12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

MUKTI di Antara Sawah dan Pesisir, Kreativitas Seni Pemuda Desa Bungkulan

Tobing Crysnanjaya by Tobing Crysnanjaya
October 15, 2022
in Khas
MUKTI di Antara Sawah dan Pesisir, Kreativitas Seni Pemuda Desa Bungkulan

Warga Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan, Buleleng, berdesak-desakan menyaksikan acara MUKTI yang digelar oleh organisasi pemuda di desa itu

Energi muda adalah energi untuk berkreatifitas demi mencapai kemerdekaan diri, itulah falsafah di balik dipilihnya kata MUKTI sebagai ajang bergengsi ruang kreatif dan berkesenian di Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan, Buleleng, Bali.

MUKTI diselenggarakan oleh pemuda yang tergabung dalam organisasi kepemudaan Karang Taruna Satya Wahana Bakti dan Yowana Widya Gurnita.

Dua organisasi pemuda ini ada sejak tahun 2013. Organisasi ini telah mampu menorehkan goresan tinta partisipasi insan muda dalam memberikan kontribusi pada kahidupan masyarakat di Desa Bungkulan. Dua organisasi ini mampu manjadi ruang untuk menuangkan ide dan gagasan dalam bentuk kreatifitas di bidang kemasyarakatan baik itu mencakup pendidikan, seni hingga budaya.

Malam itu, Jumat 14 Oktober 2022, suasana nampak berbeda dari sebelumnya,  sorot lampu terlihat sangat jelas dari kejauhan memecah gelapnya malam di antara hamparan sawah dan pesisir Pantai Segara Desa Bungkulan.

Di pantai itu para pemuda sedang menyelenggarakan perhelatan pertunjukan kreatifitas dan seni yang bernama MUKTI atau Momentum Unjuk Kreatifitas dan Seni dengan tema The Miracle of Bungkulan sebagai pengejewantahan dari kekaguman pemuda dengan segala kekayaan yang dimiliki oleh desanya.

Ikon MUKTI juga sangat menarik, dimana kali ini  para panitia mengangkat penyu sebagai maskot acaranya, dengan makna sebagai simbol representasi kesetiaan, kerja keras, dan sarat akan pesan ekologi, dimana secara fakta banyak ditemukan penyu yang bertelor di sepanjang Pantai Bungkulan.

Saya melihat antusias masyarakat yang begitu tinggi, mereka berduyun-duyun datang menuju Kawasan Pantai Segara untuk menyaksikan berbagai macam pementasan yang dipersembahkan oleh para pemuda. Kilau pementasan dan riuh penonton yang hadir seolah menandakan kerinduan masyarakat akan hiburan rakyat yang seolah nampak tertidur lelap semenjak pandemi covid-19 melanda dunia.

Tari Palawakya suguhan seniman Bungkulan dalam acara MUKTI di Pantai Desa Bungkulan

Konsep yang dibawakan dalam MUKTI kali ini memang sedikit berbeda dan jauh berkembang dari sebelumnya. Ini bisa terlihat dari settingan panggung yang sangat megah, ornament serta desain yang sangat apik, dengan dukungan sound system yang lengkap.

Talenta yang ditampilkan cukup beragam mulai dari anak-anak, remaja hingga orang dewasa yang sengaja ditampilkan sebagai pewakilan dari banjar-banjar yang ada di Desa Bungkulan. Sarana dan prasarana yang mutkahir hanya sebagai alat untuk menampilkan karya agar lebih baik, namun semua konten yang dibawakan masih tetap menjaga spirit kearifan lokal yang ada di masyarakat, seperti penampilang genjek, joged, tarian tradisional hingga pertunjukan gong kebyar dan lelonggoran.

Sembari duduk di atas pasir hitam, dengan suara debur ombak dan desiran angin malam yang berhembus dengan sangat tenang, saya bersama keluarga berkesempatan untuk ikut menyaksikan pertunjukan beberapa anak-anak dari Banjar Sema yang menampilkan genjek yang memecah gelak tawa masyarakat dengan segala kepongahan khas anak-anak.

Hal semacam ini tentu memberikan semacam ruang bagi anak-anak untuk berani tampil di depan umum, mereka memiliki derajat yang sama dengan seniman ternama lainnya dengan mendepatkan tempat di panggung utama pagelaran.

Disamping itu, saya dapat merasakan secara langsung dari sorot mata haru dari para orang tua dan kerabat mereka dengan keberanian dan bakat yang dimiliki dari anak-anak ini, dan tentu hal ini akan memberikan kebanggaan tersendiri dari mereka, untuk kedepannya bisa melihat anak-anak muda ini sebagai mutiara-mutiara terpendam yang kelak akan memancarkan sinarnya demi kebanggaan keluarga dan juga desa tempat mereka dilahirkan.

Para penabuh muda dria Desa Bungkulan beraksi dalam MUKTI di Pantai Desa Bungkulan

Selain pertunjukan genjek, malam itu juga ada beberapa pertunjukan lain seperti Gong Kebyar Tabuh Gesuri, Tabuh Lelonggoran, Beleganjur, Tari Panyembrahma, Palawakya, Jauk Manis, Barong Bangkung, Truna Jaya, jogged bumbung hingga simluasi pertunjukan Tarian Sanghyang sebagai sebuah tarian sakral yang biasanya dipertunjukan pada saat hari tertentu.

Sementara ada juga pertunjukan Paduan Suara Githa Semarandana yang beberapa tahun lalu sempat tampil bergensi dari menyabet penghargaan sebagai salah satu paduan suara terbaik dari Kecamatan Sawan yang tampil di Tingkat Kabupaten.

Ada juga penampilan dari Rah Wicak sebagai talenta muda yang kiprahnya sudah sangat dikenal dalam bidang olah suara serta band penutup yang menampilkan kawan-kawan musisi seperti Iginite dan Templar 0362 yang memecahkan suasana malam saat itu dengan penampilan mempesona dan mampu menarik emosi penonton untuk hanyut dalam dendangan music-musik yang mereka suguhkan.

Kegiatan pertunjukan itu juga diselingi oleh pemutaran video profile Desa Bungkulan, dalam video berdurasi pendek ini, Kadek Iwan Setiadi atau dikenal dengan Iwan Gong mencoba merumuskan potensi desa yang dikenal dengan potensi Nyegara Gunung  yang mencakup wilayah tegalan, perkebunan, persawahan hingga pesisir pantai utara Bali yang membentang sepanjang dua kilometer.

Ragam corak kehidupan masyarakat, mulai dari mereka yang berkesenian, mencari penghidupan di sawah dan lautan terekam dengan settingan bercerita yang menampilkan kisah persahabatan tiga   perempuan desa yang mencoba menemukenali kembali kekayaan yang ada di Desa Bungkulan.

Dengan kualitas editing yang berkelas, saya dibuat terkesan dan terkesima dengan apa yang didibuat, dan kualitas pengerjaan video profile ini semacam membangkitkan kembali perasaan bangga saya sebagai orang desa. 

Seni barong dalam acara MUKTI di Pantai Desa Bungkulan

Disamping pertunjukan di panggung, ada juga stand bazzar yang dikelola oleh Karang Taruna dan Sekaa Truna serta beberapa usaha kuliner milik masyarakat yang menjual aneka makanan tradisonal seperti blayag kuah serosob, nasi bayem, plecing, sate kakul hingga sate babi. Semua mengangkat potensi kuliner lokal, hasil pendokumentasian desa yang dikoordinir oleh Gusti Bagus Wira Pandu Winata, seorang anak muda yang juga dipercaya menjadi Sekdes Bungkulan.

Kelancaran acara ini tidak terlepas dari usaha partisipasi masyarakat, pihak keamanan, serta dukungan Pemerintah Desa Bungkulan melalui Bapak Ketut Kusuma Ardana dan segenap staf PEMDES, dan juga kerja kolektif yang saya amati.

Menurut cerita dari Ketua Karang Taruna I Gede Ari Suandi Yasa, pagelaran ini sudah dipersiapkan selama sebulan penuh, dan semua dipersiapkan dari siang hingga malam dengan baik dibawah kepanitiaan yang dikoordinasi oleh Nyoman Satya Raharja yang juga dipercaya sebagai Kelian Truna Yowana Widya Gurnita.

Kuliner lokal pada ajang MUKTI di Pantai Desa Bungkulan

Tentu sebagai masyarakat, saya bisa merasakan nuansa kegembiraan yang terpancar dari para pentonton, sebab sudah sangat lama kita semua mesti berdiam diri di rumah, dengan sedikit pergerakan dan ruang untuk berkumpul secara kolektif dengan bebas hingga sekarang muncul secercah harapan dari anak muda dimana mereka mampu menampilkan kualitas pertunjukan yang sangat baik dan berhasil terselenggara dengan lancar.

Pada Sabtu malam, 15 Oktober, pagelaran MUKTI, dilanjutkan dengan berbagai a pertunjukan dari perwakilan banjar serta acara akan ditutup oleh pertunjukan band mulai dari No Cash hingga Joni Agung.

Kita berharap bersama, energi kreatifitas ini tetap membara, seperti lilin-lilin kecil yang terhimpun dan mampu membuat Desa Bungkulan berkilauan dari kejauhan. [T]

Sepenggal Kisah Sejarah dan Monumen Perang Jagaraga
IGB Sugriwa, Pengalir Mata Air Sastra ke Berbagai Telaga Zaman
Tags: BudayabulelengDesa BungkulanpemudaSeni
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

OṀ & OṄĠ di BALI & INDIA

Next Post

Festival Yogaboga Nusantara di Tabanan: Yoga untuk Vibrasi Positif

Tobing Crysnanjaya

Tobing Crysnanjaya

Pegawai, petani, bapak rumah tangga. Kini sedang mengikuti kelas Creative Writing di Mahima Institute Indonesia

Related Posts

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

by Emi Suy
September 10, 2026
0
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

Read moreDetails

Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

by Nyoman Budarsana
September 8, 2026
0
Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

PELAKSANAAN Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Perlombaan tersebut bakal dimulai Jumat, 11 September...

Read moreDetails

Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

by tatkala
September 7, 2026
0
Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

RAK di sudut kamar dulu menjadi penanda seberapa serius seseorang mengikuti sebuah judul. Penanda itu perlahan berpindah ke daftar bacaan...

Read moreDetails

Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

by Nyoman Budarsana
September 6, 2026
0
Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

DIIRINGI gending gamelan yang dinamis, gerak, seledet, dan perpindahan posisi para penari mengalir membentuk jalinan yang hidup. Setiap gerakan seolah...

Read moreDetails

Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

by I Nyoman Tingkat
September 6, 2026
0
Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

"CERAKEN BALI: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul". Itulah tema HUT VII SMA Negeri 2 Kuta Selatan...

Read moreDetails

Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

by Dian Suryantini
September 1, 2026
0
Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

ADA sesuatu yang terasa ganjil ketika pertama kali melihatnya. Selonding, sebuah gamelan yang selama ini begitu dekat dengan kayu, tradisi,...

Read moreDetails

Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

by Ega Surya Mahendra
August 31, 2026
0
Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

MALAM, pukul 21.30, 10 Agustus 2026. Saya baru saja usai melewati jalan yang nestapa dari Tanjung Benua menuju kampung halaman...

Read moreDetails

Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

by Nyoman Budarsana
August 31, 2026
0
Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

ANGGIN itu sahabat para Rare Angon. Ketika embusannya mulai menguat di Pantai Mertasari, Sanur, kesibukan pun muncul di antara para...

Read moreDetails

Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

by Nyoman Budarsana
August 29, 2026
0
Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

“Dug dug, dag, dug dug.., dag dug dag…, jedug kapak, jedug kapak…!” SUARA kendang dan okokan menggema mengiringi pembukaan Tanah...

Read moreDetails

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails
Next Post
Festival Yogaboga Nusantara di Tabanan: Yoga untuk Vibrasi Positif

Festival Yogaboga Nusantara di Tabanan: Yoga untuk Vibrasi Positif

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co