13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kisah Ki Raja & Mantun, Durian Lokal dari Madenan dan Keluarga yang Merawatnya

Nyoman Nadiana by Nyoman Nadiana
November 18, 2022
in Feature, Pilihan Editor
Kisah Ki Raja & Mantun, Durian Lokal dari Madenan dan Keluarga yang Merawatnya

Durian Ki Raja dari Desa Madenan, Tejakula, Buleleng, Bali

Ketika terjadi gempuran berbagai jenis pohon dan buah durian asing di Bali, selalu tersisa orang-orang yang setia dengan sepenuh jiwa mempertahankan durian lokal. Selalu ada yang dengan bangga menceritakan betapa tidak kalah durian lokal itu dengan durian asing yang mudah didapat di Bali belakangan ini.

Saya bertemu orang-orang yang setia pada kelokalan itu di Desa Madenan, Kecamatan Tejakula, Buleleng. Pada hari yang cerah, Senin, 14 November 2022,  saya melakukan perjalanan ke desa itu, sebuah desa di kemiringan dengan masih banyak dihiasi pohon-pohon tua.

Desa Madenan memiliki suhu yang sejuk. Dan, hampir semua wilayah di desa itu memang merupakan area perkebunan. Rumah-rumah warga dikelilingi perkebunan, banyak juga yang berdiri di tengah kebun.

Pemandangan alam di Desa Madenan, Tejakula, Buleleng

Di Desa Madenan saya bertemu dengan Made Dwi Kresnayana. Ia salah satu  warga desa yang punya konsentrasi penuh dalam mengembangkan potensi pertanian di desanya. Laki-laki 40 tahun itu merupakan generasi keempat yang menjadi pewaris pewaris Durian Ki Raja, durian lokal yang unggul dengan nuftah khas Desa Madenan.   

Saya dan Made Dwi saling mengalirkan cerita sambil menikmati suasana perkebunan yang asri. Kami sesekali memandang beberapa pohon durian yang berdiri di sela-sela pohon cengkeh dan alpukat.

Kisah Durian Ki Raja

Durian Ki Raja adalah varian durian lokal yang rasanya kerap jadi pembicraan di Desa Madenan dan sekitarnya.  Kisah durian ini cukup unik.

Awalnya durian itu ditanam oleh kakek dari orang tua Made Dwi. Hampir sepuluh dekade kemudian, pohon Durian Ki Raja itu tinggal satu batang, Dan, jika yang satu itu juga hilang, maka punahlah durian khas Madenan itu.

Namun, keluarga Made Dwi tak mau kehilangan Ki Raja. Adalah Nyoman Wirtha, yang tak lain adalah paman dari Made Dwi yang kemudian membuat bibit untuk meneruskan keturunan Ki Raja dan varietas durian khas itu tetap terjaga.

Durian Ki Raja dari Desa Madenan

Made Dwi Kresnayana

Pembibitan juga dilakukan oleh Wayan Karpa Dwipayana yang merupakan ayah dari Made Dwi. Ayah Made Dwi sudah meninggal. Dan kini giliran Made Dwi yang menjadi penerus untuk merawat keberlangsungan hidup Durian Ki Raja.Semua itu dilakukan karena keluarga itu cinta pada duania perkebunan dan pertanian.

Sebelumnya durian lokal yang dipelihara bertahun-tahun itu tidak punya nama. Dan, nama Ki Raja diberikan ketika keluarga Made Dwi mengikuti festival durian di Singaraja sekira tahun 2019.

Keluarga Made Dwi memutuskan untuk mengikuti festival durian itu dengan mengusung durian lokal yang unggul itu. Mereka kemudian memikirkan nama yang tepat untuk durian yang akan diikutkan dalam kontes di festival itu.

Setelah melalui obrolan panjang dengan pihak keluarga, akhirnya nama Ki Raja yang dipilih untuk didaftar kan sebagai durian yang siap dinilai dalam kontes durian itu.. Alasannya, selain memang bisa dianggap raja dalam rasa,  leluhur mereka yang pertama kali membibit dan menanam durian lokal itu biasa mereka panggil Kaki Raja atau Kakek Raja.

Proses pembibitan durian Ki Raja di Desa Madenan

Pondok Ki Raja Madenan, pusat informasi tentang Durian Ki Raja di Desa Madenan

Menurut Made Dwi, mulai dari penanaman yang dilakukan Kaki Raja hingga generasi masa kini, bibit Ki Raja sudah bergenerasi kurang lebih satu abad atau. 100 tahun.  Angka yang sudah cukup membuktikan dedikasi dan kecintaan manusia pada durian lokal.

Dan pada festival durian kala itu, Ki Raja mendapatkan juara dua. Sehingga durian itu kemudian punya nama bagus di kalangan penggemar durian, dan terus diupayakan untuk dilakukan pembibitan. Selain rasanya yang khas, tiada tanding, durian Ki Raja juga memiliki biji yang sangat kecil dan daging buah yang menggiurkan.

Sampai pada akhirnya durian itu dicari-cari oleh para traveller dari pelosok Bali, dan Indonesia. Para traveller itu secara  berkala berkunjung ke Desa Madenan dan mencari durian Ki Raja.

Sampai saat ini ada 14 pohon durian Ki Raja yang sudah berbuah. “Jika musim berbuah dan cuaca bagus, satu pohon durian Ki Raja bisa menghasilkan 50-70 buah,” kata Made Dwi.

Durian Mantun dan Durian 400 Tahun

Keluarga Made Dwi Kresnayana memang dikenal sebagai keluarga petani durian dan pecinta durian. Selain jenis Ki Raja khas Madenan, keluarga ini juga merawat dengan baik jenis durian Mantun yang tak kalah favourit di kalangan durian traveller.

Mantun adalah kependekan dari “Madenan Tulen”. Durian ini dikenal berbuah “ngemantun”, istilah lokal Desa Madenan yang artinya rajin berbuah.

Madenan dan durian memang sulit dipisahkan.  Ketika kita berjalan-jalan ke desa ini akan sulit menghindari pemandangan dpohon durian dengan keistimewaan buah dan kulit berduri yang  paling dicari ini.

Tak jauh dari pohon durian Mantun, ada cerita lain tentang durian di Desa Madenan yang juga istimewa.

Durian Mantun dari Desa Madenan

Made Dwi mengantar saya kepada sebuah bukti hidup tentang pohon durian yang dipercaya sudah berusia 400 tahun. Pemiliknya bernama Made Sudiardika atau biasa dipanggil  Pak Slamat.

Pohon durian itu besar dengan tinggi yang menjulang ke langit. Durian ini seakan menjadi saksi jika Madenan tempo adalah daerah hutan yang memang sudah memiliki pohon durian sejak lama.

Durian Pak Slamat itu memang sudah tidak bisa dipanjat karena ada pelinggih atau tempat sembahyang umat Hindu di bawahnya. Ketika musimnya datang, durian-duriannya akan dengan setia ditunggu sampai jatuh sendiri. 

Menariknya petani di Madenan memang dari dulu sudah menerapkan cara bertani secara organik.  Mereka memakai pupuk organik dan bersatu untuk menyebarluaskan bibit-bibit varian unggul.

Pak Slamat

Made Dwi mengatakan, kini banyak tamu atau pejabat dari dinas terkait di pemerintahan datang ke Madenan untuk melihat durian khas Madenan itu, selain banyak juga para pesohor berkunjungi menikmati durian.

Ia berjanji Ki Raja maupun Mantun akan diatenkan dan sangat berharap  Madenan nantinya akan menjadi sentra durian Ki Raja. Tidak hanya berkembang di Bali dan Indonesia, tapi juga di seluruh dunia.

Kini sebanyak 2000 bibit sudah dibagikan ke warga Madenan untuk dikembangkan di daerah perkebunan masing-masing. Bibit-bibit Ki Raja juga sudah bisa dipesan oleh penggemar durian lokal yang unggul dari Madenan.

Satu lagi yang menarik dari durian Ki Raja adalah musim berbuahnya yang tidak pernah berjanji. Meski secara umum musim durian antara Oktober-Maret, tapi durian Ki Raja bisa muncul pada saat-saat tak terduga seperti musim yang tak sepenuhnya bisa diduga.  Para pecinta durian memang harus mengerti buah durian terbaik adalah yang alami, bukan paksaan. 

Kepala Dinas Pertanian Buleleng Made Sumiarta saat berkunjung melihat durian di Desa Madenan

Durian Ki Raja dirawat secara alami dan buahnya jatuh tanpa paksaan. Hari lalu harganya bisa mencapai 100.000 per kilogram. Dan itu adalah harga yang cocok untuk sesuatu yang alami.

Durian Ki Raja dan durian khas Madenan yang lain bukan hanya mengandung rasa istimewa, meliankan juga memberi pelajaran tentang dedikasi penanam yang merawat dan melestarikan sampai ratusan tahun.

Menikmati durian langsung di kebunnya,  dengan suasana alam desa nan sejuk barangkali ini adalah kalender liburan yang patut dicoba untuk merasakan sensasi rejeki durian “runtuh” sesungguhnya.

Mengunjungi Desa Madenan di Kecamatan Tejakula adalah pilihan tepat. Selamat menikmati durian lokal dari alam lokal.[T]

Ada Durian Emas di Desa Tajun | Yang Punya Pohonnya Bisa Hidup Sejahtera
Memeluk “I Jalur”, Durian Juara dari Munduk Bestala
Kenangan Selembut Durian dalam Film Mao Shan Wang – Catatan dari Minikino Film Week 2017
Tags: bulelengDesa Madenanduriandurian lokalpertanianTejakula
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kadek Adi Asih, Atlet Panjat Tebing dari Gitgit Itu Raih Medali Emas untuk Buleleng

Next Post

PENTIMENTO : Cerita dari Rekam Jejak Lukisan karya Noella Roos

Nyoman Nadiana

Nyoman Nadiana

Anak dari pelosok utara Bali. Suka ke semua penjuru arah mata angin menemukenali semua hal tentang hidup dan kehidupan lewat cerita-cerita

Related Posts

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
0
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

Read moreDetails

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
0
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

Read moreDetails

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
0
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

Read moreDetails

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
0
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

Read moreDetails

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
0
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

Read moreDetails

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
0
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

Read moreDetails

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
0
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

Read moreDetails

Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual

by I Gede Made Surya Darma
July 11, 2026
0
Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual

PERUPA Bali Made Wiradana kembali menegaskan perjalanan artistiknya melalui pameran tunggal bertajuk Kacatri yang digelar di Santrian Art Gallery, Sanur....

Read moreDetails

‘Sanè Kantun Ring Manah’: Ketika Marlowe Bandem Menghidupkan Ingatan Budaya di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 10, 2026
0
‘Sanè Kantun Ring Manah’: Ketika Marlowe Bandem Menghidupkan Ingatan Budaya di Singaraja Literary Festival 2026

MALAM itu nyaris tak terdengar suara selain desir angin dan dialog yang mengalun dari layar. Puluhan pasang mata tertuju ke...

Read moreDetails

Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

FESTIVAL Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 dipastikan hadir lebih semarak. Festival yang menjadi ruang apresiasi seni modern, kontemporer,...

Read moreDetails
Next Post
PENTIMENTO :  Cerita dari Rekam Jejak Lukisan karya Noella Roos

PENTIMENTO : Cerita dari Rekam Jejak Lukisan karya Noella Roos

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co