24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Wayan Dasta dan “Unknown Artist From North Bali” # Melacak Jejak Sejarah Seni Rupa dari Museum Buleleng [2]

Dewa Purwita Sukahet by Dewa Purwita Sukahet
January 19, 2020
in Khas
Wayan Dasta dan “Unknown Artist From North Bali” # Melacak Jejak Sejarah Seni Rupa dari Museum Buleleng [2]

Hanoman dan Mredah bertemu Sampati - repro foto di Museum Buleleng 2014


Koleksi repro pelukis Bali Utara yang terdisplay kini di Museum Buleleng nampaknya telah di kurasi, karena pada tahun 2014 sewaktu saya mengunjungi museum tersebut koleksi foto-foto repronya sangat Banyak. Entah sistem kurasi yang bagaimana kemudian diterapkan atau pertanyaan mendasarnya adalah, adakah kurator yang berperan besar dalam menentukan koleksi mana yang harus dipajang dan yang mana tidak?

Saya rasa tidak ada.

Mungkin kita bisa bersama-sama mengecek semua museum di Bali, dari yang dikelola pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan swasta (mungkin terkecuali Museum Pasifika, di kawasan BTDC Nusa Dua. Karena peruntukan untuk para pelancong/wisatawan manca negara dan koleksinya juga menampilkan karya-karya sekelas Paul Gaugin. Jadi secara manajemen permuseuman dan tata display sedikit tidaknya melibatkan kurator).

Padahal peran kurator sebelum masuk ke wilayah medan sosial seni rupa dalam ruang yang lebih bebas semacam galeri komersil, art space, dan lain-lain, adalah berperan besar dalam hal riset koleksi permuseuman. Selain juga berperan menentukan kelayakan karya seni atau artefak yang akan dikoleksi, menentukan koleksi mana yang akan dipajang dalam pameran tetap atau temporer, menimbang ruang agar tata display memiliki nilai ergonomis terhadap pengunjung yang datang.

Selain itu, peran kurator juga membangun wacana melalui jejaring terkait untuk isu-isu yang mampu menarik minat masyarakat agar mau berkunjung ke museum. Sebagaimana Judith Rugg dan Michele Sedgwick dalam bukunya Issues in Curating Contemporary Art and Performance pada bagian pertama yang menjelaskan tentang kesejarahan dan peran kurator.


Label nama “Unknown Artist From North Bali – Museum Buleleng 2014

Di Museum Buleleng kini dalam pajangannya tentang pelukis Singaraja hanya menampilkan sedikit karya dari repro foto yang dibawa oleh ibu Hedi Hinzler dari Leiden dan di tahun 2014 saya jumpai di museum pasca event Buleleng Festival. Kini hanya 3 repro foto karya lukis I Ketut Gede Singaraja dengan ukuran lebih besar dipajang pada sayap kiri bangunan dinding selatan pada ruang pertama (dari sudut pandang pengunjung), dan beberapa repro berukuran kurang lebih seukuran kertas A4 dengan laminating terpajang pada sketsel.

Selain itu repro foto karya lukis dan potrait figur Dalang Banyuning, dan ada nama pelukis Wayan Dasta. Padahal sebelumnya ada repro foto lukisan dari pelukis Bali Utara lainnya yang namun tidak teridentifikasi namanya sehingga disematkan “unknown artist from North Bali”.

Menilik repro foto lukisan karya Wayan Dasta, nampaknya lebih sederhana dalam penggambaran figurnya, ia lebih banyak mengandalkan garis kontur yang tegas, dengan menambahkan satu lapis warna untuk efek sigar yang mengesankan plastisitas tubuh agar terkesan bervolume sebagaimana ia merepresentasikan seorang petani yang sedang membajak sawah. Bahkan pada satu karyanya yang menggambarkan seorang petani dengan baju kuning dan sedang memegang padi sigar mangsi tidak diterapkan, jadi tubuh figur hanya dibentuk dari ketegasan garis.


Petani membajak sawah dan memanen padi karya Wayan Dasta, koleksi W.O.J Nieuwenkamp, repro foto di Museum Buleleng 2014

Karyanya yang lain menggambarkan dua orang figur wanita dengan kulit yang mungkiin diinterpretasikan “berkulit kuning langsat” memakai pakaian dengan kancing baju bundar dan motif polkadot, rambut setengah dipusung dan setengah lagi terurai sedang memegang tanaman padi. Secara tematik karya Wayan Dasta menggambarkan suasana kehidupan bertani, pembajakan sawah, dan padi. Cara penggambarannya pun serupa dengan Dalang Banyuning, terfokus pada figur, tanpa latar belakang, ataupun motif ukiran dengan fungsi dekoratif.

pelukis dengan label “Unknown Artist from North Bali”  memiliki kekhasannya tersendiri dibandingkan karya I Ketut Gede Singaraja, Dalang Banyuning, maupun Wayan Dasta. Ia membuat figur-figur wayang nampak lebih ramping dan panjang pun dengan narasi tunggal. Sebagaimana repro foto karya yang berjudul “Bagadata dan Aswatama”, “Dussasana dan Pratipeya”, dan “Hanoman dan Mredah bertemu Sempati”.


Bagadata dan Aswatama, repro foto di Museum Buleleng 2014

Efek pemanjangan tubuh figur tersebut menimbulkan distorsi dan sangat tidak proporsional sebagaimana proporsi wayang pada lukisan wayang umumnya. dengan adanya pemanjangan tubuh ini secara otomatis membuat atribut figur wayang menjadi kedodoran alias terlihat kebesaran. Melihat karya-karya ini pikiran saya terpaut dengan lukisan wayang dengan media kaca yang dipopulerkan oleh Jero Dalang Diah dari Nagasepaha, di awal perkembangannya yang menjadi fokus adalah figur wayang sedangkan latar belakang dibuat kosong bersih.


BACA JUGA:

  • Dalang Banyuning: Melacak Jejak Sejarah Seni Lukis Singaraja di Museum Buleleng

Pertama kali melihat pola distorsi tubuh yang dibuat oleh Unknown Artist from North Bali, seketika saya menjadi teringat dengan narasi besar sejarah seni rupa Bali, tentu saja I Gusti Nyoman Lempad karib dari Tuan Tepis dan Bonnet. Dalam satu periode lukisannya, I Gusti Nyoman Lempad banyak menggambarkan tubuh wayang yang dipanjangkan sehingga kemudian lebih dikenal dengan pola-pola pendistorsian tubuh dalam figur-figur wayangnya, setelahnya, pola pemanjangan tersebut mewabah dalam perwujudan patung-patung kayu.

I Ketut Gede Singaraja, Dalang Banyuning, Wayan Dasta, dan Unknown Artist from North Bali adalah empat dari sekian banyaknya pelukis Singaraja yang hidup pada medio 1800 sampai 1940an. Saya kembali membuka buku Catalogue of Balinese Manuscripts yang disusun oleh ibu Hedi Hinzler berdasar pada karya lukisan yang dikoleksi oleh Van der Tuuk.


Dua Wanita dengan Kebaya membawa Padi, karya Wayan Dasta, repro Foto di Museum Buleleng 2014

Di dalam buku tersebut terungkap bahwa di masa medio 1800 tercatat 14 seniman yang dipilih oleh Van der Tuuk untuk mengerjakan ilustrasi yang akan mengilustrasikan istilah dalam proyek ambisiusnya yaitu buku kamus tiga bahasa Kawi-Bali-Belanda sebagaimana ia menyelesaikan hal serupa sewaktu di Batak yaitu kamus Batak-Belanda, sembilan orang pelukis dari Singaraja, dua orang pelukis dari Badung salah satunya terindentifikasi adalah Ida Made Telaga dari Griya Sanur, sisanya random di wilayah Bali Selatan.

Kita dapat membayangkan kurun waktu tersebut terjadi regenerasi pelukis di Singaraja, realitanya adalah dalam catatan W.O.J Nieuwenkamp yang mencatat dan berinteraksi dengan pelukis Dalang Banyuning dan Wayan Dasta, dan mungkin juga lainnya yang masih tersembunyi rapi informasinya juga terawat dengan baik dalam bilik-bilik koleksi Leiden. Ah museum memang memiliki cara tersendiri merumitkan masalah, begitu dalam pikiran saya malam ini. [T]

Penarungan, Singaraja 2019

Tags: bulelengBuleleng RegencyMuseum BulelengPameranPameran Seni RupaSeniSeni Rupa
Share77TweetSendShareSend
Previous Post

Pelajaran Kecil dari Perang Pandan di Tenganan Pegringsingan Festival 2019

Next Post

Simalakama Zonasi – Jangan Mengeluh, Yang Abadi adalah Perubahan

Dewa Purwita Sukahet

Dewa Purwita Sukahet

Perupa, suka ngukur jalan, dan CaLis tanpa Tung

Related Posts

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails
Next Post
Simalakama Zonasi – Jangan Mengeluh, Yang Abadi adalah Perubahan

Simalakama Zonasi - Jangan Mengeluh, Yang Abadi adalah Perubahan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co