14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kisah Ki Raja & Mantun, Durian Lokal dari Madenan dan Keluarga yang Merawatnya

Nyoman Nadiana by Nyoman Nadiana
November 18, 2022
in Feature, Pilihan Editor
Kisah Ki Raja & Mantun, Durian Lokal dari Madenan dan Keluarga yang Merawatnya

Durian Ki Raja dari Desa Madenan, Tejakula, Buleleng, Bali

Ketika terjadi gempuran berbagai jenis pohon dan buah durian asing di Bali, selalu tersisa orang-orang yang setia dengan sepenuh jiwa mempertahankan durian lokal. Selalu ada yang dengan bangga menceritakan betapa tidak kalah durian lokal itu dengan durian asing yang mudah didapat di Bali belakangan ini.

Saya bertemu orang-orang yang setia pada kelokalan itu di Desa Madenan, Kecamatan Tejakula, Buleleng. Pada hari yang cerah, Senin, 14 November 2022,  saya melakukan perjalanan ke desa itu, sebuah desa di kemiringan dengan masih banyak dihiasi pohon-pohon tua.

Desa Madenan memiliki suhu yang sejuk. Dan, hampir semua wilayah di desa itu memang merupakan area perkebunan. Rumah-rumah warga dikelilingi perkebunan, banyak juga yang berdiri di tengah kebun.

Pemandangan alam di Desa Madenan, Tejakula, Buleleng

Di Desa Madenan saya bertemu dengan Made Dwi Kresnayana. Ia salah satu  warga desa yang punya konsentrasi penuh dalam mengembangkan potensi pertanian di desanya. Laki-laki 40 tahun itu merupakan generasi keempat yang menjadi pewaris pewaris Durian Ki Raja, durian lokal yang unggul dengan nuftah khas Desa Madenan.   

Saya dan Made Dwi saling mengalirkan cerita sambil menikmati suasana perkebunan yang asri. Kami sesekali memandang beberapa pohon durian yang berdiri di sela-sela pohon cengkeh dan alpukat.

Kisah Durian Ki Raja

Durian Ki Raja adalah varian durian lokal yang rasanya kerap jadi pembicraan di Desa Madenan dan sekitarnya.  Kisah durian ini cukup unik.

Awalnya durian itu ditanam oleh kakek dari orang tua Made Dwi. Hampir sepuluh dekade kemudian, pohon Durian Ki Raja itu tinggal satu batang, Dan, jika yang satu itu juga hilang, maka punahlah durian khas Madenan itu.

Namun, keluarga Made Dwi tak mau kehilangan Ki Raja. Adalah Nyoman Wirtha, yang tak lain adalah paman dari Made Dwi yang kemudian membuat bibit untuk meneruskan keturunan Ki Raja dan varietas durian khas itu tetap terjaga.

Durian Ki Raja dari Desa Madenan

Made Dwi Kresnayana

Pembibitan juga dilakukan oleh Wayan Karpa Dwipayana yang merupakan ayah dari Made Dwi. Ayah Made Dwi sudah meninggal. Dan kini giliran Made Dwi yang menjadi penerus untuk merawat keberlangsungan hidup Durian Ki Raja.Semua itu dilakukan karena keluarga itu cinta pada duania perkebunan dan pertanian.

Sebelumnya durian lokal yang dipelihara bertahun-tahun itu tidak punya nama. Dan, nama Ki Raja diberikan ketika keluarga Made Dwi mengikuti festival durian di Singaraja sekira tahun 2019.

Keluarga Made Dwi memutuskan untuk mengikuti festival durian itu dengan mengusung durian lokal yang unggul itu. Mereka kemudian memikirkan nama yang tepat untuk durian yang akan diikutkan dalam kontes di festival itu.

Setelah melalui obrolan panjang dengan pihak keluarga, akhirnya nama Ki Raja yang dipilih untuk didaftar kan sebagai durian yang siap dinilai dalam kontes durian itu.. Alasannya, selain memang bisa dianggap raja dalam rasa,  leluhur mereka yang pertama kali membibit dan menanam durian lokal itu biasa mereka panggil Kaki Raja atau Kakek Raja.

Proses pembibitan durian Ki Raja di Desa Madenan

Pondok Ki Raja Madenan, pusat informasi tentang Durian Ki Raja di Desa Madenan

Menurut Made Dwi, mulai dari penanaman yang dilakukan Kaki Raja hingga generasi masa kini, bibit Ki Raja sudah bergenerasi kurang lebih satu abad atau. 100 tahun.  Angka yang sudah cukup membuktikan dedikasi dan kecintaan manusia pada durian lokal.

Dan pada festival durian kala itu, Ki Raja mendapatkan juara dua. Sehingga durian itu kemudian punya nama bagus di kalangan penggemar durian, dan terus diupayakan untuk dilakukan pembibitan. Selain rasanya yang khas, tiada tanding, durian Ki Raja juga memiliki biji yang sangat kecil dan daging buah yang menggiurkan.

Sampai pada akhirnya durian itu dicari-cari oleh para traveller dari pelosok Bali, dan Indonesia. Para traveller itu secara  berkala berkunjung ke Desa Madenan dan mencari durian Ki Raja.

Sampai saat ini ada 14 pohon durian Ki Raja yang sudah berbuah. “Jika musim berbuah dan cuaca bagus, satu pohon durian Ki Raja bisa menghasilkan 50-70 buah,” kata Made Dwi.

Durian Mantun dan Durian 400 Tahun

Keluarga Made Dwi Kresnayana memang dikenal sebagai keluarga petani durian dan pecinta durian. Selain jenis Ki Raja khas Madenan, keluarga ini juga merawat dengan baik jenis durian Mantun yang tak kalah favourit di kalangan durian traveller.

Mantun adalah kependekan dari “Madenan Tulen”. Durian ini dikenal berbuah “ngemantun”, istilah lokal Desa Madenan yang artinya rajin berbuah.

Madenan dan durian memang sulit dipisahkan.  Ketika kita berjalan-jalan ke desa ini akan sulit menghindari pemandangan dpohon durian dengan keistimewaan buah dan kulit berduri yang  paling dicari ini.

Tak jauh dari pohon durian Mantun, ada cerita lain tentang durian di Desa Madenan yang juga istimewa.

Durian Mantun dari Desa Madenan

Made Dwi mengantar saya kepada sebuah bukti hidup tentang pohon durian yang dipercaya sudah berusia 400 tahun. Pemiliknya bernama Made Sudiardika atau biasa dipanggil  Pak Slamat.

Pohon durian itu besar dengan tinggi yang menjulang ke langit. Durian ini seakan menjadi saksi jika Madenan tempo adalah daerah hutan yang memang sudah memiliki pohon durian sejak lama.

Durian Pak Slamat itu memang sudah tidak bisa dipanjat karena ada pelinggih atau tempat sembahyang umat Hindu di bawahnya. Ketika musimnya datang, durian-duriannya akan dengan setia ditunggu sampai jatuh sendiri. 

Menariknya petani di Madenan memang dari dulu sudah menerapkan cara bertani secara organik.  Mereka memakai pupuk organik dan bersatu untuk menyebarluaskan bibit-bibit varian unggul.

Pak Slamat

Made Dwi mengatakan, kini banyak tamu atau pejabat dari dinas terkait di pemerintahan datang ke Madenan untuk melihat durian khas Madenan itu, selain banyak juga para pesohor berkunjungi menikmati durian.

Ia berjanji Ki Raja maupun Mantun akan diatenkan dan sangat berharap  Madenan nantinya akan menjadi sentra durian Ki Raja. Tidak hanya berkembang di Bali dan Indonesia, tapi juga di seluruh dunia.

Kini sebanyak 2000 bibit sudah dibagikan ke warga Madenan untuk dikembangkan di daerah perkebunan masing-masing. Bibit-bibit Ki Raja juga sudah bisa dipesan oleh penggemar durian lokal yang unggul dari Madenan.

Satu lagi yang menarik dari durian Ki Raja adalah musim berbuahnya yang tidak pernah berjanji. Meski secara umum musim durian antara Oktober-Maret, tapi durian Ki Raja bisa muncul pada saat-saat tak terduga seperti musim yang tak sepenuhnya bisa diduga.  Para pecinta durian memang harus mengerti buah durian terbaik adalah yang alami, bukan paksaan. 

Kepala Dinas Pertanian Buleleng Made Sumiarta saat berkunjung melihat durian di Desa Madenan

Durian Ki Raja dirawat secara alami dan buahnya jatuh tanpa paksaan. Hari lalu harganya bisa mencapai 100.000 per kilogram. Dan itu adalah harga yang cocok untuk sesuatu yang alami.

Durian Ki Raja dan durian khas Madenan yang lain bukan hanya mengandung rasa istimewa, meliankan juga memberi pelajaran tentang dedikasi penanam yang merawat dan melestarikan sampai ratusan tahun.

Menikmati durian langsung di kebunnya,  dengan suasana alam desa nan sejuk barangkali ini adalah kalender liburan yang patut dicoba untuk merasakan sensasi rejeki durian “runtuh” sesungguhnya.

Mengunjungi Desa Madenan di Kecamatan Tejakula adalah pilihan tepat. Selamat menikmati durian lokal dari alam lokal.[T]

Ada Durian Emas di Desa Tajun | Yang Punya Pohonnya Bisa Hidup Sejahtera
Memeluk “I Jalur”, Durian Juara dari Munduk Bestala
Kenangan Selembut Durian dalam Film Mao Shan Wang – Catatan dari Minikino Film Week 2017
Tags: bulelengDesa Madenanduriandurian lokalpertanianTejakula
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kadek Adi Asih, Atlet Panjat Tebing dari Gitgit Itu Raih Medali Emas untuk Buleleng

Next Post

PENTIMENTO : Cerita dari Rekam Jejak Lukisan karya Noella Roos

Nyoman Nadiana

Nyoman Nadiana

Anak dari pelosok utara Bali. Suka ke semua penjuru arah mata angin menemukenali semua hal tentang hidup dan kehidupan lewat cerita-cerita

Related Posts

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
0
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

Read moreDetails

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

by Emi Suy
May 11, 2026
0
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

Read moreDetails

Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
0
Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

LAMPU-lampu ruangan mendadak padam. Suasana di ballroom yang sedari awal riuh perlahan berubah sunyi. Ratusan pasang mata menoleh ke belakang...

Read moreDetails

Komunitas Seni Baturenggong Ulas Sejarah dan Keunikan Desa Mengwi Lewat Seni untuk PKB 2026

by Nyoman Budarsana
May 10, 2026
0
Komunitas Seni Baturenggong Ulas Sejarah dan Keunikan Desa Mengwi Lewat Seni untuk PKB 2026

DESA Mengwi yang dulunya sebagai pusat kerajaan mewarisi berbagai kebudayaan, tradisi dan nilai-nilai luhur yang sangat penting bagi kehidupan bermasyarakat...

Read moreDetails

Empat Perupa Bali Pamerkan ‘Vernal Artistic’ di Santrian Art Gallery: Pemaknaan atas Musim Semi

by Nyoman Budarsana
May 10, 2026
0
Empat Perupa Bali Pamerkan ‘Vernal Artistic’ di Santrian Art Gallery: Pemaknaan atas Musim Semi

Jauh sebelum para undangan itu hadir, karya seni rupa berbagai ukuran sudah terpasang rapi pada dinding tembok putih. Lampu sorot...

Read moreDetails

Filla, Unit Rock Tunanetra asal Bali Resmi Bertransformasi Jadi Solo Project Setelah Merilis Tiga Single

by Dede Putra Wiguna
May 8, 2026
0
Filla, Unit Rock Tunanetra asal Bali Resmi Bertransformasi Jadi Solo Project Setelah Merilis Tiga Single

SETELAH mencuri perhatian sebagai unit rock tunanetra asal Bali lewat single “Keidela”, “I’m a Fire”, dan “3”, kini Filla memasuki...

Read moreDetails

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

Read moreDetails

Lomba Tapel Ogoh-ogoh di UPMI Bali: Menumbuhkan Kreativitas Tanpa Batas

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Lomba Tapel Ogoh-ogoh di UPMI Bali: Menumbuhkan Kreativitas Tanpa Batas

“Ogoh-ogoh itu bukan lagi kesenian musiman. Tetapi kesenian yang dikerjakan sepanjang masa.” Kalimat pembuka itu meluncur dari Dr. I Made...

Read moreDetails

Antara Proses dan Hasil: Cara Pemain Menentukan Nilai Akun di Valorant

by tatkala
May 4, 2026
0
Antara Proses dan Hasil: Cara Pemain Menentukan Nilai Akun di Valorant

TIDAK semua pemain menikmati perjalanan yang sama dalam game. Ada yang menghargai setiap tahap perkembangan, ada juga yang lebih fokus...

Read moreDetails

Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

by Gading Ganesha
May 2, 2026
0
Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

JUMAT sore, bertepatan dengan Hari Buruh, 1 Mei, saya mampir ke Bichito sebuah kafe baru di Jalan Gajah Mada, Singaraja,...

Read moreDetails
Next Post
PENTIMENTO :  Cerita dari Rekam Jejak Lukisan karya Noella Roos

PENTIMENTO : Cerita dari Rekam Jejak Lukisan karya Noella Roos

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co