14 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Memeluk “I Jalur”, Durian Juara dari Munduk Bestala

Komang Armada by Komang Armada
February 22, 2020
in Tualang
Memeluk “I Jalur”, Durian Juara dari Munduk Bestala

Pohon durian tua di Desa Munduk Bestala, Seririt, Buleleng, Bali

Ada kredo menarik tentang durian: “Suka sekali atau tidak suka samasekali”, dan saya termasuk dalam kategori pertama.

Musim ini menjadi puncak kegilaan saya pada buah eksotis ini. Kegilaan yang berkali-kali mengharuskan saya bepergian, aktivitas yang sebetulnya tidak saya sukai. Kegilaan yang memaksa saya rajin menyambangi tempat-tempat yang, sebagaimana informasi yang saya baca atau dengar, memiliki varietas-varietas durian lokal unggul.

Jepara punya durian petruk, Purworejo punya durian growong, Banjarnegara punya simimang, Majalengka punya durian bokor, Banyumas punya durian bawor, Banyuwangi punya durian boneng, Bangka punya cumasi atau namlung, dan seterusnya.

Banyak kisah menarik–perpaduan antara hal-hal yang menyenangkan, kejadian-kejadian konyol dan satu dua peristiwa yang mengharukan–mengenai perburuan ke sentra-sentra durian unggul yang saya sebut di atas. Kalau sempat, akan saya tulis lain kali.

***

Di banyak daerah, tradisi pemberian nama kepada setiap pohon durian sudah jamak di kalangan petani, tidak terkecuali di Bali. Itu semacam rasa hormat sekaligus upaya identifikasi (pendataan) sederhana terhadap populasi pohon durian yang mereka tanam.

Nama-nama yang disematkan berkonteks lokal, umumnya diambil dari nama tempat, nama si pemilik, peristiwa atau penanda tertentu yang mudah diingat.

Sentra-sentra durian lokal unggul di luar Bali tersebar tidak terhitung. Dari pelosok-pelosok pulau Jawa, Nusa Tenggara, Sumatra ujung utara sampai ke selatan, Kepulauan Riau, Kalimantan, hingga ke hutan-hutan lebat di Papua.

Khusus untuk durian lokal varietas unggul di Bali, saya harus menyebut nama sebuah “desa durian” yang terletak di kawasan Bali Utara, desa yang sejak lama masyhur sebagai ikon durian lokal Bali: Desa Munduk Bestala (pemekaran dari Desa Bestala, desa induk sebelumnya).

Di setiap hajatan festival durian, baik skala provinsi maupun kabupaten, dominasi buah durian asal desa berpenduduk sekitar 700 jiwa ini nyaris tidak tergeser.

Vegetasi tanaman di desa yang terletak di ketinggian kurang lebih 500 mdpl ini sebagian besar dibentuk oleh tegakan hutan durian berukuran raksasa berusia ratusan tahun. Rata-rata warganya paham betul soal seluk-beluk bercocok tanam pohon durian, fakta yang mengingatkan saya pada relasi intim warga Gayo dengan tanaman kopi.


Pohon durian tua di Desa MUnduk Bestala, Seririt, Buleleng

Yang terbaru, “I Jalur”, salah satu varietas durian lokal dari Desa Munduk Bestala (lagi-lagi) meraih predikat juara dalam ajang Festival Durian Buleleng yang diselenggarakan awal Januari lalu. (Juara II diraih durian bernama “Ki Raja” dari Desa Madenan, dan “I Panji” dari Desa Panji memperoleh juara III)

Predikat juara I yang diraih “I Jalur” seperti magnet yang memantik ketertarikan saya. Hal pertama yang terlintas di benak saya adalah mencari cara untuk bertemu dengan pemiliknya.

Sepekan kemudian, atas budi baik beberapa kawan saya asal Desa Munduk Bestala, saya dipertemukan dengan sosok yang saya cari: Bapak Kadek Karyana, pemilik “I Jalur”, durian juara itu.

Kadek menerima saya di balai-balai kayu bergaya bali di pojok halaman rumahnya, bersebelahan dengan kolam kecil yang terlihat asri ditumbuhi berbagai jenis tanaman air dan ikan koi warna-warni. Kopi dan beberapa potong dodol ketan yang disuguhkan di atas nampan menyusul kemudian.

Singkat cerita, setelah mengutarakan maksud kedatangan saya, dengan antusiasme dan kehangatan khas masyarakat di pedesaan–sambil tidak henti-hentinya menawari saya supaya mencicipi dodol ketan persiapan hari raya Galungan buatan istrinya–tuan rumah menghadiahi saya cerita-cerita hebat seputar tradisi “wiwitan” warga setempat dalam bercocok tanam pohon durian, upaya-upaya pelestariannya, berikut sederet penghargaan dari institusi-institusi—swasta maupun pemerintah—yang mereka raih dari tahun ke tahun.

Keberuntungan saya tidak berhenti sampai di situ. Menjelang kopi tandas dan di nampan cuma tersisa dua tiga potong dodol ketan, saya ditemani berkeliling.

Turunan dan tanjakan jalan setapak yang licin oleh sisa hujan kemarin menyiksa sendi-sendi kaki saya tanpa ampun. Dua puluh atau tiga puluh menit berselang kami sampai di kebun di mana “I Jalur” tumbuh. Saya amati lekat-lekat tajuk pohonnya yang menjulang.

Dari jarak dua puluh meteran saya berdiri, saya melihat Kadek bergegas memasuki salah satu bilik pondok beratap terpal yang ia buat semi permanen. Saat berikutnya, dari pintu, tuan rumah muncul, tangannya menenteng sebiji buah durian untuk kemudian diangsurkan ke saya. Menurut si penjaga pondok, buah itu salah satu dari sembilan buah yang jatuh pagi tadi.


Daging durian Munduk Bestala

“Silakan dibuka dan cicipi, Bli.” Hanya orang yang tidak waras yang sampai hati menampik tawaran semujur ini, saya membatin.

Alur juring “I Jalur” gampang dibuka, cukup menggunakan sebilah pisau lipat. Buat saya, ini poin plus pertama.

Manis yang menonjol disertai aroma alkohol dan kecap pahit yang samar, legitnya, ketebalan dagingnya, “ngumpennya”, postur buahnya dan kriteria-kriteria unggul lainnya pantas menobatkan varietas durian ini sebagai juara.

Di luar dugaan, ini keberuntungan saya berikutnya, saya diijinkan meminta beberapa pucuknya sebagai entres untuk nantinya saya sambung (sambung sisip atau sambung pucuk) dengan batang bawah yang kebetulan sudah tersedia di rumah persemaian saya.

Dalam perjalanan pulang, kepala saya sibuk menggambar tajuk-tajuk raksasa pohon durian seakan ia sudah berumah di bagian-bagian kosong kebun saya. Sementara indera penciuman tidak kunjung berhasil menepis lembut aroma alkohol yang ditinggalkan oleh lapis-lapis daging buah durian juara yang saya nikmati barusan. [T]

Catatan:

Tulisan ini disiarkan Komang Armada pertama kali di akun facebook, 20 Februari 2020

Tags: buah lokalduriandurian lokallingkunganpertanian
Share196TweetSendShareSend
Previous Post

Obrolan Konyol di Kedai Kopi: Macchiato = Kopi Jro Gede?

Next Post

Di Nusa Penida, Ketika Pariwisata “Menghegemoni”, ke Mana Generasi Petani Rumput Laut?

Komang Armada

Komang Armada

Petani, penikmat kopi dan penyuka sepak bola indah. Bisa dihubungi melalui nyomanarmada@yahoo.com

Related Posts

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

by Chusmeru
July 13, 2026
0
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

Read moreDetails

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

by Made Wirya
June 21, 2026
0
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

Read moreDetails

Dua Malam di Banyuwangi dan Ingatan Sepintas Lalu —Catatan Perjalanan Studi Komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng

by Wahyu Mahaputra
June 11, 2026
0
Dua Malam di Banyuwangi dan Ingatan Sepintas Lalu —Catatan Perjalanan Studi Komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng

DARI balik kaca bus berkapasitas empat puluh lima kursi saya melihat malam hari di Banyuwangi, Jawa Timur, cukup gemerlap. Lampu-lampu...

Read moreDetails

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
0
Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

Read moreDetails

Ke Pacet Mereka Kembali

by Jaswanto
June 2, 2026
0
Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

Read moreDetails

Mereka Menunggu di Setia Darma 

by Dede Putra Wiguna
May 29, 2026
0
Mereka Menunggu di Setia Darma 

LANGIT mendung siang itu terasa menenangkan. Sepasang turis asing berjalan pelan menyusuri jalan kecil yang dikelilingi semak dan rimbun pohon....

Read moreDetails

Refleksi Study Tiru ke Baduy Luar 

by I Nyoman Tingkat
May 27, 2026
0
Refleksi Study Tiru ke Baduy Luar 

PROGRAM Study Tiru selama tiga hari bersama Panglingsir/Bandesa Adat se-Badung dengan tujuan utama ke Baduy Luar pada Kamis Umanis Gumbreg,...

Read moreDetails

Menilik Petilasan Gajah Mada di Kebumen: Upaya Literasi Sejarah

by Chusmeru
May 25, 2026
0
Menilik Petilasan Gajah Mada di Kebumen: Upaya Literasi Sejarah

MENYIMPAN jejak sejarah panjang, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah mungkin tak setenar kota-kota besar di Indonesia. Namun keberadaan Kebumen tak bisa...

Read moreDetails

Kota Tua Tak Pernah Mati

by I Nyoman Tingkat
May 24, 2026
0
Kota Tua Tak Pernah Mati

PROGRAM Study Tiru selama tiga hari bersama Panglingsir/Bandesa Adat se- Badung dengan tujuan utama ke Baduy Luar pada Jumat Paing...

Read moreDetails

Oleh-Oleh dari Baduy Luar

by I Nyoman Tingkat
May 23, 2026
0
Oleh-Oleh dari Baduy Luar

MENGIKUTI rombongan Desa Adat se-Kabupaten Badung melakukan Study Tiru ke Baduy Luar, Provinsi Banten, Jumat Paing Gumbreg 15 Mei 2026,...

Read moreDetails
Next Post
Di Nusa Penida, Ketika Pariwisata “Menghegemoni”, ke Mana Generasi Petani Rumput Laut?

Di Nusa Penida, Ketika Pariwisata “Menghegemoni”, ke Mana Generasi Petani Rumput Laut?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif
Khas

Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif

DI tengah semarak pertunjukan seni yang mewarnai Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII, hadir sebuah ruang yang menawarkan pengalaman berbeda....

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”
Panggung

Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”

BAYANGAN adalah jiwa dari wayang kulit. Di tangan seorang dalang, lembar-lembar kulit hidup melalui permainan cahaya. Namun, Wayang Ental memilih...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Ketika Waktu Berpindah Tangan
Ulas Musik

Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka
Tualang

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

by Chusmeru
July 13, 2026
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026
Khas

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co