di Bali dan dimuat di majalah Sarasvati.

Perjumpaan saya sekaligus perkenalan saya dengan Noella Roos, termasuk perjumpaan dengan karya-karyanya memberi kesan tersendiri. Saya ingat sekali karya-karyanya, misalnya bagaimana tipikal garis yang menyihir melalui charcoal di atas media kertas.

Figur-figur model yang digambar oleh Noella memperlihatkan kekuatan gesture dan ekspresi wajah yang kuat. Melalui goresan-goresannya juga saya memahami kekuatan Noella terletak dari bagaimana ia menguasai medium seni, menguasai model sehingga karya yang ia hasilkan memiliki karakteristik tegas nan lentur.

Ia tidak melewatkan bayangan dan pencahayaan yang menimpa tubuh model, figur yang ia gambar berasal dari modelnya secara live. Napas dan hasrat berkesenian Noella ada di sana sekaligus hadir didepannya.

Noella 2015 | Foto: Purwita Sukahet

Melalui pertemuan tersebut Noella mengungkapkan bahwa ia sangat menyukai gerak, penari, tubuh manusia yang bergerak, otot yang menegang serta melentur akibat perubahan posisi tubuh, hal tersebut menjadi hasrat kuat yang harus ia tangkap melalui charcoal, di atas kertas juga di atas kanvas.

Akibat dari menangkap model secara langsung maka tidak jarang figur-figur yang ia gambar tidak tergambar secara utuh dari sisi anatomis, tentu hal ini merupakan suatu hal biasa bahwasanya ada bagian tubuh yang menarik untuk diekspose menjadi point of view sekaligus menjadi hal yang dipandang dapat menjadi bagian utama dapat mengakomodir konsep berkarya seniman.

Singkat kata, Noella menunjukkan kecakapan impresinistik melalui karya drawingnya atas pengamatan sekaligus pengalaman langsung terhadap model yang ia gambarkan melalui gestur.

Seniman Bali yang mengenal Noella selalu merujuk kepada karya gambarnya dengan medium kertas besar, energi kuat goresan charcoal, sensasi emosional dalam garis-garis pendek atas cahaya dan bayangan.

TARI (20 by 20 cm, Intaglio) Noella Roos

SOFT DREAM ( 30.5 by 40 cm, Oil on canvas 2022) Noella Roos

Namun, kini melalui Pentimento ia seolah mengalihkan perhatian publik daripada semua itu. Dengan demikian, ada perubahan mendasar dari proses berkaryanya tanpa harus menghilangkan jejak kekuatan hitam putihnya, meski permainan warna dan jejak kuas di atas permukaan lebih dominan.

Pentimento adalah istilah seni lukis yang populer di Eropa, menunjukkan terjadinya perubahan dalam proses melukis dari rancangan sebelumnya, misalkan sebuah potret wajah yang telah selesai dilukis setengah kemudian di pertengahan jalan proses penyelesaian terjadi perubahan bentuk juga merubah komposisi awal sehingga diperlukan upaya untuk menumpuk goresan sebelumnya.

Akibat dari tumpukan-tumpakan warna dan jejak kuas tersebut pada hasil akhirnya akan berdampak pada tekstur karya, ada jejak yang ditinggalkan dalam proses melalui lapisan-lapisan warna. Dalam kasus lukisan-lukisan oldmaster, kehadiran pentimento juga dilihat sebagai wujud tanda keaslian sebuah karya seni.

PRIMA DONNA ( 40.5 by 51 cm, Oil on Canvas 2021) Noella Roos

Noella Roos melalui pernyataannya mengungkapkan konteks pentimento dalam proses berkaryanya sebagai berikut: “For me this means that I am sketching with paint, only to change it again and again… This exhibition shows the finished products, painting, but underneath this surface layer are other layers. I usually make studies of a live model or dancer figuratively in “realistic” manner, but then I change it as in my view, a painting not only has figurative and narrative elements, but also abstract values. My work is based on the Golden Mean and circles. When changing the painting from strict figurative representation to abstraction, I base my work more on the classics like the Greeks, but also on the great painters like Rembrandt and many others. They also use the golden mean. Thus, I hope to impart a sense of timelessness into my work.”

Ia mengungkapkan terjadinya perubahan sudut pandang ketika ia menggambar dan melukis. Melalui menggambar ia dapat merasakan kecepatan bersamaan dengan gerak penari, seturut dengan itu kekuatan goresan hadir melalui jejak ekspresif garis. Berbeda dengan melukis yang ia telah tuntaskan, ia mengolah warna, menentukan intensitas warna pada light and shade, serta mengolah lapisan-lapisan warna, singkat kata ada banyak perubahan yang ia lakukan dalam proses melukis.

Melalui Pentimento, Noella Roos sejatinya ingin bercerita mengenai proses bekerja di dalam laboratorium seninya, bercerita apa yang ia rasakan melalui perjalanan yang terus berubah hingga mencapai titik akhir sebuah karya, istilahnya perjalanan estetik seniman.

Selain lukisan, ia juga memajang karya grafis dengan metode etsa, sejalan dengan pameran ini, baginya etsa adalah jalan tengah antara menggambar dengan melukis. Pameran ini berlangsung dari 29 Oktober sampai dengan 30 November 2022, berlokasi di bekas Amaly Gallery, Jalan Raya Mas, Ubud, Gianyar. [T]

Pohmanis, 15 Nopember 2022

Seni Rupa Bali dan Persoalan Arsip
Problematika Material #Pengantar Pameran Studi Khusus Mahasiswa Pendidikan Seni Rupa, FBS, Undiksha
Wayan Dasta dan “Unknown Artist From North Bali” # Melacak Jejak Sejarah Seni Rupa dari Museum Buleleng [2]
Tags: Pameran Seni RupaSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kisah Ki Raja & Mantun, Durian Lokal dari Madenan dan Keluarga yang Merawatnya

Next Post

Van Jelbo, Alpukat dari Madenan, Jadi Pelengkap Sushi di Restoran Jepang

Dewa Purwita Sukahet

Dewa Purwita Sukahet

Perupa, suka ngukur jalan, dan CaLis tanpa Tung

Related Posts

Pameran ‘Roots & Routes’: Refleksi Tentang Identitas, Ingatan dan Perjalanan Hidup

by I Gede Made Surya Darma
May 7, 2026
0
Pameran ‘Roots & Routes’: Refleksi Tentang Identitas, Ingatan dan Perjalanan Hidup

DI tengah geliat seni rupa kontemporer yang semakin cair dan lintas disiplin, pameran “Roots & Routes” yang berlangsung di Biji...

Read moreDetails

Refracted — Perspektif yang Menolak Keutuhan

by Made Chandra
May 4, 2026
0
Refracted — Perspektif yang Menolak Keutuhan

Artikel ini adalah catatan kuratorial pameran seni rupa “Refracted” pada 2 Mei 2026 di Ruang Arta Derau, Tegallalang. Tak pernah...

Read moreDetails

Kenapa sih Harus Solo Exhibition?

by Made Chandra
April 14, 2026
0
Kenapa sih Harus Solo Exhibition?

HARI itu rasanya begitu spesial, hari dimana buku-buku tersusun bertumpuk untuk dirayakan kehadirannya. Semerebak wangi dupa menyeruak sampai menyentil dalam-dalam...

Read moreDetails

Apa yang ‘Ada’ dalam Sebuah Lukisan? —Membaca ‘Aurora Blue’ dan ‘Red Blossom’ Karya Wayan Kun Adnyana

by I Wayan Sujana Suklu
March 27, 2026
0
Apa yang ‘Ada’ dalam Sebuah Lukisan?  —Membaca ‘Aurora Blue’ dan ‘Red Blossom’ Karya Wayan Kun Adnyana

Membaca Aurora Blue dan Red Blossom karya Wayan Kun Adnyana, pameran Parama Paraga Retrospective of Biographical Metaphoric Figure to New...

Read moreDetails

SAPA WARANG: Tubuh yang Terbakar di Batas Liminal

by I Wayan Sujana Suklu
March 24, 2026
0
SAPA WARANG: Tubuh yang Terbakar di Batas Liminal

Liminalitas sebagai Ambang Kosmologis LIMINALITAS, dalam pengertian paling mendasar, bukan sekadar fase peralihan, melainkan kondisi ontologis di mana batas-batas eksistensi...

Read moreDetails

Retakan, Api, dan Cara Melihat Diri Sendiri — Membaca Ogoh-ogoh ‘Sapa Warang’ Karya Marmar Herayukti

by Agung Bawantara
March 23, 2026
0
Retakan, Api, dan Cara Melihat Diri Sendiri — Membaca Ogoh-ogoh ‘Sapa Warang’ Karya Marmar Herayukti

Di tengah hiruk-pikuk malam pengerupukan, sehari menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Baru Çaka 1948, ketika ogoh-ogoh diarak dalam gegap gempita, sosok...

Read moreDetails

Maestro Tjokot, Gus Tilem, dan Gus Nyana Pulang ke Tugu Mayang Ubud

by Agung Bawantara
March 17, 2026
0
Maestro Tjokot, Gus Tilem, dan Gus Nyana Pulang ke Tugu Mayang Ubud

Karya ogoh-ogoh berjudul “Tugu Mayang” dari ST. Pandawa Banjar Tarukan, Desa Adat Mas, Ubud, Gianyar, menguatkan sebuah kecenderungan estetika yang...

Read moreDetails

Gerabah dan Manusia yang Berubah

by Mas Ruscitadewi
March 7, 2026
0
Gerabah dan Manusia yang Berubah

Dalam pameran Bali Bhuwana Rupa oleh ISI Denpasar di ARMA Museum Ubud, yang bertajuk ' Adhi Jnana Astam (Mastery-Mind-Marvel), banyak...

Read moreDetails

SENI EKOLOGIS —Dari Orasi Ilmiah I Wayan Setem

by Hartanto
February 24, 2026
0
SENI EKOLOGIS —Dari Orasi Ilmiah I Wayan Setem

BENCANA banjir bandang di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat dan beberapa daerah di Indonesia – menurut saya, bukanlah sekedar bencana...

Read moreDetails

Kendali, Kekerasan, dan Siklus Waktu —Ulasan Ogoh-ogoh Kalabendu Karya ST Bakti Dharma, Banjar Adat Kangin Pecatu

by Agung Bawantara
February 22, 2026
0
Kendali, Kekerasan, dan Siklus Waktu —Ulasan Ogoh-ogoh Kalabendu Karya ST Bakti Dharma, Banjar Adat Kangin Pecatu

OGOH-OGOH Kalabendu karya Sekaa Teruna (ST) Bakti Dharma, Banjar Adat Kangin Pecatu, Kuta Selatan, menempatkan figur bhutakala bertangan enam sebagai pusat komposisi....

Read moreDetails
Next Post
Van Jelbo, Alpukat dari Madenan, Jadi Pelengkap Sushi di Restoran Jepang

Van Jelbo, Alpukat dari Madenan, Jadi Pelengkap Sushi di Restoran Jepang

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co