2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pura Meduwe Karang, Sepeda, WOJ Nieuwenkamp, dan Kopdar Pesepeda Buleleng

Made Adnyana Ole by Made Adnyana Ole
September 21, 2022
in Khas
Pura Meduwe Karang, Sepeda, WOJ Nieuwenkamp, dan Kopdar Pesepeda Buleleng

Pesepeda berfoto di depan Pura Meduwe Karang, Kubutambahan, Buleleng

I Made Marlowe Makaradhwaja Bandem akrab dipanggil Marlowe Bandem, adalah seorang muda Bali yang menggas pendirian Arsip 1928. Ia banyak menyimpan arsip-arsip pada masa kejayaan Bali sekitar tahun 1928, terutama arsip di bidang seni dan budaya.

Ia juga seorang yang gemar bersepeda. Suatu kali ia bersepeda dari Denpasar, melewati sisi timur Bali, untuk mencapai finish di Pura Meduwe Karang, di Desa Kubutambahan, Buleleng, sisi utara Bali.

Kenapa ke Pura Meduwe Karang?

Begini. Di Pura Meduwe Karang terdapat relief yang menggambarkan orang sedang bersepeda. Relief itu terkenal di kalangan peneliti, seniman seni rupa, dan pecinta sejarah serta penggemar ilmu pengetahuan. Tentu karena tidak banyak ada pura yang berisi ukiran tentang “benda-benda modern” semacam sepeda.  

Orang bersepeda yang diukir pada dinding bangunan sebuah pelinggih di Pura Meduwe Karang itu diyakini adalah W.O.J. Nieuwenkamp. Nah, siapa Nieuwenkamp?

Nama lengkapnya Wijnand Otto Jan Nieuwenkamp. Ia adalah seniman yang datang ke Bali tahun 1904 untuk melukis, membuat jurnal, dan hal-hal yang berkaitan dengan kesenirupaan. Di Bali ia berkeliling naik sepeda.

Dari pusat pemerintahan kolonial di Singaraja, ia diceritakan sering mengayuh sepedanya ke arah timur, hingga ke wilayah Batur di Bangli. Ia biasanya berhenti di suatu tempat untuk melukis obyek-obyek menarik, semisal pura dan rumah. Kini lukisannya banyak tersimpan di Belanda dan jadi obyek penelitian banyak ilmuwan di Bali dan Indonesia.

Banyak yang percaya Nieuwenkamp adalah orang pertama yang datang dan memperkenalkan sepeda di Bali. Konon, ini boleh dipercaya boleh tidak, orang-orang Bali saat itu heran dan takjub. Kok ada benda dengan dua roda bisa bergerak dan tidak jatuh-jatuh?

Lalu, apa hubungannya Nieuwenkamp dengan Marlowe Bandem?

Marlowe Bandem itu penekun arsip, sehingga banyak arsip-arsip yang kemudian ia konfirmasi dengan melakukan perjalanan ke tempat-tempat penting yang punya kaitan dengan arsip-arsip masa lalu.

Tentang kegiatannya bersepeda itu, Marlowe Bandem pernah ngobrol bersama saya. Bahwa ia bersepeda menuju Pura Meduwe Karang, setidaknya ia ingin napak tilas jejak seniman Eropa itu, dan mencoba-coba merasakan seperti apa perasaan Nieuwenkamp saat bersepeda di pesisi utara Bali. Kondisi jalan dan pemandangan kiri-kanan tentu saja berbeda, tapi perasaan mungkin saja bisa sama.

Yang menarik, di sela-sela perjalanan, Marlowe kadang singgah di suatu tempat, semisal di warung, di poskamling, atau di tepi jalan yang agak lapang. Kepada orang-orang yang ditemuinya, ia selalu bertanya tentang Nieuwenkamp. Dan,t idak ada yang tahu siapa itu Nieuwenkamp.

Artinya, nama Nieuwenkamp di kalangan umum tidak banyak yang mengenalnya. Tentu karena nama itu tak pernah disebut-sebut dalam buku sejarah sekolah. Tapi, kalau menyebut kata sepeda, semua orang tahu. Bahkan belakangan, kegiatan bersepeda mulai ngetrend di kalangan masayarakat umum. Bahkan ada orang yang berlomba-lomba punya sepeda mahal, dan memamerkannya di jalan raya.  

Para pesepeda di Kota Singaraja bersepeda menempuh rute Singaraja menuju Pura Meduwe Karang di Kubutambahan, Buleleng

Nah, pada Sabtu, 17 September 2022, satu kelompok penghobi bersepeda di Kota Singaraja dan sekitarnya melakukan kegiatan bersepeda dengan mengambil rute dari Singaraja menuju Pura Meduwe Karang di Kubutambahan.

Nama acaranya Kopdar Bike 3. Artinya acara Kopi Darat untuk yang ketigakalinya. Dua kali sebelumnya penghobi sepeda ini melakukannya di seputaran Kota Singaraja.

Kopdar Bike ini ajang bertemunya para pecinta sepeda di Buleleng Bali. Saat bertemua, acaranya bukanlah pertemuan-pertemuan biasa, bukan pula sepeda-sepedaan biasa. Setidaknya sambil bersepeda mereka juga menimba ilmu di jalanan.

Acara ini digagas oleh tiga tempat nongkrong di Buleleng, yaitu Kedai Kopi Dekakiang, Dangke Cafe dan Angkringan Mula Keto.

Kenapa mereka menuju Pura Meduwe Karang? Tentu alasannya sama seperti Marlowe Bandem, ingin merasakan bagaimana perasaan Nieuwenkamp saat bersepeda di jalanan utara Bali. Bedanya, jika Marlowe start dari Denpasar, penghobi sepeda ini cukup dulu dari Kota Singaraja. Jaraknya jauh lebih pendek.

Kopdar Bike 3 ini mengambil start di Angkringan Mula Keto, Kubujati, Kelurahan Banyuning, Buleleng Bali, lalu meluncur ke Pura Maduwekarang. Dulu, Nieuwenkamp juga melewati jalur itu, ketika bersepeda dari pusat kota kolonial kea rah timur Buleleng.  

“Acara ini susan luar biasa sekali, jadi kita memperkenalkan kembali sejarah-sejarah yang susan tenggelam, dibangkitkan lagi. Mudah-mudahan acara ini bisa dilakukan secara periodik lah, untuk  mengenang sejarah-sejarah di Kubutambahan dan Buleleng,” kata Kadek Sukatama.

Kadek Sukatama adalah peserta yang baru pertama kali ikut dalam acara Kopdar Bike ini.

Gede Arsadi, yang juga pertama kali ikut dalam acara Kopdar Bike, mengatakan Kopdar Bike ini dilakukan secara rutin, meski hanya sebulan sekali, dan itu bagus. Apalagi ada nilai sejarahnya.

 “Klub apa pun itu, kalau sudah tanpa event, pasti akan pasang surut animonya. Kalau ada kegiatan yang periodik seperti ini kan bagus ya. Tidak perlu besar acaranya, yang panting bisa kumpul, bisa bertemu dengan para penghobi sepeda,” kata Arsadi.

Kopdar Bike 3 ini diikuti sekitar 25 orang peseta. Waktu tempuh yang dibutuhkan dari Kubujati menuju Maduwekarang sekitar 20 menit dengan panjang rute 10 kilometer.

Hary Sujayanta, yang kali ini menjadi penanggungjawab Kopdar Bike 3, mengatakan bahwa acara ini sebagai bentuk konsistensi dalam membangun kembali semangat bersepeda yang dibalut sejarah.

“Secara umum, acara kali sama dengan acara 1 dan 2. Bedanya hanya rute dan temanya. yang kali ini kita memilih rute ketimur yang terkait dengan sejarah sepeda di Buleleng,” kata Hary.

Setelah bersepeda, apakah para pesepeda itu tahu siapa Nieuwenkamp? Tak penting juga. Setidaknya, dengan kegiatan ini, nama Nieuwenkamp sesekali disebut-sebut, dan itu awal yang selalu baik.[T][*]

Jika Hendak Melihat Masa Lalu Kota Singaraja, Kayuhlah Sepeda, Pelan Saja…
Gietman Mountain Bike 2019: Bersepeda di Alam, Menaklukkan Alam, Mencintai Alam…
Kegilaan Bersepeda dan Sampah yang Semakin Berserakan
Tags: goweskomunitas sepedaPura Meduwe KarangsepedaSingaraja
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Lelaki Penari, Kesangsian Orang-orang, dan Proses Kreatif Kurniadi Ilham

Next Post

Tekan Inflasi di Buleleng: Pemkab Membantu, Petani Cabai pun Giat dan Tenang

Made Adnyana Ole

Made Adnyana Ole

Suka menonton, suka menulis, suka ngobrol. Tinggal di Singaraja

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Tekan Inflasi di Buleleng: Pemkab Membantu, Petani Cabai pun  Giat dan Tenang

Tekan Inflasi di Buleleng: Pemkab Membantu, Petani Cabai pun Giat dan Tenang

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co