2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kisah Ki Raja & Mantun, Durian Lokal dari Madenan dan Keluarga yang Merawatnya

Nyoman Nadiana by Nyoman Nadiana
November 18, 2022
in Feature, Pilihan Editor
Kisah Ki Raja & Mantun, Durian Lokal dari Madenan dan Keluarga yang Merawatnya

Durian Ki Raja dari Desa Madenan, Tejakula, Buleleng, Bali

Ketika terjadi gempuran berbagai jenis pohon dan buah durian asing di Bali, selalu tersisa orang-orang yang setia dengan sepenuh jiwa mempertahankan durian lokal. Selalu ada yang dengan bangga menceritakan betapa tidak kalah durian lokal itu dengan durian asing yang mudah didapat di Bali belakangan ini.

Saya bertemu orang-orang yang setia pada kelokalan itu di Desa Madenan, Kecamatan Tejakula, Buleleng. Pada hari yang cerah, Senin, 14 November 2022,  saya melakukan perjalanan ke desa itu, sebuah desa di kemiringan dengan masih banyak dihiasi pohon-pohon tua.

Desa Madenan memiliki suhu yang sejuk. Dan, hampir semua wilayah di desa itu memang merupakan area perkebunan. Rumah-rumah warga dikelilingi perkebunan, banyak juga yang berdiri di tengah kebun.

Pemandangan alam di Desa Madenan, Tejakula, Buleleng

Di Desa Madenan saya bertemu dengan Made Dwi Kresnayana. Ia salah satu  warga desa yang punya konsentrasi penuh dalam mengembangkan potensi pertanian di desanya. Laki-laki 40 tahun itu merupakan generasi keempat yang menjadi pewaris pewaris Durian Ki Raja, durian lokal yang unggul dengan nuftah khas Desa Madenan.   

Saya dan Made Dwi saling mengalirkan cerita sambil menikmati suasana perkebunan yang asri. Kami sesekali memandang beberapa pohon durian yang berdiri di sela-sela pohon cengkeh dan alpukat.

Kisah Durian Ki Raja

Durian Ki Raja adalah varian durian lokal yang rasanya kerap jadi pembicraan di Desa Madenan dan sekitarnya.  Kisah durian ini cukup unik.

Awalnya durian itu ditanam oleh kakek dari orang tua Made Dwi. Hampir sepuluh dekade kemudian, pohon Durian Ki Raja itu tinggal satu batang, Dan, jika yang satu itu juga hilang, maka punahlah durian khas Madenan itu.

Namun, keluarga Made Dwi tak mau kehilangan Ki Raja. Adalah Nyoman Wirtha, yang tak lain adalah paman dari Made Dwi yang kemudian membuat bibit untuk meneruskan keturunan Ki Raja dan varietas durian khas itu tetap terjaga.

Durian Ki Raja dari Desa Madenan

Made Dwi Kresnayana

Pembibitan juga dilakukan oleh Wayan Karpa Dwipayana yang merupakan ayah dari Made Dwi. Ayah Made Dwi sudah meninggal. Dan kini giliran Made Dwi yang menjadi penerus untuk merawat keberlangsungan hidup Durian Ki Raja.Semua itu dilakukan karena keluarga itu cinta pada duania perkebunan dan pertanian.

Sebelumnya durian lokal yang dipelihara bertahun-tahun itu tidak punya nama. Dan, nama Ki Raja diberikan ketika keluarga Made Dwi mengikuti festival durian di Singaraja sekira tahun 2019.

Keluarga Made Dwi memutuskan untuk mengikuti festival durian itu dengan mengusung durian lokal yang unggul itu. Mereka kemudian memikirkan nama yang tepat untuk durian yang akan diikutkan dalam kontes di festival itu.

Setelah melalui obrolan panjang dengan pihak keluarga, akhirnya nama Ki Raja yang dipilih untuk didaftar kan sebagai durian yang siap dinilai dalam kontes durian itu.. Alasannya, selain memang bisa dianggap raja dalam rasa,  leluhur mereka yang pertama kali membibit dan menanam durian lokal itu biasa mereka panggil Kaki Raja atau Kakek Raja.

Proses pembibitan durian Ki Raja di Desa Madenan

Pondok Ki Raja Madenan, pusat informasi tentang Durian Ki Raja di Desa Madenan

Menurut Made Dwi, mulai dari penanaman yang dilakukan Kaki Raja hingga generasi masa kini, bibit Ki Raja sudah bergenerasi kurang lebih satu abad atau. 100 tahun.  Angka yang sudah cukup membuktikan dedikasi dan kecintaan manusia pada durian lokal.

Dan pada festival durian kala itu, Ki Raja mendapatkan juara dua. Sehingga durian itu kemudian punya nama bagus di kalangan penggemar durian, dan terus diupayakan untuk dilakukan pembibitan. Selain rasanya yang khas, tiada tanding, durian Ki Raja juga memiliki biji yang sangat kecil dan daging buah yang menggiurkan.

Sampai pada akhirnya durian itu dicari-cari oleh para traveller dari pelosok Bali, dan Indonesia. Para traveller itu secara  berkala berkunjung ke Desa Madenan dan mencari durian Ki Raja.

Sampai saat ini ada 14 pohon durian Ki Raja yang sudah berbuah. “Jika musim berbuah dan cuaca bagus, satu pohon durian Ki Raja bisa menghasilkan 50-70 buah,” kata Made Dwi.

Durian Mantun dan Durian 400 Tahun

Keluarga Made Dwi Kresnayana memang dikenal sebagai keluarga petani durian dan pecinta durian. Selain jenis Ki Raja khas Madenan, keluarga ini juga merawat dengan baik jenis durian Mantun yang tak kalah favourit di kalangan durian traveller.

Mantun adalah kependekan dari “Madenan Tulen”. Durian ini dikenal berbuah “ngemantun”, istilah lokal Desa Madenan yang artinya rajin berbuah.

Madenan dan durian memang sulit dipisahkan.  Ketika kita berjalan-jalan ke desa ini akan sulit menghindari pemandangan dpohon durian dengan keistimewaan buah dan kulit berduri yang  paling dicari ini.

Tak jauh dari pohon durian Mantun, ada cerita lain tentang durian di Desa Madenan yang juga istimewa.

Durian Mantun dari Desa Madenan

Made Dwi mengantar saya kepada sebuah bukti hidup tentang pohon durian yang dipercaya sudah berusia 400 tahun. Pemiliknya bernama Made Sudiardika atau biasa dipanggil  Pak Slamat.

Pohon durian itu besar dengan tinggi yang menjulang ke langit. Durian ini seakan menjadi saksi jika Madenan tempo adalah daerah hutan yang memang sudah memiliki pohon durian sejak lama.

Durian Pak Slamat itu memang sudah tidak bisa dipanjat karena ada pelinggih atau tempat sembahyang umat Hindu di bawahnya. Ketika musimnya datang, durian-duriannya akan dengan setia ditunggu sampai jatuh sendiri. 

Menariknya petani di Madenan memang dari dulu sudah menerapkan cara bertani secara organik.  Mereka memakai pupuk organik dan bersatu untuk menyebarluaskan bibit-bibit varian unggul.

Pak Slamat

Made Dwi mengatakan, kini banyak tamu atau pejabat dari dinas terkait di pemerintahan datang ke Madenan untuk melihat durian khas Madenan itu, selain banyak juga para pesohor berkunjungi menikmati durian.

Ia berjanji Ki Raja maupun Mantun akan diatenkan dan sangat berharap  Madenan nantinya akan menjadi sentra durian Ki Raja. Tidak hanya berkembang di Bali dan Indonesia, tapi juga di seluruh dunia.

Kini sebanyak 2000 bibit sudah dibagikan ke warga Madenan untuk dikembangkan di daerah perkebunan masing-masing. Bibit-bibit Ki Raja juga sudah bisa dipesan oleh penggemar durian lokal yang unggul dari Madenan.

Satu lagi yang menarik dari durian Ki Raja adalah musim berbuahnya yang tidak pernah berjanji. Meski secara umum musim durian antara Oktober-Maret, tapi durian Ki Raja bisa muncul pada saat-saat tak terduga seperti musim yang tak sepenuhnya bisa diduga.  Para pecinta durian memang harus mengerti buah durian terbaik adalah yang alami, bukan paksaan. 

Kepala Dinas Pertanian Buleleng Made Sumiarta saat berkunjung melihat durian di Desa Madenan

Durian Ki Raja dirawat secara alami dan buahnya jatuh tanpa paksaan. Hari lalu harganya bisa mencapai 100.000 per kilogram. Dan itu adalah harga yang cocok untuk sesuatu yang alami.

Durian Ki Raja dan durian khas Madenan yang lain bukan hanya mengandung rasa istimewa, meliankan juga memberi pelajaran tentang dedikasi penanam yang merawat dan melestarikan sampai ratusan tahun.

Menikmati durian langsung di kebunnya,  dengan suasana alam desa nan sejuk barangkali ini adalah kalender liburan yang patut dicoba untuk merasakan sensasi rejeki durian “runtuh” sesungguhnya.

Mengunjungi Desa Madenan di Kecamatan Tejakula adalah pilihan tepat. Selamat menikmati durian lokal dari alam lokal.[T]

Ada Durian Emas di Desa Tajun | Yang Punya Pohonnya Bisa Hidup Sejahtera
Memeluk “I Jalur”, Durian Juara dari Munduk Bestala
Kenangan Selembut Durian dalam Film Mao Shan Wang – Catatan dari Minikino Film Week 2017
Tags: bulelengDesa Madenanduriandurian lokalpertanianTejakula
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kadek Adi Asih, Atlet Panjat Tebing dari Gitgit Itu Raih Medali Emas untuk Buleleng

Next Post

PENTIMENTO : Cerita dari Rekam Jejak Lukisan karya Noella Roos

Nyoman Nadiana

Nyoman Nadiana

Anak dari pelosok utara Bali. Suka ke semua penjuru arah mata angin menemukenali semua hal tentang hidup dan kehidupan lewat cerita-cerita

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

by I Putu Ardiyasa
September 30, 2026
0
Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

SAYA datang ke Toyooka dengan niat yang sederhana: mengikuti Intersecting Peripheries dan melihat bagaimana sebuah festival teater bekerja di sebuah...

Read moreDetails

Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938

by Wahyu Mahaputra
September 28, 2026
0
Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938

CUKUP dengan uang tiga ribu rupiah saja, segelas penuh minuman es santan yang creamy dan menyegarkan sudah bisa mengalir di...

Read moreDetails

Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

by Ahmad Sihabudin
September 28, 2026
0
Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

SUDAH cukup lama sebenarnya kami ingin berjalan-jalan di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Provinsi Banten. Bukan untuk mencari sesuatu yang...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails
Next Post
PENTIMENTO :  Cerita dari Rekam Jejak Lukisan karya Noella Roos

PENTIMENTO : Cerita dari Rekam Jejak Lukisan karya Noella Roos

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co