2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

MUKTI di Antara Sawah dan Pesisir, Kreativitas Seni Pemuda Desa Bungkulan

Tobing Crysnanjaya by Tobing Crysnanjaya
October 15, 2022
in Khas
MUKTI di Antara Sawah dan Pesisir, Kreativitas Seni Pemuda Desa Bungkulan

Warga Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan, Buleleng, berdesak-desakan menyaksikan acara MUKTI yang digelar oleh organisasi pemuda di desa itu

Energi muda adalah energi untuk berkreatifitas demi mencapai kemerdekaan diri, itulah falsafah di balik dipilihnya kata MUKTI sebagai ajang bergengsi ruang kreatif dan berkesenian di Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan, Buleleng, Bali.

MUKTI diselenggarakan oleh pemuda yang tergabung dalam organisasi kepemudaan Karang Taruna Satya Wahana Bakti dan Yowana Widya Gurnita.

Dua organisasi pemuda ini ada sejak tahun 2013. Organisasi ini telah mampu menorehkan goresan tinta partisipasi insan muda dalam memberikan kontribusi pada kahidupan masyarakat di Desa Bungkulan. Dua organisasi ini mampu manjadi ruang untuk menuangkan ide dan gagasan dalam bentuk kreatifitas di bidang kemasyarakatan baik itu mencakup pendidikan, seni hingga budaya.

Malam itu, Jumat 14 Oktober 2022, suasana nampak berbeda dari sebelumnya,  sorot lampu terlihat sangat jelas dari kejauhan memecah gelapnya malam di antara hamparan sawah dan pesisir Pantai Segara Desa Bungkulan.

Di pantai itu para pemuda sedang menyelenggarakan perhelatan pertunjukan kreatifitas dan seni yang bernama MUKTI atau Momentum Unjuk Kreatifitas dan Seni dengan tema The Miracle of Bungkulan sebagai pengejewantahan dari kekaguman pemuda dengan segala kekayaan yang dimiliki oleh desanya.

Ikon MUKTI juga sangat menarik, dimana kali ini  para panitia mengangkat penyu sebagai maskot acaranya, dengan makna sebagai simbol representasi kesetiaan, kerja keras, dan sarat akan pesan ekologi, dimana secara fakta banyak ditemukan penyu yang bertelor di sepanjang Pantai Bungkulan.

Saya melihat antusias masyarakat yang begitu tinggi, mereka berduyun-duyun datang menuju Kawasan Pantai Segara untuk menyaksikan berbagai macam pementasan yang dipersembahkan oleh para pemuda. Kilau pementasan dan riuh penonton yang hadir seolah menandakan kerinduan masyarakat akan hiburan rakyat yang seolah nampak tertidur lelap semenjak pandemi covid-19 melanda dunia.

Tari Palawakya suguhan seniman Bungkulan dalam acara MUKTI di Pantai Desa Bungkulan

Konsep yang dibawakan dalam MUKTI kali ini memang sedikit berbeda dan jauh berkembang dari sebelumnya. Ini bisa terlihat dari settingan panggung yang sangat megah, ornament serta desain yang sangat apik, dengan dukungan sound system yang lengkap.

Talenta yang ditampilkan cukup beragam mulai dari anak-anak, remaja hingga orang dewasa yang sengaja ditampilkan sebagai pewakilan dari banjar-banjar yang ada di Desa Bungkulan. Sarana dan prasarana yang mutkahir hanya sebagai alat untuk menampilkan karya agar lebih baik, namun semua konten yang dibawakan masih tetap menjaga spirit kearifan lokal yang ada di masyarakat, seperti penampilang genjek, joged, tarian tradisional hingga pertunjukan gong kebyar dan lelonggoran.

Sembari duduk di atas pasir hitam, dengan suara debur ombak dan desiran angin malam yang berhembus dengan sangat tenang, saya bersama keluarga berkesempatan untuk ikut menyaksikan pertunjukan beberapa anak-anak dari Banjar Sema yang menampilkan genjek yang memecah gelak tawa masyarakat dengan segala kepongahan khas anak-anak.

Hal semacam ini tentu memberikan semacam ruang bagi anak-anak untuk berani tampil di depan umum, mereka memiliki derajat yang sama dengan seniman ternama lainnya dengan mendepatkan tempat di panggung utama pagelaran.

Disamping itu, saya dapat merasakan secara langsung dari sorot mata haru dari para orang tua dan kerabat mereka dengan keberanian dan bakat yang dimiliki dari anak-anak ini, dan tentu hal ini akan memberikan kebanggaan tersendiri dari mereka, untuk kedepannya bisa melihat anak-anak muda ini sebagai mutiara-mutiara terpendam yang kelak akan memancarkan sinarnya demi kebanggaan keluarga dan juga desa tempat mereka dilahirkan.

Para penabuh muda dria Desa Bungkulan beraksi dalam MUKTI di Pantai Desa Bungkulan

Selain pertunjukan genjek, malam itu juga ada beberapa pertunjukan lain seperti Gong Kebyar Tabuh Gesuri, Tabuh Lelonggoran, Beleganjur, Tari Panyembrahma, Palawakya, Jauk Manis, Barong Bangkung, Truna Jaya, jogged bumbung hingga simluasi pertunjukan Tarian Sanghyang sebagai sebuah tarian sakral yang biasanya dipertunjukan pada saat hari tertentu.

Sementara ada juga pertunjukan Paduan Suara Githa Semarandana yang beberapa tahun lalu sempat tampil bergensi dari menyabet penghargaan sebagai salah satu paduan suara terbaik dari Kecamatan Sawan yang tampil di Tingkat Kabupaten.

Ada juga penampilan dari Rah Wicak sebagai talenta muda yang kiprahnya sudah sangat dikenal dalam bidang olah suara serta band penutup yang menampilkan kawan-kawan musisi seperti Iginite dan Templar 0362 yang memecahkan suasana malam saat itu dengan penampilan mempesona dan mampu menarik emosi penonton untuk hanyut dalam dendangan music-musik yang mereka suguhkan.

Kegiatan pertunjukan itu juga diselingi oleh pemutaran video profile Desa Bungkulan, dalam video berdurasi pendek ini, Kadek Iwan Setiadi atau dikenal dengan Iwan Gong mencoba merumuskan potensi desa yang dikenal dengan potensi Nyegara Gunung  yang mencakup wilayah tegalan, perkebunan, persawahan hingga pesisir pantai utara Bali yang membentang sepanjang dua kilometer.

Ragam corak kehidupan masyarakat, mulai dari mereka yang berkesenian, mencari penghidupan di sawah dan lautan terekam dengan settingan bercerita yang menampilkan kisah persahabatan tiga   perempuan desa yang mencoba menemukenali kembali kekayaan yang ada di Desa Bungkulan.

Dengan kualitas editing yang berkelas, saya dibuat terkesan dan terkesima dengan apa yang didibuat, dan kualitas pengerjaan video profile ini semacam membangkitkan kembali perasaan bangga saya sebagai orang desa. 

Seni barong dalam acara MUKTI di Pantai Desa Bungkulan

Disamping pertunjukan di panggung, ada juga stand bazzar yang dikelola oleh Karang Taruna dan Sekaa Truna serta beberapa usaha kuliner milik masyarakat yang menjual aneka makanan tradisonal seperti blayag kuah serosob, nasi bayem, plecing, sate kakul hingga sate babi. Semua mengangkat potensi kuliner lokal, hasil pendokumentasian desa yang dikoordinir oleh Gusti Bagus Wira Pandu Winata, seorang anak muda yang juga dipercaya menjadi Sekdes Bungkulan.

Kelancaran acara ini tidak terlepas dari usaha partisipasi masyarakat, pihak keamanan, serta dukungan Pemerintah Desa Bungkulan melalui Bapak Ketut Kusuma Ardana dan segenap staf PEMDES, dan juga kerja kolektif yang saya amati.

Menurut cerita dari Ketua Karang Taruna I Gede Ari Suandi Yasa, pagelaran ini sudah dipersiapkan selama sebulan penuh, dan semua dipersiapkan dari siang hingga malam dengan baik dibawah kepanitiaan yang dikoordinasi oleh Nyoman Satya Raharja yang juga dipercaya sebagai Kelian Truna Yowana Widya Gurnita.

Kuliner lokal pada ajang MUKTI di Pantai Desa Bungkulan

Tentu sebagai masyarakat, saya bisa merasakan nuansa kegembiraan yang terpancar dari para pentonton, sebab sudah sangat lama kita semua mesti berdiam diri di rumah, dengan sedikit pergerakan dan ruang untuk berkumpul secara kolektif dengan bebas hingga sekarang muncul secercah harapan dari anak muda dimana mereka mampu menampilkan kualitas pertunjukan yang sangat baik dan berhasil terselenggara dengan lancar.

Pada Sabtu malam, 15 Oktober, pagelaran MUKTI, dilanjutkan dengan berbagai a pertunjukan dari perwakilan banjar serta acara akan ditutup oleh pertunjukan band mulai dari No Cash hingga Joni Agung.

Kita berharap bersama, energi kreatifitas ini tetap membara, seperti lilin-lilin kecil yang terhimpun dan mampu membuat Desa Bungkulan berkilauan dari kejauhan. [T]

Sepenggal Kisah Sejarah dan Monumen Perang Jagaraga
IGB Sugriwa, Pengalir Mata Air Sastra ke Berbagai Telaga Zaman
Tags: BudayabulelengDesa BungkulanpemudaSeni
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

OṀ & OṄĠ di BALI & INDIA

Next Post

Festival Yogaboga Nusantara di Tabanan: Yoga untuk Vibrasi Positif

Tobing Crysnanjaya

Tobing Crysnanjaya

Pegawai, petani, bapak rumah tangga. Kini sedang mengikuti kelas Creative Writing di Mahima Institute Indonesia

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Festival Yogaboga Nusantara di Tabanan: Yoga untuk Vibrasi Positif

Festival Yogaboga Nusantara di Tabanan: Yoga untuk Vibrasi Positif

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co