25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Memeluk “I Jalur”, Durian Juara dari Munduk Bestala

Komang Armada by Komang Armada
February 22, 2020
in Tualang
Memeluk “I Jalur”, Durian Juara dari Munduk Bestala

Pohon durian tua di Desa Munduk Bestala, Seririt, Buleleng, Bali

Ada kredo menarik tentang durian: “Suka sekali atau tidak suka samasekali”, dan saya termasuk dalam kategori pertama.

Musim ini menjadi puncak kegilaan saya pada buah eksotis ini. Kegilaan yang berkali-kali mengharuskan saya bepergian, aktivitas yang sebetulnya tidak saya sukai. Kegilaan yang memaksa saya rajin menyambangi tempat-tempat yang, sebagaimana informasi yang saya baca atau dengar, memiliki varietas-varietas durian lokal unggul.

Jepara punya durian petruk, Purworejo punya durian growong, Banjarnegara punya simimang, Majalengka punya durian bokor, Banyumas punya durian bawor, Banyuwangi punya durian boneng, Bangka punya cumasi atau namlung, dan seterusnya.

Banyak kisah menarik–perpaduan antara hal-hal yang menyenangkan, kejadian-kejadian konyol dan satu dua peristiwa yang mengharukan–mengenai perburuan ke sentra-sentra durian unggul yang saya sebut di atas. Kalau sempat, akan saya tulis lain kali.

***

Di banyak daerah, tradisi pemberian nama kepada setiap pohon durian sudah jamak di kalangan petani, tidak terkecuali di Bali. Itu semacam rasa hormat sekaligus upaya identifikasi (pendataan) sederhana terhadap populasi pohon durian yang mereka tanam.

Nama-nama yang disematkan berkonteks lokal, umumnya diambil dari nama tempat, nama si pemilik, peristiwa atau penanda tertentu yang mudah diingat.

Sentra-sentra durian lokal unggul di luar Bali tersebar tidak terhitung. Dari pelosok-pelosok pulau Jawa, Nusa Tenggara, Sumatra ujung utara sampai ke selatan, Kepulauan Riau, Kalimantan, hingga ke hutan-hutan lebat di Papua.

Khusus untuk durian lokal varietas unggul di Bali, saya harus menyebut nama sebuah “desa durian” yang terletak di kawasan Bali Utara, desa yang sejak lama masyhur sebagai ikon durian lokal Bali: Desa Munduk Bestala (pemekaran dari Desa Bestala, desa induk sebelumnya).

Di setiap hajatan festival durian, baik skala provinsi maupun kabupaten, dominasi buah durian asal desa berpenduduk sekitar 700 jiwa ini nyaris tidak tergeser.

Vegetasi tanaman di desa yang terletak di ketinggian kurang lebih 500 mdpl ini sebagian besar dibentuk oleh tegakan hutan durian berukuran raksasa berusia ratusan tahun. Rata-rata warganya paham betul soal seluk-beluk bercocok tanam pohon durian, fakta yang mengingatkan saya pada relasi intim warga Gayo dengan tanaman kopi.


Pohon durian tua di Desa MUnduk Bestala, Seririt, Buleleng

Yang terbaru, “I Jalur”, salah satu varietas durian lokal dari Desa Munduk Bestala (lagi-lagi) meraih predikat juara dalam ajang Festival Durian Buleleng yang diselenggarakan awal Januari lalu. (Juara II diraih durian bernama “Ki Raja” dari Desa Madenan, dan “I Panji” dari Desa Panji memperoleh juara III)

Predikat juara I yang diraih “I Jalur” seperti magnet yang memantik ketertarikan saya. Hal pertama yang terlintas di benak saya adalah mencari cara untuk bertemu dengan pemiliknya.

Sepekan kemudian, atas budi baik beberapa kawan saya asal Desa Munduk Bestala, saya dipertemukan dengan sosok yang saya cari: Bapak Kadek Karyana, pemilik “I Jalur”, durian juara itu.

Kadek menerima saya di balai-balai kayu bergaya bali di pojok halaman rumahnya, bersebelahan dengan kolam kecil yang terlihat asri ditumbuhi berbagai jenis tanaman air dan ikan koi warna-warni. Kopi dan beberapa potong dodol ketan yang disuguhkan di atas nampan menyusul kemudian.

Singkat cerita, setelah mengutarakan maksud kedatangan saya, dengan antusiasme dan kehangatan khas masyarakat di pedesaan–sambil tidak henti-hentinya menawari saya supaya mencicipi dodol ketan persiapan hari raya Galungan buatan istrinya–tuan rumah menghadiahi saya cerita-cerita hebat seputar tradisi “wiwitan” warga setempat dalam bercocok tanam pohon durian, upaya-upaya pelestariannya, berikut sederet penghargaan dari institusi-institusi—swasta maupun pemerintah—yang mereka raih dari tahun ke tahun.

Keberuntungan saya tidak berhenti sampai di situ. Menjelang kopi tandas dan di nampan cuma tersisa dua tiga potong dodol ketan, saya ditemani berkeliling.

Turunan dan tanjakan jalan setapak yang licin oleh sisa hujan kemarin menyiksa sendi-sendi kaki saya tanpa ampun. Dua puluh atau tiga puluh menit berselang kami sampai di kebun di mana “I Jalur” tumbuh. Saya amati lekat-lekat tajuk pohonnya yang menjulang.

Dari jarak dua puluh meteran saya berdiri, saya melihat Kadek bergegas memasuki salah satu bilik pondok beratap terpal yang ia buat semi permanen. Saat berikutnya, dari pintu, tuan rumah muncul, tangannya menenteng sebiji buah durian untuk kemudian diangsurkan ke saya. Menurut si penjaga pondok, buah itu salah satu dari sembilan buah yang jatuh pagi tadi.


Daging durian Munduk Bestala

“Silakan dibuka dan cicipi, Bli.” Hanya orang yang tidak waras yang sampai hati menampik tawaran semujur ini, saya membatin.

Alur juring “I Jalur” gampang dibuka, cukup menggunakan sebilah pisau lipat. Buat saya, ini poin plus pertama.

Manis yang menonjol disertai aroma alkohol dan kecap pahit yang samar, legitnya, ketebalan dagingnya, “ngumpennya”, postur buahnya dan kriteria-kriteria unggul lainnya pantas menobatkan varietas durian ini sebagai juara.

Di luar dugaan, ini keberuntungan saya berikutnya, saya diijinkan meminta beberapa pucuknya sebagai entres untuk nantinya saya sambung (sambung sisip atau sambung pucuk) dengan batang bawah yang kebetulan sudah tersedia di rumah persemaian saya.

Dalam perjalanan pulang, kepala saya sibuk menggambar tajuk-tajuk raksasa pohon durian seakan ia sudah berumah di bagian-bagian kosong kebun saya. Sementara indera penciuman tidak kunjung berhasil menepis lembut aroma alkohol yang ditinggalkan oleh lapis-lapis daging buah durian juara yang saya nikmati barusan. [T]

Catatan:

Tulisan ini disiarkan Komang Armada pertama kali di akun facebook, 20 Februari 2020

Tags: buah lokalduriandurian lokallingkunganpertanian
Share196TweetSendShareSend
Previous Post

Obrolan Konyol di Kedai Kopi: Macchiato = Kopi Jro Gede?

Next Post

Di Nusa Penida, Ketika Pariwisata “Menghegemoni”, ke Mana Generasi Petani Rumput Laut?

Komang Armada

Komang Armada

Petani, penikmat kopi dan penyuka sepak bola indah. Bisa dihubungi melalui nyomanarmada@yahoo.com

Related Posts

Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia

by Ahmad Sihabudin
October 12, 2026
0
Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia

SUDAH cukup lama saya ingin menuliskan kembali tiga kali perjalanan saya ke Ambon, Maluku. Setiap perjalanan memiliki tujuan yang berbeda....

Read moreDetails

Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

by I Putu Ardiyasa
September 30, 2026
0
Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

SAYA datang ke Toyooka dengan niat yang sederhana: mengikuti Intersecting Peripheries dan melihat bagaimana sebuah festival teater bekerja di sebuah...

Read moreDetails

Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

by Ahmad Sihabudin
September 28, 2026
0
Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

SUDAH cukup lama sebenarnya kami ingin berjalan-jalan di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Provinsi Banten. Bukan untuk mencari sesuatu yang...

Read moreDetails

Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

by Ahmad Sihabudin
September 7, 2026
0
Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

ADA tempat yang awalnya kita kenal hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi ternyata memiliki wajah lain yang lebih dekat dengan kehidupan...

Read moreDetails

Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

by Dewa Ayu Windu
August 31, 2026
0
Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

GEMERICIK air Sungai Pakerisan terdengar bak nada alam yang konstan, membelah kesunyian lembah di Desa Adat Penaka, Tampaksiring, Gianyar, Bali....

Read moreDetails

Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

by Ahmad Sihabudin
August 25, 2026
0
Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

ADA kalanya kita tidak membutuhkan perjalanan yang jauh untuk menemukan kebahagiaan. Kita hanya membutuhkan kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas,...

Read moreDetails

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
0
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

Read moreDetails

“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

by Luh Putu Sendratari
August 18, 2026
0
“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

SABTU, 15 Agustus 2026 tanpa direncanakan sebelumnya saya ada di Desa Bengkala. Bersama teman2 dari Universitas Pancasila (Dr Kunthi Tridewiyanti,...

Read moreDetails

Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

by I Nyoman Tingkat
August 16, 2026
0
Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

PEMILIHAN Duta SMA Tingkat Nasional Tahun 2026 dipusatkan di Kota Yogyakarta tepatnya di Indoluxe Hotel sebagai tempat belajar di kelas....

Read moreDetails

Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

by Laurensia Junita Della
August 15, 2026
0
Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

Ada kalanya rutinitas yang padat membuat kita ingin sejenak menjauh dari hiruk-pikuk kehidupan. Di tengah kesibukan yang seolah tidak ada...

Read moreDetails
Next Post
Di Nusa Penida, Ketika Pariwisata “Menghegemoni”, ke Mana Generasi Petani Rumput Laut?

Di Nusa Penida, Ketika Pariwisata “Menghegemoni”, ke Mana Generasi Petani Rumput Laut?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co