23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pura Meduwe Karang, Sepeda, WOJ Nieuwenkamp, dan Kopdar Pesepeda Buleleng

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
September 21, 2022
in Khas
Pura Meduwe Karang, Sepeda, WOJ Nieuwenkamp, dan Kopdar Pesepeda Buleleng

Pesepeda berfoto di depan Pura Meduwe Karang, Kubutambahan, Buleleng

I Made Marlowe Makaradhwaja Bandem akrab dipanggil Marlowe Bandem, adalah seorang muda Bali yang menggas pendirian Arsip 1928. Ia banyak menyimpan arsip-arsip pada masa kejayaan Bali sekitar tahun 1928, terutama arsip di bidang seni dan budaya.

Ia juga seorang yang gemar bersepeda. Suatu kali ia bersepeda dari Denpasar, melewati sisi timur Bali, untuk mencapai finish di Pura Meduwe Karang, di Desa Kubutambahan, Buleleng, sisi utara Bali.

Kenapa ke Pura Meduwe Karang?

Begini. Di Pura Meduwe Karang terdapat relief yang menggambarkan orang sedang bersepeda. Relief itu terkenal di kalangan peneliti, seniman seni rupa, dan pecinta sejarah serta penggemar ilmu pengetahuan. Tentu karena tidak banyak ada pura yang berisi ukiran tentang “benda-benda modern” semacam sepeda.  

Orang bersepeda yang diukir pada dinding bangunan sebuah pelinggih di Pura Meduwe Karang itu diyakini adalah W.O.J. Nieuwenkamp. Nah, siapa Nieuwenkamp?

Nama lengkapnya Wijnand Otto Jan Nieuwenkamp. Ia adalah seniman yang datang ke Bali tahun 1904 untuk melukis, membuat jurnal, dan hal-hal yang berkaitan dengan kesenirupaan. Di Bali ia berkeliling naik sepeda.

Dari pusat pemerintahan kolonial di Singaraja, ia diceritakan sering mengayuh sepedanya ke arah timur, hingga ke wilayah Batur di Bangli. Ia biasanya berhenti di suatu tempat untuk melukis obyek-obyek menarik, semisal pura dan rumah. Kini lukisannya banyak tersimpan di Belanda dan jadi obyek penelitian banyak ilmuwan di Bali dan Indonesia.

Banyak yang percaya Nieuwenkamp adalah orang pertama yang datang dan memperkenalkan sepeda di Bali. Konon, ini boleh dipercaya boleh tidak, orang-orang Bali saat itu heran dan takjub. Kok ada benda dengan dua roda bisa bergerak dan tidak jatuh-jatuh?

Lalu, apa hubungannya Nieuwenkamp dengan Marlowe Bandem?

Marlowe Bandem itu penekun arsip, sehingga banyak arsip-arsip yang kemudian ia konfirmasi dengan melakukan perjalanan ke tempat-tempat penting yang punya kaitan dengan arsip-arsip masa lalu.

Tentang kegiatannya bersepeda itu, Marlowe Bandem pernah ngobrol bersama saya. Bahwa ia bersepeda menuju Pura Meduwe Karang, setidaknya ia ingin napak tilas jejak seniman Eropa itu, dan mencoba-coba merasakan seperti apa perasaan Nieuwenkamp saat bersepeda di pesisi utara Bali. Kondisi jalan dan pemandangan kiri-kanan tentu saja berbeda, tapi perasaan mungkin saja bisa sama.

Yang menarik, di sela-sela perjalanan, Marlowe kadang singgah di suatu tempat, semisal di warung, di poskamling, atau di tepi jalan yang agak lapang. Kepada orang-orang yang ditemuinya, ia selalu bertanya tentang Nieuwenkamp. Dan,t idak ada yang tahu siapa itu Nieuwenkamp.

Artinya, nama Nieuwenkamp di kalangan umum tidak banyak yang mengenalnya. Tentu karena nama itu tak pernah disebut-sebut dalam buku sejarah sekolah. Tapi, kalau menyebut kata sepeda, semua orang tahu. Bahkan belakangan, kegiatan bersepeda mulai ngetrend di kalangan masayarakat umum. Bahkan ada orang yang berlomba-lomba punya sepeda mahal, dan memamerkannya di jalan raya.  

Para pesepeda di Kota Singaraja bersepeda menempuh rute Singaraja menuju Pura Meduwe Karang di Kubutambahan, Buleleng

Nah, pada Sabtu, 17 September 2022, satu kelompok penghobi bersepeda di Kota Singaraja dan sekitarnya melakukan kegiatan bersepeda dengan mengambil rute dari Singaraja menuju Pura Meduwe Karang di Kubutambahan.

Nama acaranya Kopdar Bike 3. Artinya acara Kopi Darat untuk yang ketigakalinya. Dua kali sebelumnya penghobi sepeda ini melakukannya di seputaran Kota Singaraja.

Kopdar Bike ini ajang bertemunya para pecinta sepeda di Buleleng Bali. Saat bertemua, acaranya bukanlah pertemuan-pertemuan biasa, bukan pula sepeda-sepedaan biasa. Setidaknya sambil bersepeda mereka juga menimba ilmu di jalanan.

Acara ini digagas oleh tiga tempat nongkrong di Buleleng, yaitu Kedai Kopi Dekakiang, Dangke Cafe dan Angkringan Mula Keto.

Kenapa mereka menuju Pura Meduwe Karang? Tentu alasannya sama seperti Marlowe Bandem, ingin merasakan bagaimana perasaan Nieuwenkamp saat bersepeda di jalanan utara Bali. Bedanya, jika Marlowe start dari Denpasar, penghobi sepeda ini cukup dulu dari Kota Singaraja. Jaraknya jauh lebih pendek.

Kopdar Bike 3 ini mengambil start di Angkringan Mula Keto, Kubujati, Kelurahan Banyuning, Buleleng Bali, lalu meluncur ke Pura Maduwekarang. Dulu, Nieuwenkamp juga melewati jalur itu, ketika bersepeda dari pusat kota kolonial kea rah timur Buleleng.  

“Acara ini susan luar biasa sekali, jadi kita memperkenalkan kembali sejarah-sejarah yang susan tenggelam, dibangkitkan lagi. Mudah-mudahan acara ini bisa dilakukan secara periodik lah, untuk  mengenang sejarah-sejarah di Kubutambahan dan Buleleng,” kata Kadek Sukatama.

Kadek Sukatama adalah peserta yang baru pertama kali ikut dalam acara Kopdar Bike ini.

Gede Arsadi, yang juga pertama kali ikut dalam acara Kopdar Bike, mengatakan Kopdar Bike ini dilakukan secara rutin, meski hanya sebulan sekali, dan itu bagus. Apalagi ada nilai sejarahnya.

 “Klub apa pun itu, kalau sudah tanpa event, pasti akan pasang surut animonya. Kalau ada kegiatan yang periodik seperti ini kan bagus ya. Tidak perlu besar acaranya, yang panting bisa kumpul, bisa bertemu dengan para penghobi sepeda,” kata Arsadi.

Kopdar Bike 3 ini diikuti sekitar 25 orang peseta. Waktu tempuh yang dibutuhkan dari Kubujati menuju Maduwekarang sekitar 20 menit dengan panjang rute 10 kilometer.

Hary Sujayanta, yang kali ini menjadi penanggungjawab Kopdar Bike 3, mengatakan bahwa acara ini sebagai bentuk konsistensi dalam membangun kembali semangat bersepeda yang dibalut sejarah.

“Secara umum, acara kali sama dengan acara 1 dan 2. Bedanya hanya rute dan temanya. yang kali ini kita memilih rute ketimur yang terkait dengan sejarah sepeda di Buleleng,” kata Hary.

Setelah bersepeda, apakah para pesepeda itu tahu siapa Nieuwenkamp? Tak penting juga. Setidaknya, dengan kegiatan ini, nama Nieuwenkamp sesekali disebut-sebut, dan itu awal yang selalu baik.[T][*]

Jika Hendak Melihat Masa Lalu Kota Singaraja, Kayuhlah Sepeda, Pelan Saja…
Gietman Mountain Bike 2019: Bersepeda di Alam, Menaklukkan Alam, Mencintai Alam…
Kegilaan Bersepeda dan Sampah yang Semakin Berserakan
Tags: goweskomunitas sepedaPura Meduwe KarangsepedaSingaraja
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Lelaki Penari, Kesangsian Orang-orang, dan Proses Kreatif Kurniadi Ilham

Next Post

Tekan Inflasi di Buleleng: Pemkab Membantu, Petani Cabai pun Giat dan Tenang

Made Adnyana Ole

Made Adnyana Ole

Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

Related Posts

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Tekan Inflasi di Buleleng: Pemkab Membantu, Petani Cabai pun  Giat dan Tenang

Tekan Inflasi di Buleleng: Pemkab Membantu, Petani Cabai pun Giat dan Tenang

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co