12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Memeluk “I Jalur”, Durian Juara dari Munduk Bestala

Komang Armada by Komang Armada
February 22, 2020
in Tualang
Memeluk “I Jalur”, Durian Juara dari Munduk Bestala

Pohon durian tua di Desa Munduk Bestala, Seririt, Buleleng, Bali

Ada kredo menarik tentang durian: “Suka sekali atau tidak suka samasekali”, dan saya termasuk dalam kategori pertama.

Musim ini menjadi puncak kegilaan saya pada buah eksotis ini. Kegilaan yang berkali-kali mengharuskan saya bepergian, aktivitas yang sebetulnya tidak saya sukai. Kegilaan yang memaksa saya rajin menyambangi tempat-tempat yang, sebagaimana informasi yang saya baca atau dengar, memiliki varietas-varietas durian lokal unggul.

Jepara punya durian petruk, Purworejo punya durian growong, Banjarnegara punya simimang, Majalengka punya durian bokor, Banyumas punya durian bawor, Banyuwangi punya durian boneng, Bangka punya cumasi atau namlung, dan seterusnya.

Banyak kisah menarik–perpaduan antara hal-hal yang menyenangkan, kejadian-kejadian konyol dan satu dua peristiwa yang mengharukan–mengenai perburuan ke sentra-sentra durian unggul yang saya sebut di atas. Kalau sempat, akan saya tulis lain kali.

***

Di banyak daerah, tradisi pemberian nama kepada setiap pohon durian sudah jamak di kalangan petani, tidak terkecuali di Bali. Itu semacam rasa hormat sekaligus upaya identifikasi (pendataan) sederhana terhadap populasi pohon durian yang mereka tanam.

Nama-nama yang disematkan berkonteks lokal, umumnya diambil dari nama tempat, nama si pemilik, peristiwa atau penanda tertentu yang mudah diingat.

Sentra-sentra durian lokal unggul di luar Bali tersebar tidak terhitung. Dari pelosok-pelosok pulau Jawa, Nusa Tenggara, Sumatra ujung utara sampai ke selatan, Kepulauan Riau, Kalimantan, hingga ke hutan-hutan lebat di Papua.

Khusus untuk durian lokal varietas unggul di Bali, saya harus menyebut nama sebuah “desa durian” yang terletak di kawasan Bali Utara, desa yang sejak lama masyhur sebagai ikon durian lokal Bali: Desa Munduk Bestala (pemekaran dari Desa Bestala, desa induk sebelumnya).

Di setiap hajatan festival durian, baik skala provinsi maupun kabupaten, dominasi buah durian asal desa berpenduduk sekitar 700 jiwa ini nyaris tidak tergeser.

Vegetasi tanaman di desa yang terletak di ketinggian kurang lebih 500 mdpl ini sebagian besar dibentuk oleh tegakan hutan durian berukuran raksasa berusia ratusan tahun. Rata-rata warganya paham betul soal seluk-beluk bercocok tanam pohon durian, fakta yang mengingatkan saya pada relasi intim warga Gayo dengan tanaman kopi.


Pohon durian tua di Desa MUnduk Bestala, Seririt, Buleleng

Yang terbaru, “I Jalur”, salah satu varietas durian lokal dari Desa Munduk Bestala (lagi-lagi) meraih predikat juara dalam ajang Festival Durian Buleleng yang diselenggarakan awal Januari lalu. (Juara II diraih durian bernama “Ki Raja” dari Desa Madenan, dan “I Panji” dari Desa Panji memperoleh juara III)

Predikat juara I yang diraih “I Jalur” seperti magnet yang memantik ketertarikan saya. Hal pertama yang terlintas di benak saya adalah mencari cara untuk bertemu dengan pemiliknya.

Sepekan kemudian, atas budi baik beberapa kawan saya asal Desa Munduk Bestala, saya dipertemukan dengan sosok yang saya cari: Bapak Kadek Karyana, pemilik “I Jalur”, durian juara itu.

Kadek menerima saya di balai-balai kayu bergaya bali di pojok halaman rumahnya, bersebelahan dengan kolam kecil yang terlihat asri ditumbuhi berbagai jenis tanaman air dan ikan koi warna-warni. Kopi dan beberapa potong dodol ketan yang disuguhkan di atas nampan menyusul kemudian.

Singkat cerita, setelah mengutarakan maksud kedatangan saya, dengan antusiasme dan kehangatan khas masyarakat di pedesaan–sambil tidak henti-hentinya menawari saya supaya mencicipi dodol ketan persiapan hari raya Galungan buatan istrinya–tuan rumah menghadiahi saya cerita-cerita hebat seputar tradisi “wiwitan” warga setempat dalam bercocok tanam pohon durian, upaya-upaya pelestariannya, berikut sederet penghargaan dari institusi-institusi—swasta maupun pemerintah—yang mereka raih dari tahun ke tahun.

Keberuntungan saya tidak berhenti sampai di situ. Menjelang kopi tandas dan di nampan cuma tersisa dua tiga potong dodol ketan, saya ditemani berkeliling.

Turunan dan tanjakan jalan setapak yang licin oleh sisa hujan kemarin menyiksa sendi-sendi kaki saya tanpa ampun. Dua puluh atau tiga puluh menit berselang kami sampai di kebun di mana “I Jalur” tumbuh. Saya amati lekat-lekat tajuk pohonnya yang menjulang.

Dari jarak dua puluh meteran saya berdiri, saya melihat Kadek bergegas memasuki salah satu bilik pondok beratap terpal yang ia buat semi permanen. Saat berikutnya, dari pintu, tuan rumah muncul, tangannya menenteng sebiji buah durian untuk kemudian diangsurkan ke saya. Menurut si penjaga pondok, buah itu salah satu dari sembilan buah yang jatuh pagi tadi.


Daging durian Munduk Bestala

“Silakan dibuka dan cicipi, Bli.” Hanya orang yang tidak waras yang sampai hati menampik tawaran semujur ini, saya membatin.

Alur juring “I Jalur” gampang dibuka, cukup menggunakan sebilah pisau lipat. Buat saya, ini poin plus pertama.

Manis yang menonjol disertai aroma alkohol dan kecap pahit yang samar, legitnya, ketebalan dagingnya, “ngumpennya”, postur buahnya dan kriteria-kriteria unggul lainnya pantas menobatkan varietas durian ini sebagai juara.

Di luar dugaan, ini keberuntungan saya berikutnya, saya diijinkan meminta beberapa pucuknya sebagai entres untuk nantinya saya sambung (sambung sisip atau sambung pucuk) dengan batang bawah yang kebetulan sudah tersedia di rumah persemaian saya.

Dalam perjalanan pulang, kepala saya sibuk menggambar tajuk-tajuk raksasa pohon durian seakan ia sudah berumah di bagian-bagian kosong kebun saya. Sementara indera penciuman tidak kunjung berhasil menepis lembut aroma alkohol yang ditinggalkan oleh lapis-lapis daging buah durian juara yang saya nikmati barusan. [T]

Catatan:

Tulisan ini disiarkan Komang Armada pertama kali di akun facebook, 20 Februari 2020

Tags: buah lokalduriandurian lokallingkunganpertanian
Share196TweetSendShareSend
Previous Post

Obrolan Konyol di Kedai Kopi: Macchiato = Kopi Jro Gede?

Next Post

Di Nusa Penida, Ketika Pariwisata “Menghegemoni”, ke Mana Generasi Petani Rumput Laut?

Komang Armada

Komang Armada

Petani, penikmat kopi dan penyuka sepak bola indah. Bisa dihubungi melalui nyomanarmada@yahoo.com

Related Posts

Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

by Ahmad Sihabudin
September 7, 2026
0
Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

ADA tempat yang awalnya kita kenal hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi ternyata memiliki wajah lain yang lebih dekat dengan kehidupan...

Read moreDetails

Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

by Dewa Ayu Windu
August 31, 2026
0
Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

GEMERICIK air Sungai Pakerisan terdengar bak nada alam yang konstan, membelah kesunyian lembah di Desa Adat Penaka, Tampaksiring, Gianyar, Bali....

Read moreDetails

Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

by Ahmad Sihabudin
August 25, 2026
0
Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

ADA kalanya kita tidak membutuhkan perjalanan yang jauh untuk menemukan kebahagiaan. Kita hanya membutuhkan kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas,...

Read moreDetails

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
0
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

Read moreDetails

“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

by Luh Putu Sendratari
August 18, 2026
0
“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

SABTU, 15 Agustus 2026 tanpa direncanakan sebelumnya saya ada di Desa Bengkala. Bersama teman2 dari Universitas Pancasila (Dr Kunthi Tridewiyanti,...

Read moreDetails

Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

by I Nyoman Tingkat
August 16, 2026
0
Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

PEMILIHAN Duta SMA Tingkat Nasional Tahun 2026 dipusatkan di Kota Yogyakarta tepatnya di Indoluxe Hotel sebagai tempat belajar di kelas....

Read moreDetails

Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

by Laurensia Junita Della
August 15, 2026
0
Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

Ada kalanya rutinitas yang padat membuat kita ingin sejenak menjauh dari hiruk-pikuk kehidupan. Di tengah kesibukan yang seolah tidak ada...

Read moreDetails

Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

by Ahmad Sihabudin
August 10, 2026
0
Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

"Tempat-tempat tertentu tidak pernah benar-benar kita tinggalkan. Yang pergi sesungguhnya hanyalah usia kita." KEMARIN saya kembali mengunjungi Situ Cipondoh. Niatnya...

Read moreDetails

Pantai Jimbaran dengan Kafe Ikan Bakarnya  

by I Nyoman Tingkat
August 7, 2026
0
Pantai Jimbaran dengan Kafe Ikan Bakarnya  

Sejak dahulu, Jimbaran, Kedonganan, Kelan, dan Kuta adalah daerah nelayan. Namun, yang terkenal hanya Jimbaran dan Kuta. Ketika Asosiasi Kepala...

Read moreDetails

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
0
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

Read moreDetails
Next Post
Di Nusa Penida, Ketika Pariwisata “Menghegemoni”, ke Mana Generasi Petani Rumput Laut?

Di Nusa Penida, Ketika Pariwisata “Menghegemoni”, ke Mana Generasi Petani Rumput Laut?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co