3 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Obrolan Konyol di Kedai Kopi: Macchiato = Kopi Jro Gede?

Dian Suryantini by Dian Suryantini
February 21, 2020
in Khas
Obrolan Konyol di Kedai Kopi: Macchiato = Kopi Jro Gede?

Seorang teman memegang cangkir kopi jenis Macchiato yang tak dipahaminya

Ini cerita saya ketika pulang dari ibu kota ke kampung halaman. Rasa rindu ingin bertemu teman-teman karena selama dua pekan sudah saya hijrah ke ibu kota. Saat itu hujan cukup deras, ada kabar teman-teman saya akan bertemu. Karena memang rindu, walau hujan saya tak peduli.

Saya tetap berangkat. Rasa senang hati ini saat melihat dan bertemu teman-teman saya itu. Meskipun usia saya dengan mereka terpaut cukup jauh. Saya yang paling mungil dari segi fisik. Saya juga yang paling muda. Tapi tak punya bakat apa-apa. Dibanding mereka yang jauh lebih kritis dan kreatif. Juga berpendidikan. Sungguh saya beruntung bertemu mereka.

Saat itu, hari mulai petang. Kami memutuskan untuk pergi nongkrong bersama. Hanya untuk sekedar ngobrol dan basa-basi saja. Jika ada yang penting, kami bahas. Tiba kami di sebuah kedai kopi milenial milik salah seorang teman. Di sana kami disodori beberapa lembar kertas menu yang berisi banyak pilihan olahan kopi juga kawan-kawannya.

Dengan setia waitress menunggu pesanan kami. Satu persatu dari kami menyebutkan dan mencatat pesanan. Tak lupa kami bertanya pada waitress mengenai menu yang tersedia. Maklum semua berbahasa Inggris. Dan yang ada di menu tidak ada yang tau bagaimana wujud makanan dan minuman yang akan disajikan.

Saya memesan satu gelas cappucino ice. Karena tak terlalu bisa menikmati yang hot. Teman saya ada yang pesan hot cappucino, kopi susu gula aren, dan teh pekat.

Namun satu teman saya nampak kebingungan. Tanpa malu-malu ia bertanya kepada waitress kopi apa saja yang dimaksud dalam menu. Awalnya ia memesan Espresso. Namun tak lama kemudian pesanannya pun berubah menjadi Macchiato. Kami semua ya hanya diam. Karena kami pikir dia sudah tahu Macchiato seperti apa.

Sembari menunggu kami mengobrol ngalur ngidul. Dari yang serius hingga yang benar-benar tak serius. Maklumlah, kami sedikit slengekan. Hahaha.

Tak lama pesanan pun tiba. Waitress cantik dengan nampan di tangan mengantarkan dua kopi susu gula aren yang dikemas dalam botol plastik. Lima menit kemudian pesanan saya datang. Cappucino Ice. Segera saya campur gula cair yang diberikan lalu diaduk dan segera saya nikmati.

Teman saya dengan khas topi petani itu nampak sedikit was-was. Pesanannya belum tiba. Setelah kegelisahan itu, kopi yang dipesannya pun tiba di meja kami. Hot Macchiato. Saat waitress meletakkan cangkir itu di hadapannya, wajah bingung dan kocak nampak jelas. Terang saja kopi yang dipesannya berukuran mini alias kecil. Mungil sekali. Lebih mungil dari badan saya.

Saat melihat kopi pesanannya itu, teman saya berkata, “Adi cerik gati? Adi bedik gati maan? Care kopi Jro Gede ne awake bange!” (Kok kecil sekali? Kok dapatnya sedikit? Kayak kopi untuk haturan Jro Gede dikasih). Jero Gede adalah bangunan suci atau palinggih di pekarangan rumah. Selain menghaturkan canang atau banten, di palinggih itu biasnya juga dihaturkan kopi. Nah, kopi yang dihaturkan biasanya menggunakan gelas yang kecil, meski banyak juga yang menghaturkan dengan gelas besar.

Sontak teman-teman tertawa besama. Perlahan ia nikmati kopi itu dengan sendok mungil pula. Saat itu, ia kembali berkata, “Adi didih deen kopine ne ah? Cangkire bek ngenahne, mare sendok adi didih deen isine!” (Kok kopinya busa aja ya? Cangkirnya terlihat penuh, tapi isinya busa saja!)

Lagi-lagi kami dibuat tertawa olehnya. Rasa menyesal tak jadi memesan espresso pun jadi bahan bulan-bulanan kami terhadapnya. “Kan be orain, pesen ane tawang-tawang deen. De ajum”. (Kan sudah ku bilang pesan yang wajar-wajar saja. Jangan sok),” celetuk teman di samping saya.

Jujur, saya tak bisa menahan tawa saat itu. Meskipun saya juga tak tau bentuk Macchiato seperti apa, setidaknya saya tak berani coba-coba. Akhirnya dia kembali memesan kopi hitam biasa alias kopi tubruk dengan label L3. Entah apa artinya. Yang jelas kopi L3 yang kalihatannya seperti kopi tubruk itu sangat enak. Hmm jadi deh minum kopi double. Hahaha

Lama setelah itu, hot cappucino pesanan teman saya yang lain belum juga tiba. Rasa gelisah seperti sapi birahi pun nampak pada dirinya. Lehernya panjang menengok-nengok barista cantik yang tengah meracik kopi. Mungkin demikian. Heheheh. Karena menunggu terlalu lama, akhirnya kami kompak memanggil waitressnya menanyakan kopi pesanan teman saya itu. “Tunggu ya, masih dibuatkan,” kata waitress itu dengan manis. Teman saya dengan mata sipitnya pun dengan polos menjawab, “Iya, Mbok”.

Tak sampai 5 menit hot cappucino datang. Senyum senang teman saya nampak jelas. Dengan semangat ia merobek bungkus gula dan mencapurkannya ke dalam kopi. Entah grogi, degdegan atau bagaimana ia mengaduk kopi dalam cangkir itu. Mengoyak lukisan indah di atasnya dan memutar sendok dengan kecepatan penuh sampai kopi itu tumpah. Dan cup kopi pun terlihat tidak bersih. Ckckckckc ada-ada saja kelakuannya.

Jadi saya sarankan kepada teman-teman yang membaca tulisan saya ini untuk googling terlebih dahulu sebelum membeli kopi. Supaya tidak terjadi tragedi seperti teman saya yang bertopi petani itu. [T]

Tags: kopikulinerminum kopi
Share100TweetSendShareSend
Previous Post

Melawat ke Flores [5] : Singgah ke Wae Rebo

Next Post

Memeluk “I Jalur”, Durian Juara dari Munduk Bestala

Dian Suryantini

Dian Suryantini

Kuliah sambil kerja di Singaraja

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
Memeluk “I Jalur”, Durian Juara dari Munduk Bestala

Memeluk “I Jalur”, Durian Juara dari Munduk Bestala

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co